Anda di halaman 1dari 17

ANALISA KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR (BORED PILE) STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS ANDALAS

Erwin Junianto Zebua, Hendri Warman, Yulcherlina Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta Padang Email :erwinbbm777@gmail.com, warman_hendri@yahoo.com, yul_cherlina@yahoo.com

Abstrak

Rumah Sakit merupakan gedung dengan kategori resiko IV,untuk itu struktur bawah gedung Rumah Sakit saat direncanakan harus stabil dan aman. Seperti yang diketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan mengalami bencana, khususnya gempa bumi. Maka dalam merencanakan pondasi suatu bangunan perlu diperhatikan kapasitas daya dukung pondasi agar menghindari korban jiwa akibat kegagalan struktur bawah. Analisa kapasitas daya dukung pondasi tiang bor untuk perencanaan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Andalas sebelumnya telah dihitung dengan metode Tomlinson. Tujuan penulisan ini untuk menganalisa daya dukung pondasi dan merencanakan dimensi penampang pondasi tiang bor, serta membandingkan hasil perhitungan dengan perhitungan sebelumnya. Perencanaan pondasi tiang bor dihitung berdasarkan gaya aksial dengan metode Mayerhof dan gaya lateral yang bekerja pada tiang dengan metode Broms. Dari kajian ini diperoleh besarnya daya dukung pondasi tiang, jumlah tiang pada tiap tiang kelompok dan penulangan pondasi. Berdasarkan hasil analisa, pondasi mampu menahan beban aksial dan lateral maksimun yang bekerja pada pondasi. Pondasi yang aman, efektif dan ekonomis yang dapat digunakan adalah pondasi kelompok sebanyak 2 tiang pertiang kelompok dengan diameter 80 cm dan kedalaman tiang 7 m. Perbedaan hasil perhitungan kapasitas daya dukung pondasi antara penulis dan perencana disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan.

Kata kunci : pondasi, aksial , lateral

ANALYSYS THE CARRYING CAPACITY OF BORED PILE FOUNDATION CASE STUDY UNIVERSITY EDUCATION ANDALAS HOSPITAL

Department Civil Engineering, Faculty of Civil Engineering and Planning, Bung Hatta University

Email : erwinbbm777@gmail.com, warman_hendri@yahoo.com, yul_cherlina@yahoo.com

Abstract

Hospital is a building with risk IV category, for that the structure under the Hospital building when it is planned to be stable and safe. As is known Indonesia is one of the countries prone to disasters, especially earthquakes. So in planning the foundation of a building should note the capacity of carrying capacity foundation to avoid casualties due to failure of the bottom structure. The analysis of the carrying capacity capacity of the pillar foundation for the planning of Andalas University Education Hospital has previously been calculated by Tomlinson method. The purpose of this paper is to analyze the carrying capacity of the foundation and to plan the dimension of the cross section of the bore pile foundation, and to compare the calculation result with the previous calculation. Planning of the bore pile foundation was calculated based on axial forces with the Mayerhof method and lateral forces acting on poles by the Broms method. From this study obtained the amount of bearing capacity of pole foundation, the number of poles on each group pole and the reinforcement of the foundation. Based on the results of the analysis, the foundation is able to withstand the maximum axial and lateral load working on the foundation. The safe, effective and economical foundation that can be used is group foundation of 2 pillars group with a diameter of 80 cm and a depth of 7 m pole. The difference in the calculation of the carrying capacity of the foundation between the author and the planner is caused the different methods used.

Keywords: foundation, axial, lateral

ANALISA KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG BOR (BORED PILE) STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS ANDALAS

Erwin Junianto Zebua, Hendri Warman, Yulcherlina Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta Padang Email : erwinbbm777@gmail.com, warman_hendri@yahoo.com, yul_cherlina@yahoo.com

warman_hendri@yahoo.com, yul_cherlina@yahoo.com PENDAHULUAN Pondasi merupakan struktur bagian bawah dari

PENDAHULUAN

Pondasi merupakan struktur bagian

bawah dari konstruksi bangunan yang

berhubungan langsung dengan tanah dan

berfungsi sebagai pemikul beban bangunan

dari atas dan akan menyalurkannya kedalam

tanah. Pondasi juga sering didesain sebagai

struktur yang menahan gaya angkat ke atas

terutama pada bangunan tingkat tinggi yang

dipengaruhi oleh gaya-gaya penggulingan

akibat beban angin, beban gempa dan

sebagainya. Keberadaan pondasi bukanlah

sesuatu yang tidak penting, akan tetapi

memiliki pengaruh besar dalam konstruksi

bangunan yang akan dibangun. Ada

bermacam-macam pondasi yang telah

ditemukan dan dipakai pada saat ini.

