Anda di halaman 1dari 10

C A H AYA (OPTIK GEOMETRIK)

Cahaya memiliki sifat-sifat : dapat dipantulkan (refleksi), dapat dibiaskan (Refraksi), dapat dipadukan (
interferensi), dapat diuraikan (dispersi), dapat dikutubkan (polarisasi), dan merambat dalam ruang hampa
dengan kecepatan 3 x 108 m/s. Sumbar cahaya adalah benda-benda yang dapat memancarkan gelombang
cahaya. Benda-benda ini terdiri atas sumber cahaya alamiah contoh matahari dan bintang dan sumber cahaya
buatan contoh nyala lilin, lampu pijar dll.
1. Benda gelap adalah benda yang tidak berpijar. Benda gelap terdiri dari benda tak tembus cahaya, benda
bening, dan benda tembus cahaya.
2. Benda tak tembus cahaya adalah benda yang tidak dapat meneruskan cahaya, seperti dinding, bumi, bulan,
dan batu.
3. Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan cahaya, seperti : kaca bening, air jernih, dan udara.
4. Benda tembus cahaya adalah benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya, seperti kertas buram, air
keruh, dan plastik buram.
5. Bayang-bayang terbentuk karena cahaya merambat lurus dan tidak menembus benda. Bayang-bayang ada 2
macam, yaitu : umbra (Bayang-bayang gelap) dan penumbra (bayang-bayang kabur).

PEMANTULAN CAHAYA
Garis
Sifat pemantulan cahaya telah diselidiki oleh Willebord Snellius (1591-
Sina Sin 1626). Hukum pemantulan cahaya (Snellus) berbunyi :
r Normal ar
a. Sinar datang, Sinar pantul, dan garis normal selalu terletak pada satu
data Pa
ng ntu bidang pantul.
i r
l b. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)
Cermin
Pemantulan
Datar Cahaya ada dua jenis, yaitu pemantulan baur (difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan
baur adalah pemantulan cahaya yang tidak teratur disebabkan cahaya jatuh pada benda yang permukaannya
kasar. Pemantulan teratur adalah pemantulan cahaya yang teratur disebabkan cahaya jatuh pada benda yang
permukaaannya sangat halus.

Pemantulan Baur/Difus Pemantulan Teratur


Benda dapat terlihat oleh mata karena ada cahaya dari benda atau yang dipantulkan benda itu yang sampai ke
mata. Berkas cahaya/sinar ada 3 macam yaitu :
a. Berkas cahaya/sinar sejajar
b. Berkas cahaya/sinar memancar (divergen)
c. Berkas sinar/cahaya menumpul (konvergen)

a. Sinar c. Sinar Mengumpul


b. Sinar Memancar
Sejajar (konvergen)
(divergen)

BAYANGAN NYATA DAN BAYANGAN MAYA/SEMU


Bayangan nyata adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan sinar-sinar pantul. Bayangan nyata tak
dapat dilihat oleh mata, tetapi dapat ditangkap oleh layar (tembok,lantai, dan sebagainya) contoh : bayangan
benda yang terkena sinar matahari.
Bayangan maya/semu adalah bayangan yang terjadi karena perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul.
Bayangan maya dapat dilihat langsung oleh mata, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar. Contoh : gambar
benda di cermin datar.

CERMIN
Cermin adalah benda yang permukaannya mengkilap serta bersifat memantulkan cahaya dan dapat membentuk
bayangan. Cermin ada 2 macam Yaitu : cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung ada 2 yaitu :
Cermin cembung dan cermin cekung.

