Anda di halaman 1dari 4

METADATA

INFORMASI DASAR
1 Nama Data : Uang Kartal y ang Diedarkan (UYD)
2 Penyelenggara Statistik : Departemen Statistik, Bank Indonesia
3 Alamat : Jl. M.H. Thamrin No. 2
Jakarta 10350
4 Contact : Divisi Statistik Sistem Keuangan dan Sistem Pembayaran
5 Nomor Telp : +62-21-2981-8165 / +62-21-2981-5237
6 Nomor Fax : +62-21-3864932
7 Email : DSta-DSKP@bi.go.id
DEFINISI DATA

Rasio UYD/Produk Domestik Bruto (PDB) harga berlaku merupakan perbandingan antara posisi
uang kartal yang diedarkan dengan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan
harga pada tahun berjalan. Indikator ini mencerminkan peran uang kartal dalam
perekonomian Indonesia.

Rasio UYD/Konsumsi Rumah Tangga harga berlaku merupakan perbandingan antara uang
kartal yang diedarkan dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang merupakan salah
satu komponen PDB. Indikator ini mencerminkan peran uang kartal sebagai alat pembayaran
pada sektor konsumsi rumah tangga.

Rasio uang kartal yang berada di masyarakat terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) Rupiah
merupakan perbandingan antara uang kartal yang beredar di masyarakat dengan simpanan
nasabah di bank umum. Indikator ini mencerminkan proses giralisasi dan penciptaan uang.
Uang kartal yang berada di masyarkat juga disebut uang kartal yang berada di luar sistem
perbankan.

Rasio Posisi Kas Siap Edar Bank Indonesia terhadap Rata-rata Outflow Bulanan merupakan
perbandingan antara posisi kas siap edar Bank Indonesia pada akhir bulan terhadap rata-rata
penarikan uang kartal oleh perbankan dan masyarakat selama satu bulan. Indikator ini
mencerminkan tingkat kecukupan uang siap edar di Bank Indonesia dalam memenuhi
kebutuhan uang perbankan dan masyarakat jika tidak ada penyetoran uang kartal oleh
perbankan dan masyarakat ke Bank Indonesia.

Rasio Pemusnahan Uang terhadap transaksi Penyetoran Uang Rupiah (Inflow) merupakan
perbandingan antara jumlah uang tidak layak edar yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia
dengan jumlah uang yang masuk ke Bank Indonesia. Indikator ini mencerminkan kebijakan
Bank Indonesia untuk menjaga dan meningkatkan kualitas uang rupiah yang beredar di
masyarakat (clean money policy).

Posisi uang kartal yang beredar di masyarakat dan perbankan (UYD) mengacu pada
http://www.bi.go.id/id/statistik/metadata/sistem-
pembayaran/Documents/MetadataIndikatorPengedaranUang.pdf

Currency Substitution Ratio merupakan suatu indikator proksi untuk mengukur tingkat
substitusi dalam menggunakan mata uang, dalam hal ini antara valuta asing yang diukur
dengan USD dengan Rupiah. Indikator yang digunakan adalah rasio giro valas terhadap M1,
rasio giro valas ditambah deposito valas terhadap MI ditambah deposito rupiah, dan giro valas
ditambah deposito valas ditambah tabungan valas terhadap M1 ditambah deposito rupiah
ditambah tabungan rupiah. Definisi mengenai uang beredar mengacu pada
http://www.bi.go.id/id/statistik/metadata/seki/Documents/Uang_Beredar_dan_Faktor_yang_Me
mpengaruhinya.pdf

Rata-rata Outflow Bulanan dalam 1 triwulan adalah nilai rata-rata penarikan perbankan dan
masyarakat dalam 1 bulan berjalan yang dihitung secara rata-rata dalam periode 3 bulan
laporan.

Transaksi penarikan uang rupiah (outflow) merupakan informasi mengenai aliran uang kertas
dan uang logam yang keluar dari Bank Indonesia kepada perbankan dan masyarakat, terdiri
dari penarikan bank umum, penarikan non-bank, kas keliling dalam rangka penukaran,
penarikan dalam rangka kas titipan di bank umum, dan penarikan lainnya.

Transaksi penyetoran uang rupiah (inflow) merupakan informasi mengenai aliran uang kertas
dan uang logam yang masuk dari perbankan dan masyarakat ke Bank Indonesia, terdiri dari
setoran bank umum, setoran non-bank, kas keliling dalam rangka hasil penukaran,
penyetoran dalam rangka kas titipan di bank umum, dan penyetoran lainnya.

