Anda di halaman 1dari 10

Tuberkulosis Paru

Kasus
Identitas Pasien
 Nama : Tn. N
 Umur : 41 tahun
 Alamat : Ciparay
 Agama : Islam
 Suku : Sunda
 Pendidikan : Tidak sekolah
 Pekerjaan : Tukang Ojek
 Status Pernikahan : Menikah
 Tanggal Masuk RS : 2 Februari 2011
Keluhan Utama: Batuk
Anamnesis
Pasien mengeluh batuk sejak 2 bulan yang lalu. Batuk dirasakan terus
menerus dan lebih sering pada malam hari. Batuk awalnya kering, namun sekarang
berdahak berwarna hijau dan tidak berdarah. Jika sedang serangan batuk yang terus
menerus kadang menyebabkan nyeri dada dan sesak. Keluhan batuk ini tidak
disertai dengan nyeri menelan, nyeri tenggorokan dan perubahan suara serta
benjolan di daerah leher dan bahu.
Keluhan juga disertai demam sejak 2 bulan yang lalu. Demam terasa terus
menerus sepanjang hari tanpa ada perbedaan antara siang dan malam.
Keluhan juga disertai keringat malam, mudah lelah dan lemas badan serta
disertai penurunan berat badan.
Pasien memiliki kebiasaan merokok. Keluhan tidak disertai dengan kebiasaan
sesak saat beraktivitas berat ataupun ringan, nyeri pada tulang iga ataupun tulang
belakang, dan kaku kuduk.
Pasien juga mengeluh nyeri perut daerah ulu hati yang hilang timbul, nyeri
terasa bersamaan dengan keluhan batuk. Keluhan disertai mual, tanpa disertai
muntah dan tanpa disertai perubahan BAB dan BAK.
Keluhan ini merupakan keluhan yang pertama dirasakan dan belum pernah
diobati.
Pasien belum pernah mengalami TB sebelumnya dan belum pernah
melakukan pengobatan selama 6 bulan.
Tidak ada keluarga yang memiliki riwayat yang sama ataupun keganasan dan
pasien belum pernah kontak dengan penderita TB baik di keluarga ataupun tempat
kerja.

