Anda di halaman 1dari 11

PENGGOLONGAN KAROTENOID DAN MANFAATNYA

Dosen Pengampu: Ir. Nazaruddin, MP.

OLEH
KELOMPOK 1
1. AZANI SAPUTRA J1A016010
2. BAIQ YULIA FATMAWATI J1A016016
3. DARA ARIELLA KAHAR J1A016018
4. DHEA JULIA SAVITRI J1A016020
5. DIOQ MEDY SYAHPUTRA J1A016024
6. FERDION O. PUTRA J1A016036
7. GHALIB RIFALDI DARMITA J1A016038
8. LOLA SITA SEPTINA J1A016056
9. MEGA ALIFAH MAGMA J1A016064
10. MUHAMAD ASHABIL QULUB J1A016066
11. RITA HIDAYATI J1A016092
12. SITI RAKMAH J1A016096

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITA MATARAM
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-
Nya lah makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam
makalah ini, penulis membahas mengenai “Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya”.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai penggolongan karotenoid
serta manfaat dari karotenoid.

Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan,


arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu penulis ucapkan rasa terima kasih kepada Bapak Ir.
Nazaruddin, MP. selaku dosen pengampu mata kuliah Biokimia Pangan serta teman-teman
yang telah membantu penulis dalam mengerjakan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan sehingga hanya demikian sajalah yang dapat penulis berikan. Penulis juga sangat
mengharapkan kritikan dan saran dari teman-teman sehingga penulis dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Demikian makalah ini, semoga
bermanfaat bagi kita semua.

Mataram, September 2017

Penulis

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 2


DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................................1


Daftar Isi ..........................................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan Makalah

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................4

2.1 Penggolongan Karotenoid ..........................................................................................................5

..........................................................................................................................................................6

BAB III PENUTUP


DAFTAR PUSTAKA

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 3


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam tiap bahan pangan, terkandung banyak zat-zat penting seperti karbohidrat,
protein, vitamin, mineral dan zat pigmen warna. Zat pigmen warna inilah yang membuat
warna pada bahan pangan seperti merah, hijau, kuning, dan sebagainya. Zat pigmen warna
ini juga mengandung anti oksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Zat
pigmen ini disebut golongan karotenoid. Karotenoid adalah golongan senyawa kimia organik
bernutrisi yang terdapat pada pigmen alami tumbuhan dan hewan. Zat karotenoid inilah yang
menyebabkan warna merah, hijau, kuning, dan lain lain.
Karotenoid dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu xantofil dan karoten.
Xantofil adalah kelompok yang merupakan turunan karotema yang beroksigen dengan rumus
C40H56O2 yang berfungsi sebagai pigmen pembantu dalam proses fotosintesis, misalnya
Fukoxantin dan Peridinin. Sedangkan, karoten merupakan sekelompok senyawa yang sejenis
dengan rumus kimia C40H56. Karoten adalah pigmen berwarna jingga zat ini memberikan
warna jingga pada banyak buah-buahan dan sayur-sayuran.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana penggolongan karetonoid?
1.2.2 Apa saja manfaat dari golongan karotenoid?
1.2.3 Bagaimana perubahan pigmen warna pada buah atau sayuran yang mengandung zat
pigmen warna?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Untuk mengetahui penggolongan karotenoid.
1.3.2 Untuk mengetahui manfaat dari golongan karotenoid.
1.3.3 Untuk mengetahui perubahan pigmen warna pada buah atau sayuran yang
mengandung zat pigmen warna.

