Anda di halaman 1dari 16

Tutorial Mengolah Data LiDAR

Global Mapper

1. Mengecek RAW data LiDAR yang masuk kedalam AOI didalam Global Mapper, agar data
LiDAR dapat dibuka didalam Global Mapper dapat mengikuti gambar 1 dibawah ini
2. Setelah setiap data masuk kedalam Global Mapper, lakukan pemilihan data las yang
masuk kedalam AOI agar tidak memberatkan proses pengolahan data di software
Terrasolid Microstation.

Terrasolid Microstation

1. Membuka software Terrasolid Microstatio


2. Buat projek baru pada microstation, dengan mengatur tampilan layar kerja menjadi 3D-DGN
seperti pada Gambar 4 dibawah ini
3. Pada layar kerja tambahkan tools TScan, TModel dan Tphoto agar dapat digunakan saat
pengolahan. Untuk mengaktifkan tools yang dibutuhkan dapat melihat prosesur yang ada
pada gambar 5. Jika berhasil akan muncul tools dilayar kerja seperti yang ada pada gambar
6.

4. Memasukkan AOI pada Terrasolid denan cara Attach file pada References seperti pada
gambar dibawah ini
5. Bentuk file yang akan dimasukkan boleh dalam bentuk DXF atau DGN, pada mosul ini
menggunakan file dengan format DXF. seperti pada gambar dibawah ini
6. Untuk menampilkan aoi yang dimasukkan, klik kanan pada file yang sudah di attach > Merge
into master
7. Klik sembarang pada layar kerja untuk menampilkan aoi, akan muncul kotak seperti pada
gambar lalu klik OK.
8. Klik tool Fit To View, maka akan muncul tampilan seperti gambar

9. Untuk memudahkan kita dalam mengenal aoi yang dibuat, kita dapat mengubah nama aoi
tersebut dengan mengklik kanan pada level manager > ubah Unknown menjadi AOI > OK.
Pada level manager juga harus ditambahkan level manager untuk TILE yang akan dibuat.
10. Dalam pengolahan data lidar, biasanya AOI akan diubah menjadi bagian kecil biasa disebut
dengan tile. Tile ini akan memotong bagian AOI agar saat pemrosesan tidak terlalu berat.
11. Sebelum membuat tile kita harus membuat ukuran grid tiap tile dengan cara: Settings >
design file > Grid lock = 2000 > Grid lock jangan lupa dicentang> OK.
Untuk menampilkan Grid dengan cara: Settings > View Attributes > lalu centang Grid > apply
Tampilan grid

Membuat placing block, untuk membuat tile


12. Membuat projek baru pada define project dengan pada terrascan tools, seperti pada gambar

13. Membuat penamaan block untuk memberi nama pada tiap tile yang akan dibuat. Dengan
cara mengklik Terrascan Settings > Block Name Formulas > Add > Pilih minimum easting dan
minimum northing > emin_nmin > OK.
14. setelah itu buat project baru dengan cara new project > separate project > centang classify
points (dalam tutorial ini menggunakan klasifikasi sesuai dengan standar KNG)>OK
15. Membuat nama tiap tile pada define project > block > add by boundaries

16. Untuk menamai tiles yang dibuat dapat dilakukan dengan cara: define project > block > draw
boundaries > pastikan tiles yang dibuat dalam keadaan aktif (warna ungu)
Setelah itu melakukan import project untuk memasukkan data las, dengan cara : define
project > import files into project > masukkan .las > Add > Done.

Akan muncul kotak dialog seperti pada gambar , biarkan default lalu OK.
Jika muncul tampilan berikut maka proses pembacaan data lidar sedang berlangsung

Setelah proses selesai akan diterima report seperti pada gambar berikut
Tampilan hasil Project yang sudah di import file .las

KLASIFIKASI DATA KE DTM

1. Buka TerraScan main window > Tools > Macro


NB : Process flightnes separately dicentang hanya saat data memiliki file trajectory.

Setelah itu run macro dengan cara: define project > tools > Run Macro
Pada saat melakukan klasifikasi pastikan tiles dalam keadaan aktif, lakukan seperti pada gambar
berikut :

Akan muncul tampilan seperti pada gambar berikut :


Jika berhasil, Terrasolid akan menampilkan report seperti pada gambar :

Lakukan export lattice untuk menghasilkan DTM


Lalu run macro sama seperti prosedur klasifikasi sebelumnya, perhatikan kotak save points > create
new copy artinya data akan dibuat difolder yang baru sesuai dengan yang akan dibuat.

Membuat macro lattice dengan cara :

NB : Setiap output mrmiliki folder yang berbeda, maka dibutuhkan manajen data yang baik agar
tidak lupa apalagi sampai salah penempatan folder.