Anda di halaman 1dari 3

LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT

DEFINISI
LLA merupakan jenis leukemia dengan karakteristik adanya proliferasi dan akumulasi
sel-sel patologis dari sistem limfopoetik yang mengakibatkan organomegali (pembesaran
alat-alat dalam) dan kegagalan organ.
LLA lebih sering ditemukan pada anak-anak (82%) daripada umur dewasa (18%).
Insiden LLA akan mencapai puncaknya pada umur 3-7 tahun. Tanpa pengobatan sebagian
anak-anak akan hidup 2-3 bulan setelah terdiagnosis terutama diakibatkan oleh kegagalan
dari sumsum tulang.

GEJALA KLINIS

Tanda-tanda dan gejala dari leukemia limfositik akut adalah:

 Demam
 Kulit pucat
 Gusi berdarah
 Nyeri tulang atau sendi
 Pusing atau sakit kepala
 Mudah mengalami infeksi
 Sering muntah atau mimisan
 Muncul benjolan yang disebabkan oleh kelenjar getah bening
 Bengkak di sekitar leher, ketiak, perut, atau selangkangan
 Kelelahan atau penurunan energi secara signifikan
 Munculnya lebam-lebam di tubuh

PATOFISIOLOGI
Penyakit leukemia ditandai oleh adanya proliferasi tak terkendali dari satu
atau beberapa jenis sel darah. Hal ini terjadi karena adanya perubahan pada kromosom
sel induksistem hemopoetik. Sel sistem hemopoetik adalah sel yang terus menerus
berproliferasi,karena itu sel ini lebih potensial untuk bcrtransformasi menjadi sel ganas dan
lebih pekaterhadap obat toksik seperti sitostatika dan radiasi. Penelitian morfologik
menunjukkan bahwa pada Leukemia Limfositik Akut (LLA) terjadi hambatan diferensiasi da
n sellimfoblas yang neoplastik memperlihatkan waktu generasi yang memanjang,
bukanmemendek. Oleh karena itu, akumulasi sel blas terjadi akibat ekspansi klonal dan
kegagalan pematangan progeni menjadi sel matur fungsional.
Akibat penumpukan sel blas di sumsumtulang, sel bakal hemopoetik mengalami tekanan
(sudoyo, 2007).
Kelainan paling mendasar dalam proses terjadinya keganasan adalah kelainan genetik
sel. Proses transformasi menjadi sel ganas dimulai saat DNA gen suatu selmengalami
perubahan. Akibat proliferasi sel yang tidak terkendali ini tcrjadi kenaikan kadarsatu atau
beberapa jenis sel darah dan penghambatan pembentukan sel darah lainnya denganakibat
terjadinya anemia, trombositopenia dan granulositopenia.
Perubahan kromosom yang terjadi merupakan tahap awal onkogenesis dan
prosesnyasangat kompleks, melibatkan faktor intrinsik (host) dan ekstrinsik (lingkungan).
Leukemia diduga mulai sebagai suatu proliferasi local dari sel neoplastik,
timbuldalam sumsum tulang dan limfe noduli (dimana limfosit terutama dibentuk) atau dalam
lien,hepar dan tymus. Sel neoplastik ini kemudian disebarkan melalui aliran darah
yangkemudian tersangkut dalam jaringan pembentuk darah dimana terus terjadi
aktifitas proliferasi, menginfiltrasi banyak jaringan tubuh, misalnya tulang dan ginjal.Gambar
andarah menunjukan sel yang inmatur. Lebih sering limfosit dan kadang-kadang
mieloblast. Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang malignan, imaturnya sel bl
ast.Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehingga
akanmenimbulkan anemia dan trombositipenia (aguayo dkk, 2006) .

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pada pasien ALL adalah

a.Transfusi darah, jika kadar Hb kurang dari 69%. Pada trombositopenia yang beratdan
pendarahan pasif dapat diberikan transfusi trombosit dan bila terdapat tanda-tandaDIC dapat
diberikan heparin.

b.Kortosteroid (prednison, kortison, deksametason, dan sebagainya). Setelah dicapairemisi


dosis dikurangi sedikit demi sedikit dan akhirnya dihentikan.
c. Sitostatika, selain sitistatika yang lama (6-merkaptispurin atau 6 mp, metotreksatatau
MTX) pada waktu ini dipakai pula yang baru dan lebih paten seperti obatlainnya. Umumnya
sitostatika diberikan dalam kombinasi bersama-sama denganprednison. Pada pemberian obat-
obatan ini sering terdapat akibat samping berupaalopsia (botak), stomatitis, leucopenia,
infeksi sekunder atau kadidiasis. Bila jumlahleukosit kurang dari 2000 / mm3 pemberiannya
harus hati-hati.