Anda di halaman 1dari 20

Asuhan Keperawatan Pada Bayi

Baru Lahir Normal


October 07, 2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Alasan penulis mengangkat kasus “Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir Normal”
adalah penulis ingin memperdalam ilmu pengetahuan tentang bayi baru lahir normal.

B. Tujuan

Adapun tujuan penulis dalam makalah ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus.

1. Tujuan Umum

Penulis mampu untuk mengetahui karakteristik bayi baru lahir normal mulai dari keadaan umum
sampai dengan head to too.

2. Tujuan Khusus

· Penulis dapat mengkaji karakteristik bayi baru lahir

· Penulis dapat menganalisa data proses keperawatan pada bayi baru lahir normal

· Dapat menegakkan diagnosa keperawatan

· Dapat merencanakan asuhan keperawatan

· Dapat mengevaluasi hasil tindakan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah
ditentukan pada bayi baru lahir
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Konsep Dasar

1. Pengertian Neonatus

Neonatus adalah bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan
diri dan kehidupan intra utarin ke kehidupan ekstra utarin.

(Ni Luh Gede Yasmin Asih, 1995 hal 44)

Neonatus adalah bayi yang mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari
intra utarin ke kehidupan ekstra utarin dari mulai lahir sampai dengan usia 28 hari.

(Jumardi 1991 Ak\skeo Perinatal)

2. Fisiologi Neonatus

· Keadaan umum bayi dinilai dari 1 menit sesudah lahir dengan menggunakan Apgar Score.
Penilaian ini untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak.

Tanda Nilai 0 Nilai 1 Nilai 2

A: Appearance Pucat Badan merah, Seluruh tubuh


ekstremitas biru kemerah-merahan
(warna kulit)

P: Pulse rate Tidak ada Kurang dari 100 Lebih dari 100

(bunyi jantung)

G: Grimace / Tidak ada Sedikit gerakan Batuk bersin


refleks

A: Activity Tidak ada Ekstremitas dalam Gerakan aktif


sedikit flexi
(tonus otot)

R: Respiration Tidak ada Lemah, tidak Baik / menangis kuat


teratur
(pernafasan)

· Bentuk tubuh

Neonatus kelihatan seperti besar pada kepala dan badannya dengan tungkai pendek, kecil dan
paha kecil, leher pendek dan goyang, hidungnya datar dan bayi terlihat seperti tidak memiliki
dagu, telapak kakinya yang kecil terlihat janggal dan datar karena bantalan lemak pada telapak
kaki bawahnya, terlihat seperti membengkak dan melebihi proporsinya. Pada umumnya bayi
laki-laki cenderung lebih panjang dan dibanding denga bayi perempuan. Batasan normal pada
pengukuran tubuh saat lahir

- Lingkar kepala : 31 cm – 35,5 cm

- Lingkar dada : 30,5 cm – 33 cm

- Panjang badan : 48 cm – 53 cm

- Berat badan : 2500 gr – 4000 gr

· Sistem pernafasan

Usaha bayi pertama kali untuk mempertahankan tekanan alveoli selain adanya surfaktan
adalah menarik nafas dan mengeluarkan nafas sehingga oksigen tertahan di dalam, pernafasan
pada neonatus biasanya pernafasan diafragma dan abdominal sedangkan frekuensi dan dalamnya
biasanya belum teratur antara 30 – 60 kali per menit.

· Jantung dan sirkulasi darah

Bayi jantung dalam menit-menit pertama ± 180 x / menit kemudian menurun sampai 120 x
140 x/menit. Pernafasan pada menit-menit pertama cepat ± 80x/menit. Kemudian menurun
setelah tenang ± 40 x/menit. Tekana darah rata-rata 80 – 60 / 45 – 40 mmHg pada saat lahir dan
100 / 50 mmHg sampai hari ke sepuluh.
Ketika janin dilahirkan segera bayi menghisap udara dan menangis kuat dengan demikian
paru-paru akan berkembang, tekanan paru-paru mengecil dan darah mengalir ke paru-paru
dengan demikian duktus batasi tidak berfungsi lagi, foramen ovale akan tertutup.