Namun,secara garis besar pondasi dibedakan

menjadi dua yaitu pondasi dalam dan

pondasi dangkal dan kedua jenis pondasi ini

masih dibedakan dalam beberapa bagian,

hanyasaja dalam Penggunaannya tergantung

pada eksistensi dari bangunan itu sendiri.

ondasi dalam Didefenisikan sebagai pondasi

yang meneruskan beban bangunan ke tanah

keras atau batuan yang letaknya relatif jauh

dari permukaan, dan cocok untuk digunakan

pada bangunan tingkat tinggi. Pada

prinsipnya, pondasi dalam, dalam

mendukung beban bangunan mengandalkan

tahanan ujung dan tahanan gesek dindingnya

dengan tanah.Adapun jenis pondasi dalam

yaitu pondasi tiang dan pondasi

sumuran.Menentukan jenis pondasi yang

hendak dipakai dalam suatubangunan tentu

saja tidak terlepas dari kondisi tanah di

lokasi bangunan itu.Untuk mengetahui

keadaan tanah tersebut diperlukan beberapa

penelitian dan uji penyelidikan tanah.

Penyelidikan tanah merupakan pengambilan

data-data tanah seperti sifat-sifat teknis

tanah dan karakteristik tanah dan akan

digunakan sebagai bahan pertimbangan

dalam menganalisa kapasitas dukung dan

penurunan, kedalaman tanah keras dan

sebagainya. Ada beberapa penelitian dan uji

penyelidikan tanah yang sering digunakan

pada suatu proyek seperti uji Standar

Penetrasi Test, uji Sondir dan uji penyelidikan tanah lainnya.Uji Standar Penetrasi Test (SPT) sering dilakukan karena sulitnya memperoleh contoh tanah tak terganggu pada tanah granuler. Pengujian tanah dengan cara ini juga dilakukan bersamaan dengan pengeboran tanah sehingga didapatkan sampel tanah dan data-data tanah seperti gambaran lapisan tanah seperti jenis, warna, sifat dan karakteristik fisik tanah.Dalam Tugas Akhir ini, daya dukung pondasi akan dianalisa berdasarkan data Standart Penetrasi Test yang telah dilakukan pada PembangunanRumah Sakit Pendidikan Universitas Andalas

METODOLOGI Untuk memperoleh data yang akurat, Proses pengumpulan data yang penulis lakukan antara lain,

1. Melakukan review dan studi kepustakaan

terhadap buku-buku, e- book dan jurnal – jurnal yang terkait dengan pondasi tiang, permasalahan pada pondasi tiang serta desain dan pelaksaan pemasangan pondasi bore pile.

2. Peninjauan langsung ke lokasi proyek

dan menentukan lokasi pengambilan data yang tersedia. 3. Pengumpulan data – data dari pihak

konsultan. Data yang diperoleh berupa :

a. Data hasil pengujian SPT

b. Data hasil pengujian Laboratorium

c. Data bore pile

d. Data SAP2000, untuk mengetahui Beban maksimum yang bekerja pada pondasi

e. Data kapasitas daya dukung

4. Menganalisis data dengan menggunakan

– data diatas berdasarkan formula

yang ada.

5. Menganalisis terhadap hasil perhitungan

yang dilakukan dan membuat kesimpulan.

data

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Daya Dukung Axial Tiang

Perhitungan Daya dukung tiang bor pada

Rumah Sakit Universitas Andalas ini dihitung berdasarkan data lapangan dan

laboratorium. tanah yang berasal dari data uji lapangan dihitung dengan dengan metode Meyerhoff.

a. N-SptDengan Metode Meyerhoff Untuk menghitungN-Spt dengan metode Meyerhoff dilakukan perhitungan daya dukung ujung tiang dan juga daya dukung selimut tiang

Daya dukung ujung tiang - borepile diameter 0.6 m Qp = 40 .Nb .Ap

Qp = 40 x 40 x 0,282 Sehingga diperoleh (Qp) Qp = 451.2 ton

- borepile diameter 0.8 m

Qp = 40 .Nb .Ap Qp = 40 x 40 x 0,5024 Sehingga diperoleh daya dukung ujung tiang (Qp) = 803.84 ton

- borepile diameter 1 m

Qp = 40 .Nb .Ap Qp = 40 x 40 x 0.785 Sehingga diperoleh daya dukung ujung tiang (Qp) = 1256 ton

Daya dukung ujung tiang Untuk mengetahui besarnya nilai tahanan selimut tiang, digunakan persamaan :

