Anda di halaman 1dari 35

Perkembangan Fisika Klasik

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Sejarah Fisika

Dosen Pengampu: Sodikin, M.Pd

Disusun oleh:

1. Anggun Wijayanti (1611090089)


2. Desmiatun Siti Hasanah (1611090216)
3. Elsy Yani (1611090203)
4. Novtalia Dwi Safitri (1611090081)

PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI RADEN INTAN LAMPUNG

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan bimbinganNya, kami dapat menyelesaikan makalah ini
sesuai dengan waktu yang di rencanakan. Makalah ini membahas mengenai
“PERKEMBANGAN FISIKA KLASIK”.

Makalah ini di susun untuk keperluan persentasi di kampus dalam mata kuliah
Sejarah Fisika jurusan tarbiyah dan keguruan di UIN RADEN INTAN
LAMPUNG, dan diharapkan dapat menjadi panduan kami dalam kegiatan belajar
mengajar di dalam kelas.

Walaupun makalah ini dibuat secara kelompok, namun kami sangat menyadari
kemungkinan terdapat kesalahan mengenai isi maupun cara penulisannya, Oleh
karena itu dengan segala kerendahan hati kami mohon kritik, saran, serta
masukan-masukan berharga dari semua pihak, terutama dari Dosen pengampu
mata kuliah Sejarah Fisika, teman-teman mahasiswa, serta pihak-pihak lain yang
terkait, demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.

Akhir kata, kami segenap kelompok penyusun makalah ini megucapkan terima
kasih dan semoga makalah ini menjadi bacaan yang bermanfaat bagi kita semua

Bandar Lampung, 2 Maret 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan ....................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Fisika Periode Yunani Kuno .................................................................... 3
B. Fisika Klasik ............................................................................................. 4
C. Tokoh-tokoh Fisika Klasik ..................................................................... 13

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .............................................................................................. 30
B. Saran ............................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fisika adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas.
Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang
dan waktu. Fisikawan mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang
sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala
materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan
kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada
dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat
semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai
"ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi,
dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum
fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang
dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang
membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum,
termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak
dinyatakan dalam notasi matematis, fisika berkaitan dengan pemberian dunia
material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak
selalu berhubungan dengan dunia material.
Sejak jaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari
benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang
berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Sejarah fisika dimulai
pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu
benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat
itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak
hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi
namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat.
Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat dikatakan

1
menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik. Dan akhirnya
berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai berlangsungnya era baru yaitu
era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di
bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa
henti, dari luasnya galaksi, sifat alami dari kondisi vakum sampai lingkungan
subatomik. Daftar persoalan dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah
dari waktu ke waktu. Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori
tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh
eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan
anakronisme : contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak
deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah perkembangan fisika periode Yunani Kuno ?
2. Apakah fisika klasik itu dan bagaimanakah perkembangannya ?
3. Siapa sajakah tokoh-tokoh fisika yang ikut andil dalam abad kebangkitan fisika
klasik dan apa sajakah penemuan-penemuan mereka ?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar hikayat umum dan
mahasiswa selaku pembaca dan pelaku pendidikan dapat memahami sejarah
perkembangan fisika, secara khusus pada fisika klasik dan mengenali ilmuwan-
ilmuwan yang berjasa dibalik perkembangan ilmu fisika.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Fisika Periode Yunani Kuno


Fisika pada zaman Yunani Kuno merupakan periode sangat penting dalam
sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan-perubahan
pola pikir manusia dari mitosentris menjadi ilogosentris.
Pada zaman ini fisika disebut sebagai filsafat alam (sekitar abad XVIII).
Orang Yunani awalnya sangat percaya pada dongeng dan takhyul, tetapi lama
kelamaan, terutama setelah mereka mampu membedakan yang riil dengan yang
ilusi, mereka mampu keluar dari kungkungan mitologi dan mendapatkan dasar
pengetahuan ilmiah. Inilah titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti
dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya. Karena manusia
selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri, timbul rasa
ingin mengetahui rahasia alam itu. Lalu timbul pertanyaan dalam pikirannya; dari
mana datangnya alam ini, bagaimana kejadiannya, bagaimana kemajuaannya dan
kemana tujuannya? Pertanyaan semacam inilah yang selalu menjadi pertanyaan
dikalangan filosof Yunani, sehingga tidak heran kemudian mereka juga disebut
dengan filosof alam karena perhatian yang begitu besar pada alam. Para filosof
alam ini juga disebut para filosof pra Sokrates, sedangkan Sokrates dan setelahnya
disebut para filosof pasca Sokrates yang tidak hanya mengkaji tentang alam, tetapi
manusia dan perilakunya. Ilmuwan Fisika pada zaman Yunani Kuno, adalah
orang-orang yang senantiasa berfikir tentang alam dan begitu perhatian terhadap
alam sehingga mereka disebut filosof alam. Filosof alam pertama yang mengkaji
tentang asal-usul alam adalah:
1. Thales of Miletus (624-546 SM), dijuluki bapak filsafat, berpendapat bahwa
asal alam adalah air.
2. Anaximandros (610-540 SM). Menurut Anaximandros substansi pertama itu
bersifat kekal, tidak terbatas, dan meliputi segalanya yang dinamakan
apeiron, bukan air atau tanah.

3
3. Heraklitos (540-480 SM), melihat alam semesta selalu dalam keadaan
berubah. Baginya yang mendasar dalam alam semesta adalah bukan
bahannya, melainkan aktor dan penyebabnya yaitu api
4. Parmenides (515-440 SM), berpendapat bahwa realitas merupakan
keseluruhan yang bersatu, tidak bergerak dan tidak berubah.
5. Phytagoras (582-496 SM), berpendapat bahwa bilangan adalah unsur utama
alam dan sekaligus menjadi ukuran. Unsur-unsur bilangan itu adalah genap
dan ganjil, terbatas dan tidak terbatas
6. Democritus (460-370 SM), berpendapat bahwa bagian terkecil dari suatu
benda adalah atom, tidak dapat dibagi lagi.
7. Empedocles (490-430 SM), berpendapat bahwa alam ini disusun dari empat
elemen utama yakin bumi, api, udara dan air. Yang menurut Empedocles
disebutnya sebagai risomata atau akar dari segala materi.
8. Plato (428-347 SM), Menurutnya, elemen-elemen pembentuk benda memiliki
suatu bentuk geometris yang sangat khas yang dikenal sebagai polihedron
termasuk di dalamnya adalah kubus, tetrahedron, octahedron, dodecahedron
dan icosahedron.
9. Aristoteles (384-322 SM), menyatakan bahwa benda yang berat jika
dijatuhkan dengan benda yang ringan akan bergerak lebih cepat daripada
benda yang ringan.
10. Archimedes (287-212 SM), memiliki penemuan-penemuan yang sangat
menakjubkan dalam dunia fisika secara khusus dan dunia sains secara umum
seperti gaya angkat pada fluida.

B. Fisika Klasik
Fisika klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan
sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan
teori relativitas umum. Cabang-cabang yang termasuk fisika klasik antara lain
adalah, mekanika klasik (hukum gerak Newton, Lagrangian dan mekanika
Hamiltonian), Elektrodinamika klasik (persamaan Maxwell), termodinamika
klasik dan teori Chaos klasik.

