Anda di halaman 1dari 6

Pengertian dan tujuan ICAO.

Yang di maksud ICAO adalah International Civil Aviation Organization yang di sebut juga organisasi
penerbangan sipil internasional. ICAO didirikan pada tanggal 4 April 1947, sebagian kelanjutan dari
konferensi penerbangan sipil internasional yang diadakan di Chicago dari tanggal 1 november 1944
sampai dengan 7 desember 1944.

ICAO (International Civil Aviation Organization) adalah sebuah perusahaan penerbangan sipil
internasional yang beranggotakan pemerintah suatu Negara yang menjadi PBB yang didirikan sejak
tahun 1974. ICAO mengeluarkan peraturan-peraturan operasional penerbangan yang berlaku secara
Internasional yang digunakannya ialah annex. Terdapat 18 annex yang berlaku didalamnya. Sifat
organisasi ICAO adalah non politis-teknis operasional penerbangan. Kode dari ICAO untuk
penerbangan ialah 4 kode.

Keanggotaan ICAO terbuka bagi Negara-negara yang berdaulat . Tujuan serta sasaran yang hendak
dicapai oleh ICAO dalam pasal 44 dari konfensi Chicago adalah sebagai berikut :
 menjamin pertumbuhan yang teratur dan aman bagi penerbangan sipil internasional diseluruh
dunia.
 Mencegah pemborosan ekonomis yang disebabkan oleh persaingan yang tidak sehat .
 Mencegah adanya diskriminasi diantara Negara-negara anggota.
 Mendorong agar perekayasaan pembuatan pesawat terbang serta pengoperasiannya
dimaksudkan untuk tujuan damai.
 Mendorong dibangunya fasilitas bantuan navigasi udara secara internasional bagi keselematan
penerbangan
 Mendorong pembangunan dan pengembangan jalur-jalur penerbangan, bandara, dan fasilitas
nya navigasi udara bagi penggunaan penerbangan sipil internasional .
 Secara umum mendorong pembangunan dan pengembangan semua aspek dari penerbangan
sipil internasional .
Pekerjaan yang dilakukan ICAO lebih menjurus pada aspek-aspek teknis ( dan hokum) penerbangan
sipil . sementara itu IATA lebih mendominasi bidang ekonominya.

IATA (International Air Transport Association) adalah sebuah perusahaan penerbangan swasta yang
berjadwal dan memiliki sifat organisasinya ialah komersial, yang didirikan sejak tahun 1945 (pada masa
Indonesia merdeka). Anggota dari IATA adalah perusahaan penerbangan dari Negara-negara ICAO.
IATA menggunakan peraturannya yaitu menggunakan resolusi. Kode dari IATA untuk penerbangan
adalah 3 kode.

IATA - IATA Operational Safety Audit (IOSA)


www.iata.org/whatwedo/safety/audit/iosa/Pages/index.aspx
1.
Terjemahkan halaman ini
The IATA Operational Safety Audit (IOSA) program is an evaluation system
designed to assess the operational management and control systems of an airline.

Perbedaan DKUPPU, FAA dan EASA


IATA Operational Safety
Audit (IOSA)
GENERALVISIONELIGIBILITYSCHEDULE YOUR AUDITDOCUMENTATION
The IATA Operational Safety Audit (IOSA) program is an internationally recognized and accepted
evaluation system designed to assess the operational management and control systems of an
airline. All IATA members are IOSA registered and must remain registered to maintain IATA
membership. See who is already on the IOSA Registry.
New IOSA Training Courses
 IOSA Airline Auditor Training
 IOSA Airline Auditor – Flight Operations (FLT) Discipline
 IOSA Airline Auditor – Operational Control and Flight Dispatch (DSP) Discipline

Benefits for airlines and regulators


 Quality audit program under stewardship of IATA
 Continuous updating of standards to reflect regulatory revisions and best practices
 Elimination of audit redundancy, reducing costs and audit resource requirements
 Accredited audit organizations with formally trained and qualified auditors
 Accredited training organizations with auditor training courses
 Structured audit methodology, standardized checklists
The total accident rate for IOSA carriers between 2011 and 2015 was 3.3 times lower than the
rate for non-IOSA operators. As such, IOSA has become a global standard, recognized well
beyond IATA membership. As of March 2015, 145 (36%) of the 405 airlines on the IOSA
registry were non-IATA member airlines.

IOSA Registry
The IATA Operational Safety Audit (IOSA) is the benchmark for global safety management in
airlines. All IATA members are registered and must remain registered in order to maintain IATA
membership. See the applicability of IOSA standards and recommended practices (ISARPs)

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara


Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 189 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Perhubungan.

TUGAS POKOK DIREKTORAT KELAIKUDARAAN DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi,
serta evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara.

FUNGSI DIREKTORAT KELAIKUDARAAN DAN PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA :

 Penyiapan perumusan kebijakan di bidang standardisasi, rekayasa, produk aeronautika, serta operasi dan
perawatan pesawat udara;
 Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi, rekayasa, produk aeronautika, serta operasi dan
perawatan pesawat udara;

 Penyiapan penyusunan, norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang standardisasi, rekayasa, produk
aeronautika, serta operasi dan perawatan pesawat udara;

 Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang standardisasi, rekayasa, produk
aeronautika, serta operasi dan perawatan pesawat udara;

 Penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang standardisasi, rekayasa, produk aeronautika, operasi
dan perawatan pesawat udara; dan;

 Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat yang meliputi
perencanaan, pengelolaan sistem teknologi informatika, dan dokumentasi teknis, penyiapan bahan pelaporan,
serta administrasi PNBP.

Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, terdiri dari:

 Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan,


penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi
dan pelaporan di bidang standardisasi teknik dan operasi penerbangan.

 Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan,


penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi
dan pelaporan di bidang rekayasa pesawat udara.

 Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan


kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta
evaluasi dan pelaporan di bidang produk aeronautika.

 Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan,


pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan
supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang operasi pesawat udara.

 Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan,


penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi
dan pelaporan di bidang perawatan pesawat udara.

 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan Rencana Strategis
Direktorat, urusan keuangan, tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat yang meliputi
perencanaan, pengelolaan sistem teknologi informatika, dan penyiapan bahan pelaporan, serta administrasi
Penerimaan Negara Bukan Pajak.

http://www.ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/peraturan-penerbangan-mainmenu-81/28-
casr1/757-hubungan-icao-annexes-dan-penomoran-casr