Anda di halaman 1dari 27

Laporan Kasus Bangsal

Skizofrenia Paranoid

Pembimbing:
dr. Lenny Irawati, Sp.KJ

Disusun Oleh:
Nur’ain Fatihah binti Ibrahim
11-2018-204

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Periode 23 Juni 2019– 27 Juli 2019

1
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
Hari/Tanggal Presentasi Kasus: Selasa, 2 Juli 2019
SMF ILMU KESEHATAN JIWA
RUMAH SAKIT : RSJ PROVINSI JAWA BARAT

Tanda Tangan
Nama : Nur’ain Fatihah binti Ibrahim
NIM : 112018204
…………………

Dr. Pembimbing / Penguji: dr. Lenny Irawati, Sp. KJ


…………………

Nomor Rekam Medis : 07 60 68


Nama Pasien : Ny. T
Nama Dokter yang merawat : dr. Lenny Irawati, Sp. KJ
Masuk RS pada tanggal : 24 Juni 2019
Rujukan/datang sendiri/keluarga : Dibawa keluarga
Ruang perawatan : Ruang Gelatik / Merpati

I. IDENTITAS PASIEN:
Nama (inisial) : Ny. T
Tempat & tanggal lahir : Sumedang / 12 Februari 1960
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan :-
Status Perkawinan : Menikah
Alamat : Dusun Banyumukti, Sumedang

2
II. RIWAYAT PSIKIATRIK
Autoanamnesis: Rabu, 26 Juni 2019 Jam 1030 WIB di Ruang Gelatik (hari
perawatan ke 3)
Kamis, 27 Juni 2019 Jam 1020 WIB di Ruang Gelatik (hari
perawatan ke 4)
Jumat, 28 Juni 2019 Jam 1420 WIB di Ruang Merpati (hari
perawatan ke 5)
Alloanamnesis: Ahad, 30 Juni 2019 Jam 1330 WIB, dengan Tn. Dadang
Sukardi, selaku anak kepada kakak pasien, melalui telefon.

A. KELUHAN UTAMA
Marah-marah (agresivitas verbal) dan mengamuk (agresivitas motorik).

B. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG


3 minggu yang lalu pasien mempunyai cobaan untuk membunuh diri
dengan mencoba untuk terjun ke selokan (tentamen suicide). Pasien dibawa
ke klinik di Tanjung Sari untuk dirawat. Namun pasien tidak rutin minum
obat karena merasa sudah sembuh.
Menurut keluarga sejak 2 minggu yang lalu pasien semakin sering curiga
pada tetangga dan pasien yakin bahwa tetangga mahu mengambil tanahnya
(waham curiga) serta menginginkan pasien meninggal. Pasien sering
menangis tiba-tiba (afek depresi). Pasien juga sering berbicara sendiri
(autistik). Pasien mengatakan mendengar sesuatu seperti suara yang tidak
jelas(halusinasi auditorik tanpa verbal).
Pasien datang dibawa oleh keluarga ke IGD RSJ Provinsi Jawa Barat
dengan keluhan marah-marah serta semakin sering mengamuk sejak 1 hari
yang lalu (agresivitas motorik). Marah-marah (agresivitas verbal)
keluarga dan juga tetangga apabila tidak mempunyai uang serta mulai
memukul-mukul suami (agresivitas motorik).

3
C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA
1. Gangguan psikiatrik

Gejala dan
Tanda

Tahun
20 Mei 18 3 Juni 19 24 Juni 19

Menurut keluarga pasien, 1 tahun yang lalu (2018) mengatakan


bahwa pasien tiba-tiba pengsan serta tidak sadarkan diri selama 1 hari,
dari pagi hingga malam namun tidak diketahui penyebabnya. Setelah
sadarkan diri, pasien berubah sikap serta mencoba untuk membunuh diri
(tentamen of suicide). Setelah kejadian itu, pasien sering bicara sendiri
(autistik), menangis tanpa sebab (afek depresi) serta sering
marah-marah (agresivitas verbal). Pasien mulai sering marah-marah
terhadap suami dan keluarga (agresivitas verbal), menangis tiba-tiba
(afek depresi) serta mendengar suara (halusinasi auditorik).
Pasien dibawa keluarga ke pakar psikiatri karena gejala memburuk
sehingga sejak 3 minggu SMRS apabila pasien sekali lagi mencoba
untuk membunuh diri (tentamen of suicide), sering marah-marah
(agresivitas verbal) memukul suami serta tetangga (agresivitas
motorik). Pasien sering mendengar suara (halusinasi dengar) sering
curiga terhadap tetangga (waham curiga). Pada saat itu, pasien nafsu
makan dan tidur berkurang (afek depresi). Namun pasien tidak dirawat
inap pada saat itu, cuma diberikan obat Risperidon (1mg), Merlopam
dan Arkine (Trihexylpherimidine).

