Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Stroke non hemoragik merupakan penyakit urutan kedua secara global dan
dapat menyebabkan kematian serta kecatatan serius. Stroke non hemoragik
biasanya diderita oleh orang yang berusia 40 tahun ke atas, tapi tidak bisa
dipungkiri, stroke non hemoragik dapat juga mneyerang anak muda. penyebab
dari stroke non hemoragik bermacam-macam, bisa karena penggumapalan
darah, tersumbatnya aliran darah yang mengalir ke otak, dan masih banyak
penyebab lainnya. Seorang yang telah terserang stroke non hemoragik, akan
mengalami barbagai macam gangguan, seperti gangguan
berbicara,menelan,bahkan bisa juga mengalami depresi. Berbagai macam
gangguan ini bisa diatasi dan pasien pun bisa pulih kembali, jika diberikan
penanganan dan perawatan secara intensif dengan melibatkan semua pihak
seperti dokter,perawatan,ahli terapi,ahli gizi,n dll.

Sepertinya, tidak ada yang tidak mengenal stroke non hemoragik. Penyakit
ini disebut-sebut sebagai salah satu penyakit yang mematikan dan
menyebabkan kecatatan serius. Secara global,stroke non hemoragik menduduki
urutan ke-2 sebagai penyakit mematikan selain jantung dan kanker. Pada
umumnya, orang yang mederita stroke non hemoragik pasti mengalami
perubahan dalam hidupnya, walaupun telah mendapatkan pemulihan secara
lengkap. Stroke non hemoragik tidak hanya memengaruhi fisik pemderitanya,
tetapi juga hubungannya dengan teman, keluarga,dan karir. Bahkan, national
Health Service (NHS) inggris mengahbiskan dana 4% dari total anggaran untuk
menyediakan perawatan bagi penderita stroke non hemoragik non
hemoragik..pada umumnya, orang awam kurang mengenali gejala-gejala stroke
non hemoragik yang terjadi. Ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai
penyakit stroke non hemoragik sehingga tugas kita sebagai petugas pelayanan

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit stroke
non hemoragik.

2 Non Hemoragik Stroke (NHS)


BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian

 Stroke non hemoragik adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang
terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak (9 penyakit
mematikan, 2011)
 Stroke non hemoragik adalah penyakit serebrovaskuler yang terjadi secara tiba-
tiba dan menyebabkan kerusakan neurologis. Kerusakan neurologis tersebut
dapat disebabkan oleh adanya sembatan total atau parsial pada satu atau lebih
pembuluh darah serebral sehingga mengahambat aliran darah ke otak, hambatan
tersebut karena adanya penyumbatan pembuluh darah oleh karena gumpalan
(clot) . (Farmakoterapi penyakit sistem saraf pusat ,2011)
 Stroke Non hemoragik merupakan gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke
otak yang mengalami gangguan (berkurang) sehingga mengakibatkan nutrisi dan
oksigen yang dibutuhkan otak tidak dapat terpenuhi dengan baik.(Stroke
kenali,cegah & obati, 2015)

Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Stroke Non hemoragik


merupakan gangguan fungsi otak penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah
menuju ke otak sehingga menyebabkan pasokan darah dan oksigen menuju ke otak
menjadi berkurang.

B. Etiologi

1. Hipertensi ( tekanan darah tinggi )


Tekanan darah tinggi merupakan peluang terbesar terjadinya stroke.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi mengakibatkan adanya gangguan aliran darah
yang mana diameter pembuluh darah akan mengecil sehingga darah menuju ke
otakpun akan berkurang. Dengan pengurangan aliran darah keotak , maka otak
akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa, lama kelamaan jaringan otak akan
mati.

