Anda di halaman 1dari 32

PERTEMUAN KE #13

METODE PENAMBANGAN RUNTUHAN


(CAVING)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2019
METODE PENAMBANGAN RUNTUHAN
(CAVING)

Metode ambrukan (caving method) adalah cara


penambangan endapan bijih atau batubara pada
tambang bawah tanah dengan cara pengambrukan yakni
meruntuhkan deposit bijih atau batubara, karena adanya
pengaruh gaya grafitasi
KLASIFIKASI METODE PENAMBANGAN
RUNTUHAN (CAVING) :

 Longwall Mining
 Sublevel Caving
 Top Slicing
 Block Caving
LONGWALL MINING
Longwall Mining adalah adalah suatu sistem atau metode penambangan
bawah tanah pada suatu deposit (umumnya batubara) dengan membuat
lorong-lorong panjang, digunakan pada deposit yang datar, tipis dan
berbentuk tabular
KARAKTERISTIK UMUM LONGWALL

Bentuk Dan Posisi :


 Bentuk Deposit : Tabular
 Posisi Deposit : Moderate 150-900 m atau lebih (batubara) < 3,5
km (non batubara)
 Dip Deposit : Rendah, <12 derajat, lebih baik jika datar.

Mineral :
 Ore grade : Moderate
 Deposit size : Luas area sekitar >260 ha, lapisan tipis, ketebalan
seragam.

Kondisi Geoteknik :
 Ore strength
Sedang untuk mempermudah penggalian.
 Rock strength
Lemah sampai Sedang, agar mudah runtuh.
KARAKTERISTIK LONGWALL PADA BATUBARA
1. Penambangan pada bagian batubara yang besar, rasio pengambilannya
tinggi
2. Dalam 1 panel bisa menghasilkan jumlah yang besar dan bisa
melakukan pengkonsentrasian panel
3. Pada kemiringan yang landai, penambangan batubara (eksploitasi),
transportasi batubara, penyanggaan serta mekanisasi menjadi mudah,
sehingga dapat meningkatkan produktifitas eksploitasi batubara
4. Bisa mengkonsentrasikan panel, terhadap jumlah produksi batubaranya
panjang perawatan terowongannya pendek
5. Sistem Ventilasi menjadi mudah, dan swabakar juga jarang terjadi, jadi
merupakan nilai lebih dalam segi keamanan & keselamatan
6. Dapat memanfaatkan tekanan tanah sehingga pemotongan batubara
lebih mudah
7. Apabila ada runtuhnya atap, kerusakan mesin maka produksi batubara
akan berkurang banyak
DIMENSI LONGWALL PADA BATUBARA
Panjang Panel : 900 – 2700 m
Lebar Panel : 150 – 300 m
Lebar Permukaan : 2.4 – 3.6 m
Tebal lapisan : 0.9 – 4.5 m

Short Wall adalah penambangan bawah tanah untuk endapan batu bara,
dengan membuat lorong-lorong yang ukurannya lebih kecil atau lebih
pendek dari long wall (pada prinsipnya sama dengan longwall)
Ada 2 jenis cara penambangan long wall, yaitu :

 Cara maju (Advancing)


