Anda di halaman 1dari 57

BAB II

TINJAUAN TEORI DAN DATA

A. Gambaran Umum Ruang Marwa


1. Profil Ruang Marwa
Ruang Marwa merupakan salah satu ruang rawat inap yang dimiliki oleh RSU
‘Aisyiyah Ponorogo yang menangani kasus penyakit anak laki-laki maupun
perempuan yang berusia mulai dari 29 hari sampai 13 tahun. Terdiri dari VIP 2
kamar, Kelas I (6 tempat tidur), Kelas II (6 tempat tidur), Kelas III (5 tempat tidur),
Ruang Isolasi (1 kamar), Ruang tindakan, Ners Station, Pantry, gudang dan ruang
bermain. Ruang Marwa dipimpin seorang kepala ruang dan dibantu oleh 9 orang
perawat assosiet.
2. Fasilitas Ruang Marwa
a. Kelas VIP: 1 tempat tidur, 1 sofa tunggu, 1 TV flat, 1 kulkas, 1 AC, 1 kamar
mandi dalam cool and warm bath, 1 oksigen sentral, 1 tempat sandal, 1 set
dispenser, 1 standart infuse, 1 tempat sampah, 1 meja, 1 meja makan, 1 lemari
back drop, 1 kursi, 1 lemari, 1 handrub, 2 keset, 1 informasi handrub, 1 gambar
pajangan, 1 bel panggil,
b. Kelas I: 1 tempat tidur, 1 kipas angin dinding, 1 kamar mandi, 1 tempat sandal, 1
tempat sampah, 1 meja makan, 1 kursi, 1 lemari + meja, 1 handrub, 1 informasi
handrub, 1 TV tabung, 1 kipas angin, 2 gambar pajangan, 1 bel panggil
c. Kelas II: 2 tempat tidur, 1 kamar mandi, 1 standart infuse, 1 tempat sandal, 1
tempat sampah, 1 kipas angin dinding, 1 meja + lemari, 2 kursi, 1 handrub, 1
informasi handrub, 1 keset, 2 gambar pajangan, 2 bel panggil, 1 jam dinding
d. Kelas III: 5 tempat tidur, 2 kipas angin gantung, 5 lemari + meja, 1 kamar mandi,
4 standart infuse, 1 tempat sandal, 1 tempat sampah, 5 kursi, 1 handrub, 2 gambar
pajangan, 5 bel panggil, 1 jam dinding
e. Isolasi: 1 tempat tidur, 1 TV flat, 1 kamar mandi, 1 tempat sandal, 1 keset, 1
standart infuse, 1 tempat sampah, 1 meja makan, 1 kursi, 1 handrub, 1 informasi
handrub, 1 kipas angin, 1 maja + lemari, 1 bel panggil
3. Batas-batas Ruang Marwa
a. Utara : Parkiran Mobil Ambulance
b. Timur : Parkiran umum
c. Barat : Perumahan penduduk
d. Selatan : Ruang IPI dan ruang Tim-tim
1
4. Struktur Organisasi
Di Ruang Marwa tidak terpasang struktur organisasi, pemasangan struktur organisasi
dan atribut yang lain sudah diatur terpusat oleh RSU ‘Aisyiyah Ponorogo.
5. Falsafah dan Tujuan Pelayanan Keperawatan
Falsafah ruang Marwa : Keperawatan yang islami, professional, dan paripurna.
Tujuan pelayanan Keperawatan : Memberikan asuhan keperawatan secara islami dan
professional untuk meningkatkan derajat kesehatan.
B. Unsur Input
1. Raw Input
a. Pasien
Pasien yang di rawat di Ruang Marwa adalah pasien anak-anak dengan
bermacam-macam kasus penyakit dalam baik yang berat maupun yang ringan.
Persebaran penyakit di ruang Marwa dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2.1
Sepuluh Besar Penyakit di Ruang Marwa
RSU ‘Aisyiyah Ponorogo Bulan Januari-Februari 2018
No NamaKasus Jumlah %
1 Febris 40 29.9
2 Febris Convulsive 18 13.4
3 GEA 18 13.4
4 DHF 16 11.9
5 Vomiting 11 8.2
6 GE/DADS 11 8.2
7 ISPA 9 6.7
8 Pneumonia 6 4.5
9 Morbili 3 2.2
10 Thypoid 2 1.5
Total 134 100%
Sumber:Buku Register Pasien Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo 2018
Intepretasi Data:
Berdasarkan table 2.1 dapat diketahui bahwa distribusi 10 penyakit terbanyak di
ruang Marwa selama bulan Januari 2017 yang tertinggi adalah Febris sebanyak 40
kasus (29,9%) dan yang terendah adalah Thypoid sebanyak 2 kasus (1,5%).

Tabel 2.2
Sepuluh Besar Penyakit di Ruang Marwa
RSU ‘Aisyiyah Ponorogo Bulan Januari-Desember 2017
No NamaKasus Jumlah %
1 GE 315 27.8
2 DHF 313 27.7
3 FC 170 15.0

2
4 ISPA 89 7.9
5 Febris 86 7.6
6 Pneumonia 68 6.0
7 Dengue Fever 33 2.9
8 Bronchitis 23 2.0
9 COR 23 2.0
10 Colic Abdomen 12 1.1
Total 1132 100
Sumber: Data Primer Rekam Medis tanggal 29 Maret 2018

3
Interpretasi Data:
Berdasarkan table 2.2 distribusi penyakit terbesar selama setahun dalam tahun
2016 adalah GE dengan persentase 27.8%. Sedangkan penyakit paling sedikit
adalah Colic Abdomen sebesar 1.1%.
Tabel 2.3
Distribusi Pasien Berdasarkan Tempat Tinggal
di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo 1 Januari – 31 Desember 2016
No Tempat Tinggal Jumlah %
1 Ponorogo (Kota) 110 19.9
2 Babadan 107 19.4
3 Jenangan 78 14.1
4 Pulung 43 7.8
5 Siman 43 7.8
6 Kauman 37 6.7
7 Magetan (Kab) 35 6.3
8 Bungkal 34 6.2
9 Mlarak 34 6.2
10 Balong 31 5.6
Jumlah 552 100
Sumber: Data Primer Rekam Medis tanggal 22 Februari 2017
Interpretasi Data:
Berdasarkan tabel 2.3 distribusi pasien terbesar berdasarkan tempat tinggal selama
setahun dalam tahun 2016 adalah dari Ponorogo Kota dengan persentase 19,9%.
Sedangkan distribusi pasien paling sedikit dari Kecamatan Balong sebesar 5.6%.
b. Mahasiswa
RSU ‘Aisyiyah Ponorogo merupakan rumah sakit swasta yang juga
digunakan untuk praktek klinik keperawatan dan kebidanan serta mahasiswa
bidang kesehatan lain. Di ruang Marwa digunakan untuk praktik keperawatan
anak dan manajemen keperawatan D3 dan S1 keperawatan.
Data mahasiswa keperawatan yang praktik di ruang Marwa berdasarkan
asal institusi pendidikan dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut ini:
Tabel 2.4
Rekapitulasi Data Mahasiswa Praktek di Ruang Marwa
RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
Maret 2017 – Maret 2018
No Nama Institusi Fakultas Praktek Pelaksanaan Jumlah
1 Universitas Ilmu Praktek Profesi Ners 28 Maret – 11
Muhammadiyah Kesehatan Departemen 30 Mei 2018
Ponorogo Manajemen
Keperawatan
Sumber: Bagian Diklat tanggal 29 Maret 2018
Interpretasi Data:

4
Berdasarkan tabel 2.4 dapat diketahui bahwa mahasiswa yang melakukan praktek
di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo adalah dari Universitas
Muhammadiyah Ponorogo Periode Praktek tanggal 28 Maret-30 Mei 2018
sejumlah 11 mahasiswa.
2. Instrumental Input
a. Man (Ketenagaan)
1) Kuantitas
Perencanaan merupakan fungsi organik menejemen sebagai dasar titik tolak
dan kegiatan pelaksanaan tertentu dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
Kebijakan yang telah dirumuskan dalam suatu rencana mencakup struktur
organisasi yang diciptakan, pengadaan, penggunaan tenaga kerjaan suatu
prosedur serta pelayanan yang dibutuhkan. Kemudian dalam hal ini kami
memetakan kebutuhan tenaga keperawatan dengan menggunakan from dari
institusi pendidikan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Ponorogo sebagai berikut:

5
Kebutuhan Jam Perawatan
1. Jam Perawatan Langsung
a. Total : 6 jam x 0 orang = 0 jam
b. Parsial : 3 jam x 3 orang = 9 jam
c. Minimal : 2 jam x 8 orang = 16 jam
2. Jam Perawatan Tidak Langsung
35 menit x 11 orang = 385 menit = 6 jam
3. Jam Penyuluhan
15 menit x 11 orang = 165 menit = 3 jam
Jumlah Total Perawatan yang Dibutuhkan = 34 jam
Kebutuhan Tenaga Perawat
Jumlah Jam Perawatan = 34 = 5 orang
Jumlah Jam Kerja Perawat/hari 7
Pembagian Perawat/Shift
Pagi : 47% x 5 orang = 2 orang
Siang : 35% x 5 orang = 2 orang
Malam : 17% x 5 orang = 1 orang
Tenaga Non Medis = 0 orang
Mahasiswa = 2 orang
KESIMPULAN:
Berdasarkan perhitungan diatas di dapatkan jumlah pasien 11 orang dengan
jumlah waktu perawatan 34 jam di tangani oleh perawat 5 dan mahasiswa 2.

Sumber data : Dari data Primer 29 Maret 2018

6
Kebutuhan Jam Perawatan
1. Jam Perawatan Langsung
a. Total : 6 jam x 0 orang = 0 jam
b. Parsial : 3 jam x 2 orang = 6 jam
c. Minimal : 2 jam x 2 orang = 4 jam
2. Jam Perawatan Tidak Langsung
35 menit x 4 orang = 140 menit = 3 jam
3. Jam Penyuluhan
15 menit x 4 orang = 60 menit = 1 jam
Jumlah Total Perawatan yang Dibutuhkan = 14 jam

Kebutuhan Tenaga Perawat


Jumlah Jam Perawatan = 14 = 2 orang
Jumlah Jam Kerja Perawat/hari 7

Pembagian Perawat/Shift
Pagi : 47% x 2 orang = 0,94 orang
Siang : 35% x 2 orang = 0,7 orang
Malam : 17% x 2 orang = 0,34 orang
Tenaga Non Medis = 0 orang
Mahasiswa = 2 orang

KESIMPULAN:
Berdasarkan perhitungan diatas di dapatkan jumlah pasien 4 dengan jumlah waktu
perawatan 14 jam di tangani oleh perawat 2 dan mahasiswa 2.

Sumber data : Dari data Primer 29 Maret 2018

7
Kebutuhan Jam Perawatan
1. Jam Perawatan Langsung
d. Total : 6 jam x 0 orang = 0 jam
e. Parsial : 3 jam x 1 orang = 3 jam
f. Minimal : 2 jam x 5 orang = 10 jam
2. Jam Perawatan Tidak Langsung
35 menit x 6 orang = 210 menit = 3,5 jam
3. Jam Penyuluhan
15 menit x 6 orang = menit = 1,5 jam

Jumlah Total Perawatan yang Dibutuhkan = 18 jam

Kebutuhan Tenaga Perawat


Jumlah Jam Perawatan = 18 = 3 orang
Jumlah Jam Kerja Perawat/hari 6
Pembagian Perawat/Shift
Pagi : 47% x 4 orang = 1 orang
Siang : 35% x 4 orang = 1 orang
Malam : 17% x 4 orang = 1 orang
Tenaga Non Medis = 0 orang
Mahasiswa = 2 orang
KESIMPULAN:
Jumlah pasien pada tanggal 23 februari 2017 adalah 6 orang yaitu total 0 orang,
parsial 1 orang, minimal 5 orang. Jumlah total perawatan yang dibutuhkan adalah 18
jam. Kebutuhan perawat adalah 3 orang dengan pembagian shift pagi 1 orang, siang
1 orang, malam 1 orang, dan dengan bantuan 2 mahasiswa.

Sumber data : Dari data Primer 23 Februari 2017

8
Kebutuhan Jam Perawatan
4. Jam Perawatan Langsung
g. Total : 6 jam x 0 orang = 0 jam
h. Parsial : 3 jam x 1 orang = 3 jam
i. Minimal : 2 jam x 6 orang = 12 jam
5. Jam Perawatan Tidak Langsung
35 menit x 7 orang = 245 menit = 4 jam
6. Jam Penyuluhan
15 menit x 7 orang = 105 menit = 2 jam

Jumlah Total Perawatan yang Dibutuhkan = 21 jam

Kebutuhan Tenaga Perawat


Jumlah Jam Perawatan = 21 = 3 orang
Jumlah Jam Kerja Perawat/hari 7
Pembagian Perawat/Shift
Pagi : 47% x 4 orang = 1 orang
Siang : 35% x 4 orang = 1 orang
Malam : 17% x 4 orang = 1 orang
Tenaga Non Medis = 0 orang
Mahasiswa = 2 orang
KESIMPULAN:
Jumlah pasien pada tanggal 24 februari 2017 adalah 7 orang yaitu total 0 orang,
parsial 1 orang, minimal 6 orang. Jumlah total perawatan yang dibutuhkan adalah 21
jam. Kebutuhan perawat adalah 3 orang dengan pembagian shift pagi 1 orang, siang
1 orang, malam 1 orang, dan dengan bantuan 2 mahasiswa.