2. Riwayat gangguan medik


Pasien tidak pernah mengalami kejang, penyakit berat ataupun trauma.
Penyakit kencing manis, hipertensi dan jantung di sangkal.

4
3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif
- Pasien tidak pernah menggunakan zat psikoaktif.

D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI


1. Riwayat perkembangan fisik:
Pasien merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Pasien tidak
mengetahui dengan pasti proses tumbuh kembang dari bayi sampai
dewasa.

2. Riwayat perkembangan kepribadian


a. Masa kanak-kanak:
Tidak dapat dinilai
b. Masa Remaja:
Perkembangan sesuai usia. Kepribadian pasien tidak banyak bicara
namun juga tidak pendiam.
c. Masa Dewasa:
Perkembangan sesuai usia. Pasien bekerja sebagai pembantu rumah
sebelum menikah.

3. Riwayat pendidikan
Pendidikan terakhir pasian adalah kelas 2 SD. Pasien berhenti sekolah
karena masalah kewangan.

4. Riwayat pekerjaan
Pasien pada saat ini tidak bekerja, riwayat kerja di rumah tangga
mengurus anak-anak. Pernah bekerja sebagai pembantu rumah sebelum
menikah.

5. Kehidupan beragama
Pasien beragama Islam serta rajin mengerjakan beribadah.

5
6. Kehidupan sosial dan perkawinan
Pasien sudah menikah serta mempunyai 2 orang anak serta 2 orang
cucu. Hubungan pasien dengan tetangga mahupun keluarga kurang baik

E. RIWAYAT KELUARGA

Keterangan:
: Laki-laki
: Wanita
: Laki-laki meninggal
: Wanita meninggal

: Wanita dengan gangguan jiwa

F. SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG


Pasien sekarang tinggal sendiri sejak 6 bulan yang lalu. Menurut keterangan
dari keponakan pasien, hubungan pasien dengan keluarga serumah kurang
baik.

6
III. STATUS MENTAL
Berdasarkan pemeriksaan tanggal 26 Juni 2018 (hari ke-3)
A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan
Seorang perempuan berusia 59 tahun, penampilan fisik sesuai usia,
berpakaian seragam RSJ Provinsi Jawa Barat, kaos tidak terbalik,
berpakaian rapi sedang berbaring di kasur, postur tubuh normal,
warna kulit kuning langsat, memakai kerudung warna agak lusuh,
kuku agak panjang.. Kontak visual dan verbal baik. Pasien tampak
tenang.
2. Kesadaran
a. Kesadaran sensorium/neurologik : Compos mentis
b. Kesadaran psikiatrik : Tidak tampak terganggu

3. Perilaku dan Aktivitas Motorik


 Sebelum wawancara: Pasien sedang berbaring terlentang di
tempat tidur dengan posisi menghadap ke satu sisi.
 Selama wawancara: Pasien duduk di atas tempat tidur sambil
menjawab pertanyaan. Pasien tampak tenang, kontak mata dan
verbal baik.
 Setelah wawancara: Pasien tenang, dan tetap dalam posisi duduk.

4. Sikap terhadap pemeriksa


Kooperatif, tampak jujur dimana pasien mau diajak bekerja sama
untuk menjawab pertanyaan, sering minta maaf.

5. Pembicaraan
a. Cara berbicara : Spontan, cepat, artikulasi jelas, volume
normal, reaksi terhadap pertanyaan baik.
b. Gangguan berbicara : Tidak ada

B. ALAM PERASAAN (EMOSI)


1. Suasana perasaan (mood) : Hipotim

7
2. Afek :
a. Arus : Cepat
b. Stabilisasi : Stabil
c. Kedalaman : Dalam
d. Skala diferensiasi : Luas
e. Keserasian : Serasi
f. Pengendalian Impuls : Baik
g. Ekspresi : Wajar
h. Dramatisasi : Tidak ada
i. Empati : Belum dapat dinilai

C. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi : Halusinasi auditorik non verbal (suara yang tidak jelas)
b. Ilusi : Tidak ada
c. Depersonalisasi : Tidak ada
d. Derealisasi : Tidak ada

D. SENSORIUM DAN KOGNITIF (FUNGSI INTELEKTUAL)


1. Taraf pendidikan : SD kelas 2
2. Pengetahuan umum : Baik
3. Kecerdasan : Tidak dapat dinilai
4. Konsentrasi : Baik
5. Orientasi
a. Waktu : Baik, pasien mengatakan waktu wawancara adalah siang hari.
b. Tempat: Baik, Baik, pasien mengetahui dia berada di RS namun tidak
mengetahui secara spesifik
c. Orang : Baik, pasien mengetahui bahwa pemeriksa adalah dokter
d. Situasi: buruk, pasien tidak tahu kenapa dirinya dirawat.
6. Daya ingat
a. Tingkat
 Jangka panjang: Baik
 Jangka pendek : Baik
 Segera : Baik

