Anda di halaman 1dari 13

HASIL OBSERVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA untuk

TUNAGRAHITA KELAS IV
SLB B & C DIAN KAHURIPAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Matematika untuk Anak
Berkebutuhan Khusus
Dosen pengampu : Dr. Trisna Mulyeni, M.Sc

Emirah Khansa Salsabila


1102617091
(02)
PENDIDIKAN KHUSUS
C 2017

PENDIDIKAN KHUSUS
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2019
A. Profil Sekolah dan Siswa
I. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Observasi

Nama Sekolah : SLB Dian Kahuripan


Alamat : Pisangan Lama III Gg.A1 No.4, Pisangan
Timur
Desa / Kelurahan : Pisangan Timur
Kecamatan : Kec. Pulo Gadung
Kabupaten : Kota Jakarta Timur
Provinsi : Prov. D.K.I. Jakarta
Kode Pos : 13230
SK Pendirian Sekolah : 1845/-1.851.2.027
Tanggal SK Pendirian : 2010-11-03
SK Izin Operasional : 804/-1.851.48
Tanggal SK Izin Operasional : 2011-02-11

2. Profil Sekolah dan Profil Siswa.


SDLB-C Dian Kahuripan merupakan sekolah swasta yang ada dibawah
yayasan di dalamnya mencakup beragam peserta didik yang menyandang ketunaan
yang sama namun berbeda tingkat keparahannya. di dalam kelas itu sendiri terdapat
beragam anak dengan segala tingkat ketunaan yang berbeda dan membuat konsep
pembelajaran dengan sistem rombongan belajar. Dalam data pokok pendidikan,
rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas
dalam satu satuan pendidikan. Rombongan Belajar sering disebut dengan Rombel,
identik dengan banyaknya kelas dalam suatu sekolah. Keberadaan jumlah rombongan
belajar dalam suatu satuan pendidikan menjadi sangat penting untuk menetapak
jumlah jam mengajar yang harus dipenuhi oleh guru. Jumlah guru yang mengajar
perkelas adalah satu orang dengan jumlah murid per kelas 9-10 orang. Dalam sistem
pengajarannya guru mengalokasikan waktu untuk mengajar sesuai dengan sistem
rombel yang sudah ditentukan. Namun, dalam prosesnnya guru yang ada di kelas
harus mampu membagi waktu dan menjelaskan sesuai dengan jenjang anak yang ada
di kelas.
Sebagai contoh, Saat observasi dilakukan Pengamat masuk ke dalam kelas B yang
sudah digabung oleh kelas A dengan jumalah siswa 5 orang dan guru yang mengajar
satu orang dan pendamping satu orang. Guru yang mengajar mampu membaagi
materi belajar yang sesuai dengan masing-masing anak dalam sistem rombel ini.

3. Foto Sekolah dan Kelas


B. Hasil Wawancara

1. Strategi Yang Digunakan Guru Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas

Dalam hasil pengamatan dan wawancara oleh guru yang mengajar, terdapat
strategi yang digunakan dalam pembelajaran yaitu ekspositori dan metode
demonstrasi. guru menyiapkan berbagai bahan ajar untuk kemudian diterangkan
kepada peserta didik. Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran
yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru
kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi
pelajaran secara optimal. Pada metode ini menurut pengamatan di kelas, guru
membagi waktunya untuk menjelaskan awalnya sehingga proses belajar mengajar
terpusat pada guru yang kemudian guru menggunakan metode pembelajaran Afektif
dengan memberikan tugas yang

2. Kendala yang Dihadapi Oleh Guru dalam Pembelajaran Matematika


Dalam situasi belajar mengajar di kelas, guru yang menyesuaikan dalam
sistem rombel ini mengalami kesulitan untuk menyetarakan kemampuan siswa.
Karena hal tersebut, guru harus membagi waktu untuk menjelaskan satu per satu
tentang materi ajar kepada peserta didik secara bergantian. terbatasnya fasilitas kelas
seperti papan tulis yang sangat sempit menyulitkan guru untuk mengeksplor dan
membagi bahan ajar ke dalam visual yang baik untuk peserta didik. Selain itu,
Konsentrasi peserta didik yang sulit focus juga menyulitkan guru untuk kembali
mengkondusifkan. Hal ini disebabkan pengelompokkan kelas yang tidak sesuai
dengan taraf ketunaan itu sendiri.
C. Hasil Observasi
1. Tema Pembelajaran Matematika
Tema :
Subtema :

2. KI – KD Pembelajaran

KOMPETENSI INTI 3
KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN)
(KETERAMPILAN)

