Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA SERANG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SINGANDARU
Jl. Letnan Djidun No.4
Lontar Baru Serang

PEMERINTAH KOTA SERANG


DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS SINGANDARU
SURAT KEPUTUSAN
KEPALA PUKESMAS SINGANDARU
Nomor : UKP/VIII/SK/17/034
TENTANG
KETERLIBATAN PETUGAS PEMBERI PELAYANAN KLINIS DALAM
PENINGKATAN MUTU KLINIS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA UPT PUSKESMAS DTP SINGANDARU,

MENIMBANG : a. bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan asuhan


klinis terhadap pasien dan dilaksanakan dengan
optimal maka perlu dilayani oleh tenaga klinis yang
kompeten sesuai dengan pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan ;
b. bahwa dalam rangka peningkatan mutu klinis perlu
adanya keterlibatan petugas pemberi layanan klinis ;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan
b maka ditetapkan Keterlibatan Petugas Pemberi
Pelayanan Klinis Dalam Peningkatan Mutu Klinis.

MENGINGAT : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang


Kesehatan;
2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran;
3. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 Tentang
Pelayanan Publik;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota;

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : KEPUTUSAN KEPALA KLINIK AMAL SEHAT 1 TENTANG
KETERLIBATAN PETUGAS PEMBERI PELAYANAN
KLINIS DALAM PENINGKATAN MUTU KLINIS

Kesatu : Setiap tenaga klinis yang melakukan pelayanan di


Klinik Amal Sehat 1 berkewajiban ikut berperan serta
dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu
pelayanan klinis;

Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan


dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan
sebagaiman mestinya;

Ditetapkan di : Serang
Pada tanggal : 1 Mei 2017

KEPALA KLINIK AMAL SEHAT 1

dr. Leni Suryani


Lampiran Surat Keputusan
Kepala Klinik NomorXXX…….
Tentang : Kebijakan Mutu dan
Keselamatan Pasien

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN


KLINIK AMAL SEHAT 1

1. Kepala Klinik dan seluruh penanggung jawab pelayanan klinis dan


penanggung jawab Upaya Klinik wajib berpartisipasi dalam program
mutu dan keselamatan pasien mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
monitoring dan evaluasi.
2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan Program
mutu dan keselamatan pasien yang diselenggarakan di seluruh jajaran
klinik.
3. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran Klinik Amal Sehat 1
dengan pendekatan multidisiplin, dan dikoordinasikan oleh Wakil
Manajemen Mutu
4. Perencanaan mutu berisi paling tidak:
a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil
monitoring dan evaluasi indikator, maupun keluhan
pasien/keluarga/staf dengan mempertimbangan kekritisan, risiko
tinggi dan kecenderungan terjadinya masalah.
b. Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien
c. Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan
keselamatan pasien yang terkoordinasi dari semua unit kerja dan
unit pelayanan.
d. Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan
pemilihan indikator, pengumpulan data, untuk kemudian
dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya peningkatan mutu
dan keselamatan pasien
e. Indikator meliputi indikator manajerial, indicator kinerja Upaya
Puskesmas, dan indikator klinis, yang meliputi indikator struktur,
proses, dan outcome, dan indikator-indikator Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
f. Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui
standarisasi, perancangan sistem, rancang ulang sistem untuk
peningkatan mutu dan keselamatan pasien
g. Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik
pelayanan klinis maupun penyelenggaraan Upaya Klinik.
h. Manajemen risiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian
sentinel, kejadian tidak diharapkan, kejadian nyaris cedera, dan
keadaan potensial cedera.
i. Program dan Kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan
klinis dan keselamatan pasien, termasuk di dalamnya program
pencegahan dan pengendalian infeksi
j. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien
k. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk
menyampaikan permasalahan, tindak lanjut, dan kemajuan
tindak lanjut yang dilakukan.
l. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan
pasien.

5. Perancangan sistem/proses pelayanan memperhatikan butir-butir di


bawah ini:
a. konsisten dengan visi, misi, tujuan dan tata nilai Klinik, dan
perencanaan Klinik.
b. memenuhi kebutuhan pasien, keluarga, dan staf,
c. menggunakan pedoman penyelenggaraan Upaya Klinik, pedoman
praktik klinis, standar pelayanan klinis, kepustakaan ilmiah dan
berbagai panduan dari profesi maupun panduan dari Kementerian
Kesehatan
d. sesuai dengan praktik bisnis yang sehat,
e. mempertimbangkan informasi dari manajemen risiko,
f. dibangun sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang ada
di Klinik,
g. dibangun berbasis praktik klinik yang baik,
h. menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan yang terkait,
i. dan mengintegrasikan serta menggabungkan berbagai proses dan
sistem pelayanan.
6. Seluruh kegiatan mutu dan keselamatan pasien harus
didokumentasikan.
7. Wakil manajemen mutu wajib melaporkan kegiatan peningkatan mutu
dan keselamatan pasien kepada Kepala Klinik tiap tribulan.
8. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien/keluarga dan staf,
serta mempertimbangkan kekritisan, risiko tinggi, dan potensial
bermasalah, maka area prioritas yang perlu mendapat perhatian dalam
peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah:
a. Pencapaian 6 sasaran keselamatan pasien.
b. Pelayanan rawat jalan
c. Pelayanan Farmasi
d. Pelayanan Gawat Darurat