8
b. Gangguan : Tidak ada
7. Pikiran abstraktif : Baik.
8. Visuospatial : Tidak dilakukan.
9. Bakat kreatif :-
10. Kemampuan menolong diri sendiri: Baik, pasien dapat makan, mandi,
berpakaian, berpindah, berjalan, dan ke kamar kecil sendiri tanpa bantuan.
E. PROSES PIKIR
1. Arus pikir
 Produktivitas : pasien berbicara spontan
 Kontinuitas : Relevan
 Hendaya bahasa : Tidak ada

2. Isi pikir
 Preokupasi dalam pikiran : Pasien ingin pulang terus
 Waham : Waham curiga (pasien menyatakan
ada tetangga yang ingin mengambil hartanya serta benci terhadapna)
 Obsesi : Tidak ada
 Fobia : Tidak ada
 Gagasan rujukan : Tidak ada
 Gagasan pengaruh : Tidak ada
 Idea of suicide : Tidak ada
F. PENGENDALIAN IMPULS : Tidak baik
G. DAYA NILAI
 Daya nilai sosial : Baik
 Uji daya nilai : Baik
 Daya nilai realitas : Tidak Baik
H. TILIKAN : Derajat I (penyangkalan total terhadap penyakitnya)
I. RELIABILITAS: buruk, karena pasien mempunyai halusinasi dan waham.

9
IV. PEMERIKSAAN FISIK
A. STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Tekanan Darah : 170/90 mmHg
4. Nadi : 100 x/menit
5. Suhu badan : 36.50 C
6. Frekuensi pernapasan : 20x/menit
7. Bentuk tubuh : Normal
8. Sistem kardiovaskular : BJ I & II normal regular, murmur (-),
gallop (-)
9. Sistem respiratorius : Ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
10. Sistem gastro-intestinal : Tidak ditemukan kelainan
11. Sistem musculo-skeletal : Tidak ditemukan kelainan
12. Sistem urogenital : Tidak dilakukan

Kesimpulan: Tekanan darah tinggi

B. STATUS NEUROLOGIK
1. Saraf kranial (I-XII) : Tidak dilakukan pemeriksaan
2. Tanda rangsang meningeal : Tidak dilakukan pemeriksaan
3. Mata : Tidak anemis, tidak ikterik
4. Pupil : Isokor
5. Oftalmoscopy : Tidak dilakukan pemeriksaan
6. Motorik : Tidak dilakukan
7. Sensibilitas : Tidak dilakukan
8. Sistim saraf vegetatif : Tidak dilakukan
9. Fungsi luhur : Baik
10. Gangguan khusus : Tidak ada

Kesimpulan: Hasil pemeriksaan pada status neurologik tidak ditemukan


kelainan.

10
V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan laboratorium: Tanggal 24 Juni 2019, dalam batas normal
- Hb : 12,4 g/dL - SGOT : 30
- Ht : 35,0% - SGPT : 17
- Leukosit : 7,400 - Ureum : 22
- Trombosit : 180.000 - Kreatinin : 0,69

VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pasien perempuan berusia 59 tahun, sudah menikah, tidak bekerja,
beragama Islam, suku Sunda, pendidikan tertinggi SD dirawat di RSJ Provinsi
Jawa Barat dengan keluhan marah-marah (agresivitas verbal) dan mengamuk
(agresivitas motorik).
Berdasarkan aloanamnesis, sejak 2 minggu yang lalu pasien selalu curiga
pada tetangga dan pasien yakin bahwa tetangga mahu mengambil tanahnya
(waham curiga) serta sering menangis tiba-tiba (afek depresi). Pasien juga
sering berbicara sendiri (autistik) kadang bicara tidak sambung (inkoheren).
Pasien mengatakan mendengar sesuatu suara yang tidak jelas (halusinasi
auditorik tanpa verbal). Pasien juga susah tidur serta kurang tidur. 3 minggu
SMRS pasien mempunyai cobaan untuk membunuh diri dengan cobaan untuk
terjun ke selokan (tentamen suicide). Pasien dibawa ke klinik di Tanjung Sari
untuk dirawat. Namun pasien tidak rutin minum obat karena merasa sudah
sembuh.
Pasien mulai sering curiga pada orang lain sejak 1 tahun yang lalu, mulai
mengalami gejala yang serius sejak 10 bulan yang lalu, namun tidak dibawa
berobat. Sekitar 1 tahun yang lalu, keluarga pasien mengatakan pasien tiba-tiba
pengsan serta tidak sadarkan diri selama 1 hari, dari pagi hingga malam namun
tidak diketahui penyebabnya. Setelah sadarkan diri, pasien berubah sikap serta
mencoba untuk membunuh diri (tentamen of suicide). Setelah kejadian itu,
pasien sering bicara sendiri (autistik), menangis tanpa sebab (afek depresi)
serta sering marah-marah (agresivitas verbal).
Dari pemeriksaan status mental didapatkan mood pasien eutim, afek
serasi dengan mood. Pada pasien tidak terdapat gangguan pada proses pikir
relevan.. Pada isi pikir terdapat halusinasi auditorik, waham curiga, dan
preokupasi dalam pikiran yaitu pengen pulang. Konsentrasi pasien baik.

