Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GONORHEA

LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Gonore adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh N.Gonorrhoeae
B. Patogenesis
Kuman N.Gonorrheae paling mudah mengifeksi daerah dengan mukosa epitel kuboid atau
lapis gepeng yang belum berkembang (imatur), pada vagina wanita sebelum pubertas.
Umumnya penularan melalui hubungan kelamin, yaitu secara genitor-genitor, ero-genital dan
ano-genital.
C. Manifetasi Klinis
Masa tunas gonore sangat singkat, pada pria umumnya bervariasi antara 2 – 5 hari, kadang-
kadang lebih lama karena pengobatan diri sendiri tapi dengan dosis yang tidak cukup atau gejala
sangat samara sehingga sangat tidak diperhatikan. Pada waanita, masa tunas sulit ditentukan
karena pada umumnya asiomtomatik.
Tempat masuk kuman pada pria di ureta menimbulkan uretris. Yang paling sering adalah
uretris akut dan dapat menjalar sehingga terjadi komplikasi. Komplikasi bias berupa komplikasi
local, yaitu tisonitis, parauretritis, litris dan cowperitis; komplikasi asedens yaitu prostatitis,
vesikulitis, vas deverentitis/funikulitis, epididimitis, trigonitis dan komplikasi diseminata.
Keluhan subyektif berupa rasa gatal, panas dibagian dital uretra yang kadang disertai darah,
perasaan nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum merah, edema
dan ektropion. Tampak duh tubuh mukopurulen dan dapat terjadi pembesaran kelenjar getah
bening inguinal unilateral atau bilateral.
Gambar klinis dan perjalanan penyakit pada wanita berbeda karena perbedaan anatomi dan
fisiologi alat kelamin keduanya. Pada wanita, baik akut maupun kronis, jarang ada keluhan
subyektif dan hampir tidak pernah ada kelainan obyektif. Infeksi pada mulanya hanya mengenai
serviks uteri. Dapat asimtomatik, kadang-kadang keluhan berupa rasa nyeri pada pinggul bawah.
Pada pemeriksaan, serviks tampak merah dengan erosi dan secret mukopurulen. Duh tubuh akan
terlihat banyak bila terjadi servisitis akut atau disertai vaginitis yang disebabkan oleh
Trichomonas Vaginitis.
Komplikasi
Pada pria

1. Tysonitis, biasanya terjadi pada pasien dengan preputium yang sangat panjang dan
kebersihan yang kurang baik. Diagnosis dibuat berdasarkan ditemukannya butir pus atau
pembengkakan pada daerah frenulum yang nyeri tekan. Bila duktus tertutup akan menjadi
abses dan merupakan sumber infeksi laten.
2. Parauretritis, sering pada orang dengan orifisium uretra eksternum terbuka atau hipos
padia. Infeksi pada duktus di tandai dengan butir pus pada kedua muara parauretra.
3. Radang kelenjar littre (littritis), tidak mempunyai gejala khusus. Pada urin ditemukan
benang-benang atau butir-butir. Bila salah satu saluran tersumbat dapat terjadi abses
folikualar. Diagnosis komplikasi ini ditegakkan dengan urestoskopi.
4. Infeksi pada kelenjar Cowper (cowperitis), dapat menyebabkan abses. Keluhan berupa
nyeri dan adanya benjolan di daerah perineum bagian dalam dan rasa penuh dan panas,
nyeri pada waktu defekasi, dan disuria. Jika tidak diobati abses, maka akan pecah melalui
kulit perineum, retra atau rectum dan mengakibatkan proktitis.
5. Prostatitis akut ditandai dengan perasaan tidak enak di daerah perineum dan suprapubis,
malaise, demam, nyeri kencing sampai himeturia, spasme otot uretra sehingga terjadi
pembesaran prostate dengan konsistensi kenyal, nyeri tekan dan fluktuasi bila terjadi
abses. Jika tidak diobati abses akan pecah, masuk ke uretra posterior atau kearah rectum
mengakibatkan proktitis.
6. Gejala prostatis kronik ringan di intermiten, tetapi kadang-kadang menetap. Terasa tidak
enak di preneum bagian dalam dan rasa tidak enak bila tidak terlalu lama. Pada
pemeriksaan prostatteraba kenyal, berbentuk nodus, dan sedikit nyeri pada penekanan.
Pemeriksaan dengan pengurutan prostate biasanya sulit menemukan gonokok.
7. Vesikulitis ialah radang akut yang mengenai vesikula semineli dan diktud ejakulatorius,
dapat timbul menyertai prostatitis akut yaitu demam, pola kisuria, hematuria terminal,
neri ereksi dan ejakulasi dan sperma mengandung darah. Pada pemeriksaan melalui
rectum dapat diraba vesikula seminalis yang membengkak dan keras seperti sosis,
memanjang diatas prostat. Adakalanya sulit menentukan batas kelenjar prostate yang
membesar.
8. Pada vas deferentitis atau funikulitis, gejala berupa perasaan nyeri pada daerah abdomen
bagian bawah pada sisi yang sama.
9. Epidimis akut biasanya unilateral dan setiap edidimitis biasanya disertai vas deferentitis.
Keadaan yang mempermudah timbulnya edidimitis ini adalah taruma pada uretraposterior
yang disebabkan salah pengelolaan pengobatan atau kelainan pasien sendiri. Edidimitis
dan tali sperma tika membengkak dan teraba panas, juga testis, sehingga menyerupai
hidrokel sekunder. Pada penekanan terasa nyeri sekali. Bila epididimis dapat
mengakibatkan sterilitas.
10. Infeksi asendens dari uretra posterior dapat mengenai trigonum vesika urinaria.
Gejalanya berupa poliuria, disuria terminal dan hematuria.

