Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN

JEMBATAN DAN JALAN

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6B
1. Syam Herdiyansyah
2. Nurrahmasari
3. Rizal
4. Febi Syawiana
5. Irfandi Ali

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, akhirnya kami

bisa menyelesaikan laporan kunjungan ilmiah jembatan dan jalan untuk

penyelesaian tugas dari mata kuliah Perencanaan Jembatan dan Perkerasan Jalan

Raya.

Laporan ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari

berbagai pihak. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua

pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini.

Walaupun laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu dengan

tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami

dapat memperbaiki laporan ini kedepannya.

Sebagai penyusun kami berharap bahwa laporan ini bisa bermanfaat bagi

kita semua. Akhirnya kata kami ucapkan terima kasih atas perhatian dari semua

pihak.

Parepare, 6 Juli 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2


DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3
BAB I .................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
BAB II................................................................................................................................. 6
TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................................................... 6
BAB III ............................................................................................................................. 16
PEMBAHASAN ............................................................................................................... 16
BAB IV ............................................................................................................................. 18
PENUTUP ........................................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 18
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Saat ini perkembangan teknologi semakin meningkat, salah satunya adalah

dalam bidang Transportasi. Transportasi merupakan suatu kegiatan manusia untuk

melakukan suatu perjalanan dengan jarak tertentu, dari tempat yang satu ke

tempat yang lain dengan menggunakan alat transportasi

Ada banyak sarana dan prasarana yang mana berperan penting dalam

menunjang kegiatan transportasi, diantaranya adalah jembatan dan jalan.

Jembatan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat penting bagi

manusia yang berfungsi sebagai penghubung antara satu daerah dengan daerah

yang lainnya. Sedangkan jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi

segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya

yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas

permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan

air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Pembangunan sarana dan prasarana transpotasi mempunyai peranan penting,

sebab disadari makin meningkatnya jumlah orang orang yang akan menggunakan

sarana maupun prasarana tersebut. Lancar atau tidaknya transportasi akan

membawa dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat.


B. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengidentifikasi bagian bagian pada struktur jembatan maupun

jalan

2. Untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada struktur jembatan

maupun jalan

3. Untuk mewujudkan secara nyata penerapan mata kuliah keteknikan

4. Sebagai salah satu syarat pemenuhan nilai mata kuliah Perencanaan

Jembatan dan Perkerasan Jalan Raya.


BAB II

STUDI PUSTAKA

A. Teori Jembatan

1. Definisi Jembatan

Jembatan rangka baja/truss adalah jembatan yang beban suprastruktur

terdiri dari truss. Truss ini adalah struktur elemen terhubung membentuk unit

segitiga. Unsur-unsur yang terhubung (biasanya lurus) dapat ditekankan dari

ketegangan, kompresi, atau kadang-kadang baik dalam respons terhadap

beban dinamis. Jembatan truss adalah salah satu jenis tertua dari jembatan

modern. Jenis dasar jembatan truss memiliki desain sederhana yang dapat

dengan mudah dianalisis oleh para insinyur abad kedua puluh kesembilan

belas dan awal. Sebuah jembatan truss ekonomis untuk membangun karena

penggunaan yang efisien bahan. Sifat truss memungkinkan analisis struktur

menggunakan beberapa asumsi dan penerapan hukum Newton tentang gerak

sesuai dengan cabang fisika yang dikenal sebagai statika.

2. Fungsi Jembatan

Secara garis besar jembatan berfungsi untuk menyelintasi/menyebrangi

arus aliran sungai, danau, alur dan lain sebagainya, pada rel kereta api,

jembatan tidak hanya digunakan untuk melintasi perairan tapi jembatan juga

berfungsi untuk melintasi pengunungan dan lembah.


3. Bagian-Bagian Pokok Jembatan

a. Bangunan Atas (Upper Structure)

1) Lantai kendaraan.

