Anda di halaman 1dari 35

SINDROM METABOLIK

(PADA ANAK & REMAJA)


DAN DAMPAKNYA

ADITIAWATI
RSMH-FK UNSRI PALEMBANG
2
DATA OBESITAS RISKESDAS
Tahun Overweight Obesitas Obesitas
dewasa (%) dewasa (%) 5-12 tahun

2007 8.6 10.5


2010 9.2

2013 11.5 14.8


Trends prevalensi obesitas di dewasa dan anak
https://cdc.gov//inchs/data/databriefs/db288. )
2018 13.6 21.8 18.8

 Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan obesitas


anak tertinggi di AsiaPasifik
 Th 2000- th 2016: overweight dan obesitas balita 38%
 “bom waktu obesitas”  comorbiditas - Dampak ?????? 3
OBESITAS PADA ANAK & REMAJA
Kenapa harus jadi perhatian ?

Masalah Performa ?
atau
Suatu Isu Kesehatan ?
atau
Masalah Kesehatan ?

4
PENDAHULUAN

Penyakit
SINDROM Kardiovaskuler
METABOLIK
anak &
Anak & remaja
Remaja
overweight
dan obes

1. Tobisch B, Blatniczky L, Barkai L. Cardiometabolic risk factors and insulin resistance in obese children and adolescents: Relation to puberty. International
Association for the Study of Obesity. Pediatric Obesity. 2013; 10: p. 37–44.
2. Coelho M, Oliveira T, Fernandez R. Biochemistry of adipose tissue: An endocrine organ. Archives of Medical Science. 2013; 9(2): p. 191-200.
5
ANAK OBESITAS  DAMPAK KESEHATAN DEWASA
• Guo 1999
– Pengamatan obese pada 20% anak 4 tahun &
80% remaja  berdampak pada kesehatan
saat dewasa
• Hoffmans 1998
– Dutch adolescent males (diikuti 32 tahun)
ada peningkatan mortality pada obese vs.
lean
• Mossberg 1989
– Swedish adolescents obese diikuti 40 tahun
ada peningkatan mortality pada obese vs.
non-obese
• Must, 1992 : Harvard growth study : remaja 13-18
tahun dengan obesitas dan diikuti 40-45 tahun
BMI >75% obese saat dewasa 6
ANAK OBESITAS  DAMPAK KESEHATAN
DEWASA
• Peningkatan semua penyebab mortality pada
laki dan perempuan
• Peningkatan mortalitas CV pada laki dan
morbiditas baik laki dan perempuan
• Peningkatan Resiko Ca colon pada laki2
• Peningkatan resiko arthritis pada perempuan
OBESITAS PADA ANAK MERUPAKAN PREDIKTOR
LEBIH KUAT DIBANDING OBESITAS SAAT
DEWASA
7
OBESITY INDUCED INSULIN RESISTANCE
METABOLIC SYNDROME (Syndrome X)
• Resistensi insulin-stimulasi glucose uptake
• Hiperinsulinemia
• Intoleransi glukosa
• Hipertensi 1. OBESITAS
• Peningkatan VLDL triglyceride 2. REGULASI
Penurunan HDL cholesterol

GLUKOSA YANG
ABNORMAL
3. HIPERTENSI
4. DISLIPIDEMIA
9
Definisi SM
pada anak
 tak spesifik

Dania Al-Hamad, Vandana Raman


Division of Pediatric Endocrinology and Diabetes, University of Utah, Salt Lake City, UT, USA 10
KRITERIA SINDROME METABOLIK
(Konsensus IDAI 2014)
Obesitas Abdominal ( lingkar perut ≥P80
menurut Taylor dkk) + ≥ 2 parameter sbb
:

1. Tekanan Darah : Hipertensi


2. Kadar Kolesterol HDL ≤ 40 mg/dl
3. Kadar Trigliserida ≥110 mg/dl
4. Kadar Gula Darah Puasa ≥ 100 mg/dl
atau terdapat DM tipe 2
11
Faktor
Resiko RIWAYAT
GAYA HIDUP :
KELUARGA :
Sedentary DM tipe 2,
lifestyle,
Jantung,
Pola makan, Obesitas,
aktiftas, rokok
genetik
RIWAYAT PRENATAL-
EARLY NATAL :
Ibu DM, KMK
dengan catch-up
dini
12
PATOFISIOLOGI

Pathophysiological mechanisms in metabolic syndrome. AT2, angiotensin II type 2 receptor; CRP, C-reactive protein; IL-6, interleukin 6; LOX,
lectin-like oxidized low-density lipoprotein; RAAS, renin- angiotensin-aldosterone system; ROS, reactive oxygen species; TNF, tumor
necrosis factor. 13
Patofisiologi
OBESITAS