 Cara mundur (Retreating)
Cara Maju (Advancing) Cara Mundur (Retreating)
Pada penambangan batubara sistem Pada penambangan batubara sistem
maju, penambangan dimulai dari mundur, pertama digali seam road
mulut masuk suatu blok dari mulut masuk blok
penambangan batubara, dan penambangan, dan pada waktu
diteruskan penambangan maju terowongan tersebut mencapai garis
mengarah ke dalam sampai ke ujung maksimal, dibuat permuka kerja
panel penambangan sepanjang garis batas tersebut untuk
memulai penambangan batubara
menuju mulut masuk
KELEBIHAN & KEKURANGAN LONGWALL KELEBIHAN & KEKURANGAN LONGWALL
“MAJU” “MUNDUR”
1. Waktu Persiapan Eksploitasi pendek 1. Waktu Persiapannya lama
2. Bisa dilakukan hanya dengan development 2. Developmentnya panjang sehingga
yang pendek, jumlah investasi awal kecil investasi awalnya besar
3. Pada daerah yang terdapat banyak 3. Dengan mengetahui terlebih dahulu
perubahan lapisan batubara ataupun kondisi lapisan batubara pada tahap
patahan, area yang banyak gas maka development, daerah yang terdapat
penelitiannya serta pengeluaran gas sangat banyak gas maka dapat dilakukan
rumit dan sulit pengeluaran gas sebelum melakukan
4. Daerah yang setelah ditambang harus eksploitasi
terus dirawat terowongannya hingga 4. Tidak perlu merawat terowongan yang
selesai penambangannya, dan semakin telah dilakukan penambangan, seiring
maju penambangan maka terowongan dengan penggalian maka terowongan
yang harus dirawat juga semakin panjang, semakin pendek jadi mudah untuk
jadi biaya perawatannya mahal melakukan perawatannya, ventilasi serta
5. Mudah terjadi swabakar apabila ada pentransportasiannya
kebocoran angin di daerah yang telah 5. Setelah penggalian tidak ada kebocoran
ditambang, dan apabila tidak bisa udara maka tidak ada kekhawatiran akan
melakukan perawatan terowongan maka terjadinya swabakar
section terowongan semakin kecil dan bisa 6. Kondisi panel dapat diketahui lebih
menghalangi ventilasi, transportasi dahulu sehingga dalam
6. Perlu dilakukan pengerjaan pengisian pengeksploitasiannya lebih terencana
(filling), kemajuan panel/face bisa 7. Tidak melakukan pengerjaan pengisian
terhambat oleh pengerjaan filling itu. (filling), bisa diterapkan mekanisasi
dengan alat berat, produktifitas tinggi,
memungkinkan perencanaan jumlah
produksi karena kekutan produksi
panelnya stabil
SUBLEVEL CAVING
Sub-level Caving adalah cara penambangan yang memulai
penggaliannya dari atas kebawah dimana pengalian dilakukan
selapis demi selapis dan penambangannya dilakukan secara lateral
(meliputi seluruh ketebalan). Metode ini membutuhkan
pengembangan yang ekstensif sebelum dan selama penambangan.
Sublevel Caving

Gambar lorong, potongan


sublevel dan tahap pengeboran
fanhole
SIKLUS PRODUKSI
Terdiri dari rangkaian operasi dan alat dan
pengembangan operasi secara pararel
 Pengeboran : Pengebor fan jumbo dengan 2 atau 3
boom, mesin pneumatic atau hidrolik bertenaga disel,
ukuran lubang antara 51-76 mm dengan faktor
pengeboran 0.2 m/ton.
 Peledakan : ANFO, slurries, pengisian bulk dengan
pemuat pneumatic atau pompa firing listrik atau
dengan meledakan menggunakan detonator.
 Peledakan sekunder : pengeboran dan peledakan,
mudcap.
 Pemuatan : Load haul dump, overhead loader, front
end loader.
SIKLUS PRODUKSI
RANGKAIAN TAHAP PENGEMBANGAN
1. Production Shaft
 Biasanya Terletak pada footwall yang
 Ukuran berdasarkan tingkat produksi
