Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Air Tanah

Selain air sungai dan air hujan, air tanah mempunyai peranan yang sangat penting, terutama
dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga
(domestik) maupun untuk kepentingan industri. Kebanyakan orang menganggap air tanah
sebagai sebuah danau atau sungai (lihat sungai terpanjang di benua asia) yang mengalir di bawah
tanah. Padahal, kondisi ini benar hanya pada kasus dimana suatu daerah yang memiliki gua
dibawah tanah.

Secara umum air tanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan
atau melalui butiran antar batuan. Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah ini
kita sebut dengan akuifer (Rachmat F. Lubis, 2006).

Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air mendefinisikan air tanah
sebagai air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan (lihat tentang batuan beku) di bawah
permukaan tanah. Sedangkan menurut para ahli, air tanah didefinisikan sebagai berikut :

 Air tanah adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah sebagai
akibat struktur perlapisan geologi, beda potensi kelembaban tanah, dan gaya gravitasi bumi. Air
bawah permukaan tersebut biasa dikenal dengan air tanah (Asdak, 2002).
 Air tanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan
sumur-sumur, terowongan atau sistem drainase atau dengan pemompaan. Dapat juga disebut
aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan (Bouwer,
1978; Freeze dan Cherry, 1979; Kodoatie, 1996).
 Air tanah adalah air yang tersimpan pada lajur jenuh, yang kemudian bergerak sebagai aliran
melalui batuan dan lapisan-lapisan tanah yang ada di bumi sampai air tersebut keluar sebagai
mata air, atau terkumpul masuk ke kolam, danau, sungai, dan laut (Fetter, 1994). Batas atas lajur
jenuh air disebut dengan muka air tanah (water table).
 Air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Lapisan tanah yang
terletak di bawah permukaan tanah dinamakan lajur jenuh (saturated zone), dan lajur tidak jenuh
terletak di atas lajur jenuh sampai ke permukaan tanah, yang rongga-rongganya berisi air dan
udara (Soemarto, 1989).
Proses Terbentuknya Air Tanah
Air hujan sebagian besar akan mengalir di permukaan sebagai air permukaan seperti sungai,
danau, atau rawa. Sebagian kecil akan meresap ke dalam tanah, yang bila meresap terus hingga
zona jenuh akan menjadi air tanah. Bagian yang meresap dekat permukaan akan diuapkan
kembali lewat tanaman yang kita kenal dengan evapotranspiration. Penguapan evaporasi terjadi
langsung pada tubuh air yang terbuka.

Air tanah mempunyai peranan yang sangat penting untuk kepentingan rumah tangga maupun
untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah
telah mencapai ± 70%. Sebenarnya di bawah permukaan tanah terdapat kumpulan air yang
mempersatukan kumpulan air yang ada di permukaan.

Letak air tanah dapat mencapai beberapa puluh bahkan beberapa ratus meter di bawah
permukaan bumi. Lapisan batuan ada yang lolos air atau biasa disebut permeable dan ada pula
yang tidak lolos atau kedap air yang biasa disebut impermeable. Lapisan lolos air misalnya
terdiri dari kerikil, pasir, batu apung, dan batuan yang retak-retak, sedangkan lapisan kedap air
antara lain terdiri dari napal dan tanah liat atau tanah lempung. Sebetulnya tanah lempung dapat
menyerap air, namun setelah jenuh air, jenis tanah ini tidak dapat lagi menyerap air.

Air hujan dan air permukan akan meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of
aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan
menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi, yakni suatu peristiwa
yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke
atmosfer.

Dari daur hidrologi dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta
komponen-komponen lain yang terlibat seperti bentuk topografi, jenis batuan penutup,
penggunaan lahan, tumbuhan penutup, serta manusia yang berada di permukaan. Air tanah dan
air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi pemompaan, pencemaran terhadap
air tanah akan memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.
Sumber Air Tanah
Berdasarkan Perkiraan Jumlah Air di Bumi (UNESCO, 1978 dalam Chow et al, 1988) dijelaskan
bahwa sebenarnya jumlah air tanah yang ada di bumi ini jauh lebih besar dibanding jumlah air
permukaan. 98% dari semua air di daratan tersembunyi di bawah permukaan tanah dalam pori-
pori batuan dan bahan-bahan butiran. Ada dua sumber air tanah yaitu:

1. Air hujan yang meresap ke dalam tanah melalui pori-pori atau retakan dalam formasi batuan dan
akhirnya mencapai muka air tanah.
2. Air dari aliran air permukaan seperti sungai, danau, dan reservoir yang meresap melalui tanah ke
dalam lajur jenuh.

