Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan

orang lain (Gail W. Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada

individu yang menarik diri, yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan

orang lain. Dimana individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka

peningkatan sosialisasi lebih mudah dilakukan. Sedangkan individu yang

mempunyai mekanisme koping maladaptif (skizofrenia), bila tidak segera

mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan menimbulkan masalah-

masalah yang lebih banyak dan lebih buruk.

Menurut Keliat dan Akemat 2005, menjelaskan bahwa untuk peningkatan

sosialisasi pada klien skizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian Terapi

Aktifitas Kelompok sosialisasi. Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta

(11%) orang yang mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006).

Hasil survey Kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan bahwa

185 orang per 1000 penduduk di Indonesia mengalami skizofrenia (ringan sampai

berat). Berdasarkan survey di rumah sakit jiwa, masalah keperawatan yang paling

banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91 %), halusinasi (26,37 %), perilaku

kekerasan (17,41 %), dan harga diri rendah (16,92 %) (Pikiran Rakyat Bandung,

2007).

Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia

adalah Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, Gangguan hubungan

interpersonal, Gangguan interaksi social, dan Resiko perubahan persepsi sensori


(halusinasi). Bila klien menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat

membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain (Budi Anna Kelliat,

2006). Bila pasien menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat

membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah

satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang

merupakan salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas

secara kolektif dalam rangka pencapaian penyesuaian psikologis, perilaku dan

pencapaian adaptasi optimal pasien. Dalam kegiatan terapi aktifitas kelompok,

tujuan ditetapkan berdasarkan akan kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh

sebagian besar peserta. Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya

memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi. Dari latar

belakang diatas maka peyusun tertarik untuk melaksanakan Terapi Aktivitas

kelompok (TAK) Sosialisasi pada pasien skizofrenia dengan riwayat menarik diri.

1.2 Tujuan

1. Tujuan Umum

Meningkatnya kemampuan pasien dalam membina hubungan sosial dalam

kelompok secara bertahap

2. Tujuan khusus

a) Pasien mampu memperkenalkan diri

b) Pasien mempu berkenalan dengan anggota kelompok

c) Pasien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok

d) Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan


e) Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan masaalah pribadi pada

orang lain

f) Pasien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok

g) Pasien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan tentang

TAKS yang dilakukan

1.3 Kerangka Teori

Terapi aktivitas kelompok klien dengan gangguan isolasi sosial atau

menarik diri adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien

dengan masalah hubungan sosial. Menarik diri adalah keadaan dimana seorang

individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi

dengan orang lain disekitarnya. Menarik diri merupakan upaya klien untuk

menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan orang lain

maupun komunikasi dengan oran lain. Menarik diri adalah suatu gangguan

hubungan interpesonal yang terjadi akibat adanya kepribadian yang tidak fleksibel

yang menimbulkan perilaku mala adaptif dengan mengganggu fungsi seorang

dalam hubungan sosial.

1.4 Kerangka Peserta

1. Karakter/criteria

a) Klien menarik diri yang telah mulai menunjukkan kemauan untuk

melakukan interaksi interpersonal

b) Klien dengan kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons

sesuai dengan Stimulus yang diberikan


2. Proses seleksi

a) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.

b) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.

c) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:

menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan

aturan main dalam kelompok

1.5 Pengorganisasian

1) Waktu dan Tempat

Hari/ tanggal : Senin, 20 Mei 2019

Jam : 09.00 - selesai

Tempat : Ruang TAK Kenari

2) Tim Terapi

Susunan perwat pelaksana TAKS sebagai berikut:

1) Leader : Heni Murti Wahyuni

2) Co. Leader : Yayuk Ratnasari

3) Fasilitator : Maria Fatima Koa

4) Observer : Maria Evarista Sugo

1.6 Metode dan Media

1) Metode

a) Dinamika kelompok

b) Diskusi dan tanya jawab

c) Bermain peran/simulasi
2) Alat/Media

a) Laptop

b) Musik atau Lagu

c) Bola plastic

d) Papan nama

1.7 Susunan Pelaksanaan

1. Persiapan

1) Memilih sesuai dengan indikasi yaitu isolasi sosial : menarik diri

2) Membuat kontrak dengan klien

3) Mempersiapkan alat dengan tempat pertemuan

2. Skema ruang terapi

1) Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran.