2. Internal Ramp
 Dibangun pada footwall yang
 Jalur merata dengan akses sublevel menuju drift
 Mengikuti kemiringan badan bijih
 Memungkinkan peralatan untuk bepergian dari tingkat ke
tingkat tanpa menggunakan poros
 Dirancang demgam kelebaran lebih dari 5 ft dan ketinggian
lebih dari tingginya peralatan
3. Sublevel Ekstraksi Drift
 Dikembangkan pada footwall sejajar dengan badan bijih
 Biasanya dibuat setiap 100 ft
RANGKAIAN TAHAP PENGEMBANGAN (lanjutan…..)
4. Orepasses
 Terletak setiap 100 ft hingga 200 ft pada drift ekstraksi sublevel
 Digunakan untuk mengangkut bijih dari sublevels ke tingkat
pengangkutan utama
 Dirancang untuk memiliki kemiringan sekitar 70 ° sampai 80 °
 Ukuran didasarkan dari tingkat produksi dan jarak orepass
 Grizzlies dan pemecah batu harus dipasang untuk mencegah
terdapatnya batuan dengan ukuran terlalu besar pada conveyor belt.
5. Tingkat Pengangkutan Utama
 Jalur drift dikembangkan pada footwall secara parallel
 Menggunakan trem dari orepass menuju crusher dan kantung pemuat
atau conveyer belt untuk dibawa kepermukaan.
 Ukuran didasarkan dari ukuran peralatan tramming yang berdasarkan
tingkat produksi untuk tambang
6. Infrastruktur Tambang
 Ventilasi : ukuran ventilisasi berdasarkan kebutuhan ( 100 CFM per
brake horsepower)
 Tempat Peralatan : ukuran berdasarkan tempat peralatan
 Dewatering system pada tambang.
 Pipa bertekanan untuk udara dan air.
 Sistem Listrik
 Stasiun Refuge
KARAKTERISTIK SUB LEVEL CAVING
1. Bentuk endapan tidak homogen.
2. Kekuatan batuan samping lemah dan dapat pecah menjadi
bongkahan–bongkahan dan akan menjadi penyanggah batuan
terhadap timber di bawahnya.
3. Kekuatan bijih lemah tetapi batuan dapat bertahan untuk tidak
runtuh selama beberapa waktu dengan penyanggahan biasa
walaupun tetap akan runtuh bila penyanggaan ini diambil.
4. Sub Level Caving merupakan salah satu metode penambangan
untuk tambang bawah tanah yang berproduksi besar, tetapi
cukup berbahaya. Umumnya kecelakaan yang terjadi adalah
tertimpa penyangga.
5. Kemiringan deposit ( > 600 ataupun vertikal)
6. Ukuran deposit / ketebalan (> 6m)
7. Karena menyebabkan subsidence pada permukaan tanah, maka
permukaan tidak boleh terdapat bangunan
8. Kemiringan bijih : menengah (moderate)
9. Memiliki kadar dan mining recovery yang tinggi
10.Kedalaman penambangan (< 1.2 km atau < 4000 ft)
KEUNTUNGAN SUB LEVEL KERUGIAN SUB LEVEL
CAVING : CAVING :
1. Tingkat produktifitas tinggi (20- 1. Sukar untuk mengadakan
40 ton / shift) tambang pilih (selective mining),
2. Tidak ada pillar yang di karena tak dapat ditambang
tinggalkan. bagian demi bagian.
3. Kemungkinan terjadinya 2. Biaya penambangan : menengah
kebakaran kecil, karena – tinggi (relatif 50%)
penggunaan penyanggah kayu 3. Biaya pengembangan
sedikit, kecuali pada endapan- (development) : tinggi
endapan sulfida. 4. Perolehan tambang tidak terlalu
4. Sistem ventilasi baik (tidak tinggi.
kompleks). 5. Dillution sering terjadi 10 % - 35
5. Keamanan , keselamatan, dan %. Biladillution harus rendah
kesehatan dalam bekerja baik. maka mining recoverynya juga
menurun.
6. Merupakan cara penambangan
yang kurang luwes karena terlalu
banyak syarat yang harus
dipenuhi dan tidak mudah
diubah ke metode lain.
TOP SLICING
1. Top Slicing adalah suatu penambangan untuk
endapan-endapan bijih dan lapisan penutup
(overburden) yang lemah atau mudah runtuh.

