Anda di halaman 1dari 9

TERM OF REFERENCE

Kegiatan : Survei Integratif Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat


Waktu Pelaksanaan : 1-30 Agustus 2016
Tempat Pelaksanaan : Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur
Penanggung Jawab : Hendy Fatchurohman

A. Latar Belakang
Kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat merupakan sebuah kesatuan ekosistem
kawasan karst dan non-karst sebagai penyangganya, membentang timur-barat sepanjang
kurang lebih 200 km. Topografi karst dapat ditemui dari kawasan pesisir hingga jauh ke arah
hulu dengan variasi topografi yang cukup nyata, sebagai akibat dari perbedaan komposisi
batuan maupun pengaruh dari luar seperti variasi iklim, tektonisme, dll. Perbedaan topografi ini
diduga kuat akan berimplikasi pada terbentuknya variasi ekosistem eksokarst maupun
endokarst dikawasan tersebut, tidak terkecuali aspek kehidupan masyarakatnya di masa
sekarang maupun masa lalu.
Usaha untuk mengungkap nilai penting keragaman ekosistem di kawasan tersebut
berpacu dengan ancaman perusakan sebagai akibat dari pembangunan ekonomi. Alih fungsi
hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, pemanenan kayu hasil hutan, dan penerbitan ijin
pertambangan adalah ancaman nyata bagi ekosistem kawasan karst Sangkulirang-
Mangkalihat. Sementara baru sedikit nilai-nilai penting yang berhasil diungkap, serta masih
terbatas pada bagian tertentu dari kawasan dan terbatas pada beberapa tinjauan ilmu.
Program yang akan dijalankan ini bertujuan untuk mengungkap sebanyak mungkin nilai-
nilai penting yang ada di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat dari tinjauan geodiversitas,
biodiversitas, geohidrologi, budaya, dan peranan kawasan karst dalam siklus karbon anorganik
dan organik. Data yang dikumpulkan akan menjadi modal bersama dalam usaha peningkatan
kesadartahuan parapihak akan pentingnya kawasan tersebut untuk dilestarikan. Secara khusus
data yang dikumpulkan akan menjadi bahan utama dalam perumusan master plan pengelolaan
kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Pencapaian tujuan tersebut dapat dilakukan dengan mengumpulkan data – data dasar
(baseline) yang dapat diolah guna menonjolkan nilai penting kawasan karst Sangkulirang-
Mangkalihat. Pengumpulan data dasar dapat diperoleh dengan melakukan kegiatan survei
lapangan secara terpadu dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu baik dalam bidang
geomorfologi, geologi, geohidrologi, speleologi, biodiversitas permukaan dan bawah permukaan
tanah, dan sosial budaya. Pelibatan berbagai tenaga survei pada berbagai disiplin ilmu
diharapkan dapat menggali berbagai informasi yang ada dilapangan sehingga dapat
menghasilkan data – data dasar lebih lengkap dan komprehensif. Pelaksanaan kegiatan survei
dilakukan dengan melakukan observasi langsung di lapangan disertai dengan pengambilan
data baik melalui kegiatan pengamatan, pengukuran, pengambilan sampel, dan teknik
observasi lainnya.
Kegiatan survei dilakukan dengan melibatkan 46 tenaga surveyor berasal dari berbagai
lembaga dan berbagai disiplin ilmu. Tenaga surveyor tersebut akan dikelompok kedalam kajian
geodiversitas, biodiversitas, bio-speleologi dan sosial budaya dan akan mulai mengumpulkan
data pada bulan Agustus 2016 (survei tahap 1) dan Oktober 2016 (survei tahap 2). Teknis
operasional dan titik lokasi kegiatan survei yang akan dilakukan disusun berdasarkan hasil
diskusi antara tim manajemen dan tim ahli pada kegiatan FGD I, II, dan III serta dikombinasikan
dengan hasil survei pendahuluan yang telah dilakukan oleh tim manajemen.