Pada wanita

1. Parauretris kelenjar parauretra dapat terkena, tetapi abses jarang terjadi.


2. Kelenjar bertholin dan labium mayora pada sisi yang terkena membengkak, merah dan
nyeri tekan, terasa nyeri sekali bila pasien berjalan dan pasien sukar duduk. Abses dapat
timbul dan pecah melalui mukosa atau kulit. Bila tidak diobati dapat rekurens atau
menjadi kista.
3. Salpingitis, dapat bersifat akut, sub-akut atau kronis. Ada beberapa factor predisposisi
yaitu masa puerpurium, setelah tindakan diatasi dan kuretrase, dan pemakaian IUD.
Infeksi langsung terjadi pada serviks melalui tuba fallopi ke daerah salping dan ovum
sehingga dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PRP). Gejala terasa nyeri
dibagian abdomen bawah, duh tubuh vagina, disuria dan menstruasi yang tidak teratur
atau abnormal. PRP yang simtomatik atau asimtomatik dapat menyebabkan jaringan
parut pada tuba sehingga dapat mengakibatkan infertilitas kehamilan diluar kandungan.

D. Pemeriksaan Penunjang
1. Sediaan langsung
2. Kultur
3. Tes definitif
4. Tes β-laktamase
5. Tes thomson
E. Panatalaksanaan
1. Medikamentosa
 Pilihan utama dan kedua adalah siprofloksasin 500 gram ofloksasin 400 mg. Berbagai rejimen
yang dapat diberikan adalah
- Siprofloksasin * 500 mr per oral, atau
- Ofloksasin * 400 mg per oral
- Setriakson * 250 mg I injeksi intra muscular
- Spektimonisin 2 g injeksi intra muscular dikombinasikan dengan
- Dosisiklin 2 x 100 mg, selama 7 hari atau
- Tetrasiklin 4 x 100 mg, selama 7 hari atau
- Eritromisin 4 x 500 mg, selama 7 hari
 Untuk daerah dengan insiden galur Neisseria gonorrhoe penghasil penisilinase (NGPP) rendah,
pilihan utamanya adalah penisilin prokain akua 4,5 juta unit + 1 gram probenesid. Obat lain yang
dipakai, antara lain:
- Ampisilin 3,5 gram + 1 gram probenesid, atau
- Ampisilin 3 gram + 1 gram probenesid
 Pada kasus gonore dengan komplikasi dapat diberikan salah satu obat dibawah ini :
- Siprofloksasin * 500/hari per oral, selama 5 hari
- Ofloksasin * 400 mg/hari, injeksi intra muscular, selama 3 hari
- Setriakson 250 mg/hari, injeksi intra muscular, selama 3 hari
2. Non Medikamentosa
 Memberikan pendidikan kepada pasien dengan menjelaskan tentang :
- Bahaya penyakit menular seksual dan komplikasinya
- Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan
- Cara-cara menghindari infeksi PMS di masa datang
 Pengobatan pada pasangan seksual tetapnya
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN
MASALAH GONORE