1. CERMIN DATAR
Cermin datar adalah cermin yang permukaannya rata.
Sifat-sifat Cermin Datar, Yaitu :
1. Jarak bayangan ke cermin (Si) sama dengan jarak benda ke cermin
2. Tinggi bayangan yang terbentuk (hi) sama dengan tinggi bendanya
3. Posisi bayangan sama dengan posisi bendanya
4. Bayangan bersifat maya, karena bayangan terdapat dibelakang cermin.
5. Jarak bayangan selalu diberi tanda negatif (-)
6. Bayangan selalu bertukar sisi dengan bendanya

1
2. CERMIN CEKUNG
Cermin cekung adalah cermin lengkung yang permukaannya melengkung ke dalam dan dapat memantulkan
cahaya. Cermin cekung bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya/sinar). Apabila berkas sinar sejajar
dijatuhkan pada permukaan cermin cekung, maka sinar-sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik yang
disebut titik api/titik fokus(F).
Bagian-bagian cermin cekung :
Keterangan :
SU = Sumbu Utama
O = Titik potong permukaan cermin dan sumbu utama
R III R II RI R IV F = Titik Fokus/titik api
f = Jarak titik fokus (F=2M)
M = Titik pusat kelengkungan
R I = Ruang I R II = Ruang II
f
R III = Ruang III R IV = Ruang IV

Sinar –sinar istimewa pada cermin cekung :


a. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus

b. Sinar datang yang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama

c. Sinar datang yang melalui titik pusat kelengkungan (M) akan dipantulkan melalui titik itu juga

Rumus pembentukan bayangan pada cermin cekung :

Keterangan :
1 1 1 1 1 2 So = Jarak benda ke cermin
  atau  
So Si f So Si R Si = Jarak bayangan ke cermin
f = Titik Fokus
R = Jari-jari kelengkungan cermin
Sedangkan untuk pembesaran bayangannya digunakan rumus :
Keterangan :
M = Pembesaran
Si hi So = Jarak benda ke cermin
M   Si = Jarak bayangan ke cermin
So ho ho = Tinggi benda
hi = Tinggi bayangan
Rumus Cepat :
a. Menentukan jarak fokus (f) :
Si  So
f=
Si  S 0
b. Menentukan Jarak Bayangan (Si):
So  f
Si =
So  f
c. Menentukan Jarak Benda (So):
Si  f
So =
Si  f

2
 Aturan letak pembangunan ruang untuk letak benda dan bayangan pada cermin cekung adalah :
Ruang benda + Ruang bayangan = 5

Sifat-sifat bayangannya adalah :


a. Jika benda di Ruang I, maka :
- Bayangan di Ruang IV
- Bayangan Bersifat maya, tegak dan diperbesar
b. Jika benda di Ruang II, maka :
- Bayangan di Ruang III
- Bayangan bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar
c. Jika benda di Ruang III, maka :
- Bayangan di Ruang II
- Bayangan bersifat nyata, terbalik dan diperkecil
 MENENTUKAN SIFAT BAYANGAN DENGAN PENGHITUNGAN :
Untuk menentukan sifat-sifat bayangan dengan penghitungan dipakai aturan :
a. Jika Si bernilai positif, maka bayangannya bersifat nyata, dan terbalik di depan cermin
b. Jika Si bernilai negatif maka bayangannya bersifat maya dan tegak di belakang cermin
c. Jika pembesaran (M) nilainya lebih besar dari satu, maka sifat bayangannya diperbesar
d. Jika pembesaran (M) nilainya satu atau lebih kecil dari satu (pecahan), maka sifat bayangannya
diperkecil
 MANFAAT CERMIN CEKUNG
Cermin cekung biasanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan sinar-sinar pantul (konvergen) misalnya pada
lampu senter diberi reflektok, juga pada peralatan laboratorim, misalnya pada mikroskop yang berfungsi untuk
mendapatkan cahaya untuk menerangi preparatnya.

3. CERMIN CEMBUNG
Cermin cembung adalah cermin lengkung yang bagian luarnya mengkilap dan dapat memantulkan cahaya.
Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar-sinar pantul (divergen). Bayangan pada cermin cembung selalu
bersifat maya, tegak di belakang cermin dan diperkecil. Cermin cembung dipergunakan untuk kaca spion motor
atau mobil dimana bayangan benda pada kaca spion menjadi lebih kecil dari benda sebenarnya sehingga daerah
pandang ke belakang kendaraan menjadi lebih luas.
Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung :
c
c. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan
b seolah-olah datang dari titik fokus
a
d. Sinar datang yang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan
sumbu utama
O F M e. Sinar datang yang menuju titik pusat kelengkungan akan dipantulkan
seolah-olah berasal dari titik pusat kelengkungan cermin.