B. Bentuk Kegiatan
Kegiatan survei ini merupakan kegiatan yang menjadi dasar dalam penyusunan tujuan –
tujuan program ini dilaksanakan yaitu untuk merevitalisasi dan mengkarakterisasi nilai penting
kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Kegiatan survei ini dilakukan untuk mengumpulkan
semua data – data dasar (baseline) dalam pencapaian tujuan program ini. Kegiatan survei
dilakukan dengan menerjunkan surveyor ke lokasi Karst Sangkulirang-Mangkalihat untuk
melakukan kegiatan pengamatan, pengukuran, pengambilan, dan observasi langsung berbagai
parameter dalam bidang kajian geodiversitas, biodiversitas, bio-speleologi, dan sosial budaya.
Survei akan dibagi menjadi dua tahapan, pada tahap pertama akan dilakukan di bagian
barat kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat dan pada tahap kedua dilakukan di bagian timur
kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Kegiatan survei dilakukan dengan menerjunkan 46
orang surveyor yang terbagi menjadi 8 tim yang terdiri dari 2 tim bidang geodiversitas, 2 tim
bidang bio-speleologi, 2 tim bidang biodiversitas, dan 2 tim bidang sosial budaya. Tim
geodiversitas bertugas untuk mengumpulkan data – data geomorfologi, geologi, dan hidrologi
permukaan yang terdapat di wilayah kajian. Tim bio-speleologi bertugas untuk mengumpulkan
data – data gua, hidrologi bawah permukaan, dan biota bawah permukaan tanah. Tim
biodiversitas bertugas untuk mengumpulkan data – data keanekaragaman hayati yang berada
di atas permukaan tanah di wilayah kajian.
C. Maksud dan Tujuan
Kegiatan survei integratif dimaksudkan untuk mengumpulkan data – data dasar di
bidang geomorfologi, geologi, geohidrologi, bio-speleologi, biodiversitas, dan sosial budaya di
kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Data – data dasar yang dikumpulkan inilah yang
nantinya digunakan untuk mencapai tujuan akhir program yaitu untuk menyusun masterplan
dan merevitalisasi nilai penting kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat dilihat dari berbagai
aspek. Tujuan lain yang ingin dicapai dari kegiatan survei ini yaitu untuk memberikan tambahan
pengetahuan dan pemahaman bagi surveyor – surveyor lokal yang berasal dari Kalimantan
Timur utamanya di bidang pengukuran dan pemantauan di kawasan karst. Peningkatan
pemahaman ini diharapkan dapat juga meningkatkan kepedulian dalam upaya pelestarian
kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

D. Pelaksana
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM dengan
staf teknis sebagai penanggung jawab dan dibantu oleh 46 tenaga surveyor pada berbagai
disiplin keilmuan.

E. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan survei integratif akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu di bagian barat
kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang akan dilaksanakan pada tahap 1 bulan Agustus
2016 dan bagian timur kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang akan dilaksanakan pada
tahap 2 bulan Oktober 2016. Target lokasi kegiatan yang akan dicapai pada survei tahap
pertama yaitu sebagian sistem karst Suaran, sistem karst Batu Nyapa, sistem karst Merabu-
Kulat, sistem karst Batu Tondayan, sistem karst Batu Gergaji, sistem karst Batu Aji, sistem karst
Batu Tutunambo-Nyere, dan sistem karst Pengadan. Sementara target lokasi kegiatan pada
survei tahap 2 yaitu sebagian sistem karst Suaran, sistem karst Tabalar, sistem karst Lempake-
Talisayan, sistem karst Biduk-Teluk Sulaiman-Teluk Sumbang, sistem karst Manubar, dan
sistem karst Sekerat.