A. Pengkajian

1. Biodata

a. Identitas Klien
Nama : Tn. A
Umur : 36 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jember
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SLTA
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Ny. A
Umur : 32 Tahun
Alamat : Jember
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : S1
Hubungan dengan Klien : Istri

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama : panas seperti terbakar
b. Riwayat kesehatan sekarang : rasa tidak enak, panas, pedih, nyeri dll
c. Riwayat kesehatan dahulu : klien pernah mengalami gonore
d. Riwayat kesehatan keluarga : pada keluarga tidak ada riwayat penyakit gonore
e. Riwayat kesehatan lingkungan : klien tinggal dilingkungan endemic
3. Pola Fungsi Kesehatan
a. Persepsi terhadap kesehatan : jika sakit klien langsung berobat ke dokter
b. Pola aktivitas bergantung pada berat ringannya penyakit

Aktivitas 0 1 2 3 4
Mandi √
Eliminasi ditempat tidur √
Ambulansi √
Makan √

Keterangan :
0 : Mandiri
1 : Memerlukan bantuan
2 : Memerlukan bantuan dan beberapa pengawasan
3 : Memerlukan pengawasan total
4 : Memerlukan bantuan total

c. Pola istirahat / tidur : klien mengatakan sering mengalami gangguan pola tidur karena
merasa panas, pedih dan nyeri.
d. Pola nutrisi metabolic : klien mengalami penurunan intake karena merasa takit sering
BAK dan BAB sehingga menimbulkan sakit pada bagian kelamin.
e. Pola eliminasi : klien mengatakan merasa perih dan panas ketika BAB dan BAK
f. Pola kognitif perceptual : klien dalam keadaan sadar penuh tapi hampir semua
aktivitas tidak dilakukan dengan sempurna sehingga butuh bantuan dan pengawasan.
g. Pola konsep diri

1. Identitas diri : klien dengan kesadaran penuh dapat mengenali dirinya.


2. Ideal diri : klien merasa rendah diri karena mengalami gangguan pada kelaminnya.
3. Gambaran diri : klien mengalami gangguan pada gambaran diri karena disebabkan penampilan
yang kotor.
4. Peran diri : klien sedih dan mengatakan ingin cepat sembuh.
5. Harga diri : klien merasa membebani orang

h. Seksual reproduksi : klien sangat bermasalah dan terganggu dalam reproduksi karena
mengalami penyakit kelamin.
i. Pola nilai dan kepercayaan : selama sakit, klien melakukan semua ibadahnya dengan
berbaring.
j. Pola koping : klien selalu menceritakan kepada istrinya jika mengalami masalah dengan
penyakit.
k. Pola toleransi menejemen stress : klien mengatasi stress dengan cara curhat pada teman
akrab.

4. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : komposmentis, panas pada are kelamin.
b. Pemeriksaan per sistem :

1. Sistem kardiovaskular : klien mengalami takikardi > 100/menit. TD nya hipotesis yaitu <
100 mm Hg, klien tampak pucat dan cemas.
2. Sistem respensi gastro intestinal : klien mengalami tarkipnea dengan frekuensi >
24/menit.
3. Sistem gastro intestinal : penrita tidak mengalami gangguan pada sistem ini.
4. Sistem musculoskeletal : untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam beraktivitas
terlalu sering dibantu dengan alat.
5. Sistem integument : turgor kulit jelek.
6. Sistem pernikahan : klien mengalami disuria dan terdapat infeksi.