4
Pada awal abad XVII, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk
memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains.
Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika
mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi
Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika
yang sukses: Hukum Gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika
klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi.
Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa
teori dalam dinamika fluida. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh
Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang
menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang
astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Sejak abad XVIII dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert
Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli
menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil
termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin
Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada
1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan
juga dalam energi mekanika. Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael
Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell
menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan
oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini bahwa cahaya adalah gelombang
elektromagnetik. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena
adanya pemisahan teori dan eksperimen.
Sejak abad XX, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri
meneliti dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental saja. Teoris berusaha
mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah
dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara
itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji
perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah,
mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika
eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaskan teori yang ada,

5
sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen,
penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah
teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk
mengujinya belum pernah disusun.
Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu.
Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan
tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan
jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti;
contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori
Chaos ditemukan pada abad XX, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton.
Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini
menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar
penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun
spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori tersebut. Riset dalam fisika
dibagi beberapa bidang yaitu:
1. Fisika benda kondensi, diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar,
mempelajari properti benda besar, seperti benda padat dan cairan yang kita
temui setiap hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom.
2. Bidang fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan dengan individual
atom dan molekul, dan cara mereka menyerap dan mengeluarkan cahaya.
3. Bidang fisika partikel, juga dikenal sebagai "fisika energi-tinggi",
mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom,
termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya.
4. Bidang astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena
astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad
raya secara keseluruhan.
Cabang-cabang yang termasuk fisika klasik antara lain adalah:
a. Mekanika Klasik
Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian
dipakai dalam Fisika Kuantum), persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas,
hidrodinamika.

6
Mekanika klasik di sini menggambarkan dinamika partikel atau sistem
partikel. Dinamika partikel demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton
tentang gerak, terutama oleh hukum II Newton. Hukum ini menyatakan,
“Sebuah benda yang memperoleh pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak
sedemikian rupa sehingga laju perubahan waktu dari momentum sama dengan
gaya tersebut”. Sebuah benda bermassa m yang bergerak dengan kecepatan v
memiliki energi kinetik yang didefinisikan oleh :
𝐾 = 1⁄2 𝑚𝑣 2
dan momentum linear p yang didefinisikan oleh :
𝑝 = 𝑚𝑣
Apabila sebuah benda bertumbukan dengan benda lain, maka untuk
menganalisis tumbukannya dengan menerapkan kedua hukum kekekalan
berikut:
1. Kekekalan Energi : Energi total sebuah sistem terpisah (resultan gaya luar
yang bekerja padanya nol) selalu konstan. Ini berarti (dalam kasus ini)
bahwa energi total kedua partikel sebelum tumbukan sama dengan energi
total kedua partikel setelah tumbukan.
2. Kekekalan Momentum Linear : Momentum linear total sebuah sistem
terpisah selalu konstan. Artinya, momentum linear total kedua partikel
sebelum tumbukan sama dengan momentum linear total kedua setelah
tumbukan. Karena momentum linear adalah sebuah vektor, maka penerapan
hukum ini biasanya memberikan dua buah persamaan, satu bagi komponen
x dan yang lainnya bagi komponen y. Penerapan lain dari kekekalan energi
berlaku ketika sebuah partikel bergerak dibawah pengaruh sebuah gaya luar

7
F. Terdapat juga energi potensial V yang sedemikian rupa sehingga untuk
gerak satu dimensi berlaku,
𝑑𝑉
𝐹= −
𝑑𝑥
Prinsip Hamilton
Jika ditinjau gerak partikel yang terkendala pada suatu permukaan bidang,
maka diperlukan adanya gaya tertentu yakni gaya konstrain yang berperan
mempertahankan kontak antara partikel dengan permukaan bidang. Namun
sayang, tak selamanya gaya konstrain yang beraksi terhadap partikel dapat
diketahui. Pendekatan Newtonian memerlukan informasi gaya total yang
beraksi pada partikel. Gaya total ini merupakan keseluruhan gaya yang beraksi
pada partikel, termasuk juga gaya konstrain. Oleh karena itu, jika dalam
kondisi khusus terdapat gaya yang tak dapat diketahui, maka pendekatan
Newtonian tak berlaku. Sehingga diperlukan pendekatan baru dengan meninjau
kuantitas fisis lain yang merupakan karakteristik partikel, misal energi totalnya.
Pendekatan ini dilakukan dengan menggunakan prinsip Hamilton, dimana
persamaan Lagrange yakni persamaan umum dinamika partikel dapat
diturunkan dari prinsip tersebut. Energi total E adalah jumlah energi kinetik
dan potensial,
𝐸 =𝐾+𝑉

Ketika partikel bergerak, K dan V dapat berubah, tetapi E tetap konstan.


Bila sebuah benda yang bergerak dengan momentum linear p berada pada
kedudukan r dari titik asal O, maka momentum sudut I nya terhadap titik O
didefinisikan :

𝐼 =𝑟×𝑝

Persamaan Lagrange
Persamaan gerak partikel yang dinyatakan oleh persamaan Lagrange dapat
diperoleh dengan meninjau energi kinetik dan energi potensial partikel tanpa
perlu meninjau gaya yang beraksi pada partikel. Energi kinetik partikel dalam
koordinat kartesian adalah fungsi dari kecepatan, energi potensial partikel yang
bergerak dalam medan gaya konservatif adalah fungsi dari posisi. Persamaan

8
Lagrange merupakan persamaan gerak partikel sebagai fungsi dari koordinat
umum, kecepatan umum, dan mungkin waktu. Pada dasarnya, persamaan
Lagrange ekiuvalen dengan persamaan gerak Newton, jika koordinat yang
digunakan adalah koordinat kartesian.
Hukum-hukum gerak Newton baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum
tersebut diacukan terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni kerangka
acuan inersia (suatu kerangka acuan yang bergerak serba sama – tak
mengalami percepatan). Prinsip Relativitas Newtonian menyatakan, “Jika
hukum-hukum Newton berlaku dalam suatu kerangka acuan maka hukum-
hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan lain yang bergerak serba
sama relatif terhadap kerangka acuan pertama”.

b. Elektrodinamika Klasik
Persamaan Maxwell adalah himpunan empat persamaan diferensial parsial
yang mendeskripsikan sifat-sifat medan listrik dan medan magnet dan
hubungannya dengan sumber-sumbernya, muatan listrik dan arus listrik,
menurut teori elektrodinamika klasik. keempat persamaan ini digunakan untuk
menunjukkan bahwa cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Secara
terpisah, keempat persamaan ini masing-masing disebut sebagai Hukum Gauss,
Hukum Gauss untuk magnetisme, Hukum induksi Faraday, dan Hukum
Ampere. Keempat persamaan ini dengan Hukum Lorentz merupakan kumpulan
hukum lengkap dari elektrodinamika klasik.
Hukum Gauss menerangkan bagaimana muatan listrik dapat menciptakan
dan mengubah medan listrik. Medan listrik cenderung untuk bergerak dari
muatan positif ke muatan negatif. Hukum Gauss adalah penjelasan utama
mengapa muatan yang berbeda jenis saling tarik-menarik, dan yang sama
jenisnya tolak-menolak. Muatan-muatan tersebut menciptakan medan listrik,
yang ditanggapi oleh muatan lain melalui gaya listrik. Hukum Gauss untuk
magnetisme menyatakan tidak seperti listrik tidak ada partikel "kutub utara"
atau "kutub selatan". Kutub-kutub utara dan kutub-kutub selatan selalu saling
berpasangan.