Qs = 0.1 N . As Luas selimut tiang tiap kedalaman 2 m menjadi

- borepile diameter 0.6 m

As = π. D . 2

= π x 0.6 x 2

= 3.76 m 2

- borepile diameter 0.8 m

As = π. D . 2

= πx 0.8 x 2

= 5.02m 2

- borepile diameter 1.0 m

As = π. D . 2

= π x 1 x 2

= 6,28 m 2

Berikut ini perhitungan daya dukung

selimut tiang :

Tabel Daya dukung tiang

Titik

(0.6)

(0.8)

(1.0)

Qs (ton)

Qs (ton)

Qs (ton)

BH1

49,16

65,64

85,60

BH2

43,80

58,48

73,16

BH3

36,19

48,32

60,45

BH4

24,35

32,50

40,66

BH5

31,58

42,17

52,75

BH6

51,42

68,65

85,88

BH7

47,19

63,00

78,81

BH8

54,52

72,79

91,06

Daya dukung ujung tiang

Besarnya

padapondasi tiang :

Pada titik bor BH1

- Diameter 0.6 m

daya

dukung

ultimit

Qu

= Qp + Qs

= 451.2 + 49.15

= 500.36ton

Tabel Nilai Qu pada setiap titik

(Qu)

Titik

(Qu) = Qp+Qs

(Qu) = Qp+Qs

(Qu) = Qp+Qs

Φ0.6

Φ0.8

Φ1.00

BH1

500,36

869,48

1341,60

BH2

495,00

862,32

1329,16

BH3

487,39

852,16

1316,45

BH4

475,55

836,34

1296,66

BH5

482,78

846,01

1308,75

BH6

502,62

872,49

1341,88

BH7

498,39

866,84

1334,81

BH8

505,72

876,63

1347,06

Daya Dukung Ijin (Qall)Kapasitas Pada

perencanaan ini, nilai faktorkeamanan yang diambil adalah 3.

Tabel Nilai Qall pada setiap titik

 

(Qall)

(Qall

(Qall)

Titik

Φ0.6

Φ0.8

Φ1.00

BH1

166,79

289,83

447,20

BH2

165,00

287,44

443,05

BH3

162,46

284,05

438,82

BH4

158,52

278,78

432,22

BH5

160,93

282,00

436,25

BH6

167,54

290,83

447,29

BH7

166,13

288,95

444,94

Dari hasil perhitungan daya dukung tiang diatas terlihat bahwa daya dukung berdasarkan NSPT dengan metode Meyerhof diperoleh daya dukung ujung tiang lebih besar daripada daya dukung selimut tiang.Berdasarkan analisa diatas, maka nilai tahanan ijin yang direkomendasikan untuk kepentingan perencanaan selanjutnya menggunakan daya dukung ijin terkecil, yaitu Tabel Resume Daya Dukung Izin rekomendasi

Diameter

Daya dukung Ijin (Qall) Rekomendasi

tiang

(m)

(ton)

0.6

158,52

0.8

278,78

1.00

432,22

b. DayaDukung Tiang Kelompok

- Borepile diameter 0.6 m Data :

Qp = 164.69ton Pu = 466.1 ton

P = 466.1 + berat pile cap (5%.Pu)

=466.1 + 20.10 =489.40 ton Maka jumlah tiang yangdibutuhkan :

n =

. .

= 2.96 4 tiang

Eg = 1- 18.4

( ) ( ) °

= 0.7955

Sehingga daya dukung tiang kelompok :

QPq = 164.69x 4 x 0.7955

= 524.04 ton > Pu = 489.40 ton

(OK)

- Borepile diameter 0.8 m Data :

Qp = 286,76ton Pu = 489.40ton Maka jumlah tiang yang dibutuhkan:

n =

.

,

= 1.70 2 tiang

Maka :

Eg = 1- 18.4 ( ) ° ( )

= 0.8977

Sehingga daya dukung tiang kelompok :

QPq = 286.76 x 2 x 0.8977

= 514.89 ton > Pu = 489.40ton

(OK)

- Borepile diameter 1.00 m Data :

Qp = 442,20ton Pu = 489.40ton

Maka jumlah tiang yang dibutuhkan :

n =

.

