Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Kegiatan pergudangan (warehousing) harus memiliki sistem


penyimpanan yang bagus agar dapat menunjang kelancaran proses produksi
maupun aktivitas-aktivitas pergudangan. Namun suatu gudang (warehouse ) dapat
dikatakan efektif dan efisien dapat dilihat dalam berbagai aspek, salah satunya
adalah penyimpanan material atau produk. Tempat penyimpanan bahan baku atau
gudang (warehouse) pada perusahaan pada umumnya terbagi atas beberapa
penyimpanan , pada kegiatan kerja praktek yang sudah kami laksanakan yaitu
merupakan pembangunan gudang untuk penyimpanan ban bridgestone.

Pada kesempatan penulisan ini penulis mengambil judul “Pembangunan


Gudang Ban Bridgestone” yang berlokasi kan di Jalan Arteri Supadio Komplek
Adijaya Blok C Kota Pontianak.

Pelaksanaan kerja praktek merupakan suatu pembelajaran langsung pada


saat berada dilapangan kerja bagi mahasiswa/mahasiswi yang melaksanakan
kegiatan kerja praktek. Dalam kegiatan kerja praktek tersebut juga dapat
menambah wawasan dan ilmu pada saat berada dilapangan kerja bagi mahasiswa/
mahasiswi yang bersangkutan. Pelaksanaan kerja praktek ini di khususkan untuk
mahasiswa/mahasiswi jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Tanjungpura .

I.2 Lokasi Proyek

Lokasi proyek kegiatan pembangunan gudang ban Bridgestone ini berada


di Jalan Arteri Supadio Komplek Adijaya Blok C kota Pontianak provinsi
Kalimantan barat.

1
Denah lokasi :

LOKASI PROYEK

Gambar 1.1 Denah Lokasi

I.3. Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan dilaksanakan nya kerja praktek,yaitu :

1. Mahasiswa dapat menjelaskan dalam bentuk laporan proses kegiatan


Pembangunan gudang ban bridgestone sesuai dengan pekerjaan yang
diamati.
2. Mahasiswa dapat menceritakan struktur organisasi perusahaan.
3. Mahasiswa dapat menjelaskan dalam bentuk laporan proses pembagian
pekerjaan semua orang yang terlibat pada proyek konstruksi tersebut.
4. Mahasiswa dapat menangani permasalahan pekerjaan yang terjadi
dilapangan baik disengaja maupun tidak disengaja.
5. Mahasiswa mengetahui ilmu yang diterapkan untuk mengefisienkan waktu
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
6. Mahasiswa mampu melaksanakan tugas yang diberi dari proyek dan
perusahaan.
7. Mahasiswa mampu menyelesaikan laporan dengan baik dan sesuai
persyaratan tata cara penulisan.

2
BAB II
PENGENALAN PERUSAHAAN

II.1 Sejarah Singkat Perusahaan


Konsultan PT.Kita Jaya Kontruksi adalah perusahaan yang bergerak
di bidang kontruksi yang beralamat di Jl.Karya Baru, komp. Puri karya
indah,kota Pontianak. Perusahaan ini didirikan atas dukungan beberapa tenaga
kerja ahli serta berpengalaman yang berdedikasi tinggi dari berbagai macam
disiplin ilmu.
PT. Kita Jaya Kontruksi merupakan suatu perusahaan yang bergerak
di bidang Kontruksi Jasa Kontruksi Teknik. PT. Kita Jaya Kontruksi didirikan
pada tahun 2003 oleh notaris suwanto,s.h di kota Pontianak . lingkup layanan
kontraktor yang diberikan oleh PT.Kita Jaya Kontruksi adalah meliputi :
 Identifikasi dan studi pendahuluan : mencakup survey
pendahuluan,survey sarana kebutuhan pra investasi dan studi
kelayakan.
 Studi kelayakan serta rancangan induk : mencakup penilaian
kelayakan teknis,ekonomis dan financial dari proyek yang
diusulkan dan saran tentang tata cara pelaksanaan dari suatu proyek.
 Rancangan pendahuluan,desain terinci dan documenter tender :
mencakup persiapan semua dokumen yang diperlukan untuk
melaksanakan proyek, termasuk perkiraan biaya.
 Jasa survey : termasuk sama layanan keahlian yang diperlukan
untuk menjamin penyelesaian pelaksanaan proyek.
 Jasa manajemen ( pengolahan, pengoperasian dan pemeliharaan) :
mencakup penyiapan manual/ buku petunjuk operasi serta
pemeliharaan, pengawasan bila diperlukan.