9
Hukum induksi Faraday mendeskripsikan bagaimana mengubah medan
magnet dapat menciptakan medan listrik. Ini merupakan prinsip operasi banyak
generator listrik. Gaya mekanik (seperti yang ditimbulkan oleh air pada
bendungan) memutar sebuah magnet besar, dan perubahan medan magnet ini
menciptakan medan listrik yang mendorong arus listrik yang kemudian
disalurkan melalui jala-jala listrik.
Hukum Ampere menyatakan bahwa medan magnet dapat ditimbulkan
melalui dua cara: yaitu lewat arus listrik (perumusan awal Hukum Ampere),
dan dengan mengubah medan listrik (tambahan Maxwell). Koreksi Maxwell
terhadap Hukum Ampere cukup penting: dengan demikian, hukum ini
menyatakan bahwa perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan
magnet, dan sebaliknya.
Dengan demikian, meskipun tidak ada muatan listrik atau arus listrik,
masih dimungkinkann buat memiliki gelombang osilasi medan magnet dan
medan listrik yang stabil dan dapat menjalar terus-menerus. Keempat
persamaan Maxwell ini mendeskripsikan gelombang ini secara kuantitatif, dan
lebih lanjut lagi meramalkan bahwa gelombang ini mestilah memiliki laju
tertentu yang universal. Laju ini dapat dihitung cukup dari dua konstanta fisika
yang dapat diukur (konstanta elektrik dan konstanta magnetik).
Laju yang dihitung untuk radiasi elektromagnetik tepat sama dengan laju
cahaya. Cahaya memang merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik
(seperti juga sinar X, gelombang radio dan lain-lainnya). Dengan demikian,
Maxwell memadukan dua bidang yang sebelumnya terpisah,elektromagnetisme
dan optika.

c. Termodinamika Klasik
Termodinamika adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara
panas dan bentuk – bentuk energi lainnya. Michael A Saad dalam bukunya
menerangkan Termodinamika merupakan sains aksiomatik yang berkenaan
dengan transformasi energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Energi dan
materi sangat berkaitan erat, sedemikian eratnya sehingga perpindahan energi
akan menyebabkan perubahan tingkat keadaan materi tersebut.

10
Hukum pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat
diciptakan dan tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk
menjadi bentuk yang lainnya. Hukum ini mengatur semua perubahan bentuk
energi secara kuantitatif dan tidak membatasi arah perubahan bentuk itu. Pada
kenyataannya tidak ada kemungkinan terjadinya proses dimana proses tersebut
satu-satunya hasil dari perpindahan bersih panas dari suatu tempat yang
suhunya lebih rendah ke suatu tempat yang suhunya lebih tinggi. Pernyataan
yang mengandung kebenaran eksperimental ini dikenal dengan hukum kedua
termodinamika.
1. Keterbatasan Termodimika Klasik
Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem dari sudut pandang
makroskopik dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat serta
termodinamika klasik tidak memperhatikan perincian-perincian suatu proses
tetapi membahas keadaan-keadaan kesetimbangan.
Termodinamika klasik mampu menerangkan mengapa perpindahan
panas dapat terjadi, namun termodinamika klasik tidak menjelaskan
bagaimana cara panas dapat berpindah.

d. Teori Keos (Chaos Theory)


Chaos Theory merupakan suatu teori yang menjelaskan perubahan yang
bersifat kompleks dan tak dapat diprediksi atau sistem-sistem dinamik yang
peka terhadap kondisi awal. Sistem keos secara matematis bersifat
deterministik (sebagai lawan sifat probabilistik), yakni mengikuti hukum-
hukum yang persis, tetapi perilaku ketakberaturannya dapat tampak seperti
bersifat acak bagi pengamat awam. Studi mengenai masalah keos secara cepat
berkembang dari kajian teoritis matematis ke ilmu-ilmu terapan.
Hakekat dinamika alam semesta telah mengarahkan berbagai riset ilmiah
yang ditujukan untuk menganalisis perubahan. Sampai beberapa tahun terakhir
masih dipercaya bahwa jika perilaku dinamis sebuah sistem tidak dapat
diprediksi, maka hal itu dikarenakan adanya pengaruh acak dari luar sistem.
Oleh karena itu, para ilmuwan menyimpulkan bahwa jika pengaruh-pengaruh
acak tersebut dapat dihilangkan, maka perilaku semua sistem deterministik

11
dapat diprediksi untuk jangka panjang. Sekarang ini sudah diketahui bahwa
banyak sistem dapat menampakkan perilaku jangka panjang yang tak dapat
diprediksi sekalipun tidak ada pengaruh acak. Sistem-sistem demikian inilah
yang disebut sistem keos. Sebuah sistem sederhana sekalipun, seperti sebuah
pendulum, dapat menampakkan keos. Ketidakterprediksikannya sistem-sistem
keos muncul karena kepekaan sistem-sistem tersebut terhadap kondisi awal,
seperti posisi dan kecepatan awal. Dua sistem keos identik yang diset untuk
bergerak dengan kondisi awal yang sedikit berbeda dapat secara cepat
menampakkan gerakan-gerakan yang sangat berbeda.
Menjelang awal 1980-an, berbagai percobaan secara teratur telah
menunjukkan bahwa banyak sistem fisik dan biologi yang berperilaku secara
keos. Salah satu sistem demikian yang pertama ditemukan adalah kran air yang
menetes. Pada kondisi tertentu waktu antar tetesan air dari sebuah kran yang
bocor menampakkan perilaku keos, yang membuat peramalan jangka panjang
mengenai waktu tetesan tersebut tidaklah mungkin.
1. Antara Keos dan Fraktal
Keos (chaos) merupakan bidang kajian dalam mekanika dan
matematika dan merupakan perilaku yang tampak acak atau tak terprediksi
dalam sistem-sistem yang dibangun oleh hukum-hukum deterministik.
Istilah lain yang lebih akurat adalah "keos deterministik", suatu istilah yang
bersifat paradoks karena istilah tersebut menghubungkan dua makna yang
sudah dikenal dan umumnya dianggap tidak saling cocok. Istilah pertama
mengandung pengertian acak atau tak terprediksi, seperti dalam lintasan
sebuah molekul di dalam gas atau memilih sebuah individu dari sebuah
populasi.
Dalam analisis konvensional kejadian acak dianggap lebih
menunjukkan penampakan daripada kenyataan, yang muncul dari
pengabaian berbagai sebab. Dengan kata lain, sudah diyakini secara umum
bahwa kejadian di dunia tidak dapat diprediksi karena kekomplekanya.
Pengertian kedua adalah adanya gerakan deterministik, seperti gerakan
sebuah pendulum atau planet, yang telah diterima sejak Isaac Newton
sebagai contoh sederhana keberhasilan ilmu pengetahuan di dalam

12
merumuskan (dalam bentuk persamaan matematis) sesuatu yang kemudian
dapat diprediksi.