3 Non Hemoragik Stroke (NHS)


2. Penyakit jantung
Penyakit jantung seperti jantung koroner dan infark miokard ( kematian otot
jantung ) menjadi faktor terbesar terjadinya penyakite stroke non hemoragik.
Seperti kita ketahui jantung merupakan pusat aliran darah di tubuh. Jika pusat
pengaturan darah mengalami kerusakan ,maka aliran darah tubuh pun menjadi
terganggu, termasuk aliran darah menuju ke otak gangguan liran darah itu daapt
mematikan jaringan otak secara mendadak ataupun bertahap.
3. Diabetes melitus
Diabetes melitus atau kencing manis mempunyai risiko mengalami stroke.
Pembuluh darah pada penderita diabetes melitus umumnya lebih kaku atau tidak
lentur. Hal ini terjadi karena glukosa darah secara tiba-tiba senhingga dapat
menyebabkan kematian otak
4. Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah
berlebih. LDL yang berlebihan aka mengakibatkan terbentuknya plak pada
pembuluh darah . kondisi sepetri ini lama-kelamaan akan mengganggu aliran darah,
termasuk aliran darah ke otak.
5. Obesitas
Obesitas atau overweight (kegemukan ) merupakan salah satu faktor
terjadinya Stroke no hemoragik. Hal itu terkait dengan tingginya kadar lemak dan
kolesterol dalam darah. Pada orang dengan obesitas, biasanya kadar LDL (Low-
density lipoprotein) lebih tinggi dibandingkan kadar HDL ( High – density
lipoprotein)
6. Merokok
Dari berbagai penelitian diketahui bahwa orang –orang yang merokok
mempunyainkadar fibrinogen darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang
yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen mempermudah terjadinya
penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku,
maka dapat menyebabkan gangguan aliran darah.
7. Usia
Semakin bertambahnya usia, semakin besar pula risiko terjadinya stroke.
Hal ini terkait dengan proses degenerasi (penuaan ) yang terjadi secara alamiah.

4 Non Hemoragik Stroke (NHS)


Pada orang-orang yang lanjut usia , pembuluh darah lebih kaku karena banyak
penimbunan plak . penimbunan plak yang berlebihan akan mengakibatkan
berkurangnya aliran darah ke tubuh, termasuk otak.

C. Patofisiologi

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran
darah dalam otak yang dapat timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara
cepat dalam beberapa jam dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah yang
terganggu. Non hemoragik stroke disebabkan oleh sumbatan oleh bekuan darah,
penyempitan sebuah arteri atau beberapa arteri yang mengarah keotak atau embolus
(kotoran) yang terlepas dari jantung atau arteri ekstrakranial (arteri yang berada diluar
tengkorak) yang menyebabkan sumbatan disatu atau beberapa arteri intracranial (arteri
yang berada didalam tengkorak). Ini disebut sebagai infrak otak atau stroke iskemik.
Pada orang yang berusia lanjut lebih dari 65 tahun, penyumbatan atau penyempitan
dapat disebabkan oleh aterosklerosis (mengerasnya arteri).hal inilah yang terjadi pada
hamper dua per tiga insane stroke iskemik. Emboli cenderu terjadi pada orang yang
mengidap penyakit jantung (misalnya denyut jantung cepat tidak teratur, penyakit katub
jantung dsb) secara rata-rata seperempat dari stroke iskemik disebabkan oleh emboli,
biasanya dari jantung (stroke kardioembolik) bekuan darah dari jantung umumnya
terbentuk akibat denyut jantung yang tidak teratur (misalnya fibrilasi atrium), kelainan
katup jantung (termasuk katup buatan dan kerusakan katup akibat penyakit rematik
jantung), infeksi dalam jantung (dikenal sebagai endokarditis) dan pembedahan jantung.

Penyebab lain seperti gangguan darah, peradangan dan infeksi merupakan


penyebab sekitar 5-10% kasus stroke iskemik, dan menjadi penyebab tersering pada
orang berusia muda. Namun penyebab pasti dari sebagian stroke iskemik tetap tidak
diketahui meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang mendalam.