Merupakan bagian dari konstruksi jembatan yang memikul beban

akibat jalur lalu lintas secara langsung untuk kemudian disalurkan kepada

konstruksi di bawahnya. Lantai ini harus diberi saluran yang baik untuk

mengalirkan air hujan dengan cepat. Untuk keperluan ini maka permukaan

jalan diberi kemiringan sebesar 2 % kearah kiri dan kanan tepi jalan.

Lantai kendaraan untuk jembatan komposit ditopang oleh gelagar

memanjang dan diperkuat oleh diafragma.

2) Trotoar.

Merupakan bagian dari konstruksi jembatan yang ada pada ke dua

samping jalur lalu lintas. Trotoar ini berfungsi sebagai jalur pejalan kaki

dan terbuat dari beton tumbuk, yang menyatu dan homogen dengan plat

lantai kendaraan dan sekaligus berfungsi sebagai balok pengeras plat lantai

kendaraan.

3) Gelagar Diafragma.

Merupakan gelagar dengan arah melintang yang mempunyai fungsi

untuk mengikat atau perkakuan antara gelagar – gelagar memanjang.

Gelagar diafragma ini dipikul profil C.

4) Gelagar Memanjang/Induk

Gelagar memanjang ini merupakan tumpuan plat lantai kendaraan

dalam arah memanjang.


5) Perletakan ( Andas).

Perletakan (andas) merupakan tumpuan perletakan atau landasan

gelagar pada Abutment. Landasan ini terdiri dari landasan roll dan

landasan sendi. Landasan sendi dipakai untuk menahan dan menerima

beban vertikal maupun horizontal dari gelagar memanjang, sedangkan

landasan roll dipakai untuk menerima beban vertikal sekaligus beban

getaran.

b. Bangunan Bawah ( Sub Structure )

1) Abutment ( Kepala Jembatan ).

Abutment merupakan tumpuan dari gelagar jembatan pada bagian

ujung beton atau muatan yang diberikan pada abutment dari bagian atas.

Beban jembatan dilimpahkan kepondasi di bawahnya yang kemudian

diteruskan ke tanah.

2) Pondasi.

Tipe pondasi ditentukan setelah mengetahui keadaan tanah dasarnya

melalui data – data hasil sondir atau boring yang dipakai. Konstruksi

pondasi harus cukup kokoh atau kuat untuk menerima beban diatasnya

atau melimpahkannya pada tanah keras dibawahnya. Selain ditentukan

oleh faktor teknis, sistem dan konstruksi pondasi juga dipilih yang

ekonomis dan biaya pembuatan serta pemeliharaannya mudah tanpa

mengurangi kekokohan konstruksi bangunan keseluruhan .

3) Pilar.
Pilar merupakan tumpuan gelagar yang terletak di antara ke dua

abutment, dimana tujuannya untuk membagi kedua bentang jembatan agar

di dapatkan bentang jembatan yang kecil atau tidak terlalu panjang untuk

menghindari adanya penurunan yang besar pada bangunan atas.

4. Jenis Jembatan
Apabila dibedakan berdasarkan segi strukturnya maka jembatan terbagi atas

beberapa jenis sebagai berikut ini :

a. Jembatan Movable

Jembatan ini merupakan jembatan bergerak sehingga jembatan ini bisa

digerakkan dengan bantuan komando manusia. Jembatan ini bisa diputar

keatas atau ke tepi sehingga jika ada perahu yang melewati jembatan bagian

atasnya tidak rusak menabrak jembatan.

b. Jembatan Gantung

Jembatan ini memakai hanger atau kabel baja dan kabel utama sebagai

penggantung dan tarikan dari kedua sisi ujung jembatan tersebut. Untuk

membuat jembatan gantung anda perlu blok angkur, menara portal dan girder

lantai.

c. Jembatan Pelengkung

Jembatan ini memiliki ciri khas lengkungan dibagian tengah jembatannya.

