Anda di halaman 1dari 4

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/286699710

UPGRADING COAL: Peningkatan Kapasitas Teknologi, Nilai Tambah dan Daya


Serap Batubara Nasional

Article · March 2012

CITATIONS READS

0 804

1 author:

Hidir Tresnadi
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
26 PUBLICATIONS   2 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Penelitian Kaolin Bangka Sebagai bahan Baku Isolator Tegangan Menengah dan Tinggi View project

Rantai Pasok Industri Nikel View project

All content following this page was uploaded by Hidir Tresnadi on 13 December 2015.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


PERHAPI NEWS PERHAPI NEWS

K
ebutuhan energi, peningkatan ekspor energi. Neraca Sumberdaya Batubara nasional
batubara, serta potensi cadangan dan memperlihatkan bahwa sumberdaya ini cukup
sumberdaya batubara nasional yang berlimpah sebesar 105,187 milyar ton dengan
dimiliki, mendorong para pemangku kepentingan cadangan 21,13 milyar ton. Pemanfaatannya yang
mencari peluang peningkatan kapasitas teknologi dapat digunakan secara langsung dalam bentuk
nasional yang berfokus pada nilai tambah dan padat dan dikonversi menjadi gas maupun cair,
daya serap batubara sebagai pasokan dan ketersediaan teknologi pemanfaatan batubara
konservasi energi. Ditinjau dari segi hukum, ramah lingkungan, Teknologi Batubara Bersih
permasalahan nilai tambah belum memiliki (Clean Coal Technology), yang telah berkembang
perangkat yang secara rinci dapat menjadi pesat, dan merupakan sumberdaya energi yang
referensi bagi para pelaku industri pertambangan paling siap untuk memenuhi keutuhan nasional
sebagai landasannya berpijak. Sementara saat ini dibandingkan sumber energi lainnya.
Undang-undang No 4 tahun 2009 dan PP No 32 Mengakibatkan dicetuskannya pembatasan ekspor
2010 belum mencukupi. Munculnya Rancangan pada Rancangan Per Men tadi.
Peraturan Menteri tentang Peningkatan Nilai
Permasalahan utama neraca batubara,
Tambah Pertambangan (KESDM, Agustus 2011),
sambungnya, adalah pada akurasi cadangan dan
menjadi pembicaraan hangat para pemangku
sumberdaya batubara Indonesia, yaitu belum
kepentingan sektor ini. Sehingga berkembang
adanya dorongan dari pemerintah atas kewajiban
simpang siur isu-isu, industri pertambangan
perusahaan menggunakan SNI untuk menghitung
batubara khususnya, yang terfokus pada adanya
sumberdaya dan cadangan batubara, akibat
kewajiban produsen batubara untuk melakukan
keterikatan mereka pada kontrak dengan pihak
proses pengolahan batubara dan pembatasan
luar yang mempersyaratkan penggunaan Sistem
ekspor batubara yang bernilai kalori < 5.700 Kcal
JORC. Sehingga terjadi perbedaan karena Badan
/ Kg (Adb).
Geologi menggunakan SNI. Meski demikian
Terkait pembatasan ekspor batubara tersebut saat ini dan ke depan neraca sumberdaya
membuat para pakar batubara melakukan kajian dan cadangan batubara harus dan terus
dan pembahasan teknologi Upgrading Coal, diperbaharui, dengan melakukan inventarisasi di
sehingga muncullah Focus Group Discussion daerah terpencil seperti di Maluku dan Papua,
Batubara, yang digagas PERHAPI. Telaah pengkajian potensi batubara untuk tambang
menitikberatkan pada permasalah dampak dalam (underground mining), meminta PKP2B
dan KP Batubara untuk menyampaikan data
UPGRADING COAL:
pembatasan ekspor terhadap batubara berkalori
kurang dari 5.700 kal/gram, yang melibatkan teknis hasil eksplorasi, baik cadangan open pit