FFA 

RESISTENSI INSULIN

SINDROM METABOLIK

Gula Dyslipidemia
Hipertensi Darah NAFLD PCOS
TG , HDL
DM Tipe 2

PENYAKIT KARDIOVASKULER 14
KASUS
• 10 tahun, Laki-laki, 145
cm, 119 kg ,BMI 56%,
LP 121 cm
• Keluarga : DM 2
• Sering sesak dan
tertidur, sering tak
masuk sekolah
• Banyak makan dan
menonton TV
• Minder
15
• Pemeriksaan Fisik :
Acanthosis nigricans
Tekanan darah 140/80 mmHg
Tonsil T3/T3  OSAS

• Lab :
Hb 11,6 g/dL
HDL 24 mg/dl, LDL 127 mg/dl, TG 96 mg/dl
Gula darah acak 102 mg/dl dan Hb A1c 6.9%
SGOT 56 U/L, SGPT 68 U/L, Protein total 5.4 g/dl
• X foto thorax : Kardiomegali
• Echocardiografi : hipertrofi dinding posterior ventrikel kiri dan septum
ventrikel
• Psikiatri : gangguan suasana dan obesitas
• Gangguan mobilitas dan posisi tidur

 Sindrom Metabolik ( Obesitas + hipertensi, dislipidemia) +


OSAS+ masalah kejiwaan
16
COMPLICATIONS OF OBESITY

Xanthakos et.al, Adolesc medModified


Clinics from2006;17
Ebbeling CB et al, Lancet 2002
Obesity-Related Co-morbidities
 Cardiovascular Conditions  Orthopedic Conditions
• Hyperlipidemia • Blounts Disease
• Hypertension (HTN) • Hip Disorders (SCFE)

 Endocrine Conditions  Psychological Conditions


• Dysmetabolic Syndrome • Depression/Self-Esteem
• Type 2 Diabetes • Substance Abuse
• Impaired Glucose Tolerance • Disordered Eating
• Menstrual Irregularities • Discrimination
• Polycystic Ovarian Syndrome
• Accelerated Growth  Pulmonary Conditions
• Asthma
 Gastrointestinal Conditions
• Sleep Apnea
• Non-Alcoholic Fatty Liver
Disease (NAFLD)
• Gallstones
18
DAMPAK PHYSICAL HEALTH
Endocrine-metabolic
Cardiovascular
SOCIAL HEALTH Gastrointestinal Tract
Discrimination Pulmonary
Stigma Orthopedic
Teasing Neurologic
Marginalization Dermatologic
MENTAL
. HEALTH
COMPLICATION & Body image
Low self-
CO-MORBIDITAS esteem
OF CHILDHOOD Depression
OBESITY Eating Disorder
19
DAMPAK SINDROM
METABOLIK
ORGAN LAIN
METABOLIK & PSYCHOSOCIAL.
VASCULAR : • NAFLD • behaviour,
• GT terganggu • Glomerulopathy • cognition dan
yang bisa emotional (
dan DM tipe 2, berakibat (ESRD),
• Dyslipidemia rasa cemas
• (PCOS)
dan depresi)
• Hypertensi • hypogonadism
karena social
• Atherosclerotic • Sistim Pulmonary
( OSA, Bronchial stigma tentang
• Non hyperactivity dan body image
atherosclerotic exacerbation • serta perasaan
cardiovascular astma rendah diri
disesase (CVD) • Sistim
• dan
Musculoskeletal
• Sistim Syaraf diskriminatif
Pusat
20
GAMBARAN KLINIS-PEMANTAUAN
ORGAN YANG TERKAIT
• Obesitas : Sentral Obesitas
• Dislipidemia
• Hipertensi
• Intoleransi glucose dan DM tipe 2
• Non Alcoholic Fatty Liver Disease
• Polycystic Ovary Syndrome
• Inflammatory Markers
21
OBESITAS
• Faktor Penting dalam Sindrom metabolik
• Tanda hiperinsulin : acanthosis nigricans
• Parameter berat badan dan tinggi badan --
 kalkulasi Indeks Massa Tubuh (IMT)
• Obesitas visceral : Ratio lingkar pinggang
dengan tinggi badan > 0.6  faktor resiko