Lengkungan jembatan ini berfungsi untuk memindahkan berat dari jembatan

dan beban ke dorong horizontal tertahan

d. Jembatan Alang
Jembatan alang memiliki struktur yang sangat sederhana ketimbang

jembatan lainnya. jembatan ini berupa balok horizontal yang disangga

dengan tiang penompang dikedua pangkalnya.

Jika dibedakan berdasarkan material yang digunakan maka jembatan

terbagi atas empat jenis yaitu :

a. Jembatan Kayu

Jembatan ini memakai material kayu dalam konstruksinya. Jembatan

kayu mudah dibuat sehingga tak membutuhkan waktu yang lama dalam

pembangunannya namun jembatan ini mudah lapuk.

b. Jembatan Baja

Jembatan baja menggunakan konstruksi baja dalam pembangunannya.

Baja lebih kuat drai bahan kayu dan lebih murah ketimbang bahan beton. Baja

juga mampu mengikuti bentuk arsitektur dan mudah dalam pemasangannya.

Bahan baja juga bisa dibongkar pasang dengan cepat sehingga tidak boros

dalam penggunaan bahan.

c. Jembatan Besi Kontruksi

Jembatan besi memiliki material besi yang harganya lebih mahal

ketimbang material lainnya. Biarpun begitu jembatan besi mampu bertahan

terhadap cuaca yang ekstrim. Jembatan besi juga mampu menampung beban

yang amat berat seperti kereta api.

B. Teori Jalan

1. Pengertian Jalan
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian area

darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang

diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah, di atas

permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas

permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel

2. Bagian Bagian Jalan

a. Damaja (Daerah Manfaat Jalan)

Daerah ini merupakan ruang sepanjang jaian yang dibatasi oleh lebar,

tinggi dan kedataman ruang bebas tertentu yang ditetapkan oleh Pembina

Jalan. Daerah manfaat jalan hanya aiperuntukan bagi perkerasan jala, bahu

ialan. saluran sampmg, tereng, ambang pengaman, timbunan dan galian,

gorong-gorong, perlengkapan jalan dan bangunan pelengkap lainnya.

b. Damija (Daerah Milik Jalan)

Daerah ini merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oieh lebar dan

tinggi tertentu yang dikuasai oieh Pembina jalan dengan suatu hak tertentu

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Daerah milik Jalan diperuntukan bagi Daerah Manfaat Jalan dan pelebaran

jalan maupun penambahan jalur talu lintas dikemudian hari, serta

kebutuhan ruangan untuk pengamanan jalan

c. Dawasja (Daerah Pengawasan Jalan)

Daerah ini merupakan ruang sepanjang jalan yang dimaksudkan agar

pengemudi mempunyai pandangan bebas dan badan jalan aman dari

pengaruh lingkungan, misalnya oleh air dan bangunan liar (tampa izin).
d. Bahu Jalan

Bahu Jalan adalah bagian jalan yang berdampingan dan sama tinggi

dengan perkerasan jalan. Bahu jalan berfungsi :

1) Menahan perkerasan terhadap gerakan ke samping.

2) Sebagai jalur darurat pada waktu kendaraan mendahului,

berpapasan maupun berhenti.

3) Untuk menyediakan ruang pejalan kaki

e. Saluran Samping Jalan

Adalah bagman jalan yang berdampingan dengan bahu, yang berfungsi

untuk menampung dan mengalirkan air secepatya.

f. Badan Jalan

Merupakan bagian jalan di mana jalur lalu lintas, bahu dan saluran

samping dibangun

3. Jenis jenis Jalan

Jalan umum menurut fungsi

Jalan umum menurut fungsinya dikelompokkan kedalam jalan arteri, jalan

kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan.


a. Jalan arteri

Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan

utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan

jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

b. Jalan kolektor

Jalan kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan

pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-

rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.

c. Jalan lokal

Jalan lokal merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan

setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan

jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

d. Jalan lingkungan

Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani

angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-

rata rendah.

