Anda di halaman 1dari 4

DATA NOVEL BTdLA

Penggambaran Dunia
No
Objektif Subjektif Keterangan Jarak
1 Samudra Atlantik yang berselimut malam 1. Jarak pandang
pekat semakin membingkai debar jauh.
jantungku menyambut pengalaman 2. Bukan perjalanan
pertama menginjakkan kaki di bumi sesungguhnya.
Amerika. Aku membayangkan bagaimana 3. Rangga (60).
Colombus dan para perwiranya
menjelajah hamparan samudra seluas dan
sejauh ini berbulan-bulan dan secara
kebetulan menemukan Amerika.
2 Benua segala benua: Amerika. Sensasi 1 Rangga (68)
kedigdayaan yang rapuh menyengat
seketika saat kami menginjakkan kaki di
sentra kehidupan modren ini. Mungkin
aku telah dibodohi asumsiku sendiri
bahwa sebuah negeri seperti Amerika
Serikat haruslah sempurna dalam segala
hal, dengan predikat negeri tak
tertaklukan yang disandangnya. Toh aku
tak sepenuhnya benar.
3 Tunawisma, gelandangan, dan manusia 1. Jarak dekat
tanpa hidup dan tujuan berkeliaran di Rangga (68).
sepanjang undakan dan peron metro. 2. Lingkungan
...Melewati sebuah gereja kecil, kami
menyaksikan deretan homeless people
mengantre untuk mendapatkan giliran
makan gratis dan undian tidur Cuma-
Cuma.
4 Tiga hari lagi, prosesi peringatan 11 1. Objektif jarak
Septermber akan diselenggarakan. Pada jauh (62)
tanggal itu, ratusan bahkan ribuan pengetahuan
orang akan mendatangi bekas lokasi sebelum
menara kembar Word Trade Center melakukan
yang dulu paling dibanggakan perjalanan.
Amerika. Hingga dua pesawat
pembajak menghujamkan diri, melumat
gedung megastructure itu menjadi
remah-remah.
5 Embun itu seolah sedang menyeringai 1. Hanum
pelan atas keadaan kami yang terkesima (65) jarak
menyaksikan gedung demi gedung jauh
pencakar langit New York nun jauh dengan
berada. Aku melirik sebuah foto New wonder.
York tahun 2000 di antara berkas liputan.
Dua menara kembar itu masih berdiri di
satu titik di bawah sana. Namun, tentu
mataku tentu tak mendapatinya lagi
sekarang. Hanya Empire State Building
yang menggantikan tahta ketinggian itu.
6 Berkali-kali sirene mobil polisi berlalu- 1. Rangga (69)
lalang, menegaskan di suatu tempat 2. Masyarakat dan
telah terjai aksi kriminal. Kami tiba di kebiasaan.
perempatan Times Square yang sudah 3. Jarak dekat
ramai oleh pekerja kantoran yang
melintasi waktu dan ruang dengan
langkah cepat. Langkah cepat. Langkah
yang berpadu dengan gedget seluler,
mini komputer tablet, dan cangkir
Starbucks Coffe di tangan. Mereka
bicara sendiri-sendiri melalui fasilitas
koneksi bluetooth di telepon genggam,
tak memperdulikan orang-orang lain
menyenggol, menyerempet, atau
sempat menabrak. Tidak ada sapa, tidak
ada maaf, hanya anggukan singkat lalu
berteriak-teriak lagilah mereka dengan
orang di ujung sana.
7 Bangunan besar berpintu hijau itu 1. Hanum (74) dari
bernama Malcom X Memorial, The jauh
Shabazz Center. Diambil dari nama
pejuang kulit hitam Amerika yang
menuntut kesetaraan antara kaum hitam
dan kaum putih. Orang-orang kulit hitam
asal Afrika mulai berdatangan ke negeri
harapan sejak abad ke-16.
8 Kami berdua menginjakkan kaki di 1. Hanum (75) dari
sebuah titik di kawasan Harlem itu. Di dekat
jalan yang ramai dengan orang berlalu-
lalang. Mobil-mobil usang masih
terlihat di kota paling modern sedunia
ini.
9 Gembok itu Hanum guncang-guncang. 1. Rangga (75) dari
Pintunya yang penuh gerendel logam dekat
tertutup rapat. Bau parfum, sayur-
mayur, rempah-rempah khas Afrika,
dan keringat berkelindan di udara.
10 Menapaki blok-blok di Harlem, yang 1. Rangga (75-76)
begitu kental dengan semangat Malcom X dari dekat
sang pejuang muslim dan penyetara harkat
hitam dan putih, kami berharap akan
banyak masjid yang kami temui.
11 Pintu gerbangnya kecil dan diselimuti 1. Rangga (76) dari
banyak pedagang kaki lima. Masjid Aqsa dekat.
terlihat makin merana akibat diapit
bangunan beton tinggi yang jauh lebih
meyakinkan. Bahkan bangunan mesjid
sudah lebih dulu diratakan dengan tanah.
Hanya masalah waktu saja tampaknya
bagi mesjid Aqsa untuk mengalami nasib
yang sama.
12 Lima menit aku dan Rangga berdiri di 1. Hanum
depan pintu museum itu. Aku mengentak- (82) jarak
entakkan kaki dan mengusap-usap tangan dekat
untuk mengimbangi angin dingin pada
pagi hari yang sunyi. Kesunyian yang
sejenak mengirimkan tanda. Hawa dingin
ini adalah hawa dingin yang sama yang
menghampiri kompleks World Trade
Center sewindu lalu.
13 Kotanya dipisahkan jalan yang 1. Hanum
memanjang, lalu diiris dengan jalanan (90) jarak
lain yang melintang. Seperti dekat
persimpangan, jalanan besar utama
hingga jalanan tikus, selalu tertata baik
dengan nama Street, Road, Avenue,
atau Bouleverd beserta nomor urutnya.
Dengan dasar itu, orang tak boleh
seenaknya memberi nomor pada
rumahnya.
14 Masjid ini tak seindah masjid yang Hanum (119) dari
kubayangkan di Indonesia. Bahkan dekat
dengan segala hormatku, aku keberatan
jika masjid ini kusebut masjid. Seperti
bukan masjid. Kurasa jika aku berhasil
masuk, Masjid Aqsa juga seperti ini;
ruangan dalam rumah yang tida terlalu
lapang dengan bentangan permadani hijau
yang sederhana. Tapi inilah potret masjid
di negeri Barat, sebagaimana aku melihat
masjid-masjid di Wina.
15 Kereta bawah tanah di New York ini Hanum (125) dari
tidak seperti bayanganku. Kupikir dekat
subway di Ibu kota dunia ini akan lebih
nyaman dibandingkan di Wina.
Ternyata sama sekali tidak. Gerbong
keretanya sudah menua, sempit, dan
populasi New York yang padat
membuat desak-desakan manusianya
menyesakkan.
16 Patung itu berdiri angkuh. Dengan warna Hanum (131) dari
krem seperti coklat susu, dia bertengger dekat
tepat di tengah manumen yang melingkar.
Wajahnya dingin sedingin badannya yang
terbuat dari marmer. Tangannya sebelah
berkacak pinggang dan tangan lainnya
membawa maklumat. Topi khas bertanduk
kanan kiri, kolom yang menyanggahnya
dengan belitan kapal berbalut jangkar
berlapis tiga, seolah menobatkan dirinya
sebagai perwira laut handal.