Air tanah dan air permukaan merupakan sumber air yang mempunyai ketergantungan satu sama
lain. Air tanah adalah sumber persediaan air yang sangat penting, terutama di daerah-daerah di
mana musim kemarau atau kekeringan yang panjang menyebabkan berhentinya aliran sungai.
Banyak sungai di permukaan tanah yang sebagian besar alirannya berasal dari air tanah,
sebaliknya juga aliran air sungai merupakan sumber utama untuk imbuhan air tanah.
Pembentukan air tanah mengikuti siklus air di bumi yang disebut daur hidrologi, yakni proses
alamiah yang berlangsung pada air di alam, yang mengalami perpindahan tempat secara
berurutan dan terus menerus.

Kandungan Unsur Air Tanah


Air hujan yang meresap ke bawah permukaan tanah dalam bentuk penelusan maupun peresapan,
membawa unsur-unsur kimia. Komposisi zat terlarut dalam air tanah dapat dikelompokkan
menjadi 4 kelompok (Hadipurwo, 2006):

1. Unsur utama (major constituents), dengan kandungan 1,0-1000 mg/l, yakni: natrium, kalsium,
magnesium, bikarbonat, sulfat, klorida, silika.
2. Unsur sekunder (secondary constituents), dengan kandungan 0,01-10 mg/l, yakni besi,
strountium, kalium, kabornat, nitrat, florida, boron.
3. Unsur minor (minor constituents), dengan kandungan 0,0001-0,1 mg/l, yakni atimon, aluminium,
arsen, barium, brom, cadmium, krom, kobalt, tembaga, germanium, jodium, timbal, litium,
mangan, molibdiunum, nikel, fosfat (lihat kegunaan fosfat), rubidium, selenium, titanium,
uranium, vanadium, seng.
4. Unsur langka (trace constituents), dengan kandungan biasanya kurang dari 0,001 mg/l, yakni
berilium, bismut, cerium, cesium, galium, emas (baca juga disini mengenai kegunaan emas),
indium, lanthanum, niobium, platina, radium, ruthenium, scandium, perak, thalium, tharium,
timah, tungsten, yttrium, zirkon.
Karakteristik Akuifer Air Tanah
Air tanah merupakan bagian dari siklus hidrologi yang berlangsung di alam, serta terdapat dalam
batuan yang berada di bawah permukaan tanah meliputi keterdapatan, penyebaran dan
pergerakan air tanah dengan penekanan pada hubungannya terhadap kondisi geologi suatu
daerah (Danaryanto,dkk,2005). Berdasarkan atas sikap batuan terhadap air, dikenal adanya
beberapa karakteristik batuan yaitu : Akuifer (aquifer), Akuiklud (aquiclude), Akuitar (aquitard),
Akuifug (aquifuge).

Akuifer (aquifer) ; Akuifer adalah lapisan pembawa air, lapisan batuan in mempunyai susunan
sedemikian rupa, sehingga dapat menyimpan dan mengalirkan air dalam jumlah yang cukup
berarti di bawah kondisi lapang. Batuan dari akuifer ini bersifat permeabel, contoh batuan
permeabel adalah pasir, kerikil, batu pasir yang retak-retak dan batu gamping yang berlubang-
lubang.

Akuiklud (aquiclude) ; Akuiklud adalah lapisan batuan yang dapat menyimpan air, tetapi tidak
dapat meloloskan air dalam jumlah yang berarti. Contoh : lempung, shale, tuf halus, silt.

Akuitar (aquitard) ; Akuitar adalah lapisan atau formasi batuan yang dapat menyimpan air tetapi
hanya dapat meloloskan air dalam jumlah terbatas.