22
Dislipidemia
• Salah satu kriteria penting sindrom metabolik
• Definisi : Trigliserida meningkat
HDL cholesterol menurun
• Resistensi Insulin dan hiperinsulinisme
meningkatkan enzim lipogenik di hati dan
menstimulasi Trigliserida
• Ratio TG/HDL >3  marker terhadap
peningkatan LDL yang dianggap atherogenik
untuk resiko terjadinya CVD
23
HIPERTENSI
• Mekanisme bervariasi --> multifactorial
• Faktor penting dari Sindrom Metabolik
• Sympathetic nervous system activity
• Sodium retention ( by kidney)
• Insulin-stimulated smooth muscle growth
• Bisa terjadi glomerulopati  end stage renal
disease ( ESDR) akibat hiperfiltrasi sebagai
maladaptasi hemodinamik ginjal
• Proteinuria akibat hipertensi atau resistensi
insulin
 Pemeriksaan Urinalisis dan fungsi ginjal
24
Toleransi Glukosa terganggu
atau Pra diabetes
 Gula darah puasa > 100 mg/dL tetapi < 126 mg/Dl
 2 jam OGTT ≥140 mg/dL
 HbA1C >5.7-6.4%

Definisi diabetes mellitus tipe 2


1. Gula darah acak >200 mg/dL) atau
2. Gula Darah Puasa ≥7.0 mmol/L (≥126 mg/dL). 3. 2
Jam PP ≥11.1 mmol/L (≥200 mg/dL) or
4. HbA1c ≥6.5%b
25
Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
• Mulai kondisi asimptomatik steatosis  Non
Alcoholic Fatty Liver Disease  advanced
fibrosis dengan cirrhosis
• Meningkatnya asam lemak, lipogenesis,
terganggunya metabolisme lemak
Akumulasi Trigliserida di hati  insulin
resisten
• Tidak mudah deteksi ( kelelahan, nyeri
abdomen, 50% dengan hepatomegali )
• Peningkatan aminotransferase USG
26
Polycystic Ovary Syndrome ( PCOS)

• Resistensi insulin, hiperinsulinisme, proses


inflamasi kronis  memicu peningkatan
produksi androgen di ovarium
• Obesitas sendiri meningkatkan produksi
androgen di adrenal dan jar. Subcutan
• Terjadi Gangguan siklus menstruasi
• Akne, seboroik, alopecia androgenic
 USG: ovarium polikistik
27
KARDIOVASKULAR

• Atherosclerosis : deposit kolesterol ester dan


makrofag monosit di lap intima pembuluh
darah arteri utama
• Resistensi insulin, peningkatan curah jantung
Hipertrofi ventrikel kiri :
• Kardiomiopati : akumulasi lemak diantara
serat otot jantung, nodus sinus, nodus
atrioventrikular  gagal jantung dan
gangguan konduksi jantung
 ekokardiografi
28
Inflammatory Marker

• Obesitas  cytokine proinflammatory 


• Meliputi : interleukin-6, tumor necrosis factor
α, C reactif protein (CRP)
• CRP  dihubungkan dengan resisten insulin
• High sensitivity CRP  resiko penyakit
cardiovascular

29
Tatalaksana
1. Gaya hidup sehat ( healthy lifestyle)
2. Intervensi Diet ( moderate calorie restriction,
low carbohydrat diet )
3. Physical activity ( punya efek anti-
inflamatory) .
4. Pharmakoterapi ( misal metformin ) dan
tatalaksana komorbiditas ( misal statin, obat
antihipertensi,)
5. Bariatric surgery ” (pertimbangan khusus )
30
DETEKSI DINI
1. Skrining pada anak dengan OBESITAS -
OVERWEIGHT dengan FAKTOR RESIKO
(keluarga,riwayat kelahiran,Riwayat Nutrisi)
2. PEMERIKSAAN FISIK : Nadi
,Tensi,Hepatomegali, acanthosis nigricans,
PCOS, Acne, Hirsutisme, Hip&Knee
examination
3. LABORATORIUM : Lipid Profile, Gula darah
Puasa, HbA1C, SGOT-SGPT,Urinalisis,
Inflamatory marker :CRP,
4. USG, Ekokardiografi
31
Perubahan gaya hidup
• DIET : Menurunkan resistensi insulin ( jaringan
lemak)  mengurangi masukan kalori , juga
mengurangi masukan gula  menurunkan
stimulasi sekresi insulin
• EXERCISE-AKTIFITAS : Meningkatkan sensitivitas
insulin ( jaringan otot) serta kontrol Berat Badan
• Tatalaksana co-morbiditas komponen sindrom
resistensi insulin : Kontrol tekanan darah, Kontrol
lipid, skrining Diabetes/prediabetes
32
33
KESIMPULAN

OBESITAS PADA ANAK & REMAJA


TIDAK HANYA PROBLEM KOSMETIK

*PENTING DETEKSI DINI &


*PERUBAHAN GAYA HIDUP
*TATALAKSANA - TERAPI TERKAIT
KOMORBIDITAS
34
TERIMA KASIH

35
36