Anda di halaman 1dari 2

Nama: Samuel Erdianto Simon

Nim: 2201746695
Kelompok 6

Penegakan Hukum di Indonesia

Sekarang kita akan berbicara tentang hukum. Seperti yang kita tahu, bahwa Indonesia adalah
negara hukum. Lalu apa sih hukum itu?. Hukum adalah peraturan peraturan yang mengatur suatu
kelompok orang agar kelompok tersebut bias hidup dengan pedoman yang menurut mereka benar.
Disisilain, hukum juga berfungsi untuk “menakuti” orang untuk melakukan hal yang salah dengan
tersedianya sanksi sanksi atau hukuman yang ada. Hukum di Indonesia banyak macamnya, ada yang
mengatur kehidupan bernegara, kehidupan social, ekonomi, politik ataupun budaya rakyat Indonesia.
Tidak hanya hal itu saja, bahkan sekarang pun ada Undang Undang ITE yang mengatur tentang etika
berteknologi. Hukum seharusnya berlaku tegas terhadap semua orang yang ada di negara tersebut,
Hukum seharusnya tidak memandang derajat orang secara berbeda, jadi hukum itu harus adil.
Hukum di Indonesia merupakan hukum campuran Eropa, Hukum agama dan Hukum adat.
khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan
Belanda. Kita dahulu dijajah Belanda selama 350 tahun, Bahasa, peraturan, Pendidikan pun kita masih
mengikuti system yang Belanda dirikan dahulu. Jadi Belanda merupakan negara yang memiliki
pengaruh cukup besar dalam penerapan hukum di Indonesia. Tapi menurut saya salahnya Indonesia
adalah Indonesia masih menggunakan peraturan DULU, yang tidak cocok dengan jaman saat ini.
Namun Indonesia masih mencoba mengejar ketertinggalan hukumnya dengan UU ITE yang baru baru
ini dibuat. Menurut saya, Indonesia adalah negara yang SANGAT tertinggal dalam bidang adaptasi
hukum dan peraturan yang berlaku. Kita ambil contoh sederhana yaitu misalnya peraturan di sekolah
yang memerintahkan anak didiknya untuk memotong rambut pendek. Sedangkan rambut itu tidak
mempengaruhi proses belajar mengajar. Walaupun rambut kita Panjang, saat kita mencoba untuk
focus, kita akan pasti mengikat rambut kita. Contohnya sesimpel itu, namun berdasarkan yang say
abaca di artikel artikel yang beredar, guru melarang muridnya untuk berambut Panjang karena alas an
yang sangat bodoh. Mau tau apa alasannya? Menurut guru yang bersangkutan, Rambut yang Panjang
akan menghalangi masuknya ilmu……????? Alas an macam apa itu? Kita harusnya yang meniru sifat
guru yang berpikir rasional namun guru yang bersangkutan tersebut berbicara tidak masuk akal seperti
itu. Nah ini yang akan kita bahas, PEMIKIRAN RASIONAL. Indonesia sudah cukup tegas saya rasa
dalam MEMBUAT hukumnya, BUKAN DALAM PELAKSANAANNYA. Dalam praktiknya, masih
ada saja tebang pilih dalam penjatuhan hukuman. Siapa yang kaya dia yang menang, itulah hukum di
Indonesia. Kalau anda tidak punya uang, mau apapun alasan anda menggugat orang yang jauh lebih
kaya dari anda, tidak akan bisa bro… WELCOME TO INDONESIA.
Kalau kita berbicara tentang hukum, pastilah ada yang membuat hukum, yaitu DPR dan
Presiden (di Indonesia). Negara kita adalah negara yang menerapkan prinsip demokrasi. What is
Demokrasi? Demokrasi adalah system dimana yang memiliki suara terbanyak, ia menang. Simple
bukan? Terdengar simple dan adil, NAMUN, bayangkan anda ada di sebuah situasi yang akan saya
ceritakan. Jika anda adalah seorang yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan seseorang. Lalu anda
dipanggil ke persidangan, ingat anda adalah orang yang dituduh, bukan pelakunya… Tanpa anda
sadari, sudah banyak orang yang percaya bahwa anda adalah pelakunya. Pelaku pembunuhan
sebenarnya sudah menyebarkan berita bahwa anda yang membunuh korban tersebut dan semua orang
pun percaya. Ditambah lagi pelaku pembunuhan yang asli merupakan anak dari kelompok pejabat
tinggi. Tentu saja anda yang akan dicurigai dan dijatuhkan hukuman, dikarenakan “BANYAK
ORANG” menuduh anda juga sebagai pembunuhnya. Mau seperti apapun anda membela diri anda,
suara terbanyaklah yang menang. Itulah Demokrasi, Belum lagi ini di Indonesia negeriku tercinta ini.
Bukti bukti gampang sekali untuk di selewengkan dan malah mengarah ke anda sendiri. Menurut saya
inilah kelemahan demokrasi di Indonesia. Orang bisa dengan gampang disuap begitu saja untuk
melakukan kebohongan. Ditambah lagi Indonesia ini bukan negeri yang kaya dan maju, negara ini
masih berkembang. Hukum di Indonesia bisa di Ibaratkan sebagai pensil, runcing kebawah dan
tumpul keatas. Runcing kebawah maksudnya diterapkan secara tegas dan berlebihan kepada golongan
yang kurang mampu, namun tumpul keatas, yaitu golongan yang banyak uang bisa kebal secara
hukum begitu saja.