Peningkatan Kapasitas Teknologi, Nilai Tambah dan setiap pemangku kepentingan, agar dapat
memberikan masukan-masukan, mencari titik
maupun tambang dalam, kepada ke pemerintah
dengan tembusan kepada institusi yang
Daya Serap Batubara Nasional temu dan solusi terhadap permasalahan nilai dipimpinnya dan ia menghimbau agar mereka
tambah batubara dan pembatasan eskpor melakukan kajian potensi Coal Bed Methane
batubara yang ada dalam rancangan tersebut. (CBM) di wilayah kerjanya. Selain itu, sumberdaya
Sehingga dapat menerima seandainya rancangan hipotetik, seharusnya masuk dalam rancangan
tersebut ditetapkan sebagai peraturan. SNI. Karena bagi pemerintah dan pelaku usaha,
sumberdaya ini sangat penting sebagai modal
Sukhyar, Kepala Badan Geologi, mengungkapkan dasar pengembangan kegiatan selanjutnya. Dan
bahwadalam sasaran bauran energi nasional, ternyata sumberdaya hipotetik ini telah menjadi
batubara menempati urutan pertama (33 % pada informasi penting dalam penentuan IUP.
tahun 2025) dalam penggunaannya sebagai

2 | Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia | 3


PERHAPI NEWS PERHAPI NEWS

Menelisik kapasitas teknologi upgrading coal • Teknologi Upgrading low rank coal saat dan kebutuhan batubara Indonesia meningkat
Yoshiko Ueno mempromosikan Teknologi JCF
nasional yang ada, kita dapat melihat seberapa ini mampu dengan mudah menurunkan tajam dalam beberapa dekade. Sehingga
sebagai teknologi upgrading conversion ramah
dalam teknologi yang mereka miliki. Banyak kadar moisture hingga 13-14 %. Penurunan Indonesia akan berusaha melindungi sumberdaya
lingkungan yang menggunakan low rank coal,
pihak, baik individu maupun perusahaan yang hingga moisture 1 % dapat dilakukan meski energinya dengan menerapkan kebijakan
proses upgrading, dan proses slurrfication untuk
berkecimpung disini. Meski masih berada pada dengan biasa yang sangat mahal. Domestic Market Obligation (DMO). Dari sisi
menghasilkan slurry sebagai pengganti minyak
skala demo plant. Setidaknya peta kapasitas investasi, pemanfaatan teknologi pengolahan
berat. Proses upgrading mampu meningkatkan
teknologi upgrading coal nasional telah dimiliki. Masashi Wakagi, menyatakan bahwa teknologi low rank coal di Indonesia memberikan peluang
kalori batubara 4.000 kal.gram hingga mencapai
Pada beberapa teknologi yang dikembangkan peningkatan nilai kalori batubara ini telah ada di investasi yang cukup prospek. Saat ini Pendopo
6.00 kal/gram. JCF akan memasuki tahap demo
mungkin 3 hingga 5 tahun lagi baru akan masuk Indonesia, Teknologi yang berasal dari Jepang (DH Enery) telah bekerja sama dengan UBC untuk
(operasional) november 2011. Operasional pada
pada tahapan skala komersial. ini menggunakan low rank coal dengan kadar mengembangkan batubara upgraded. Pendopo
tahap komersil direncanakan pada tahun 2015.