11
Orientasi waktu dan orang baik tetapi tempat dan situasi buruk. Daya ingat
jangka panjang dan jangka pendek baik. Tilikan pasien derajat I. Pemeriksaan
laboratorium dalam batas normal, pasien tidak memiliki gangguan organik.

VII. FORMULASI DIAGNOSTIK


 Aksis I:
Berdasarkan iktisar penemuan bermakna, pasien pada kasus ini dapat dinyatakan
mengalami:

1.Gangguan jiwa, atas dasar adanya gangguan pada pikiran dan perilaku yang
menimbulkan penderitaan (distress) dan menyebabkan gangguan dalam
kehidupan sehari-hari (hendaya)
2.Gangguan jiwa ini termasuk gangguan mental non-organik/GMNO, karena
Pasien tidak mengalami retardasi mental ataupun gangguan kesadaran, serta
tidak memiliki riwayat trauma kepala yang dapat menimbulkan disfungsi
3.Gangguan kejiwaan yang os alami memiliki gejala psikotik.
Gangguan yang dialami pasien berdasarkan jenisnya terdapat:
 Gejala gangguan kognisi: halusinasi auditorik, autistik, waham curiga
 Gejala gangguan emosi: afek depresi

 Menurut PPDGJ-III, pasien ini mengalami gangguan ke dalam F20. Skizofrenia


karena terdapat waham curiga dan halusinasi auditorik yang berlangsung lebih
dari satu bulan.

 Diberatkan pada F20.0 Skizofrenia Paranoid karena adanya halusinasi dan waham
yang menonjol di mana pasien sering beranggapan bahwa dirinya dibenci tetangga
serta ada yang ingin mengambil hartanya (waham curiga) di rumah sedangkan
menurut keponakannya tidak ada masalah antara pasien dengan keluarga serta
tetangga. Pasien juga tidak suka untuk bertemu orang yang baru dan tidak dikenali.

 Anak kepada kakak pasien juga menyatakan bahwa pasien sering mendengarkan ada
suara – suara yang tidak jelas terutama apabila pasien tinggal bersendirian
(halusinasi auditorik [tanpa verbal]).

Dengan pedoman diagnostik didapatkan:


a) Memenuhi kriteria umum diagnosis
b) Sebagai tambahan :
a. Halusinasi dan/ atau waham harus menonjol

12
i. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau
memberi perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk
verbal beruba pluit (whistling), mendengaung (humming),
atau bunyi tawa (laughing;
ii. Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat
seksual, atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual
mungkin ada tetapi jarang menonjol;
iii. Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
dikendalikan (delusion of control), dipengaruhi (delusion
of influence), atau “passivity” (delusion of passivity) dan
keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah
paling khas;
b. Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta
gejala katatonik secara relative tidak nyata/tidak menonjol
c) Kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidak terpenuhi.

Differential Diagnosis :

F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresif

Pedoman Diagnosis:

1. Kategori dipakai pada episode skizoafektif tipe depresif yang tunggal, dan
untuk gangguan yang berulang dimana sebagian besar episode didominasi oleh
skizoafektif tipe depresif.

2. Afek Depresif yang menonjol, disertai oleh sedikitnya dua gejala khas, baik
depresif maupun kelainan prilaku terkait seperti tercantum dalam uraian untuk
episode depresif (F32).

3. Dalam episode yang sama, sedikitnya harus jelas ada satu, dan sebaiknya ada
dua gejala skizofrenia.

 Pada pasien ini, gejala khas skizofrenia (sebagaimana ditetapkan dalam pedoman
diagnostik skizofrenia, F20.-, (a) sampai (d)) menonjol.

 Pada pasien ini tidak memenuhi kriteria pedoman diagnosis, karena gejala afek
depresifnya yang tidak terlalu menonjol walaupun gejala skizofrenianya
mencukupi.