Darah dari vena cava infarior masuk ke atrium kanan dan bercampur dengan darah dan vena
cava superior darah dari kiri bercampur dengan darah yang berasal dari vena pulmonalis darah
daru atrium kiri yang kemudian dipompakan ke aorta selanjutnya melalui arteri koronaria darah
mengalir ke bagian kepala, ekstremitas kanan dan kiri.

· Saluran pencernaan

Pada neonatus saluran pencernaanya relatif lebih berat dan lebih panjang dibanding dengan
orang dewasa. Frekuensi pengeluaran tinja pada neonatus sangat erat hubungannya dengan
pemberian makan minum dan tinja pertama biasanya dalam 24 jam berupa mekonium (zat
berwarna hitam kehijauan).

Enzim dalam saluran pencernaan biasanya sudah terdapat pada neonatus kecuali amilase
pankreas aktivitas lipase telah ditemukan pada janin tujuh – delapan bulan.

· Hepar

Setelah bayi lahir simpanan glikogen cepat terpakai. Vit A dan D juga sudah disimpan dalam
hepar. Fungsi hepar pada neonatus segera setelah lahir masih dalam keadaan imatur. Hal ini
dibuktikan dengan ketidakseimbangan hepar untuk meniadakan bekas penghancuran darah dari
peredaran darah.

Enzim hepar belum aktif benar pada neonatus mis enzim UDPGT (Uridin Difosfat
Glukoronida Transforase) dan enzim GGPD yang berfungsi dalam sintesis bilirubin sering
kurang sehingga neonatus memperlihatkan gejala ikterus fisiologi.

· Metabolisme

Luas permukaan neonatus relatif lebih besar dari pada orang dewasa. Sehingga metabolisme
basal per kg berat badan lebih besar dari pada jam-jam pertama energi didapatkan dari
pembakaran karbohidrat. Pada hari kedua energi berasal pembakaran lemak setelah
mendapatkan susu lebih kurang pada hari ke enam, energi 60% didapatkan dari lemak dan 40%
dari karbohidrat.

(Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak, FKUI,1985, hal 1038)


· Produksi panas

Pada neonatus apabila menghadapi hipotermi bayi mengadakan penyesuaian suhu dengan
cara NST (Non Sheviring Thermogenesis) yaitu dengan cara pembakaran cadangan lemak
(lemak coklat) yang memberikan lebih banyak energi dari pada lemak biasa. Dan tidak semua
bayi / neonatus memiliki ketahanan suhu tubuh yang sama karena hal ini sangat diengaruhi oleh
suhu bayi, umur kehamilan dan berat badan bayi.

· Kelenjar endokrin

Selama dalam uterus, fetus mendapatkan hormon dari ibu. Pada waktu bayi baru lahir
kadang-kadang hormon tersebut masih berfungsi mis dapat dilihat pembesaran kelenjar air susu
pada bayi laki-laki atau perempuan kadang-kadang dapat dilihat gejala lain seperti pengeluaran
darah dari vagina seperti haid pada bayi perempuan kelenjar adrnal. Pada waktu lahir relatif lebih
besar dibandingkan dengan orang dewasa, Kelenjar tyroid sudah sempurna terbentuk sewaktu
lahir dan sudah mulai berfungsi sejak beberapa bulan sebelum lahir.

· Keseimbangan as dan fungsi ginjal

Glomerulus ds ginjal mulai dibentuk pada janin umur 8 minggu. Jumlah pada kehamilan 28
minggu diperkirakan 350.000 dan akhir kehamilan 820.000 ginjal janin mulai berfungsi pada
usia kehamilan tiga bulan.

Tubuh neonatus mengandung relatif lebih banyak air dan kadar natrium relatif lebih besar
dari pada kalium.

