Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TENTANG AGILITY

DOSEN : SURYA ADI SAPUTRA, M.Pd

NAMA : MILLANO SURYO PRASETYO


NPM : 20188500031

PENDIDIKAN OLAHRAGA
SEKOLAH TINGGI DAN ILMU PENDIDIKAN KUSAMA
NEGARA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Manusia sebagai mahluk biopsikososial membutuhkan kondisi yang


optimal untuk dapat berinteraksi atau beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini
merupakan kebutuhan dasar manusia dan juga sebagai tuntutan lingkungan hidup
terhadap dirinya, untuk dapat melakukan aktifitas dengan menggunakan kapasitas
individu yang dimiliki antara lain kemampuan untuk melakukan gerak, aktifitas
fungsional, aktifitas fisik.

Di dalam melakukan aktivitas olahraga, setiap manusia memiliki tujuan


yang berbeda. Sesuai dengan tujuan olahraga prestasi, yaitu untuk pencapaian
prestasi semaksimal mungkin dalam suatu cabang olahraga, yang umumnya
merupakan olahraga pertandingan. Olahraga dapat menjadi sebuah media untuk
mencapai kejayaan suatu Bangsa atau Negara. Hal ini karena dengan tingginya
suatu prestasi olahraga suatu bangsa atau Negara akan memiliki nilai yang lebih di
antara Negara–Negara lain. Olahraga prestasi adalah olahraga yang membutuhkan
latihan rutin dan kecepatan yang harus dijaga atau bahkan ditingkatkan.

Agility merupakan kombinasi antara kekuatan otot, kecepatan reaksi


sensomotorik, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi neuromuscular. Hal ini
3 dikarenakan dengan karakterisktik permainan futsal yang cepat dan terus
bergerak, dimana tim yang memiliki kecepatan lebih baik, melakukan pergerakan
yang lebih banyak, akan memiliki peluang mencetak gol lebih banyak, yang pada
akhirnya akan memenangkan pertandingan. Di dalam permainan futsal, agility
dibutuhkan untuk mengubah arah gerakan dengan cepat ketika mencari ruang untuk
menerima operan dan memasukkan bola ke gawang tim lain pada saat menyerang,
mengubah arah gerakan dengan cepat ketika kembali ke posisi masing–masing.

Agility adalah komponen penting dari berbagai tim olahraga, meskipun


tidak selalu diuji dan seringkali sulit untuk diinterpretasikan hasilnya. The Agility
Illinois Test (Getchell) adalah test umum yang digunakan dalam mengukur
kelincahan dalam olahraga.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kelincahan.
2. Apa saja ciri-ciri kelincahan.
3. Apa saja manfaat kelincahan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kelincahan
Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dengan cepat
dan mengubah arah dengan tangkas tanpa kehilangan keseimbangan dan sadar
akan posisi tubuhnya. Kelincahan sangat diperlukan untuk cabang-cabang
olahraga permainan seperti bola voly, bola basket, sepak bola, hoki, soft ball,
dan sebagainya. Demikian pula dengan cabang olah raga perseorangan seperti
tinju, pencak silat, bulu tangkis, anggar, dan sebagainya.
Kelincahan adalah merupakan salah satu komponen fisik yang banyak
dipergunakan dalam berbagai olahraga. Kelincahan pada umumnya
didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengubah arah secara efektif ,cepat
dan tepat, sambil berlari hampir dalam keadaan penuh (dengan sekuat tenaga).
Kelincahan terjadi karena gerakan tenaga yang sangat ekplosif. Besarnya
tenaga ditentukan oleh kekuatan dari kontraksi di serabut otot. Kecepatan otot
tergantung dari kekuatan dan kontraksi serabut otot. Kecepatan kontraksi otot
tergantung dari daya rekat serabut-serabut otot dan kecepatan transmisi impuls
saraf. Kedua hal ini merupakan pembawaan atau bersifat genetis, atlet tidak
akan dapat merubahnya ( menurut Baley, James A, tahun 1986: 198).