Kalau kita bicara tentang Hukum, ada juga yang Namanya HAM, Hak Asasi Manusia. HAM
adalah hak dasar yang melekat dalam diri setiap manusia sejak dalam kandungan. Hak yang paling
mendasar yaitu hak untuk hidup. HAM juga diterapkan oleh Indonesia. Namun Namanya juga
Indonesia pasti ada lah penyelewengan HAM yang dilakukan oleh pemerintah. Kita ambil contoh
gampang yaitu pada kasus tahun 1998 krisis moneter yang melanda Indonesia. Pada waktu jaman
bapak presiden kita yang sangat dictator pada zaman itu yaitu pak Soeharto. Beliau dikenal dengan
prajuritnya yang misterius yang siap membunuh dan menghilangkan setiap orang yang ingin
mengungkapkan pendapatnya terhadap pemerintahan beliau. Semua diskusi politik pada saat itu
dilarang keras oleh beliau untuk menjaga jabatannya pada saat itu. Penghilangan nyawa merupakan
pelanggaran berat terhadap HAM. Kita juga harus ingat dengan kasus pembunuhan Munir yang
sangat TERORGANISIR saat itu. Jika di ingat ingat lagi banyak sekali pelanggaran HAM yang
terjadi pada saat orde baru, namun tidak ada kelanjutannya sampai sekarang. Menurut anda kenapa
hal tersebut bisa terjadi? Tentu saja karena banyak kaitannya terhadap pejabat pejabat tertinggi negara
Indonesia. Ditambah lagi pemimpin pasukan mawar yang dulu menyulik dan membunuh aktivis,
sekarang menjadi CALON PRESIDEN…. WOW HEBAT SEKALI NEGARA INI. APAKAH
SEJARAH 98 AKAN TERULANG LAGI?

Kebasan Beragama juga menjadi isu terhangat belakangan ini. Intinya, semua karena Ego
sang mayoritas untuk membuat negara ini menjadi khilafah sepertinya. Lucu sekali negara ini. Para
pahlawan sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawanya atau
menjadi cacat seumur hidup UNTUK SEMUA RAKYAT INDONESIA. Bukan untuk kaum
mayoritas doang. Bagaimana ya, lama kelamaan ego sudah makin memuncak, nah inilah isu yang
dipakai oleh para pemecah belah bangsa untuk mencari keuntungan. Membuat kasus penghinaan
agama lah, padahal cuman rekayasa belaka. Tapi lucunya, walaupun sudah tau itu rekayasa, namun
tetap saja kekeh untuk korban dihukum berat. Lucunya negeri ini, kapan negara ini bisa maju kalau
masyarakatnya berpikiran pendek seperti itu. Jadi pertanyaannya adalah… Kapan Indonesia mau
berubah? Tidak ada yang tahu. Jika perubahan bukan dari kita, dari mana lagi? Mau terus terusan
bergelut tentang agama? Silahkan, tapi jangan salahkan pemerintah jika negara ini tidak pernah maju.
Mulailah berpikir rasional saat ini, jangan menurut agama atau apa lah yang bisa memecah belah
negara ini. Semua agama juga mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Jangan menganggap agama
sendiri adalah agama yang paling benar. Indonesia tidak perlu banyak orang pintar untuk maju, kita
butuh banyak orang jujur dan berpikir rasional. Begitu saja menurut saya, terima kasih pa atas
perhatiannya.