3
II.2 Struktur organisasi PT. Kita Jaya Kontruksi

DIREKTUR:

Yahya Hendra, S.T

KONSTRUKTUR : ESTIMATOR : PERENCANAAN :

Hariyanto, S.T Trya Rahmani, Amd Sy. Fawzi febrianto,S.Ars

Bagan II.1 Struktur organisasi

Sumber : PT .KJK

II.3 Pelaksanaan Dan Disiplin Kerja

PT.Kita Jaya Kontruksi memiliki peraturan dan disiplin kerja tersendiri.


Pelaksaanaan disiplin kerja di PT. Kita Jaya Kontruksi dilakukan secara fleksibel
namun ada sejumlah peraturan yang yang diterapkan pada perusahaan ini secara
umum,yakni antara lain :

1. Jadwal efektif kerja yang mulai puluk 08:00 – 16:00 dari hari senin sampai
sabtu.
2. Toleransi keterlambatan 15 menit setelah waktu yang telah ditentukan dan
3. Keterlambatan akan dikenai potongan gaji.
4. Jadwal istirahat pukul 11:00 – 13:00
5. Jika diperlukan untuk lembur, jadwal tidak lebih dari pukul 21:00
6. Pekerja dilarang merokok saat sedang melakukan pekerjaan didalam kantor,
kecuali saat sedang istirahat dan berada diluar ruangan.
7. Berpakaian bebas rapi.

4
II.4 Tinjaun umum proyek

Tinjauan umum proyek ialah sebuah gambaran hal-hal apa saja dan
prosedur apa saja yang menjadikan proyek dapat berjalan.

II.5 Tender proyek

Pengertian tender adalah suatu rangkaian kegiatan penawaran yang


bertujuan untuk menyeleksi, mendapatkan, menetapkan serta menunjuk perusahaan
mana yang paling pantas dan layak untuk mengerjakan suatu paket pekerjaan (
Alfian Malik :2010 ).

Definisi tender adalah suatu hal yang berkaitan dengan kegiatan


memborong pekerjaan atau menyuruh pihak lain untuk memborong atau
mengerjakan sebagian ataupun seluruh pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang
telah dibuat. Secara umum, tender meliputi tawaran pengajuan harga untuk :

1. Memborong atau melaksanakan suatu pekerjaan


2. Menjual barang atau jasa
3. Membeli barang atau jasa,dan
4. Mengadakan barang atau jasa
( Sumber : Sudarsono,Kamus Hukum :2007 )

Secara umum,untuk mendapatkan suatu pekerjaan proyek dari owner,baik


pekerjaan pemerintah maupun swasta,dapat dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya :

II.5.1 Penunjukan langsung

Penunjukan langsung adalah metode pemilihan penyedia barang atau jasa


dengan cara menunjukan langsung satu penyedia barang jasa yang berlaku sebagai
salah satu metode pengadaan barang jasa oleh pemerintah Indonesia. (Wikipedia,
Wikipedia ensikpedia 2016). Proyek ini didapatkan oleh PT.Kita Jaya Kontruksi

5
dengan cara penunjukan langsung dari Bapak Suhadi Awang kepada Bapak Yahya
Hendra selaku Direktur PT. Kita Jaya Kontraktor.

II.5.2 Lelang

Penjualan di hadapan orang banyak ( dengan tawaran yang atas-mengatasi


pimpinan oleh pejabat lelang. ( Menurut KBBI ).

Lelang adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan kontruksi/jasa


lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua penyedia
barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainnya yang memenuhi syarat (ahmad 2013 ).

II.6 Gambaran umum proyek

Penjelasan mengenai gambaran umum proyek yang lebih rinci akan


diuraikan sebagai mana dibawah ini :

a. Pekerjaan : Pembangunan Gudang Ban Bridgestone


b. Lokasi : Jln. Arteri Supadio Komplek Adijaya Blok C
c. Pemilik : Suhadi Awang
d. Arsitek : Sy. Fawzi Febrianto S.Ars
e. Sistem kontruksi : Beton Bertulang
f. Luas lahan : 20 m x 32 m
g. Luas bangunan : 16 m x 30 m

II.7 Personil Dan Organisasi Proyek

a. Direktur
b. Arsitek
c. Konstruktur

6
II.8 Lingkup keseluruhan proyek

Lingkup keseluruhan proyek pembangunan gudang Ban Bridgestone di Jln.