,

= 1.10 2 tiang

Maka :

Eg = 1- 18.4 ( ) ° ( )

= 0.8977

Sehingga daya dukung tiang kelompok :

QPq = 442,20x 2 x 0.8977 = 793.92 ton > Pu = 489.40ton

(OK)

Resume daya dukung tiang kelompok

Diam

Luas

Tiang Bor

Tiang Bor

eter

Tunggal

Kelompok

tiang

penam

pang

Daya

dukung izin

Daya dukung

(m)

(m2)

(ton)

(ton)

0.6

0.282

164,49

524.04

(4

tiang)

0.8

0.502

286,76

514.89

(2

tiang)

1.00

0.78

 

793.92

(2

442,35

tiang)

c. Menentukan beban maksimum tiang

(2 442,35 tiang) c. M enentukan beban maksimum tiang Gambar Peninjauan pile cap Menghitung beban P
(2 442,35 tiang) c. M enentukan beban maksimum tiang Gambar Peninjauan pile cap Menghitung beban P

Gambar Peninjauan pile cap

Menghitung beban P yang di terima pada masing-masing tiang :

Data –data :

-Diameter 0.6 m

Pu

:

489.40ton

My

:

61.76

Mx

:

44.21

nx

:

2

ny

:

2

Σx

Σy

2

2

= ny x jarak kudrat

= (2 x 1 2 ) x 2

= 4

= nx x jarak kudrat

= (2 x 1 2 ) x 2

= 4

Beban pada tiang Bor 1

P

x = 1 m

1

=

y = -1 m

± .

.∑

489.40

=

4

±

44,21 .1

2 .

4

±

±

.

.∑

61,76 .1

2 .

4

= 122.35 + 5.52 + (−7.72)

1 (+) = 120.16 1 (−) = 124.54

Beban pada tiang Bor 2

P 2

x = 1 m

=

±

.

=

y = -1 m

.

.∑

±

.

.∑

± , .

.

± , .

.

= 122.35 +5.52+ (-7.72)

P2 (+) = 109.10 ton P2 (-) = 135.60 ton

Beban pada tiang Bor3

x = 0,75 m

P 3 =

=

±

.

y = -0,75 m

. .∑

±

.

.∑

± , .

.

± , .

.

= 122.35 +5.52+ (-7.72)

P3 (+)

= 124.54 ton

P3 (-)

= 120.16ton

Beban pada tiang Bor4

x = 0,75 m

P

4

=

.

=

±

y = -0,75 m

.

.∑

±

.

.∑

± , .

.

± , .

.

= 122.35 +5.52+ (-7.72) P4 (+) = 135.60 ton P4 (-) = 109.10 ton Kontrol terhadap daya dukung ijin tekan tiang = 158,52 ton.

P1

= 124.54ton <158,52ton

P2

= 135.60ton <158,52 ton

P3

= 124.54ton <158,52 ton

P4 = 135.60ton <158,52 ton Dengan cara yang sama perhitungan ditabelkan, tabel perhitungan terlampir pada lampiran. B. Perhitungan kapasitas dukung lateral

pondasi tiang Kapasitas dukung lateral tiang yaitu

kemampuan tiang untuk menahanbeban – beban horizontal atau lateral , seperti : beban angin, tekanan tanah lateral, beban gelombang air, dan lain – lain. Gaya lateral yang terjadi pada tiang pondasibergantung pada kekuatan atau tipe tiang, macam tanah, penahan penanamanujung ting kedalam pelat penutup kepala tiang, sifat gaya – gaya dan besardefleksi. Kapasitas dukung tiang ditinjau berdasarkan defleksi maksimum danberdasarkan momen maksimum yang bekerja pada tiang pancang. a. Lateral tiang Berdasarkan Defleksi tiang maksimum Menentukan kriteria jenis tiang panjang atau pendek dengan metode Broms. Menentukan kriteria tiang pendek dan tiang panjang terjadi pada:Pada tanah lempung NC dan tanah granuler. Faktor kekakuan Untuk menentukan besar tahanan ultimit tiang yang mendukungbeban lateral, perlu diketahui factor kekakuan tiang, R dan T.Faktor ini dipengaruhi oleh kekakuan tiang (EI) dan kompresibilitas tanah (modulus tanah), K.

Tiang diameter Ø60cm

-Modulus elastis pondasi Ep= 210000kg/cm 2 -Momen inersia tampang tiang

I p

D

4

3,14

0,6

4

64

64

635850 cm

4

-koefisien variasi modulus Ks

Ks = k1/1.5

= 4.67 (kg/cm 3 )

R =

2009600

.

5.94 >

= kriteria tiang panjang

.

=

3

=

117.7

Maka termasuk

Tiang diameter Ø80cm

R

=

=

2009600

.

= 168.6

. =

4.15

>

3

Maka termasuk

kriteria tiang panjang

Tiang diameter Ø80cm

R

=

=

2009600

.