Selisih Transaksi Penarikan/Penyetoran Uang Rupiah merupakan selisih antara transaksi


penyetoran uang rupiah (Inflow) dan transaksi penarikan uang rupiah (outflow). Net Inflow
transaksi uang kartal berarti jumlah penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia lebih besar
daripada jumlah penarikan uang kartal dari Bank Indonesia. Sementara itu, net outflow
transaksi uang kartal berarti jumlah penyetoran uang rupiah (inflow) lebih kecil daripada
penarikan uang rupiah (outflow)

UYD berdasarkan pecahan (denominasi) merupakan pengklasifikasian uang berdasarkan jenis


pecahannya, yang terdiri dari uang kertas (UK) yang terdiri dari pecahan Rp1000, Rp2000,
Rp5000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000) dan uang logam (UL) yang terdiri
dari Rp1, Rp2, Rp5, Rp25, Rp50, Rp100, Rp200, Rp500 dan Rp1000. Pengklasifikasian
denominasi rupiah juga dapat terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) yang terdiri dari Rp20.000
keatas dan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang terdiri dari Rp10.000 kebawah.

Pemusnahan Uang Berdasarkan Pecahan merupakan pengklasifikasian uang berdasarkan jenis


pecahan uang tidak layak edar yang telah dimusnahkan oleh BI, yang terdiri dari uang kertas
dan uang logam.
CAKUPAN DATA

Cakupan:
Indikator Pengelolaan Uang mencakup 3 kelompok data, yakni :
A. Rasio indikator uang kartal terhadap indikator perekonomian dan sistem keuangan
1. Rasio Posisi UYD terhadap Produk Domestik Bruto (harga berlaku)
2. Rasio Posisi UYD terhadap Konsumsi Rumah Tangga (harga berlaku)
3. Rasio Posisi Uang Kartal yang Beredar di Masyarakat terhadap Dana Pihak Ketiga pada
Perbankan dalam rupiah
4. Rasio Posisi Kas Siap Edar BI terhadap Outflow Bulanan
5. Rasio Pemusnahan Uang terhadap Transaksi Penyetoran Uang Rupiah (Inflow)
6. Currency Substitution Ratio, yang terdiri dari:
a. Rasio Giro valas terhadap M1
b. Rasio Giro valas ditambah Deposito valas terhadap MI ditambah Deposito rupiah
c. Rasio Giro valas ditambah Deposito valas ditambah Tabungan valas terhadap M1
ditambah Deposito Rupiah ditambah Tabungan Rupiah
B. Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) terdiri dari :
1. Posisi uang kartal yang beredar di masyarakat (currency outside banks)
2. Posisi uang kartal di khazanah bank umum (cash in vault)
C. Transaksi Uang Kartal melalui Bank Indonesia
1. Rata-rata Outflow Bulanan
2. Transaksi penarikan uang rupiah (outflow), yang dibagi menjadi penarikan bank
umum, penarikan non bank, kas keliling dalam rangka penukaran, kas titipan di bank
umum, dan penarikan lainnya.
3. Transaksi penyetoran uang rupiah (inflow), yang dibagi menjadi penyetoran bank
umum, penyetoran non bank, kas keliling dalam rangka penukaran, kas titipan di bank
umum, dan penyetoran lainnya.
4. Net transaksi penarikan/penyetoran uang rupiah, yang merupakan selisih transaksi
penarikan dan penyetoran uang rupiah.
D. Komposisi UYD berdasarkan pecahan
E. Pemusnahan Uang berdasarkan Pecahan

Satuan:
Kelompok data A (kecuali A.4) dinyatakan dalam persen. Sub kelompok data A.4 dinyatakan
dalam bulan
Kelompok data B, C, D dan E dinyatakan dalam miliar
Valuta :
Kelompok data B,C,D dan E dalam Rupiah

PERIODISASI PUBLIKASI
Triwulanan
KETEPATAN WAKTU PUBLIKASI
Dua bulan dua minggu setelah akhir triwulan laporan
JADWAL PUBLIKASI KEDEPAN/ADVANCE RELEASE CALENDAR (ARC)
ARC terlampir
SUMBER DATA
• Bank Indonesia – Sistem Administrasi Perkasan (BISAK)
• Enterprise Data Warehouse Sistem Informasi Pengedaran Uang (EDW-SIPU)
• Bank Indonesia Sentralisasi Otomasi Sistem Akunting (BI-SOSA)

METODOLOGI
Data uang kartal yang beredar di masyarakat disusun dari EDW SIPU yang direkonsiliasi
dengan BI-SOSA dan Posisi Neraca Bank Indonesia, sedangkan data outflow dan inflow
bersumber dari Laporan Bulanan yang disampaikan oleh seluruh Satuan Kerja Kas di Bank
Indonesia dan EDW SIPU.