C. TOKOH-TOKOH FISIKA KLASIK


1. Count Rumford
Benjamin Thompson (sering dikenal sebagai 'Count
Rumford' lahir 26 Maret 1753 – meninggal 21 Agustus
1814 pada umur 61 tahun) adalah penemu, ilmuwan,
negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika.
Benjamin Thompson dilahirkan di Woburn Utara,
Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753.
Tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti
tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru
bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah
pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang
dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam
tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan. Saat Thompson
meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson menemukan adanya
penyimpangan atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori. Di
dalam laporannya kepada Royal Society yang berjudul "An Experimental Enquiry
concerning the Source of Heat excited by Friction" (1798), Benjamin Thompson
mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa kerja mekanis akan
menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk gerak. Teori
tersebut berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari
gesekan peluru meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa tersebut
tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori terdahulu. Di dalam laporan tersebut
terdapat perhitungan jumlah kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis.
Teori yang dikemukakan Thompson bertentangan dengan teori kalori yang
terdahulu dan banyak orang pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson
hingga James Maxwell mengemukakan teori kinetik kalor pada tahun 1871.

13
Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel
ganda, dan pakaian penahan panas, sert mengembangkan cerobong asap dan
tungku perapian yang ada.

2. Nicolas Léonard Sadi Carnot


Nicolas Léonard Sadi Carnot (lahir di Paris, 1 Juni
1796 – meninggal di Paris, 24 Agustus 1832 pada umur
36 tahun). Carnot menemukan dan merumuskan hukum
kedua termodinamika dan memberikan model universal
atas mesin panas, sebuah mesin, yang mengubah energi
panas ke dalam bentuk energi lain, misalnya energi
kinetik (sekarang bernama siklus Carnot). Karyanya
yang paling utama adalah "Réflexions Sur La puissance Motrice du Feu" (Refleksi
Daya Gerak Api); terbit tahun 1824. Di dalamnya termuat sejumlah asas seperti
siklus Carnot, mesin panas Carnot, teorema Carnot, efisiensi termodinamika, dan
lain-lain. Nicolas Sadi Carnot meninggal akibat penyakit kolera.
Ketika Carnot mulai menulis bukunya, mesin uap telah diakui secara luas
di bidang ekonomi dan menjadi penting dalam dunia industri, tetapi belum ada
studi ilmiah yang nyata. Newcomen telah menemukan mesin uap piston yang
dioperasikan pertama lebih dari satu abad sebelumnya, pada 1712, sekitar 50
tahun setelah itu, James Watt membuat perbaikan yang bertanggung jawab untuk
meningkatkan efisiensi dan kepraktisan mesin uap. Mesin Compound (mesin
dengan lebih dari satu tahap ekspansi) sudah ditemukan. Pada tahun 1824 prinsip
konservasi energi masih kurang berkembang dan kontroversial, dan formulasi
yang tepat dari hukum pertama termodinamika masih lebih dari satu dekade,
kesetaraan mekanis panas tidak akan dirumuskan selama dua dekade. Teori umum
dari panas adalah teori kalori.
Mesin Carnot telah diuji coba, dengan cara meningkatkan tekanan uap dan
penggunaan cairan, untuk meningkatkan efisiensi mesin. Dalam tahap awal
pengembangan mesin, efisiensi mesin yang berguna itu mampu menapai peforma
maksimal ketika jumlah bahan bakar dibakar hanya 3%.

14
Dalam model ideal Carnot, kalori diangkut dari suhu panas ke suhu dingin,
dan menghasilkan energi, atau dapat diangkut kembali dengan membalik gerakan
siklus, konsep ini kemudian dikenal sebagai reversibilitas termodinamika.
Kemudian Carnot mendalilkan bahwa tidak ada kalori yang hilang. Proses yang
benar-benar reversibel, mesin panas menggunakan reversibilitas siklus adalah
mesin panas yang paling efisien. Bukti untuk ini adalah sebagai berikut:
bayangkan kita memiliki dua tubuh besar, panas dan dingin. Jika kita beberapa
mesin Carnot ini yang membuat aliran panas dari panas ke dingin, jumlah Q untuk
setiap siklus, menghasilkan jumlah energi dilambangkan W. Jika kita
menggunakan karya ini untuk daya komputer lain, tapi satu yang lebih efisien
daripada mesin Carnot, bisa, menggunakan jumlah energi W setiap siklus,
membuat jumlah panas, Q '> aliran Q dari dingin ke panas tubuh. Efek bersih
adalah aliran Q'-Q panas dari dingin ke panas tubuh, sementara tidak ada
pekerjaan bersih dilakukan. Ini akan melanggar hukum kedua termodinamika dan
dengan demikian tidak mungkin. Hal ini membuktikan bahwa mesin Carnot
adalah mesin panas yang paling efisien. Meskipun diformulasikan dalam bentuk
kalori, daripada entropi, ini adalah pernyataan awal dari hukum kedua
termodinamika.

3. Julius Robert von Mayer


Julius Robert von Mayer (lahir di Heilbronn, Baden-
Württemberg, Jerman, 25 November 1814 – meninggal
di Heilbronn, Baden-Württemberg, Jerman, 20 Maret
1878 pada umur 63 tahun) adalah dokter dan fisikawan
Jerman yang merupakan salah satu pemrakarsa
termodinamika. Pada tahun 1841, ia mengucapkan
pernyataan yang terkenal mengenai konservasi energi :
“Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.” Selama tahun 1842,
Mayer mendeskripsikan proses kimia vital yang kini disebut oksidasi sebagai
sumber utama energi untuk semua makhluk hidup.

15
4. James Prescott Joule
James Prescott Joule (lahir di Salford, Inggris, 24
Desember 1818 – meninggal di Greater Manchester,
Inggris, 11 Oktober 1889 pada umur 70 tahun) ialah
seorang ilmuwan Inggris. Ia dikenal sebagai perumus
Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi, “Energi
tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan.” Ia
adalah seorang ilmuwan Inggris yang berminat pada
fisika. Dengan percobaan, ia berhasil membuktkan bahwa panas (kalori) tak
lain adalah suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori
kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir.
Pada tahun 1840, James menerbitkan sebuah karya ilmiah tentang panas
yang dihasilkan oleh arus listrik. Lalu pada tahun 1843, ia menerbitkan
kelanjutan karya ilmiahnya tentang bagaimana mengubah kerja menjadi panas.
Ia melakukan eksperimen menggunakan roda berpedal. Akhirnya dari situ
James merumuskan konsep fisika mengenai kesetaraan energi mekanik dan
energi panas.
Empat tahun kemudian, ia berhasil merumuskan hukum kekekalan energi,
yang merupakan hukum pertama dari hukum termodinamika. Hukum itu
menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tapi dapat
berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.