c. Data penunjang :

 Pemeriksaan urin
 Pemeriksaan lab

B. Diagnosa Keperawatan
1. Data Focus
 Rasa panas pada area kelamin
 Cemas
 Pucat
 Gelisah
 Gerakan terbatas
 Hipertermi
 Adanya edema
 Disuria
 Bedrest
 Kelemahan
 Sering BAK
 BAK sedikit-sedikit
 Kemaluan bengkak
 Kemaluan kemerahan

2. ANALISA DATA
No SYMPTOM ETIOLOGI PROBLEM
1 DO : Agen cidera Nyeri akut
 Gatal di bagian distal biologi
uretra
 Hipertermi
2 DO : Perubahan status Ansietas
 Takikardi kesehatan
 Gelisah
 Cemas
 Pucat
3 DO : Kelemahan Defisit
 Penampilan kotor perawatan diri
 Wajah lesu
4 DO : Peningkatan Resiko infeksi
 Keluar duh tubuh dari
paparan
ujung kemaluan (pus) lingkungan
 Edema pathogen
5 DO : Tidak familier Kurang
 Klien nampak
dengan sumber pengetahuan
kebingungan informasi
 Klien tidak tau tentang
penyebab penyakit
6 DO : Proses penyakit Hipertermi
 Takikardi
 Hipermi 380 C
7 DO : Suhu, Nyeri dan Gangguan pola
 Bedrest
Panas tidur
 Klien tampak meringis
kesakitan
8 DO : Tirah baring Intoleransi
 Kelemahan ekstermitas bagian aktivitas
bawah
 Gerakan terbatas
9 DO : Kehilangan cairan Kekurangan
 Selalu ingin BAK
aktif volume cairan
 BAK sedikit-sedikit
 Kemaluan berwarna
kemerahan
10 PK:Syok septik

Diagnosa Keperawatan dan Prioritas Masalah


1. Nyeri akut b/d agen cidera biologi yang ditandai dengan

a. Gatal, panas dibagian distal uretra


b. Hipertermi
c. Kemaluan bengkak

2. Hipertermi b/d proses penyakit yang ditandai dengan


a. Takikardi > 100 x/menit
b. Suhu 380 C
3. Gangguan pola tidur b/d suhu, nyeri yang ditandai dengan
a. Bedrest
b. Wajah klien nampak meringis kesakitan
4. Kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan aktif yang ditandai dengan
a. Selalu ingin BAK
b. BAK sedikit-sedikit
c. Kemaluan memerah
5. Intolensi aktifitas b/d cairan yang ditandai dengan
a. Kelamahan ektermitas bagian bawah
b. Gerakan terbatas
6. Kurang pengetahuan b/d tidak familier dengan sumber informasi yang ditandai dengan
a. Klien nampak kebingungan
b. Klien tidak tahu tentang penyebab penyakit
7. Resiko infeksi b/d peningkatan paparan lingkungan yang ditandai dengan
a. Keluar duh tubuh dari ujung kemaluan (pus)
b. Kemaluan membengkak
8. Kurang perawatan diri b/d nyeri yang ditandai dengan
a. Penampilan kotor
b. Wajah nampak lesu
9. Anxietas b/d perubahan status kesehatan yang ditandai dengan
a. Takikardi > 100 x/menit
b. Nampak gelisah
c. Pucat
d. Cemas
10. Potensial komplikasi : syok septik