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 4


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penggolongan Karotenoid


Pigmen atau zat warna merupakan zat yang mengubah warna cahaya tampak sebagai
akibat proses absorpsi selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu. Pigmen
tidak menghasilkan warna tertentu sehingga berbeda dari zat-zat pendar (luminescence).
Molekul pigmen menyerap energi panjang gelombang tertentu sehingga memantulkan
panjang gelombang tampak lainnya, sedangkan zat pendar memancarkan cahaya karena
reaksi kimia tertentu. Pigmen yang penting tergolong dalam kelompok klorofil, karotenoid,
antosianin, antoxantin, serta tanin.
Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, orange, jingga, serta
larut dalam minyak (lipida). Karotenoid terdapat dalam kroloplas sekitar 0,5% bersama-sama
dengan klorofil sekitar 9,3%, terutama pada bagian permukaan atas daun yang dekat dengan
dinding sel-sel palisade. Selain itu, karotenoid terdapat dalam buah pepaya, kulit pisang,
tomat, cabai merah, mangga, wortel, ubi jalar, dan pada beberapa bunga yang berwarna
kuning dan merah.
Jenis karotenoid yang paling banyak digunakan untuk pewarna alami yaitu β-karoten,
likopen, lutein, α-karoten, ɣ-karoten, bixin, norbixin, kapsantin, dan β-apo-8’-karotenal.
Secara umum karotenoid di bahan pangan merupakan tetraterpenoid dengan jumlah atom
karbon 40 yang terdiri atas delapan unit isoprenoid C5 (ip). Rantai lurus karotenoid C40 ini
menjadi kerangka dasar karotenoid. Unit ip tersusun dalam dua posisi arah yang berlawanan
pada pusat rantainya sehingga berbentuk molekul simetris. Bentuk ini merupakan bentuk
molekul likopen, sehingga likopen sering juga disebut sebagai induk dari karotenoid. Jenis-
jenis karotenoid lainnya merupakan turunan dari modifikasi likopen.

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 5


Gambar 2.1.1 Rumus Struktur Kerangka Karotenoid

Kerangka dasar karotenoid dapat dimodifikasi dengan berbagai cara, seperti siklisasi
pada salah satu atau kedua ujung rantai, dehidrogenasi dan penambahan oksigen yang
mengandung gugus fungsional, pemindahan ikatan rangkap, pemindahan gugus metil,
perpanjangan atau pemendekan rantai, isomerasi, dan lain-lain. Beberapa jenis karotenoid
yang banyak terdapat di alam dan bahan makanan adalah β-karoten (berbagai buah-buahan
yang kuning dan merah), likopen (tomat), kapxantin (cabai merah), dan biksin (annatis).

Gambar 2.1.2 Beberapa Anggota Karoteoid

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 6


Karotenoid dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan keberadaan
oksigen di struktur molekulnya. Karotenoid yang tidak memiliki atom oksigen atau hanya
berupa hidrokarbon disebut karoten. Sedangkan karotenoid yang mengandung gugus
hidroksil disebut xantofil. Salah satu pigmen yang termasuk kelompok xantofil adalah
kriptoxantin yang mempunyai rumus mirip sekali dengan β-karoten. Perbedaannya hanya
bahwa kriptoxantin memiliki gugus hidroksi. Pigmen tersebut merupakan pigmen utama
pada jagung yang berwarna kuning, lada, papaya, dan jeruk keprok.
Karoten memiliki sifat hidrofobik sehingga sulit larut di dalam air namun larut dalam
pelarut non polar. Sebaliknya, xantofil larut dalam pelarut polar karena memiliki gugus
hidroksil. Oleh karena itu, karotenoid memiliki kepolaran yang beragam.

2.2 Manfaat dari Golongan Karotenoid

Karotenoid memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia diantara lainnya, sebagai
berikut :

a. Sebagai Provitamin A
Manfaat utama dari karoten ialah sebagai provitamin A. vitamin A berperan penting
dalam proses pertumbuhan dan juga dalam menjaga kesehatan mata, selain itu juga
vitamin A juga berperan penting untuk kekebalan tubuh manusia.
b. Berfungsi sebagai Antioksidan
Dalam pertumbuhan tanaman, karoten berfungsi sebagai antioksidan yang berfungsi
untuk menonaktifkan oksigen singlet. Oksigen singlet merupakan oksidator yang
terbentuk selama proses fotosintesis. Karoten juga berfungsi menghambat oksidasi
lemak, hanya saja pada manusia prosesnya tergolong kompleks. Likopen merupakan
salah satu jenis karoten yang sangat penting sebagai antioksidan dan biasanya dapat
ditemukan di buah tomat.
c. Memfilter cahaya yang masuk ke mata
Karoten memliki ikatan tunggal dan ganda yang panjang. Ikatan tersebut
memungkinkan terjadinya penyerapan cahaya matahari. Di dalam sistem penglihatan
manusia, karoten jenis lutein dan zeasantin berfungsi untuk menyerap cahaya biru
dari sinar matahari sehingga mata tidak mengalami kerusakan.

