Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

M DENGAN KELUARGA USIA


REMAJA DI DESA BLADO PEDUKUHAN BALONGLOR POTORONO
BANGUNTAMPAN BANTUL YOGYAKARTA

Dosen pengampu : Arita Murwani, S.Kep., Ns., M.Kes

Di Susun Oleh :

1. Rahmaniatul Muna ( 04.16.4454 )


2. Devi Amalia ( 04.16.4453 )
3. Nur Hafni ( 04.16.4415 )
4. Intan Prahesti A.C ( 04.16.4401 )
5. Sefti Nirmayati ( 04. )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2019
Format Pengkajian Askep Keluarga

A. PENGKAJIAN

1. Data Umum

a. Nama Kepala Keluarga : Tn.M

b. Alamat : Desa Blado, Pedukuhan Balonglor

c. Telepon : 0877-3900-7041

d. Pekerjaan : Wiraswasta

e. Pendidikan : SMP

f. Komposisi :

Hub Status Imunisasi


Ket
J . Umu Pendidik Polio DPT Hepatitis Campak
Nama
K Dng r an BCG 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
KK
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KIS Istri 42 Th SMK √ √
Ny.R

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KIS Anak 14 Th SMP √ √
Nn.S

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KIS Anak 6 Th TK √ √
Nn.N
2. Genogram

Ny.A Tn.Kecelakaan
S Ny.S Tn.T

Ny.R Tn. A Tn.D


Tn.M Tn. R
42 Th
44 Th
[

Nn.S An.N
14
6 Th
Th

Keterangan :

: Perempuan : Tinggal Serumah

: Laki-laki : Meninggal

: Remaja/Pasien

3. Tipe Keluarga :

Keluarga Tn.M termasuk tipe keluarga nuclear family ( keluarga yang terdiri dari

suami, istri dan anak. Keluarga Tn.M (44 tahun) terdiri dari Tn.M, NyR, dan kedua

anaknya Nn.S dan An.N


4. Suku Bangsa:

Tn.M berasal dari Jawa (Jawa Tengah) dan istrinya berasal dari Jawa (Jawa Tengah).

Bahasa domain yang mereka gunakan sehari-hari di rumah adalah bahasa Jawa. Saat

diluar rumah mereka juga menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan. Dan Ny.R

mengatakan keluarganya tidak memiliki kebiasaan khusus yang mempengaruhi status

kesehatan keluarga yang diajarkan turun-temurun.

5. Agama :

Seluruh keluarga Tn.M beragama Islam. Kegiatan ibadah keagamaan keluarga Tn.M

yaitu sholat 5 waktu. Menurut keluarga Tn.M agama berperan sangat penting dalam

kehidupan mereka, bahkan dalam hal kesehatan. Ketika ada anggota keluarga yang

sedang sakit, menurut keluarga kekuatan do’a didalam sholat lah yang dapat

membantu proses penyembuhan anggota keluarga yang sedang sakit.

6. Status Sosial Ekonomi Keluarga:

Di keluarga Tn.M, pencari nafah utama di keluarga adalah Tn.M yang bekerja sebagai

wiraswasta dengan penghasilan Rp. 2.000.000 – Rp. 2.500.000 setiap bulan. Ny.R

sehari-hari membuka laundry di rumahnya dengan penghasilan perbulan menurut

Ny.R Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000. total dari penghasilan keduanya adalah

berkisaran kurang lebih Rp. 4.500.000 per bulan. Keperluan sehari-hari adalah untuk

makan dan jajan Nn.S dan An.N. Ny.R mengatakan bahwa dirinya merasa cukup

dengan penghasilan saat ini.

7. Aktivitas Rekreasi Keluarga:

Keluarga Tn.M tidak memiliki jadwal khusus untuk rekreasi keluarga, hanya apabila

anaknya mengajak rekreasi saja. Waktu liburan biasanya disesuaikan dengan jadwal

libur kerja dan sekolah, tetapi sekarang jarang dilakukan. Hanya jika ada waktu saja

dilakukan. Ny.R juga mengatakan biasanya keluarga menyempatkan untuk


berkunjung ke rumah keluarga Tn.M yang dekat dengan rumah. Ny.R juga

mengatakan keluarga dapat menikmati hiburan melalui Tv dan radio yang tersedia di

rumahnya. Nn.S mengatakan jika banyak kegiatan dan membuat dirinya stres maka

dia akan main keluar dengan teman-temannya, biasanya nongktong sambil

mengobrol.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Temasuk keluarga dengan anak remaja. Tugas perkembangan keluarga dengan anak

remaja yang dilakukan oleh keluarga anatrara lain :

a. Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa

dan mandiri.