Akuifug (aquifuge) ; Akuifug adalah lapisan atau formasi batuan yang tidak dapat menyimpan
dan meloloskan air. Contoh : granit dan batuan yang kompak dan padat.

Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan, cekungan air tanah adalah
suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis
seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung. Tipe akuifer
digolongkan menjadi tiga (Kodoatie, 2012), yaitu : Akuifer bebas (unconfined aquifer), Akuifer
tertekan (confined aquifer), dan Akuifer semi tertekan (leaky aquifer).

Akuifer bebas (unconfined aquifer) ; merupakan akuifer jenuh air dimana lapisan pembatasnya
hanya pada bagian bawahnya dan tidak ada pembatas di lapisan atasnya (batas di lapisan atas
berupa muka air tanah).

Akuifer tertekan (confined aquifer) ; adalah akuifer yang batas lapisan atas dan lapisan bawah
adalah formasi tidak tembus air, muka air akan muncul diatas formasi tertekan bawah. Akuifer
ini terisi penuh oleh air tanah sehingga pengeboran yang menembus akuifer ini akan
menyebabkan naiknya muka air tanah di dalam sumur bor yang melebihi kedudukan semula.

Akuifer semi tertekan (leaky aquifer) ; merupakan akuifer jenuh air yang dibatasi oleh lapisan
atas berupa akuitard dan lapisan bawahnya merupakan akuiklud. Akuifer semi-tertekan atau
aquifer bocor adalah akuifer jenuh yang sempurna, pada bagian atas dibatasi oleh lapisan semi-
lulus air dan bagian bawah merupakan lapisan lulus air ataupun semi-lulus air.

Jenis Air Tanah


Air tanah dapat dikelompokan berdasarkan letaknya pada permukaan tanah dan berdasarkan
asalnya. Berdasarkan letaknya, air tanah dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Air Tanah Freatik
dan Air Tanah Dalam (Artesis).

Air Tanah Freatik merupakan air tanah dangkal yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah
serta berada di atas lapisan kedap air/impermeable. Contohnya air sumur yang terletak di antara
air permukaan dan lapisan kedap air (impermeable). Air Tanah Dalam (Artesis) meruapakan air
tanah dalam yang terletak di antara lapisan akuifer dengan lapisan batuan kedap air (akuifer
terkekang).

Sedangkan berdasarkan asalnya, air tanah dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu Air Tanah Meteorit
(Vados), Air Tanah Baru (Juvenil), dan Air Konat. Air Tanah Meteorit (Vados) merupakan air
tanah yang berasal dari proses presipitasi (hujan) dari awan yang mengalami kondensasi
bercampur debu meteorit. Air Tanah Juvenil merupakan air tanah yang terbentuk dari dalam
bumi karena intrusi magma. Air tanah juvenil ditemukan dalam bentuk air panas (geyser). Air
Konat merupakan air tanah yang terjebak pada lapisan batuan purba (lihat tentang batuan
metamorf).

Gambar siklus dan profil air tanah.


Sifat Fisik dan Kimia Penentu Kualitas Air Tanah
Kualitas air tanah biasanya ditentukan sifat fisik dan sifat kimianya. Sifat fisik antara lain warna,
bau, rasa, kekentalan, kekeruhan, dan suhu (Hadipurwo, 2006). Warna air tanah disebabkan oleh
zat yang terkandung di dalamnya, baik berupa suspensi maupun terlarut. Bau air tanah dapat
disebabkan oleh zat atau gas yang mempunyai aroma yang terkandung dalam air.

Rasa air tanah ditentukan oleh adanya garam atau zat yang terkandung dalam air tersebut, baik
yang tersuspensi maupun yang terlarut. Kekentalan air dipengaruhi oleh partikel yang
terkandung di dalamnya. Semakin banyak yang dikandung akan semakin kental. Di samping itu
apabila suhunya semakin tinggi maka kekentalannya akan semakin kecil (encer).