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 7


d. Berfungsi untuk komukasi intersel
Karoten dapat merangsang sistesis protein connexin di dalam sel-sel tubuh sehingga
dapat dijadikan sebagai fasilitator dalam komunikasi antarsel di dalam tubuh
manusia. Di dalam membrane sel connexin akan membentuk pori-pori. Pori-pori
tersebut akan membantuk komukasi antarsel melalui pertukaran molekul-molekul
kecil. Komunikasi intersel tersebut bermanfaat besar untuk menjaga kondisi sel dalam
tubuh.
e. Meningkatkan sistem imun
Salah satu jenis karoten, yakni beta karoten yang terkandung dalam vitamin A
berperan besar untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
f. Mencegah penyakit jantung
Beta karoten bekerja bersama dengan vitamin E sehingga dapat mencegah oksidask
kolesterol jahat di dalam pembuluh darah. Alhasil penumpukan kolesterol di dinding
pembuluh darah dapat dicegah sehingga penyempitan pembuluh darah arteri yang
menjadi penyebab penyakit jantung koroner dapat dicegah.
g. Melancarkan sistem pernapasan
Beta karoten yang bekerja sama dengan vitamin C dipercaya dapat meningkatkan
kapasitas di dalam paru-paru sehingga paru-paru lebih lega dan gangguan pernapasan
dapat dicegah.
h. Mencegah pertumbuhan sel kanker
Karoten merupakan salah satu senyawa yang berperan aktif sebagai antioksidan.
Kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh sangat baik untuk melawan
racun akibat dari radikal bebas. Selain itu, karoten yang memilik peran aktif dalam
sistem komukasi sel dapat meningkatkan kesehatan sel sehingga perkembangan sel
kanker dapat dicegah.
i. Melindungi tubuh dari radiasi
Sinar matahari dan juga kemoterapi bagi sebagian orang dapat memberikan efek
samping yang buruk pada tubuh. Beta karoten bersama dengan vitamin C dan vitamin
E dapat melindungi tubuh dari radiasi sinar matahari dan juga efek yang ditimbulkan
oleh kemoterapi pada penderita kanker.

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 8


j. Mencegah diabetes
Asupan karoten yang sesuai dengan dosis ke dalam tubuh akan mengontrol kadar gula
darah sehingga tubuh dapat terhindar dari penyakit diabetes. Bahkan beberapa
penelitian telah membuktikan bahwa seseorang yang kurang mengkonsumsi beta
karoten akan lebih rendah terkena penyakit diabetes karena kadar gula darahnya yang
cenderung tak terkontrol.
k. Mencegah radang sendi
Penyakit radang sendi merupakan salah satu penyakit yang sangat rentan diidap oleh
orang-orang lanjut usia. Faktro asupan makanan dna juga gaya hidup menjadi
pengaruh terbesar penyebab gangguan radang sendi. Manfaat karoten bersama
dengan vitamin C bagi tubuh ternyata dapat mencegah penyakit radang sendi.

Diantara sekian banyak manfaat dari karoten, tentu saja karoten memiliki efek samping
yaitu jika karoten dikonsumsi melebihi dosis maka dapat menyebabkan terjadinya kerusakan
pada hati.

Dafpus : https://manfaat.co.id/manfaat-karoten

Waktu unduh : jum’at 22 september 2017 pukul 10.30

2.3 Perubahan Pigmen Warna pada Buah atau Sayuran yang Mengandung Zat Pigmen
Warna
2.4

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 9


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 10


DAFTAR PUSTAKA

Andarwulan, Nuri, RH Fitri Faradilla. 2012. Pewarna Alami untuk Pangan. Bogor: (SEAFAST)
Center

Winarno, F.G. 1988. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia.

Penggolongan Karotenoid dan Manfaatnya Page 11