Sumber data : Dari data Primer 24 Februari 2017

9
2) Kualitas
Jumlah tenaga keperawatan berdasarkan tingkat pendidikan di Ruang Marwa
RSU’ Aisyiyah Ponorogo selama tahun 2018 dapat dilihat pada table berikut
ini.

Tabel 2.5
Distribusi Frekuensi Tenaga Keperawatan Berdasarkan
Tingkat Pendidikan Di Ruang Marwa RSU ‘AisyiyahPonorogo Tahun 2018
NO Jenis Pendidikan Jumlah Persentase
1 S1 Keperawatan 0 0
2 D3 Keperawatan 9 100%
Total 9 100%
Sumber : Data Primer dan study dukumentasi
Berdasarkan tabel tersebut tenaga keperawatan di Ruang Marwa 100% dari
lulusan D3 Keperawatan. Namun saat ini terdapat 1 orang yang sedang
berproses menjalani pendidikan S1 Keperawatan.

10
Tabel 2.6
Distribusi Tenaga Keperawatan Berdasarkan Tingkat
Pendidikan, Jabatan, Pelatihan yang Dikuti dan Lama Keja
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo Tahun 2017
NO Nama Pendidikan Golongan TTL Jenis Masa Kerja Tahun Diklat Yang Pernah Diikuti
Kelamin Thn Bln Masuk
1 Nur Hidayanti, DIII Kep III A Madiun, P 14 8 Maret 2009 BCLS
AMK 12 Maret 2003 2009 Pelatihan MENEJEMEN
NIK. 209 09 07 1980 RUANG Keperawatan
2009 Pelatihan Penggunaan Infant
Warmer, Infant Inkubator,
Phototeray
2010 Pelatihan senam hamil
metedo Pilates dan Yoga
2012 Pelatihan CLINICAL
EDDUCATOR
2016 Pelatihan Perawatan Anak
Kritis
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman

2 Dwi Handayani, DIII Kep Ponorogo, P 3 1 September Konsep Dasar PPI and Hygiene
AMK 15 2014 2015 Pelatihan Apar
NIK. Oktober In house training pelatihan PPI
1990
Pelatihan Penyuntikan yang aman

3 Padmi, AMK DII Kep III C Medan, 3 P 26 3 Agustus 2009 BCLS


NIK. 022 08 91 Mei 1972 1991 2009 Pelatihan Penggunaan Infant

11
Warmer, Infant Inkubator,
Phototeray
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman

4 Imron, AMK DIII Kep IIIB Ponorogo, P 18 5 Juni 1999 2001 Pelatihan PEMBIMBING
NIK. 149 09 00 2 Mei KLINIK keperawatan.
1975 2009 BCLS
2009 Pelatihan Penggunaan Infant
Warmer, Infant Inkubator,
Phototeray
2012 Pelatihan CLINICAL
EDDUCATOR
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman

5 Nina DIII Kep IIC Magetan, P 10 3 Agustus 2002 BCLS


Nurmayansari,AMK 24 2007 BLS 2012
NIK. 251 08 09 Desember Pelatiahan Apar evakuasi Bencana
1979 dan Sosialisasi K3 RS 2015
Konsep Dasar PPI and Hygiene
2015 Pelatihan Apar
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman
In house tarining Keselamatan
Pasien dan Manajemen Risiko RS

12
6 Lutfi Damayanti, DIII Kep IIC Madiun P 11 5 Juni 2009 2012 Pelatihan CLINICAL
AMK 28, EDDUCATOR
NIK. 278 06 11 Agustus In house training pelatihan PPI
1982
Pelatihan Penyuntikan yang aman
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman

7 Eni Dwi Purwanti, DIII Kep IIB Ponorogo, P 7 9 Febuari 2006 BCLS
AMK 21 Januari 2010 In house training pelatihan PPI
KK : 019 02 10 02 1983
Pelatihan Penyuntikan yang aman

8 Ratnaning Tyas DIII Kep Ponorogo, P 2 8 April Konsep Dasar PPI and Hygiene
AMK 21 2015 2015 Pelatihan Apar
NIK . Agustus In house training pelatihan PPI
1984
Pelatihan Penyuntikan yang aman

9 Nur Khayani, AMK DIII Kep Ponorogo, P 2 2 September Konsep Dasar PPI and Hygiene
NIK. 25 2015 2015 Pelatihan Apar
Oktober In house training pelatihan PPI
1993
Pelatihan Penyuntikan yang aman

10 Lilik Purwati, Amk DIII Kep IIB Ponorogo, P 5 1 Oktober BLS 2015
NIK . 31 2012 Pelatihan Apar 2015
Agustus Konsep Dasar PPI 2015
1989

13
In house training pelatihan PPI
Pelatihan Penyuntikan yang aman
In house training PIC pengumpul
data indikator mutu RS

Sumber : Data Primer Tahun 2018

14
b. Money (Dana)
Ketetapan tarif di ruang Marwa sesuai ketetapan RSU ‘Aisyiyah Ponorogo yaitu dapat
dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 2.7
Tarif Pelayanan RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
Ruang Marwa
No Keterangan Tarif Kamar
1 VIP 500.000
2 Kelas I 300.000
3 Kelas II 150.000
4 Kelas III 100.000
5 Ruang Isolasi 230.000
Sumber data : data primer tanggal 29 Maret 2018
Sumber dana dan pengaturan keuangan telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dirumah
sakit. Di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo, pengeolaan keuangan diatur sepenuhnya dalam SK No :
RSUA/ 0839 /KEP / III.6.A4 / I / X / 2016.
c. Methode (Metode)
1) Kebijakan
Kebijakan di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo selama tahun 2018 dapat
dilihat pada tabel :

Tabel 2.8
Kebijakan di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Kebijakan
1 Jam kerja perawat:
Shift pagi: jam 07.00-14.00 WIB
Shift sore: jam 14.00-21.00 WIB
Shift malam: jam 21.00-07.00 WIB
2 Cuti dari kepegawaian shift 15 hari, non shift 12 hari
3 Keterlambatan akan mendapatkan teguran sesuai dengan lama keterlambatan
4 Ketentuan seragam:
Setiap bulan pada tanggal 1 dan minggu memakai batik
Senin-Selasa: Seragam orange
Rabu-Kamis: Seragam hijau
Jumat-Sabtu: Seragam biru
5 Bila sakit menggunakan izin dokter
Sumber: Data Primer tanggal 29 Maret 2018
Berdasarkan tabel 2.8 Dapat diketahui bahwa kebijakan semua ruangan termasuk
Kebijakan di Ruang Marwa telah tercantum dalam SK Nomor: RSU.A.165.09.2008.

15
2) SAK (Standar Asuhan Keperawatan)
Tabel 2.9
Standar Asuhan Keperawatan (SAK)
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Standar Asuhan Keperawatan Jumlah
1 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM SALURAN CERNA
Asuhan Keperawatan Hiatal Cerna 1
Asuhan Keperawatan Gastritis 1
Asuhan Keperawatan Gastro Enteritis Dehidrasi 1
Asuhan keperawatan Apendisitis Akut 1
Asuhan Keperawatan Peritonitis 1
Asuhan Keperawatan Cholecystitis 1
Asuhan Keperawatan Hepatitis 1
Asuhan Keperawatan Chirosis Hepatitis 1
Asuhan Keperawatan Pankreatitis 1
Asuhan Keperawatan Hemoroid 1
Asuhan Keperawatan Pre dan Post Operasi Laparotomy atas Indikasi Ileus Obstruktif 1
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Pre dan Post Koleksistektomi 1
2 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
Asuhan Keperawatan Hipertensi Kritis 1
Asuhan Keperawatan Gagal Jantung (Decompensasi Cordis)/ Congestive Heart Failure 1
(CHF)
Asuhan Keperawatan Angina Pectoris 1
Asuhan Keperawatan Myocard Infark (MCI) 1
Asuhan Keperawatan Gangguan Irama Jantung / Arithmia 1
Asuhan Keperawatan Cardiogenik Syok 1
3 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM ENDOKRIN
Asuhan keperawatan Diabetes Ketoacidosis 1
Asuhan keperawatan Hypoglikemia 1
Asuhan keperawatan Ganggren Diabetes Melitus 1
4 ASUHAN KAPERAWATAN SISTEM PERNAPASAN
Asuhan keperawatan PPOM 1
Asuhan keperawatan Pneumonia 1
Asuhan keperawatan Emboli Paru 1
Asuhan keperawatan Pneumothorax/Hemathotorax 1
Asuhan keperawatan ARDS/Acute Respiratory Distress Syndrom 1
Asuhan keperawatan Status Ashmatikus 1
Asuhan keperawatan Haemoptisis Masif 1
Asuhan keperawatan TBC Paru (Tubercolusis) 1
Asuhan keperawatan Pada Pasien Dengan Trauma Thorax 1
5 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM SYARAF PUSAT
Asuhan keperawatan Pada Pasien dengan Koma1 1
Asuhan keperawatan Pasien Kejang 1
Asuhan keperawatan Pasien Gangguan Peredaran Darah Otak / CVA 1
Asuhan keperawatan Infeksi Intra Kranial (Meningitis, Enshepalitis, dan Abses Otak) 1
Asuhan keperawatan Guilain Barre Syndrome (GBS) 1
Asuhan keperawatan Trauma Sistem Syaraf Pusat 1
Asuhan keperawatan Kontusio Cerebri 1
Asuhan keperawatan pada Pasien dengan Post Craniotomi Epidural Hematoma 1
6 ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN
Asuhan keperawatan Gagal Ginjal Akut (acute renal failure) 1
Asuhan keperawatan Infeksi Salauran Perkemihan 1
Asuhan keperawatan Urolithiasis 1
16
Asuhan keperawatan pada pasien dengan Pre dan Post Ureterolotothomi 1
Asuhan keperawatan pasien dengan Pre dan Post Turatas Indikasi Hipertropi Prostat 1
7 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM MUSKULO SKELETAL
Asuhan keperawatan pada pasien Fraktur Femur Terbuka Dengan Pemasangan Plate & 1
Screw
8 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM INTEGUMENT (KULIT)
Asuhan keperawatan Herpes Zozter / Simplex 1
Asuhan keperawatan Luka Bakar 1
9 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM PENGLIHATAN, PENDENGARAN DAN
PENCIUMAN
Asuhan keperawatan Kedaruratan Sistem Penglihatan 1
Asuhan keperawatan Kedaruratan Sistem Pendengaran, Penciuman, danTenggorokan 1
10 ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM HEMATOLOGI
Asuhan keperawatan Anemia 1
Asuhan keperawatan Anemia Hemolitics 1
Asuhan keperawatan Leukimia 1
Asuhan keperawatan DIC (Diseminated Intravascular Coagulation) = KID (Koagulasi 1
Intravascular Desiminata)
11 ASUHAN KEPERAWATAN PSIKIATRI
Asuhan keperawatan Kedaruratan Psikiatri 1
12 ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT TROPIK
Asuhan keperawatan DHF (Dengue Hemorhagic Fever) 1
Asuhan keperawatan Demam Typoid 1
Sumber : Data Primer tanggal 29 Maret 2018
Ruang Marwa menggunakan SAK yang telah ditetapkan oleh RSU ‘ Aisyiyah Ponorogo
sesuai Keputusan Direktur Nomer: RSU.A.161.08.2007 yang terdiri dari 56 jenis Standar
Asuhan Keperawatan, akan tetapi belum memiliki SAK spesifik pada anak khususnya 10
besar penyakit pada anak.
Tabel 2.10
Prosedur Tetap Tindakan Keperawatan
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Standart Prosedur Operasional
1 Protap menimbang berat badan
2 Protap melaksanakan program orientasi pada keluarga
3 Protap membantu pasien istirahat tidur
4 Protap penilaian tingkat kesadaran (GCS)
5 Protap melatih batuk efektif
6 Protap clapping vibrating
7 Protap pemasangan oropharingeal tube
8 Protap suction oropharingeal tube
9 Protap memberikan oksigen
10 Protap persiapan pasien sebelum operasi (secara umum)
11 Protap mengukur cairan yang masuk dan keluar
12 Protap melaksanakan ambulasi dini
13 Protap memberikan/menyuapi makan dan minum kepada pasien
14 Protap pemeriksaan gula darah sewaktu
15 Protap rekam jantung
16 Protap pemasangan neck coller
17 Protap mencukur/memotong rambut
18 Protap memotong kuku
19 Protap menghitung pernapasan
17
20 Protap menghitung nadi
21 Protap mengukur tekanan darah
22 Protap mengukur suhu badan
23 Protap memberikan kompres dingin dengan air biasa atau es
24 Protap memberikan kompres hangat
25 Protap pemasangan IV cateter
26 Protap perawatan infuse
27 Protap melepas IV cateter
28 Protap skin test/test hypersensitivity
29 Protap mantoux test
30 Protap memberikan obat melalui suntikan subcutan
31 Protap memberikan obat melalui suntikan intramuskuler
32 Protap memberikan obat melalui suntikan intravena
33 Protap memberikan obat melalui suntikan intracutan
34 Protap memberikan obat tetes
35 Protap memebrikan obat oral
36 Protap memberikan obat suppositoria
37 Protap memberikan obat melalui syring pump
38 Protap memberikan obat melalui infuse pump
39 Protap memasang dower kateter
40 Protap bladder training pola 2 jam
41 Protap melepas dower kateter
42 Protap vulva hygiene
43 Protap memasang kondom kateter
44 Protap memberikan huknah rendah
45 Protap memberikan huknah tinggi
46 Protap memberikan gliserin
47 Protap darmbuis
48 Protap membantu BAB dan BAK
49 Protap memasang naso gastric tube (NGT)
50 Protap memberikan makan melalui naso gastric tube (NGT)
51 Protap gastric cooling/ kumbah lambung
52 Protap mengganti balutan luka
53 Protap mengangkat jahitan luka
54 Protap perawatan luka bakar
55 Protap perawatan kolostomi
56 Protap pemasangan bidai
57 Protap memandikan pasien di tempat tidur
58 Protap membersihkan mulut
59 Protap menyisir rambut
60 Protap mengganti alat tenun kotor tempat tidur pasien (pasien di tempat tidur)
61 Protap mengganti alat tenun kotor tempat tidur pasien
62 Protap memberikan pelayanan spiritual kepada pasien yang menghadapi sakarotul maut
Protap penanganan dan pemindahan jenazah di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
63 Protap nebulizer
64 Protap pemberian informasi atau edukasi
65 Protap komunikasi perawat dengan pasien dalam membina relationship
66 Protap transfuse plasma atau FFP
67 Protap transfusi trombosit konsentrat (TC)
68 Protap transfuse WB/PRC pada dewasa
69 Protap teknik memindahkan obat dari ampul
Sumber: Data Primer tanggal 29 Maret 2018