Keluarga sudah memberikan kesempatan bagi Nn.S untuk memilih apa yang

dilakukan. Dan Nn.S mengatakan tanggung jawabnya sebagai anak adalah belajar dan

membantu orang tua tetapi itu jarang dilakukan. Nn.S membantu orang tua jika ada

kemauan dari dirinya sendiri. Nn.S sudah memiliki cita-cita, yaitu menjadi dokter,

tetapi hanya sebatas harapan, Nn.S tidak mengetahui bagaimana cara agar dapat

mencapai tujuannya.

b. Mempertahankan hubungan intim dalam keluarga.

Pernikahan Tn.M dan Ny.S saat ini sudah berlangsung selama 15 tahun, anaknya yang

paling kecil sudah memasuki usia sekolah. Saat ini Tn.M dan Ny.S mengatakan untuk

berusaha membesarkan kedua anaknya dengan memenuhi segala kebutuhan mereka.

c. Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua. Hindarkan terjadinya

perdebatan, kecurigaan dan permusuhan.

Tn.M mengatakan kalau malam sebagai orang tua selalu menanyakan masalah yang

terjadi saat di sekolah maupun di rumah. Nn.S mengatakan kalau dirinya tidak ada
menyimpan masalah apapun dari orang tuanya yang berkaitan dengan dirinya baik di

sekolah maupun di rumah.

2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

a. Mempersiapkan perubahan system peran dan peraturan (anggota) keluarga untuk


memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarga.

Nn.S mengatakan tidak mengetahui tugas perkembangan maupun tanggung jawabnya


sebagai remaja. Ny.R juga mengatakan di rumahnya tidak ada peraturan yang jelas
tentang apa saja tugas setiap anggota keluarga.

3. Riwayat Keluarga Inti

Tn.M dan Ny.S menikah pada tahun 2004, dan anak pertamanya lahir setahun

kemudian. Tn.M dan Ny.S baru memutuskan memakai kontrasepsi setelah kelahiran

anak ke-2. Jenis kontrasepsi yang dipilih adalah pil KB.

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Tn.M dan Ny.S mengatakan tidak ada riwayat penyakit keluarga yang menurun. Bila

sakit, keluarga Tn.M pergi ke puskesmas terdekat yaitu puskesmas Banguntapan 1

untuk memeriksakan kondisi anggota keluarga yang sakit tersebut. Tn.M dan Ny.S

mengatakan tidak ada pola makan atau jenis makanan yang perlu dibatasi.

C. PENGKAJIAN LINGKUNGAN

1. Karakteristik Rumah :

Rumah yang ditinggali oleh Tn.M sekeluarga adalah rumah


permanen yang berukuran 70 m2. Desain interior rumah terbagi
menjadi 5 ruangan, yang paling depan adalah ruang untuk usaha
laundry, ruang tengah adalah ruang tamu. Lalu, 2 ruangan untuk
tidur dan yang paling belakang adalah untuk kamar mandi dan
dapur. Kamar tidur 1 digunakan oleh Tn.M dan Ny.S sedangkan
kamar tidur 1 nya digunakan untuk Nn.S dan An.N. Lantai rumah
terbuat dari keramik. Terdapat 4 jendela yang kurang lebh
berukuran 1,5 x 1 meter disetiap kamarnya. Kodisi rumah rapi,dan
terdapat beberapa perabot rumah yang sesuai. Sumber air yang
digunakan oleh keluarga berasal dari tanah (sanyo) sehingga airnya
tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau. Pada saat hari mulai
gelap, pencahayaan lampu dalam rumah Tn. M terang.

