Anda di halaman 1dari 2

MENOLAK NASEHAT MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


112 /YANMED/SPO 0 1/2

Tanggal terbit Ditetapkan


DirekturRSUD Leuwiliang
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
1 Maret 2016
drg. Wiwik Wahyuningsih
Pembina TK I
NIP. 196405021992122001
PENGERTIAN Penolakan nasehat medis pasien rawat jalan, rawat inap, VK dan Instalasi Gawat
Darurat yang disampaikan oleh Dokter
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengatur keserasian,
keharmonisan dan ketertiban hubungan Dokter danPasien
KEBIJAKAN 1. Keputusan Direktur Jendral Pelayanan Medis HK.00.06.35.18.66 Tgl 21 April
1999, tentang Pedoman Persetujuan Tindakan Medis ( Informed Consent )
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI. No.585/Menkes/Per/III/1989 tentang
Persetujuan Tindakan Medis
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI. No.290/Menkes/Per/III/2008 tentang
Persetujuan Tindakan Kedokteran
PROSEDUR 1. Setiap tindakan atau nasehat medis yang akan dilakukan tehadap pasien harus
mendapat persetujuan baik tertulis maupun lisan. Tindakan yang mengandung
resiko tinggi harus dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang
berhak memberikan persetujuan
2. Persetujuan sebagaimana yang dimaksud, diberikan setelah pasien mendapat
informasi yang adekuat tentang sehat medis serta resiko yang ditimbulkan
3. Cara menyampaikan informasi harus disesuaikan dengantingkat pendidikan
serta kondisi dan situasi pasien
4. Informasi diberikan secaralisan dengan jujur dan benar kecuali bila Dokter
rmenilai bahwa itu dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien
5. Dokter memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang
tindakan medis yang akan dilakukan
6. Dokter menjelaskan resiko yang berkenaan dengan pengobatan yang tidak
adekuat yang dapat mengakibatkan cacat permanen atau kematian
7. Bila pasien atau keluarganya menyatakan penolakan atas tindakan medis yang
akan dilakukan, maka pasien atau keluarga diharuskan mengisi form
penolakan tindakan medis
8. Apabila pasien memiliki keluarga seorang Dokter, maka Dokter dari pihak
RSUD Leuwiliang yang merawat pasien tersebut dapat menyampaikan
tentang tindakan medis dan resiko berkenaan dengan pengobatan yang tida
kadekuat yang dapat berakibat cacat permanen atau kematian, dan apabila
pasien tetap menolak nasihat medis, maka Dokter RSUD Leuwiliang akan
memberikan pesan untuk perawatan lanjutan dirumah
MENOLAK NASEHAT MEDIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


112 /YANMED/SPO 0 2/ 2

UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat


2. VK
3. Instalasi Rawat Inap
4. Instalasi Rawat Jalan
5. DPJP
6. Keluarga dan pasien