18
Berdasarkan table 2.10 dapat diketahui bahwa di Ruang Marwa menggunakan acuan Standart
Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan yang berisi 69 SPO. Namun SPO yang digunakan
belum spesifik pada kasus anak.
d. Matherial (Materi) dan Machine (Mesin)
Standart Peralatan Keperawatan Instalasi Rawat Inap ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
dijelaskan dalam tabel berikut ini :

Tabel 2.11
Fasilitas Ruang Marwa RSU “Aisyiyah “ Ponorogo
No Nama Standar Jumlah Jumlah Evaluasi Keterangan Evaluasi Tindak
Barang Pasien: Standart total Kekurangan kondisi Lanjut
Alat alat/barang
1 AC 1/ruang 3 3 - - Baik -
2 Kipas 1/ruang 11 11 - - Baik -
Angin
3 komputer 1/ruang 1 1 - - Baik -
4 CPU 1/ruang 1 1 - - Baik -
5 Kalkulator 1/ruang 1 1 - - Baik -
6 Lemari 1/ruang 3 3 - - Baik -
7 Loker 1/ruang 1 1 - - Baik -
8 Telphone 1/ruang 1 1 - - Baik -
panggil
pasien
Sumber: Arsip Ruangan Marwa dan observasi pada tanggal 29 Maret 2018
Tabel 2.12
Alat-alat Kesehatan di Ruang Marwa
RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
N Nama Barang Standar Jumlah Jumlah Evaluasi Keterangan Evaluasi Tindak
o Pasien: Standart total Kekurangan kondisi Lanjut
Alat alat/barang
1 Suction Pump 1/ruang 1 1 - - Baik -
2 Tensimeter 1/ruang 2 1 1 - Baik -
3 Stetoskop 1/ruang 3 3 - - Baik -
4 Lampu Baca 1/ruang 1 1 - - Baik -
Rongsen
5 Emergency 1/ruang 1 1 - - Baik -
Box
6 Syringe Pump 1/ruang 1 1 - - Baik -
7 Nebulizer 1/ruang 1 1 - - Baik -
8 Infus Pump 1/ruang 1 1 - - Baik -
9 Bel Kamar 1/ruang 1 1 - - Baik -
1 Alat Pemadam 1/ruang 1 1 - - Baik -
0
1 Tabung 1/ruang 1 1 - - Baik -
1 Oxygen
1 Termometer 3/ruang 3 3 - - Baik -
2
1 Box Alat Steril 1/ruang 1 1 - - Baik -
3
1 Tabung 02 1/ruang 1 1 - - Baik -
4
1 Senter 1/ruang 1 1 - - Baik -

19
5
1 Kursi Roda 1/ruang 1 1 - - Baik -
6
1 Panci 1/ruang 1 1 - - Baik -
7
1 APPAR 1/ruang 2 2 - - Baik -
8
1 Termometer 1/ruang 2 2 - - Baik -
9 Ruangan
2 Handrub 1/ruang 20 17 - - Baik -
0
Sumber: Arsip Ruangan Marwa dan observasi pada tanggal 29 Maret 2018

Tabel 2.13
Alat Tenun di Ruang Marwa
RSU “Aisyiyah “ Ponorogo
No Nama Standar Jumlah Jumlah Evaluasi Keterangan Evaluasi Tindak
Barang Pasien: Standart total Kekurangan kondisi Lanjut
Alat alat/barang
1 Baju 1:3/4 6 6 - Sentralisasi Ada 2 baju -
operasi yang
warnanya
pudar
2 Handuk 1:3 2 2 - Sentralisasi Handuk keil -
kecil/lap baik
cuci tangan
3 Keset 1:2 15 7 8 Sentralisasi Keset yangt -
dari kain
epat rusak
4 Korden 1:2 12 12 - Sentralisasi - -
lurus
5 Korden 1:2 12 24 - Sentralisasi - -
plisiran
6 Manset 3:1 3 3 - Sentralisasi Baik -
anak
7 Perlak 1:3 24 24 - Sentralisasi Baik -
8 Sarung 1:3 24 24 - Sentralisasi Baik -
bantal
9 Sarung 1:3 6 6 - Sentralisasi Baik -
escape
10 Sarung buli 1:3 10 10 - Sentralisasi Stok -
buli panas laundry
11 Selimut 1:3 3 3 - Sentralisasi Baik -
12 Skort kain : 1:2 2 2 - Sentralisasi -
perawat
13 Sprei 1:3 42 42 - Sentralisasi Baik -
14 Stik laken 1:3 42 42 - Sentralisasi Baik -
15 Tutup alat 1:2 2 2 - Sentralisasi Baik -
keperawata
n/kebidanan
16 Tutup 1:2 4 4 - Sentralisasi Baik -
dispenser
17 Tutup 1:1 22 22 - Sentralisasi Baik -
20
tempat tidur
Sumber: Arsip Ruangan Marwa dan observasi pada tanggal 29 Maret 2018

Tabel 2.14
Alat Perkantoran di Ruang Marwa
RSU “Aisyiyah “ Ponorogo
No Nama Standar Jumlah Jumlah Evaluasi Keterangan Evaluasi Tindak
Barang Pasien: Standart total Kekurangan kondisi Lanjut
Alat alat/barang
1 Bantalan 1/ruang 1 1 Baik -
stempel
2 Box File Sesuai 20 20 Baik -
dan map Kebutu
han
3 Buku 3/ruang 3 2 Baik -
Ekspedisi
4 Buku Polio 3/ruang 3 - Ukuran Baik -
Besar polio besar
5 Buku Tulis 1/ruang 3 - Baik -
6 Formulir 1/ruang 15 15 Permintaan/ Baik -
Askep rim
7 Formulir 1/ruang 10 10 Permintaan/ Baik -
Inform rim
Consent
8 Formulir 1/ruang 10 10 Permintaan/ Baik -
Konsul rim
9 Formulir 1/ruang 1 - Permintaan/ Baik -
Observasi buku
10 Formulir 1/ruang 1 1 Permintaan/ Baik -
Permintaan buku
Darah
11 Formulir 1/ruang 1 1 Permintaan/ Baik -
Permintaan buku
Foto
12 Formulir 1/ruang 2 2 Permintaan/ Baik -
Permintaan buku
Laborat
13 Gunting 1/ruang 1 1 Baik -
14 Isi Staples Sesuai 1 1 Baik -
Kebutu
h an
15 Kalender 1/ruang 10 9 Baik -
16 Kalkulator 1/ruang 1 1 Baik -
17 Kertas Polio 1/ruang 1 - Permintaan/ Baik -
rim
18 Kater 1/ruang 1 1 Baik -
19 Klip Kecil 1/ruang 1 1 Baik -
20 Kwitansi 1/dokte 4 4 Baik -
r
21 Lem Sesuai 1 - Baik -
Kebutu
han
21
22 Papan Tulis Sesuai 1 - Baik -
Kebutu
han
23 Penghapus 1/ruang 1 1 Baik -
24 Pensil 1/ruang 1 1 Baik -
25 Pensil 1/ruang 2 2 Baik -
merah biru
26 Kartu Obat 1/ruang 1 - Permintaan/ Baik -
rim
27 Resep 1/ruang 1 - Permintaan/ Baik -
Askes buku
28 Spidol 2/ruang 1 1 Baik -
Boardmarke
r
29 Spidol 1/ruang 2 2 Baik -
Marker
30 Stempel 1/ruang 20 20 Baik -
31 Tinta 1/ruang 1 1 Baik -
Stempel
32 Stipo 1/ruang 1 1 Baik -
Sumber: Arsip Ruangan Marwa dan observasi pada tanggal 29 Maret 2018
Tabel 2.15
Alat Rumah Tangga di Ruang Marwa
RSU “Aisyiyah “ Ponorogo
No Nama Standar Jumlah Jumlah Evaluasi Keterangan Evaluasi Tindak
Barang Pasien: Standart total Kekurangan kondisi Lanjut
Alat alat/barang
1 Tempat 1:1 20 20 Baik -
Tidur
2 Meja 1/ruang 3 3 Baik -
Perawat
3 Almari 1:1 3 3 Baik -
4 Almari 1/ruang 5 5 Baik -
Linen
5 Kursi 1:1 20 20 Baik -
Penunggu
Pasien
6 Kursi 1:1 4 4 Baik -
Petugas
Jaga
7 Kaca Rias 1/ruang 14 14 Baik -
Grafier
8 Airphone 1/ruang 1 1 Baik -
9 Bantal 1:2 20 20 Stok Baik -
Loundry
10 Bunga 2/ruang 1 - Baik -
Plastik
11 Kabel 1/ruang 1 1 Baik -
Gulung
12 Galon Aqua 1/ruang 4 4 1 kantor Baik -
perawat I
VIP

22
13 Gayung 1/KM 1 1 Baik -
14 Jam 1/ruang 15 15 Baik -
Dinding
15 Kasur 1:1 20 20 Stok Baik -
Loundry
16 Kotak Obat 1/ruang 1 1 Baik -
Emergency
17 Papan 1/ruang 1 1 Baik -
18 Rak 111/rua 1 - Baik -
Handuk ng
19 Rak Sepatu 1/ruang 13 13 Baik -
20 Rak Stik 1/ruang 1 1 Baik -
Papan
21 Sikat WC 1/ruang 1 1 Stok CS Baik -
22 Baki 1:1 1 1 Stok Gizi Baik -
23 Gelas 1:1 1 1 Stok Gizi Baik -
24 Troli 1/ruang 1 1 Baik Baik -
Tindakan
25 Piring 1:1 20 - Stok Gizi Baik -
Makan
26 Piring 1:1 20 - Stok Gizi Baik -
Snack
27 Sendok 1:1 20 - Stok Gizi Baik -
28 Tatakan dan 1:1 20 - Stok Gizi Baik -
Tutup Gelas
29 Tempat 2/ruang 2 2 Baik -
Sampah
Besar
Tertutup
30 Tempat 2/ruang 2 2 Baik -
Sampah
Medis
31 Dispenser 1/ruang 3 3 Baik -
Sumber: Arsip Ruangan Marwa dan observasi pada tanggal 29 Maret 2018

23
C. Unsur Proses
1. Proses Manajemen Asuhan Keperawatan Melalui Penerapan Standar Asuhan Keperawatan
a. Pengkajian

Tabel 2.16
Analisa Pengkajian
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
NO Aspek yang dinilai YA TIDAK TOTAL
N % N % N %
1 Mencatat data yang dikaji sesuai dengan pedoman 10 100 0 0 10 100
pengkajian
2 Data dikelompokan (bio, psiko, sosial, spiritual) 10 100 0 0 10 100
3 Data di kaji dari pasien masuk sampai pulang 10 100 0 0 10 100
4 Masalah dirumuskan berdasarkan kesenjanagn antara 10 100 0 0 10 100
status kesehatan dengan norma pola dan funsi
Pencapiaan rata-rata (%) 100%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari analisa pengkajian yang dilakukan sudah baik, yaitu sebesar 100%. tetap dipertahankan
agar mutu pelayanan asuhan keperawatan lebih baik.
b. Diagnosa Keperawatan
Tabel 2.17
Analisa Diagnosa
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
NO Apek yang dinilai Ya Tidak Total
N % N % N %
1 Diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang telah 10 100 0 0 10 100
di rumuskan
2 Diagnosa keperawatan mencerminkan PES 7 70 3 30 10 100
3 Merumuskan diagnosa keperawatan 10 100 0 0 10 100
aktual/resiko/kolaboratif/
Pencampaian rata-rata (%) 90%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari analisa diagnosa keperwatan di ketahui bahwa dalam pembutan diagnosa keperwatan di
ruang Marwa sebesar 90% (baik). Di
c. Perencanaan Keperawatan