5. Herman von Helmholtz


Hermann Ludwig Ferdinand von Helmholtz (lahir di
Potsdam, Kerajaan Prusia, 31 Agustus 1821– meninggal
di Charlottenburg, Kekaisaran Jerman, 8 September
1894 pada umur 73 tahun) adalah fisikawan Jerman
yang banyak memberikan sumbangan kepada ilmu
pengetahuan modern. Ia juga dikenal akan
sumbangsihnya mengenai konservasi energi. Hermann
Helmholtz adalah salah satu dari beberapa ilmuwan untuk menguasai dua bidang
ilmu: obat-obatan dan fisika. Dia melakukan penelitian terobosan pada sistem

16
saraf, serta fungsi mata dan telinga. Dalam fisika, ia diakui (bersama dengan dua
ilmuwan lain) sebagai penulis dari konsep konservasi energi.
Konsep konservasi energi diperkenalkan oleh Julius Mayer pada tahun
1842, tapi Helmholtz tidak menyadari pekerjaan Mayer. Helmholtz melakukan
penelitian sendiri pada energi, mendasarkan teorinya pada pengalaman
sebelumnya dengan muscles.It dapat diamati bahwa panas hewan dihasilkan oleh
aksi otot, serta reaksi kimia dalam otot bekerja.
Helmholtz percaya bahwa energi ini berasal dari makanan dan makanan
yang mendapat energi dari matahari. Dia mengusulkan bahwa energi tidak dapat
diciptakan secara spontan, atau bisa itu menghilang - itu digunakan atau
dilepaskan sebagai panas. Penjelasan ini jauh lebih jelas andmore rinci daripada
yang ditawarkan oleh Mayer, dan Helmholtz sering dianggap sebagai pencetus
sebenarnya dari konsep konservasi energi.
Sementara ini tidak diragukan lagi warisan terbesar Helmholtz, dia juga
mulai beberapa penelitian yang kemudian diselesaikan oleh ilmuwan lain. Dia
maju hipotesis numberof pada radiasi elektromagnetik, berspekulasi bahwa itu
terletak jauh intothe rentang terlihat dari spektrum. Garis penelitian kemudian
dilanjutkan, sangat berhasil, oleh salah satu mahasiswa Helmholtz, Heinrich Hertz
Rudolph, penemu gelombang radio. Teori Helmholtz di elektrolisis juga dasar
untuk pekerjaan di masa depan dilakukan oleh Svante Arrhenius Agustus.

6. Rudolf Julius Emanuel Clausius


Rudolf Julius Emanuel Clausius (lahir 2 Januari
1822 – 24 Agustus 1888), adalah seorang fisikawan dan
matematikawan Jerman yang dianggap sebagai salah
satu pencetus konsep dasar sains termodinamika. Ia
menyempurnakan prinsip Carnot yang dikenal sebagai
Siklus Carnot. Jurnal ilmiahnya yang paling penting, On
the mechanical theory of heat, yang muncul tahun 1850,
adalah yang pertama kali menyatakan konsep dasar hukum kedua termodinamika.
Tahun 1865 ia memperkenalkan konsep entropi. Tahun 1870, ia memperkenalkan

17
teorema virial yang digunakan pada panas. Sebagai ahli ilmu fisika teoritis, ia
juga yang meneliti fisika molekul dan elektrik.

7. Lord kelvin
William Thomson (Lord kelvin) lahir pada 26 juni
1824 di Belfast, dalam keluarga Dr. James Thomson,
seorang guru matematika dan rekayasa. Pada tahun 1832
ayahnya, Dr James Thomson, menjadi guru besar
matematika di Glasgow.
Pada tahun 1848 Thomson mengusulkan skala
temperatur absolut. Ia menduga bahwa titik ketiadaan
mutlak dari semua energi panas dapat tercapai, dimana tidak ada panas lebih
lanjut dapat hilang oleh suatu benda. Poin ini disebut nol absolut. Menurut
definisi, itu didalilkan sebagai nol pada skala suhu tubuhnya. Titik acuan kedua
adalah tripel air, kombinasi hanya suhu dan tekanan atmosfer dimana air cair, es
padat, dan uap dapat hidup berdampingan dalam satu kesetimbangan yabg stabil.
Titik tripel air secara kasar setara dengan nol derajat Celcius di (0,01 derajat
celcius harus tepat). Untuk skala suhu tubuhnya, Thomson menggunakan interval
yang sama sebagai skala Celcius, yang membuat dua skala mudah digunakan
bersama-sama, Suhu suatu nol mutlak nol kelvin , atau -273,15 derajat Celcius.
Skala Kelvin (simbol : K) adalah skala suhu di mana nol absolut
didefinisikan sebagai 0 K. Satuan untuk skala Kelvin adalah kelvin (lambang K),
dan merupakan salah satu dari tujuh unit dasar SI. Satuan kelvin didefinisikan
oleh dua fakta: nol kelvin adalah nol absolut (ketika gerakan molekuler berhenti,
dalam termodinamika), dan satu kelvin adalah pecahan 1/273,16 dari suhu
termodinamik triple point air (0,01 °C). Skala suhu Celsius kini didefinisikan
berdasarkan kelvin. Kelvin dinamakan berdasarkan seorang fisikawan dan
insinyur Inggris, kelvin tidak berarti atau ditulis sebagai derajat.
Perkataan kelvin sebagai unit SI ditulis dengan huruf kecil k (kecuali pada
awal kalimat), dan tidak pernah diikuti dengan kata derajat, atau simbol °, berbeda
dengan Fahrenheit dan Celsius. Ini karena kedua skala yang disebut terakhir
adalah skala ukuran sementara kelvin adalah unit ukuran. Ketika kelvin

18
diperkenalkan pada tahun 1954 (di Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran
(CGPM) ke-10, Resolusi 3, CR 79), namanya adalah "derajat kelvin" dan ditulis
°K; kata "derajat" dibuang pada 1967 (CPGM ke-13, Resolusi 3, CR 104).
Perhatikan bahwa simbol unit kelvin selalu menggunakan huruf besar K
dan tidak pernah dimiringkan. Tidak seperti skala suhu yang menggunakan simbol
derajat, selalu ada spasi di antara angka dan huruf K-nya, sama seperti unit SI
lainnya. Pada Tahun 1892, William Thomson mengadopsi gelar kehormatan
Baron Kelvin dari Largs di Country Ayr. William Thomson sering digambarkan
sebagai Lord Kelvin.

8. Christian Doppler
Christian Doppler (1803-1853) adalah seorang
fisikawan dan matematikawan asal Austria. Doppler
terkenal atas kontribusinya dalam menyusun prinsip
tentang sebuah fenomena yang dinamakan Efek
Doppler. Christian Doppler dilahirkan di Salzburg,
Austria.
Pada tahun 1842, Doppler mempublikasikan makalah
ilmiah yang berjudul ((Jerman)) Über das farbige Licht der Doppelsterne
(Tentang Cahaya Bewarna yang Dipancarkan oleh Dua Buah Bintang).
Makalah tersebut dipublikasikan kepada Perhimpuan Ilmu Pengetahuan
Bohemia. Dalam makalah tersebut, dikemukakan sebuah teori bahwa terdapat
perbedaan frekuensi suara dari benda yang bergerak, ketika terdengar oleh
pendengar yang bergerak dan diam. Teori ini juga dapat menjelaskan tampilan
warna pada bintang yang bergerak relatif terhadap Bumi.

9. Franz Melde
Franz Melde (11 Maret 1832 - 17 Maret 1901)
adalah seorang fisikawan Jerman. Percobaan Melde ini
mendemonstrasikan gelombang berdiri pada string.
Percobaan Melde ini digunakan untuk mengukur pola
gelombang berdiri, untuk mengukur kecepatan

19
gelombang transversal, dan untuk mengetahui pengaruh ketegangan gelombang
transversal dalam sebuah senar. Percobaan Melde adalah eksperimen ilmiah yang
dilakukan Oleh fisikawan Jerman Franz Melde pada gelombang berdiri yang
dihasilkan dalam kabel tegang semula berosilasi dengan garpu tala, kemudian
disempurnakan dengan koneksi ke vibrator listrik. Penelitian ini berusaha untuk
menunjukkan bahwa gelombang mekanik mengalami gangguan fenomena. Dalam
percobaan, gelombang mekanik berwisata di arah yang berlawanan membentuk
poin bergerak, yang disebut node. Gelombang ini disebut gelombang berdiri oleh
Melde sejak posisi node dan loop (titik di mana kabel bergetar) tinggal statis.