PERENCANAAN
No Diagnosa NOC (tujuan) NIC (tindakan)
1 Nyeri akut Setelah dilakukan Pain management(1400)
tindakan keperawatan  Lakukan pengkajian nyeri
...x24jam diharapkan secara komprehensif
nyeri dapat terkontrol termasuk lokasi,
dengan kriteria hasil : karakteristik, durasi,
Pain control(1605) frekuensi, kualitas dan factor
 (1605 01)Mampu prestipasi.
mengontrol nyeri(tahu  Observasi reaksi non verbal
penyebab nyeri, mampu dari ketidak nyamanan.
menggunakan teknik non  Gunakan teknik komunikasi
farmakologi untuk taraupetik untuk mengetahui
mengurangi nyeri, pengalaman nyeri pasien.
mencari bantuan)  Kontrol lingkungan yang
 (160511)Melaporkan dapat mempengaruhi nyeri
bahwa nyeri berkurang seperti suhu ruangan,
dengan menggunakan pencahayaan dan
manajemen nyeri. kebisingan.
 (160502)Mampu  Kaji latar belakang budaya
mengenali nyeri(skal pasien
intesitas frekuensi dan  Evaluasi tentang
nyeri) keefektifan dari tindaka
 Menyatakan nyaman mengontrol nyeri yang telah
setelah nyeri berkurang. di gunakan
 Tanda vital dalam  Anjurkan pasien untuk
rentang normal. memonitor nyeri sendiri
 Ajarkan teknik non
1. 1: Tidak pernah farmakologi.
menunjukkan  Berikan analgetik untuk
2. 2: Jarang menunjukkan mengurangi nyeri.
3. 3: Kadang-kadang
menunjukkan
4. 4: Sering menunjukkan
5. 5: Selalu menunjukkan
2 Hipertermi Setelah di lakukan Fever Treatment(3740)
tindakan keperawatan  Monitor suhu sesering
...x24jam di harapkan mungkin
pasien tidak demam lagi  Monitor IWL
dengan kriteria hasil :  Monitor tekanan darah, nadi
dan rr
Thermoregulation(0601) Monitor ketidaksadaran
 (060101)Suhu tubuh  Monitor intake dan output
dalam rentang normal  Berikan anti piretik
 (060102)Nadi dan  Berikan obat untuk
respirasi dalam rentang penyebab demam
normal.  Selimuti pasien
 (060107)Tidak ada  Monitor warna dan suhu
perubahan warna kulit. kulit
 Lakukan tapid sponge
1. 1:Tidak pernah
 Kompres pasien pada lipat
menunjukkan
paha dan axial
2. 2:Jarang menunjukkan
 Tingkatkan sirkulasi udara
3. 3:Kadang-kadang
menunjukkan
4. 4:Sering menunjukkan
5. 5:Selalu menunjukkan
3 Gangguan Setelah di lakukan Sleep enchancement(1850)
pola tidur tindakan keperawatan  Monitor dan catat pola tidur
selama ...x24jam dan lamanya tidur pasien
diharapkan pasien mampu Catat tanda fisik(sesak
menciptakan pola tidur nafas, obstruksi jalan nafas
yang adekuat dengan dan nyeri)
kriteria melaporkan dapat Atur lingkungan untuk
istirahat dengan cukup meningkatkan tidur.
Sleep(0004)  Berikan kesempatan tidur
 (000402)Observasi sejenak.
lamanya tidur  Bantu klien menghilangkan
 (000403)Pola tidur stress sebelum tidur
 (000404)Kualitas tidur  Anjurkan klien tidur siang
 (000406)Tidur tidak hari dalam sehari
terganggu  Instruksikan kepada pasien
 (000414)Vital sign dalam pentingnya faktor tentang
rentang normal psikologis dan gaya hidup)
1. 1:Tidak pernah  Evaluasi tingkat stress.
menunjukkan
2. 2:Jarang menunjukkan
3. 3:Kadang-kadang
menunjukkan
4. 4:Sering menunjukkan
5. 5:Selalu menunjukkan