F. Peserta
Kegiatan survei integratif kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat akan dilaksanakan
dua tahap pada tanggal 1 Agustus 2016 sampai 30 Agustus 2016 dan 1 Oktober 2016 sampai
30 Oktober 2016. Kegiatan survei integratif akan diawasi dan dikawal agar sesuai dengan target
tiap bidang kajian oleh lima orang tenaga ahli yang telah mengawal jalannya program dari awal,
yaitu:
1. Dr. Eko Haryono, M.Si. dari Fak. Geografi UGM dengan bidang keahlian Geomorfologi
Karst;
2. Dr. M. Widyastuti, M.T. dari Fak. Geografi UGM dengan bidang keahlian Hidrologi Karst;
3. Dr. Pindi Setiawan, M.Si dari Fak. Seni Rupa dan Desain ITB dengan bidang keahlian
Arkeologi Karst;
4. Dr. Cahyo Rahmadi dari Puslit Biologi LIPI Bogor dengan bidang keahlian Biospeleologi;
5. Dr. Paulus Matius, M.Sc. dari Fak. Kehutanan UNMUL dengan bidang keahlian
Biodiversitas Hutan.

Adapun peserta kegiatan adalah 29 orang surveyor yang berasal dari Daerah Istimewa
Yogyakarta dan sekitarnya serta 17 orang surveyor lokal yang berasal dari Kalimantan Timur
dan sekitarnya. Daftar peserta kegiatan survei integratif disajikan dalam tabel berikut.

Tabel Tenaga Surveyor dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya


No. Nama Asal Lembaga

Bidang kajian Geodiversitas


1. Didit Hadi Barianto Fak. Teknik Geologi UGM
2. Moch. Indra Novian Fak. Teknik Geologi UGM
3. M. Haviz Damar Sasongko Fak. Geografi UGM
4. Joko Wiyono Fak. Geografi UGM
5. Chabibul Mifta Fak. Geografi UGM
6. Bella Amanda Fak. Teknik Geologi UGM
7. Bayu Budi Prasetya Fak. Geografi UGM
8. Nor Muhammad Iskandar Fak. Geografi UGM
9. Mega Dwi Antoro Fak. Geografi UGM
10. Yuli Fatimah Azzahra Fak. Teknik Geologi UGM
11. Sahala Manullang Fak. Teknik Geologi UNPAD
12. Wahyono Fak. Geografi UMS
13. Haryo Baskoro Fak. Geografi UGM

Bidang kajian Bio-Speleologi


14 Syaiful Efendi Fak. Ilmu Sosial UM
15. Isma Kurniawan Fak. Biologi UGM
16. Lukman Hakim Fak. Biologi UGM
17. Muhammad Zulfikrie Fak. Biologi UGM
18. Hilary Reinhart Fak. Geografi UGM
19. Wilda A. Fathoni Fak. Geografi UGM
20. Tiara Esti Ardi -
21. Ridwan Nasrullah -

Bidang kajian Biodiversitas


22. Nuhoni Prasetyo Fak. Kehutanan UGM
23. Ika Agustin Fak. Kehutanan UGM
24. Betty Milyanawati Fak. Kehutanan UGM

Bidang kajian Sosial Budaya


25. Aries Dwi Siswanto Fak. Geografi UGM
26. Liska Rahayu Fak. Geografi UGM
27. Halimi Fathan Fak. Ilmu Budaya UGM
28. Karlina Fak. Ilmu Budaya UGM
29. Andika Nur Perkasa Fak. Ilmu Budaya UGM

Tabel Tenaga Surveyor dari Kalimantan Timur dan sekitarnya


No. Nama Asal Lembaga

Bidang kajian Biodiversitas


1. Raharjo Ari Suwasono Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
2. Dzulkifli Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
3. Lasmito Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
4. Maldi Nurachman Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
5. Jeka Risky Febrian Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
6. Nur Rachman Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
7. M. Fajar Tegar Wahyudi Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
8 Rifani Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
9. Atma Wahyu Wiyanata Fakultas Kehutanan, Univ Mulawarman
10. Burhanuddin -
11. Abd. Syarif -
12. Dwi Putri Ramadhani Fak. MIPA , IPB