10. August Adolf Eduard Eberhard Kundt


Kundt lahir di Schwerin di Mecklenburg. Dia
mulai studi ilmiah di Leipzig, tapi setelah pergi ke
Universitas Berlin. Pada awalnya ia mengabdikan
dirinya untuk astronomi, tapi datang di bawah pengaruh
HG Magnus, ia mengalihkan perhatiannya untuk fisika,
dan lulus pada tahun 1864 dengan tesis tentang
depolarisasi cahaya. .
Pada tahun 1866, ia mengembangkan metode yang berharga untuk meneliti
gelombang udara dalam pipa, berdasarkan fakta bahwa bubuk halus yang terpisah,
lycopodium misalnya, ketika membersihkan lebih dari interior sebuah tabung
yang dibentuk kolom bergetar udara, cenderung untuk mengumpulkan di
tumpukan pada node, jarak antara yang demikian dapat dipastikan. Perpanjangan
metode membuat kemungkinan penentuan kecepatan suara dalam gas yang
berbeda. Peralatan eksperimen ini disebut Kundt Tube.
Pada tahun 1876 di Strasbourg bekerjasama dengan Emil Warburg, Kundt
membuktikan bahwa uap merkuri adalah gas monoatomik. Nama Kundt secara
luas dikenal untuk pertanyaan dalam dispersi anomali, tidak hanya dalam cairan
dan uap, tapi bahkan dalam logam, yang ia peroleh dalam film yang sangat tipis
melalui proses melelahkan pengendapan elektrolit pada kaca platinized. Dia juga
melakukan berbagai percobaan dalam magneto-optik, dan berhasil menunjukkan

20
apa Faraday telah gagal untuk mendeteksi, rotasi di bawah pengaruh gaya magnet
dari bidang polarisasi di gas dan uap tertentu.
Pekerjaan yang sagat menarik dilakukan oleh A Kundt pada fisiologi
klorofil tanaman dan frekuensi cahaya penyerapan (aturan Kundt), berpusat di
sekitar panjang gelombang 6800A. Karya ini mungkin atau mungkin belum
melengkapi kerja dan teori-teori E. Warburg. Hal ini kemudian disempurnakan
dan dikembangkan oleh R. Houston dan O. Biermacher.

11. Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada
tanggal 11 Februari 1847. Pada usia sebelas tahun
Edison membangun laboratorium kimia sederhana di
ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian
dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun
bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.
Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya
membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu,
pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di
atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu
senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada
pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat
laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan
percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan
selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat
peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian
mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah
koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya
mencapai 400 sehari.
Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat
kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya

21
sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada
untuk mendengarkan pembicaraan kosong.
Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric
vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke
penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial
adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah
perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh
Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey.
Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian
mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia
menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak
peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya
semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan
seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar
dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar.
Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri
arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya.
Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah
lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.
Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara
keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten.

12. Augustin-Jean Fresnel


Augustin-Jean Fresnel (lahir di Perancis 1788-1827),
adalah seorang insinyur Perancis dan fisikawan yang
memberikan kontribusi signifikan terhadap
pembentukan teori optik gelombang. Fresnel
mempelajari perilaku cahaya baik secara teori dan
eksperimen. Dia mungkin paling dikenal sebagai
penemu lensa Fresnel, pertama kali diadopsi dalam
mercusuar ketika dia menjadi komisaris Prancis mercusuar, dan ditemukan di

22
banyak aplikasi saat ini. Persamaan Fresnel pada gelombang dan reflektifitas juga
membentuk dasar untuk banyak aplikasi di komputer grafis saat ini.
Pada 1818 ia menulis sebuah memoar tentang difraksi, di mana dia
menerima hadiah dari Académie des Ilmu di Paris pada tahun berikutnya. Dia
adalah yang pertama untuk membangun jenis khusus lensa, sekarang disebut lensa
Fresnel, sebagai pengganti cermin di mercusuar. Pada 1818 ia menerbitkan
Memoir-nya pada Difraksi Cahaya, disampaikan kepada Akademi ilmu
pengetahuan dalam 1818.
Fresnel, pada tahun 1821, mampu menunjukkan v metode matematika
yang polarisasi dapat dijelaskan hanya jika cahaya itu seluruhnya melintang, tanpa
getaran memanjang apapun. Ia mengusulkan eter tarik hipotesis untuk
menjelaskan kurangnya variasi dalam pengamatan astronomi.
Ia menggunakan dua cermin datar logam, membentuk satu sama lain sudut
hampir 180 °, memungkinkan dia untuk menghindari efek difraksi yang
disebabkan (oleh lubang) dalam percobaan FM Grimaldi pada gangguan. Hal ini
memungkinkan dia untuk meyakinkan menjelaskan fenomena interferensi sesuai
dengan teori gelombang. Dengan François Arago ia mempelajari hukum
gangguan sinar terpolarisasi. Ia memperoleh cahaya terpolarisasi sirkuler dengan
cara belah ketupat kaca, yang dikenal sebagai belah ketupat Fresnel, memiliki
sudut tumpul dari 126 ° dan sudut akut dari 54 °.
Hukum Fresnel-Arago tiga undang-undang yang meringkas beberapa sifat
yang lebih penting dari interferensi antara terang negara bagian yang berbeda dari
polarisasi sebagai berikut :
1. Dua orthogonal, koheren gelombang terpolarisasi linier tidak dapat
mengganggu.
2. Dua koheren gelombang paralel terpolarisasi linier akan campur tangan
dalam cara yang sama seperti cahaya alami.
3. Kedua konstituen ortogonal negara terpolarisasi linier cahaya alami tidak
dapat mengganggu untuk membentuk pola interferensi mudah diamati,
bahkan jika diputar ke posisi (karena mereka tidak koheren).

23
Persamaan Fresnel menggambarkan perilaku cahaya ketika bergerak
antara media yang berbeda indeks bias. Ketika bergerak cahaya dari media indeks
bias n1 diberikan menjadi media kedua dengan indeks bias n2, baik refleksi dan
refraksi cahaya dapat terjadi.
Persamaan difraksi Fresnel adalah perkiraan Kirchhoff-Fresnel difraksi
yang dapat diterapkan pada propagasi gelombang di lapangan dekat. Hal ini
digunakan untuk menghitung pola difraksi yang diciptakan oleh gelombang
melewati lobang atau sekitar obyek, ketika dilihat dari relatif dekat dengan objek.
Sebaliknya pola difraksi di daerah medan jauh diberikan oleh persamaan difraksi
Fraunhofer.