3. Memahami pengetahuan faktual dengan 4. Menyajikan pengetahuan faktual


cara mengamati [mendengar, melihat, dalam bahasa yang jelas dan logis,
membaca] dan menanya berdasarkan rasa dalam karya yang estetis, dalam gerakan
ingin tahu tentang dirinya, makhluk yang mencerminkan anak sehat, dan
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan dalam tindakan yang mencerminkan
benda-benda yang dijumpainya di rumah perilaku anak beriman dan berakhlak
dan di sekolah mulia

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR

3.1 Mengenal bilangan asli sampai 60


dengan menggunakan benda-benda yang
4.1 Menulis bilangan asli sampai 60
ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat
bermain

3.2 Mengenal konsep penjumlahan dua 4.2 Menghitung hasil penjumlahan dua
bilangan yang hasilnya sampai 30 dengan bilangan yang hasilnya sampai 30
menggunakan benda konkret dengan menggunakan benda konkret
3. Langkah – Langkah Pembelajaran
a. Pendahuluan
 Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
 Mengucap salam dan melakukan doa sebelum memulai kegiatan belajar
mengajar.
 Bertanya terkait kabar murid-murid di kelas.
 Melakukan absensi untuk mengecek kehadiran murid-murid.
 Membangkitkan ingatan murid dengan bertanya materi pelajaran sebelumnya.
 Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan
terkait dengan materi yang akan dipelajari;
 Mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan
dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan
pembelajaran atau kd yang akan dicapai; dan
 Menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan
yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau
tugas

b. Inti
 Guru membagi bahan ajar kepada tiap peserta didik dengan menyesuaikan
kompetensi dasar masing-masing anak
 Guru menerangkan materi ajar Pengurangan kepada siswa kelas 4
 Guru memberi tugas kepada peserta didik
 Guru menerangkan dan mencontohkan kembali tugas yang diberikan dengan
menggunakan alat bantu atau media
 Guru membimbing peserta didik untuk mengerjakan tugas yang diberikan
dengan menggunakan media alat bantu hitung berupa Paperclip Kecil
 Guru memeriksa hasil pekerjaan peserta didik dan mengevaluasi tiap-tiap
kesalahan

c. Penutup
 Guru menyimpulkan materi bahan ajar tentang pengurangan bersama peserta
didik.
 Guru memberi tugas untuk dikerjakan di rumah dengan tujuan untuk lebih
memahami materi pembelajaran.
 Melakukan doa bersama dan salam sebelum meninggalkan kelas.

4. Strategi Pembelajaran
a. Strategi pembelajaran yang digunakan
Strategi Ekspositori dan Demonstrasi
b. Penjelasan strategi pembelajaran yang digunakan

1
Menurut Killen dalam depdiknas (2010: 23) pembelajaran langsung
atau Direct Instruction merujuk pada berbagai teknik pembelajaran
ekspositori (pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara
langsung, misalnya melalui ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab) yang
melibatkan seluruh kelas. Pendekatan dalam model pembelajaran ini
berpusat pada guru, dalam hal ini guru menyampaikan isi materi pelajaran
Depdiknas (2010: 23) menyebutkan bahwa tujuan utama pembelajaran
langsung adalah untuk memaksimalkan penggunaan waktu belajar peserta
didik. Beberapa temuan dalam teori perilaku di antaranya adalah
pencapaian peserta didik yang dihubungkan dengan waktu yang digunakan
oleh peserta didik dalam belajar atau mengerjakan tugas dan kecepatan
peserta didik untuk berhasil dalam mengerjakan tugas sangat positif.

1 Metode dan Model Pembelajaran di Sekolah, hlm 16


Guru berperan sebagai penyampai informasi, dalam melakukan
tugasnya guru dapat menggunakan berbagai media. Informasi yang
disampaikan dengan strategi direktif dapat berupa pengetahuan prosedural
(yaitu pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau
pengetahuan deklaratif (yaitu pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa
fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi).
Dalam pelaksanaan strategi ekspository, guru juga melibatkan dalam
membimbing anak untuk mengerjakan tugasnya memlalui benda benda
konkret atau dengan teknik demonstrasi. Dalam metode pembelajaran
demonstrasi ini akan mempermudahkan peserta didik untuk berkonsentrasi
dari tugas yang diberikan. bukan hanya dapat menjawab hasil namun
peserta didik dapat mengambil makna dan inti sari dari pembelajara yang
nantinya akan melekat lebih lama dalam memori peserta didik itu tersebut