Tabel 2.18
Perencanaan Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
NO Apek yang dinilai Ya Tidak Total
N % N % N %
1 Berdasarkan diagnosa keperawatan 10 100 0 0 10 100
2 Disusun menurut prioritas 10 100 0 0 10 100
3 Rumusan tujuan mengandung komponen 10 100 0 0 10 100
pasien/subyek, perubahan perilaku, kondisi pasien dan
atau criteria
4 Rencana tindakan mengacu pada tujuan dengan kalimat 6 60 4 40 10 100
perintah, terinci dan jelas atau melibatkan
24
pasien/keluarga
5 Renaca tindakan mengambarkan keterlibatan pasien/ 5 50 5 50 10 100
keluarga
6 Rencana tindakan menggambarkan kerjasama dengan 10 100 0 0 10 100
team kesehatan lain
Pencapaian rata-rata (%) 85%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari pengkajian perencanaan keperawatan yang dilakukan masuk dalam keteria baik dengan
presentase 85%.
d. Implementasi

Tabel 2.19
Implementasi Tindakan
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
No Apek yang dinilai Ya Tidak Total
N % N % N %
1 Tindakan di laksanakan mengacu pada rencana 8 80 2 20 10 100
keperwatan
2 Perarawat pengobservasi respon pasien terhadap 10 100 0 0 10 100
tindakankeperwatan
3 Revisi tindakan berdasarkan hasil evaluasi 8 80 2 20 10 100
4 Semua tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan 10 100 0 0 10 100
dicata ringkas dan jelas
Pencampaian rata-rata (%) 90%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari pengkajian Implementasi tindakan keperawatan yang dilakukan masuk dalam keteria
baik dengan presentase 90.
e. Evaluasi

Tabel 2.20
Evaluasi Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
NO Apek yang dinilai Ya Tidak Total
N % N % N %
1 Evaluasi mengacu pada tujuan 10 100 0 0 10 100
2 Hasil evaluasi di catat 10 100 0 0 10 100
Pencampaian rata-rata (%) 100%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari pengkajian evaluasi keperawatan yang dilakukan masuk dalam keteria baik dengan
presentase 100% .

25
f. Catatan Keperawatan
Tabel 2.21
Catatan Asuhan Keperawatan
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
NO Apek yang dinilai Ya Tidak Total
N % N % N %
1 Menulis pada format yang baku 10 100 0 0 10
2 Pencatatan dilakukan sesuai dengan tindakan yang 10 100 0 0 10 100
dilaksanakan
3 Perencanaan ditulis dengan jelas, ringkas, istilah yang 10 100 0 0 10 100
baku dan benar
4 Setiap melakukan tindakan/ kegiatan perawat melakukan 10 100 0 0 10 100
mencantumkan paraf/ nama jelas dan tanggal jam
dilakukannya tindakan
5 Berkas catatan keperawatan disimpan sesuai dengan 10 100 0 0 10 100
ketentuan yang berlaku
Pencampaian rata-rata (%) 100%
Sumber : Study dokumentasi tanggal 29 Maret 2018
Dari pengkajian catatan asuhan keperawatan yang dilakukan masuk dalam keteria baik
dengan presentase 100% Sehingga harus dipertahankan dan ditingkatkan.
2. Proses Manajemen Pelayanan/Operasional Keperawatan
Ada empat (4) fungsi manajemen yang harus diperhatikan yaitu perencanaan, organisasi,
penggerakan dan pengawasan.
a. Planning (perencanaan)
1) Falsafah
a) Pemberian asuhan keperawatan dengan mempertimbangkan pasien sebagai makhluk
bio-psikososial, spiritual yang unik.
b) Pemberian asuhan keperawatan yang bermutu, menyeluruh tidak membedakan dan
menjunjung tinggi harkat martabat manusia dengan dilandasi nilai etik dan
berdasarkan standart asuhan keperawatan.
c) Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memilikii wewenang melakukan
asuhan keperawatan.
d) Pendidikan keperawatan berkelanjutan harus dilaksanakan terus menerus untuk
pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan keperawatan.
2) Tujuan
a) Memberikan asuhan keperawatan dengan berbagai macam kasus penyakit anak sesuai
dengan standart asuhan keperawatan dan standart operasional prosedur yang berlaku
b) Memberikan asuhan keperawtan kepada pasien dengan memperhatikan aspek bio-
psikososial, spiritual.
c) Mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
d) Menciptakan iklim kerja kondusif.

26
e) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja bagi perawatan pasien.
3) Interpretasi Data
Selama dilakukan obsevasi di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo sudah terdapat
falsafah, tujuan, struktur organisasi yang lama, daftar perawat jaga, dan daftar pasien,
Untuk Falsafah, Visi dan Misi di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo sudah dipahami oleh perawat
ruang Marwa.

i. Perencanaan Bulanan
Tabel 2.22
Penilaian Rencana Bulanan
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Aspek yang dinilai Ya Tidak Keterangan
1 Menetukan rencana bulanan √ Saat pengkajian kepada karu, karu
menyampaikan bahwa ada
perencanaan bulanan.
2 Rencana bulanan berisi seluruh √ Saat pengkajian kepada karu, karu
kegiatan yang akan dilaksanakan menyampaikan terdapat kegiatan yang
selama sebulan akan dilakukan setiap bulannya
termasuk jadwal supervisi di dalam
buku bulanan
3 Ada aktifitas manajerial √ Manajerial berupa merencanakan
semua rencana bulanan dan kegiatan
yang akan dilakukan satu bulan
4 Ada aktifitas asuhan √ Sudah ada aktifitasnasuhan berupa
menjadwalkan perawat yang diikutkan
dalam acara di RS atau sub bagian
tertentu seperti sosialisasi maupun
penambahan informasi terkait RS.
5 Rencana bulanan dikerjakan secara √ Rencana bulanan belum dilaksanakan
konsisten semua meskipun sudah tertulis jadwal
rutin
Skor total 4 1
Presentase 80% 20%
Sumber: Wawancara tanggal 29 Maret 2018
Intrepetasi Data
Hasil wawancara dengan kepala ruang didapatkan terdapat data rencana bulanan di ruang
Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo, hal ini dibuktikan dengan nilai sabanyak 80% (Baik).
Namun pelaksanaan dan monitoringnya tidak berjalan sesuai dengan buku data yang telah
direncanakan.
b. Organizing (Pengorganisasian)
Tabel 2.23
Hasil Kajian Organizing
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Aspek yang dinilai Skor Keterangan
1 Pembagian tugas 1 Sudah ada pembagian tugas antara
karu. Ka Shift dan perawat pelaksana
27
Pendelegasian tugas 1 Sudah dilakukan dan tidak ada
masalah terkait pendelegasian tugas
Koordinasi tugas 1 Koordinasi dari karu, Ka shift, perawat
pelaksana sudah ada dan berjalan baik
Pengaturan manajemen waktu 1 Saat operan maupun kegiatan lainnya
seringnya tepat waktu
Pengaturan dan pengendalian situasi praktek 1 Sudah baik, ada pembagian konsul
oleh karu dan Ka shift
Pengembangan MAKP dengan metode kasus: Sebagian besar metode asuhan
a. Pelaksanaan tugas keperawatan yang dilakukan sudah
1. Pelaksanaan tugas kepala ruang 1 baik
keperawatan
2. Pelaksanaan tugas ketua shift. 1
3. Pelaksanaan tugas perawat pelaksana. 1
b. Hubungan Profesional
1. Hubungan profesional antara 1
keperawatan dengan pasien
2. Hubungan profesional antara staf 1
keperawatan
3. Hubungan profesional antara staf 1
keperawatam tim dokter/ tim kesehatan
yang lain
4. Hubungan profesioanal antara staf 1
keperawatan dengan peserta didik.
5. Hubungan profesional antara staf 1
keperawatan.
6. Pelaksanaan operan jaga 1
 Pelaksanaan pre conferance
 Pelaksanaan post conference
7. Pelaksanaan pemberian informasi kepada 1
pasien
Jumlah 14
Presentase 87,5 %
Sumber: wawancara tanggal 29 Maret 2018
Interpretasi Data:
Berdasarkan data diatas didapatkan hasil kajian organizing sebesar 87,5% (Baik). Hal ini
menunjukan aspek organizing di ruang Marwa sudah berjalan dengan baik.
1) Pengembangan MAKP Dengan Metode Tim
No Uraian Tugas SL SR KD TP
1 Membuat perencanaan untuk rencana bulanan √
2 Menyusun jadwal dinas selama 1 bulan √
3 Memimpin operan √
4 Menciptakan iklim motivasi √
5 Melakukan Supervisi √
6 Melakukan survey kepuasan pasien, keluarga pasien, perawat √
7 Melakukan penilaian kinerja kepala shift √
8 Merencanakan dan melaksanakan pengembangan staf √
9 Memimpin rapat keperawatan √
10 Melakukan kolaborasi dengan dokter √
11 Memberikan reinforcement kepada ketua sift dan perawata √
28
pelaksana setiap melakukan tindakan keperawatan
12 Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien √
Jumlah 6 5 0 1
Sub Total 18 10 0 0
Total 28 (77,7%)
Sumber: wawancara tanggal 29 Maret 2018
Keterangan:
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)
Interpretasi data:
Berdasarakan hasil pengkajian yang dilakukan pada kepala ruang didapatkan hasil 75%.
Hal ini menunjukkan bahwa tugas sebagai kepala ruang baik namun agar lebih optimal
perlu ditingkatkan lagi dengan supervisi.
Tabel 2.24
Pelaksanaan Tugas Ketua Shift
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Variabel yang dinilai SL SR KD TP
1 Membagikan alokasi pasien kepada perawat pelaksana. 2
2 Memimpin pre dan post conference 2
3 Menciptakan iklim motivasi dalam pelaksanaan 2
4 Mengatur pendelegasian untuk perawat pelaksana 2
5 Melakukan supervisi kepada perawata pelaksana 2
6 Menilai kinerja perawat pelaksana 2
7 Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien 2
Jumlah 6 6 2 0
Sub Total 18 12 2 0
Total 32 (76,1%)
Sumber: Data Wawancara dan observasi tanggal 29 Maret 2018
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)
Interpretasi Data:
Berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ka.Shift didapatkan hasil
pelaksanaan 76,1 %. Hal ini termasuk dalam kategori baik namun perlu ditingkatkan lagi
agar lebih optimal.

Tabel 2.25
Pelaksanaan tugas perawat Pelaksana
Di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Variabel yang dinilai SL SR KD TP
1 Melakukan operan tugas setiap awal dan akhir jaga dari dan kepada 3
perawta pelaksana yang ada dalam satu group
2 Melakukan konfiramasi atau supervisi tentang kondisi pasien segera 3
selesai operan setiap pasien
29
3 Melakukan do’a bersama setiap awal dan akhir tugas yang 3
dilakukan
4 Mangikuti pre conference yang dilakukan ketua shift setiap awal 3
tugas
5 Melakukan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjadi 3
tamggung jawabnya dan ada bukti di rekam keperawatan
6 Melakukan monitoring respon pasien dan ada bukti rekam 3
keperawatan
7 Melakukan konsultasi tentang masalah pasien / keluarga kepada 3
ketua shift
8 Membimbing dan melakukan pendidikan kesehatan kepada pasien 2 1
yang menjadi penidikan kesehatan kepada pasien yang menjadi
tanggung jawabanya dan ada bukti di rekam keperawtan
9 Menerima keluhan pasien / keluarga dan berusaha mengatasinya 3
10 Melengkapi catatan asuhan keperawatan pada semua pasien yang 3
menjadi tanggung jawabnya
11 Melakukan evaluasi catatan asuhan keperawatan pada semua pasien 3
yang menjadi tanggung jawabnya
12 Melakukan post conference yang diadakan oleh ketua shift pada 3
setiap akhir tugas dan melaporkan kondisi dan perkembangan
semua pasien menjadi tanggung jawabnya kepada Ka shift
13 Bila tidak ada ketua shift wajib mengenal perawta pelaksana yang 3
ada dalam group yang akan memeberikan asuhan keperawatan pada
jaga berikutnya kapada pasien/keluarga baru
14 Melaksanakan pendelegasian tugas ketua shift pada sore malam 3
libur
15 Berkordinasi dengan dokter/tim kesehatan lain seminggu sekali 3
16 Mengikuti diskusi kasus dengan dokter/tim kesehatan lain setiap 3
seminggu sekali
17 Mengikuti diskusi kasusu dalam pertemuan rutin keperawatan di 3
ruangan
18 Malaksanakan tugas lain sesuaia uraian tugas perawat pelaksan 3
19 Membantu melakukan bimbingan praktekan kepada peserta didik 3
keperawatan
Jumlah 32 13 12 0
Sub total 96 26 12 0
Total 134 (78,3%)
Sumber: data wawancara dan observasi 29 Maret 2018
Keterangan:
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)
Interpretasi Data
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan perawat
pelaksana didapatkan hasil sebesar 78,3 %, hal ini menunjukan pelaksanaan tugas perawat
pelaksana dalam kategori baik namun perlu ditingkatkan lagi terutama malakukan doa
bersama sebelum melakukan operan tugas jaga, melakukan pre conference sehingga tugas
sebagai perawat pelaksana dapat optimal.