13. Joseph Henry


Joseph Henry merupakan ilmuwan asal Amerika yang
pertama kali menjabat sebagai Sekretaris Smithsonian
Institution. Ia juga anggota dari pendiri National
Institute untuk Promotion of Science. Semasa hidupnya,
ia mencoba membuat elektromagnet. Dari percobaannya
itu, ia menemukan fenomena elektromagnetik
induktansi diri. Ia mencoba mengembangkan hasil
temuan dari Michael Faraday. Pada tahun 1831, ia berhasil menemukan bel listrik.
Di tahun 1835, ia menemukan relay. Untuk menghormati jasanya, para ilmuwan
mengukuhkan namanya, Henry, sebagai satuan internasional (SI).
Tahun 1826, ia diangkat sebagai Profesor Matematika dan Filsafat Alam
oleh Kepala Sekolah Albany Academy. Saat ia mendapat gelar itu, ia melakukan
beberapa riset. Rasa keingin-tahuannya akan kutub magnet bumi membuatnya
melakukan percobaan dengan magnet yang ada. Hasilnya, ia menemukan bahwa
kawat kumparan yang terisolasi secara kuat di inti besi membuat eletromagnet
menjadi lebih kuat.
Penemuan lainnya adalah mesin yang menggunakan eletromagnetik untuk
gerak. Hal ini merupakan cikal bakal lahirnya motor DC modern. Dan di tahun
1848, ia bekerja sama dengan Profesor Stephen Alexander untuk menentukan

24
suhu relatif di bagian kedua sisi yang berbeda dari tata surya. Itulah penemuan-
penemuan yang telah dilakukan Henry dan bermanfaat bagi ilmu sains sekarang.

14. Michael Faraday


Michael Faraday (lahir di Newington Butts, Inggris, 22
September 1791 – meninggal di Pengadilan Hampton,
Middlesex, Inggris, 25 Agustus 1867 pada umur 75
tahun) ialah ilmuwan Inggris yang mendapat julukan
"Bapak Listrik", karena berkat usahanya listrik menjadi
teknologi yang banyak gunanya. Ia mempelajari
berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk
elektromagnetisme dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang nantinya
menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium sains
sebagai sumber panas yang praktis. Efek magnetisme menuntunnya menemukan
ide-ide yang menjadi dasar teori medan magnet. Ia banyak memberi ceramah
untuk memopulerkan ilmu pengetahuan pada masyarakat umum. Pendekatan
rasionalnya dalam mengembangkan teori dan menganalisis hasilnya amat
mengagumkan.
Faraday memulai kerjanya pada bidang Kimia adalah saat sebagai asisten
Humphry Davy. Ia berhasil menemukan zat Klorin Dan Karbon. Ia juga berhasil
mencairkan beberapa gas, menyelidiki campuran baja dan membuat beberapa
jenis kaca baru yang dimaksudkan untuk tujuan optika. Faraday adalah orang yang
pertama menemukan Bunsen Burner. Yang kini telah digunakan secara luas
diseluruh dunia. Faraday secara ektensif bekerja pada bidang kimia. Menemukan
zat kimia lainnya yaitu Benzena dan mencairkan gas klorin. Pencairan gas klorin
bertujuan untuk menetapkan bahwa gas adalah uap dari cairan yang memiliki titik
didih rendah dan memberikan konsep dasar yang lebih pasti tentang pengumpulan
molekul. Ia juga telah menentukan komposisi dari klorin klatrat hidrat. Faraday
adalah penemu Hukum Elektrolisis dan mempopulerkan istilah anode, katode,
elektrode serta ion. Ia juga adalah orang pertama yang mempelajari tentang logam
nanopartikel.

25
Faraday menjadi terkenal berkat karyanya mengenai kelistrikan dan
magnet. Eksperimen pertamanya ialah membuat konstruksi tumpukan volta
dengan 7 uang setengah sen, ditumpuk bersama dengan 7 lembaran seng serta 6
lembar kertas basahan air garam. Dengan konstruksi ini ia berhasil menguraikan
magnesium sulfat.
Pada tahun 1821 Hans Christian Ørsted mempublikasikan fenomena
elektromagnetisme. Dari sinilah Faraday kemudian memulai penelitian yang
bertujuan untuk membuat alat yang dapat menghasilkan "rotasi elektromagnetik".
Salah satu alat yang berhasil ia ciptakan adalah homopolar motor, pada alat ini
terjadi gerakan melingkar terus-menerus yang ditimbulkan oleh gaya lingakaran
magnet mengelilingi kabel yang diperpanjang hingga ke dalam genangan merkuri
dimana sebelumnya sudah diletakan sebuah magnet pada genangan tersebut, maka
kabel akan berputar mengelilingi magnet apabila dialiri arus listrik dari baterai.
Penemuan inilah yang menjadi dasar dari teknologi elektromagnetik saat ini.
Faraday membuat terobosan baru ketika ia melilitkan dua kumparan kabel
yang terpisah dan menemukan bahwa kumparan pertma akan dilalui oleh arus,
sedangkan kumparan kedua dimasukan arus. Inilah yang saat ini dikenal sebagai
induksi timbal-balik. Hasil percobaan ini menghasilkan bahwa "perubahan pada
medan magnet dapat menghasilkan medan listrik" yang kemudian dibuat model
matematikanya oleh James Clerk Maxwell dan dikenal sebagai Hukum Faraday.
Pada tahun 1845 Faraday menemukan bahwa bahwa banyak materi
menunjukan penolakan yang lemah dari sebuah medan listrik. Peristiwa inilah
yang ia beri nama Diagmatisme. Faraday juga menemukan bahwa bidang
polarisasi dari cahaya terpolarisasi linier dapat diputar dengan penerapan dari
sebuah bidang magnet eksternal searah dengan arah gerak cahaya. Inilah yang
disebut dengan Efek Faraday.
Kemudian pada tahun 1862, Faraday menggunakan sebuah spektroskop
untuk mencari perbedaan perubahan cahaya, perubahan dari garis-garis spektrum
dengan menerapkan medan magnetik. Tetapi peralatan yang dia gunakan pada
saat itu belum memadai, sehingga tak cukup untuk menentukan perubahan
spektrum yang terjadi. Kemudian penelitian ini dilanjutkan oleh Peter Zeeman

26
kemudian ia mempublikasikan hasilnya pada tahun 1897 dan menerima nobel
fisika tahun 1902 berkat refrensi dari Faraday.
a. Hukum Faraday I
"Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan
kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut."

Rumus = m = e . i . t / 96.500
Keterangan:
Q =i.t
m = massa zat yang dihasilkan (gram)
e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi
i = kuat arus listrik (amper)
t = waktu (detik)
q = muatan listrik (coulomb)

b. Hukum Faraday II
"Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda
(terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang
sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekiuvalen masing-masing zat
tersebut."
Rumus = m1 : m2 = e1 : e2

Keterangan :

m=massa zat (garam)

e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi

15. James Clerk Maxwell

James Clerk Maxwell (lahir di Edinburgh, 13 Juni


1831 – meninggal di Cambridge, 15 November 1879
pada umur 48 tahun) adalah fisikawan Skotlandia yang
pertama kali menulis hukum magnetisme dan kelistrikan
dalam rumus matematis. Pada tahun 1864, ia