4 Intoleransi Setelah dilakukan  Bantu klien untuk


aktivitas tindakan keperawatan mengidentifikasi aktifitas
selama ...x24jam yang mampu dilakukan
diharapkan klien mampu  Bantu klien untuk memilih
melakukan aktifitas aktifitas yang sesuai dengan
seperti biasanya denagan kemampuan
kriteria hasil : fisik,psikologis,dan social
Endurance (0001)  Monitor respon
 (000101)Dapat fisik,emosi,social dan
melakukan kebiasaan rutin spiritual
 (000102)Aktifitas  Kaji adanya factor yang
 (000103)Nampak menyebabkan kelelahan
istirahat  Kolaborasi dengan
 (000104)Dapat memberikan terapi fisik
berkonsentrasi untuk membantu
 (000107)makan denagn peningkatan level aktivitas
cepat dan kekuatan
 (000110)Tidak lelah  Monitor intake nutrisi untuk
memastikan kecukupan
1. 1:Tidak pernah sumber energi
menunjukkan  Pastikan perubahan posisi
2. 2:Jarang menunjukkan klien secara perlahan dan
3. 3:Kadang-kadang intoleransi aktivitas
menunjukkan
4. 4:Sering menunjukkan
5. 5:Selalu menunjukkan

5 Kekurangan Setelah di lakukan Fluid management(4120)


volume cairan tindakan keperawatan  Monitor pengeluaran urin
selama ...x24jam di termasuk frekuensi, warna,
harapkan eliminasi dalam volume dan senyawa yang
rentang normal dengan terkandung di dalamnya
kriteria :  Monitor tanda dan gejala
Urine elimination(0503) infeksi yang sudah ada
 (050301)Frekuensinya  Monitor tanda kemerahan
eliminasi urin dalam dan bengkak pada alat
rentang normal kelamin
 (050328)Tidak ada  Ajarkan pasien untuk
bengkak dan memerah minum secara lancar yaitu 8
pada alat kelamin gelas sehari
 (050329)Tidak ada secret Berikan cairan
darah keluar dari saluran  Kolaborasi dokter jika
kencing cairan muncul memburuk
 (050321)Urin tidak  Monitor vital sign
mengandung protein  Anjurkan klien untuk
glukosa ataupun keton mengenali adanya gonore
yang berkelanjutan
1. 1:Tidak pernah  Kolaborasi dengan dokter
menunjukkan untuk pemberian obat
2. 2:Jarang menunjukkan
3. 3:Kadang-kadang
menunjukkan
4. 4:Sering menunjukkan
5. 5:Selalu menunjukkan

6 Kurang Setelah di lakukan tindakn Teaching :Disease


pengetahuan keperawatan selam proses(5602)
...x24jam di harapkan  Berikan penilaian tentang
klien dapat mengetahui tingkat pengetahuan pasien
dengan jelas penyebab  Jelaskan patofisiologi dari
penyakit dengan kriteria penyakit
hasil :  Gambarkan proses penyakit
Proses penyakit(1803) dengan cara yang tepat
 (180301)Pasien dan  Hindarkan paparan yang
keluarga menyatakan kosong
pemahaman tentang  Sediakan bagi keluarga atau
penyakit, kondisi, dan informasi tentang kemajuan
program kegiatan pasien dengan tepat dan
 (180302)Pasien dan jelas
keluarga mampu  Intruksikan pasien
menjelaskan kembali napa mengenai tanda dan gejala
yang di jelaskan perawat untuk melaporkan pada
 (180303)Mendiskripsikan pemberi perawatan
faktor penyebab penyakit kesehatan dengan cara yang
 (180306)Klien dan tepat
keluarga mampu  Anjurkan pada pasien untuk
menjelaskan tanda dan mencegah atau
gejala penyakit meminimalkan efek samping
 (180309)Klien dan dari penyakitnya
keluarga yau tenyang Ajarkan Diet:
komplikasi yang timbul  Kaji pengetahuan tentang diet
 (180310)Klien dan yang dianjurkan
keluarga mampu  Jelaskan tujuan diet
menjelaskan tanda dan  Informasikan berapa lama
gejala dari komplikasi harus diet
 Ajarkan klien tentang
1. 1:Tidak pernah makanan yang boleh dan
menunjukkan tidak di makan
2. 2:Jarang menunjukkan  Libatkan keluarga
3. 3:Kadang-kadang Ajarkan pengobatan:
menunjukkan  Jelaskan klien untuk
4. 4:Sering menunjukkan mengenal karaktristik obat
5. 5:Selalu menunjukkan  Informasikan nama generik
dan nama dagang
 Informasikan bila tidak
minum obat
 Jelaskan cara mencegah dan
menggunakan efek samping
obat
 Jelaskan interaksi obat
7 Resiko infeksi Setelah di lakukan Infection control(6540)
tindakan keperawatan  Bersihkan lingkungan
selama..x24jam setelah di lakukan klien lain
diharapkan tidak terjadi  Batasi pengunjung
infeksi dengan criteria
hasil :  Instruksikan kepada
Risk detection (1908) pengunjung untuk mencuci
 (190801)Klien bebas dari tangan sebelum dan sesudah
tanda gejala infeksi berkunjung
 (190802)Menunjukkan  Gunakan sabun anti
kemampuan untuk mikroba untuk cuci tangan
mencegah timbulnya  Gunakan baju,sarung
infeksi tangan sebagai pelindung
 (190810)Menunjukkan  Pertahankan tekhnik isolasi
prilaku sehat  Pertahankan lingkungan
aseptik selama pemasangan
1. 1:Tidak pernah alat
menunjukkan  Tinkatkan asupan nutrisi
2. 2:Jarang menunjukkan  Tingkatkan asupan cairan
3. 3:Kadang-kadang
 Tinkatkan intke nutrisi
menunjukkan
 Berikan terapi anti biotic
4. 4:Sering menunjukkan
bila perlu
5. 5:Selalu menunjukkan
 Ajarkan klien dan keluarga
cara mencegah infeksi