B. Kelincahan Menurut Ahli


Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan
untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat
dan efisien. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja,
Bentuk latihan kelincahan dapat dilakukan dalam bentuk lari bolak-balik
(shuttle-run), lari kulak-kelok (zig-zag run), jongkok-berdiri (squat-thrust),
dan sejenis lainnya.
Kelincahan (agility) menurut Ngurah Nala (1998: 74) adalah merupakan
kemampuan untuk mengubah posisi tubuh atau arah gerakan tubuh dengan
cepat ketika sedang bergerak cepat tanpa kehilangan keseimbangan atau
kesadaran terhadap posisi tubuh. Dalam komponen kelincahan ini sudah
termasuk unsur mengelak dengan cepat, mengubah posisi tubuh dengan cepat,
bergerak lalu berhenti dan dilanjutkan dengan bergerak secepatnya. Pendapat
senada seperti yang diungkapkan oleh Sajoto (1995: 9) bahwa : “Kelincahan
adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Seseorang
yang mampu mengubah satu posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi
dengan koordinasi yang baik, berarti kelincahannya cukup baik.\

C. Hal-hal Yang Mempengaruhi Kelincahan


1) Keseimbangan

Keseimbangan sendiri adalah kemampuan seseorang untuk


mempertahankan posisi tubuh baik dalam kondisi statik maupun dinamik.
Dalam keseimbangan ini yang perlu diperhatikan adalah waktu refleks,
waktu reaksi, dan kecepatan bergerak. Dan biasanya latihan keseimbangan
dilakukan bersama dengan latihan kelincahan dan kecepatan, bahkan
kelentukan. Ada dua macam keseimbangan:

 Keseimbangan statis adalah mempertahankan sikap pada posisi diam di


tempat. Ruang geraknya biasanya sangat kecil, seperti berdiri di atas alas
yang sempit.
 Keseimbangan dinamis adalah kemampuan seseorang untuk
mempertahankan posisi tubuhnya pada waktu bergerak. Seperti Sepatu
roda, ski air, dan olahraga sejenisnya.

Dari kedua macam keseimbangan di atas, yang kedua adalah yang


diperlukan dalam kelincahan.

2) Kelentukan (Flexibility)

Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk dapat melakukan


gerak dengan ruang gerak seluas-luasnya dalam persendiannya. Faktor
utamanya yaitu bentuk sendi, elastisitas otot, dan ligamen. Ciri-ciri
kelentukan adalah:
 meregang persendian,
 mengulur sekelompok otot. Kelentukan ini sangat diperlukan oleh
setiap atlet agar mereka mudah untuk mempelajari berbagai gerak,
meningkatkan keterampilan, mengurangi resiko cedera, dan
mengoptimalkan kekuatan, kecepatan, dan koordinasi

Kelentukan dapat dikembangkan melalui latihan peregangan


(stretching), yang modelnya terdiri atas:

a) Peregangan dinamik (Dynamic stretch), sering juga disebut


peregangan balistik adalah peregangan yang dilakukan dengan
menggerakkan tubuh atau anggota tubuh secara berirama (merengut-
rengutkan badan).
b) Peregangan statik (Static stretch) adalah satu cara untuk
meregangkan sekelompok otot secara perlahan-lahan sampai titik
rasa sakit yang kemudian dipertahankan selama 20 hingga 30 detik.
Dilakukan dalam beberapa kali ulangan, misalnya 3 kali untuk setiap
bentuk latihan.

3) Keepatan (Speed)
Menurut Dick (1989) kecepatan adalah kapasitas gerak dari anggota
tubuh atau bagian dari sistem pengungkit tubuh atau kecepatan pergerakan
dari seluruh tubuh yang dilaksanakan dalam waktu yang singkat. Terdapat
dua tipe kecepatan yaitu
a) Kecepatan reaksi adalah kapasitas awal pergerakan tubuh untuk
menerima rangsangan secara tiba-tiba atau cepat.
b) Kecepatan bergerak adalah kecepatan berkontraksi dari beberapa otot
untuk menggerakan anggota tubuh secara cepat.

Dari kedua tipe kecepatan tipe di atas, tipe yang kedualah yang lebih
diperlukan dalam kelincahan.
4) Koordinasi
Koordinasi adalah suatu kemampuan biomotorik yang sangat
kompleks (Harsono, 1988). Menurut Bompa (1994) koordinasi erat
kaitannya dengan kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan. Oleh
karena itu, bentuk latihan koordinasi harus dirancang dan disesuaikan
dengan unsur-unsur kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan.
Bentuk latihan koordinasi sebaiknya melibatkan berbagai variasi
gerak dan keterampilan, seperti atlet bulutangkis sebaiknya jangan hanya
latihan gerak dan keterampilan yang terdapat dalam aktivitas bulutangkis
saja, namun berikan latihan-latihan gerak dan keterampilan yang
terkandung dalam cabang-cabang olahraga lainnya seperti bola voli, bola
basket, atau olahraga lainnya.

