Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: KOMSIYAH, S.Pd

NO. PESERTA

: 1162751654220003

ANALISIS VIDEO MODUL 3 KEGIATAN BELAJAR 4 Berdasarkan video yang telah saya amati, konsep belajar humanistik yakni belajar

memanusiakan manusia. Dalam pembelajaran humanistik tidak ada jawaban siswa benar atau

salah, tetapi bagaimana guru menilai apa yang menjadi pandangan siswa terhadap persoalan, atau

apa yang dikonstruksi siswa dengan kognitif yang sudah dimiliki siswa sebelumnya.

Analisis jawaban yang berbeda dari setiap siswa bukan menjadi konsen guru, tetapi guru

harus konsen pada apa potensi siswa yang didapat, dari setiap analisis jawaban yang sekiranya

bisa dikembangkan untuk mengaktualisasikan diri. Dalam kasus ini guru hanya bisa menilai

progress kemampuan kognitif, struktrur kognitif, serta ketersedian kognitif yang dimiliki siswa

sebelumnya. Guru tidak bisa lagi memutuskan atau menjatuhi penilai bahwa jawaban siswa benar

atau jawaban siswa salah. Guru harus bisa menghargai cara pandang, presfektif siswa dalam

menilai obyek/peristiwa yang dijumpainya. Karena sumber pengatahuan bukan lagi hanya milik

guru, tetapi menjadi milik siswa.

Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator untuk mentranfer semangat, memotivasi dan

melayani agar pusat pembelajaran terjadi pada siswa. Guru harus bisa merubah metode

pembelajaran yang dapat memotivasi guru dan siswa, membuat siswa memiliki otonomi dalam

belajar serta menciptakan suasana belajar yang berpusat pada siswa. Pembelajaran lebih

berorientasi membangun tanggung jawab siswa dalam menciptakan belajar mandiri, membuat

tujuan/mimpi, serta tindakan untuk mencapai tujuan atau mimpi siswa. Guru harus bisa

mendorong belajar mandiri, bisa mereleksi diri sendiri serta memiliki pemikiran yang kritis. Dalam

pembelajaran abad 21 guru bukan lagi satu-satunya sumber pengatahuan.

Komentar

Dalam pembelajaran modern/humanistik atau pembelajaran abad 21 guru bukanlah satu-satunya

sumber pengatahuan, pengatahuan guru tidaklah mutlak. Maka sebaiknya perlu mengganti

sebutan “GURU” dengan sebutan “MOTIVATOR”. Supaya dengan penyebutan demikian ada

perubahan paradigma dalam mindset guru, bahwa guru bukan lagi pusat pembelajaran tetapi

menjadi fasilitas siswa untuk menemukan semangat, tujuan, belajar mandiri, serta memiliki prespektif yang unik.