Pemeriksaan Fisik
 Tanggal pemeriksaan: 3 Februari 2011
 Kesan sakit: tampak sakit sedang
 Keadaan umum: compos mentis
 Tanda-tanda vital:
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respirasi : 24 x/menit
Suhu : 36,1 oC
Kepala
 Rambut: tidak kusam, hitam, lurus, tidak mudah rontok
 Kulit wajah: pigmentasi (-), jaringan parut (-), icteric (-), edema (-)
 Mata: simetris, palpebra edema (-), konjunctiva anemis (-), sclera icteris (-),
pupil bulat isokor, refleks cahaya +/+
 Hidung: simetris, deviasi septum (-), sekret (-), pernapasan cuping hidung (-)
 Telinga: deformitas (-), luka (-), benjolan (-), otorrhea (-)
 Mulut: bibir lembab, perdarahan gusi (-), lidah bersih
 Gigi: terdapat caries
Leher
 JVP tidak meningkat
 KGB tidak teraba
 Trakea tidak deviasi
 Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Toraks
 Inspeksi: Gerak dan bentuk simetris
Warna kulit normal
Jejas/kemerahan/jar.parut (-)
Iktus kordis tidak terlihat
Retraksi otot pernafasan -/-
 Palpasi: VF (+), ka=ki
Iktus kordis teraba pada ICS V Linea Mid Clavicularis Sinistra,
tidak kuat angkat
Cor/Jantung
 Perkusi: Batas jantung
kanan  ICS V parasternal dextra
kiri  ICS V linea midclavicularis sinistra
atas  ICS III parasternal sinistra
 Auskultasi: Suara jantung S1 dan S2 normal, reguler
Murmur (-)
Pulmo/Paru depan
 Inspeksi: Retraksi otot pernapasan -/-
 Palpasi: VF ka=ki
 Perkusi: Batas paru hepar ICS V dengan peranjakan 2 cm
Sonor (+), ka=ki
 Auskultasi: VBS +/+ ka=ki
VR +/+ ka=ki
Ronchi dan wheezing (-)
Pulmo/Paru belakang
 Inspeksi: Retraksi otot pernapasan -/-
 Palpasi: VF ka=ki
 Perkusi: Sonor (+), ka=ki
 Auskultasi: VBS +/+ ka=ki
VR +/+ ka=ki
Ronchi dan wheezing (-)
Abdomen
 Inspeksi: Datar, lembut
Jejas/jar.parut/luka bekas operasi (-)
Massa abdomen (-)
 Palpasi: NT (+) di epigastrik, NL (-)
Liver dan lien tidak teraba
Ginjal CVA -/-
 Perkusi: Tympani di semua kuadran abdomen
Pekak samping (-), pekak pindah (-)
Ruang traube kosong
 Auskultasi: BU (+) 12x/menit
Diagnosis Banding
1. Pulmonary TB
2. Bronchitis kronis
3. Pneumonia
4. Ca paru
Usulan pemeriksaan
 Hematologi rutin  Hb, leukosit, Hct, trombosit
 LED, GDS
 Sputum (SPS) BTA dan gram
 Fungsi liver  AST, ALT
 Fungsi ginjal  ureum, kreatinin
 Foto thorax AP
 Tes tuberculin
Hasil Pemeriksaan
Hematologi
 Darah rutin
 Hb : 12 g/dL
 Leukosit : 7500 sel/µL
 Eritrosit : 4,44 juta/µL
 Hematocrit : 35,9 %
 Trombosit : 202.000 sel/µL
Kimia klinik
 Fungsi liver
 AST : 115 U/L
 ALT : 78 U/L
 Fungsi Ginjal
 Ureum : 22 mg/dL
 Kreatinin : 0,87 mg/dL
 GDS : 95 mg/dL
Thorax foto PA
cor, sinus, diafragma normal
pulmo: hill kasar, corakan bertambah, kedua lapang paru berbercak granuler
kesan: susp. Kp dengan penyebaran milier

Diagnosis Kerja
TB paru dengan lesi lanjut penyebaran millier

Penatalaksanaan
 Non-farmakologis:
 Tirah baring
 Edukasi
 Menutup mulut dengan bagian dalam lengan atas ketika batuk
dan bersin
 Tidak meludah sembarangan
 Lebih baik memakai masker
 Kepatuhan yang tinggi terhadap pengobatan
 Meminum obat setiap hari dengan teratur sampai pengobatan
selesai
 Efek samping dari pengobatan
 Ventilasi ruangan di rumah harus cukup (luas jendela minimal
15% dari luas lantai)
 Pemisahan alat-alat makan
 Komplikasi penyakit
 Farmakologis:
1. Paracetamol 3x500 mg
2. OAT  2RHZE/4R3H3
 Rifampisin 1x300 mg  2x300 mg
 Isoniazid 1x450 mg  1x450 mg
 Pirazinamid 3x500 mg
 Etambutol 3x250 mg
3. Curcuma  3x500 mg
4. Metoclopramide  3x10 mg
5. Vitamin B

Prognosis
Quo ad vitam: dubia ad bonam
Quo ad functionam: ad bonam
CA CERVIX
Identitas Pasien
Keterangan Umum
Nama : Ny. Ooy
Usia :53 tahun
Alamat : Kampung Tegal Kelapa, Purwakarta
Pendidikan : SD
Pekerjaaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Nama suami : Tn.U
Usia : 66 tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Buruh dan supir truk
Tgl Masuk : 17 Juni 2011