Arteri Supadio Komplek Adijaya Blok C meliputi :

1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Struktur
a. Pekerjaan pondasi
b. Pekerjaan struktur lantai 1
c. Pekerjaan struktur lantai mazenine
d. Pekerjaan struktur lantai 2
e. Pekerjaan tangga
f. Pekerjaan atap dan tebing layar
3. Pekerjaan Arsitektur
a. Pemasangan dinding batako
b. Plesteran dinding tebal 1,5 cm
c. Plesteran kolom dan balok tebal 1,5 cm
d. Pekerjaan detail arsitektural
4. Pekerjaan Tambahan

7
II.9 Time Schedule Proyek

8
BAB III

III.1. Prosedur Mendapatkan Proyek

Pada dasarnya prosedur untuk mendapat suatu proyek menurut (


Abrar Husen 2011:96) dan (Ervianto 2005:51)dapat dilakukan dengan
beberapa cara, yaitu :

a. Pelelangan Terbuka

Pelelangan ini dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh


peserta secara luas namun mempunyai kualifikasi lingkup bidang
usaha, kemampuan yang sesuai dipersyaratkan. Biasanya
pengumuman lelang dilakukan melalui media massa serta
pengumuman resmi oleh pihak pemilik proyek di instansinya.
Pemenang dipilih berdasarkan tingkat kompetitif penawaran harga
terendah.

b. Penunjukan Langsung
Metode ini dapat dilaksanakan dalam keadaan tertentu dan keadaan
khusus terhadap 1 (Satu) penyedia barang/jasa. Pemilihan penyedia
barang/jasa dapat dilangsungkan dengan cara melakukan negosiasi, baik
teknis maupun biaya, sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara
teknis dapat dipertanggung jawabkan.

c. E-Lelang
E-lelang adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan
konstruksi/jasa lainnya secara elektronik untuk semua pekerjaan yang
dapat diikuti oleh semua pemilihan penyedia barang/pekerjaan
konstruksi/jasa lainnya yang memenuhi syarat. pelaku usaha dapat lebih
cepat terdorong pada Proses yang dilakukan secara elektronik adalah :
1. Registrasi panitia dan penyedia

9
2. Pengumuman lelang, dokumen lelang, dan dokumen penawaran
3. Penjelasan dokumen lelang
4. Pembukaan dokumen lelang dan evaluasi sanggaha

Dalam proyek pelaksanaan Pembangunan Gudang Ban Bridgestone ini


dilakukaan dengan Penunjukan langsung oleh pemilik proyek.

III.2 Data Proyek

Dalam proyek konstruksi Pembangunan Rumah Susun Pemerintah


kota Pontianak tersebut bertujuan untuk mengentaskan kawasan kumuh
yang ada di tepian kapuas.

Proyek pelaksanaan pembangunan Rumah Susun Pemerintah Kota


Pontianak secara keseluruhan memiliki data sebagai berikut :

Nama Proyek : Pembangunan Rumah Susun Pemerintah Kota


Pontianak

Owner/Pemilik : SNVT (Satuan Non Vertikal Tertentu)

Kontraktor Pelaksana : PT. PUTRA NANGGROE ACEH

Konsultan Pengawas : PT. SWADAYA INTI SARANA

Lokasi : Di Jalan Nipah Kuning Dalam Kelurahan Pal lima


Kecamatan Pontianak Barat

Sumber Dana : APBN 2018

Biaya Proyek : Rp. 16.065.000.000 (Enam Belas Milyar Enam Puluh


Lima Juta Rupiah )

Waktu Pelaksanaan :172 ( SERATUS TUJUH PULUH DUA ) HARI


KALENDER

III.3 Personil dan Organisasi Proyek

10
Keterkaitan Pekerjaan Antara Owner , konsultan Supervisi dan
Kontraktor dapat dilihat dari Diagram sebagai berikut :

OWNER

KONSULTAN MK SUPERVISI KONTRAKTOR

Gambar III.2 Keterkaitan Kerja

( Sumber : Program Kerja Rumah Susun )

III.4 Kebutuhan Umum Dari Pelayanan

Konsultan terdiri dari Tim Kerja / Tim Supervisi Lapangan yang


bertanggung jawab untuk melaksanakan review design selama waktu
pelaksanaan pekerjaan fisik dengan menggunakan data lapangan yang
diperoleh dari Penyedia Barang / Jasa, sesuai dengan yang tercantum dalam
Dokumen Kontrak Penyedia Barang dan Jasa dan menggunakan Standart
Design serta Cara yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Bina
Marga/Cipta Karya.