Proses pengumpulan dan penghitungan :

• Uang Kartal Yang Beredar di Masyarakat dan Perbankan, disusun dari gabungan posisi
rekening kas per pecahan seluruh Satuan Kerja Kas Bank Indonesia. Data Rekening Kas yang
tercatat di Bank Indonesia Sentralisasi Administasi Kas (BISAK) dikirim secara online dan
diolah melalui Enterprise Data Warehouse Sistem Informasi Pengedaran Uang (EDW SIPU).
Selanjutnya data direkonsiliasikan dengan Data Akuntansi Bank Indonesia yang ditarik dari
Bank Indonesia Sentralisasi Otomasi Sistem Akunting (BI-SOSA).

• Penghitungan Uang Kartal Yang Beredar di Masyarakat dan Perbankan mengacu pada
http://www.bi.go.id/id/statistik/metadata/sistem-
pembayaran/Documents/MetadataIndikatorPengedaranUang.pdf

• Transaksi Penarikan Uang Rupiah (Outflow) Uang Kartal disusun dari gabungan transaksi
uang kartal per pecahan yang keluar ke perbankan dan masyarakat dari seluruh Satuan Kerja
Kas Bank Indonesia. Data transaksi yang tercatat di Bank Indonesia Sentralisasi Administrasi
Kas (BISAK) dikirim secara online menjadi Laporan gabungan transaksi dan posisi rekening
kas per pecahan seluruh Satuan Kerja Kas Bank Indonesia yang kemudian diolah melalui
Enterprise Data Warehouse Sistem Informasi Pengelolaan Uang (EDW SIPU).

• Penghitungan jumlah Transaksi Penarikan Uang Rupiah (Outflow) Uang Kartal merupakan
jumlah transaksi bayaran uang kartal dari BI ke perbankan dan non bank, penukaran uang
keluar melalui loket BI dan kas keliling serta transaksi uang kartal keluar kas titipan.

• Transaksi Penyetoran Uang Rupiah (Inflow) Uang Kartal disusun dari gabungan transaksi
uang kartal per pecahan yang masuk dari perbankan dan masyarakat ke seluruh Satuan
Kerja Kas Bank Indonesia. Data transaksi yang tercatat di Bank Indonesia Sentralisasi
Administrasi Kas (BISAK) dikirim secara online menjadi Laporan gabungan transaksi dan
posisi rekening kas per pecahan seluruh Kantor BI yang kemudian diolah melalui Enterprise
Data Warehouse Sistem Informasi Pengelolaan Uang (EDW SIPU).

• Penghitungan jumlah Transaksi Penyetoran Uang Rupiah (Inflow) Uang Kartal uang kartal
merupakan jumlah transaksi setoran uang kartal dari BI ke perbankan dan non bank,
penukaran uang masuk melalui loket BI dan kas keliling serta transaksi uang kartal masuk
kas titipan.

• Penghitungan Pemusnahan Uang Rupiah disusun dari hasil sortasi terhadap transaksi uang
kartal per pecahan yang disetorkan oleh perbankan dan hasil penukaran masyarakat dari
seluruh Satuan Kerja Kas Bank Indonesia yang sudah tidak layak edar. Data jumlah
pemusnahan uang rupiah tidak layak edar tersebut tercatat di Bank Indonesia Sentralisasi
Administrasi Kas (BISAK) dikirim secara online menjadi Laporan gabungan pemusnahan uang
rupiah tidak layak edar per pecahan seluruh Satuan Kerja Kas Bank Indonesia yang kemudian
diolah melalui Enterprise Data Warehouse Sistem Informasi Pengelolaan Uang (EDW SIPU).

Metode pencatatan :
Metode pencatatan yang digunakan mengikuti Pedoman Kebijakan Akuntansi Keuangan Bank
Indonesia (PKAK BI) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang sejalan dengan
International Accounting Standard (IAS).
INTEGRITAS DATA
Data merupakan data final pada saat dipublikasikan, kecuali disebutkan lain. Revisi data
dilakukan pada publikasi berikutnya setelah kekeliruan data ditemukan.
Perubahan terhadap metodologi akan diinformasikan ketika data dengan metodologi baru
tersebut dikeluarkan untuk pertama kalinya.
AKSES DATA

Data dapat dilihat pada Website BI (http://www.bi.go.id/id/statistik)