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW

Tn M sering mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di lingkungannya seperti, kerja

bakti dan kegiatan desa lainnya. Tepapi beda halnya dengan Ny.R, Ny.R jarang

mengikuti kegiatan yang ada di desanya karena kesibukannya meloundry pakaian.

3. Mobilitas Georafis Keluarga

Saat ini, keluarga Tn.M sudah tinggal menetap di rumah yang sekarang selama 5

tahun dan tidak berniat untuk pindah. Tn.M sendiri pernah tinggal dirumah mertua

selama 2 tahun setelah memiliki tabungan yang cukup untuk membuat rumah Tn.M

tidak tinggal di rumah mertuanya dan memilih menetap di rumah yang sudah Tn.M

dan Ny.R bangun. Rumah Tn.M dibangun di atas tanah milik sendiri.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat

Tn.M selalu menekankan pada Ny.R supaya mengikuti acara yang diadakan oleh

RT/RW, misalnya pengajian, arisan RT dan kegiatan lainnya. Apabila ada waktu

luang Ny.R mengajak anaknya bermain ke tetangga. Hubungan anggota keluarga

terlihat rukun, tidak ada konflik antara satu dengan yang lain (terlihat harmonis).

Anak-anak Tn.M tidak ada yang aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan di daerah

setempat Nn.S mengatakan sudah jarang dalam mengikuti pengajian.

5. Sistem Pendukung Keluarga

Bila ada masalah dalam keluarga, keluarga lebih senang menyelesaikan dengan

anggota keluarga, kadang juga melibatkan orang tua. Hal yang dirasakan sebagai

pendukung keluarga adalah keluarga yang tinggal tidak jauh dari rumah yang
memperhatikan bila ada anggota keluarga yang sakit dan tetangga yang hidup saling

menghormati serta menghargai. Disamping itu adanya fasilitas dana kesehatan dari

tempat kerja Tn.M untuk anggota keluarga yang sakit menurut Ny. S sangat

membantu keluarga.

D. STRUKTUR KELUARGA

1. Komunikasi Keluarga :

Ny. R mengatakan bahwa komunikasi pada keluarganya menekankan keterbukaan

(komunikasi dua arah). Bila ada masalah dalam keluarga Ny.R mendiskusikan

bersama Tn.M, terkadang meminta bantuan nasihat dari orang tua. Waktu yang

biasanya digunakan untuk komunikasi pada saat santai yaitu malam hari dan waktu

makan bersama dengan anggota keluarga. Namun Nn.S mengatakan lebih suka

menceritakan masalahnya kepada teman-temannya dibandingkan kepada orang tua

atau pun keluarganya yang lain.

2. Struktur Kekuatan Keluarga :

Pemegang keputusan di keluarga adalah Tn.M sebagai kepala keluarga, tetapi tidak

menutup kemungkinan suatu ketika Ny.R punya pendapat sendiri dan membuat

keputusan sendiri, misalnya pada saat membeli keperluan rumah tangga dan mengatur

posisi perabotan rumah tangga. Terkadang Ny.R juga berinisiatif sendiri untuk

membawa anaknya ke pelayanan kesehatan, bila ada yang sakit dan tidak bisa sembuh

dengan mengkonsumsi obat warung.

3. Struktur Peran :

 Tn.M

Sebagai kepala keluarga, bertanggung jawab dalam mencari nafkah untuk

kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga.

 Ny.R
Ny.R mengatakan urusan anaknya lebih banyak diserahkan kepada ibunya. Sebagai

istri Tn.M, sebagai ibu rumah tangga dan juga membuka usaha laundry.

 Nn. S

Nn.S mengatakan malas belajar dan jarang mengerjakan tugas sekolahnya. Ny.R

mengatakan bahwa anaknya jarang belajar dan nilainya pas-pasan. Ny. R

mengatakan tidak pernah memantau aktivitas belajar anaknya di rumah.

 An. N

Sebagai anak ke dua Tn.M dan Ny.R yang pada tahun ini akan memasuki SD. An.

F juga berperan sebagai adik dari Nn.S

Ny.R juga mengatakan di rumahnya tidak ada peraturan yang jelas tentang apa saja

tugas setiap anggota keluarga.

