Anda di halaman 1dari 3

KUALIFIKASI TENAGA KESEHATAN

November 14, 2016 infokes Kebijakan Kesehatan Leave a comment

Bagikan Artikel :

FacebookTwitterGoogle+TumblrStumbleUponWhatsAppEmailLineSMSShare92

Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental,
spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan
ekonomis. Kesehatan adalah hak setiap orang, artinya setiap orang memiliki hak yang sama dalam
memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan; mempunyai hak dalam memperoleh
pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau; berhak secara mandiri dan bertanggung
jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya sendiri; berhak
mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan; berhak untuk mendapatkan
informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab; dan berhak
memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah
maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan.

Dalam rangka mewujudkan hak setiap warga negara tersebut perlu dilakukan upaya kesehatan yang
didukung oleh sumber daya kesehatan, khususnya Tenaga Kesehatan yang memadai, baik dari segi
kualitas, kuantitas, maupun penyebarannya. Upaya pemenuhan kebutuhan Tenaga Kesehatan sampai
saat ini belum memadai, baik dari segi jenis, kualifikasi, jumlah, maupun pendayagunaannya.

Tenaga di bidang kesehatan terdiri atas tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan. Tenaga
kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu
memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan dan memiliki kualifikasi minimum Diploma
Tiga, kecuali untuk tenaga medis. Sedangkan Asisten Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui
pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga. Asisten Tenaga Kesehatan hanya dapat
bekerja di bawah supervisi Tenaga Kesehatan.

Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam :


Tenaga Medis; terdiri atas dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis.

Tenaga psikologi klinis; adalah psikologi klinis.

Tenaga keperawatan; adalah berbagai jenis perawat.

Tenaga Kebidanan; adalah bidan.

Tenaga kefarmasian; terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.

Tenaga kesehatan masyarakat; terdiri atas epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu
perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik
dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga.

Tenaga kesehatan lingkungan; terdiri atas tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, dan
mikrobiolog kesehatan.

Tenaga gizi; terdiri atas nutrisionis dan dietisien.

Tenaga keterapian fisik; terdiri atas fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunktur.

Tenaga keteknisian medis; terdiri atas perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler,
teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan
mulut, dan audiologis.

Tenaga teknik biomedika; terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medik,
fisikawan medik, radioterapis, dan ortotik prostetik.

Tenaga Kesehatan tradisional; terdiri atas tenaga kesehatan tradisional ramuan dan tenaga kesehatan
tradisional keterampilan.

Tenaga Kesehatan lain; kualifikasinya akan ditetapkan oleh menteri kesehatan.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memenuhi kebutuhan Tenaga Kesehatan, baik dalam jumlah,
jenis, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan pembangunan
kesehatan. Perencanaan Tenaga Kesehatan disusun secara berjenjang berdasarkan ketersediaan Tenaga
Kesehatan dan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan dan upaya Kesehatan yang dilakukan melalui
pemetaan tenaga kesehatan. Dalam menyusun perencanaan Tenaga Kesehatan harus memperhatikan
faktor :

Jenis, kualifikasi, jumlah, pengadaan, dan distribusi Tenaga Kesehatan;

Penyelenggaraan Upaya Kesehatan;

Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan;


Kemampuan Pembiayaan;

Kondisi geografis dan sosial budaya; dan

Kebutuhan masyarakat.

Pengembangan Tenaga Kesehatan diarahkan untuk meningkatkan mutu dan karier Tenaga Kesehatan.
Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan serta kesinambungan dalam
menjalankan praktik. Dalam rangka pengembangan Tenaga Kesehatan, kepala daerah dan pimpinan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan bertanggung jawab atas pemberian kesempatan yang sama kepada
Tenaga Kesehatan dengan mempertimbangkan penilaian kinerja. Tenaga Kesehatan harus membentuk
Organisasi Profesi sebagai wadah untuk meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan, martabat, dan etika profesi Tenaga kesehatan.

Demikianlah informasi mengenai kualifikasi dan pengelompokkan tenaga kesehatan, mulai saat ini
rekan-rekan tenaga kesehatan dapat mengetahui apakah profesinya berada dalam kualifikasi dan
pengelompokkan tenaga kesehatan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Semoga informasi
bermanfaat dan dapat mengembangkan diri dan karir untuk lebih baik lagi.

Sumber : UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.