No Pernyataan Diri Keterangan


1 Hanum tidak piawai soal orientasi jalanan. Tersesat di Paris dan menemukannya 1. Rangga pada
tidur di dekat sungai Seine sudah cukup membuatku jantungan sekali seumur hidup. Hanum
Memarkir mobil di basemant sebuah mall di Jakarta dan lupa dimana letaknya
adalah malapetaka yang melelahkan untuk dikenang.
2 Laksana keberuntungan yang terus berpihak pada kami, aku pun mulai menikmati 1. Hanum (20)
pekerjaanku sebagai reporter koran berita di kota ini Heute ist Wunderbar.
3 Kemudian dia meminta kami menulis tiga jurnal sendiri yang harus dipresentasikan 1. Rangga (30)
dalam suatu seminar internasional. Jurnal pertama sudah kupresentasikan di Paris
tahun lalu; aku masih harus mencari dua tempat lain untuk mempresentasikan jurnal
kedua dan ketigaku.
4 Aku hanyalah aku, mulai didera rasa bosan karena perjalanan delapan jam London- 1. Rangga
New York ini. Sungguh aku ingin menikmati waktu yang mepet di Amerika hanya (63)
untuk bersantai dengan istriku. Untuk mendekapnya selama perjalanan di atas awan
ini. Bukan dicueki karena segepok kertas hasil riset.
5 Sementara aku berkecimpung dalam dunia media yang mengharuskanku memberi 1. Hanum
kabar baik terus Heute ist Wunderbar. Yah, hari ini luar biasa. (64)

Aku adalah manusia yang sensitif dengan turbulensi. Pesawat terasa menembus
awan hitam yang bergelombang. Sayap pesawat di luar sana memercikkan kilatan-
kilatan sebagai respons terhadap gesekan antaratom awan. Lampu tanda kenakan
sabuk pengaman menguik-uik. Aku menutup cepat-cepat jendela pesawat. Tiba-tiba
paranoidku kambuh begitu saja. Membayangkan pesawat ini adalah pesawat
American Airlines dan United Airlines yang nahas menghantam menara kembar.

No Perepresentasian Yang Lain Keterangan

No Alur dan Pengungkapan Agenda Keterangan

PEMNGGAMBARAN DUNIA.

Perjalnanan ke Amerikan
1. 3 hari di New York
- New York dari atas pesawat hlm (65). 8 september 2009 malam
- Pelayanan Bandara JFK NewYork hlm (65-66)
- New York dari dekat (hlm 68) 9 september 20079 pagi
- Perempatan Times Squere hlm (68,69,70)
- Kawasan Harlem hlm (74) 10 september 2009
- Vesey Street, New York (82) 11 september 2009
- Kompleks Grand Memorial (90)
- Ground Zero (92,93,94, 105)
- Masjid New York Manhattan (118,119)
- New York Crusing Bus (121)
- Kereta Bawah tanah New York (125)
- Colombus Circle (131)

2. 3 hari di Washington DC.