Kekeruhan air disebabkan oleh adanya tidak terlarutkan zat yang dikandung. Sebagai contoh
adalah adanya partikel lempung, lanau, juga zat organik ataupun mikroorganisme. Suhu air juga
merupakan sifat fisik dari air. Suhu ini dipengaruhi oleh keadaan sekeliling, seperti musim,
cuaca, siang-malam, tempat ataupun lokasinya.

Sedangkan yang termasuk dalam sifat kimia air tanah adalah Kesadahan, Zat Padat Terlarut
(Total Disolve Solid /TDS), Daya hantar listrik (electric conductance atau DHL), Keasaman, dan
Kandungan ion. Penjelasan sifat kimia air tanah adalah sebagai berikut :

Kesadahan Air
Kesadahan atau kekerasan (total hardness) Air tanah pada umumnya terjadi karena adanya
kandungan unsur Ca dan Mg dalam air tanah. Air tanah pada umumnya mengandung bahan-
bahan metal terlarut, seperti Na, Mg, Ca dan Fe. Air yang mengandung komponen-komponen
tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah (Philip Kristanto, 2004:72).

Kesadahan (hardnes) adalah gambaran kation logam divalen (valen dua). Kation-kation ini dapat
bereaksi dengan (soap) membentuk endapan (presipitasi) maupun dengan anion-anion yang
terdapat di dalam air membentuk endapan atau karat pada peralatan logam. Pada air tawar, kation
divalen yang paling berlimpah adalah kalsium dan magnesium, sehingga kesadahan pada
dasarnya ditentukan oleh jumlah kalsium dan magnesium. Kalsium dan magnesium berikatan
dengan anion penyusun alkalinitas, yaitu bikarbonat dan karbonat (Hefni Effendi, 2003:106-
107).

Zat Padat Terlarut (Total Disolve Solid /TDS)


Zat padat terlarut adalah jumlah zat padat yang terlarut dalam air (baca tentang massa jenis air)
atau semua zat yang tertinggal setelah diuapkan pada suhu 103–105 C (Saeni, 1989). Padatan
terlarut meliputi garam garam anorganik dan sejumlah kecil zat organik serta gas. Berdasarkan
kriteria baku mutu air kelas I, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah
sebagai air minum dan keperluan rumah tangga, batas maksimum yang diperbolehkan adalah
1000 mg/l.

Daya Hantar Listrik (Electric Conductance/DHL)


Daya hantar listrik (DHL) menunjukkan kemampuan air untuk menghantarkan listrik. Air yang
banyak mengandung garam akan mempunyai DHL tinggi. Konduktivitas air tergantung dari
konsentrasi ion klorida, suhu air dan zat padat terlarut. Oleh karena itu kenaikan padatan terlarut
akan mempengaruhi kenaikan DHL. Semakin tinggi temperatur dan ion klorida maka nilai
DHLnya juga semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah nilai DHL maka suhu maupun ion
klorida akan rendah pula.

Keasaman Air (PH)


Keasaman air dinyatakan dengan pH, mempunyai besaran mulai dari 1-14. Air yang mempunyai
pH 7 adalah netral, sedangkan yang mempunyai pH lebih besar/kecil dari 7 disebut bersifat
basa/asam. Jadi air yang mengandung garam kalsium karbonat atau magnesium karbonat,
bersifat basa (pH 7,5 - 8), sedangkan yang mempunyai harga pH < 7 adalah bersifat asam.
Keasaman air pada umumnya disebabkan karena adanya gas karbon dioksida (CO2) yang larut
dalam air dan menjadi asam karbonat H2CO3. Syarat pH untuk keperluan air minum 6,0 - 9,0.

Kandungan Ion
Kandungan ion baik kation maupun anion yang terkandung di dalam air diukur biasanya dalam
satuan part per million (ppm) atau mg/l. Ion-ion yang diperiksa antara lain Na, K, Ca, Mg, Al,
Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, SO4, CO2, CO3, HCO3, H2SF, NH4, NO3, NO2, KMnO4, SiO2, boron,
ion-ion logam yang biasanya jarang akan tetapi ion ini bersifat sebagai racun antara lain As, Pb,
Sn, Cr, Cd, Hg, Co (Hadipurwo, 2006).