D. Ciri-Ciri Latihan Kelincahan ( Agility )


 Bentuk-bentuk latihannya harus ada gerakan merubah posisi dan arah badan.
 Rangsangan terhadap pusat saraf sangat menentukan berhasil tidaknya suatu
latihan kelincahan, mengingat koordinasi dan kecepatan merupakan unsur
yang urgen bagi baiknya kelincahan.
 Adanya rintanga-rintangan untuk bergerak dan mempersulit kondisi-kondisi
alat,lapangan dsb.
 Ada pedoman waktu yang pasti dalam latihan.
 Cara Latihan Kelincahan / Bentuk Latihan Kelincahan

Berikut ini macam-macam bentuk latihan kelincahan, antara lain:

1. Lari Bolak-balik
Atlit berlari bolak-balik dari titik satu ke titik yang lainnya sebanyak 10 kali.
Setiap kali sampai di titik satu atlit harus secepatnya membalikkan diri untuk
berlari ke titik yang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan lari
bolak-balik adalah:
 Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh, sekitar 45 meter. Kalau jaraknya
10 meter atau lebih ada kemungkinan atlit tidak mampu lagi untuk lari dan
membalikkan badannya dengan cepat karena kelelahan.
 Jumlah ulangan lari bolak-balik jangan terlalu banyak yang menyebabkan
atlit kelelahan. Jumlah ulangan lari dapat dikembangkan sedikit demi
sedikit mengikuti perkembangan stamina atlit.

2. Lari zig-zag

Latihan ini hampir sama dengan lari bolak-balik., hanya saja dalam latihan
ini atlet harus berlari melalui beberapa titik misalnya 10 titik

3. squat thrust (Burpee).

Cara melakukan latihan:


 Berdiri tegak.
 Kemudian jongkok, tangan di lantai
 Lempar kaki ke belakang sehingga seluruh tubuh lurus dalam sikap push-
up.
 Dengan kedua lengan tetap bersandar di lantai, lempar kedua kaki ke depan
diantara kedua lengan.
 Luruskan seluruh badan (menghadap ke atas)
 Satu tangan lepaskan dari lantai dan segara balikkan badan hingga berada
dalam sikap push-up kembali.
 Keseluruh rangkaian gerakan ini dilakukan dengan cepat,kembali berdiri
tegak

4. Lari Rintangan (Obstacle Run).

Latihan lari rintangan dapat dilakukan dalam suatu ruangan atau lapangan
dengan menempatkan beberapa rintangan. tugas atlit adalah berlari secepat
melalui rintangan-rintangan tersebut, baik dengan cara melompati,
menerobos, memanjat, dan sebagainya.

E. Manfaat Kelincahan
Ada beragam manfaat yang didapatkan oleh seseorang terkait dengan
kelincahan yang dia miliki, yaitu:
1. Mempermudah untuk menguasai Teknik-teknik tinggi.
2. Mempermudah orientasi terhadap lawan.
3. Mempermudah orientasi terhadap lingkungan.
4. Mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulasi.
BAB III
PENUTUP

Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah dan posisi


tubuhnya dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak, sesuai dengan situasi
yang dihadapi di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan menurut Dangsina
Moeloek:
1. Tipe tubuh
2. Usia
3. Jenis kelamin
4. Berat badan
5. Kelelahan
Pada latihan kelincahan diperlukan ciri-ciri latihan yang khusus. Adapun
ciri–ciri latihan kelincahan menurut Suharno HP. (1983 : 29 ) adalah
bentuk-bentuk latihan harus ada gerakan merubah posisi dan arah badan,
rangsangan terhadap pusat syaraf sangat menentukan hasil tidaknya suatu
latihan kelincahan karena koordinasi sangat urgen bagi unsur kelincahan,
adanya rintangan-rintangan untuk bergerak dan mempersulit kondisi ( alat,
lapangan dan sebagainya ), ada pedoman waktu yang pasti dalam latihan.
Sedangkan menurut Harsono (1993 : 14) memberi rambu–rambu dalam
mengembangkan agilitas adalah bentuk-bentuk latihan yang mengharuskan
orang untuk bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas dan
dalam melakukan aktivitas tersebut dia juga tidak boleh kehilangan
keseimbangan dan harus pula sadar posisi tubuhnya.