Sebagian stroke iskemik terjadi hemisfer otak, meskipun sebagian terjadi di


cerebellum (otak kecil) atau batang otak. Beberapa stroke iskemik dihemisfer
tampaknya bersifat ringan (sekitar 20% dari semua stroke iskemik); stroke ini
asimptomatik (tak bergejala; hal ini terjadi pada sekitar pasien berusia lanjut) atau hanya
menimbulkan kecangungan, kelemahan ringan atau masalah daya ingat. Namun stroke

5 Non Hemoragik Stroke (NHS)


ringan ganda dan berulang dapat menimbulkan cacat berat, penurunan kognitif dan
demensia.

D. Manifestasi Klinik

Merasakan lemah dan mati rasa atau bebal pada bagian wajah, tangan, atau kaki
terutama salah satu bagian tubuh. Selain itu gejala yang didapatkan pada pasien non
hemoragik stroke ialah muntah, kejang, tiba-tiba merasakan kebingungan secara
mendadak, gangguan berbicara atau sulit berbicara, gangguan pemahaman atau sulit
mengerti, penglihatan tiba-tiba kabur seperti ada tirai yang menutup kedua mata,
mengalami sakit kepala berat tanpa diketahui penyebab yang jelas. perut mengalami
rasa mual, panas, dan muntah-muntah terlalu sering. Pingsan mendadak, tiba-tiba
mengalami kehilangan kesadaran, migrane, gangguan keseimbangan. Hilangnnya
pengendalian terhadap kandung kemih

E. Pemeriksaan Diagnostik

1. CT Scan

CT Scan merupakan singkatan dari computed tomography scan. CT scan


memungkinkan untuk melihat yang terjadi dalam otak tanpa kesulitan, rasa sakit dan
tidak berbahaya. CT Scan merupakan pilihan yang dapat membedakan stroke infark
(sebuah area dengan kematian jaringan) dengan hemoragi (pendarahan).

2. MRI

MRI adalah lebih baik di bandingkan dengan CT Scan dalam memberikan


gambaran adanya infark yang sangat kecil khususnya bila terdapat di serebelum atau
batang otak. Gambaran MRI dapat menunjukkan arteri-arteri dengan sangat jelas.
Sehingga dengan mudah mencari posisi atau bagian mana yang bermasalah.
Pemeriksaan MRI dilakukan dengan posisi berbaring.

3. Angiogram

Angiogram adalah pemeriksaan pembuluh darah dalam tubuh termasuk jantung,


otak, dan ginjal untuk menegtahui apakah pembuluh darah terkena penyakit,
mengalami penyempitan, pembesaran atau tertutup sesuatu. Fungsi dari pemeriksaan

6 Non Hemoragik Stroke (NHS)


ini adalah untuk mendeteksi adanya penyumbatan dan penyempitan dalam pembuluh
darah, mengidentifikasi kelainan dalam pembuluh darah, mendeteksi penyebab
stroke, mendeteksi kelainan pembuluh darah otak.

4. Ekokardiogram

Ekokardiogram merupakan pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara


pada jantung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi katup-katup di
jantung apakah normal atau tidak , mengetahui ketebalan dinding jantung, melihat
keberadaan gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke.

F. Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan

1. Penatalksanaan Medis

a. Pembedahan

Pembedahan yang dilakukan meliputi cototid endarterectomi tujuan terapi


mencegah kekambuhan TIA dengan menghilangkan sumber oklusi.

b. Terapi Antiplatelet

Bertujuan untuk meningkatkan kecepatan rekanalisasi spontan dan


perbaikan mikrovaskular. Agen antiplatelet dapat diberikan mealui oral maupun
intravena. Contoh dari terapi antiplatelet adalah aspirin, tiklopidin, dan lain-lain.

c. Terapi antihipertensi

Terapi antihipertensi dibutuhkan karena hipertensi merupakan faktor resiko


(50% pada stroke iskemik). Penggunaan antihipertensi harus memperhatikan
aliran darah otak dan aliran darah perifer untuk menjaga fungsi serebral.
Contohnya candesartan.

