Anda di halaman 1dari 2

Alhamdulillah...

tampaknya diskusi pertama tentang


karakteristik siswa abad 21 (karakteristik siswa
millenial) cukup panjang. Setelah saya baca semua
pendapat ibu/bapak intinya kita sependapat bahwa
siswa di era millenial ini memiliki karakter yang berbeda
dengan ketika kita masih di abngku sekolah. Di era
informasi seperti sekarang ini sepertinya keberadaan
gadget tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita,
termasuk siswa atau anak didik kita. Dengan tidak
menutup mata terhadap efek negatif yang dibawanya,
gadget juga memiliki banyak efek positif terhadap
perkembangan dunia pendidikan, khususnya dalam
membantu siswa mengembangkan pengetahuan dan
keterampilannya. Berdasarkan kenyataan ini bagaimana
pendapat ibu/bapak terhadap hal-hal berikut.

1. Karena adaya dampak negatif dari gadget banyak


sekolah yang melarang siswanya untuk menggunakan
gadget selama disekolah atau selama pembelajaran
berlangsung.

2. Siswa saat ini dengan karakter millenial dan segala


perilakunya menjadi hal penting yang harus kita
perhatikan dalam merancang strategi pembelajaran.
Apakah ibu/bapak selalu memperhatikan karakter siswa
millenial saat ini dalam merancang strategi
pembelajaran? Coba kemukakan satu contoh nyata yang
sering ibu/bapak lakukan dalam pembelajaran!
1. Saya secara pribadi tidak setuju dengan pelarangan siswa membawa gadget ke sekolah
karena hal itu dapat menghambat perkembangan kemajuan IT siswa dan juga menjadi
sumber belajar alternatif bagi siswa. Sama halnya dengan membawa laptop dan mengakses
internet saya tidak setuju kalau ada pelarangan untuk pemanfaatannya, hanya karena
ketakutan kita akan dampak negatifnya. Yang saya setuju adalah mengawasi siswa agar
tidak menyalah gunakan gadget untuk mengakses hal-hal yang negatif jika berada
disekolah. Karena kendatipun di sekolah guru melarang siswa menggunakan gadget atau
piranti lain namun di luar mereka juga akan tetap menggunakannya karena telah ada di
depan mereka. Bentuk pengawasan ini yang merupakan beban sekolah dan mungkin
menjadi sala satu alasan pihak sekolah melarang membawa gadget di sekolah.
2. Dalam proses pembelajaran, saya sering menggunakan strategi peta konsep pada awal
materi pembelajaran setiap kompetensi dasar yang bertujuan memberikan gambaran
antara konsep-konsep yang akan kita pelajari pada KD tersebut. Dalam proses
pembelajaran juga saya sering menggunakan metode diskusi dimana saya memberikan
kebebasan kepada siswa dalam membuat presentasi semenarik mungkin.

"Selama menerapkan aturan itu belum ada keberatan dari orangtua siswa
mengingat aturan tersebut dibuat berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
Selain itu, semua pihak, baik komite, orangtua siswa, dan masyarakat ikut
mengawasi penerapan aturan tersebut," pungkasnya