Anda di halaman 1dari 4

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) adalah tempat yang memiliki
tingkat risiko yang sangat tinggi terjadinya suatu kecelakaan kerja yang merugikan
banyak pihak baik itu perusahaan, operator, dan konsumen. Untuk mengurangi
kecelakaan kerja perusahaan sendiri (PT.Pertamina) telah mengeluarkan suatu standar
prosedur dalam pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Didalam
SOP tersebut telah dijelakan prosedur-prosedur yang mengatur tentang keselamatan
dan kesehatan kerja (K3). Akan tetapi kurangnya kesadaran dan perhatian dari para
stakeholder yang berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan
pentingnya menjaga kesematan kerja mengakibatkan tetap terjadinya suatu kecelakaan
kerja. Berdarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU), kecelakaan kerja bukan berasal dari ketidaklayakan peralatan yang
digunakan namun berasal dari kelalaian manusia (Faktor Manusia) baik itu operator
yang bekerja serta konsumen yang akan mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Umum (SPBU). Kecelakaan kerja yang terjadi di Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Umum (SPBU).

Jenis Insiden SPBU 2012 - 2016

No. Jenis Insiden 2012 2013 2014 2015 2016 2017

1 Kebakaran 12 19 17 7 24 13
2 Kec. Kerja 2 0 0 0 0 4
3 Kec. Sarfas 0 0 0 0 0 4
4 Kebocoran/Tumpahan 0 1 1 0 0 0
5 Kec. Lalin 0 0 1 0 0 1
6 Kej. Lain 1 1 4 0 8 0
Jumlah 15 21 23 7 32 22
Sumber : PT.Pertamina Persero
Sumber : PT.Pertamina Persero

Insiden yang sering terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) adalah
insiden kebakaran pada saat proses pengisian bahan bakar kepada konsumen.
Kurangnya kesadaran dari konsumen bahwa ancaman kebakaran di SPBU sangatlah
besar apalagi pada saat kondisi mesin motor atau mobil konsumen sedang panas akan
memicu terjadinya kebakaran. Penting bagi konsumen untuk memahami pentingnya
segitiga api (triangle of fire) yakni panas, udara, dan bahan bakar. Misalnya pada saat
mengisi bensin ponsel hidup, ini bisa membawa radiasi yang memicu terjadinya
kebakaran, untuk motor bisa jadi karena faktor dari motor yang tidak standar, seperti
kelistrikan dan kebocoran tangka bensin. Apabila semua pihak yang berada di
lingkungan SPBU memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja mungkin
risiko terjadinya suatu kecelakaan kerja bisa dihindari.
Potensi Kecelakaan Kerja di
Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU)

Penerimaan dan Pengisian Bahan Bakar


Pembongkaran Bahan Minyak (BBM) ke
Bakar Minyak (BBM) Kendaraan Konsumen

Didalam Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) umum memiliki 2 potensi terjadinya
kecelakaan kerja yaitu pada saat proses penerimaan dan pembongkaran bahan bakar
minyak dari mobil tangka ke fill pot. Pada saat proses tersebut sangat rawan terjadinya
kebakaran dan ledakan yang disebabkan oleh uap panas yang berasal dari bahan bakar
minyak (BBM). Potensi kecelakaan kerja yang kedua adalah pada saat proses pengisian
bahan bakar minyak ke kendaraan konsumen. Karena pada saat pengisian bahan bakar
minyak tersebut banyak potensi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja
(Kebakaran) yaitu kendaraan yang tidak dimatikan pada saat pengisian bahan bakar,
mengisi dengan menggunakan jerigen yang tidak berstandar.