Anda di halaman 1dari 4

FUNGSI HATI

1. Sebagai tempat berlangsungnya metabolisme protein (deaminasi


asam amino, pembentukan amoniak dari cairan tubuh), lemak
(pembentukan lipoprotein dan pembentukan sejumlah kolesterol
dan fosfolipid) dan karbohidrat (menyimpan glukosa, mengubah
galaktosa dan frukotosan menjadi glukosa, dan glukoneogenesis).
2. Menyimpan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe) dan vitamin yang
larut dalam lemak (vitamin A,D,E,K), glikogen dan berbagai racun
yang tidak bisa dikeluarkan oleh tubuh.
3. Sebagai tempat fagositosis mikroorganisme, eritrosit, dan leukosit
yang sudah tua dan rusak.
4. Sebagai tempat ekskresi, yaitu hati memproduksi empedu yang
berperan dalam emulsifikasi dan absorbsi lemak.
5. Sebagai tempat penyimpanan enrgi, pembentukan protein dan asam
empedu, pengaturan metabolisme kolesterol, dan penetralan racun
yang berasal dari luar tubuh.

PENYAKIT HATI

1. Infeksi misalnya dikarenakan virus hepatitis. Virus ini bisa ditularkan


melalui makanandan minuman yang terkontaminasi serta suntikan,
tusukan jarum yang terkontaminasi juga.
2. Disebabkan oleh racun, misalnya karena alkohol atau obat tertentu.
Terjadi akibat adanya penimbunan zat yang berbahaya di dalam hati
atau adanya gangguan metabolisme obat.
3. Hemokromatosis disebabkan oleh genetik atau keturunannya.
4. Adanya penyakit auto imun, seperti hepatitis autoimun
5. Kanker misalnya Hepatocelluler carcinoma yang diebabkan oleh
senyawa yang bersifat karsinogenik.
Hubungan batu ginjal dengan perlemakan hati.

Perlemakan hati disebabkan oleh adanya penumpukan lemak terutama


trigliserida di hepatosit (sel hati) dan akibatnya berat hati bertambah
mencapai 5% dari berat awalnya.

BATU EMPEDU pada jenis Batu Kolesterol ini terbentuk/terjadi bila orang
terlalu banyak mengkonsumsi lemak jenuh, melebihi kapasitas
penguraiannya oleh empedu.

 Hati terlalu banyak melepaskan kolesterol dan empedu tidak


menyediakan cukup garam empedu untuk melarutkan kolesterol,
sehingga empedu menjadi jenuh
 Diet ekstrim yang dilakukan untuk menurunkan berat badan secara
drastis, merupakan 10-25 persen penyebab dari pasien yang terkena
batu empedu. Ketika diet, kita akan mengalami perubahan
keseimbangan garam empedu dan kolesterol dalam kandung
empedu. Yang mana kadar kolesterol meningkat, sedangkan garam
empedu menurun. Sementara, pelepasan kolesterol dalam jumlah
banyak ke empedu bisa membuat empedu jenuh ketika berdiet. Hal
ini yang bisa menyebabkan batu empedu terbentuk.
 Salah satu fungsi hati adalah fungsi eksresi. Bilirubin merupakan
kandungan hasil pemecahan sel darah merah. Beberapa penyakit
menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin. Penyakit ini
misalnya sirosis dan infeksi bilier. Bilirubin yang berlebihan dapat
menyebabkan batu empedu.
 Batu empedu juga dapat menyebabkan kolestasis yaitu kondisi di
mana aliran empedu terhambat. Empedu yang diproduksi hati
kemudian kembali lagi ke aliran darah dan menyebabkan kulit
pasien berwarna kuning.
 Obesitas merupakan salah satu faktor risiko batu empedu. Hal ini
disebabkan karena orang obesitas memproduksi kadar kolesterol
yang tinggi. Akibatnya, empedu tidak mampu membantu tubuh
mencerna semua kolesterol dan batu empedu akan terbentuk.