Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH BAHASA ARAB

“NAIBUL FA’IL.”
Dosen Pembimbing : Dra. Ifham Choli. MA

Disusun Oleh :
Putri Nuriyana (3120170047)

UNIVERSITAS ISLAM ASY-SYAFI’IYAH


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini membahas tentang

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan
akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi.Olehnya itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari
Tuhan Yang Maha Esa.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Jakarta, 7 oktober 2018

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam Bahasa Arab mempelajari Ilmu Nahwu sangatlah penting karena dari
situlah bisa mempelajari bahasa arab dengan mudah. Selain itu, mempelajari Ilmu
Nahwu sangat penting untuk memahami Al-Qur’an, artinya ; karena menurut kaidah
hukum Islam, mengerti Ilmu Nahwu bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an
hukumnya fardlu ‘ain.

Dan sangat dianjurkan bagi manusia untuk menjaga lisannya dari kesalahan
dan biasa faham artinya Al-Qur’an dan Hadits maka oleh karena itulah Ilmu Nahwu
harus dipelajari dan difahami lebih didahulu dibanding ilmu yang lain karena tanpa
Ilmu Nahwu tidak akan pernah dapat dipahami.

B. Rumusan Masalah
Apa pengertian Naibul Fa’il ?
Hukum-hukum naibul Fa’il ?
Macam-macam Naibul Fa’il ?

C. Tujuan
Memberikan pemahaman yang mendalam tentang Ilmu Nahwu
Memberi pengetahuan dan wawasan tentang Ilmu Nahwu
Mengetahui apa itu Naibul Fail
BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Naibul Fail

Na’ib, artinya pengganti Fa’il artinya pelaku. Jadi Na’ibul Fa’il artinya pengganti
pelaku.

Yang di maksud di sini , bahwa Na-ibul Fa’il ialah isim yang marfu’ yang di
dahului oleh Fi’il majhul dan menempati tempat fa’il setelah fa’il itu di buang.

Contoh :

Anjing itu sudah dipukul = .١

Anjing sedang/ akan dipukul = .٢

kata-kata duriba dan yudrabu pada contoh ( 1 & 2 ) adalah fi’il majhul yang kita
maksudkan itu. Sedangkan Al kalbu menjadi na’ibul fa’il Marfu’, tanda rafa’nya,
dhomah.
Naibul Fail ialah isim marfu' yang tidak disebutkan failnya. Apabila fiilnya
fiil madhi, maka dhammah-kanlah huruf awalnya dan huruf sebelum akhirnya di-
kasrahkan , dan apabila fiilnya fiil mudhari' maka dhammah kanlah huruf huruf
awalnya dan huruf sebelum akhir di fathah kan.

Maksudnya :

1. Fiil Mabni Lil Majhul ialah kalimat yang failnya dibuang dan maf’ul bil
menggantikan kedudukan fail nya.
2. Naibul Fail adalah isim yang dirafa’kan yang menggantikan posisi seperti fail,

Contohnya : yang pada awalnya (ma'lum / kalimat aktif)

dibaca َ. Maka zaidun sebagai fail dibuang dan digantikan


posisinya dengan al-qolam.
Naibul Fail terbagi menjadi dua :

1. Naibul Fail isim zahir, Contohnya :

Pasif : = “Susu telah diminum “.


2. Naibul Fail isim dhamir , Contohnya :

Aktif = ‘’Saya Minum Kopi.’’


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Naibul Fa’il adalah Isim yg dirofa’kan baik secara lafzhan atau mahallan,
menggantikan dan menempati tempatnya fa’il yang dibuang dan fi’ilnya dibina’
Majhul.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://dwihidayanti14.blogspot.com/2015/01/makalah-bahasa-arab-ii_20.html