kelembaban hingga 60 %, sebagai input utama. mengharapkan kerjasama dari pemerintah
Saat pembatasan hendak dilakukan pada waktu Feasibility study untuk tahap komersil akan segera
Teknologi ini akan memasuki tahapan komersial Indonesia dengan memberikan insentif ekonomi
yang sama penyerapan batubara dalam negeri tak dimulai Kapasitas demo adalah 10.000 ton per
pada tahun 2015. Biaya investasi yang diperlukan dalam setiap pengembangan teknologi.
dapat mengimbangi produksi batubara yang ada tahun dan kapasitas komersil adalah 500.000-
berkisar $ 100 – 150 juta dengan kapasitas 1
sekarang. Salah satu cara untuk menambah daya Taufik Sastrawinata mengetengahkan Teknologi 1.000.000 ton per tahun
juta ton / tahun. Pihaknya sedang melakukan
serap batubara dengan melakukan peningkatan feasibility study bekerjasama dengan PT Pendopo Coal Upgrading Briquetting (CUB) yang
Meski para pakar telah memberikan masukan
nilai tambah batubara melalui peningkatan Energi Batubara untuk pabrik berkapasitas 5 juta menggunakan sistem dryer dan pembriketan
berkenaan teknologi peningkatan nilai tambah
kapasitas teknologi nasional, khususnya teknologi ton / tahun. Namun demikian teknologi ini tidak untuk meningkatkan kalori batubara peringkat
batubara. Rasa skeptis muncul dari kalangan
upgrading low rank coal. Mari kita simak beberapa menghasilkan offgas, belum memiliki konsumen rendah. Teknologi ini ramah lingkungan, tidak
pelaku bisnis batubara, karena teknologi
ulasan pakar dan praktisi di bidang ini. dan masih berada pada tahap demo plant dan menghasilkan debu, tidak menggunakan bahan
upgrading low rank coal, bukan merupakan
belum komersial (dimulai tahun 2006) dan kimia, dan dapat digunakan pada semua jenis
Djamhur Sule, pakar metalurgi batubara, jawaban terhadap energy security Indonesia.
memiliki biaya produksi rendah, $ 15 – 20 / ton. batubara. Biaya investasi teknologi UCB adalah
mengetengahkan Low rank coal adalah batubara Masalah paten juga akan menjadi beban
$ 60 juta dengan kapasitas 1 juta ton / tahun.
dengan kategori sub-bituminous dan lignite. tersendiri. Sedang teknologi baru yang ada
Yos Rosadi Dirasutisna, mengenalkan proses Biaya produksi $ 50,,80 / ton dan produk yang
Batubara kategori ini memiliki kadar inherent belum menjamin keberhasilan teknologinya
yang dikembangkannya, yaitu Coal Upgrading dihasilkan dapat dijual dengan harga $ 80 / ton
moisture (IM) 15-45 %, volatile matter (VM) > 33 sehingga memiliki resiko yang cukup tinggi.
Technolgy (CUT), yang memiliki beberapa tahapan, (5.600 kal / gram). IRR teknologi ini adalah 32 %
%, Hardgrove Index (HGI) > 50 % dan calorivic Karena teknologi-teknologi tersebut masih berada
yaitu Grinding, drying, coating dan briquetting, dengan payback period 2,8 tahun. Saat ini masih