13
 Aksis II : Tidak mengalami retardasi mental dan gangguan kepribadian.
 Aksis III : Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medik
 Aksis IV : Stressor psikososial sedang, yaitu masalah keluarga dan
tetangga
 Aksis V : Skala GAF 41-50 yaitu disabilitas dalam hubungan dengan
realita dan komunikasi, pasien tidak dapat membedakan realita dengan halusinasi
dan waham yang dialami, dalam hal fungsi sosial dan keluarga terganggu

VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL


Aksis I : Diagnosis kerja : F20.0 Skiforenia Paranoid
Diagnosis banding : F25.1 Gangguan Skizoafektif Tipe Depresi
Aksis II : Tidak mengalami retardasi mental dan gangguan kepribadian.
Aksis III : Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medik
Aksis IV : Stresor psikososial sedang
Aksis V : Skala GAF 41-50

IX. PROGNOSIS
Quo ad vitam : bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

X. DAFTAR MASALAH
1. Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan fisik.
2. Psikologi/psikiatrik : Halusinasi auditorik, waham curiga
3. Sosial/keluarga : Masalah keluarga dan lingkungan

XI. PENATALAKSANAAN
1. Psikofarmaka
R/ Risperidone 3 mg tab no XIV
S 2 dd tab 1 (pagi dan malam)
R/ Candesartan tab 8 mg no X
S 1-0-0 (pagi)

14
2. Non psikofarmaka
- Terapi Kejang Listrik (ECT)
- Motivasi pasien - Memotivasi pasien untuk menghilangkan pikiran-pikiran
yang membuat dirinya selalu merasa curiga
- Menyarankan pasien untuk mengikuti setiap kegiatan si Rumah Sakit Jiwa
bersama rekan lainnya agar terjalin sosialisasi yang baik.
- Memberi penjelasan yang bersifat komunikatif, informatif dan edukatif
kepada keluarga tentang keadaan penyakit, terapi dan pentingnya pasien
untuk dipantau kontrol dan minum obat secara teratur dan mencegah rawat
jalan yang tidak teratur dan kekambuhan.
- Edukasi
-Memberikan informasi dan edukasi pada pasien mengenai penyakitnya,
pentingnya minum obat dan kontrol secara teratur, cara dan metode
pengobatan serta efek samping dari pengobatan.
-Edukasi keluarga agar belajar menerima dan mendukung kondisi pasien.
-Edukasi minum obat teratur dan kontrol teratur bila sudah lepas rawat.

15
LAMPIRAN
Wawancara
Rabu, 26 Juni 2019 (Ruang Gelatik) Jam 10.30 WIB
Pertanyaan Jawaban Gejala
Selamat pagi, saya Ain,
dokter muda assitant dokter
Nama ibu tini
Lenny, ibu nama siapa?
Ibu Tini, hari ini gimana Rasa pengen pulang dok
keadaannya? Rasa semakin
membaik?
Kenapa pengen pulang? Mau di rumah aja
Apa ada rasa sakit-sakit Udah ga. Dingin ya dok.
buk?
Ibu Tini tau sekarang ibu di Ga tau saya
mana tempatnya?
Di sini ada dokter, perawat, Rumah sakit kali yah
tau di mana tempatnya ibu?

Iya rumah sakit ibu. Sama si Ayi sama Bana,


Kemarin datangnya sama putera Pak Husin, tinggal
siapa bu? dekat rumah saya. Kemarin
pas duduk abih solat di ikat
terus dipaksa masuk mobil
ga tau mau kemana.
Kemarin tuh pas abis
mandi mau ngaji sama
solat, ditarik kasar sama si
Bana kayak gini
(memperagakan gaya
ditarik). Aku bilang ga mau
ga mau gitu. Sakit ni
(ditunjuk bekas lebam di
kedua pergelangan tangan)

16
Saat dibawa kesini, ada Gak di kasitau, ga ada
dikasih tau gak kenapa sakitnya padahal. Goblok
dibawa kesini? itu si Bana sama Ayi.
Kemarin si Juhana juga
ada.
Juhana siapa ibu? Juhana, suaminya adik ibu.

Jadi ibu ga tau kenapa-napa Ga. Gila itu orang. Ga tau


tapi dibawa ke sini? kenapa

Udah berapa hari ibu di Udah 3 malam. 2 hari.


sini?
Ibu kalau dilihat dari luar Siang
jendela, sekarang siang apa
malam ibu?

Ibu dulu sekolahnya Sampai SD aja. Sampai


sampai berapa? kelas 2 tamat.

Bisa saya tau kenapa Ga cukup uang dok.


cuman sampai SD?

Kalau saya tanya ni ibu, 2000 rupiah dok.


ada uang 5000 rupiah di
pake buat beli 3000 rupiah.
Sisanya berapa ibu?
Ibu ada dengan suara-suara Dengar sedikit di telinga Halusinasi auditorik
ga? Misalkan kalau ibu lagi ini dok, kayak dengar suara tanpa verbal
duduk sendiri? ga jelas gitu, kadang kayak
suara siulan. Ngaco. Ga
sakit.
Muncul bunyi itu pas Setiap hari kalo lagi
kapan ibu? Siang malam sendiri. Kalo ad bu dokter

17
atau setiap hari gitu ibu? nih, kayak sekarang ga.