4. Norma Keluarga

Norma yang dipegang oleh Tn.M adalah sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam dan

tidak terpengaruh oleh norma budaya. Penerimaan keluarga terhadap perawat sangat

baik, setiap masalah yang ada diutarakan dan menerima kehadiran perawat.

E. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi Afektif

Ny. R mengatakan bahwa setiap anggota keluarga dalam rumah dapat saling terbuka

dalam menyampaikan pendapat walaupun Nn.S termasuk anak yang pendiam dan

jarang menyampaikan pendapatnya.

2. Fungsi Sosialisasi
Hubungan antar ranggota keluarga dalam rumah berjalan dengan baik. Hubungan

anggota keluarga dengan tetangga juga baik. Tn.M juga mengatakan aktif dalam

organisasi yang ada di kampung tersebut.

3. Fungsi Perawatan Kesehatan

Ny.R mengatakan bahwa ketika ada anggota keluarga yang sakit, maka yang sakit

akan langsung diberikan obat dari warung atau dari apotek. Keluarga Ny.R juga

sering memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS, tetapi jika sudah sembuh dengan

mengkonsumsi obat warung maka hanya diobati di rumah saja. Tn.M mengatakan

bahwa dirinya tidak memiliki keluhan fisik dan tidak merokok hanya saja jika sedang

banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya biasanya Tn.M mengeluhkan pegal-

pegal pada badannya.

TUGAS PERAWATAN KELUARGA

a) Mengenal Masalah Keluarga

Ny.R mengatakan bila ada masalah dalam keluarga, Ny.R mendiskusikan bersama

Tn.M, terkadang meminta bantuan nasihat dari orang tua. Waktu yang biasanya

digunakan untuk komunikasi pada saat santai yaitu malam hari dan waktu makan

bersama dengan anggota keluarga. Namun Nn.S mengatakan lebih suka menceritakan

masalahnya kepada teman-temannya dibandingkan kepada orang tua atau pun

keluarganya yang lain.

b) Mengambil Keputusan

Ny.R mengatakan apabila ada sesuatu hal yang harus diputuskan secara bersama

mengenai pekerjaan atau tugas sekolah Ny.R mendiskusikannya dengan Tn.M

c) Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit

Ny.R mengatakan bahwa ketika ada anggota keluarga yang sakit, maka yang sakit

akan langsung diberikan obat dari warung atau dari apotek. Keluarga Ny.R juga
sering memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS, tetapi jika sudah sembuh dengan

mengkonsumsi obat warung maka hanya diobati di rumah saja.

d) Memelihara Lingkungan

Ny.R mengatakan untuk masalah bersih bersih didalam maupun luar rumah dibantu

oleh Nn.S. Lingkungan rumah Ny.R diluar baik didalam ruangan bersih dan rapi tidak

ada barang barang yang berserakan di lantai begitu juga diluar rumah, tampak tidak

ada sampah. Ny.R mengatakan untuk pembuangan sampah rumah sendiri

menggunakan jasa angkut sampah. Nn.S mengatakan dia tidak mengetahui secara

pasti tugas Nn.S sebagai seorang anak tetapi Nn.S berusaha untuk dapat membantu

ibunya jika Nn.S sedang di rumah.

e) Menggunakan Fasilitas/Pelayanan Kesehatan

Ny.R mengatakan jika ada anggota keluarganya yang sakit Ny.R langsung

memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS maupun di puskesmas terdekat,tetapi jika

sudah sembuh dengan mengkonsumsi obat warung maka hanya diobati di rumah saja.

4. Fungsi Reproduksi

Ny.R mengatakan masih mengalami menstruasi dan Ny.R mengatakan menggunakan

kontasepsi pil KB. Saat ini Ny.R dan Tn.M belum ingin menambah anggota keluarga

baru. Tn.M mengatakan ingin berfokus ke kedua anaknya tersebut yaitu, Nn.S dan

An.N.

5. Fungsi Ekonomi

Ny. R mengatakan keperluan sehari-hari adalah untuk makan dan jajan Nn.S dan

An.N. Ny.R mengatakan bahwa dirinya merasa cukup dengan penghasialan saat ini.

Penghasilan Ny.R dan Tn.M selama sebulan yaitu kurang lebih Rp. 4.500.000 .