Pada neonatus fungsi ginjal belum sempurna hal ini karena:

- Jumlah nefron matur belum banyak seperti orang dewasa

- Tidak seimbang antara luas permukaan glomerulus dan volume tubulus proksimal

- Aliran darah ginjal pada renatus relatif kurang dibandingkan dengan orang dewasa.

Hingga bayi berumur tiga hari ginjalnya belum dipengaruhi oleh pemberian air minum.
Sesudah lima hari barulah ginjalnya mulai memproses air yang didapatkan setelah lahir.

· Susunan syaraf
Jika janin pada kehamilan 10 minggu dilahirkan hidup maka dapat dilihat bahwa janin
tersebut dapat mengadakan gerakan spontan. Pada triwulan terakhir hubungan antara saraf dan
fungsi otot-otot menjadi lebih sempurna, sehingga janin yang dilahirkan di atas 32 minggu dapat
hidup di luar kandungan pada kehamilan tujuh bulan maka janin amat sensitif terhadap cahaya.

· Imunologi

Pada bayi baru lahir terdapat globulin gama G yaitu imunologi dari ibu yang didapat dari
plasenta. Karena berat molekulnya kecil tetapi bila ada infeksi yang didapat melalui plasenta
reaksi imunologis dapat terjadi dengan pembentukan sel plasma dan anti bodi Gamma A,
Gamma G, Gamma M.

· Sistem sekletal

Tulang-tulang neonatus lunak karena tulang tersebut sebagian besar terdiri dari kartilago
yang hanya mengandung sejumlah kecil kalsium.

· Refleks

Refleks yang berespon terhadap rangsangan tidak secara sadar, bayi baru lahir lengkap
dengan sejumlah refleks. Adapun refleks tersebut adalah:

- Refleks morro

Bila diberi rangsangan yang mengagetkan akan terjadi refleks lengan dan tangan terbuka.

- Refleks menggenggam

Bila diberi rangsangan pada telapak tangan akan memberi reaksi seperti menggenggam / graps.

- Refleks berjalan

Bila kaki bayi diletakkan pada bidang yang datar bergerak seperti berjalan.

- Refleks menghisap

Bila rangsangan diberi pada ujug mulut, kepala akan menoleh ke arah rangsangan.
· Kulit

Pada saat lahir kulit bayi sangat halus, lembek dan padat denga sedikit pengelupasan,
terutama telapak tangan, kaki dan selangkangan bayi.

3. Penatalaksanaan

Segera setelah bayi lahir maka dilakukan section untuk pembersihan dalam nafas,
pemotongan tali pusat dan melakukan personal hygiene dan perawatan yang akan dilakukan
sehari-hari pada bayi adalah:

· Mata bayi harus selalu diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi

· Mulut diperiksa untuk melihat kemungkinan infeksi dengan larutan gantian violet 1%
yang langsung diteteskan ke mulut bayi

· Kulit terutama lipatan-lipatan (paha, ketiak, leher, belakang telinga) harus sealu
dibersihkan dan kering

· Tali pusat umumnya akan putus sewaktu bayi berumur 6-7 hari. Bila tali pusat belum
putus maka setiap mandi tali pusat basah dan berbau seta menunjukkan tanda-tanda radang maka
harus waspada terhadap infeksi tali pusat

· Kain popok harus segera diganti setiap kali basah karena air kencing atau tinja. Bokong
bayi harus dibersihkan dan dikeringkan bila bokong selalu basah kemungkinan lecet dan terjadi
infeksi

· Apabila bayi mandi sebaiknya dengan menggunakan air hangat agar bayi tidak menjadi
kedinginan

· Kebutuhan cairan pada tiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal
berbeda-beda

· Minuman bayi walaupun mamae inu belum mengeluarkan air susu sebaiknya anak
diletakkan 12 jam setelah lahir maksudnya sebagai latihan untuk itu dan anak

(Prof. Dr. Hanifa Wkjosastro, 1999 hal 257)

B. Pengkajian

1. Aktifitas / Istirahat
Status sadar mungkin 2 – 3 jam beberapa hari pertama bayi tempat semi koma saat tidur,
dalam menangis atau tersenyum adalah bukti tidur dengan gerakan mata cepat (REM) tidur
sehari rata-rata 20 jam.