5. Strategi Pembelajaran Khusus Terkait ABK


a. Strategi Pembelajaran Khusus
Teknik pembelajaran dengan Questioning dan Mengkorspondensi
satu-satu
b. Penjelasan strategi pembelajaran khusus yang digunakan
Dalam pengamatan observasi yang dilakukan pada anak kelas IV di
SLB DIAN KAHURIPAN. Pengamat memperhatikan strategi
pembelajaran khusus yang digunakan oleh guru yaitu Quetionin.
2
Quetioning merupakan pengajuan berbagai pertanyaan yang
mendorong munculnya berbagai penjelasan yang luas. tidak hanya Ya
dan Tidak.
Pada pernyataan ini benar adanya bahwa pada saat di kelas, Guru
menjelaskan konsep dasar pengurangan serta menanyakan bagaimana
konsep itu dapat melekat pada peserta didik. Seperti contoh, Guru
menanyakan bagaimana proses agar jumlah Paperclip ini berkurang

2
Kesulitan Belajar, Prof. Dr. Martini Jamaris, M.Sc.Ed hlm198
pada kasus anak pertama. Pada kasus anak selanjutnya yang
mempunyai taraf kecerdasan belum setara dengan anak lainnya, guru
membimbing dan menanyakan dengan sangat detil menggunakan
media pembelajaran berupa gambar sehingga bisa ditangkap secara
visual oleh peserta didik yang dapat memudahkan peserta didik untuk
lebih memahami..
Selanjutnya teknik yang ditekankan oleh guru yaitu
3
Mengkorspondensi satu-satu. Korespondensi satu-satu berarti
menghubungkan jumlah objek dengan lambang bilangan yang
sesuai.Kadang-kadang anak menghitung suatu objek dua kali. Oleh
sebab itu, melalui kegiatan mengkorespondenkan benda yang dihitung
dengan bendanya merupakan kegiatan untuk melatih kecermatan anak
dalam menghitung.
Sama halnya dengan kegiatan belajar mengajar di kelas guru terlihat
menekankan hal korespondensi menggunakan benda konkret seperti
gambar visual mauapun benda benda yang ada di sekitar untuk
memudahkan anak berhitung dan meminimalisir kesalahan
perhitungan dua kali pada peserta didik

3
Kesulitan Belajar, Prof. Dr. Martini Jamaris, M.Sc.Ed hlm184
6. Media

7. Respon Siswa dalam Pembelajaran

Dalam Rombongan Belajar, respon yang diberikan peserta didik tentunya


berbeda-beda. dalam jumlah siswa yang sedikit di dalam kelas sangat memudahkan
guru untuk memantau perilaku peserta didik. Sejauh pengamat memperhatikan
terdapat dua tipe peserta didik yaitu sebagian responsive dan sebagian pendiam dan
tidak mau melakukan tugasnya apabila tidak mendapat perhatian oleh guru tersebut.
Siswa yang memiliki respon responsive juga terkadang mengganggu konsentrasi
peserta didik lain yang mengakibatkan menurunnya kondusifitas di dalam kelas.

8. Masalah Yang Terlihat di Dalam Kelas


Saat melakukan kegiatan observasi di SDLB DIAN KAHURIPAN, Pengamat
memperhatikan kondisi yang ada di dalam kelas terlihat kurang kondusif karena guru
kurang cekatan dalam mengkondusifkan beberapa anak yang terlihat sangat
responsive dan overaktif sehingga dapat membuat gaduh seisi kelas. Terlihat pula
karena menggunakan sistem Rombongan belajar, Peserta didik kurang mengeksplor
pembelajaran dengan temannya secara individu. hal ini menyebabkan Peserta didik
kurang kesempatan mengeksplorasi pembelajaran dengan temannya yang dapat
memicu semangat belajar. Selanjutnya menurut hasil wawancara dengan guru kelas,
Buku pegangan guru yang menjadi bahan ajar yang disediakan oleh pemerintah tidak
sesuai dengan kebutuhan anak hal ini harus mengolah kreatifitas guru untuk
memodifikasi bahan ajar. Namun, kendala yang ada di dalam kelas selain itu juga
minimnya media pembelajaran yang disediakan oleh pihak sekolah.

9. Dokumentasi
DAFTAR PUSTAKA

Jamaris,martini.2015.Kesulitan Belajar Perspektif, Asesmen, Dan


Penanggulangannya,Bogor : Ghalia Indonesia

Afandi, Muhamad ,Evi Chamalah, Oktarina Puspita Wardani, 2013 Model Dan
Metode Pembelajaran Di Sekolah. Semarang:Unissula Press