Rumus pembentukan bayangan pada cermin cembung :


Keterangan :
1 1 1 1 1 2 So = Jarak benda ke cermin
   atau   Si = Jarak bayangan ke cermin
So Si f So Si R f = Titik Fokus
R = Jari-jari kelengkungan cermin

Sedangkan untuk pembesaran bayangannya digunakan rumus :


Keterangan :
M = Pembesaran
Si hi
M   So = Jarak benda ke cermin
Si = Jarak bayangan ke cermin
So ho ho = Tinggi benda hi = Tinggi bayangan

PEMBIASAN CAHAYA
Pembiasan (refraksi) cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya. Pembiasan cahaya disebabkan medium
(zat Perantara) yang dilalui cahaya berbeda kerapatam optiknya yang menyebabkan kecepatan cahaya pada
medium itu berbeda pula. Contoh : Cahaya dari udara ke kaca, dari air ke kaca, dari udara ke air, dan
sebagainya kelihatan bengkok/membelok. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pembiasan cahaya adalah
cakra optik. Hukum Snellius pada pembiasan Cahaya menyatakan :
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
b. Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium yang rapat dibiaskan mendekati garis normal
c. Sinar datang dari medium rapat ke medium yang kurang rapat dibiaskan menjahui garis normal
d. Sinar datang yang tegak lurus dengan bidang batas tidak dibiaskan, melainkan diteruskan.

3
Garis Normal
Sinar
Sinar Garis Normal Datang
Datang
Medium yang
Medium yang i optiknya kurang
i optiknya rapat i = Sudut
i = Sudut rapat
Datang
Datang

Medium yang r = Sudut


r Sinar Bias Medium yang
optiknya kurang Bias
optiknya rapat r
rapat
r = Sudut
Bias
Sinar Bias

INDEKS BIAS
Indeks bias mutlak adalah perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang hampa dan cepat
rambat cahaya dalam medium lain. Indeks bias medium yang rapat itu lebih besar dari indeks bias medium yang
kurang rapat. Sebaliknya indeks bias medium kurang rapat itu lebih kecil dari indeks bias medium yang rapat.
Indeks Bias mutlak dirumuskan :
nm = Indeks Bias Mutlak
c c = Cepat rambat cahaya dalam ruang hampa, yaitu 3 x 10 8 m/s
nm  cm = Cepat rambat cahaya dalam satu medium
cm
PEMBIASAN PADA PRISMA
Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang bersudut. Besarnya sudut antara
kedua permukaan itu disebut sudut pembias (). Apabila seberkas cahaya masuk pada salah satu permukaan
prisma maka cahaya tersebut akan dibiaskan dari permukaan prisma yang lain.
Sudut deviasi adalah sudut yang diperoleh dari perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma.
Besarnya sudut Deviasi berubah-ubah bergantung pada sudut datang (i). Sudut deviasi dirumuskan :
D = I + r1 -

LENSA
Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang yang dua-duanya lengkung atau salah satunya
adalah bid ang datar. Berdasarkan bentuk permukaannya lensa dibedakan menjadi :
a. Lensa cembung dua (bikonveks)
b. Lensa cembung datar (plankonveks)
c. Lensa cembung cekung (konveks konkaf)
d. Lensa cekung dua (bikonkaf)
e. Lensa cekung datar (plankonkaf)
f. Lensa cembung cekung (kankaf konveks)

LENSA CEMBUNG
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya dan bersifat
konvergen (mengumpulkan cahaya). Bila seberkas sinar sejajar sumbu utama menuju lensa cembung maka akan
dibuaskan melalu satu titik yang disebut titik api utama (titik fokus).
Sinar-sinar istimewa lensa cembung :
a. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus utama (F2).
b. Sinar datang yang melalui titik fokus (F1) dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.
c. Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.