30
c. Actuating ( pengarahan)

Tabel 2.26
Pelaksanaan serah terima tugas jaga (operan)
Di Ruag Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Variabel Yang Dinilai SL SR KD TP
1 Menyiapkan tempat untuk jalannya serah terima tugas jaga. 3
2 Serah terima tugas jaga diikuti kepala ruang, kepala shift, perawat 2 1
pelaksana
3 Didahului dengan do’a bersama 3
4 Overan dilaksanakan setiap pergantian shift 3
5 Prinsip operan, terutama pada semua pasien baru masuk dan pasien 3
yang dilakukan operan khususnya pasien yang memiliki
permasalahan yang belum / dapat teratasi serta yang membutuhkan
observasi lebih lanjut
6 Menyebutkan identitas pasien, dx keperawatan, tindakan 3
keperawatan yang telah dilakukan besserta waktu pelaksanaan.
7 Menginformasikan jenis dan waktu rencana tindakan kepeawatan 3
yang belum dilakukan
8 Menyebutkan perkembangan pasien yang ada selama shift 3
9 Kedua kelompok dinas sudah siap (shift jaga) 3
10 Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan. 3
11 Kepala ruang membuka acara overran. 3
12 Mengonfirmasikan kepada pasien / keluarga nama perawat shift 3
berikutnya pada akhir tugas
13 Lama overan untuk tiap pasien tidak lebih dari lima menit kecuali 3
pada kondisi khusus dan memerlukan keterangan yang rumit.
14 Adanya catatan khusus untuk kemudian diserah terimakan kepada 3
petugas berikutnya apabila ada pasien yang memerlukan tindakan
yang lebihg intensif.
15 Memberi salam kepada pasien, keluarga, serta mengobservasi dan 3
menginspeksi keadaaan pasien, menanyakan keluhan keluhan
pasien (dalam rangka klarifikasi)
16 Ditutup oleh kepala ruang dan diakhiri dengan Do’a 3
Jumlah 8 2 5 1
Sub total 32 6 10 1
Total 107 (74,3%)
sumber: observasi dan Wawancara 29 Maret 2018
Keterangan:
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)

Interpretasi Data
Berdasarkan hasil obsseervasi dan wawancara yang telah dilkukan terhadap jalannya
operan didapatkan hasil sebesar 74,3%. Pada prinsip pelaksanaan operan sudah sesuai,
akan tetapi ada beberapa item yang belum terpenuhi terutama Do’a bersama .
1) Pre conference

31
Tujuan dari pre conference:
- Mengenali masalah pasien
- Membuat rencana asuhan keperawtan
- Membagi tugas ketua tim
- Tugas perawat pelaksana pada pre conference
- Menyiapkan ruangan
- Menyiapkan rekam medis yang menjadi tanggung jawabnya
- Menjelaskan tujuan dilakukan pre conference
- Menjelaskan masalah keperawatan pasien, membuat rencana keperawatan
- Membagi tugas ketua tim sesuai kemampuan yang dimiliki dengan memeperhatikan
keseimbangan beban kerja
- Mendiskusikan cara dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan

Tabel 2.27
Pelaksanaan pre conference
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Variabel yang dinilai Ya Tidak
1 Menyiapkan rekam medik pasien yang menjadi tanggung jawabnya. √

2 Menjelaskan tujuan dilakukannya pre conference. √


3 Memandu pelaksanaan pre conference √
4 Menjelaskan masalah keperawatan pasien, keperawatan dan rencana √
keperawatan yang manjadi tanggung jawabnya.
5 Membagi tugas kepada perawat pelaksana sesuai kemampuan yang dimiliki √
dengan memeperhatikan keseimbangan kerja
6 Mendiskusikan cara dan strategi pelaksanaan asuhan pasien/tindakan. √
7 Memotivasi untuk memberikan tanggapan dan penyelesaian masalah yang √
sedang didiskusikan.
8 Mengklarifikasi kesiapan perawat pelaksana untuk melaksanakan asuhan √
keperawatan kepada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
9 Memberikan reinforcement positif pada perawat pelaksana √
10 Menyimpulkan hasil pre conference √
Total 8 2
Sumber: Hasil observasi tanggal 29 Maret 2018
Interpretasi Data:
Berdasarkan pengkajian didapatkan hasil 80 %. Hal ini sudah masuk dalam kategori baik.
2) Post conference
Tujuan:
- Mengetahui perkembangan pasien
- Mengetahui pencapaian tujuan asuhan keperawatan
- Menegetahui kendala yng dihadapi selam pemberian asuhan keperawatan
- Menegetahi kejadian-kejadian lain yang ditemukan
Tugas perawat Post Conferense
32
- Menyiapkan ruangan
- Menyiapkan rekam medis pasien yang menjadi tanggung jawabnya
- Menjelaskna tujuan post conference
- Menerima penjelasan dari perawat assosiate tentang tindakan/hasil asuhan keperawatan
yang telah dilakukan oleh perawat asosiate.
Tabel 2.28
Pelaksanaan Post Conference
Di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
No Aspek Yang Dinilai Ya Tidak
1 Menyiapkan rekam medik pasien yang menjadi tanggung jawabnya. √

2 Menjelaskan tujuan dilakukannya Post conference. √


3 Memandu pelaksanaan post conference √
4 Menjelaskan masalah keperawatan pasien, keperawatan dan rencana √
keperawatan yang manjadi tanggung jawabnya.
5 Membagi tugas kepada perawat pelaksana sesuai kemampuan yang dimiliki √
dengan memeperhatikan keseimbangan kerja
6 Mendiskusikan cara dan strategi pelaksanaan asuhan pasien/tindakan. √
7 Memotivasi untuk memberikan tanggapan dan penyelesaian masalah yang √
sedang didiskusikan.
8 Mengklarifikasi kesiapan perawat pelaksana untuk melaksanakan asuhan √
keperawatan kepada pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
9 Memberikan reinforcement positif pada perawat pelaksana √
10 Menyimpulkan hasil Post conference √
Total 80 20
Sumber: hasil observasi dan wawancara 29 Maret 2018
Interpretasi Data
Berdasarkan pengkajian didapatkan hasil 80%. hal ini sudah masuk dalam kategori baik
Tabel 2.29
Pelaksanaan Pendelegasian
Di ruang Marwa RSUA Ponorogo
No Aspek yang Dinilai Skor Keterangan
1 Pendelegasian dilakukan kepada staf yang 1 Pendelegasian dilakukan dari atas ke
memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam bawah seperti dari karu ke Ka shift
menjalankan tugas terlebih dahulu, jika Ka shift tidak ada
maka baru perawat pelaksana
2 Tugas yang dilimpahkan dijelaskan sebelum 1 Pendelegasian dilakukan secara lisan
pendelegasian maupun tertulis note
3 Selain pelimpahan tugas, kewenangan juga 1 Pendelegasian yang dilakukan maka
dilimpahkan yang bertaggung jawab yang
melimpahkan tugas/wewenang
4 Waktu pendelegasian tugas ditentukan 1 Sebelum pendelegasian, waktu sudah
ditentukan sehingga kontrak waktu
terjalin baik
5 Apabila pelaksana tugas mengalami kesulitan, 1 Sebelum pendelegasian jika ada hal
kepala ruangan dan ketua tim memberikan yang kurang jelas, dijelaskan hingga
arahan untuk mengatasi masalah yang penerima tugas memahaminya
6 Ada evaluasi masalah setelah selesai tugas 1 Evaluasi setelah tugas selesai seperti
dilaksanakan berdikskusi hasil dari pendelegasian
33
Jumlah 6
Total Skor 6
Presentase 100%
Intrepetasi data
pelakasanaan pendelegasian di Ruang Marwa sudah baik dengan presentasi 100%.

Tabel 2.29
Pelaksanaan Supervisi
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo
No Aspek Yang Dinilai SLL SR KD TP
1 Supervisi disusun secara terjadwal √
2 Semua staf menegetahui jadwal supervise √
3 Materi supervisi dipahai oleh supervisor maupun staf √
4 Supervisor mengorientasikan materi supervise kepada staf yang √
disupervisikan
5 Supervise mengkaji kinerja staf sesuai dengan materi supervise √
6 Supervisor mengidentifikasi pencapaian staf dan memberi √
reinforcement
7 Supervisor mengidentifikasi aspek kinerja yang perlu ditingkatkan √
oleh staf
8 Supervisor memberikan solusi dan role model bagaimana √
meningkatkan kinerja perawat
9 Supervisor menjelaskan tindak lanjut supervise yang telah √
dilakukan
10 Supervisor memberikan reinforcement pencapaian keseluruhan staf √
Keterangan:
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)
Interpretasi Data
Pelaksanaan supervisi di ruang Marwa sudah lama tidak dilakukan oleh kepala ruangan sudah
terjadwal, karena waktu terbatas untuk digunakan supervisi.

34
3. Proses Manajemen Bimbingan PKK bagi mahasiwa praktek melalui penerpan standart
bimbingan praktek klinik keperawatan.
a. Susunan pembimbing klinik mahasiswa keperawatan atau kebidanan RSU ‘Aisyiyah
Ponorogo.

Tabel 2.30
Daftar Pembimbing Klinik Mahasiswa di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
DIII Keperawatan
NO Nama Pembimbing Ruang/Unit
1 Dian Rifa Nurhayati, Amk Siti Fadilah
2 Ahsani Taqwim Jamila,Amk Siti Fadilah
3 Syalisun Nahari,Amk Siti Fadilah
4 Anggun Beti Palupi,Amk Siti Fadilah
5 Lina Septina Dewi,Amk Irj
6 Diana Rokhatul Jannah,Amk Irj
7 Vidya Krisna Nur Agustina,Amk Mina
8 Agus Budianto,Amk Mina
9 Hawin Imtihana,Amk Mina
10 Yuni Erlinawati,Amk Icu/Ipi
11 Masrurotin,Amk Icu/Ipi
12 Sri Wahyuni,Amk Icu/Ipi
13 Endang Sri Wahyuni,Amk Icu/Ipi
14 Ludfi Damayanti,Amk Marwa
15 Nur Hidayati,Amk Marwa
16 Imron Ansori,Amk Marwa
17 Siti Nur Samsiah,Amk Perinatologi
18 Tri Jelita Dewayanti,Amk Perinatologi
19 Eryani Puji Astuti,Amd. Keb Perinatologi
20 Rifia Rahmawati ,Amk Multazam
21 Wijiningsih , Amk Multazam
22 Trio Priarubi,Amk Multazam
23 Nunung Dian Pertiwi,Amk Multazam
24 I’i Indrawati, Amk Ibs
25 Wiwik Widyawati ,Amk Ibs
26 Ari Budi Siswanto, Amk Ibs
27 Rudi Nur Hananto,Amk Ibs
28 Suprayitno,Amk Arafah
29 Rena Madya Mukti,Amk Arafah
30 Umi Khoirun Nikmah,Amk Arafah
31 Iwan Sugiarto, Amk Arafah
32 Prima Iswahyudi,Amk Igd
33 Mulyono,Amk Igd
34 Endro Widakdo,Amk Igd
35 Yayuk Astriani,Amk Igd

35
Tabel 2.31
Daftar Pembimbing Klinik Mahasiswa di RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
S1 Keperawatan
No Nama Pembimbing Ruang/Unit
1 Zainal Arifin,S.Kep.Ns Semua Unit
2 Muh Arbangin, S.Kep,Ns Semua Unit
3 Arif Fattah Hidayat, S.Kep.Ns Semua Unit
4 Heriyanto, S.Kep.Ns Semua Unit
5 Bakin ,S.Kep.Ns Mina
6 Nurul Uswiyah Huda,S.Kep.Ns Semua Unit
7 Sudarmi, S.Kep.Ns Shafa
8 Agung Suprastyo,S.Kep.Ns Irj
Sumber: Data RSUA Ponorogo/0308/KEP/III.6.A/V/2016
Intepretasi Data:
Berdasarkan data dari RSUA Ponorogo didapatkan perawat pembimbing Klinik dari Ruang
Marwa sejumlah 3 (tiga) pembimbing dengan pendidikan terakhir DIII keperawatan.

b. Kajian planing proses bimbingan CI di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorgo


Tabel.32
Kajian Planing Proses Bimbingan CI
di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah ponorogo
No Standart Ya Tidak
1 Pemberian dari instasnsi ke lahan praktek dengan rangka acuan lengkap √
2 Penentuan lokasi praktek sesuai dengan kompetensi yang ingin di capai √
3 Penerimaan dan orientasi mahasiswa √
4 Jika pihak PKK tidak menginginkan untuk praktek , maka melakukan √
koordinasi dengan institusi pendidikan untuk menentukan kembali ke lokasi
PKK
5 Orientasi tugas √
6 Persiapan pembimbing PKK √
7 Penjelasan pelaksanaan PKK √
Interpretasi Data:
Planing dalam melakukan bimbingan sudah baik.