Sejak kapan ibu dengar Udah lama


kayak gitu?
Ibu ada lihat bayangan? Ga lihat apa apa

Ada bau-bau yang Ga teh.


aneh-aneh ga?

Ada pernah rasa benda Ga ada. Ibu sihat kok ga


yang meraba-raba ga? gila.

Ibu ada punya kelebihan Ga ada. Ibu manusia biasa


ga? Atau kekuatan super ga punya apa-apa
power gitu? kelebihan teh.
Ibu Tini rumahnya di TanjungSari
mana?

Tinggal sama siapa bu? Ibu? Sendiri.


Anaknya mana bu? Anak aku tinggalnya
sebelah rumah. Dekat
rumahnya mama.
Berapa anaknya ibu? 2. Laki-laki satu,
perempuan satu. Yang 1
usia
Nama anaknya apa ibu? Namanya? Rosih. Yang
Masih ingat? kedua Sutrianah.
Anaknya sering ke rumah Kakaknya sering datang.
ibu ga?
Ibu punya berapa saudara Lupa. 3 kali yah.
ibu?
Ibu solat ga hari ini? Belum. Di sini ga ada
mukenah ga bisa solat.

18
Tapi di rumah teh ibu rajin
solat. Kalo perempuan
islam mah seperti itu, solat
ngaji. Di sini mau solat
apa, baju bersih ga punya
mukenah ga punya. Mau
pulang aja.

Puasa kemarin ibu ya? Alhamdulillah puasa


Ibu di rumah ada rasa sedih Ga tuh kalo sendiri. Kalau Social withdrawal
ga? Ada rasa takut ga? di rumah ga, kalau
ramai-ramai ibu takut.
Malu. Kalau banyak
laki-laki suka takut. Diem
aja di rumah. Ngobrol sama
cucu aja.

Ibu ga biasa kalau Malu aja.


ramai-ramai ya?
Ibu suka marah-marah ga? Marah cuma sebentar aja.
Kalo marah cuma dalam
hati ga keluar gitu.
Ibu di rumah ngapain? Nonton TV, dakwah gitu.
Ibu pernah ngomong Gak kok, ga pernah
sendiri ga? ngomong sendiri.
Ibu ga ada rasa sakit kan Ga. Ibu sihat. Tuh yang
ya? dekat rumah ibu ada yang
gila, Sedasih namanya,
anaknya si Rahmat. Itu
keturunan tuh. Kalo orang
gila pasti turunan. Udah
mati satu tinggal dua
anaknya

19
Ibu suami ibu kemana? Ga tau.
Udah pisah ya ibu? Atau Ga tau kemana. Udah lama
kemana suaminya? sendiri aja ibu. Udah 20
tahun.
Ibu hobinya apa aja? Ga ada. Mau pulang di
Senang ngapain di rumah? rumah ga ada ngurusin
kambing-kambing.
Ibu makan obat obatan ga? Ohh kalau sakit makan
obat pro maag. Kalau suka
capek juga.
Ada makan obat berterusan Ga ada. Kemarin pake obat
ga? sakit di kaki. Jatuh
kemarin. (tunjukin tempat
jatuh di kaki)
Masih sakit ibu? Udah ga. Kemarin abis ke
pasar beli beras 20kg jatuh
jalan jauh. Pengen pulang
dok ga punya uang.
Ibu sebelum ini pernah Belum pernah. Baru
dibawa ke tempat ini ga? pertama kali tuh sama si
Ayi sama Bana. Diikat
dibawa ke sini.
Siapa Ayi sama Bana ibu? Anaknya uak, tetangga.
Kayak orang gila di bawa
gitu.
Ga ada rasa sakit gitu di Iyah mau solat asar, jam 3 (waham curiga)
bawa yah? dibawa ke sini. Sama si Ayi
sama Bana. Gila itu mah
mereka goblok Mau buat
jahat sama aku, mau
perkosa aku.
Ibu merasa mau diperkosa Iya. Padahal ga punya apa
gitu? apa. Uang juga ga ada.

20
Sekarang apa yang ibu Pengen pulang. Kemarin
pikirkan? ke sini sama Ayi Bana
sama Juhana
Ibu ngerasa gak ada yang Iya barusan ada. (waham curiga)
mau jahatin ibu?
Kenapa? Ayi sama Bana. Ga tau
kenapa.
Ibu pernah rasa sakit Gak kok. Ibu sihat aja.
kepala banget gak? Atau Pengen pulang aja di
kejang? rumah.
Ibu pernah kecelakaan Iya pernah jatuh. (tunjukin
gak? di kaki)

Pernah kena kepalanya Gak, di kaki aja.


gak?