Manfaat Air Tanah


Banyak manfaat air tanah bagi kehidupan makhluk hidup. Bukan hanya manusia yang
memanfaatkan air tanah, tetapi juga tumbuhan dan hewan. Bagi manusia air tanah biasa
digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, misalnya untuk mandi, air minum, dan
sebagainya. Air tanah merupakan sumber air minum utama bagi masyarakat Indonesia.
Tumbuhan juga sangat memerlukan air tanah, karena air tinggal di dalam tanah, dan tumbuhan
sangat bergantung pada air tanah.

Hewan tertentu juga tergantung pada air tanah. Tak sedikit hewan yang hidup dalam tanah, yang
kelangsungan hidupnya tak lepas dari peran air tanah. Berkurangnya air tanah menyebabkan
banyak tanah kekeringan, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh, dan banyak hewan yang hidup
di dalam tanah akan mati. Selain itu manusia juga kesulitan mencari air untuk kebutuhan
hidupnya, terutama untuk minum memasak, mandi, dan mencuci. Oleh karena itu kita harus
menjaga air tanah agar tetap lestari dan tidak tercemar oleh bahan-bahan kimia seperti minyak,
bensin, oli, dan lain sebagainya. Manfaat air tanah antara lain sebagai berikut :

 Kebutuhan rumah tangga, yaitu untuk mandi, mencuci, memasak, dan air minum.
 Irigasi, yaitu sumber air bagi pertanian, misalnya sumur bordi daerah Indramayu, Jawa Barat.
 Perindustrian, yaitu dimanfaatkan sebagai sumber air industri,misalnya industri tekstil
dimanfaatkan untuk pencelupan, industri kulit untuk membersihkan kulit, dan lain-lain.
 Merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi, menyediakan kebutuhatan air bagi
hewan dan tumbuh-tumbuhan, dan merupakan persediaan air bersih secara alami.
 Di salah satu pedukuhan kecil kawasan karst Gombong Selatan, sungai bawah tanah digunakan
sebagai sumber pembangkit listrik dengan distribusi pembagian jumlah daya yang mereka kelola
sendiri. Meskipun di Kecamatannya sendiri belum teraliri listrik dari PLN.
 Sebagai laboratorium alam, sungai bawah tanah memiliki biota, sistem hidrologi dan unsur lain
yang spesifik. Berbagai ilmu yang menyangkut biota, gua beserta lingkungannya, genesa gua dan
lain sebagainya terdapat satu unifikasi ilmu yaitu speleologi.
 Untuk wisata umum, di Kalimantan Selatan ada dua buah gua yang dapat dilayari yang mulai
dikembangkan sebagai objek wisata.
 Wisata minat khusus, untuk penggemar kegiatanalam bebas (caving, cave diving, black water
rafting). Berbagai macam kondisi yang multi komplek cukup menantang untuk penggemar
kegiatan alam bebas. Saat ini perkembangan kegiatan caving dan kegiatan alam lain yang
berhubungan banyak dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri.

Pencemaran Air Tanah


Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau
komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat
tertentu, yang menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukaannya. Pencemaran air
banyak diakibatkan oleh masuknya bahan pencemar berupa gas, bahan terlarut, maupun
partikulat yang menyebabkan air menjadi tidak lagi sesuai dengan kondisi alamiahnya. Bahan
pencemar yang memasuki badan perairan bisa masuk dengan berbagai cara antara lain melalui
tanah, atmosfer, limbah domestik, limbah industri dan lain sebagainya (Effendi, 2003).

Pencemaran bisa terjadi pada air permukaan (surface water) dan air tanah (groundwater).
Kebanyakan pencemaran air tanah disebabkan oleh bahan pencemar yang bersifat cairan
misalnya limbah industri. Ketepatan pengecekan kualitas air untuk menentukan tercemar atau
tidaknya dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan secara laboratorium .