2. Penatalaksanaan Keperawatan

a. Terapi Rehabilitasi

Terapi rehabilitasi dibagi menjadi tiga yaitu :

7 Non Hemoragik Stroke (NHS)


1.) Terapi Fisik membantu memulihkan fungsi fisik dan keterampilan seperti
berjalan dan berbagai gerakan.

2.) Terapi Okupasi melibatkan latihan kembali keterampilan yang diperlukan


untuk hidup sehari-hari seperti makan, menggunakan toilet, berpakaian, dan
mengurus diri sendiri.

3.) Terapi Penglihatan diperlukan juga oleh penderita stroke karena banyak
diantara mereka memiliki masalah penglihatan akibat strokenya.

b. Terapi Nutrisi

Ada beberapa makanan yang dapat menurunkan kolesterol sehingga


bermanfaat untuk menurunkan potensi orang terkena stroke seperti bayam,
wortel, daun selaad, nanas, dan lain-lain.

c. Terapi Komunikasi

Pada terapi ini, penderita stroke akan diajak berkomunikasi tujuannya


adalah agar dapat berkomunikasi dengan baik. Terapi ini harus mendapat
dukungan dari anggota keluarga yang bersangkutan.

G. Komplikasi

1. Tekanan Intrakranial Tinggi

Tekanan intracranial tinggi adalah hasil dari sejumlah volume darah intracranial dan
cairan serebrospinal di dalam tengkorak

2. Gagal napas

Dalam keadaan tidak sadar harus tetap di pertahankan jalan napas salah satu gejala
dari stroke adalah penurunan kesadaran yang dapat mengakibatkan obstruksi jalan
napas karena epiglortis dan lidah

3. distrimia jantung

8 Non Hemoragik Stroke (NHS)


Dengan adanya embolisme serebral akan menurunkan aliran darah ke atak dan
selanjutnya menurunkan aliran darah serebral. Otak akan memacu jantung untuk
memompa darah ke otak sesuai dengan kebutuhan yang mengakibatkan terjadinya
distrimia jantung

4. malnutrisi

Salah satu manifestasi klinis dari stroke adalah disfagia (sulit menelan ) dengan
adanya gejala ini mengakibatkan terjadinya anoreksia yang menyebabkan intake
yang tidak adekuat, sehingga menimbulkan malnutrisi.

9 Non Hemoragik Stroke (NHS)


BAB III

TINJAUAN KEPERAWATAN

A. Konsep Dasar keperawatan

1. Pengkajian

a. Identitas Klien

meliputi nama,umur,(kebanyakan terjadi pada usia tua) jenis


kelamin,pendidikan,alamat,pekerjaan, agama,suku dll

b. Keluhan Utama

biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan,bicara


pelo,dan tidak dapat berkomunikasi.

c. Riwayat Penyakit Sekarang

serangan stroke seringkali berlangsung sangat mendadak pada saat klien


sedang melakukan aktivitas. Biasanya terjadi nyeri kepala,mual,muntah,bahkan
kejang sampai tidak sadar. Disamping gejala kelumpuhan separuh badan atau
gangguan fungsi otak yang lain.

d. Riwayat Penyakit Keluarga

biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes


melitus.

Fokus pengkajian :

a. Aktivitas/Istirahat

klien akan mengalami kesulitan aktivitas akibat kelemahan hilangnya rasa


paralisis,hemiplegia,mudah lelah,dan susah tidur.

