Anda di halaman 1dari 5

TUGAS TERSTRUKTUR MK-ZOONOSIS

Semester Genap 2018/2019

SALMONELLOSIS
Penyusun Kelompok : A4
1. Palgunendyah Intan M. (061611133060) 6. Moch Bagus K. S. (061611133067)
2. Vidiana Prihesti (061611133061) 7. Bertalina Novarisha (061611133069)
3. Hanun Roviqoh R. (061611133062) 8. Melita Tri Atmajaya (061611133070)
4. Ajeng Sekar R. (061611133064) 9. Venri Novryantoro (061611133071)
5. Zahrina Amami (061611133066) 10.Niken Ayu Agustin (061611133073)
DEPARTEMEN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA, MEI 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat serta karunia-Nya
kepada anggota kelompok A6 sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Salmonellosis”. Shalawat serta salam penulis haturkan kepada Rasulullah SAW yang menjadi
teladan terbaik bagi umat manusia. Rasul yang membawa kita dari jalan gelap menuju cahaya.

Terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada Dr. A.T. Soelih Estoepangestie, Drh
selaku penanggung jawab mata kuliah zoonosis. Terima kasih penulis haturkan kepada dosen
pengasuh mata kuliah zoonosis. Serta kedua orang tua tercinta yang selalu mendoakan
kesuksesan penulis dalam menimba ilmu di perantauan.

Penyusunan makalah ini dalam rangka tugas akhir semester mata kuliah Zoonosis yang
diampu oleh Dr. A.T. Soelih Estoepangestie, Drh. Makalah dengan judul “Salmonellosis”
memaparkan tentang sejarah penyakit, sifat agen penyebab, kejadian pada manusia dan hewan,
kerugian yang ditimbulkan, kejadian di Indonesia, pengendalian serta penanggulangan penyakit.

Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Harapan penulis makalah ini bisa bermanfaat bagi
pembaca dan bagi penelitian berikutnya.

Surabaya, 23 Mei 2019

Penyusun
Kelompok A6
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat


yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne. Secara sederhana, Salmonella ialah
kelompok bakteri yang menyebabkan tifus dan juga menyebabkan makanan menjadi beracun.
Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida.
Salmonella dinamai oleh Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya,
rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali
menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi.
Infeksi Salmonella (salmonellosis) adalah penyakit bakteri umum yang mempengaruhi
saluran usus. Bakteri Salmonella biasanya hidup di usus binatang dan manusia dan ditumpahkan
melalui kotoran. Manusia paling sering terinfeksi melalui air atau makanan yang terkontaminasi.
Biasanya, orang dengan infeksi salmonella tidak memiliki gejala. Yang lain mengalami diare,
demam, dan kram perut dalam waktu delapan hingga 72 jam. Kebanyakan orang sehat pulih
dalam beberapa hari tanpa perawatan khusus.
Dalam beberapa kasus, diare yang berhubungan dengan infeksi salmonella bisa sangat
kering sehingga memerlukan perhatian medis segera. Komplikasi yang mengancam jiwa juga
dapat berkembang jika infeksi menyebar di luar usus Anda. Risiko terkena infeksi salmonella
lebih tinggi jika Anda bepergian ke negara-negara dengan sanitasi buruk.
Salmonellosis adalah penyakit yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella di dalam
perut dan usus. Penyakit ini mirip dengan gastritis. Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan
akan sembuh dalam waktu 4-7 hari tanpa pengobatan. Penularan dapat terjadi ketika orang
makan makanan yang terkontaminasi bakteri (seperti makan di restoran yang sama). Beberapa
orang dengan diare akut dirawat di rumah sakit untuk diinfus dan memperoleh antibiotik.

Sebagian besar pasien Salmonellosis hidup dalam kondisi lingkungan yang miskin,
berpolusi, terkontaminasi, dan penuh bakteri. Oleh karena itu, kualitas kebersihan makanan dapat
meningkatkan risiko makanan beracun dan infeksi lainnya. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi
terkena Salmonellosis jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Selanjutnya, anak-anak, orang tua serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
lebih mungkin untuk menderita Salmonellosis. Tingkat penderita Salmonellosis di negara
berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan di negara maju.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui sejarah dan sifat agen penyakit salmonellosis

2. Untuk mengetahui kejadian salmonellosis pada manusia dan hewan serta kerugian yang
ditimbulkan ?

3. Untuk mengetahui kejadian salmonellosis di Indonesia dan cara pengendalian serta


penanggulangan salmonellosis

1.3 Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang
salmonellosis dan sebagai sumber belajar bagi pembaca khususnya mahasiswa kedokteran
hewan. Selain itu dapat menjadi tolak ukur untuk mengenali sifat agen penyakit, gejala klinis,
kerugian yang ditumbulkan akibat salmonellosis dan untuk mengetahui cara pengendalian
dan penanggulangan salmonellosis.