2. Sirkulasi

Rata-rata nadi apikal 120 – 140 dpm (115 dpm pada 4 – 6 jam) meningkat sampai 120
dpm pada 12 – 14 jam setelah lahir dapat berfluktuasi dari 70 – 100 dpm (tidur) sampai 180 dpm
(menangis).

3. Eliminasi

Abdomen lunak tanpa distansi, bising usus aktif ada beberapa jam setelah kelahiran.
Urine tidak berwarna atau kuning pucat dengan 6 – 10 popok basah per 24 jam, pergerakan feses
mekonsum dalam 24 – 48 jam kelahiran.

4. Makanan / Cairan

Berat badan rata-rata 2500 – 4000 gr kurang dari 2500 gram menunjukkan kecil untuk
usia gestasi (SGA) lebih besar dari 4000 gr menunjukkan besar untuk usia gestasi (LGA).
Penurunan berat badan diawasi 5% - 10% mulut, suliva banyak, mutiara epstein (kista epiterial)
dan epuh cekung adalah normal pada palatum keras / margin gusi, gigi prokasius mungkin ada.

5. Neuro Sensori

Lingkat kepala 32 – 37 cm, pontanel anterior dan posterior lunak dan datar. Kaput
suksedansuni atau molding mungkin ada selama 3 – 4 hari. Sutura kronial yang bertumpang
tindih dapat terlihat sedikit obliferasi pantanel anteriol (lebar 2 – 3 cm) dan pontanela posterior
(0,5 – 1,0 cm).

Mata dan kelopak mata mungkin edema, hemoragi sub konjungtiva atau hemergi retina
mungkin terlihat, konjungtiva kimia dalam 1 – 2 hari mungkin terjadi setelah penetasan obat
tetes oftasmik terapeutik strabismus dan fenomena mata boneka sering ada. Pemeriksaan
neurologis adanya refleks mocro genggaman polmar dan babinski. Respon reflek bilateral (sama)
gerakan bergulung mungkin terlihat tidak adanya kegugupan latargi hipotenia.
6. Pernafasan

Bayi mulai bernafas 30 detik sesudah lahir pernafasan bayi normal berkisar antara 30 –
60 x/menit. Pada pernafasan diafragmatik dan abdominal dengan gerakan singkron dari dada dan
abdomen.

7. Keamanan

Warna kulit akrosianosis mungkin ada utuk beberapa hari selama periode transisi (kebiruan yang
luas dan dapat menandakan polistiemic) kemerahan atau area ekomotic dan tampak dari atas pipi
atau di rahang bawah atau area panetal sebagai akibat dari penggunaan fersep pada kelahiran.

Ekstremitas: gerakan rentang sendi noral ke segala arah gerakan menunduk ringan atau
rotasi medial dari ekstremitas bawah, tonus otot.

8. Genitalia / Seksualitas

Genitalia wanita, labia vagina agak kemerahan atau edema, tanda vagina / himen dapat
terlihat, raba mukosa putih (smegma) atau raba berdarah sedikit mungkin ada.

Genitalia pria: testis turun, sekrotum tertutup dengan rugne, fimosis, bisa terjadi.

(Marilyn E. Doeges, 1999, hal 567)


BAB III

TINJAUAN KASUS

A Pengkajian

1. Identitas

Nama : By Ny. D

Jenis kelamin : Perempuan

Tanggal lahir : 16 September 2007


Jumlah lingkat :

Lengan : 10 cm

Lahir : Hidup

BB / PB lahir : 3200 gr / 53 cm

Lingkar kepala : 34 cm

Lingkar dada : 32 cm

Nama ibu : Ny. D

Umur : 28 tahun

Pendidikan : S 1 Psikolog

Pekerjaan : IRT

Agama : Islam

Alamat : Medan

Nama ayah : Tn. A

Umur : 33 tahun

Pendidikan : Sarjana Teknik

Pekerjaan : Wiraswasta

Agama : Islam

Alamat : Medan

2. Riwayat Kehamilan

Riwayat hidup
Selama kehamilan ibu melakukan ANC sebanyak 4 kali. Komplikasi kehamilan tidak
ada, pemakaian obat-obatan selama kehamilan tidak ada.