value (CV) yang tinggi. Beberapa faktor yang pada tahapan pilot plant. Walau ada yang sudah
dan cooling. Teknologi ini melelehkan tar yang dalam percobaan skala pilot.
dapat dipertimbangkan pada penerapan teknologi diterapkan dan berhasil tapi belum diuji cobakan
terkandung di batubara untuk mengisi rongga
upgrading coal, yaitu : Harsudi memperkenalkan Geocoal, sebagai terhadap komposisi kualitas batubara Indonesia.
melalui proses pembakaran yang tepat. Teknologi
• Underground Coal Gasification (UGC), CUT ini telah berada pada tahapn Pilot, yang teknologi upgrading low rank coal, yang mampu
Dari aspek non teknis, terdapat beberapa
teknologi ini menggunakan prinsip memiliki kapasitas 3,5 ton / jam, yang mampu meningkatkan kandungan kalori batubara
pendapat yang harus dipertimbangkan jika
gasifikasi, yang yang telah diterapkan di menurunkan kelembaban dari 32,5 % hingga 7,5 sebesar 50-100 %. Dengan Teknologi Geocoal
rancangan Peraturan Menteri tentang Nilai
Rusia. Hambatan pada teknologi ini adalah %, dan mampu meningkatkan kalori dari 3800 dapat diperoleh gross profit hingga $ 20-25 /
Tambah Pertambangan hendak ditetapkan.
pada beban finansial dan hak paten kkal/kg (ARB) ke 6.900 kkal/kg (ARB). Namun ton, sambungnya. Teknologi digunakan untuk
• Coal Conversion Technology, teknologi demikian produk briket yang dihasilkan masih mengeringkan batubara dengan karakteristik Total Ditinjau dari sisi konsumen batubara terbesar,
ini menggunakan prinsip gasifikasi, yang belum stabil. PT Bara Abadi Nusantara kemudian Moisture ™ diatas 25 % hingga menghasilkan PLTU, maka Ahmad Mudakir, PLN mengatakan
dapat digunakan untuk power plant dan mengembangkan teknologi CUT+, yang mampu batubara dengan TM sekecil mungkin di mulut penggunaan batubara sebagai sumber energi
telah diterapkan di Wyoming menghasilkan briket lebih baik dengan kadar pabrik pengguna batubara. Geocoal mampu sesuai dengan arah kebijakan energi nasional
• Coal Crushing Plant Djamhur Sule, kelembaban sekitar 10 %, kalori 5800-6000 kkal/ memodifikasi batubara dengan HGI tinggi hingga 2020, kondisi cadangan dan sumberdaya
Teknologi ini menggunakan prinsip kg, dan memiliki karakter low reabsorpsion. ke rentang 45-50. Teknologi Geocoal sedang batubara yang memadai, kesiapan teknologi
pengurangan Free Moisture (FM) melalui Jumlah penyusutan produk pada CUT+ sangat dalam tahap pengembangan, yang akan dimulai pemanfaatan batubara di PLTU, dan rendahnya
pemisahan partikulat halus dan partikulat rendah. awal 2012 dengan kapasitas awal 150.000- biaya operasional penggunaan batubara
batubara. Teknologi ini telah diaplikasikan di 250.000 ton / tahun. Sedang pada 2011, masih Indonesia dibanding energi lain. Ditinjau dari
PT Batuah. Kazuya Tanaki, mengemukakan bahwa Produksi dalam skala demo. kontrak kerjasama pembelian batubara antara