= 3.13

>

3

kriteria tiang panjang

= 223 cm

Maka termasuk

1. Menentukan beban lateral ijin akibat

defleksi tiang ujungjepit dengan Metode

Broms (Hardiyatmo, 2010:332 )

- Tiang ø0.6 m

H

=

y o N h 3/5 (EpxIp) 2/5

.

Nh yang diugunakan dengan kepadatan

relatif sedang = 4850

momen inersia tiang =0.0063m 4

Modus elastis tiang, Ep = 21000000 kN/m2

Pepindahan lateral ijin pada 6 mm pada

bangunan gedung menurut Mcnulty 1956 )

(Hardiyatmo,2010 :292)

H= 0,006.(4850) 3/5 (21000000.0,0063) 2/5

.

=1174,187Kn

Karena gedung difungsikan sebagai rumah

sakit termasuk kategori resiko IV maka

dikalikan faktor keutamaan gempa, faktor

pengali dan parameter kuat lebih sistem Ω 0 ,

maka :

H= , ,

= 719.18 Kn

Maka beban lateral ijin akibat defleksi tiang

pancang ujung jepit dengan metode Broms

sebesar 719.18 Kn

-Tiang

ø0.8 m

H

=1863,859Kn

=

0,006.(4850) 3/5 (21000000.0,020) 2/5

.

Maka,

H

1863,859 ,

=

=

1136.95 Kn

Maka beban lateral ijin akibat defleksi tiang

pancang ujung jepit dengan metode Broms

sebesar 1136.95 Kn

- Tiang ø1.00m

H =

= 2667,347Kn Maka,

0,006.(4850) 3/5 (21000000 .0,020) 2/5

.

H

2667,347 ,

=

=

1600.40 Kn

Maka beban lateral ijin akibat de fleksi tiang pancang ujung jepit dengan meto de Broms sebesar 1600.40 Kn

b. Lateral Tiang Berdasarka n Momen Maksimum Momen maksimum yang bekerj a oleh tiang akibat beban lateral tiang,makan akan terjadi

didesak ke

arah horizontal oleh tiang. Syar at keamanan

adalah yaitu

keruntuhan tanah akibat tanah

tiang pondasi yang diijinkan

Max > My. Hu = (3/2).γ.d.L 2 .Kp Momen maksimum tanah yang m enahan beban lateral adalah

-Tiang ø0.6 m

Hu

= (3/2) x 13 x 0.6 x 7 2 x 1,5 2 = 871,416 Kn

- Menentukan My ( momen beb an lateral) Nilai Hu/(kp.γ.d3) = 204.166 un tuk tiang jepitMaka didapat nilai My/d4γK p dari gambar diatas ( Grafik korelasi t ahanan

ultimittiang ( Broms, 1964b) pad a tiang

panjang adalah 700

ultimittiang ( Broms, 1964b) pad a tiang panjang adalah 700 Gambar Grafik korelasi tah anan ultimittiang

GambarGrafik korelasi tah anan ultimittiang ( Broms, 1964b) pada t iang panjang Maka nilai my = 700 x d4 x γ x Kp =

179,26kN.m

- Menentukan mome n maksimum

yangterjadi pada kepala

denganpersamaan :

Mmax = (2/3). H u. L Maka , Mmax = (2/3) x 204 .166x 7 = 952,77 kN.m Syarat : Mmax > My adal ah 952,77 kN.m >179,26kN.m , maka Aman

tiang dihitung

Jadi keruntuhan tiang d inyatakan aman karena momen maksimu m lebih besar

darimomen yang bekerja

beban

lateral. -Menentukan kedalaman m omen maksimum

akibat

f = 0,82√(Hu/(d.

p.γ))

maka f = 0,82√(204.166/(0, 6 x 1,52 x13))

f = 3.80 m

-menentukan keseimbangan horisontal (F)

F = (3/2). d.Kp.γ. L2 – Hu Maka

F = (3/2) x 0,5 x 1.52x 13 x 49 – 204.166

F = 667.25kN

Nilai yang bekerja akibat beban lateral pada fondasi tiang ini adalah My = 179.26 kN.m

Hu = 204.166kN

F= 667.25kN Mmax = 952.77 kN.m

L= 7 m

F = 3.80m

Hu minimum

3.d.Kp.γ. L = 248.976 kN/m tanah akibat F sedalam L Tegangan H u =204.166 kN
3.d.Kp.γ. L = 248.976 kN/m
tanah akibat F sedalam L
Tegangan
H
u
=204.166 kN
My
My =179,26kN.m
f
L =7m
Mmaks=952,77 kN.m
248.976 kN/m

Gambardiagram tegangan tanah ,Hu, My

dan Mmaks Tiang ø0.6

Kontrol gaya horizontal :