2) Ruangan nyaman dan tenang

Klie
n
Fasilitato Fasilitato

Klie Klie
n n

Fasilitato Fasilitato
Klie
n

Co-Leader Leader Observ

Pembagian Tugas :

1) Tugas Leader :
- Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok

sebelum kegiatan dimulai.

- Menjelaskan permainan.

- Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan

memperkenalkan dirinya.

- Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib

- Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

2) Tugas Co-leader :

- Mendampingi leader

- Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien.

- Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang dari perencanaan .yang

telah dibuat.

- Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami blocking dalam proses

terapi

3) Tugas Fasilitator :

- Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.

- Ikut serta dalam kegiatan kelompok

- Memotivasi klien yang kurang aktif.

- Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dalam

mengikuti jalannya terapi.

4) Tugas Observer :

- Mengobservasi jalannya proses kegiatan

- Mengamati serta mencatat perilaku Verbal dan Non-verbal klien selama

kegiatan berlangsung ( dicatat pada format yang tersedia)


- Mengawasi jalannya terapi aktivitas kelompok dari mulai persiapan proses

hingga penutupan.

5) Tugas Operator

- Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan musik

- Timer (Mengatur waktu)\

1.8 Proses Pelaksanaan

a) Persiapan

a) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial

b) Membuat kontrak dengan klien

c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b) Orientasi

Pada tahap ini terapis melakukan :

a) Memberi salam terapeutik : salam dari terapis

b) Evaluasi/validasi : menanyakan perasaan klien saat ini

c) Kontrak :

- Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri

- Menjelaskan aturan main/terapi :

 Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin

kepada terapis

 Lama kegiatan 45 menit

 Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

c) Tahap kerja
a) Jelaskan kegiatan, yaitu hidupkan laptop dan play musik serta bola

diedarkan searah dengan arah jarum jam (yaitu kearah kanan) dan

pada saat musik dimatikan maka anggota kelompok yang

memegang bola memperkenalkan dirinya.

b) Hidupkan musik kembali dan edarkan bola searah dengan arah

jarum jam

c) Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang

bola mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap ,

nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai

contoh.

d) Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai.

e) Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapat

giliran.

f) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberi tepuk tangan.

d) Tahap terminasi

 Evaluasi

a) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

b) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

 Rencana tindak lanjut

a) Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan

diri pada orang lain di kehidupan sehari-hari.

b) Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal

kegiatan harian klien.


 Kontrak yang akan datang

a) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan anggota

kelompok

b) Menyepakati waktu dan tempat

1.9 Tata tertib dan Antisipasi Masalah

1. Tata Tertib

1) Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK.

2) Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai.

3) Peserta berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.

4) Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan TAKS

berlangsung.

5) Jika ingin mengajukan/menjawab pertanyaan, peserta mengangkat

tangan kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin

6) Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan.

7) Peserta dilarang meninggalkan tempat sebelum acara TAKS selesai.

8) Apabila waktu TAKS sesuai kesepakatan telah habis, namun TAKS

belum selesai, maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota

untuk memperpanjang waktu TAKS kepada anggota.

2. Antisipasi masalah

1) Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok

- Memanggil klien

- Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab sapaan

perawat atau klien yang lain

2) Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit:


-Panggil nama klien

-Tanya alasan klien meninggalkan permainan

-Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan

pada klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu

klien boleh kembali lagi

3) Bila ada klien lain ingin ikut

- Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang

telah dipilih

- Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin

dapat diikuti oleh klien tersebut

- Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak

memberi peran pada permainan tersebut.


BAB II
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Sosialisasi
Sesi I dan II : Kemampuan Memperkenalkan Diri
dan kemampuan berkenalan
A. Tujuan

Pasien mampu berkenalan denggan anggota kelompok:

1. Menyebutkan jati diri sendiri : nama lengkap, nama panggilan, asal dan

hobi

2. Menanyakan jati diri anggota kelompok lain : nama lengkap, nama

panggilan, asal dan hobi

3. Memperkenalkan anggota kelompok lain ; nama lengkap, nama panggilan,

asal dan hobi

B. Setting

Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran.

