Anda di halaman 1dari 3

FALSAFAH PRAKTIK KEPERAWATAN

Sebagaian besar dasar falsafah praktik keperawatan professional disusun merujuk


kepada konsep praktik keperawatan profesional dan teori keperawatan. Falsafah
praktik keperawatan secara umum mengandung dasar-dasar pemikiran yang sama
untuk mengemban tugas keperawatan, tetapi di setiap negara,pernyataan yang
disusun juga disesuaikan dengan nilai dan latar belakang budayanya.

Dalam Lokakarya Nasional bujan Januari 1983 telah disepakati adanya


profesionalisasi keperawatan, dengan menetapkan pengertian keperawatan,
falsafah keperawatan, serta peran dan fungsi perawat.

Pernyataan falsafah keperawatan di Indonesia

1. Perawat merupakan bantuan, diberikan karena adanya kelemahan fisik dan


mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju
kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari.
2. Kegiatan dilakukan dalam upaya penyembuhan, pemulihan, serta
pemeliharaan kesehatan dengan penekanan kepada upaya pelayanan utama
(PHC) sesuai dengan wewenang, tanggung jawab dan etika keperawatan.

Falsafah keperawatan dari lokakarya 1983 dapat dipakai sebagai karangka untuk
menyusun falsafah praktik keperawatan. Dalam mengembangkan falsafah
keperawatan kita tidak dapat hanya mengacu kepada satu teori keperawatan, namun
falsafah harus menjelaskan berbagai pandangan dasar tentang hakikat manusia dan
esensi keperawatan sehingga dapat dijadikan kerangka dasar yang kokoh bagi
praktik keperawatan.

HAKIKAT PRAKTIK KEPERAWATAN

Pada hakikatnya, keperawatan sebagai profesi senantiasa mengabdi kepada


kemanusiaan, mendahulukan kepentingkan kesehatan klien di atas kepentingan
sendiri, bentuk pelayanan bersifat humanistik, menggunakan pendekatan secara
holistik, dilaksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan serta
menggunakan kode etik sebagai tuntunan utama dalam melaksanakan asuhan
keperawatan. Asuhan keperawatan yang merupakan inti praktik keperawatan
ditunjukan pada klien yaitu individu, keluarga, dan masyarakat yang didasarkan
pada hubungan professional perawat-klien.

Hubungan profesional perawat-klien yang pada hakikatnya mengacu pada sistem


interaksi antara perawat-klien, maka perawat sebagai pemberi pelayanan
keperawatan atau praktisi keperawatan akan mendapat suatu kepercayaan
(professional trust). Dengan adanya kepercayaan tersebut, perawat telah
menunjukan kemampuan atau kompotensinya kepada klien berupa kemampuan
intelektual, keterampilan teknis dan sikap yang dilandasi etika profesional sehingga
mampu membuat keputusan (judgement) secara profesional.

Karakteristik hubungan profesional

1. Berorientasi pada kebutuhan klien


2. Diarahkan pada pencapaian tujuan
3. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah klien
4. Memahami kondisi klien dengan berbagai keterbatasannya
5. Memberikan penilaian berdasarkan norma yang disepakati antar perawat-
klien
6. Berkewajiban memberi bantuan pada klien agar mampu menolong dirinya
secara mandiri
7. Berkewajiban untuk membina hubungan berdasarkan pada rasa percaya
8. Bekerja sesuai dengan kaidah etika untuk menjaga kerahasiaan klien dan
hanya menggunakan informasi untuk kepentingan dan persetujuan klien
9. Berkewajiban menggunakan komunikasi efektif dalam memenuhi
kebutuhan klien.

Dengan terciptanya hubungan profesional perawat-klien, maka perawat sebagi


pemberi pelayanan keperawatan atau praktisi keperawatan akan mendapat suatu
kepercayaan (professional trust). Dengan adanya kepercayaan tersebut, perawat
telah menunjukan kemampuan atau kompetensinya kepada klien berupa
kemampuan intelektual, keterampilan teknis dan sikap yang dilandasi etika profesi
sehingga mampu membuat keputusan (judgement) secar profesional.