Syarat ;lateral ijin > Nilai yang bekerja akibat beban lateral

719.18 Kn x jml tiang > 248.976 kN/m x Ω 0

2876.72 > 764.91

- Tiang ø0.8 m Nilai yang bekerja akibat beban lateral pada fondasi tiang ini adalah

tiang aman

My = 404.68 kN.m Hu = 114.84kN

F= 1047,04kN Mmax = 535.92 kN.m L= 7 m F =2.21 m 3.d.Kp.γ. L = 331.968 kN/m tanah akibat F sedalam L

Hu minimum

Tegangan

L =7m

H u =114.84 kN My My =404.68kN.m f Mmaks=535.92 kN.m 331.968 kN/m
H
u
=114.84 kN
My
My =404.68kN.m
f
Mmaks=535.92 kN.m
331.968 kN/m

Gambar diagram tegangan tanah ,Hu, My dan

Mmaks Tiang ø0.8 m

Kontrol gaya horizontal :

Syarat ; lateral ijin > Nilai yang bekerja akibat beban lateral 719.18 Kn x jml tiang > 331.968 kN/m x Ω 0

1438.36 Kn > 663.93 Kn

- Tiang ø1.00 m

Nilai yang bekerja akibat beban lateral pada fondasi tiang ini adalah My = 436.33kN.m

Hu = 93,5 kN

F= 1047,04kN Mmax = 494 kN.m

tiang aman

Hu minimum

L= 7 m F =1,77 m 3.d.Kp.γ. L = 414.96 kN/m tanah akibat F sedalam L

 

Es

Tegangan

Ec

= 0,3 = 20 Mpa = 4700 √Fc’

Penurunan tiang kelompok sama dengan perpindahan titik tiang pancang ditambah penyusutan elastisitas tiang, sehingga :

e = ,

= ,

= 3.53 mm

Perpindahan titik tiang

N =

Dengan nilai N, M=z/D dan = 0,3

=

.

= 0,107

u = 93.5 kN My My = 436.33 kN.m f Mmaks= 494 kN.m 414.96 kN/m
u
= 93.5 kN
My
My = 436.33 kN.m
f
Mmaks= 494 kN.m
414.96 kN/m

L =7m

Tabel Nilai koefisien tegangan gesek (Kz)

Gambar 4.6 Diagram tegangan tanah

,Hu, My dan Mmaks Tiang ø1.00 m

Kontrol gaya horizontal :

Syarat ; lateral ijin > Nilai yang bekerja akibat beban lateral

1600.40

Kn x jml tiang > 414.96 kN/m x Ω 0

3200.80

Kn > 1244.88 Kn

tiang

aman

C. Penurunan Pondasi ( Setlement )

- Diameter 0.6 m

Panjang tiang = 7 m

No.

M = z/D

Kz

1

1,0

1,8346

2

1,1

1,6433

3

1,2

1,0873

4

1,3

0,7411

5

1,4

0,541

6

1,5

0,4163

7

1,6

0,3327

8

1,7

0,2739

9

1,8

0,23

10

1,9

0,1965

11

2,0

0,1714

Luas tiang

= 282000 mm

Spasi tiang

= 2,5 D

Pu

= 4894000 N

fc’

= 30 Mpa

fy

= 400 MPa

Kz rata-rata = 0.67

=

= 0,133

=

H pile point =

4894000 .

,

=

= 46.55 mm

Total penurunan :

H total

= e + H pile point

= 3.53+ 46.55

= 50,08 mm

Jadi, penurunan yang terjadi pada pondasi

sebesar

yang diijinkan adalah 10 cm.

H total <H maks

5 cm < 10 cm

maksimum

5,008

cm.

Penurunan

( OK )

- Diameter 0.8 m

Penurunan elastisitas tiang

e = ,

= 1.98 mm

= ,

Perpindahan titik tiang

N =

Dengan nilai N, M=z/D dan = 0,3 maka diperoleh nilai Kz

=

= 0,14

=

=

= 0,127

H pile point =

,

²

,

=

= 44.45 mm

Total penurunan :

H total

= e + H pile point

= 1.98 + 44.45

= 46.43 mm

Jadi, penurunan yang terjadi pada pondasi sebesar 4.64 cm. Penurunan maksimum yang diijinkan adalah 10 cm. H total <H maks

4.64cm < 10 cm

- Diameter 1.00 m

( OK )

Penurunan elastisitas tiang

e

= ,

= ,

785000

= 1.27 mm Perpindahan titik tiang

N =

=

,

= 0,17

Dengan nilai N, M=z/D dan = 0,3 maka diperoleh nilai Kz

=

,

=

²

= 0,095

H pile point =

mm

Total penurunan :

