Anda di halaman 1dari 4

D.

Implementasi dan Evaluasi


Berdasarkan intervensi yang telah di tetapkan pada Ny. E dengan Resiko
Perilaku Kekerasan. Penulis melakukan implementasi keperawatan selama 4 hari
dari tanggal 06-08 2018.
Implementasi hari pertama dilakukan pada hari Senin tanggal 06 -08 tahun
2018. Implementasi dilakukan pada pukul 09.00 Wib, setelah membina hubungan
saling perccaya dengan klien, perawat menanyakan keluhan pasien, adapun hasil
wawancara dengan pasien di dapatkan data bahwa klien mengatakan masih marah
dengan kerabatnya dan merasa masih kesal. Klien tampak kesal, marah, dan tangan
klien bergetar saat marah, mata melotot, dan melempar piring melalui jendela
kamar. Setelah itu perawat strategi pelaksanaan 1 RPK pada Ny. E yaitu latihan
fisik satu : tarik nafas dalam. Adapun hasil dari latihan fisik 1 adalah klien mampu
melakukan tindakan yang diajarkan dengan baik, namun masih marah yang mana
pasien masih menunjukkan prilaku maladaptive seperti mengepal tangan, mata
melotot dan wajah kesal. Selanjutnya perawat membuat kontrak waktu untuk
melakukan latihan fisik 2 pukul bantal kasur pada jam 09 00 wib, dank lien setuju
untuk mengikuti kegiatan yang disepakati. Saat dilakukan SP 1 latihan fisik 1 :
pukul bantal kasur klien mengikuti arahan dari perawat, dan bersedia melakukannya
jika merasa marah dan kesal. Perawat memberi motivasi pada pasien agar
melakukan tindakan yang telah diajarkan yaitu latihan fisik satu dan dua.
Pukul 09 30 dilakukan tahap evaluasi pada klien Ny. E tentang SP yang telah
dilakukan yaitu latihan fisik satu dan dua. Dari data subjektif diketahui bahwa klien
mengatakan senang setelah berinteraksi dengan perawat tentang PK dan bisa
mengontrol marah secara mandiri dengan benar. Sedangkan data objektifnya adalah
mampu melakukan latihan fisik 1 : tarik nafas dalam dan latihan fisik 2 : memukul
bantal dan kasur. Berdasarkan data tersebut analisa dari tindakan yang diberikan
adalah masalah teratasi sebagian, untuk itu perawat membuat kontrak waktu dengan
Ny. E untuk pertemuan selanjutnya.

53
Implementasi hari kedua dilakukan pada hari selasa tanggal 07 -08 2018 di
ruang Srikndi tempat Ny. E di rawat. Adapun rencana tindakan pada hari ini adalah
melakukan Strategi pelaksanaan 2 yaitu latihan verbal (meminta, menolak dengan
baik). Pada hari ini klien tampak gelisah, mondar-mandir, mebuka kasur dan
membanting pintu, dan berbicara kasar saat meminta makanan klien di kurung di
ruang isolasi oleh perawat ruangan dibantu oleh satpam sehingga kontrak waktu.
Pertama perawat mengevaluasi SP sebelumnya, dan pasien ingat walaupun
masihdiingatkan. Setelah dilakukan kontrak waktu dan klien bersedia, perawat
melakukan tindakan SP 2 yaitu melatih klien meminta makanan dan minum dengan
baik kepada perawat. Klien mampu mempraktekkan latihan yang diberikan. Klien
meminta makan dengan baik kepada perawat dan meminta minum dengan baik
dengan pasien lainnya.
Hasil evaluasi implementasi hari kedua adalah data subjektif : klien
mengatakan mau mempraktekkan cara yang diajarkan. Sedangkan data objektif
Klien meminta makan siang dengan baik, dan tidak marah, klien makan siang di
meja makan, dan tersinggung karena pasien Ny. D berteriak, pasien lalu
membanting piringnya, selanjunya klien membanting kursi makan. Hasil analisa
datanya adalah SP 2 belum tercapai karena klien belum mampu mempraktekkan SP
3 dengan baik yaitu meminta dengan baik kepada pasien lain dengan mandiri.
Implementasi hari ketiga dilakukan pada hari Rabu 08 -08-2018 di ruang
Srikandi. Adapun data yang diperoleh Klien tampak tenang, tidak marah-marah
lagi, kondisi pasien baik, bersih dan mampu meminta tolong untuk merapikan
rambutnya dengan baik pada perawat. Klien bisa bersosialisasi dengan pasien lain
di ruangan dengan menonton televise bersama. Klien makan dengan baik di meja
makan. Sesuai dengan kontrak waktu yang telah di sepakati bahwa hari ini akan
dilakukan SP 3 yaitu latihan spiritual dengan 2 kegiatan (Berwudhu dan Sholat).
Sebelum melakukan SP 3 perawat terlebih dahulu mengevaluasi kegiatan SP
sebelumnya. Hasilnya adalah klien sudah mampu melakukan latihan fisik 1 yaitu
tarik nafas dalam secara mandiri dan melakukan SP 2 dengan meminta makanan

54
atau minum dengan baik. Setelah itu dilakukan SP 3 pada klien. Klien mengikuti
latihan yang diberikan dan kooperatif selama latihan SP tersebut. Pada jam 12.30
WIB klien dibimbing untuk melakukan sholat Dzuhur, klien mengikuti arahan
perawat. Dari hasil obseervasi perawat didapatkan data bahwa klien dapat mampu
melakukan tata cara berwudhu dengan benar sesuai dengan rukun whudu’. Setelah
berwudhu klien melakukan shalat Dzuhur, dari hasil observasi perawat, klien hanya
melakukan 3 rakaat sholat dzuhur yang seharusnya dilakukan sebanyak 4 rakaat.
Perawat mengapresiasi tindakan klien karena telah mencoba untuk melakukan
latihan yang diberikan dan memberikan validasi terhadap kemampuan klien.
Hasil Evaluasi implementasi keperawatan yang diberikan adalah masalah
teratasi sebagian dengan kriteria hasil Klien tampak tenang, marah (-), dan tidak
kooperatif. Klien mampu melakukan berwudhuk dan sholat zuhur secara mandiri
Klien tampak berzikir setelah melakukan sholat zuhur, Klien mampu
mempraktekkan SP 4 dengan baik yaitu melakukan kegiatan spiritual : berwudhu
dan sholat.
Implementasi keperawatan selanjutnya dilakukan pada hari Kamis tanggal 09
08 2018 jam 09.00 WIb. Agenda kegiatan hari ini adalah tindakan SP 5 yaitu
minum obat dengan benar. Sebelum melakukan tindakan perawat mengumpulkan
data melalui perawat dinas malam. Berdasarkan operan dinas malam diketahui
bahwa Menurut perawat ruangan dinas malam, klien gelisah dan berteriak tadi
malam, klien mengatakan melihat makhlus halus (ghaib) yang datang kepadanya,
klien tampak memukul kasur dan berjingkrak-jingkrak diatasnya. Setelah
mengingatkan kontrak waktu dengan pasien perawat melakukan SP 5 yaitu minum
obat dengan benar. Perawat memberitahu pada pasien tentang tata cara minum obat
dengan benar.
Hasil evaluasi implementasi keperawatan adalah Klien mengatakan akan rajin
minum obat, dan tidak akan melawan jika di beri obat, klien meminum obatnya
pada pukul 19.00, klien belum mapu untuk meminta dan menolak dengan baik,
klien masih diarahkan dan dipantau untuk minum obat.

55
56