4 | Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia | 5


PERHAPI NEWS PERHAPI NEWS

PLTU dan industri tambang batubara hingga saat Kementerian Perdagangan, menerangkan bahwa Sementara dari pihak penyusun rancangan
ini adalah kontrak pembelian batubara dengan kebijakan dari pihaknya secara umum terdiri atas Peraturan Menteri tersebut, yaitu Kementerian
kalori 4200-5200 Kal/g. Bahkan PLTU berupaya pengaturan/pengawasan, pelarangan, verifikasi, ESDM, Eddy Prasojo, menjelaskan bahwa :
untuk mengembangkan teknologi yang mampu dan bea keluar. Kebijakan ekspor batubara diatur • Rancangan Peraturan Menteri saat ini
menyerap batubara berkalori di bawah 3500 dalam Permendag No 14/M-Dag/PER/5/2008. sedang dikaji secara internal oleh DJMB,
kkalori/kg. Barang tambang (termasuk batubara) hanya dimana pembahasan dengan stakeholders
dikenakan pengawasan dan verifikasi atas fisik dan dan ESDM dilakukan dalam rentang waktu
Berdasarkan kondisi yang ada sekarang dan September- Februaru 2011.
dokumentasi. Barang tambang belum dikenakan
rencana strategis PLTU ke depan, maka pihaknya • Proyeksi kebutuhan dalam negeri 2011
perlarangan dan bea keluar. Namun demikian
harus melakukan : untuk batubara kalori 5.700 kal/gram ke
Kemendag berencana membuat peraturan/
• `Penyelesaian target 10.000 MW tahap I dan bawah adalah 51,38 juta ton (setelah
pelarangan ekspor untuk spesfikasi batubara
persiapan tahap II penyesuaian kebutuhan PLTU) dengan
tertentu. Beberapa tantangan yang dihadapi
• Persiapan pasokan batubara Indonesia proyeksi produksi 172 juta ton. Bila
dalam mengembangkan kebijakan ekspor industri
untuk mencukupi Target 10.000 MW Tahap I pembatasan ekspor dilakukan, maka
ini antara lain : standarisasi bahan baku, ketepatan
• Penyelesaian teknis / operasional PLTU, 123 juta ton batubara tidak dapat dieskpor
data sebaran produk dan lokasi tambang,
• khususnya operasional dryer pada dan diserap oleh pasar domestik.
disparitas/perbedaan harga batubara di dalam
beberapa PLTU • Bila pembatasan ekspor diberlakukan,
dan luar negeri.
maka pendapatan negara dari PKP2B
Jeffrey Mulyono, pelaku binis batubara, Dari sudut pandang hukum, Alexander Sonny dan IUP berpotensi berkurang sebesar
mengemukakan skenario yang mungkin timbul Keraf, pakar hukum, menguraikan bahwa : $ 916 juta (34,10 % total penerimaan
akibat pembatasan ekspor batubara bernilai lebih • Terdapat tiga peraturan perundangan yang negara) dan memberi efek multiplier
rendah daripada 5700 Kkal/kg, yaitu : berkaitan dengan pengolahan dan berupa pengurangan jumlah tenaga kerja
• Berdasarkan perhitungan BEP, maka pemurnian (peningkatan nilai tambah) (62.496 orang atau 52 60 % total tanaga
perkiraan produksi batubara yang tidak batubara di Indonesia, yaitu UU no 4 kerja) dan pengurangan community
terserap sebagai akibat penetapan batas tahun 2009, PP 23 tahun 2010 dan development ($ 17 juta atau 59,10 % total
ekspor adalah 91,47 juta ton. Potensi (rancangan) Peraturan Menteri. Konsistensi dana CD)
PNBP yang hilang adalah sebesar antara yang berkenaan dengan subjek
US $ 955,03 juta (38,6% dari total Sedang dari pihaknya, Kementerian Perindustrian,
pengolahan serta penggunaan dan
penerimaan negara), 21 perusahaan I Gusti Putu Wiryawan, Kementerian Perindustrian,
penjelasan istilah perlu dikaji lebih
PKP2B akan terkena dampak negatif, tenaga mengusulkan bahwa :
lanjut, karena jika tidak akan berdampak
kerja berkurang sebesar 62.436 orang • Perlu adanya pemisahaan batubara
pada ketidakpastian hukum.
(52,60 % dari total tenaga kerja tambang untuk Indonesia ke depan, apakah
• Pembentukan tim renegosiasi yang
batubara), Community Development (CD) untuk pengembangan industri domestik
mengacu pada penyesuaian Kontrak Karya
berkurang sebesar US $ 17 juta (59,1 % dari dan pemanfaatan sebagai komoditi
dan PKP2B (pasal 169 UU no 4 tahun
total CD) • Pemanfaatan batubara ke depan perlu
2009 ayat b) pada kenyataannya dapat
• Dampak penetapan kebijakan ini akan mempertimbangkan pengembangan
diartikan sebagai penghormatan terhadap
meluas ke sektor keuangan, sosial politik dll. industri domestik sebagai satu rantai /
bentuk kontrak namun “keharusan”
• Penyesuaian kontrak dan pengembangan kesatuan.
perubahan dari segi isi.
teknologi hingga tahap komersial perlu • Sehubungan dengan aturan mengenai
dilakukan untuk menjamin kesiapan indsutri Demikian permasalahan upgrading coal dari sisi
kriminalisasi pada pasal 162 dan dikaitkan
batubara terhadap efek kebijakan teknologi dan sisi non teknisnya diulas.
dengan pasal 9-10 UU 4 tahun 2009,
pembatasan ekspor... diperlukan adanya kepastian kekuatan
hukum UU antara pihak-pihak yang
Sedang jika ditinjau dari kebijakan ekspor
disebutkan pada pasal tersebut.
pertambangan, Herman Sutopo, Dirjen Daglu

6 | Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia Oktober 2011 • Pertambangan Indonesia | 7

View publication stats