Untuk mengetahui apakah suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan pengujian untuk menentukan
sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan dari batasan-batasan polusi
air. Sifat-sifat air yang umum diuji dan dapat digunakan untuk menentukan tingkat polusi air
misalnya : nilai pH, keasaman dan alkalinitas, suhu, warna, bau dan rasa, jumlah padatan, nilai
BOD/COD, pencemaran mikroorganisme patogen, kandungan minyak, dan kandungan logam
berat (Purwanto, 2003).
Pergerakan Air Tanah
Perbedaan elevasi antar permukaan air tanah dikenal sebagai hydraulic head. Hal ini disebabkan
karena air mengalir mengikuti bentuk topografi. Bila kita mengikuti perjalanan air, maka mulanya
gravitasi menarik air dari zona aerasi menuju ke permukaan air tanah kemudian pergerakan turun
terjadi karena gravitasi dari daerah dengan permukaan air tanah tinggi menuju daerah dengan
permukaan air tanah rendah (danau, sungai, rawa-rawa). Secara mendasar, pergerakan air tanah
mengarah kebawah karena terdorong untuk menuju daerah dengan tekanan yang lebih rendah
(gambar 3)

Gambar 3. Pergerakan air bawah permukaan menuju daerah dengan bertekanan rendah (Hamblin
& Christiansen, 1995).

Penyaluran alami dan artifisial


Penyaluran alami bagi air tanah adalah melalui sungai, danau dan rawa-rawa yang
merupakan jalinan utama antara reservoir air tanah dan bagian lain dari sistem hidrologi. Bila
penyalurannya tidak berasal dari air tanah maka sungai-sungai akan mengalami kekeringan selama
paruh waktu tertentu dalam satu tahun.

Penyaluran artifisial merupakan hasil dari pengambilan air melalui sumur (wells) yang
dapat dilakukan dengan cara menggali atau mengebor sumur hingga zona jenuh. Banyaknya sumur
bor ternyata telah mampu mengubah sistem hidrologi, misalnya adalah turunnya permukaan air
tanah.

1 Penyaluran Alami
Beberapa kondisi geologi telah memberikan penyaluran alami dalam bentuk rembesan (seeps) dan
mata air (springs). Jika lapisan permeabel berselingan dengan lapisan impermeabel, maka air tanah
dipaksa mengalir secara lateral menuju singkapan lapisan permeabel (gambar 4.). Kondisi
demikian biasa ditemukan pada mesa dan plateau dimana batupasir permeabel berselingan dengan
serpih impermeabel. Penjajaran mata air (spring line) biasanya ditandai dengan penjajaran
pepohonan. Mata air lainnya didapatkan karena migrasi sepanjang columnar joint dan vesicular
pada basalt; muncul sepanjang sisi sungai, misalnya Thausand Springs di Idaho yang muncul di
sisiSnake RiverValley; dan muncul disepanjang sesar.

(A) (B)
(C) (D)

Gambar 4. Mata air terbentuk pada berbagai kondisi geologi. (A) Jalur mata air berkembang
sepanjang dinding lembah. Biasanya ditandai oleh pertumbuhan vegetasi yang tidak biasanya.
(B) Mata air terbentuk sepanjang lereng lembah dimana cavernous limestone memberikan aliran
air bahwa tanah ke permukaan. (C) Air permukaan berasal dari rembesan melalui vasikuler dan
rekahan dari basalt. (D) Sesar menggeser perlapisan batuan. Jajaran mata air merupakan hasil air
bawah tanah yang naik sepanjang sesar (Hamblin & Christiansen, 1995).

Ringkasnya, mata air terbentuk karena permukaan air tanah terpotong oleh permukaan tanah atau
air tanah merembes keluar ke permukaan sepanjang rekahan dan sesar. Umumnya mata air
terjadi sepanjang dinding lembah (valley walls) dikarenakan sungai telah mengerosi lembah
hingga bagian bawah kedudukan permukaan air tanah regional.