8 Kurang Setelah di lakukan Pemenuhan perawatan


perawatan diri tindakan keperawatan diri(1800)
selama..x24jam di
 Monitor kemampuan
harapkan kebersihan klien
klien untuk
tetap terjaga dengan
melakukan
criteria hasil:
perawatan diri yang
ADL(030
mandiri
 (03001)Makan
 Monitor kebutuhan
 (03002)Berpakaian
klien alat-alat bantu
 (03003)Toileting
 (03004)Mandi untuk kebersihan
 (03005)Berhias diri,berpakaian

 (03006)Hygiene ,berhias,toileting,dan
makan

1. 1:Tidak pernah  Sediakan bantuan

menunjukkan sampai klien mampu

2. 2:Jarang menunjukkan secara utuh untuk

3. 3:Kadang-kadang melakukan selfcare

menunjukkan  Ajarkan klien dan

4. 4:Sering menunjukkan keluarga untuk

5. 5:Selalu menunjukkan mendorong


kemandirian ,untuk
memberikan bantuan
hanya jika pasien
tidak mampu untuk
melakukanya
 Berikan aktivitas
rutin sehari-hari
sesuai kemampuan

9 Anxietas Setelah dilakukan Anxiety Reduction(5820)


tindakan keperawatan  Gunakan pendekatan yang
selama ...x24 jam menyenangkan
diharapkan kecemasan  Menyatakan dengan jelas
klien dapat terkontrol harapan terhadap prilaku
dengan criteria hasil : pasien
Anxiety Control(1402)  Berikan diagnosis actual
 (140201)Monitor mengenai diagnosis
intensitas krcemasan  Identifikasi tingkat
 (140202)Mampu kecemasan
menghilangkan tanda-  Dorong pasien untuk
tanda kecemasan mengungkapkan perasaan
 (140206)Menggunakan ketakutan
strategi koping positif  Dengarkan dengan penuh
 (140207)Gunakan perhatian
tekhnik relaksasi untuk  Bantu klien mengenal
mengurangi kecemasan situasi yang menimbulkan
kecemasan
 Jelaskan semua prosedur
1. 1:Tidak pernah dan apa yang dirasakan
menunjukkan selama prosedur.
2. 2:Jarang menunjukkan  Temani pasien untuk
3. 3:Kadang-kadang memberikan keamanan dan
menunjukkan mengurangi takut
4. 4:Sering menunjukkan  Berikan obat untuk
5. 5:Selalu menunjukkan mengurangi cemas

10 PK:Syok Tujuan:Setelah dilakukan Pantau adanya tanda dan


Septik tindakan keperawatan gejala syok septic
diharapkan klien dapat  Kolaborasi pemberian anti
meminimalkan terjadinya microbial,suplemen
syok septic intravena,pemeriksaan
laboratorium
kultur,secret,pewarnaan
gram .

BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Penyakit Gonore adalah salah satu penyakit kelamin (sexually transmitted disease –
STD).Kira-kira 62 juta kesehatan di kesan setiap tahun di seluruh dunia.Penyakit ini di sebabkan
oleh sejenis organisme yang di kenal Neisseria Gonorrhoeae.
Organ wanita yang boleh di jangkiti gonore ialah seperti saluran
kencing,serviks,rahim,tuba fallopi,kelenjar kemaluan,seperti kelenjar Bartholin(yang terdapat
bibir kemaluan),kelenjar Skenes’s yang terdapat di bagian bawah lubang saluran kencing).
Bagi lelaki pula saluran kencing,epididimis,(sebagian dari pada testis) dan kelenjar Cowper;s
mungkin di jangkiti.
Selain membabitkan permukaan mukosa yang ada pada saluran kemaluan dan organ
reproduktif penyakit ini juga berada di permukaan mukosa yang ada pada
dubur,rectum,mulut,tekak dan mata.
Penyakit gonore ini menyebar melalui hubungan kelamin dan resiko orang terjangkitin
adalah sampai dengan 30-70%.
Berikut ini adalah gejala atau symptom penyakit gonore:
Simptom bagi laki-laki:

 Keluar cairan (discharge)dari saluran kencing. Umumnya keadaan ini berlaku 3 hingga
10 hari setelah bersetubuh dengan wanita yang terkena pnyakit gonore.
 Sebagian kecil dari 15% dari laki-laki tidak ada tanda-tanda tertular. Namun perlu
diingatkan bahwa laki-laki dan wanita yang terkena penyakit gonore yang belum dirawat
dapat menyebarkan penyakit ini kepada istrinya sendri.

Simptom bagi wanita:

 Tidak ada tanda khusus untuk menunjukkan penyakit ini. Cairan yang keluar dari
kemaluan dipastikan mengandung N Gonorrhoeae sebelum didiagnosa dan diberi
perawata.
Komplikasi dari penyakit gonore apabila penderita tidak dirawat adalah

1. Jangkitan dan radang kelenjar atau organ yang dijangkiti bakteri ini:

Bagi laki-laki: bengkak buah jakar, kelenjar dibawah lubang saluran kencing bernanah.
Bagi wanita nanah pada kelenjar bartholin, tuba fallopi.

2. Keadaan ini dapat menyebabkan tersumbat. Nanah dalam tuba fallopi memerluka
pembedahan untuk mengeluarkannya.
3. Apabila penyakit ini menyebar keseluruh tubuh dan tidak hanya dibagian kemaluan atau
organ reproduktif, dapat menyebabkan sakitan pada sendi, dermatitis,penyakit pada
selaput jantung ataupun pada selaput otak.

Obat-obat yang boleh diberikan untuk perawatan misalnya anti biotic,dan keadaan seperti ini
umumnya diberikan sudah tidak ada sembarang efek untuk membunuhnya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG TIMBUL ADALAH :

1. Nyeri akut b/d agen cidera biologi


2. Hipertermi b/d proses penyakit
3. Kekurangan volume cairan b/d kehilangan caitran aktif
4. Gangguan pola tidur b/d suhu, Nyeri
5. Intoleransi aktifitas b/d tirah baring
6. Kurang pengetahuan b/d tidak pamilier sumber informasi
7. Resiko infeksi b/d peningkatan paparan lingkungan pathogen
8. Kurang perawata diri b/d. Nyeri
9. Anxietas b/d perubahan status kesehatan.
10. PK : Syok Septik

2. SARAN

 Hindari hubungan sexual


 Sebaiknya penderita gondore harus segera dilakukan pemeriksaan lab
 Hindari stress
 Berikan support system (dukungn sosial)
 Berikan informasi secara kontinyu tentang lanjutan gonore