Riwayat persalinan sekarang

Kala I

Ibu datang dengan keluhan keluarnya lendir disertai sakit di daerah perut, hal ini terjadi beruang-
ulang.

Kala II

Darah dan lendir keluar bertambah banyak. Ibu merasa ingin BAB. Pensisuni menonjol
pembukaan lengkap (10 cm). Serviks membuka dan kemudian ibu mengedan.

Kala III

Beberapa setelah lahir fundus uteri setinggi pusat kemudian uterus bereaksi untuk melahirkan
plasenta, Keadaan air ketuban berwarna kuning kehijau-hijauan. Jenis persalinan spontan
(normal).

Ditolong oleh: bidan

3. Keadaan fisik bayi setelah lahir


Apgar Score

Yang Dinilai 0 1 2 Nilai

1 2

Frekuensi jantung √ 2

Usaha nafas √ 2

Tonus otot √ 2

Warna kulit √ 2

Reaksi terhasap rangsangan √ 2

Jumlah 10

a. Kepala

Ubun-ubun besar (+) tidak ada kelainan, lingkar kepala 34 cm, bentuk tidak cekung.

b. Mata

Bersih tidak ada kelainan, simetris ka / ki.

c. Hidung

Bentuk hidung simetris, cuping hidung (+).

d. Mulut / Gusi

Warna bibir kemerah-merahan, platun, gusi, lidah tidak ada kelainan.

e. Telinga

Bentuk normal simetris dan tidak ada cairan / perdarahan, warna kemerahan, saluran
pendengarannya baik.
f. Thorax / Abdomen

Bentuk thorax simetris, keadaan bunyi nafas vaskuler, keadaan tali pusat baik dan segar,
peristaltik usus aktif.

g. Esktremitas

Simetris tangan dan kaki, jari tangan dan kaki lengkap, gerakan aktif.

h. Genetalia

Jenis kelamin perempuan labia mayor dan minor sedikit menonjol, anus berlubang.

i. Neurologis

Refleks morow, refleks menggenggam, sucking refleks lemah.

j. Kulit

Warna kulit kemerah-merahan, turgor kulit baik, tidak terdapat tanda lahir.

k. Nutrisi

Minuman yang diberikan ASI dan susu tambahan (Vitalac). Pemberian 2 jam 1x.

l. Eliminasi

BAB: warna hitam kehijauan dan konsistensi lembek, tidak ada gangguan

BAK: kuning pucat.


m. Istirahat

Tidur terpenuhi dengan baik 20 jam per hari hanya saja bayi bangun pada saat lapar, BAB dan
BAK.

n. Tanda-Tanda Vital

TD: -

Nadi: 120 x/i

RR: 42 xi

Temp: 370C

o. Pengetahuan ibu terhadap perawatan bayi baru lahir

Si ibu masih canggung dalam perawatan bayibya b/d masih anak pertama tapi selama di klinik
bidan telah mengajarkan si ibu dalam perawatan bayinya, mulai dari cara memandikan bayinya,
perawatan tali pusat serta pemberian ASI dan makanan tambahan.

p. Tanggapan ibu / keluarga terhadap bayi baru lahir

Si Ibu dan keluarga sangat senang dengan kelahiran bayinya yang sehat, mereka berharap keak
menjadi anak yang soleha.
B. Analisa Data

No Data Etiologi Masalah

1 DS: - Kelelahan Resiko tinggi


perubahan nutrisi
DO: ↓ kurang dari kebutuhan
· Refleks hisap tampak lemah Refleks menghisap lemah tubuh

· Bayi tampak malas minum ↓

· PASI yang diberikan hanya Asupan nutrisi kurang


habis 10 cc / 2 jam N(20-30 tt)

· Bayi tampak banyak tidur
dan tampak lemah, lelah Nutrisi kurang dari
kebutuhan
· BB awal 3200 gr, BB akhir
3100 gr

2 DS: Putting susu ibu masuk Gangguan pemenuhan


ke dalam nutrisi
Ibu mengatakan selama hamil
kurang perawatan payudara

DO:

Bayi menangis

BB: 3200 gr

Temp: 370C

N: 120 x/i

RR: 42 x/i
Prioritas Masalah

1. Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d kelelahan d/d refleks hisap
lemah, PASI yang diberikan hanya habus 10 cc / 2 jam.