2. Penambangan dilakukan selapis demi selapis dari


atas ke bawah pada lombong yang disanggah. Kalau
lorong sudah selesai digali, maka penyanggah
diatasnya dibiarkan runtuh sedikit demi sedikit atau
secara bertahap. Metode ini akan memungkinkan
perolehan tambang yang tinggi walaupun sering
terjadi penipisan.
KARAKTERISTIK
1. Untuk endapan yang memiliki overburden yang lemah sehingga saat
dilakukan penggalian dibawahnya maka akan secara perlahan-lahan
turun menutu lubang bukaan..
2. Memilik ukuran endapan yang cukup besar
3. Batas endapan dengan country rock cukup jelas, sehingga tidak
memerlukan selectif mining
4. Dipermukaan tidak diperbolehkan adanya bangunan karena akan ada
penurunan permukaan
5. Banyak terdapat struktur retak-retakan

UPAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI SISTEM


PENAMBANGAN INI ADALAH :
1. Untuk memperbesar produksi, daerah penggalian diperbesar di
beberapa permukaan kerja (front).
2. Mengurangi jumlah “raise” berarti jarak antara raise dapat diperbesar.
3. Mengurangi pekerjaan, persiapan harus diimbangi dengan
pengangkutan yang lebih efisien
4. Untuk menghindari bahaya dan mengurangi keselamatan kerja, proses
ambrukan sebaiknya dibuat secara pelan-pelan agar tidak runtuh dalam
skala besar.
KEUNTUNGAN TOP SLICING : KERUGIAN SUB TOP SLICING :
1. Jika batuan samping tidak terlalu 1. Pada saat hujan, air masuk
lemah, maka pengotoran jarang melalui retakan-retakan.
terjadi. 2. Dapat menyebabkan amblesan
2. Dapat mengadakan pengambilan yang merusak topografi dan tata
contoh batuan (sampling) lingkungan
didalam lombong secara teratur 3. Ventilasi lombong menjadi sukar,
untuk mengetahui batas endapan sehingga perlu peralatan khusus.
yang pasti. 4. Membutuhkan persiapan kerja
3. Dapat menghasilkan produksi yang lama dan banyak
yang besar. 5. Banyak menggunakan
4. Jika endapan bijih teratur dan penyangga kayu sehingga dapat
jelas batas-batasnya, maka menyebabkan kebakaran dan
perolehan tambangnya sangat menimbulkan gas-gas beracun
tinggi (90-95%). dari proses pembusukan kayu
penyangga.
BLOCK CAVING
Block caving atau runtuhan blok adalah metoda penambangan dengan
memotong besarnya area luas penampang bagian bawah dari blok bijih
untuk meruntuhkan bijih di atas level undercut. Dengan metode ini akan
terbentuk gua-gua / ruang ambrukan (cave) yang nantinya akan terjadi
perambatan ambrukan (cave propagation) pada bijih akibat tekanan dari atas
yang mempunyai beban dari bijih itu sendiri, dan sifat batuan yang berada
di daerah cave yang mudah ambruk karena adanya gaya gravitasi.
KARAKTERISTIK BLOCK CAVING
1. Kekuatan bijih lemah sampai medium (25 – 100 MPa), dengan batas
bijih dan batuan jelas.
2. Kekuatan bijih lemah sampai kuat (25 – 250 MPa), diutamakan massa
bijih rapuh yang mempunyai retakan atau kekar sehingga dapat runtuh
dengan sendirinya.
3. Untuk urat yang lebar dan lapisan yang tebal, cebakan massive yang
homogen yang terletak dibawah overburden bersifat segera runtuh.
4. Penunjaman sudut cadangan (deposit dip) curam (>600) atau vertikal,
datar jika sangat tebal.
5. Bentuk cadangan badan bijih yang akan di tambang mempunyai area
horizontal yang sangat luas dengan ukuran tebal bijih lebih dari 30 m
(100 ft).
6. Kadar bijih rendah dan seragam
7. Kadar bijih seragam dan pemilihan kadar tidak dapat dilakukan. Bijih
harus disangga pada saat development tetapi akan segera hancur ketika
peronggaan telah di mulai.
8. Kedalaman sedang (lebih dari 2000 ft dan kurang dari 4000 ft atau lebih
dari 600 m dan kurang 1200 m), kedalaman harus cukup untuk
menimbulkan tekanan dari overburden dimana melebihi kekuatan
batuan.
SIKLUS PRODUKSI BLOCK CAVING
 PEMBORAN (daerah undercut) mengunakan alat
pneumatic dan rotary-percussion.
 PELEDAKAN (daerah undercut) bahan peledak
yang digunakan umumnya adalah Emulsion.
 PEMUATAN (dari drawbell atau orepass) peralatan
yang di gunakan adalah Loader.
 PENGANGKUTAN (pada level utama) peralatan
yang digunakan adalah belt conveyor.
KEUNTUNGAN BLOCK CAVING : KERUGIAN BLOCK CAVING :
1. Sistem penambangan ini tidak terlalu 1. Permintaan produksi yang meningkat
mahal di bandingkan dengan system tidak dapat langsung di penuhi
penambangan lainnya karena relatif karena di butuhkan waktu yang lama
sedikitnya pemboran, peledakan dan untuk mempersiapkan block
penyanggaan. tambahan untuk produksi.
2. Produksi yang terpusat membuat 2. Penghentian penarikan bijih selama
pengawasan menjadi efisien dan waktu tertentu akan menyebabkan
pemeriksaan kondisi kerja menjadi kehilangan bukaan yang telah ada
lebih teliti. pada area yang berpengaruh jika
3. Pembuatan system ventilasi tidak bukaan tersebut merupakan titik
terlalu kompleks di bandingkan konsentrasi berat.
system penambangan bawah tanah 3. Metode ini tidak fleksibel karena sulit
lainnya, sehingga kesehatan dan dilakukan perubahan kebentuk
keselamatan kerja baik panambangan bawah tanah lainnya.
4. Metode penambangan bawah tanah 4. Peronggan dan penurunan
dengan tingkat produksi tinggi. permukaan tanah terjadi dalam skala
5. Recovery tinggi. besar sehingga permukaan tanah
berbahaya (surface)
5. Pemeliharaan bukaan di daerah
produksi sangat penting dan mahal
jika terbentuk pilar yang menerima
beban terlalu besar.
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
“Semoga bermanfaat”