4
Pembentukan bayangan pada lensa cembung :
a. Pembentukan berada di F1, bayangan tidak terjadi.
b. Benda berada diantara F1 dan 2F1, bayangan terbentuk di atas 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan
diperbesar.
c. Benda berada di F1 dan O, bayangan di atas 2F1 sifatnya, maya tegak, dan diperbesar.
d. Banda berada tepat di 2F1, maka bayangan terbentuk tepat di 2F2 sifatnya nyata, terbalik, dan sama
besar.
e. Benda berada di atas 2 F1 maka bayangannya akan berada di antara F2 dan 2F2 sifatnya nyata, terbalik,
dan diperkecil.

Lensa Cekung
Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya dan bersifat
menyebarkan berkas cahaya (divergen).
Sinar-sinar istimewa lensa cekung :
a. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama keluar dari lensa seolah-olah berasal dari titik fokus utama
(F2)
b. Sinar datang yang menuju titik fokus utama F1 dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.
c. Sinar datang yang melalui pusat optik lensa tidak dibiaskan melainkan diteruskan.

Pembentukan bayangan pada Lensa Cekung :


a. Benda di antara F1 dan O, maka bayangan terbentuk di atas 2F1 sifatnya maya, tegak, diperkecil.
b. Benda diantara F1 dan 2F1, maka bayangan diatas 2F2 sifat bayangannya maya, tegak, diperkecil.
c. Benda di F1, maka bayangan terbentuk di atas 2F1 sifatnya maya, tegak, diperkecil.
d. Benda di 2F1 maka bayangan terbentuk di atas 2f2 sifatnya maya, tegak diperkecil.
e. Pada Lensa berlaku juga Rumus sebagaimana pada cermin.

DISPERSI CAHAYA
Cahaya Polikromatik adalah cahaya yang terdiri dari bermacam-macam warna. Contohnya cahaya putih.
Chaya Monokromatik adalah cahaya yang hanya memiliki satu panjang gelombang saja (Tidak dapat terurai
menjadi cahaya lain ) Contoh : sinar Merah, Sinar jingga, Sinar Kuning, Sinar hijau, Sinar biru, dan sinar Ungu.
Dispersi cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik menjadi cahaya monokromatik.

Dispersi Cahaya Pada Prisma


Merah
Jingga
Kuning
Hijau
Biru
Ungu

5
ALAT OPTIK
Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa dan cermin yang memanfaatkan sifat cahaya yang dapat
dipantulkan dan dibiaskan yang dimanfaatkan untuk melihat. Alat optik ada 2 macam, yaitu alat optik alamiyah
yaitu mata, dan alat optik buatan seperti kaca mata, kamera, lup/lensa pembesar, mikroskop,
teleskop/teropong, periskop, episkop, diaskop, dan sebagainya.

MATA
1. Bagian-bagian mata :
Retina a. Kornea ; bagian terluar bola mata. Kornea merupakan bagian
lapisan tipis yang bening dan dapat tembus cahaya.
Saraf Mata Kornea b. Aqueous Humor ; cairan yang terdapat di belakang kornea.
Aqueous Humor berfungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk
Pupil ke dalam mata
Lensa Mata c. Lensa Mata ; lensa yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan
Aqueous Humor elastis. Berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh
cairan aqueus humor di depan lensa. Lensa mata berfungsi
Iris sebagai lensa cembung yaitu pembentuk bayangan yang bersifat
Vitreous Humor nyata, terbalik dan diperkecil.
d. Iris Otot
; selaput di depan lensa mata yang membentuk celah lingkaran. Iris berfungsi mengatur banyak
Penggerak
sedikitnya cahaya yang boleh masuk melalui pupil. Iris juga berfungsi memberi warna pada mata.
Bola Mata
e. Pupil; celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi untuk mengatur banyak tidaknya cahaya yang
masuk ke bola mata. Apabila cahaya yang masuk ke mata sangat kuat, pupil akan menyempit. Sehingga
cahaya yang masuk ke bola mata lebih sedikit. Apabila cahaya yang masuk ke mata redup, maka pupil akan
melebar sehingga cahaya yang masuk lebih banyak.
f. Retina atau selaput jala ; berfungsi sebagai layar penangkap bayangan.
g. Bintik kuning ; bagian pada retina yang sangat peka terhadap cahaya. Agar bayangan jelas, bayangan harus
terbentuk di retina tepat di bintik kuning.
h. Saraf optik; saraf yang menghubungkan bintik kuning dengan otak sehingga sinyal-sinyal bayangan dari bintik
kuning sampai ke otak. Selanjutnya otak akan menerjemahkannya.