36
D. Unsur Output
1. Hasil Evaluasi Mutu Asuhan Keperawatan
Presentasi dari masing-masing instrument akan menentukan tingkat mutu Asuhan
Keperawatan yang dilakukan. Rentang nilai untuk instrument ABC adalah 76-100% adalah baik,
56-75% adalah cukup, <55 adalah kurang.
a. Hasil Evaluasi Mutu Asuhan Keperawatan Instrumen A
Instrumen A merupakan instrument yang digunakan untuk menilai pelaksanaan
dokumentasi asuhan keperawatan. Studi dokumentasi 10 pasien di Ruang Marwa dengan
minimal dua hari, data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.33
Nilai Rata-Ratas Instrument A
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
(n=10)
No Aspek yang Dinilai Hasil % Keterangan
1 Pengkajian 100 Pengkajian yang dilakukan sudah baik. Dari
masing-masing item sudah diisi dengan
lengkap.
2 Diagnosa 90 Penulisan diagnose sudah baik namum ada
beberapa yang tidak menggunakan PES.
3 Perencanaan 85 Perencanaan sudah baik akan tetapi belum
melibatkan keluarga dan pasien dalam
membuat rencana
4 Implementasi 90 Implementasi sudah baik akan tetapi ada
beberapa tindakan yang dilaksanakan tidak
mengacu pada rencana keperawatan
5 Evaluasi 100 Evaluasi yang dilakukan sudah masuk dalam
kriteria baik
6 Catatan Asuhan Keperawatan 100 Catatan asuhan keperawatan yang dilakukan
sudah baik
Rata-rata 94,1%
b. Hasil evaluasi penerapan SAK dengan standart instrument B
Instrumenrt B merupakan instrument untuk menilai persepsi pasien dan keluarga
terhadap mutu asuhan keperawatan yang telah diberikan. pengumpulan data dilakukan
dengan cara memberikan kuisioner kepada 10 pasien atau keluarga pasien di ruang Marwa
yang telah di rawat selama 3 hari dan pasien dalam persiapan pulang.
Tabel 2.34
Persepsi penialaian Mutu Asuhan Keperawatan
Di ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo (N=10)
No Kriteria Ya Kadang Tidak
N % N % N %
1 Perawat memperkenalkan diri kepada pasien 9 90% 1 10 % - -
2 Dalam melayani pasien, perawat bersikap ramah 10 100% - - - -
dan sopan
3 Perawat menjelaskan peraturan atau tata tertib 10 100% - - - -
rumah sakit saat pertama kali Anda masuk rumah

37
sakit
4 Perawat menjelaskan tentang fasilitas yang 10 100% - - - -
tersedia di RS pada pasien baru
5 Perawat menjelaskan tentang dimana tempat- 7 70% 3 30% - -
tempat penting untuk kelancaran perawatan
(kamar mandi, ruang perawat, tata usaha, dll)
6 Perawat menjelaskan tujuan perawatan pada 10 100% - - - -
pasien
7 Ada perawat atau kepala ruangan yang 8 80% 2 20% - -
menginformasikan pasien tentang perawat yang
bertanggung jawab terhadap pasien
8 Perawat memperhatikan keluhan pasien 10 100% - - - -
9 Perawat menanggapi keluhan pasien 10 100% - - - -
10 Perawat memberikan keterangan tentang masalah 10 100% - - - -
yang dihadapi pasien
11 Perawat memberikan penjelasan sebelum 10 100% - - - -
melakukan tindakan keperawatan
12 Perawat meminta persetujuan kepada pasien atau 10 100% - - - -
keluarga sebelum melakukan tindakan
keperawatan
13 Perawat menjelaskan prosedur tindakan yang akan 8 80% 2 20% - -
dilakukan sebelum melakukan tindakan
14 Perawat menjelaskan resiko atau bahaya suatu 5 50% 5 50% - -
tindakan pada pasien sebelum melakukan tindakan
15 Perawat memberikan penjelasan atau keterangan 9 90% 1 10% - -
dengan lengkap dan jelas
16 Perawat selalu memantau atau mengobservasi 10 100% - - - -
pasien secara rutin
17 Perawat selalu menjaga kebersihan rumah sakit 10 100% - - - -
18 Perawat melakukan tindakan keperawatan dengan 10 100% - - - -
terampil dan percaya diri
19 Dalam melakukan tindakan keperawatan. perawat 10 100% - - - -
selalu berhari-hati
20 Setelah melakukan tindakan keperawatan, Perawat 10 100% - - - -
selalu menilai kembali keadaan Anda
Jumlah 186 93% 14 7%
Hasil pengkajian tanggal 29 Maret 2018
Interpretasi Data:
berdasarkan kuesioner di dapatkan hasil dengan jawaban Ya sebesar 186 (93%), yang berarti
pasien merasa puas dengan pelayanan yang telah diberikan di Ruang Marwa.

c. Hasil Evaluasi penerapan SAK dengan standart Instrumen C


Observasi pada tindakan keperawatan di ruang Marwa pada tanggal 29 Maret-1 Mei 2018.
Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.35
Instrument C
Instrumen Observasi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo

38
Jenis kegiatan Aspek yang dinilai Observasi ket
1. dressing a. Kriteria persiapan
infus 1) Berikan penjelasan tentang tujuan dan prosedur tindakan -
2) Standart infuse/gantungan infuse
3) cairan yang akan diberikan √
4) Infus set √
5) kapas alcohol √
6) idine providone (betadine dll) √
7) Gunting verban √
8) Plester / hipafix √
9) Pengalas √
10) Tourniqiut -
11) Bengkok √
12) I.V cathter sesuai ukuran √
b. Kriteria pelaksanaan √
1) perawat mulai pelaksanaan dengan mengucapakan salam
2) Alat-alat didekatkan ke pasien √
3) perawat cuci tangan
4) meneliti ulang cairan yang akan diberikan dan gantungan √
infuse pada tempatnya -
5) Tutp botol cairan di buka, lalu tusukan infuse set ke botol √
infuse
6) Tutup jarum infuse di buka, cairan dialirkan sampai √
keluar sehingga udara tidak ada dalam selang infuse lalu
diklem dan jarum infuse set ditutup kembali √
7) menentukan vena yang akan ditusuk
8) pasang pengalas
9) lengan bagian atasnya yang akan diatas dibendung √
dengan tourniquet -
10) desinfeksi area yang akan dengan povidone iodine √
kemudian dibersihkan dengan kapas alcohol dengan
diameter 5-10 cm √
11) Memasukkan jarum infuse/ abocath pada vena yang telah
ditentukan dengan ujung jarum manghadap keatas
12) Bila berhasil darah akan keluar (dengan dilihat pada pipa √
saluran, maka pembendung dilepaskan lalu jarum
dilepaskan dan jarume infuset dipasang lalu klem dibuka
13) Melakukan fixasi: jarum dantempat tusukan ditutup √
dengan plester/hepafix
14) Menghitung jumlah tetesan sesuai dengan kebutuhan
15) Bagian yang dipasang infuse diatur letaknya supaya
jangan digerak-gerakan selama infuse dipasang agar √
jarum infuse tidak bergerak, bila perlu dipasang spalk dan
informasikan jika buat jalan atau ke toilet botol infuse √
letaknya lebih tinggi dari posisi jantung supaya darah √
tidak keluar / lapor perawat sebelum ke toilet
16) Pasien dirapikan dan alat-alat dibereskan
17) Perawat cuci tangandan mengakhiri tindakan dengan
mengucapkan hamdallah
18) Catat waktu pemasangan jenis cairan dan jumlah tetesan
serta respon klien √


39
Total 26
Presentase 86,6%

Jenis kegiatan Aspek yang dinilai Observasi Ket


2. memberikan kriteria persiapan:
obat melalui 1) Spuit disposable sesuai kebutuhan. √
injeksi 2) kapas alcohol √
3) Kikir ampul -
4) Obat yang akan diberikan √
5) Pasien diberikan penjelasan √
Kriteria pelaksanaan:
1) Cuci tangan √
2) mempertahankan prinsip aseptic √
3) membaca etiket obat √
4) Memasukan dosis obat √
5) memasukan obat ke dalam spuit, kemudian udara dalam √
spuit dikeluarkan
6) Mengatur posisi pasien √
7) Menentukan daerah yang akan diinjeksi √
8) Mendesinfeksi kulit sesuai dengan jenis injeksi √
9) Memasukan jarum sesuai teknik penyuntikan melalui √
aspirasi
10) Memasukan obat dengan perlahan √
11) Memperhatikan respon Pasien √
12) Mencabut jarum perlahan √
13) Mendesinfeksi kulit /daerah injeksi dengan kapas alcohol √
14) Memeriksa respon pasien

Total 18
Presentase 94,7%
sumber: Data primer diolah tanggal 28 Maret - 1 Mei 2018
Intrepetasi Data
Hasil observasi tindakan di ruang Marwa terhadap 2 tindakan keperawatan yang dilakuka
menunjukkan nilai rata-rata 88%, Hal ini menunujukan bahwa tindakan keperawatan yang
dilakukan diruang Marwa dikategorikan Baik atau sudah mengacu pada Protap/standart
yang ada.
d. Penilaian Mutu Asuhan Keperawatan Instrument ABC
Pada penilaian mutu Asuhan Keperawatan, dapat diperoleh dengan wawancara, observasi,
kuesioner, dokumentasi Asuhan Keperawatan dan tindakan pelayanan Asuhan keperawatan
yang dilakukan. Nilai mutu asuhan keperawatan dari keseluruhan instrument adalah:

40
Tabel 2.36
Hasil Evaluasi Total Instrument ABC
Di Ruang Marwa RSU ‘Aisyiyah Ponorogo
Ruang Marwa Nilai Instrument (%) Rata-rata
A B C %
94,1 93 88 91,7 %
Sumber: Rekapitulasi indtrument ABC di ruang Marwa tanggal 1 Mei 2018
Interpretasi Data:
secara keseluruhan rata-rata nilai penjumlahan instrument ABC adalah 91,7%, hal ini
menunujukan bahwa mutu asuhan keperawatan di ruang Marwa dalam kategori Baik.

2. Hasil Evaluasi Mutu pelayanan keperawatan


Dalam evaluasi mutu pelayanan yang dilakukan pihak rumah sakit tahun 2012 ini
dilakukan dengan menggunakan system akreditasi Rumah Sakit dan juga ISO 9001:2008. Di
tahun 2012 ini RS masih dalam tahap menyiapkan untuk akreditasi seperti ketenagaan,
dokumentasi, dan juga telah dilakukan evaluasi secara ketat agardalam tahap persiapan berjalan
lancar dan dalam tahappersiapan ini sudah mencapai tahap akhir dan tinggal menyusun pedoman
dalam melakukan akreditasi. Dan tahun 2013 Rumah sakit akan menggunakan akreditasi KARS
Indonesia dengan versi 2012 dan mengacu pada system akreditasi JCI agar mencapai target
menjadi sebuah Rumah Sakit tingkat Madya nantinya.
a. Hasil Evaluasi SKP 1-6
I. SKP 1
Tabel 2.37
Format Pengukuran Ketepatan Identitas pasien
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo
No Pertanyaan Ya Tidak
N % N %
1 Pasien menggunakan gelang identitas 5 100% 0 0%
2 Pasien mengetahui manfaat menggunakan gelang identitas 5 100% 0 0%
3 Pasien mengetahui kerugian tidak memakai gelang identitas 5 100% 0 0%
4 Perawat melakukan verifikasi sebelum memberikan tindakan 5 100% 0 0%
keperawatan
Jumlah 100 100% 0 0%
Sumber: Observasi wawancara tanggal 29 Maret – 1 Mei 2018
Keterangan:
Ya : 1
Tidak : 0
Interpretasi Data
Berdasarakan tabel 2.37 diatas terdapat jawaban Ya sebanyak 100% dan tidak sebanyak
0%. Sampel yang diambil semua mengetahui tentang manfaat dan kerugian dari
pemakain gelang identitas pasien.
II. SKP 2