27
membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik ialah gabungan dari osilasi
medan listrik dan magnetik. Maxwell mendapati bahwa cahaya ialah salah satu
bentuk radiasi elektromagnetik. Ia juga membuka pemahaman tentang gerak gas,
dengan menunjukkan bahwa laju molekul-molekul di dalam gas bergantung
kepada suhunya masing-masing.
Fisikawan Inggris tersohor James Clerk Maxwell ini terkenal melalui
formulasi empat pernyataan yang menjelaskan hukum dasar listrik dan magnet.
Kedua bidang ini sebelum Maxwell sudah diselidiki lama sekali dan sudah sama
diketahui ada kaitan antar keduanya. Namun, walau pelbagai hukum listrik dan
kemagnetan sudah diketemukan dan mengandung kebenaran dalam beberapa segi,
sebelum Maxwell, tak ada satu pun dari hukum-hukum itu yang merupakan satu
teori terpadu. Dalam dia punya empat perangkat hukum yang dirumuskan secara
ringkas (tetapi punya bobot tinggi), Maxwell berhasil menjabarkan secara tepat
perilaku dan saling hubungan antara medan listrik dan magnet.
Dengan begitu dia mengubah sejumlah besar fenomena menjadi satu teori
tunggal yang dapat dijadikan pegangan. Pendapat Maxwell telah jadi anutan pada
abad sebelumnya secara luas baik di sektor teori maupun dalam praktik ilmu
pengetahuan.
Nilai terpenting dari pendapat Maxwell yang baru itu adalah : banyak
persamaan umum yang bisa terjadi dalam semua keadaan. Semua hukum-hukum
listrik dan magnet yang sudah ada sebelumnya dapat dianggap berasal dari
pendapat Maxwell, begitu pula sejumlah besar hukum lainnya, yang dulunya
merupakan teori yang tidak dikenal. Dari pendapat Maxwell ini dapat
diperlihatkan betapa pergoyangan bolak-balik bidang elektromagnetik secara
periodik adalah sesuatu hal yang bisa terjadi. Gerak bolak-balik seperti pendulum
ini disebut gelombang elektromagnetik, yang bilamana sekali digerakkan akan
menyebar terus hingga angkasa luar. Dari pendapat-pendapat ini mampu
menunjukkan bahwa kecepatan gelombang elektromagnetik itu mencapai sekitar
300.000 kilometer (186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama
dengan ukuran kecepatan cahaya. Dari sudut ini dia dengan tepat mengambil
kesimpulan bahwa cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang elektromagnetik.

28
Jadi, pendapat Maxwell bukan semata merupakan hukum dasar dari
kelistrikan dan kemagnetan, tetapi juga sekaligus merupakan hukum dasar optik.
Sesungguhnya, semua hukum terdahulu yang dikenal sebagai hukum optik dapat
dikaitkan dengan pendapatnya, juga banyak fakta dan hubungan dengan hal-hal
yang dulunya tidak terungkapkan.Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata
jenis yang memungkinkan radiasi elektromagnetik. Pendapat Maxwell
menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik lain, berbeda dengan cahaya
yang tampak oleh mata dalam dia punya panjang gelombang dan frekuensi, bisa
saja adas. Kesimpulan teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich
Hertz, yang sanggup menghasilkan dan menemui kedua gelombang yang tampak
oleh mata yang diramalkan oleh Maxwell itu. Kini, kita gunakan juga buat
televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh
dari radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil pemikiran
Maxwell.
Meski kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada sumbangan
pikirannya yang dahsyat di bidang elektromagnetik dan optik, dia juga memberi
sumbangan penting bagi dunia ilmu pengetahuan di segi lain termasuk teori-teori
astronomi dan termodinamika (penyelidikan ihwal panas). Salah satu minat
khususnya adalah teori kinetik tentang gas. Maxwell menyadari bahwa tidak
semua molekul gas bergerak pada kecepatan sama. Sebagian lebih lambat,
sebagian lebih cepat, dan sebagian lagi dengan kecepatan yang luar biasa.
Maxwell mencoba rumus khusus menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak
(dalam suhu tertentu) pada kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut
"penyebaran Maxwell," merupakan rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-
rumus ilmiah, dan mengandung makna dan manfaat penting pada tiap cabang
fisika.
Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. Dia teramatlah
dini berkembang : pada usia lima belas tahun dia sudah mampu
mempersembahkan sebuah kertas kerja ilmiah kepada "Edinburgh Royal Society."

29
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Keberadaan fisika sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Fisika pada
zaman Yunani Kuno merupakan suatu periode yang sangat penting dalam sejarah
peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan-perubahan pola pikir
manusia dari mitosentris menjad ilogosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola
pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena
alam, seperti gempa bumi dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena
alam biasa, tetapi Dewa Bumi yang sedang menggoyakan kepalanya. Oleh karena
tonggak perkembangan fisika pada zaman ini mulai dirasakan setelah
diperkenalkan filsafat yang mampu membawa keluar orang-orang Yunani dari
pola pikir mereka yang masih percaya pada takhayul dan dongeng menuju pada
suatu perubahan untuk dapat membedakan yang riil dan ilusi sehingga mereka
mampu memperoleh sebuah dasar pengetahuan.
Periode fisika klasik dalam halnya sains klasik termasuk periode ketiga
yang dimulai dari tahun 1600-an sampai 1900-an. Pada periode ini diformulasikan
konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan
Fisika Klasik. Dalam periode ini pemahaman dibidang kefisikaan masih sempit
dan perkembangannya tidak seluas pada perkembangan konsep-konsep fisika
modern. Pada perkembangannya, fisika klasik telah melahirkan banyak sekali
tokoh-tokoh dengan penemuan-penemuan hebatnya yang kemudian menjadi
tonggak perkembangan fisika itu sendiri.
Pada akhir abad XIX, sebagian besar hal yang hendak diketahui tentang
fisika tampaknya telah tuntas dipelajari. Dinamika Newton telah berulang kali
mengalami pengujian ketat, dan keberhasilannya membuat ia diterima sebagai
kerangka nalar dasar bagi pemahaman yang mendalam dan taat asas tentang
perilaku alam. Keelektrikan dan kemagnetan telah berhasil dipadukan lewat karya
teoritik Maxwell, dan begitu pula gelombang elektromagnet, yang diramalkan
kehadirannya oleh persamaan Maxwell, telah berhasil diamati dan diselidiki sifat-

30
sifatnya lewat berbagai percobaan yang dilakukan Hertz. Hukum-hukum
termodinamika dan teori kinetik telah pula memperhatikan keberhasilannya,
terutama dalam memberi penjelasan terpadu tentang berbagai ragam gejala alam.
Dalam dunia fisika, terpendam ketidakpuasan yang segera menimbulkan
sejumlah perubahan revolusioner dalam alam pandangan fisikawan. Beberapa
percobaan baru memberikan hasil pengamatan yang tidak dapat dijelaskan dengan
teori-teori mekanika, elektromagnet, dan termodinamika. Hanya dalam jangka
waktu dua dasawarsa yang singkat, hasil berbagai percobaan ini menuntun para
fisikawan kepada perumusan teori relativitas khusus dan teori kuantum. Segera
setelah gagasan revolusioner yang dikemukakan kedua teori ini diterima
bekembanglah bidang studi atom, inti (nuklir), dan zat padat. Revolusi ilmu yang
berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat dikatakan menjadi batas antara
pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900
yang menandakan mulai berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern.

31
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/12204041/Makalah_Perkembangan_Fisika_Klasik_ver
si_docx

https://id.wikipedia.org/wiki/James_Clerk_Maxwell

https://www.merdeka.com/joseph-henry/

https://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Faraday

https://id.wikipedia.org/wiki/Nicolas_L%C3%A9onard_Sadi_Carnot

https://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Faraday

https://id.wikipedia.org/wiki/Julius_von_Mayer

https://id.wikipedia.org/wiki/James_Prescott_Joule

https://id.wikipedia.org/wiki/Rudolf_Clausius

32