F. STRESS DAN KOPING KELUARGA

a. Stress Jangka Pendek Dan Panjang


Keluarga Tn.M mencemaskan pergaulan Nn. S yang sudah memasuki masa remaja.

Hal yang ditakutkan oleh Tn.M kepada Nn.S seperti terjerumus ke pergaulan bebas,

seperti pacaran dan jalan jalan yang tidak ada gunanya dan tidak ada kaitannya

dengan sekolah. An.S mengatakan dirinya hanya jalan jalan untuk membuat dirinya

senang. An.S juga mengatakan bahwa kumpul dengan teman lebih mengasikkan.Ny.R

mengeluhkan biaya sekolah kedua anaknya yang semakin mahal, terlebih lagi tahun

ini anak keduanya yaitu An.N akan memasuki SD.

b. Kemampuan Keluarga Menghadapi Stress

Jika ada masalah, keluarga berupaya untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut

dengan jalan musyawarah. Keluarga meyakini kalau setiap masalah ada jalan

keluarnya, misalnya dengan minta bantuan dari orang tua dan tetangga yang terdekat.

c. Strategi Koping

Ny.R mengatakan selalu menyerahkan semua masalah yang terjadi kepada Allah

SWT tetapi tetap berusaha untuk mengatasi masalah yang ada.

d. Strategi Adaptasi Disfungsional

Ny.R mengatakan selalu berdo’a kepada Allah SWT disetiap sholatnya untuk selalu

diberikan kemudahan dalam mengatasi masalah yang ada didalam keluarganya baik

secara individu dan keseluruhan.

G. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PETUGAS KESEHATAN

Ny.R mengatakan mengharapkan kesehatan warga yang ada di desanya dapat


dikontrol dengan adanya kegiatan didesa dengan lebih efektif lagi.
1. Pemeriksaan Fisik

No Nama TD Nadi Nafas Suhu

(mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C)

1. Tn.M 130/90 86 21 36,5


Pemeriksaa Jantung:
n Fisik Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak
ada retraksi intercostae, terdengar dullness pada
perkusi batas jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi
normal, serta tidak terdapat mur-mur.
Paru-paru:

Pengembangan simetris, warna dada sama dengan


kulit lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak
terdapat tonjolan abnormal, pernafasan 21 x/menit,
tactil fremitus sama kiri dan kanan, bunyi nafas
terauskultasi vesikuler, dan tidak terdapat suara
tambahan.
Abdomen:

Perut terlihat datar dan warnanya sama dengan kulit


lainnya (tidak ada lebam, kemerahan), perut teraba
lemas, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba
massa, hepar tidak teraba, bising usus terdengar
10x/menit
Ekstremitas:

Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit,


tidak terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan
menahan beban dengan baik, refleks brachioradialis
normal kiri dan kanan, refleks patela normal kiri dan
kanan, kekuatan otot:

5 5

5 5

Kulit:

Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang,


tidak ada lesi, senstifitas terhadap benda tumpul dan
tajam baik.
Kepala:

Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat


merasakan benda tumpul dan tajam, gerakan pipi,
rahang, dan alis simetris.
Leher:

Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak


terdapat pembesaran JVP dan tiroid. Tidak terdapat
massa. Dapat bergerak proposional ke kiri, kanan,
atas, dan bawah tanpa ada nyeri.
Telinga:

Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak


ada benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada serumen. Klien dapat mendengar dengan
baik.
Mata:

Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan


tangan pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter
pupil + 2 mm, reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak
anemis, kornea tidak ikterik, memakai kacamata
jika membaca.
Mulut dan Hidung

Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat


bergerak ke kiri dan kekanan , tidak pucat, lidah
dapat merasakan asam, asin, dan manis dengan
baik.Bentuk simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa
hidung lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman
baik.
No Nama TD Nadi Nafas Suhu
. (mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C)
2. Ny.R 110/70 82 19 36.5

Pemeriksaa Jantung:
n fisik Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak
ada retraksi intercostae, terdengar dullness pada
perkusi batas jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi
normal, serta tidak terdapat mur-mur.
Paru-paru:

Pengembangan simetris, warna dada sama dengan


kulit lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak
terdapat tonjolan abnormal (juga pada payudara),
pernafasan 19 x/menit, tactil fremitus sama kiri dan
kanan, bunyi nafas terauskultasi vesikuler dan tidak
terdapat suara tambahan.
Abdomen:

Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit


lainnya (tidak ada lebam, kemerahan), perut teraba
lemas, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba
massa, hepar tidak teraba, bising usus terdengar 9
x/menit
Ekstremitas:

Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit,


tidak terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan
menahan beban dengan baik, refleks brachioradialis
normal kiri dan kanan, refleks patela normal kiri dan
kanan, kekuatan otot:

5 5

5 5

Kulit:

Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang,


elastis, tidak ada lesi, senstifitas terhadap benda
tumpul dan tajam baik.
Kepala:

Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat


merasakan benda tumpul dan tajam, gerakan pipi,
rahang, dan alis simetris.
Telinga:

Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak


ada benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada serumen. Klien dapat mendengar dengan
baik.
Mata:

Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan


tangan pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter
pupil + 2 mm, reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak
anemis, kornea tidak ikterik, memakai kacamata
jika membaca.

Mulut dan hidung:

Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat


bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah
dapat merasakan asam, asin, dan manis dengan baik.
Bentuk simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa
hidung lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman
baik.
No Nama TD Nadi Nafas Suhu
. (mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C)
3. Nn.S 120/80 88 20 36,5
Pemeriksaa Jantung:
n fisik Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak
ada retraksi intercostae, terdengar dullness pada
perkusi batas jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi
normal, serta tidak terdapat mur-mur.
Paru-paru:

Pengembangan simetris, warna dada sama dengan


kulit lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak
terdapat tonjolan abnormal (juga pada payudara),
pernafasan 20 x/menit, tactil fremitus sama kiri dan
kanan, bunyi nafas terauskultasi vesikuler dan tidak
terdapat suara tambahan.
Abdomen:

Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit


lainnya (tidak ada lebam, kemerahan), perut teraba
lemas, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba
massa, hepar tidak teraba, bising usus terdengar 9
x/menit
Ekstremitas:

Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit,


tidak terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan
menahan beban dengan baik, refleks brachioradialis
normal kiri dan kanan, refleks patela normal kiri dan
kanan, kekuatan otot:

5 5

5 5

Kulit:

Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang,


elastis, tidak ada lesi, senstifitas terhadap benda
tumpul dan tajam baik.
Kepala:

Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat


merasakan benda tumpul dan tajam, gerakan pipi,
rahang, dan alis simetris.
Leher:

Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak


terdapat pembesaran JVP dan tiroid. Tidak terdapat
massa. Dapat bergerak proposional ke kiri, kanan,
atas, dan bawah tanpa ada nyeri.
Telinga:

Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak


ada benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada serumen. Klien dapat mendengar dengan
baik.
Mata:

Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan


tangan pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter
pupil + 2 mm, reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak
anemis, kornea tidak ikterik, memakai kacamata
jika membaca.
Mulut dan hidung:

Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat


bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah
dapat merasakan asam, asin, dan manis dengan baik.
Bentuk simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa
hidung lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman
baik.

No Nama TD Nadi Nafas Suhu


. (mmHg) (x/menit) (x/menit) (0C)
4. An.N 110/80 91 21 36,5
Pemeriksaa Jantung:
n Fisik
Tidak terdapat tonjolan dan massa pada dada, tidak
ada retraksi intercostae, terdengar dullness pada
perkusi batas jantung, BJ 1 dan BJ 2 terauskultasi
normal, serta tidak terdapat mur-mur.
Paru-paru:

Pengembangan simetris, warna dada sama dengan


kulit lainnya (tidak terdapat lebam, kebiruan), tidak
terdapat tonjolan abnormal (juga pada payudara),
pernafasan 21 x/menit, tactil fremitus sama kiri dan
kanan, bunyi nafas terauskultasi vesikuler dan tidak
terdapat suara tambahan.
Abdomen:

Perut terlihat bulat dan warnanya sama dengan kulit


lainnya (tidak ada lebam, kemerahan), perut teraba
lemas, tidak terdapat nyeri tekan, tidak teraba
massa, hepar tidak teraba, bising usus terdengar 8
x/menit
Ekstremitas:

Terlihat bahu simetris, warna sama dengan kulit,


tidak terdapat tonjolan, dapat mengangkat dan
menahan beban dengan baik, refleks brachioradialis
normal kiri dan kanan, refleks patela normal kiri dan
kanan, kekuatan otot:

5 5

5 5

Kulit:

Kulit terlihat bersih, tidak bau, warna sawo matang,


elastis, tidak ada lesi, senstifitas terhadap benda
tumpul dan tajam baik.
Kepala:

Bentuk kepala dan muka simetris, klien dapat


merasakan benda tumpul dan tajam, gerakan pipi,
rahang, dan alis simetris.

Leher:

Bentuk simetris, warna sama dengan kulit, tidak


terdapat pembesaran JVP dan tiroid. Tidak terdapat
massa. Dapat bergerak proposional ke kiri, kanan,
atas, dan bawah tanpa ada nyeri.
Telinga:

Daun telinga simetris kiri dan kanan, bersih, tidak


ada benjolan, tidak bengkak, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada serumen. Klien dapat mendengar dengan
baik.
Mata:

Isokor, bola mata dapat mengikuti arah gerakan


tangan pemeriksa, tidak ada nyeri tekan, diameter
pupil + 2 mm, reaksi cahaya +/+, konjungtiva tidak
anemis, kornea tidak ikterik, memakai kacamata
jika membaca.
Mulut dan hidung:
Bibir simetris, mukosa lembab, lidah simetris, dapat
bergerak ke kiri dan ke kanan, tidak pucat, lidah
dapat merasakan asam, asin, dan manis dengan baik.
Bentuk simetris, warna kulit sama dengan kulit
sekitarnya, tidak terdapat lesi atau cairan, mukosa
hidung lembab, terdapat bulu hidung, uji penciuman
baik.

Analisa Data

No. Data Masalah Keperawatan


1. Ds : Ketidakefektifan performa peran
remaja pada keluarga Tn.M
- Ny.R mengatakan di rumahnya tidak
ada peraturan yang jelas tentang apa khususnya Nn.S berhubungan dengan
saja tugas setiap anggota keluarga
kurang pengetahuan tentang tuntutan
- Nn.S mengatakan tidak mengetahui peran.
tugas perkembangan maupun
tanggung jawabnya sebagai remaja

- Nn.S mengatakan sebelumnya tidak


pernah mendapatkan informasi
mengenai tugas perkembangan
maupun tanggung jawabnya sebagai
remaja

2. - Ny.R mengatakan kalau anaknya tidak Penurunan koping keluarga


dapat diurus secara optimal karna Ny.R berhubungan dengan keterbatasan
selalu sibuk dengan usaha laundry yang dalam komunikasi antara individu
dijalankannya. pendukung dan klien.

- Ny.R mengatakan Nn.S merupakan


seorang anak yang tertutup

- Nn.S mengatakan lebih suka


menceritakan masalahnya kepada teman-
temannya dibandingkan kepada orang
tua atau pun keluarganya yang lain.

Skoring

1. Ketidak efektifan performa peran remaja pada keluarga Tn.M khususnya Nn.S
berhubungan dengan kurang pengetahuan tetnatng tuntutan peran.

No. Kriteria Skor Pembenaran


1. Sifat masalah : 3/3x1 = 1 Saat ini Nn. S masih
dalam tahap
Aktual
perkembangan remaja
yang membutuhkan
perhatian dan komunikasi
yang efektif dalam
mengungkapkan
masalahnya.
2. Kemungkinan masalah dapat di ubah : 2/2x2 = 2 Adanya perhatian yang
baik dari orang tua Nn. S
Mudah
akan perkembangan peran
dan tanggung jawabnya.
3. Potensi masalah dapat di cegah : 3/3x1 = 1 Adanya keinginan orang
tua dalam memperbaiki
Tinggi
pola hubungan peran
untuk anak anaknya
4. Menonjolnya masalah : 2/2x1 = 1 Tn.M mengatakan ada
masalah dan segera perlu
Masalah di rasakan dan harus segera di
ditangani karena mereka
tangani
takut anaknya tidak bisa
penerapkan peran dan
tanggung jawab remaja di
keluarga.
Total 5
2. Penurunan koping keluarga berhubungan dengan keterbatasan dalam komunikasi
antara individu pendukung dan klien.