H total

,

=

= 33.25

= e + H pile point

= 1.27 + 33,25

= 34,52 mm

Jadi, penurunan yang terjadi pada pondasi

sebesar 3,42 cm. Penurunan maksimum yang diijinkan adalah 10 cm. H total <H maks

( OK )

3,42 cm < 10 cm

D. Penulangan pondasi tiang bor

a. Penulangan Pile Cap

Menentukan dimensi pile cap

Data-data :

Mutu beton

:

30 Mpa

Mutu besi

:

400 Mpa

Ukuran pile cap :

Lebar

Dipakai ukuran Pile Cap 360 x 1 60 dengan tebal 100 cm

Pmak

Lebar penampang kritis (B’)

=160 cm

:

489.4 ton

=

= −.

= 1500 mm

Berat Pile Cap pada Penampang kritis (q’)

= 2400 . L

= 2400 kg.m 3 . 3,60 m . 1.60 m

= 13,824 t/m’

Mu = 2 .

= 2 .

. ( ) −

.

489.4

4

. (1) 1

2

= 237.79 t.m

= 2377.9 KN.m

.

. 13, 82. 1 2

ϕMn ϕAs .fy (d – ½ a)

=

a

=

.

,

Asumsikan tulangan dengan D 2 2 – 150 , terpasang 20 tulangan.

As

= 0,25 . 3,14 . 22² . 20

= 7598,8 mm²

 

,

a

=

 

, .

 
 

=

33.11mm

ϕMn

=

ϕAs .fy (d – ½ a)

=

0,85 x 7598,8 x 40 0 ( 1000 – ½

33.11)

= 254.08 tm

tm

> Mu = 237.79

(Ok)

Untuk tulangan tekan b agian atas, bisa

diberikan sebesar 20% tula ngan utama . Bila

di pasang tulangan atas As’ = 5024 mm 2 > 20 1519.76mm 2 .

D16 – 150 maka % x 9498,5 =

> 20 1519.76mm 2 . D16 – 150 maka % x 9498,5 = Gambar Penulangan pile

Gambar Penulangan pile cap

-Penulangan Tie Beam Analisa Tulangan Utama

Perbedaan penurunan an tar pondasi = 46,4mm

Tie beam menerima beban

setinggi 4.5 m (berat 250 kg /m²) Data balok Tie Beam :

- L = 7500 mm

Pu

= 4894000 N

dinding ½ bata

- b = 400 mm - h = 100 mm - tinggi eff (d) = 925 mm

Inersia = 1/12 .b . h³

= 1/12 .400 . 1000³

= 3.3x 10 10 mm4

Tulangan lentur As minimum tidak boleh

kurang dari :

As min

=

fc '
fc
'

. b .d

 

4. fy

 

=

30
30

. 400 . 925

 

4.400

 

=

1266.6 mm2

Dan tidak lebih kecil dari :

As min

1,4xbxd

=

fy

1,4x400x625

=

400

= 1295 mm2

Perhitungan berdasarkan beban akibat

penurunan antar pondasi :

ΔM

=

=

6.

EI

.

S +Mu

2

Ls

6x25742.96x3.33x10

10 x46,4

7500

2

= 424701633.4 N.mm

Asumsi dipakai tulangan atas dan bawah 6

D 19 (As = 1700.31 mm2)

a =

Asxfy

0.85.

fc b

'.

Mn

ϕMn

1700.31x400

=

0.85.30.400

= 66.67 mm

= As. Fy (d – a/2)

= 1700.31 . 400 (925 – 66.67/2)

= 606442766.5 N.mm

= 0,85 .606442766.5 =515476351.5 N.mm > ΔM424701633.4 N.mm (Ok)

- Analisa tulangan Geser Beban pada tie beam :

Akibat beban dinding

=

250 .5 . 5

= 8437.5kg

Akibat berat sendiri

=

0.7 .0.4 .5 . 2400

= 7200 kg

Vu

=

1.4(6250 3360)

2

= 10946.25kg =109462.5N

Gaya geser akibat beton :  Nu  fc bw d '. . Vc =
Gaya geser akibat beton :
Nu
fc bw d
'.
.
Vc
=
 1 
14. Ag
6
 2942309.5  30.400.625 =  1    14.400.700  6 = 399515,49
2942309.5 
30.400.625
=
 1 
14.400.700
6
= 399515,49 N

ϕVc

N > Vu = 109462.5N (dipasang tulangan minimum) Di pasang D10 – 100 mm pada tumpuan dan D10 – 150 mm pada lapangan.