Layanan yang akan mencakup supervisi dari semua aspek pelaksanaan


pekerjaan dan menjamin bahwa pekerjaan konstruksi sesuai dengan
kebijakan dan filosofi dari Bina Marga yang diterapkan untuk Proyek
Pembangunan sebagai kelengkapan dari perencanaan detail yang telah

11
disahkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat serta
Dokumen Kontrak. (sumber : Program Kerja Rumah Susun).

Gambar.3.3 Struktur Organisasi Kontraktor Proyek

( sumber : data perusahaan)

Gambar. III.4 Struktur Organisasi Konsultan Proyek

12
( sumber : data perusahaan )

III.5 Personil Proyek


Proyek pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun Pemerintah kota
Pontianak ini terdapat pihak-pihak yang terkait didalamnya. Adapun pihak-pihak
yang terkait tersebut adalah sebagai berikut : ( informasi di peroleh dari data
perusahaan )

a. Project Manager (Manajer Proyek)


Project Manager adalah Bapak Bambang Budi Siswanto,ST yang bertanggung
jawab atas tugas-tugasnya yaitu :
 Mengelola keuangan proyek
 Memberikan kepuasan pada pelanggan
 Meminimalisir segala kendala yang ada di proyek
 Mengontrol manajemen proyek agar pengerjaan sesuai dengan jadwal
b. Site Manager

Site Manager adalah Bapak Sihol Sanggam MS,ST yang mempunyai tanggung
jawab dengan tugasnya yaitu :

 Mengatur sub kontraktor / mandor untuk mengerjakan pekerjaan


dilapangan.
 Mengikuti jadwal kerja untuk mengerjakan pekerjaan.
 Mengatur urutan pekerjaan sesuai dengan sepsifikasi teknis yang
diisyaratkan.
 Menyelenggarakan seluruh kegiatan yang ada di proyek sesuai rencana.
 Menyelesaikan seluruh masalah / kendala yang terdapat di proyek yang
berhubungan dengan seluruh pekerja.
 Mengatur jadwal kerja setiap sub kontraktor / mandor.
c. Logistik
Logistik adalah Bapak Tommy Gunawan yang bertanggung jawab dengan
tugasnya, yaitu:
 Mendata barang-barang atau alat kerja yang digunakan di lapangan.

13
 Menerima barang atau mengeluarkan barang yang berada di Gudang untuk
pekerja di lapangan.
 Melakukan pemesanan atas perseujuan Supervisormengenai kondisi stok
material atau alat kerja.
 Memonitor sisa stok material dan alat kerja untuk penyelenggaraan di
lapangan.
 Memberikan kepada admin proyek mengenai status stok material dan alat
kerja secara berkala.
 Menyusun / mengatur penempatan material / alat kerja di lapangan sesuai
kebutuhan pekerja dengan berkoordinasi kepada supervisor.
 Melindungi seluruh alat dan material yang digunakan pada proyek.
d. Pelaksana

Pelaksana adalah Bapak Edo Dermawan,ST ,bertanggung jawab atas :

 Memahami gambar desain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman dalam


melaksanakan pekerjaan dilapangan.
 Bersama dengan bagian engineering menyusun kembali metode
pelaksanaan konstruksi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
 Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan sesuai
dengan persyaratan waktu, mutu dan biaya yang telah ditetapkan.
 Membuat program kerja mingguan dan mengadakan pengarahan kegiatan
harian kepada pelaksana pekerjaan.
 Mengadakan evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan
dilapangan.
 Membuat program penyesuaian dan tindakan turun tangan, apabila terjadi
keterlambatan dan penyimpangan pekerjaan di lapangan.
 Bersama dengan bagian teknik melakukan pemeriksaan dan memproses
berita acara kemajuan pekerjaan dilapangan.
 Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja mingguan, metode
kerja, gambar kerja dan spesifikasi teknik.
 Menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan jadwal tenaga kerja dan mengatur
pelaksanaan tenaga dan peralatan proyek.