2. Gangguan pemenuhan nutrisi b/d kurangnya kemampuan ibu untuk menyusui bayi d/d
putting susu ibu masuk ke dalam dan bayi belum menyusui.

C. Asuhan Keperawatan

Nama :
Ruangan :

Umur / Jenis Kelamin : No.


Register :

Diagosa Media : Nama


Penguji :

T Data Diagnos Perencanaan Implementasi Evaluasi


gl a
Kepera Tujuan Intervens Rasionalisasi
watan i

DS: - Resiko · Nut · Ukur · Dengan · Mengukur S: -


tinggi risi Apgar mengukur apgar apgar score pada
perubah dapat scor scor pada menit menit k4 dan ke 5
DO: an terpenu
pada ke 4 dan ke 5 (nilai 1) jam 08.00 O:
nutrisi hi menit ke dapat Wib
· Ref kurang 4 dan ke mengetahui Isapan
leks dari · Ref 5 keadaan umum bayi
hisap kebutuh leks mulai
bayi an tubuh hisap bayi kuat,
tampak b/d normal PASI
lemah kelelaha yang
n d/d · PA diberika
· Bay refleks SI yang n habis
i hisap diberik · Dengan 20 tt per
tampak lemah, an menimbang BB jam
malas habis bayi diharapkan · Menimbang
PASI
minum yang dapat BB bayi (BB awal
· BB 3200 gr, BB akhir
· PA diberika bayi mengetahui
· Timba 3100 gr) jam 09.00
SI yang n hanya normal Wib
ng berat A:
diberik habis
100cc/2 badan
an Asalah
jam awal
hanya sebagian
bayi
habis teratasi
3200 gr
10 cc / · Dengan
dan BB
2 jam mengkaji refleks
akhir · Kaji refleks
3100 gr hisap P:
· Bay hisap bayi jam
diharapkan
i 09.30 Wib
dapat R/T
tampak
mengetahui dilanjutk
banyak · Kaji hisapan bayi an
tidur refleks
dan hisap
tampak bayi
lelah

· BB
awal
3200
gr, BB
akhir
3100 gr

· Bay
i
tampak
kuning

· Puti
ng susu
ibu
masuk
ke
dalam

DS: Ganggu Nutrisi · Tingk · Dengan · Meningkat kan S:


an terpenu atkan meningkat kanp perawatan
Ibu pemenu hi perawata erawatan payudara dengan Ibu
mengat han dengan n payudara nutrisi melakukan masase mengata
akan nutrisi kriteria payudara dapat terpenuhi jam 09.30 kan
selama b/d hasil sudah
hamil kurangn setelah mengerti
kurang ya 3 hari merawat
perawat kemamp · Memberi payudar
perawa penjelasan tentang
an uan ibu tan · Dengan a
payudar untuk teknik perawatan
payuda memberikan payudara
a menyus ra penjelasan
ui bayi kepada ibu O:
d/d tentang teknik
DO: perawatan Ibu
putting
payudara ibu sudah
susu ibu
Bayi · Beri dapat
masuk mampu
menang penjela menyusu
ke menyusui
is san i
dalam bayinya dengan
tentang anaknya
BB: dan bayi benar setelah ke
tehnik
3100 gr belum rumah
perawata
mwnyus
T: n A:
ui
370C payudara
Nutrisi
N: 120 terpenuh
x/i i

R: 42
x/i

P:
Impleme
ntasi
dilanjutk
an