Anda di halaman 1dari 1

Evaluasi yang selama ini saya lakukan belum dapat mencerminkan kemampuan belajar siswa dan belum

bias mencerminkan tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah saya rancang sebelumnya. Hal itu
disebabkan karena :

Evaluasi yang sudah saya lakukan tidak bisa mencakup semua kompetensi yang seharusnya
dikuasai siswa, dan tidak bisa secara sistematis tiap kompetensi dasar melakukan evaluasi
apalagi harus melakukan penilaian yang terpadu tentu lebih sulit lagi. Hal ini karena
keterbatasan waktu untuk menyelesaikan materi pelajaran yang sangat banyak akibatnya
berdampak pada kurangnya waktu untuk melakukan evaluasi. Sehingga saya tidak bisa
mengukur dengan valid tingkat kompetensi siswa-siswa saya, baik itu kompetensi pada ranah
kognitif, afektif, maupun psikomotorik . Dan secara otomatis karena evaluasi tersebut tidak bisa
mencerminkan kemmpuan belajar siswa maka evaluasi tersebut juga tidak bisa untuk mengukur
ketercapaian tujuan pembelajaran yang sudah saya rancang diawal.

Evaluasi yang sudah saya jalankan tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian yang
seharusnya, yakni :
1. Terpadu, yang artinya bahwa penilaian harus memperhatikan dan memadukan
kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik, baik yang menyangkut belajar pada ranah
kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
2. Sistematis, artinya penilaian harus dilakukan secara terencana dan mengikuti tahapan-
tahaapan yang baku.
3. Menyeluruh dan berkesinambungan, yang dimaknai bahwa setiap kegiatan penilaian
harus memperhatikan semua aspek kompetensi dan bentuk penilaian yang tepat
sehingga mampu menilai perkembangan kompetensi peserta didik.
4. Valid, yang artinya adalah bahwa penilaian harus mampu mengukur kompetensi hasil
belajar sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan sehingga penilaian tersebut
tepat sasaran.