Oh yaudah kalau begitu, Iya dok.


sampai disini dulu yah ibu
wawancaranya, besok kita
wawancara lagi ya.

Oh iya baik, terima kasih -


yah. Selamat istirahat ibu.

Kamis, 27 Januari 2019 (Ruang Gelatik) Jam 1020 WIB

Selamat pagi ibu Tini, punya Iya dokter.


waktu untuk ngobrol?
Perasaan hari ini gimana? Pengen pulang

Ga enak ya tinggal di sini? Iya, seperti orang sakit tapi ibu


kan ga sakit. Ga bisa ngapain (waham curiga)

21
di sini, kayak penjara. Mau
solat juga susah. Udah tiga
hari tiga malam. Aneh aja,
yang jahat itu si 2 itu si Ayi si
Bana.
Siapa mereka ibu? Yang tinggal dekat rumah ibu.
Jalan pemerintah, jalan ke atas
kan, itu rumahnya. Kaya kali.
Punya loteng besar 2. Rumah
bagus.
Ibu tanya ga kenapa di bawa Ga tau mereka. Ditarik gitu
ke sini? kayak ngusir kambing, diikat
gitu (terus nunjuk kesan lebam
di tangan).
Ibu tau ini di mana Ga tau.
tempatnya?
Di sini ada dokter, ada Ga tau. Rumah sakit biasa
perawatnya, tau di mana ibu? yah? Tapi kayak di luar ada
pabrik lilin.
Ibu tau siang atau malam? Siang.
Udah makan mandi ibu? Udah tadi pagi.
Ibu hari ini gimana rasanya? Biasa aja ga sakit kok. Rasa
lesu aja.

Ibu ada dengar suara ga? Ada nih, ngaco suaranya. (halusinasi auditorik)
Suara cowok apa cewe ibu? Cowok.

Sekarang ada dengar Gak. Kalau lagi ngobrol mah


suaranya ibu? ga ada suaranya.
Cuman pas ibu lagi sendiri Iya. Tau orangnya. Yang jadi
gitu? supir.
Yang bawa ibu ke sini? Iya, Dadang namanya,
anaknya kakak.

22
Suaranya ngomong apa ibu? Ga tau. Itu teh kemarin ada Flight of ideas
nelepon mau beli tanah dari
Toni, yang tinggal di atas.
Udah beli tanah, harganya
genap 1 juta setengah. Terus
telepon anak ibu bikin rumah.
Yang satu lagi si sadang, mau
jemur baju, si bintin gelo.
Geruduk-geruduk si Ayi sama
Bana. Mau solat Asar mau
ngaji, pake daster mau pakai
mukenah dia panggil si gelo
gitu.
Kenapa emang dipanggil Ga tau ga sakit. Mau solat
gila ibu? ditarik-tarik. Ibu pengen
pulang.
Ibu aslinya dari mana? Cometong.

Ibu ada lihat apa-apa? Ga lihat apa-apa. Orang gila


aja gitu. Ibu sendiri aja di
rumah, udah nikah semua.
Ibu sendiri di rumah? Ga tau di mana dia. Yang
Suaminya ga ada? kemarin itu suami adik, si
Juhana. Ibu mah ga laku gitu,
ga ada yang mau.
Tapi punya anak? Iya dua, cowok cewek. Yang
cowok umurnya 20 tahun yang
cewek 22 tahun. Udah nikah
yang cewek.
Ibu pernah rasa punya Ga. Ga punya apa-apa. Ibu Afek depresi
kelebihan ga? mah sudah ga punya harapan
apa-apa. Kalau ada suara
banyak-banyak ibu rasa malu.

23
Benci.
Rasa bencinya sama siapa? Sama lelaki.
Semua lelaki ibu? Ga. Cuman satu aja. Ga tau
siapa dia, ga kenal. Cuma
sepintas aja.
Kenapa benci ibu? Ga tau. Jahat sekali dia itu. (waham curiga)
Jauh tempatnya. Dekat si
Juhana itu yang jahat itu, mau
ambil kambing ibu kali. Mau
ambil harta ibu. Si Bana juga
sama Ayi mau perkosa ibu itu.
Amit amit. Ga pernah dosa ga
pernah salah. Si supir kemarin
tuh, si Dadang Sutardi juga.
Dadang Sutardi anaknya Iya, anaknya si Suhainah.
kakak ibu ya? Jahat itu. Pengen pulang aja ga
punya uang.
Ibu sekarang di pikiran ibu Mau pulang aja. Mau pinjem
apa aja? uang ntar ganti uang di rumah.
Asal selamat aja.
Ibu pernah merasa dikejar Kemarin ada, tapi sekarang ga.
atau merasa ada yang mau Kalau soal mati mah terserah
membunuh ibu? ke Allah aja. Pengen pulang
dok. Seperti burung aja dalam
sangkar di sini.
Baiklah ibu, sampai sini aja. Iya dok, makasih ya.
Besok kita ketemu lagi.