Anamnesa
Keluhan Utama : Perdarahan dari jalan Lahir

Anamnesa Khusus
P4A1( Anak hidup 3 orang, usia anak terakhir 28 tahun) mengeluh
pendarahan dari jalan lahir sejak 2 bulan SMRS. Pendarahan banyak dan bergumpal
dari jalan lahir. Pasien tidak merasa adanya benjolan pada perut bawah. Pasien
mengaku badabnnya makin kurus, namun nafsu makannya normal seperti biasanya.
Keluhan dispareuni, kesulitan BAK dan BAB disangkal. Riwayat suami sering
berganti-ganti pasangan atau mengeluh sakit kencing/kencing bernanah tidak
diketahui.
Satu tahun SMRS pasien mengaku adanya pendarahan kontak setelah
berhubungan. Sepuluh tahun tahun SMRS pasien mengeluh keputihan yang terasa
gatal, berwarna kekuning-kuningan, dan tidak berbau, namun keluhan tersebut tidak
diobati oleh pasien.
Keterangan tambahan
Menikah : pasien, 14 tahun, SD, IRT
Suami pasien, 27 tahun, SMP, supir
Menarche : 15 tahun
Menopause : 50 tahun
Persalinan terakhir : 28 tahun yang lalu
Abortus terakhir : 29 tahun yang lalu tanpa komplikasi

Pemeriksaan Fisik (17 Juni 2011)


Keadaan umum : CM
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84x
Respirasi : 24 x
Suhu : 36,9
Berat badan : 47 kg
Tinggi badan : 157 cm
Thorax Jantung : BJ murni reguler
Paru : VBS ki=ka
Hepar/lien : tidak teraba membesar
Abdomen: datar, lembut, DM :(-), PS/PP:( -)/(-), NT : (-), massa :(-)
Edema : -/-
Varises : -/-

Genitalia eksterna : tidak ada kelainan


Genitalia interna : fluksus (+), fluor albus (+),
Portio: tampak plak kemerahan dengan diameter 3-4 cm
carsinomatous
Pemeriksaan Dalam :
Vulva : tak
Vagina : infiltrasi massa (-)
Corpus uteri : gerak dan konsistensi biasa, NT (-)
Kanan dan kiri uterus : lunak, infiltrsasi massa (-)
RVT : CFS : 100%

Laboratorium( 17 Juni 2011)


Hb : 11, 9 gr%
Leukosit : 6900/mm3
Ht : 37%
Trombosit : 229.000/mm3
EKG/ Foto Thorax: dalam batas normal

Hasil Pemeriksaan PA : non keratinizing epidermoid CA cervix

Diagnosi klinis : Ca cervix stadium IB2


Penatalaksanaan :
- rencana radikal hysterectomy
- sedia darah dan cross match untuk persiapan operasi
- observasi keadaan umum :TNRS

Laporan operasi (22 Juni 2011)


- Keadaan umum pre op :
Tensi : 120/80 mmHg Respirasi : 20x/menit
Nadi : 88x/menit Suhu : afebris

-Laboratorium pre op :
Hb : 12,0 gr/dL
Leukosit : 6800 m3
Trombosit : 230.000 mm3
Hematokrit : 40%
Diagnosis pra bedah : Ca cervix stadium IB2

- Anestesi : Epidural dengan lidokain 2%


- Jenis operasi : Wertheim
- Lama operasi : 2 ½ jam
- Jaringan yang diambil : uterus dan KGB pelvis bilateral
uterus dibelah di luar, tampak massa diameter 4-5 cm.
Rapuh, dengan bagian fornix bebas massa tumor.

Diagnosis pasca bedah : Ca cervix stadium IB2

- Pengelolaan pasca bedah : - kontrol keadaan umum(TNRS)


- puasa : tidak puasa
- infus : RL/Nacl =2:1
- Antibiotik : Cefotaxim inj 2x1 gr
- cek Hb post op
- Laboratorium post op: (22 Juni 2006)
Hemoglobin : 10,7 gr/dL
Leukosit : 10.500 mm3
Trombosit : 181.000 mmb
Hematokrit : 31%

PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad malam