14
 Mengupayakan efisiensi dan efektifitas pemakaian bahan, tenaga dan alat di
lapangan.
 Membuat laporan harian tentang pelaksanaan dan pengukuran hasil
pekerjaan dilapangan.
 Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan dilapangan.
 Membuat laporan harian tentang pelaksanaan pekerjaan, agar selalu sesuai
dengan metode pekerjaan dan instruksi kerja yang telah ditetapkan.
 Menerapkan program keselamatan kerja dan kebersihan di lapangan.
e. Mandor

Tugas Mandor di dalam suatu Proyek adalah mengkoordinir pekerja-pekerja


yang akan bekerja disuatu Proyek dan dapat mengawasi pekerjaan tersebut.

f. Kepala Tukang
 Memimpin para tukang bangunan agar bisa memahami dan bekerja sesuai
dengan arahan pelaksana atau pemilik bangunan.
 Sebagai tempat penitipan gaji tukang secara keseluruhan untuk kemudian
membagikanya kembali kepada para tukang sesuai dengan pendapatan
masing-masing.
 Merupakan tukang senior yang telah ahli dibidangnya jadi bisa menjadi
tempat bertanya dan belajar bagi tukang dengan kemampuan dibawahnya,
apabila kepala tukang tidak bisa menjawab maka dapat disampaikan kepada
pelaksana untuk diberikan penjelasan.
 Memberikan contoh bagaimana cara mengerjakan suatu pekerjaan yang
baik dan cepat.
 Melaporkan kepada pelaksana mengenai kesulitan atau kendala dalam
pelaksanaan untuk diberikan jalan keluar.
 Memegang keuangan harian untuk operasional tukang seperti uang makan,
pembelian minuman, dan lainya sesuai dengan kebijakan manajemen
kontraktor.
 Memberitahukan daftar alat yang dibutuhkan oleh tukang dalam
melaksanakan pekerjaan.

15
III.6 Proses Pelaksanaan Proyek

Kegiatan konstruksi adalah kegiatan yang harus melalui suatu proses


yang panjang dan didalamnya dijumpai banyak masalah yang harus
diselesaikan. Di samping itu, di dalam kegiatan konstruksi terdapat suatu
rangkaian yang berurutan dan berkaitan.

Di bawah ini akan dijelaskan tahapan pelaksanaan pembangunan pada


proyek konstruksi secara umum sebagai berikut :

a. Tahap Studi Kelayakan

Tahap ini bertujuan menyakinkan pemilik proyek bahwa proyek


konstruksi yang diusulkannya layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek
perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi (biaya dan sumber
pendanaan), maupun aspek lingkungannya. ( sumber : faperta.ugm )

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap studi kelayakan ini adalah :

 Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi biaya


yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.
 Menganalisa manfaat yang akan diperoleh jika proyek tersebut
dilaksanakan, baik manfaat langsung (manfaat ekonomis) maupun
manfaat tidak langsung (fungsi sosial).
 Menyusun analisis kelayakan proyek baik secara ekonomis maupun
financial.
 Menganalisis dampak lingkungan yang mungkin terjadi apabila proyek
tersebut dilaksanakan.
b. Tahap Penjelasan

Tahap ini dapat penjelasan dari pemilik proyek mengenai fungsi


proyek dan biaya yang diizinkan sehingga konsultan perencana dapat
secara tepat menafsirkan keinginan pemilik proyek dan membuat taksiran
biaya yang diperlukan.

16
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah :

 Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga ahli.
 Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan,
merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan mutu.
 Mempersiapkan ruang lingkup kerja, jadwal waktu, taksiran biaya dan
implikasinya, serta rencana pelaksanaan.
 Mempersiapkan sketsa dan skala tertentu sehingga dapat
menggambarkan denah dan batas-batas proyek.

c. Tahap Perancangan

Tahapan perancangan (design) ini bertujuan melengkapi penjelasan


proyek dan menentukan tata letak, rancangan, metode konstruksi,
taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek dan
pihak berwenang yang terlibat.

Tahap ini juga mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan,


termasuk gambar kerja dan spesifikasinya, serta kelengkapan semua
dokumen tender.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah :

 Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penyelesaian akhir.