41
Tabel 2.38
Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo (n=5)
No Komponen SL SR KD TP
1 Tahap pra interaksi
a. mengumpulkan data tentang pasien 5
b. menyiapkan alat 5
c. mencuci tangan sebelum melakukan tindakan 5
2 Tahap Orientasi
a. Memberikan salam dan Senyum 5
b. Melakukan Validasi 5
c. Memperkenalkan nama perawat 4 1
d. Menanyakan nama panggilan kesukaan pasien 3 2
e. Menjelaskan tanggung jawab perawat dan pasien 4 1
f. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan 5
g. Menjelaskan tujuan 4 1
h. Menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan 2 2 1
i. Menjelaskan kerahasiaan 5
3 Tahap kerja
a. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya 4 1
b. Menyanyakan keluhan pasien 5
c. Memulai kegiatan dengna cara yang baik 5
d. Melakukan kegiatan sesuai dengan rencana 5
4 Tahap terminasi
a. Menyimpulakan hasil kegiatan 1 2 2
b. Memberikan reinforcement positif 5
c. Membuat kontrak pertemuan selanjutnya 3 2
d. Mengakhiri kegiatan dengan baik 5
Jumlah 57 35 7 1
Sub total 171 70 7 0
Total 82,6%
Pengkajian tanggal 21-24 Februari 2017
Keterangan:
SL : Selalu (3)
SR : Sering (2)
KD : Kadang (1)
TP : Tidak Pernah (0)
Interpretasi Hasil
Berdasarkan Table 2.38 diatas didapatkan skor total 82,6%. Hal ini menyatakan bahwa
komunikasi terapeutik perawat baik.
III. SKP 3
Table 2.39
Format Pengukuran Penggunaan Obat High Alert
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo (N=5)
No Pertanyaan Ya Tidak
N % N %
1 Perawat melakukan doble crosscheck sebelum pemberian obat 5 100% 0 0%
high alert
42
2 Perawat menjelaskan tujuan pemberian obat High Allert pada 5 100% 0 0%
pasien dan keluarga
3 Perawat melakukan prosedur pemberian obatHigh Allert dengan 5 100% 0 0%
Prinsip 7B
4 Penyimpanan obat high Allert sudah memenuhi ketentuan 5 100% 0 0%
Jumlah 20 100% 0 0%
Hasil pengkajian 21-24 februari 2017
Interpretasi Data:
Berdasarkan tabel 2.39 didapatkan data dengan jawaban Ya sebanyak 100%. Data
tersebut berarti perawat yang diobservasi sudah sesuai dengan standart SKP dan
mengimplementasikan sasaran keselamatan pasien setiap pemberian obat High Allert.
IV. SKP 4
Tabel 2.40
Format Pengukuran 7 benar Obat
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo (N=5)
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Prinsip 7 benar pemberian obat penting diterapakan untuk menghindari 5 0
kesalahan pemberian obat
2 Mengecek identitas pasien (gelang, idendtitas atau papan nama pasien) akan 5 0
menambah beban kerja perawat
3 Pendokumentasian dilakukan segera setelah obat diberikan 5 0
4 Sebelum memberikan obat, label dicek sebanyak 3 kali 2 3
5 Perawat memberikan informasi mengenai tujuan pemberian obat ( nama obat, 3 2
manfaat, Rute/cara,, efek samping)
Jumlah 20 5
Presentase 80 % 20 %
Hasil pengkajian 21-24 Februari 2017
Interpretasi Hasil:
Berdasarkan tabel 2.40 diatas didapatkan jawaban Ya sebanyak 80% dan Tidak sebanyak
20%. Pada data tersebut dalam kategori baik, akan tetapi masih ada beberapa item yang
belum optimal yaitu dalam hal pengecekan label obat sebanyak 3x.
V. SKP 5
Tabel 2.41
Format Pengukuran Pencegah Pasien Jatuh
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo
No Pertanyaan Ya Tidak
N % N %
1 Perawat melakukan Assesment resiko jatuh 5 100% 0 0%
2 Perawat melakukan upaya pencegahan resiko jatuh: 5 100% 0 0%
a. Memasang gelang resiko jatuh pada pasien
b. Memasang papan resiko jatuh
c. Memasang pengaman tempat tidur
3 Perawat memberikan informasi dan edukasi pencegahan 5 100% 0 0%
resiko jatuh pada pasien dan keluarga
Jumlah Presentase 20 100% 0 0%
Sumber: Observasi Wawancara tanggal 21-24 Februari 2017
43
Interpretasi Hasil:
Berdasrkan tabel 2.41 siatas didapatkan data dengan jawaban Ya sejumlah 100% dan
Tidak sejumlah 0%, Hal tersebut dalam kategori baik dan perlu dipertahankan.
VI. SKP 6
Tabel 2.42
Format Pengukuran Pencegahan Infeksi
Di Ruang Marwa RSUA Ponorogo
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Mencuci tangan Sebelum kontak dengan pasien 3 2
2 Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan aseptif 5 0
3 Mencuci tangan sebelum kontak dengan cairan tubuh pasien 5 0
4 Mencuci tangan sebelum kontak dengan pasien 5 0
5 Mencuci tangan setelah kontak dengan lingkungan pasien 5 0
6 Mensterilkan alat-alat kesehatan setelah tiap kali habis dipakai 5 0
7 Mengganti selang infuse dan abbocath setiap 3 hari sekali 5 0
8 Menggunakan sarung tangan, masker dan baju khusus tiap kali mengganti balut 5 0
luka
9 Memberikan informasi bagi pasien dan keluarga agar menjaga kebersihan di 5 0
rumah Sakit
10 Melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan teknik aseptic 5 0
11 Baskom mandi dibersihkan sebelum dan sesudah dipakai 5 0
12 Spuit digunakan tidak lebih dari 1 kali 5 0
13 Sampah medis dipisah dengansampah non medis 5 0
Jumlah 63 2
Presentase 97% 3%
Sumber: Observasi wawancara tanggal 21-24 Februari 2017

Interpretasi Hasil:
Berdasarkan tabel 2.42 diatas didapatkan jawaban Ya 97%dan Tidak 3%. Hal ini berarti
Baik dan perlu dipertahankan. Agar lebih optimal perlu ditingkatkan budaya cuci tangan
sebelum kontak dengan pasien.

3. Efisiensi Ruang Rawat (BOR, LOS, TOI)

Tabel 2.43
Rerata indikaator efisiensi
Di Ruang Marwa RSU’ Aisyiyah Ponorogo
Januari- Desember 2016

No Tahun BOR LOS TOI


1 2016 61.86% 3 2.98
STANDRAT 67.53% 3.36 1.87
Sumber : Data Rekam Medis 2016
Interpretasi Data
a. BOR ( Bed Occupancy Rate )

44
BOR diruang Marwa selama satu tahun terakhir dengan rata – rata 61, 86 % dengan demikian
pemakaian tempat tidur belum efisien
b. LOS (Leght Of Stay )
Lama perawatan pasien di ruang Marwa sebesar 3 hari, lama rata – rata hari perawatan sudah
sesuai standar.
c. TOI ( Turn Over Internal )
Di ruang Marwa rata – rata suatu tempat tidur kosong sebesar 2,98 hari. Dengan demikian
waktu rata- rata tempat tidur kosong kurang dari standar nasional yaitu 1 – 2 hari.

45
E. Analisis Hasil Pengkajian
Tabel 2.44
ANALISIS SWOT
No Analisis Swot Bobot Rating Bobot x Rating
1 Man (M1)
a. Internal Faktor
Strenght
1. Adanya pengembangan staf berupa 0.3 4 1.2 S-W
pelatihan dan sebanyak 95% perawat = 3.3 – 2
telah mengikuti pelatihan. =1.3
2. Jenis Ketenagaan: D3 Keperawatan 10 0.4 3 1.2
orang (2 orang mengikuti pendidikan
s1 Keperawatan)
3. Masa Kerja >15 tahun sebanyak 2 0.2 3 0.6
orang, 5-15 tahun sebanyak 5 orang,
sedangkan <5 tahun 3 orang
4. Adanya pelatihan perawat (PPI, 0.1 3 0.3
APAR, Hand higiene)
TOTAL 1 3.3
Weakness
1. Ketenagaan perawat yang kurang saat 0.5 2 1.0
pasien penuh
2. 90 % perawat belum mengikuti 0.5 2 1.0
pelatihan MAKP
TOTAL 1 2
b. Eksternal Faktor 4 1.2
Opportunity
1. Adanya kesempatan melanjutkan 0.3 O-T
pendidikan ke jenjang yang lebih = 3.2 – 2
tinggi = 1.2
2. Adanya kerja sama yang baik antar 0.2 3 0.6
mahasiswa keperawatan dengan
perawat klinik
3. Adanya mahasiswa S1 Keperawatan 0.2 3 0.6
profesi ners yang praktik manajemen
keperawatan
4. Adanya kebijakan pemerintah 0.1 2 0.2
tentang profesionalisasi perawat
5. Adanya program akreditasi RS dari 0.1 3 3
pemerintah dimana MAKP
merupakan salah satu penilaian
TOTAL 1 3.2
Threatened
1. Adanya tuntutan tinggi dari 0.2 3 0.6
masyarakat untuk pelayanan yang
lebih professional
2. Makin tingginya kesadaran 0.2 3 0.6
masyarakat akan hukum
3. Makin tinggi kesadaran masyarakat 0.3 3 0.9
akan pentingnya kesehatan
4. Persaingan antar Rumah Sakit 0.1 2 0.2

46
5. Terbatasnya kuota tenaga 0.2 3 0.6
keperawatan yang melanjutkan
pendidikan tiap tahun
TOTAL 1 2
2 Money (M2)
a. Internal Faktor
Strenght 0.4 3 1.2 S-W
1. Ada pendapatan dari jasa pelayanan = 3.6-3
rumah sakit berupa remunerasi = 0.6
2. Sistem administrasi sudah terpusat 0.6 4 2.4
TOTAL 1 3.6
Weakness
1. Rumah sakit tidak mendapatkan dana 1 3 3
APBN dan APBS
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor 4 2.6
Opportunity O-T
1. Semua pengeluaran dibiyai oleh 0.6 = 3.8-3
institusi = 0.8
2. Ada kesempatan untuk 0.4 3 1.2
menggunakan instrument medis
dengan Re-use sehingga menghemat
biaya
TOTAL 1 3.8
Threatened
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi 1 3 3
dari masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan yang lebih
professional
TOTAL 1 3
3 Methode (M3)
a. Internal Faktor
Strenght S–W
1. RS memiliki visi, misi, dn motto 0.2 4 0.8 3,2 – 3,4
sebagai acuan melaksanakan kegiatan = - 0,2
pelayanan
2. Sudah ada model MAKP yang 0.2 3 0.6
digunakan yaitu model fungsional
3. Supervisi sudah dilakukan kepala 0.1 3 0.3
ruangan
4. Ada kemauan perawat untuk berubah 0.1 2 0.2
5. Mempunyai standar asuhan 0.1 2 0.2
keperawatan
6. Mempunyai protap setiap tindakan 0.1 4 0.4
7. Adanya kepuasan pasien kinerja 0.1 3 0.3
perawat
8. Terlaksana komunikasi yang adekuat: 0.1 4 0.4
perawat dan tim kesehatan lain
TOTAL 1 3,2

47
Weaknes
1. Five Moment cuci tangan kadang lupa 0,3 2 0,6
dilakukan
2. SAK belum fokus pada kasus anak 0,4 4 1,2
3. Protap belum belum fokus pada anak 0,4 3 1,6
TOTAL 1 3,4
b. Eksternal Faktor
Opportunity O-T
1. Adanya Mahasiswa S1 Keperawatan 0.5 4 2.0 = 3.3 – 3.0
praktik manajemen keperawatan = 0.3
2. Ada kebijakan pemerintah tentang 0.2 2 0.4
profesionalisasi perawat
3. Adanya kebijakan RS tentang MAKP 0.3 3 0.9
TOTAL 1 3.3
Threathened
1. Persaingan antar RS 0.3 4 1.2
2. Adanya tuntutan masyarakat yang 0.4 3 1.2
makin tinggi terhadap peningkatan
pelayanan
3. Makin tinggi kesadaran masyarakat 0.3 2 0.6
akan hokum
TOTAL 1 3.0
4 Matherial dan Machine (M4&M5)
a. Internal Faktor (IFAS) S–W
Strenght 3,6 – 2
1. Mempunyai sarana dan prsarana yang 0,3 4 1,2 = 0,6
memadai untuk pasien, tenaga
keperawatan, dan keluarga pasien
termasuk sarana prasarana untuk
perawat.
2. Terdapat administrasi penunjang 0,2 3 0,6
3. Tersediannya nurse station
4. Pemeliharan dan perawatan sarana dan
prasarana dan kesehatan sudah ada 0,3 4 1,2
0,2 3 0,6
TOTAL 1 3,6
Weakness
1. Sarana administrasi penunjang belum 0,5 2 1
dimanfaatkan
2. Tempat berimain yang belum memiliki 0,5 2 1
fasilitas bermain
TOTAL 1 2
b. Eksternal Faktor (EFAS)
Opportunity O–T
1. Adanya maintenence sarana dan 0,6 3 1,8 2,8 – 2,0
prasarana yang rusak dan bagian = 0,8
pengadaan barang (AC, SYRICE
PUMP)
2. Adanya program uji fungsi khusus alat 0,4 2 0,8
baru
TOTAL 1 2,8
48
Trathmend
1. Makin tinggi kesadaran masyrakaat 0,6 2 1,2
akan pentingya kesehatan
2. Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat
untuk mencuki saran dan prasarana 0,4 2 0,8

TOTAL 1 2,0
5 RONDE KEPERAWATAN
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength S–W
1. Bidang keperawatan dan ruangan 0,4 3 1,2 2,8 – 3
mendukung adanya kegiatan ronde = -0,2
keperawatan
2. Adanya kemauan perawat untuk 0,2 2 0,4
berubah
3. Adanya mahasiswa S1 keperawatan 0,4 3 1,2
profesi ners yang praktek dan
melakukan ronde
TOTAL 1 2,8
Weakness
1. Ronde keperawatan adalah kegiatan 1 3 3
yang belum dilakukan secara teratur
di ruang Marwa
TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktro (EFAS)
Opportunity O–T
1. Adanya pelatihan dan seminar 0,5 3 1,5 3,5 – 3
tentang menejemen keperawatan = 0,3
2. Adanya kesempatan dari kepala 0,5 4 2,0
ruang untuk mengadakan ronde
keperawatan pada perawat dan
mahasiswa praktek
TOTAL 1 3,5
Trathmend
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi 1 3 3
dari masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan yang profosional
TOTAL 1 3
6 Timbang Terima
a. Internal Faktor (IFAS)
Strenght 0,2 2 0,4 S-W
1. Kepala ruangan memimpin kegiatan 2,8-8
timbang terima setiap hari. 0,3 3 0,9 = 0,8
2. Adanya laporan jaga setiap sift 0,3 3 0,9
3. Timbang terima sudah merupakan
kegiatan rutin yang telah dilaksanakan.
4. Adanya kemauan perawatan untuk 0,2 3 0,6
melakukan timbang terima.