Daya akomodasi mata adalah kemampuan mata untuk mengubah kecembungan lensa mata baik menebal
atau menipis supaya menghasilkan bayangan tepat pada retina. Mata dapat melihat benda dengan jelas apabila
benda berada dalam jangkauan penglihatan, yaitu antara titik dekat mata ( punctum proximum/PP ) dan titik
jauh mata ( Punctum Remotum/PR ). Titik dekat mata normal rata-rata adalah 25 cm. sedangkat titik terjauh
mata normal adalah tidak terhingga (~)

CACAT MATA
Cacat mata dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : Miopi ( rabun jauh), Hipermetropi (rabun dekat ) dan
presbiopi ( mata Tua )
MIOPI HIPERMETROPI PRESBIOPI
(RABUN JAUH) (RABUN DEKAT) (MATA TUA)
a. PP = 25 cm, PR < ~ a. PP > 25 cm, PR = ~ a. PP > 25 cm, PR < ~
b. Bayangan jatuh di depan b. Bayangan jatuh di belakang b. Tergantung obyek/benda
retina pada benda jauh lensa jauh atau dekat

c. Jenis kacamata : lensa cekung c. Jenis kaca mata : Lensa c. Jenis kacamata : bifocal
(-) cembung (+)
100 100 Melihat jauh : Lensa atas (-)
P=- P=4- melihat dekat : lensa bawah
PR Sn (+)
Sn = titik dekat

6
KAMERA
Kamera (alat memotret) adalah alat untuk menghasilkan foto. Kamera yang sederhana disebut kamera
obskura. Persamaan kamera dengan mata antara lain : menggunakan lensa cembung, celah diafragma berfungsi
sama dengan isir, film, tempat film sama dengan bintik kuning pada mata. Bayangan yang dihasilkan kamera
bersifat Nyata, terbalik, dan diperkecil

LUP
Lup adalah alat optik yang berfungsi mengamati benda kecil agar tampak besar dan jelas dengan
menggunakan lensa cembung. Bayangan yang dihasilkan lup bersifat Maya, Tegak dan Diperbesar
Pembesaran pada lup :
Sn
M= (tak berakomodasi )
f
Sn
M=  1 (berakomodasi maksimum)
f
M = pembesaran, Sn = Jarak baca normal ( 25 cm ) f = jarak fokus

MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat optik untuk melihat benda-benda yang sangat kecil agar tampak
lebih besar dan jelas. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung : lensa okuler (dekat
mata) dan lensa objektif (dekat benda). Fokus obejektif lebih kecil dari fokus okuler.
Lensa Objektif menghasilkan bayangan nyata terbalik, diperbesar. Bayangan ini sekaligus
manjadi benda bagi lensa okuler.
Sifat Bayangan Akhir pada mikroskop adalah Maya, terbalik dan diperbesar.
Persamaan dalam mikroskop sama dengan persamaan pada lensa cembung,
karena lensa objektif dan okuler merupakan lensa cembung. Sedang perbesaran
mikroskop sama dengan perkalian dari perbesaran lensa objektif dan okuler.
Keterangan :
M = Pembesaran Mikroskop
M ob = Pembesaran Lensa Objektif
M
M ok = Pembesaran Lensa Okuler
M ob x M ok