No. Kriteria Skor Pembenaran


1. Sifat masalah : 3/3x1 = 1 Nn.S mengatakan lebih
suka menceritakan
Aktual
masalahnya kepada
teman-temannya
dibandingkan kepada
orang tua atau pun
keluarganya yang lain.
2. Kemungkinan masalah dapat di ubah : 1/2x2 = 1 Nn.S mengatakan dirinya
akan mencoba mengubah
Sebagian
kebiasaan dalam
menceritakan masalah
yang ada di sekolah
maupun dari dalam
dirinya.
3. Potensi masalah dapat di cegah : 3/3x1 = 1 Adanya keinginan orang
tua dalam memperbaiki
Tinggi
pola hubungan peran
untuk anak anaknya
4. Menonjolnya masalah : 2/2x1 = 1 Tn.M mengatakan ada
masalah dan segera perlu
Masalah di rasakan dan harus segera di
ditangani karena mereka
tangani
takut anaknya tidak bisa
penerapkan peran dan
tanggung jawab remaja di
keluarga.
Total 4
Prioritas Masalah

1. Ketidakefektifan performa peran remaja pada keluarga Tn.M khususnya Nn.S


berhubungan dengan kurang pengetahuan tetnatng tuntutan peran.
2. Penurunan koping keluarga berhubungan dengan keterbatasan dalam komunikasi
antara individu pendukung dan klien.

Perencanaan Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. M

No Tgl Diagnosa Tujuan Intervensi Rasionalisasi


Umum Khusus
1 Ketidakefektifan Setelah -Berikan -Dengan
dilakukan model peran memberikan
performa peran
tindakan 1. Pertumbuha terhadap model peran,
remaja pada selama n dan perilaku- agar orang
1x24 jam perkembang perilaku baru, tua dapat
keluarga Tn.M
diharapkan an yang dengan cara melakukan
khususnya Nn.S keluarga normal yang tepat. peran yang
mampu 2. Perilaku tepat dan
berhubungan
mengatasi anak yang sesuai .
dengan kurang ketidakefek normal.
tifan 3. Metode
pengetahuan
performa disiplin
tentang tuntutan peran sesuai -Ajarkan -Agar orang
remaja. dengan usia perilaku- tua dapat
peran.
perkembang perilaku baru mengetahui
an. yang berbagai
diperlukan macam
orang tua perilaku dan
untuk dapat menyesuaika
memenuhi n dengan
perannya. peran yang
tepat untuk
dilakukan.

-Fasilitasi -Dengan
diskusi diskusi
mengenai tersebut
adaptasi peran perawat
dengan cara dapat
yang tepat. mengetahui
apakah peran
yang
dilakukan
orang tua
sudah tepat.
2 Penurunan Setelah 1. Strategi -Monitor struktur -Agar
koping dilakukan komunikasi dan peran perawat dapat
tindakan yang efektif keluarga mengetahui
keluarga
selama 2. Kebutuhan apakah peran
berhubungan 1x24 jam untuk yang
dengan diharapkan bersosialisa dilakukan
keluarga si sudah tepat
keterbatasan
mampu 3. Metode atau belum.
dalam mengatasi disiplin
-Identifikasi -Dengan
komunikasi penurunan yang tepat
persepsi anggota mengetahui
koping untuk
antara keluarga persepsi
keluarga. perilaku
individu mengenai situasi anggota
yang tidak
dan perilaku keluarga
pendukung dapat
pasien yang tidak maka perawat
dan klien. diterima.
diinginkan akan mudah
memberikan
solusi yang
tepat untuk
keluarga.

- Dengan
-Dorong anggota menjaga dan
keluarga untuk mempertahan
menjaga dan kan hubungan
mempertahankan anggota
hubungan anggota keluarga yang
keluarga baik dapat
mencegah
masalah yang
akan muncul.