2 Sumur
Bandingkanlah sumur gali dan sumur pemboran! Air mengalir dari rongga pori menuju sumur
mengisi kedudukan permukaan air tanah dan selanjutnya ketika air dipompa keluar, maka
permukaan air tanah mengalami penurunan (drawn down) disekitar sumur dalam bentuk kerucut
(cone) sehingga sering disebut sebagai kerucut depresi (cone of depression). Jika air turun dengan
cepat maka akan segera terisi kembali, kerucut depresi terus tumbuh hingga pada akhirnya sumur
menjadi kering. Kerucut depresi disekitar sumur besar yang digunakan untuk kebutuhan rumah
tangga dan pabrik industri dapat mencapai ratusan meter diameter. Semua sumur yang berada
dalam kerucut depresi akan terpengaruh. Hal ini akan dapat memicu pertengkaran di kalangan
masyarakat. Untuk itulah, simulasi model komputer berdasarkan data permeabilitas, arah
pengaliran dan kedudukan air tanah seharusnya sudah dapat memperkirakan jumlah air yang
keluar berdasarkan periode waktu tertentu (Gambar 5)
Gambar 5. Kerucut depresi pada permukaan air tanah terbentuk bila air mengalami penurunan
yang lebih cepat dari pulihnya permukaan air tanah (Hamblin & Christiansen, 1995).

3. Air Artesis (artesian water)


Air tanah pada lapisan permeabel yang tertekan diantara lapisan impermeabel mengalami
tekanan sehingga bila dilakukan pemboran, maka air akan keluar sendiri tanpa bantuan pompa
(Gambar 8.6.). Kondisi geologi yang diperlukan untuk menjadi sumur artesis adalah sebagai
berikut:

1. Sikuen batuan harus mengandung lapisan permeabel dan lapisan impermeabel. Sikuen ini
biasa terjadi pada kondisi alamiah sebagai perselingan antara serpih dan batupasir. Lapisan
permeabel disebut sebagai aquifer (lapisan pembawa air).

2. Pada daerah tinggian, batuan harus memiliki kedudukan perlapisan yang miring dan
tersingkap sehingga air dapat masuk kedalam aquifer.

3. Precipitasi yang cukup dan pengaliran permukaan harus terjadi pada daerah yang
tersingkap sehingga aquifer terus terisi.
Gambar 6. Kondisi geologi yang diperlukan untuk sistem artesis meliputi: (1) lapisan permeabel
(aquifer) diantara lapisan impermeabel, (2) batuan yang miring sehingga aquifer dapat menerima
infiltrasi dari air permukaan, (3) infiltrasi air yang memadai mengisi aquifer akan membentuk
tekanan hidrostatik. Sumur akan menjadi sumur artesian bila posisi bagian atas sumur berada
dibawah permukaan tekanan artesis (Hamblin & Christiansen, 1995).

Air yang tertekan didalam aquifer dapat keluar seperti air yang keluar dari pipa dikarenakan
tekanan hidrostatik mampu mendorongnya sehingga rekahan atau pipa yang memotong lapisan
dapat menjadi media keluarnya air menjadi mata air artesis atau sumur yang airnya mengalir
sendiri (flowing wells).

Artesian-pressure surface adalah permukaan yang merupakan batas kemampuan air


artesis untuk naik ke atas (artesian water). Permukaan ini dari daerah tangkapan (recharge area)
akan miring mengikuti kelerengan. Bila kita melakukan pemboran pada aquifer tertekan maka air
akan naik dengan sendirinya. Bila permukaan sumur berada diatas artesian pressure surface,
maka air tidak bisa mengalir ke permukaan, namun bila permukaan berada dibawah artesian
pressure surface, maka air akan mengalir sendiri ke permukaan.

4. Mata air panas (thermal springs) dan geysers


Manifestasi menakjubkan dari air tanah adalah fenomena mata air panas (thermal spring) atau
geyser dimana air dan uap tersembur ke udara. Fenomena ini hasil dari pemanasan air tanah karena
aktifitas magmatik aktif. Contoh daerah yang sangat terkenal karena fenomena ini
adalahYellowstoneNational Park, di Amerika Serikat. Kondisi pembentukan geyser yaitu :
1. Tubuh batuan yang panas harus dekat dengan permukaan.