Jalan umum menurut status

Jalan umum menurut statusnya dikelompokkan ke dalam jalan nasional, jalan

provinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa.


a. Jalan nasional

Jalan nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem

jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibu kota provinsi, dan jalan

strategis nasional, serta jalan tol.

b. Jalan provinsi

Jalan provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan primer

yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, atau

antar ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.

c. Jalan kabupaten

Jalan kabupaten merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer

yang tidak termasuk dalam jalan nasional dan jalan provinsi, yang

menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan, antaribu

kota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat

kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam

wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.

d. Jalan kota

Jalan kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan sekunder yang

menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat

pelayanan dengan persil, menghubungkan antara persil, serta menghubungkan

antarpusat permukiman yang berada di dalam kota.


e. Jalan desa

Jalan desa merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan

dan/atau antarpermukiman di dalam desa, serta jalan lingkungan.


BAB III

PEMBAHASAN
A. Kunjungan Jembatan

Jembatan Itogali, jalan poros Bilajeng desa Tapporang kecamatan Batu Lappa kabupaten
Pinrang

Tanggal 21 April 2019

Jenis : Jembatan beton

Panjang : 54 meter

Lebar : 4 meter

1. Jembatan cukup ramai, karena merupakan salah satu jalur yang menghubungkan antara
kabupaten Pinrang dan kabupaten Enrekang, serta merupakan jalur yang dapat dipilih
oleh masyarakat yang ingin mengunjungi Bendungan Benteng.

2. Jembatan dapat dilalui baik itu motor mobil maupun kendaraan bermuatan seperti truk.
3. Tidak ada trotoar yang dibangun sehingga menyulitkan pejalan kaki apabila ada
kendaraan roda 4 yang lewat.

3. Selain itu, besi pengaman disisi trotoar ukurannya kecil, pendek serta konstruki yang
tidak teratur sehingga tidak aman bagi pejalan kaki yang melewati jembatan.

4. Hanya dapat dilewati satu jalur, sehingga saat ada dua kendaraan roda 4 berpapasan,
harus ada satu yang mengalah terlebih dahulu.

5. Kondisinya sudah tidak baik terutama pada bagian pondasi yang retak sehingga
posisinya bergeser yang mana berpengaruh pada konstruksi struktur diatasnya.

6. Sebagian besi sudah berkarat serta telah ditumbuhi tanaman liar pada bagian abutment.

7. Terdapat tumpukan sampah disekitar pondasi jembatan.

Jalan poros Bilajeng desa Tapporang kecamatan Batu Lappa kabupaten Pinrang.

(satu km sebelum jembatan hingga satu km setelah jembatan)

Tanggal 28 April 2019

Jenis : Jalan desa

Tipe : dua lajur dua arah tak terbagi

( 2/2 UD)

Lebar : ± 4 meter

1. 1. Dari hasil pengamatan tampak bahwa lalu lintas di Jalan poros Bilajeng
didominasi oleh kendaraan baik roda 2 dan roda 4.

2. 2. kondisi ataupun struktur dari jalan bervariasi. Sebelum mencapai jembatan


kondisi jalan relatif baik meski terdapat kerusakan di beberapa titik. Namun
setelah melewati jembatan kondisi jalan mulai berubah dimulai dari rusak ringan
seperti retak hingga rusak parah ditandai adanya lubang lubah pada jalanan,
diperparah dengan turunnya hujan yang kemudian menyebabkan jalanan tersebut
menimbulkan berbagai resiko untuk dilewati terutama kendaraan roda dua.
BAB IV

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan 6 juli 2019 18 Juni 2019, pukul 11.22


https://eightfuturesuccessengineers.wordpress.com/2014/05/20/jalan-dan-klasifikasinya/

MAY 20, 2014EIGHTFUTURESUCCESSEN GINEERS

1 JUNI 19

http://www.anekabangunan.com/jenis-jenis-jembatan/ 6 juli 2019-07-06

by adminon September 11, 2015 https://www.cregasia.com/artikel/70/bagian-bagian-jalan/ 6 juli 2019