C. Alat

1. Laptop

2. Musik atau Lagu

3. Bola plastik

4. Buku catatan dan Bulpen

5. Jadwal keiatan pasien

D. Metode
Dinamika kelompok

E. Langkah-langkah kegiatan

1. Persiapan

a) Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok

b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Oreantasi

a) Salam teraupetik

- Salam dari terapis

- Peserta da terapis memakai name tag

b) Evaluasi/validitasi

- Menanyakan perasaan pasien saat ini

- Menanyakan apakah pasien pernah memperkenalkan diri

pada orsng lain

c) Kontrak

- Menjelaskan tujuan kegiatan

- Menjelaskan peraturan kegiatan

3. Tahap kerja

a) Hidupakan musik atau lagu dan edarkan bola plastik berlawanan

dengan arah jarum jam

b) Pada saat musik dimatikan , anggoka kelompok yang memegang

bola mendapat giliran untuk memperkenalkan diri sendiri dan

berkenalan dengan anggota kelompok yang ada disebelah kanan

dengan cara:

- Memberi salam
- Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan,asal dan hobi

- Menanyakan nama lengkap, nama panggialan, asal dan hobi

- Dimulai oleh terapis sebagai contoh

c) Ulangi dari a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat

giliran

d) Hidupakn lagi musik dan edarkan bola plastik, pada saat musik

dimatikan minta anggota kelompok yang memegang bola untuk

memperkenalkan anggota kelompok disebelah kanannya kepada

anggota kelompok lain yaitu : nama lengkap, nama panggilan, asal

dan hobi

e) Ulangi d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran

f) Berikan pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberikan tepuk tangan.

4. Tahap Terminasi

a) Evaluasi

- Menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAKS

- Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

b) Rencana tindak lanjut

- Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih

memperkenalkan diri kepada orang lain dikehidupan sehari-

hari.

- Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal

kegiaan harian pasien.

c) Kontrak yang akan datang


- Menyepakati kegiatan berikut

- Menyepakati waktu dan tempat

F. Evaluasi dan Dokumentasi

a) Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya

pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien untuk melakukan

tak. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan

tujuan TAK. Untuk TAK sesi 1, dievaluasi kemampuan klien

memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan

menggunakan formulir evaluasi berikut:

Sesi I Kemampuan memperkenalkan diri


a. Kemempuan verbal

Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1 Menyebutkan nama lengkap
2 Menyebutkan nama panggilan
3 Menyebutkan asal
4 Menyebutkan hobi
Jumlah

b. Kemampuan nonverbal

Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1 Kontak mata
2 Duduk tegak
3 Menggunakan bahasa tubuh yang
sesuai
4 Mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
Jumlah

Petunjuk

1. Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS.

2. Untuk tiap klien, semua aspek dimulai dengan memberi tanda [√] jika

ditemukan pada klien atau tanda [x] jika tidak ditemukan.

3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan, jika nilai 3 atau 4 klien

mampu, dan jika nilai 0, 1, atau 2 klien belum mampu.

b) Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika tak pada catatan

proses keperawatan tiap klien. Misalnya, klien mengikuti sesi 1 TAKS,

klien mampu memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal,dianjurkan

klien memperkenalkan diri pada pasien lain diruang rawat lain di ruang

rawat (buat jadwal)


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Terapi aktivitas kelompok adalah aktivitas membantu anggotanya untuk identitas

hubungan yang kurang efektif dan mengubah tingkah laku yang maladaptive

(Stuart & Sundeen, 1998).

Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan

perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang

sama. Aktivitas digunakan sebagi terapi, dan kelompok digunakan sebagai target

asuhan.
3.2 Saran

Diharapkan bagi tenaga perawat menjadikan Terapi Aktivitas Kelompok

Sosialisasi sebagai tindakan keperawatan untuk setiap pasien dengan masalah

gangguan jiwa karena TAK Sosialisasi merupakan tindakan keperawatan yang

efektif.

DAFTAR PUSTAKA
Direja, Ade harman surya. (2011). Buku ajar asuhan keperawatan jiwa .
Yogyakarta:Nuha Medika
Keliat BA dan Akemat. (2005). Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok.
Jakarta:EGC
Keliat BA, Panjaitan RA, Helena N, (2006). Proses Keperawatan KesehatanJiwa.
Edisi 2. Jakarta : EGC
Prabowo,Eko. (2014) .konsep dan apliikasi :asuhan keperawatan jiwa.
Yogyakarta : Nuha medika