Panjang mikroskop merupakan jumlah jarak bayangan lensa objektif dengan jarak benda lensa okuler.
Secara matematis panjang mikroskop dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan:
d : panjang mikroskop (m atau cm)
s' ob : jarak bayangan lensa objektif (m atau cm)
s' ok : jarak bayangan lensa okuler (m atau cm)

Teleskop (Teropong)
Teropong adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda.
Teropong yang letaknya jauh agar tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong juga sering disebut teleskop.
Teleskop pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei. Teropong ada dua macam, yaitu teropong bintang
dan teropong bumi. Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa, sedangkan
teropong bumi digunakan untuk mengamati benda-benda di bumi yang letaknya jauh dari pengamat.

a. Teropong bintang
Teropong bintang sederhana terdiri atas dua buah lensa cembung yang berfungsi sebagai lensa objektif dan
lensa okuler. Pengamatan benda-benda angkasa dengan menggunakan teropong bintang dilakukan dengan
mata tidak berakomodasi.
Bayangan yang terbentuk pada teropong bintang bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
Perbesaran pada teropong bintang dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut.

Sedangkan panjang teropong bintang dapat dicari dengan rumus

7
b. Teropong Bumi
Teropong bumi sering disebut sebagai teropong yojana atau teropong medan. Teropong bumi terdiri atas tiga
buah lensa cembung, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan lensa pembalik. Perhatikan proses pembentukan
bayangan pada teropong bumi berikut ini

Bayangan yang terbentuk pada teropong bumi bersifat nyata, tegak, dan diperkecil. Bayangan benda pada
teropong bumi bersifat tegak karena adanya lensa pembalik yang berfungsi membalik bayangan dari lensa
objektif. Panjang teropong bumi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Periskop
Periskop merupakan teropong yang digunakan pada kapal selam. Periskop berfungsi untuk
melihat permukaan laut tanpa memunculkan badan kapal selam. Perhatikan gambar di samping !
Sebuah periskop terdiri atas dua buah lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa okuler serta dua buah
prisma siku-siku sama kaki. Ketika seberkas cahaya mengenai lensa objektif, cahaya tersebut akan
diteruskan menuju prisma siku-siku pertama. Prisma siku-siku pertama akan memantulkan berkas cahaya
tersebut menuju ke prisma siku-siku kedua. Berkas cahaya yang menembus prisma siku-siku kedua akan
diteruskan ke lensa okuler.