Bidang kajian Bio-Speleologi


13 Achdiat Putera Beang N. Univ.Mulawarman
14. Try Setiawan Mandalling P. Univ.Mulawarman
15. Muhammad Dayat Tullah Univ.Mulawarman
16. Abraham Sulistiono Univ.Mulawarman

Bidang kajian Sosial Budaya


17 Anjar Wahyu Ning Tyas -

G. Indikator Keberhasilan
Indikator Keberhasilan Umum
1. Terkumpulnya data – data dasar bidang kajian geomorfologi, geologi, geohidrologi, bio-
speleologi, biodiversitas, dan sosial budaya;
2. Tenaga surveyor junior dapat memahami teknis dan cara – cara pengukuran serta
penggunaan alat survei untuk pemantauan di kawasan karst melalui mekanisme transfer
knowledge dari surveyor madya.
Indikator Keberhasilan Khusus per Bidang
1. Tenaga surveyor Geodiversitas mampu mengumpulkan :
a) Data parameter geomorfologi (morfologi dan morfometri) bentukan eksokarst;
b) Sampel batuan di lapangan;
c) Data pemetaan geologi atau geodiversitas;
d) Data pemetaan mataair dan sungai permukaan;
e) Data debit aliran permukaan;
f) Data parameter fisik dan kimia mataair;
g) Sampel air dari mataair;
h) Data titik lokasi untuk melakukan tracer test.
2. Tenaga surveyor Biodiversitas mampu mengumpulkan :
a) Sampel biodiversitas permukaan dan karbon organik;
b) Sampel Herbarium;
c) Data pemetaan biodiversitas;
d) Data potensi keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna di atas permukaan.
3. Tenaga surveyor Bio-speleologi mampu mengumpulkan :
a) Sampel biota gua;
b) Sampel DNA biota gua;
c) Data potensi keanekaragaman biota di bawah permukaan;
d) Data pemetaan gua;
e) Data pengukuran morfometri gua;
f) Data pemetaan hidrologi aliran bawah permukaan (sungai bawah tanah);
g) Data debit aliran pada sungai bawah tanah;
h) Data parameter fisik dan kimia sungai bawah tanah;
4. Tenaga surveyor Sosial Budaya mampu mengumpulkan :
a) Data wawancara dengan informan;
b) Data etnografi terfokus masyarakat perikarst;
c) Data pengetahuan lokal masyarakat perikarst;
d) Data untuk mengidentifikasi konflik masyarakat perikarst;
e) Data untuk mengidentifikasi tingkat keberlanjutan ekonomi masyarakat perikarst;

H. Metode
Metode yang digunakan untuk mencapai indikator keberhasilan antara lain :
1. Observasi lapangan
Observasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi secara cepat kondisi alamiah di
wilayah kajian sehingga dapat terkumpul data – data umum yang terdapat pada setiap
bidang kajian.
2. Pengamatan, Pengukuran, dan Pengambilan Sampel
Pengamatan dan pengukuran akan dilakukan pada hasil proses geomorfologi
permukaan di kawasan karst, hasil proses hidrologi baik di bawah dan atas permukaan,
bentukan – bentukan geologi dan litologi batuan, hasil proses pelarutan berupa sistem
perguaan, beserta bentuk keanekaragaman hayati yang terdapat di atas dan bawah
permukaan tanah kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Proses pengambilan
sampel juga diperlukan untuk menganalisis lebih lanjut bentukan – bentukan geologi,
hidrologi, dan biodiversitas di laboratorium secara lebih rinci.
3. Wawancara dan atau FGD
Wawancara dan atau FGD dilakukan untuk menggali dan mengumpulkan data sosial
budaya yang terdapat di masyarakat lokal yang memanfaatkan dan mempunyai kearifan
lokal di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat.
I. Jadwal Kegiatan
(terlampir)

Yogyakarta, 27 Juli 2016

Penanggung Jawab Kegiatan


Hendy Fatchurohman