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


0
b. Sirkulasi

adanya riwayat penyakit jantung, katub jantung, distrimia, chf ,


polisitemia,dan hipertensi arterial.

c. Integritas Ego

emosi labil,respon yang tak tepat,mudah marah, kesulitan untuk


mengekspresikan diri.

d. Eliminasi

perubahan kebiasaan BAB dan BAK. Misalnya inkomentia


urine,anuria,distensi kandung kemih, distensi abdomen, suara usus menghilang.

e. Neurosensori

pusing,sinkope,sakit kepala,perdarahan sub arachnoid ,dan intracranial.


Kelemahan dengan berbagai tingkatan gangguan penglihatan kabur, dyspalopia,
lapang pandang menyempit. Hilangnya daya sensori pada bagian yang berlawanan
dibagian ekstermitas dan kadang-kadang pada sisi yang sama dimuka.

f. Makanan/Cairan

nausea,vomiting,daya sensori hilang di lidah, pipi, tenggorokan , dysfagia.

g. Nyaman/ Nyeri

sakit kepala, perubahan tingkah laku , tegang pada otak/muka

h. Respirasi

suara nafas wheezing, ronchi

i. Sensorik Motorik

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


1
sensorik motorik menurun atau hilang,mudah terjadi injuri. Perubahan
presepsi dan orientasi tidak mampu mengambil keputusan.

j. Interaksi Social

gangguan dalam bicara, ketidakmampuan berkomunikasi.

2. Diagnosa Keperawatan

a. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral b.d

b. Hambatan Mobilitas Fisik b.d

c. Hambatan Komunikasi Verbal b.d

3. Intervensi Keperawatan

Diagnosa 1 : Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral b.d

NOC : Perfusi Jaringan :Serebral : keadekuatan aliran darah melewati susunan


pembuluh darah serebral untuk mempertahankan fungsi otak.

NIC :

1. Pantau tanda vital meliputi : tekanan darah,suhu tubuh, nadi dan pernapasan.

2. Pantau perubahan pasien sebagai respons terhadap stimulus

3. Tinggikan bagian kepala tempat tidur 0-45derajat, bergantung pada kondisi pasien
dan program dokter.

4. Pantau tingkat kesadaran dan orientasi

5. Kolaborasi pemberian obat-obatan untuk meningkatkan volume intravascular,


sesuai program

Diagnosa 2 : Hambatan Mobilitas Fisik b.d

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


2
NOC : mobilitas : kemampuan untuk bergerak secara bertujuan dalam lingkungan
sendiri secara mandiri dengan atau tanpa alat bantu

NIC :

1. Berikan penguatan positif selama aktifitas

2. Ubah posisi pasien yang imobilisasi minimal setiap dua jam, berdasarkan jadwal
spesifik

3. Dukung latihan ROM aktif atau pasif, jiks perlu

4. Tentukan tingkat motivasi pasein untuk memepertahankan atau mengembalikan


mobilitas sendi atau otot

5. Kolaborasi dengan ahli terapi fisik seperti fisioterapi sebagai sumber dalam
perencanaan aktivitas perawatan pasien.

Diagnosa 3 : Hambatan Komunikasi Verbal b.d

NOC : Komunikasi : penerimaan, interpretasi,dan ekspresi pesan lisan, tulisan, dan


non verbal.

NIC :

1.Kaji dan dokumentasikan kemampuan untuk berbicara,


mendengar,menulis,membaca,dan memahami

2. Anjurkan kunjungan keluarga secara teratur untuk member stimulasi kmunikasi

3. Berikan penguatan yang positif dengan sering atas upaya pasien untuk
berkomunikasi

4. Bimbing komunikasi satu arah, dengan tepat

5. Konsultasikan dengan dokter tentang kebutuhan terapi wicara.

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


3
B. Discharge Planning

1. Hindari makanan yang berlemak ,digoreng,daging yang mengandung banyak lemak

2. Melatih pergerakan tubuh yang disfungsi sehingga dapat pulih kembali

3.

3.

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


4
Daftar Pustaka

1.

2.

3.

4.

5.

1 Non Hemoragik Stroke (NHS)


5