8
Nama :
Tanggal :

1. Berikut yang bukan merupakan sifat cahaya adalah ....


a. memerlukan medium untuk merambat c. dapat dibiaskan
b. dapat dipantulkan d. termasuk gelombang elektromagnetik
2. Bayangan yang dibentuk oleh cermin datar bersifat ....
a. nyata, terbalik, dan diperkecil c. maya, tegak, dan sama besar
b. nyata, sama besar, dan tegak d. nyata, terbalik, dan diperbesar
3. Sebuah benda diletakkan 8 cm di depan lensa cembung yang memiliki jarak fokus 12 cm. Letak
bayangan adalah ...
a. 24 cm di depan lensa c. 48 cm di depan lensa
b. 24 cm di belakang lensad. D. 48 cm di belakang lensa
4. Cahaya dapat mengalami pembiasan apabila cahaya itu melalui medium yang berbeda .....
a. Kerapatan optiknya b. Warnanya c. Permukaannya d. Arah rambatnya
5. Sebuah benda diletakkan 30 cm di depan cermin cekung yang jarak fokusnya 20 cm. Bayangannya terletak
pada jarak .....
a. 12 cm di depan cermin c. 60 cm di depan cermin
b. 12 cm di belakang cermin d. 60 cm di depan cermin
6. Benda gelap yang meneruskan hampir semua cahaya yang diterimanya adalah ....
a. Benda tembus cahaya c. Benda Licin
b. Benda Kusam d. Benda Bening
7. Berikut ini macam-macam berkas cahaya, kecuali ....
a. Divergen b. Baur c. Konvergen d. Sejajar
8. Bayangan sebuah benda terletak 24 cm di depan sebuah cermin cekung. Jika fokus cermin itu 6 cm, maka
jarak benda ke cermin tersebut adalah ....
a. 8 cm b. 12 cm c. 24 cm d. 48 cm
9. Mata disebut alat optik karena ....
a. memiliki lensa c. menggunakan kacamata
b. memiliki saraf d. memiliki otot
1. Di bawah ini adalah bermacam-macam cacat mata, kecuali ….
a. miopi c. emetropi
b. hipermetropi d. mata tua
2. Kacamata berlensa cekung dapat menolong penderita cacat mata….
a. rabun dekat c. rabun senja
b. rabun jauh d. mata tua
3. Alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil adalah ….
a. mikroskop c. kamera
b. teropong d. OHP
4. Cacat mata presbiopi disebabkan oleh keadaan lensa mata yang tidak dapat . . .
a. Meneba c. menebal dan menipisl
b. Menipis d. melebar dan menyempit
5. Jika kita ingin memotret suatu obyek dari jarak jauh, kita menggunakan kamera . . .
a. Berlensa sudut lebar c. berlensa yang dapat mencakup semua obyek
b. Berlensa tele d. berlensa cekung
6. Bagian kamera yang berfungsi untuk mengatur masuknya cahaya disebut . . .
a. Plat film b. diafragma c. shutter d. lensa
7. Alasan mengapa lensa negative digunakan pada kaca mata penderita rabun jauh adalah . . .
a. Bersifat menyebarkan sinar
b. Bersifat membentuk bayangan nyata
c. Bersifat membantu penglihatan
d. Bersifat memperjelas benda.
8. Berikut ini merupakan persamaan antara mata dan kamera, kecuali . . .
a. Sifat bayangan yang terbentuk
b. Adanya layar untuk menangkap bayangan
c. Adanya pengaturan jumlah cahaya yang masuk
d. Kemampuan perubahan jarak focus lensa
9. Sifat bayangan akhir yang dibentuk oleh mikroskop dibandingkan dengan bendanya adalah . . .
a. Maya, terbalik, diperbesar c. nyata, terbalik, diperbesar
b. Maya, tegak, diperbesar d. nyata, tegak, diperbesar
10. Alat optic yang digunakan untuk melihat benda yang terletak diangkasa adalah . . .
a. Mikroskop c. teropong bumi

9
b. Teropong bintang d. periskop
11. Alat optic yang digunakan untuk melihat benda yang terletak di permukaan bumi adalah . . .
a. Mikroskop c. teropong bumi
b. Teropong bintang d. periskop
12. Teropong yang sering digunakan di kapal selam adalah . . .
a. Mikroskop c. teropong bumi
b. Teropong bintang d. periskop
13. Fungsi prisma siku-siku pada periskop adalah . . .
a. Pembentuk bayangan nyata
b. Pembentuk bayangan yang diperbesar
c. Pembelok cahaya dan pembalik bayangan
d. Pembalik bayangan dengan pemantulan sempurna

A. Jawablah dengan singkat dan tepat !


1. Jelaskan apa yang dimaksud daya akomodasi mata!
2. Terangkan apa yang dimaksud :
a. punctum proximum
b. punctum remotum
3. Terangkan di mana letak bayangan pada mata rabun dekat!
Bagaimana cara menolongnya?
4. Terangkan dimana letak bayangan pada mata rabun jauh!
Bagaimana cara menolongnya?
5. Bagaimana cara menolong orang presbiopi?
6. Gambarlah bagian-bagian kamera!
7. Bandingkan prinsip kerja kamera dengan mata!
8. Sebutkan 5 macam produk teknologi yang memanfaatkan prinsip cahaya?
9. Apa guna mikroskop?
10. Teropong sederhana dapat dibuat dengan lensa apa?

10