Anda di halaman 1dari 34

PERGERAKKAN GIGI

YUNITA ARIANI
Istilah Pergerakkan Gigi
3. Combined
2. Pure
1. Translation rotation and
rotation
translation

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
KEKUATAN DAN GERAKAN
PUSAT KETAHANAN
(Center of Resistence)
◂ Suatu kekuatan dengan garis aksi yang
melewati pusat resistensi  translasi.
◂ Pusat resistensi gigi berakar tunggal : pada sumbu panjang gigi
antara 1/3 dan 1/2 dari panjang akar apikal ke puncak alveolar
(Gbr.20.5).
◂ Untuk gigi multi-akar, pusat resistansi mungkin antara akar, 1
atau 2 mm apikal ke furkasi (Gbr. 20.6).

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
5
YUNITA ARIANI
Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229
YUNITA ARIANI
TRANSLASI/ GERAKAN
GIGI (BODILY
MOVEMENT)
◂ Bila mahkota dan akar gigi bergerak searah dengan
arah kekuatan dengan besaran yg sama (Gbr.20.8A).
◂ Seluruh ligamen periodontal menedapat tekanan yg sama sehingga dibutuhkan kekuatan yg
besarnya 2x lebih besar kekuatan untuk gerakan tipping yaitu 100 gram  menghasilkan respon
biologik yg sama
◂ Terjadi ketika garis aksi dari gaya yang diberikan melewati pusat resistensi gigi, gigi merespons
dengan gerakan pure trasnlasi searah dengan garis aksi dari kekuatan yang diterapkan.
◂ Gerakan translasi murni terlihat selama ekstrusi ortodontik atau intrusi atau gerakan gigi selama
retraksi atau protraksi gigi.
◂ Gerakan translasi sejati sulit untuk dicapai

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
Pure rotation
◂ Gigi yg berputar pd sumbunya (Gbr. 20.8B).
◂ Selama pergerakan gigi ortodontik rotasi
dapat terdiri dari dua jenis:
• Rotasi Transversa (Gambar 20.9A ke C) Rotasi di mana angulasi
sumbu panjang gigi berubah, mis. ujung crown atau ujung apex. Ex :
tipping and torquing
• Rotasi sumbu panjang/long axis rotation (Gbr. 20.9D). Rotasi
berlangsung pada sumbu panjang gigi (angulasi sumbu panjang gigi
tetap tidak berubah).

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229
Moment Of Force
◂ Ketika garis aksi dari gaya yang diberikan tidak melewati pusat
resistensi  rotasi. Potensi rotasi diukur sebagai momen.
◂ Besarnya momen sama dengan besarnya gaya yang dikalikan
dengan jarak tegak lurus garis aksi gaya ke pusat resistansi (Gbr.
20.10A). M = Fxd di mana, M adalah momen, F, besarnya gaya,
dan d, jarak tegak lurus titik aplikasi dari pusat resistensi.
Momen diukur dalam satuan seperti grammillimeter.

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


◂ Oleh karena itu, momen gaya dapat diubah dengan
mengubah besarnya gaya atau dengan mengubah
jarak garis gerak aksi gaya ke pusat perlawanan.
◂ Oleh karena itu, jika besarnya momen perlu dikurangi,
gaya dapat diterapkan lebih dekat ke pusat resistensi
gigi.
◂ jika garis aksi suatu gaya tidak melewati pusat
resistansi suatu gigi, suatu momen perlu diciptakan.
Untuk menghasilkan gerakan translasi gigi yang murni,
diperlukan rasio momen 8: 1 hingga 10: 1 (tergantung
pada panjang akar).

YUNITA ARIANI
Combination translation and
rotasion
◂ Setiap gerakan yang bukan translasi atau rotasi dapat digambarkan
sebagai kombinasi dari dua bentuk gerakan ini (Gambar 20.8C dan
20.9C).
◂ pusat resistensi akan menerjemahkan seolah-olah gaya itu
melewatinya, tetapi gigi juga akan berputar, karena gaya yang
diberikan menghasilkan momen pusat resistensi. Hasilnya adalah
kombinasi dari terjemahan dan rotasi (Gbr. 20.106).

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
A couple
◂ Pasangan terdiri dari dua kekuatan
dengan magnitudo yang sama tetapi
berlawanan arah, dengan garis aksi
paralel tetapi non-colinear. Ketika dua
gaya diterapkan dengan cara ini,
resultan yang dihasilkan adalah momen
murni (efek translasi dari gaya
individual dibatalkan) (Gbr. 20.11).
Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229 13
YUNITA ARIANI
The center of rotation
◂ Pusat rotasi adalah titik di mana rotasi benar-benar
terjadi ketika suatu benda dipindahkan / diputar. Pusat
rotasi dapat berada pada posisi apa pun pada atau di
luar gigi (Gbr. 20.12 dan Gambar 20.9A hingga D).
◂ Saat pusat rotasi bergerak ke arah puncak, semakin
banyak perpindahan mahkota dan sebaliknya.
Pergerakan gigi yang sebenarnya melibatkan
serangkaian pusat rotasi yang berubah.