2. Sistem rekahan tidak beraturan hadir dan menerus kebawah dari permukaan.

3. Pasokan air tanah yang relatif konstan dan besar harus selalu ada.

Semburan geyser terjadi ketika air tanah mengalami tekanan dalam rekahan, gua-gua atau lapisan
batuan yang porous hingga mencapai titik kritis kesetimbangan tekanan-temperatur. Temperatur
meningkat akan mengubah air menjadi uap. Karena itu air pada bagian bawah akan tertekan lebih
kuat dari air yang berada di permukaan dan air akan panas sekali hingga uap akan tersembur ke
udara. Setelah tekanan mengalami pelepasan, maka gua-gua akan terisi kembali dan preses semula
akan berulang kembali (Gambar 7)

(A)

(B)

Gambar 7 Pembantukan geyser. (A) perkolasi air bawah tanah turun memasuki jaringan bukaan
interkoneksi kemudian mengalami pemanasan oleh batuan beku panas (hot igneous rocks). (B)
Naiknya temperatur hingga diatas titik didih atau berkurangnya tekanan akan menyebabkan air
terubah menjadi uap yang dengan cepat akan mendorongnya ke permukaan sehingga
menghasilkan erupsi geyser. (Hamblin & Christiansen, 1995).
Air panas yang naik keatas melalui batuan samping yang dilaluinya tanpa kehilangan banyak
panas sehingga naik ke permukaan sebagai mata air panas yang kadangkala hingga temperatur
mendidih. Air ini biasanya membawa material kimia asal batuan yang dilaluinya.

5. Energi geotermal
Energi panas dari air tanah atau energi geotermal saat ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu
sumber energi. Sebagai contoh, Islandia telah memanfaatkan energi ini dengan sukses sejak 1928.
Sumur yang dibor di daerah geotermal akan mengambil air dan uap yang disalurkan menuju tangki
penampung dan kemudian dialirkan ke rumah-rumah dan gedung pemerintah untuk keperluan
pemanas dan air panas. Biaya yang diperlukan untuk pemanasan langsung ini sebesar 60% dari
biaya bila menggunakan pemanas berenergi minyak bumi dan sekitar 75% dari harga metode
pemanas listrik yang termurah. Uap dari energi geotermal juga dimanfaatkan untuk pembangkit
tenaga listrik. Hanya saja masalah korosi muncul karena airnya mengandung asam dan sejumlah
garam terlarut karenanya muncul biaya tinggi pada perawatan sistem pemipaan.

Erosi air tanah


Air tanahjuga bisa menyebabkan erosi yang biasanya terkait dengan proses pelarutan terutama
pada batugamping. Material terlarut akan dibawa dan akan diendapkan pada tempat lain,
misalkan pada ronggaporibatuan. Erosi air tanah dimulai sejak perkolasi air tanah melalui
rekahan, sesar dan bidang perlapisan batuan dan melarutkan batuan yang mudah larut. Rekahan
yang membesar akan membentuk jarian gua-gua bawah tanah yang dapat mencapai beberapa
kilometer. Bila gua-guan semakin besar maka suatu ketika akan terjadi keruntuhan atap (roof
collapse) dan terbentuklah depresi yang mirip kawah yang disebut sebagai sinkhole. Aktivitas
pelarutan yang berjalan terus akan membesarkan sinkhole dan menjadi lembah pelarutan yang
pada akhirnya akan mengerosi seluruh batuan yang mudah larut (Gambar 8)

Topografi karst adalah bentangalam yang khas hasil dari erosi air tanah. Sistem pengalirannya
unik karena di beberapa tempat ditemukan sungai, namun kemudian hilang dan masuk kedalam
sinkholes menjadi disappearing stream. Air mengalir melalui jaringan gua-guan membentuk
sungai bawah tanah (underground stream). Mata air seringkali dijumpai karena munculnya air
tanah ke permukaan.
(A) Pada tahap awal, air merembes melalui rekahan dan bidang perlapisan batugamping. Air
merembes turun ke permukaan air tanah kemudian bergerak menuju sungai permukaan.

(B) Ketika sungai mengerosi dasar lembah lebih dalam maka terjadi penurunan permukaan air
tanah. Air dalam kanal bawah tanah maka akan membentuk jalur baru. Jalur lama yang
merupakan kanal bawah tanah terus mengalami pembesaran dan akhirnya runtuh membentuk
sinkholes atau terisi oleh runtuhan jatuhan atau endapan gua (Hamblin & Christiansen, 1995).