Jumaat, 28 Januari 2019 (Ruang Merpati) Jam 1420 WIB

Selamat pagi ibu Tini, punya Iya dokter.


waktu untuk ngobrol?
Perasaan hari ini gimana? Udah enak sekarang dok.

24
Udah ga sakit.
Ada rasa sedih ga? Atau Ga marah-marah. Pengen
pengen marah-marah? pulang aja.
Ibu tahu di mana tempatnya? Ga tau
Ada perawat ada dokter? Seperti di TanjungSari.
Seperti di rumah sakit
Sekarang siang apa malam? Siang dok. Udah mau sore,
udah setengah tiga.
Udah makan? Udah 2 kali. Pagi sama siang.
Udah mandi ibu? Udah dok.
Ibu tau ga udah berapa hari Udah 2 hari, 2 malam
di sini?
Kemarin dihantar sama Sama tetangga ibu. Si Bana,
siapa? Ayi, Juhana, suaminya adik.
Ibu tanya ga kenapa dihantar Ga dikasitau. Ketawa-ketawa
ke sini? aja mereka narik ibu. Karena
mereka kaya, rumahnya bagus
ada loteng. Ibu udah mandi
mau masak nasi, udah ngepel.
Si Bana langsung ditarik ke
mobil. Ibu teriak tolong tolong
ga ada yang bantu. Sama si
adik. Pasti sengaja yah. Sama
si keponakan ibu, anaknya si
kakak. Kan beli tanah, tanah
ibu mah di ambil sama
mereka. Sama Ayi juga. Benci
aku.
Kenapa benci mereka ibu? Punya niat jahat mereka, pasti. Waham curiga
Pengen tanah itu. Sombong
mereka.
Ibu masih dengar Kalau kemarin dengar suara
suara-suara ga? kayak angin gitu. Keras sekali

25
bunyi kayak “shhhhhh” gitu.
Di sini masih dengar-dengar Di sini udah kurang. Kalau di Halusinasi auditorik
kayak gitu ibu? rumah keras sekali. Dengar
suara kayak, mati kamu mati
kamu.
Ada lihat kayak bayangan Ga ada, Alhamdulillah
ibu?
Merasa kayak di raba-raba? Ga ada itu, ibu sihat-sihat aja.
Atau ada mencium bau-bau
aneh?
Ibu di rumah tinggal sama Sendiri aja. Kemarin tuh ada
siapa? suami ibu, ibu lagi ngepel ada
bunyi telepon. Suami ibu
nonjok ibu, pas ibu lagi hamil.
Pas kapan ibu kejadiannya? Udah lama itu, pas hamil anak Emosi labil
pertama. (pasien menangis).
Ga tau kenapa.
Tapi sekarang suaminya Udah lama itu. Tapi masih
udah ga ada? ingat saya. Suami nikah lagi
kali. Udah ga mau punya
suami.
Ada sakit-sakit ibu? Sakit kaki aja kemarin jatuh
pas bawa beras 15kg di
TanjungSari. Sakit hati dok.
Kenapa sakit hati? Ga tau dok.
Sekarang ibu lagi mikirin Ga ada apa-apa, pengen
apa? Di pikiran ibu. pulang aja.
Kayak kosong gitu ibu Ga sih, biasa-biasa aja.
pikirannya?
Ibu merasa ibu punya Ga ada, ibu manusia biasa aja.
kelebihan ga? Yang orang
lain ga punya.
Ibu pernah merasa ada yang Iya itu cowok berdua, maunya Waham kejar / waham

26
mau jahatin ibu ga? ibu mati. Tapi pas ibu masuk curiga
rumah ga ada. Pakai ilmu
setan kali yah.
Mereka ngapain aja ke ibu? Ga ada kok, cuma rasa aja.
Kok ibu bisa tahu mereka Iya karena mereka benci saya.
mau jahatin ke ibu? Udah lama itu. Yang punya
hasrat mau jahatin ibu itu, si
Ayi, Bana sama Juhana,
suaminya adik ibu.
Ibu merasa sakit ga? Ga, udah minum obat. Pengen
pulang aja tapi ga punya uang.
Oh yaudah kalau begitu, Iya dok
sampai disini dulu yah ibu
wawancaranya, besok kita
wawancara lagi ya.
Oh iya baik, terima kasih Iya dok sama-sama
yah. Selamat istirahat ibu. -

27