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229 14


YUNITA ARIANI
Tipping
◂ Simpel tooth movement
◂ Ketika Kekuatan tunggal diberikan pada
mahkota gigi  movement pada mahkota sesuai
arah tekanan dan akar dengan arah yg berlawanan
◂ Gerakan tipping hanya setengah daerah LP yg
mendapat tekanan  <50 gram
◂ Kekuatan 35 gram untuk insisiv dan 60 gram
untuk akar ganda

Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 15


Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
◂ Control tipping : (Gbr.A) tips gigi yg berada di
Sebagai pusat rotasi berada di apeks. Mahkota
ke lingual sedangkan akar ke labial minimal
◂ Uncontrol tipping : pergerakan gigi terjadi karena
pusat rotasi apikal ke atau sangat dekat dgn
pusat resistence. Dengan perpindahan crown ke
satu arah sedangkan akar ke arah yg berlawanan
16
YUNITA ARIANI
Translation

Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 17


Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
Torquing
◂ Lingual movement of the root

Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 18


Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
Uprighting
◂ Mahkota tipping ke mesio-distal
◂ Akarnya tipping berlawanan
◂ Ada 3 :
- Pure translation
- Pure rotation
- General rotation
Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 19
Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
Instrution
◂ Dibutuhkan kekuatan yg sangat
ringan :
- <10 untuk insisiv
- 20 gram posterior
Karena kekuatan akan terkonsentrasi pd
daerah sempit sekitar apeks kekuatan
yg besar akan menghasilka
undermining resorption selain akan
terjadi resobrsi pd apeks
Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 20
Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
Extrusion
◂ Membutuhkan kekuatan yg sama
dgn tipping
◂ Secara teori tidak adanya tekanan
pd LP, tetapi hanya tarikan. Namun
juga terjadi tipping sehingga
terdapat LP yg tertekan

Bhalaji. Orthodontic art and science- Orthodontic diagnosis. 21


Pg : 198-200 YUNITA ARIANI
Continuous Intermittent Interrupted
force force force

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
Continuous forces/ kekuatan
berkesinambungan
◂ Ideal = light continuous force
◂ Jika besarnya tidak menurun secara signifikan dari
waktu ke waktu atau dengan kata lain, peluruhan
gaya hanya sebagian kecil dari yang asli, antara
kunjungan ke dokter untuk mengaktifkan kembali
alat (FiR.20.13A).
◂ light kontinu force menghasilkan gerakan gigi paling
efisien yang menyebabkan resorpsi frontal. (mis.
Kabel NiTi) digunakan pada defleksi kecil

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
Intermittent force
◂ Kekuatan yg diberikan, berangsur angsur menurun
◂ Pada pegas dan lepasan
◂ Kekuatan yg turun menjadi 0 secara tiba tiba karena
piranti ortho dilepas oleh ps
◂ Penggunaan kekuatan intemitem yg besar memberi
dampak buruk lebih sedikit drpd kekuatan besar yg
berkesinambungan karena ketika kekuatan turun
menjadi 0 tidak lg berpengaruh pd ligamen periodontal

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


Interrupted force

◂ Memberi kekuatan tpi berangsur- angsur


akan menurun sampai 0
◂ Biasanya pd kekuatan pd extraoral =
headgear (untuk menarik gigi posterior ke
distal)
◂ 12 jam/day untuk terjadi pergerakan gigi
◂ Optimal : 14-16 hours/day
◂ 250gram untuk satu sisi
◂ 450 gram keseluruhan

Gurkeerat Singh .Textbook of Orthodontics. 2 Ed (2007). Ch 20. pg : 224 -229


YUNITA ARIANI
Mekanisme pergerakkan gigi
Sel yang berperan

Osteoblas

Osteoklas
Rahardjo Pambudi, Ortodonti Dasar. ed:2. Airlangga University Press: Surabaya. 2009. hal: 144
YUNITA ARIANI
fisiologis

Pergerakkan
patologis
gigi

orthodontik

YUNITA ARIANI
Tahap
pergerakkan
gigi

Fase initial Fase lag Fase post lag

YUNITA ARIANI
Fase initial

◂ Pergerakan gigi segera setelah penerapan


gaya
◂ Ditandai dengan perpindahan gigi tiba-tiba
dalam soket
◂ Tingkat gerak dari gaya ringan dan berat
dalam taraf yang sama

Bhalajhi Sundaresa Iyyer, Orthodontics The Art and Science. 3rd Edition. Arya (MEDI) Publishing House : New Delhi. 2004. P.187-188
Grukeat Singh, Textbook of Orhtodontic. Jaypee. 2007. P: 216-222 YUNITA ARIANI
Fase lag

◂ Pergerakkan gigi sangat kecil atau tidak ada


◂ Terbentuk hyalinisasi
◂ Komponen seluler disekitar area yang terlibat
teraktivasi karena pergerakkan gigi.
◂ Terjadinya resorbsi undermining

Bhalajhi Sundaresa Iyyer, Orthodontics The Art and Science. 3rd Edition. Arya (MEDI) Publishing House : New Delhi. 2004. P.187-188
Grukeat Singh, Textbook of Orhtodontic. Jaypee. 2007. P: 216-222 YUNITA ARIANI
Fase post lag

◂ Ditandai dengan hilangnya hyalinisasi


◂ Perpindahan dimediasi osteoklas
◂ Resorbsi langsung permukaan tulang yang
menghadap ligamen periodontal

Bhalajhi Sundaresa Iyyer, Orthodontics The Art and Science. 3rd Edition. Arya (MEDI) Publishing House : New Delhi. 2004. P.187-188
Grukeat Singh, Textbook of Orhtodontic. Jaypee. 2007. P: 216-222
YUNITA ARIANI
YUNITA ARIANI
Bhalajhi Sundaresa Iyyer, Orthodontics The Art and Science. 3rd Edition. Arya (MEDI) Publishing House : New Delhi. 2004. P.193
YUNITA ARIANI