= 0,75 . 399515,49= 299636,62

Gambar Detail PenulanganTi e Beam - Penulangan Tiang bor Tulangan utama Penulangan tiang bor dihitung
Gambar Detail PenulanganTi e Beam - Penulangan Tiang bor Tulangan utama Penulangan tiang bor dihitung

Gambar Detail PenulanganTi e Beam

- Penulangan Tiang bor Tulangan utama Penulangan tiang bor dihitung b erdasarkan gaya Pudan My pada kolom yan g sudah didistribusikan ke tiang bor :

Pmaks = 489.4 ton

Pu= ø(0,85fc’(Ag-Ast)Ast.fy)

Dimana :

Pu= Beban yang didistribusikan ke tiang bor Ag= Luas dari tiang bor yang di gunakan Ast= Luas baja tulangan yang di rencanakan

Ø= Faktor redukasi (0,8)

Ag= πd 2

=

π800 2

=502400mm

Pu= ø(0,85fc’(Ag-Ast)Ast.fy)

4894000=0,8(0,85fc’(502400-As t)+Ast.fy

4894000 = 11957120 + 296.2A st

Ast

Untuk presentasi tulangan minim um 0.01 Ag Maka luas baja tulangan :

Maka, Dipakai Tulangan 15 D22

= -25169.20 mm 2

tulangan : Maka, Dipakai Tulangan 15 D22 = -25169.20 mm 2 Gambar Penulangant ang bor -

Gambar Penulangant ang bor

- Tulangan geser Tiang bor Dipakai tulangan geser D1 0-150

- Tulangan geser Tiang bor Dipakai tulangan geser D1 0-150 Gambar Penulanganges er tiang bor KESIMPULAN

Gambar Penulanganges er tiang bor

KESIMPULAN Berdasarkan Hasil analisa yang dilakukan, kapasitas

tiang bor dengan diame ter tiang yang

aksial

dan perhitungan

dukung

berbeda besar daya dukungnya juga berbeda baik itu daya dukung ujung tiang maupun daya dukung selimut tiang.Untuk jumlah kelompok tiang bervariasi dari hasil terlihat semakin kecil diameter tiang jumlah tiang kelompoknya lebih banyak. Pada hasil perhitungan pondasi mampu menahan gaya aksial yang terjadi.Pada hitungan gaya lateral, dihitungan dengan metode Broms. Dengan metode Broms, gaya lateral tiang dihitung menganggap bahwa tekanan tanah aktif yang bekerja dibelakang tiang diabaikan, distribusi tekanan pasif disepanjang tiang bagian depan sama dengan tiga kali tekanan pasif Rankine, bentuk penampang tiang tidak berpengaruh terhadap tekanan tanah ultimit, dan tahanan tanah lateral sepenuhnya termobilisasi dengan gerakan tiang. Setelah dilakukan analisa perhitungan dan dikontrol daya dukung lateral tiang lebih besar atau mampu menahan gaya lateral yang terjadi pondasi.Penurunan pondasi berdasarkan analisa juga aman karena pondasi berada pada tanah sedang dan besar penurunan yang terjadi kecil dari besar penurunan yang diijinkan yaitu 10 cm.Dari semua hasil analisa perhitungan yang dilakukan jika bandingkan dengan yang diterapkan dilapangan tiang diameter 80cm lebih praktis digunakan jika dibandingkan dengan

diameter 120cm yang diterapkan dilangan. Karena daya dukung aksial dan lateral tiang dimeter 80cm mampu struktur atas Rumah Sakit universitas Andalas dengan memp- erhitungkan faktor resiko gedung dan faktor gempa.

DAFTAR PUSTAKA

Bowlesh, J. E., 1991, Analisis dan Desain Pondasi, Edisi keempat Jilid 2,Erlangga, Jakarta. Hardiyatmo, H. C., 1996, Teknik Pondasi 1, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Coduto, Donald P., 1991, Foundtion Design,Second Edition,Prentice-Hall,inc., USA. Hulu, Henri Beteholi, 2015, AnalisaDaya Dukung Pondasi Bored Dengan Metode Analisis Proyek Manhattan Mall dan Condominium. Tugas Akhir Teknik Sipil,Universitas Sumatera Utara. Haryati, Ety, 2008, Perancangan Pondasi Tiang Bor Pada Menara Pemancar di Jakarta Barat. Tugas Akhir Teknik Sipil, Universitas Mercu Buana. Badan Standarisasi Nasional. 2012. Satandar perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Gedung dan Non Gedung. SNI-1726-2012. Jakarta