 Memeriksa masalah teknis
 Meminta persetujuan akhir ikhtisar dari pemilik proyek

d. Tahap Pengadaan / Pelelangan

Tahap pengadaan / pelelangan (procurement) ini bertujuan menunjuk


kontraktor sebagai pelaksana atau sejumlah kontraktor sebagai
subktraktor yang akan melaksanakan konstruksi di lapangan.

Pada pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun Pemerintah Kota


Pontianak ini dilakukan dengan cara mengikuti pelelangan umum yang

17
dilaksanakan oleh kementrian PUPR, melalui SNVT Penyediaan Perumahan
Kalimantan Barat.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah :

 Mengikuti persyaratan Pelelangan Umum


 Membuat Dokumen Penawaran
 Membuat Dokumen Kontrak

e. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan (construction) ini bertujuan mewujudkan


bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek dan sudah dirancang oleh
konsultan perencana dalam Batasan biaya dan waktu yang telah
disepakati, serta dengan mutu yang disyaratkan.

Kegiatan yang dilakukan adalah merencanakan, mengoordinasi,


mengendalikan semua operasional di lapangan, Kegiatan perencanaan
dan Pengendalian adalah :

 Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan


 Perencanaan dan pengendalian organisasi lapangan
 Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja
 Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material

Kegiatan koordinasi adalah :

 Mengoordonasikan seluruh kegiatan pembangunan, baik untuk


bangunan sementara maupun bangunan permanen, serta semua fasilitas
dan perlengkapan yang terpasang.
 Mengoordinasikan para subkontraktor.

f. Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan

Tahap pemeliharaan dan persiapan penggunaan ini bertujuan


menjamin kesesuaian bangunan yang telah selesai dengan dokumen

18
kontrak dan kinerja fasilitas sebagaimana mestinya. Selain itu, pada tahap
ini juga dibuat suatu catatan mengenai konstruksi berikut petunjuk
operasinya dan melatih staf dalam menggunakan fasilitas yang tersedia.

Kegiatan yang dilakukan adalah :

 Mempersiapkan catatan pelaksanaan, baik berupa data-data selama


pelaksanaan maupun gambar-gambar pelaksanaan.
 Meneliti bangunan secara cermat dan memperbaiki kerusakan-kerusakan
yang terjadi.
 Mempersiapkan petunjuk operasional / pelaksanaan serta pedoman
pemeliharaannya.

III.6 Gambaran Umum Proyek

Struktur bangunan adalah suatu susunan dari bagian atau komponen


bangunan sehingga membentuk suatu susunan yang kokoh dan kuat untuk
menahan gaya-gaya yang bekerja padanya, baik gaya-gaya yang berasal dari
dalam maupun dari luar.

Pelaksanaan suatu kegiatan pembangunan akan senantiasa melibatkan


beberapa pihak, dimana pihak yang satu dengan pihak yang lain sangat erat
hubungannya dan harus dapat saling bekerjasama dengan baik sehingga
tercapai hasil yang diinginkan dengan efisiensi yang setinggi-tingginya.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa struktur bangunan terdiri


dari dua bagian utama, yaitu bahan sub struktur dan upper struktur :

a. Bagian sub struktur

Bagian bawah konstruksi bangunan yang berada di bawah


permukaan tanah yang berfungsi meneruskan beban di atasnya ke
bagian bawahnya maupun yang berada di sisi-sisinya. Bagian utama dari
sub struktur adalah pondasi. Perencanaan jenis pondasi sangat

19
bergantung kepada kondisi tanah dan beban yang direncanakan. Pada
kegiatan ini, pondasi yang digunakan adalah pondasi setempat serta
untuk memperkuat daya dukung tanah.

b. Bagian upper struktur

Bagian konstruksi bangunan yang terletak di atas permukaan


tanah. kegiatan ini menggunakan konstruksi beton bertulang dengan
struktur bangunan sebagai berikut :

 Dinding dari beton ringan


 Kolom dan balok dari konstruksi beton bertulang.
 Plat lantai dari kontruksi beton betulang.
 Rangka atap dari konstruksi baja ringan.

Berikut adalah gambar konstruksi Rumah Susun Pemerintah Kota Pontianak yang
terletak di Jalan Karet Gang Nipah Kuning Dalam :

20