TOTAL 1 2,8
Weakness
49
1. Pelaksanan timbang terima masih 1 2 2
belum optimal, khususnya dari sift sore
ke malam

TOTAL 1 2
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Opportunity
1. Adanaya mahasiswa S1 yang praktek 0,4 4 1,6 O-P
menejemen keperawatan. 3,4 – 3,0
2. Adanay kerja sama yang baik antara 0,3 3 0,9 = 0,4
mahasiswa S1 keperawatan dengan
perawat ruangan.
3. Kebijakan RS ( bidang keperawatan) 0,3 3 0,9
tentang timbang terima

TOTAL 1 3,4
Treathemend
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari
masyarakat untuk mendapatkan 0,5 3 1,5
pelayanan keperawatan yang
profesional.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat
tentang tangung jawab dan tangung 0,5 3 1,5
gugat perawat sebagai profesi asuham
keperawatan.

TOTAL 1 3,0
7 Sentralisasi Obat
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Tersedianya sarana dan prasarana untuk 0,3 4 1,2
pengelolaan sentralisasi obat S-W
2. Kepala ruang mendukung kegiatan 0,2 3 0,6 3,3 – 3
sentralisasi obat = 0,3
3. Sudah dilaksanakan kegitan sentralisasi 0,3 3 0,9
obat oleh perawat berkolaborasi dengan
depo farmasi
4. Ada lembar pendokumentasian obat 0,2 3 0,6
yang di terima setiap pasien

TOTAL 1 3,3
Weaknes
1. Pelaksanaan sentralisasi obat diruang 1 3 3
marwa menggunakan sistem unit dose
dispending (UDD) namun sebagaian
obat pada praktiknya masih
menggunakan One day dose (ODD)
seperti pemberian obat yang berbentuk
sirup
TOTAL 1 3
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Oportunity O–P
50
1. Adanya mahasiswa profesi ners yang 0,5 4 2,0 3,3 – 3
praktik manajemen = 0,3
2. Kerja sama yang baik antara perawat
dan mahasiswa profesi ners 0,5 3 1,3
TOTAL 1 3,3
Threatned
1. Adanya tuntutan pasien untuk 0,5 3 1,5
mendapatkan pelayanan yang
profesional
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat
akan hokum 0,5 3 1,5
TOTAL 1 3
8 Supervisi
a. Internal Faktor (IFAS)
Strength
1. Supervisi telah dilaksanakan 0,4 3 1,2
2. Telah ada program pelatihan dan 0,3 3 0,9 S–W
sosialisasi tentang superfisi 3,0 – 3,3
3. Kepala ruangan mendukung dan 0,3 3 0,9 = -0,3
melaksanakan superfisi

TOTAL 1 3,0
Weakness
1. Belum mempunyai format yang 0,3 4 1,2
baku dalam pelaksanaan superfisi
2. Superfisi belum terstruktur dan tidak 0,4 3 1,2
ada formulir penilaian yang tetap
3. Belum ada dokumentasi superfisi yang 0,3 3 0,9
jelas
TOTAL 1 3,3
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Oportunity O–T
1. Adanya mahasiswa profesi ners yang 0,3 4 1,2 =3,3 – 3
praktek manajemen keperawatan = 0,3
2. Adanya reward dalam bentuk pelatihan, 0,2 3 0,6
sekolah maupun jasa bagi yang
melaksanakan pekerjaan dengan baik
3. Adanya teguran kepala ruangan kepada 0,2 3 0,6
perawat yang tidak melaksanakan tugas
dengan baik 0,9
4. Hasil superfisi dapat dilakukan sebagai 0,3 3
pedoma untuk daftar prestasi pegawai

TOTAL 1 3,3
Threatned
1. Tuntutan pasien sebagai konsumen 1 3 3
untuk mendapatkan pelayanan yang
professional
TOTAL 1 3
9 Dokumentasi
a. Internal Faktor (IFAS)
51
Strength S–W
1. Tersedianya sarana dan prasarana 0,3 3 0,9 3,2 – 2,5
dokumentasi untuk tenaga kesehatan = 0,7
(sarana administrasi penunjang)
2. Sudah ada sistem pendokumentasian 0,3 4 1,2
3. Format asuhan keperawatan sudah ada 0,2 3 0,6
4. Adanya kesadaran perawat tentang 0,1 3 0,3
tanggungjawab dan tanggung gugat
5. Observasi status pasien lengkap 0,1 3 0,2
TOTAL 1 2,5
Weakness
1. SAK dan SOP belum maksimal 0,5 3 1,5
digunakan
2. Pengawasan terhadap sistematika 0,5 2 1,0
pendokumentasian secara optimal
TOTAL 1 1,5
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Opportunity 0,2 3 0,6 O–T
1. Adanya program pelatihan 0,3 3 0,9 = 3,2 – 3
2. Peluang perawa untuk meningkatka = 0,2
pendidikan (pengembangan SDM)
3. Mahasiswa profesi ners praktek 0,2 3 0,6
manajemen untuk mengembangkan
sistem dokumentasi PIE
4. Kerjasama yang baik antara mahasiswa 0,2 3 0,6
dan perawat
5. Sistem MPKP yang diterapkan 0,1 2 0,2
mahasiswa profesi ners
TOTAL 1 3,2
Threatned
1. Tingkat kesadaran masyarakat (pasien 0,5 3 1,5
dan keluarga) akan tanggungjawab dan
tanggung gugat
2. Persaingan RS dalam memberikan
pelayanan keperawatan 0,5 3 1,5
TOTAL 1 3
10 Mutu
a. Internal Faktor (IFAS)
Strenght 0,3 3 0,9 S –W
1. Kepuasan pasien terhadap pelayanan 3,3 – 3
kesehatan di RS 0,2 3 0,6 = 0,3
2. Rata – rata BOR cukup baik
3. Adanya variasi karakteristikdari pasien 0,2 3 0,6
(BPJS, umum, ASKES)
4. Sebagai tempat praktik mahasiswa
keperawatan D3, S1 maupun profesi 0,3 4 1,2
ners
TOTAL 1 3,3
Weaknes
1. Beberapa tindakan yang belum sesuai 0 0
prosedur

52
TOTAL 1 3
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Opportunity
1. Adanya Mahasiswa profesi ners praktik 0,5 4 2,0 O–T
manajemen keperawatan 3,5 – 3,0
2. Kerjasama yang baik antara perawat 0,5 3 1,5 = 0,5
dan mahasiswa
TOTAL 1 3,5
Treatned
1. Adanya peningkatan standart 0,6 3 1,8
masyarakat yang harus di penuhi
2. Persaingan RS dalam memberikan 0,4 3 1,2
pelayanan kesehatan
TOTAL 1 3,0
11 Discharge planning
a. Internal faktor (IFAS)
Strenght S–W
1. Tersedianya sarana prasarana discharge 0,4 4 1,6 3,4 – 3
planning diruang untuk pasien pulang = 0,4
(format atau kartu DP)
2. Adanya resume pasien pulang 0,3 4 1,2
3. Perawat memberikan pendidikan
kesehatan secara informal kepada pasien 0,3 2 0,6
atau keluarga selama di rawat atau
pulang
TOTAL 1 3,4
Weakness
1. Kurang tepatnya penempatan leaflet 1 3 3

TOTAL 1 3
b. Ekternal Faktor (EFAS)
Opportunity O–T
1. Adanya mahasiswa profesi ners yang 0,5 3 1,5 = 3 – 2,7
melakukan praktek manajemen = 0,3
keperawatan
2. Adanya kerja sama yang baik antara 0,5 3 1,5
mahasiswa profesi ners dengan perawat
Klinik
Total 1 3
Threatment
1. Adanya tuntutan masyarakat untuk 0,4 3 1,2
mendapatkan pelayanan keperawatan
yang profesional
2. Makin tingginya kesadaran masyarakat 0,3 2 0,4
akan pentingnya kesehatan
3. Persaingan antar RS yang semakin ketat 0,3 3 0,9
TOTAL 1 2,7
12 Prepost Conferents S–W
a. Internal faktor (IFAS) 3,4 – 3
Strenght = 0,4
1. Pre-post sudah dilakukan 0.4 4 1,6
53
2. Pembagian tugas kepada perawat 0.6 3 1,8
sudah dilakukan dengan baik
TOTAL 1 3,4
Weakness
1. Pre-post digabung dengan timbang 1 3 3
terima
TOTAL 1 3
b. Ekternal Faktor (EFAS) 0–T
Opportunity 3-2,5
1. Adanya mahasiswa profesi ners yang 0,5 3 1,5 = 0,5
praktek manajemen keperawatan
2. Adanya kerja sama yang baik antara 0,5 3 1,5
mahasiswa dan perawat ruangan
TOTAL 1 3
Threatment
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi 0,5 2 1
dari masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan keperawatan yang
profesional.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat 0,5 3 1,5
tentang tangung jawab dan tangung
gugat perawat sebagai profesi
asuham keperawatan.
TOTAL 1 2,5

54
F. Prioritas Masalah

PENENTUAN PRIORITAS MASALAH ANALISIS SWOT

MASALAH SKOR ANALISIS SWOT PERINGKAT KONDISI


IFAS EFAS
Supervisi -0,3 0,3 1 Trun around
M3 (Metode) -0,2 0,3 2 Trun around
Ronde -0,2 0,3 3 Trun around

PENENTUAN MASALAH DENGAN CARL

NO MASALAH C A R L TOTAL PERINGKAT


1 M3 4 4 3 3 144 2
2 Ronde Keperawatan 4 3 3 3 108 3
3 Timbang terima 4 3 3 2 72 5
4 Supervisi 5 4 3 3 180 1
5 Dischard Planning 4 4 3 2 96 4
6 Pre-Post Conferens 3 3 3 2 54 6

55
BAB III
PLANNING OF ACTION

Tabel 3.1
PLANNING OF ACTION (POA) PRAKTIK MANAJEMEN DI RUANG MARWA
RSU ‘AISYIYAH PONOROGO

No Masalah Tujuan Program/Kegiatan Indikator/ Target Penanggung Waktu


Keberhasilan Jawab
1 Supervisi Mampu 1. Mengajukan proposal 1. Spervisi Prakoso 1-8
menerapkan pelaksanaan alur supervisi terdokumentasi Maret
supervisi 2. Melaksanakan supervisi dengan baik dan
keperawatan bersama-sama perawat dan benar
dengan benar kepala ruang
3. Mendokumentasikan hasil
pelaksanaan supevisi
keperawatan
2 Methode (M3) Mampu 1. Melakukan demonstrasi cuci 1. Cuci tangan Farida 1-21
melakukan cuci tangan setiap pagi dilakukan dalam 5 Februari
tangan, terdpat 2. Membuat 3 SAK Ispa, moment
SAK dan protap Pnemunia & Thyipoid 2. 3 SAK berhasil
yang berfokus dibuat
pada anak
3 Ronde Keperawatan Ronde 1. Mementukan pasien untuk 1. Ronde keperawatan Iman 15-21
keperawatan ronde sudah teraksana Maret
terlaksana 2. Mempersiapkan ronde bersama perawat
dengan optimal keperawatan ruangan dan tenagan
sesuai prosedur 3. Melaksanakan rode medis lainnya.
keperawatan (strategi dan
materi)
4 Discharge Planning Pada saat pasien 1. Bekerja sama dengan ruangan 1. Tersedianya leaflet Ma,rifatul 10- 15
pulang mendapat untuk menempatkan leaflet di di tempat yang Maret

56
penyuluhan dan tempat yang mudah terjangkau ditentukan dan
leaflet dan memberikan penyuluhan perawat
setiap pasien pulang memberikan
penyuluhan di setiap
pasien pulang.
5 Timbang Terima Timbang terima 1. Melaksanakan timbang terima 1. Timbang terima Bayu 6- 10
dilakukan secara setiap pergantian shift terlaksana setiap sift Maret
efektif dan sesuai 2. Dokumentasi 2. Timbang terima
SOP timbang terdokumentasi
terima
6 Pre-Post Conferent Pre – Post 1. Membuat jadwal dan 1. Terlaksanaan pre- Aris 10 – 15
Conferent menentukan petugas pre-post post conferent Maret
dilakukan setiap conferent
kali sift

57