Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

“DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT”

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :


Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam 2

Dosen pengampuh: Dr. Muh. Idris, S.Ag., M.Ag.

Disusun oleh:
N. Ainun Nazifah A. (16.2.3.115)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MANADO
1440 H / 2019 M
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Puji syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan atas terselesaikannya

penulisan makalah yang berjudul “Desain Pembelajaran Berbasis ICT” untuk

memenuhi tugas mata kuliah “Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam 2” kecuali

hanya atas izin Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan

kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan penerang dan ilmu

pengetahuan kepada umatnya. Namun dengan keterbatasan penulis, maka

penulisan makalah ini amat jauh dari kesempurnaan, yang diharapkan saran dan

kritik yang membangun. Harapan penulis semoga makalah ini diridhai Allah dan

dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membacanya.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Manado, 5 Maret 2019


Penyusun

N.Ainun Nazifah Abas

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1

B. Rumusan Masalah...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

A. Desain Pembelajaran Berbasis ICT ......................................................... 3

a. Tujuan Penggunaan Pendidikan Berbasis ICT ................................... 4

b. Aplikasi Pembelajaran Berbasis ICT ................................................. 10

c. Model Penggunaan ICT dalam Pembelajaran .................................. 13

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ICT ......... 14

C. Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran yang Menggunakan


ICT/TIK ........................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 20

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Sistem pembelajaran konvensional di sekolah saat ini diyakini kurang
efektif, konsep-konsep kemampuan otak, kecerdasan, dan kreativitas telah
berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan dalam bidang teknologi dan
komunikasi. Perkembangan tersebut memberikan pengaruh terhadap penguatan
yang ingin mengoreksi kelemahan dan kekurangan yang ada pada sistem
pebelajaran konvesional. Dalam sistem konvesional, proses transfer of knowledge
dilakukan dengan menggunakan papan tulis sebagai sarana utama, ruangan
dikelola dengan format yang statis dan guru menjadi satu-satunya informan yang
expect dalam bidangnya (teacher centered). Di era Globalisasi saat ini Teknologi
Informasi dan komunikasi menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menentukan
kualitas dan efektifitas prose pembelajaran.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya kemajuan
Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) telah menciptakan tradisi dan budaya
baru dalam peradaban umat manusia. TIK yang ditunjang teknologi elektronika
mempunyai pengaruh yang sangat luas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk
bidang pendidikan. Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan
mempunyai tujuan untuk mewujudkan sistem pendidikan menjadi lebih
berkualitas.

Berdasarkan tujuan tersebut, perlu dirancang dan dikembangkan suatu


sistem kurikulum yang tepat. Kurikulum yang tepat itu antara lain disesuaikan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dewasa ini
sedang berkembang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Penerapan TIK / ICT memiliki keunggulan tersedianya informasi secara
luas, cepat, dan tepat, adanya kemudahan dalam proses pembelajaran dan
dukungan teknologi untuk memudahkan proses belajar mengajar. Penerapan TIK /
ICT juga memiliki keunggulan khas yaitu tidak terbatasi oleh tempat dan waktu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan diatas, maka penulis merumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Desain Pembelajaran Berbasis ICT?
2. Apa saja kelebihan dan kelemahan dari Pembelajaran Berbasis ICT?
3. Apakah Dampak Pembelajaran Berbasis ICT terhadap Pendidikan?
4. Apa Peran Pembelajaran Berbasis ICT dalam Pendidikan?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Desain Pembelajaran Berbasis ICT


Desain pembelajaran merupakan fungsi yang sangat esensial karena
pengelolan dan evaluasi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain
pembelajaran yang telah dibuat oleh pendidik. Perancangan setiap kegiatan
pembelajaran harus dilakukan secara sistematik.
Upaya pengembangan desain pembelajaran ini amat penting untuk dilakukan
oleh seseorang pendidik. Esensi dari desain pembelajaran adalah merancang
seperangkat tindakan yang bertujuan untuk mengubah situasi yang diinginkan.
Demikian pula pengembangan bahan pembelajaran dan evaluasi, baik proses
maupun hasilnya. Berdasarkan UU 14 Tahun 2005 menyatakan bahwa guru
adalah pendidik yang professional, profesi adalah pekerjaan profesi sebagai
pendidik harus memiliki keterampilan desain pembelajaaran, selain dia harus
memfasilitasi dirinya dengan seperangkat pengalaman, keterampilan dan
1
pengetahuan tentang keguruan sesuai keilmuan yang ditekuninya.
ICT (Information and Communication Technology) atau yang lebih dikenal
dengan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) adalah berbagai aspek yang
melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengolahan yang digunakan dalam
pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, hubungan
computer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan social, ekonomi dan
kebudayaan.2
Pengertian lainnya diungkapkan oleh beberapa orang ahli antara lain dalam
kamus Oxford dituliskan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah studi
atau penggunaan peralatan elektronika terutama computer, untuk menyimpan,

1
Sanjaya,Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Bandung: Kencana,
2008), h.43
2
British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information
Technology; H.M. (Stationery Office. 1980), h33

3
menganalisis dan mendistribusikan informasi apa saja,termasuk kata-kata,
bilangan dan gambar.3
Dengan begitu, TIK/ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan
teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan
dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan
informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari
perangkat yang satu ke lainnya. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi
mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Dalam menghadirkan fungsi teknologi asas praktis, efektif dan efisien menjadi
acuan utama. Artinya kalau kehadirannya justru menyulitkan dan menambah
beban materi dan waktu maka kehadiran TIK justru tidak ada gunanya. Namun
rasanya hal ini tidak akan terjadi di era informasi ini. Di mana perangkat
komunikasi nirkabel sudah merambah sampai ke pelosok pedesaan. Kehadiran
teknologi ini harus digunakan sebaik-baiknya dengan pengelolaan yang tepat.
a. Tujuan Penggunaan Pendidikan Berbasis ICT
Tujuan penggunaan pendidikan berbasis ICT yaitu :
Pertama, Mengembangkan ICT network untuk umum dan universitas seperti riset
dan pendidikan network di Indonesia. Kedua, Mempersiapkan suatu rancangan
pengembangan sumber daya manusia dalam mengaplikasikan ICT. Ketiga,
Mengembangkan dan meningkatkan kurikulum berbasis ICT. Keempat,
Menggunakan ICT sebagai suatu bagian dari kurikulum pembelajaran di sekolah,
universitas, dan pusat-pusat pelatihan. Kelima, Mengadakan program yang
berhubungan dengan pendidikan dengan mengikut sertakan sekolah-sekolah
dalam pembelajaran seluas-luasnya. Keenam, Menfasilitasi penggunaan internet
dengan efisien dalam proses pembelajaran.4

3
Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi,
(Bandung: Alfabeta, 2009), h.13
4
Ruman, Model-model Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), h. 286.

4
ICT dalam Pembelajaran

ICT atau TIK mencakup semua teknologi yang dapat digunakan untuk
menyimpan, mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses
komunikasi. Yang termasuk teknologi ini adalah:

1. Teknologi komputer, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat


lunak (software) pendukungnya. Di dalamnya termasuk prosesor (pengolah
data), media penyimpan data/informasi (hard disk, CD, DVD, flash disk,
memori, kartu memori, dll.), alat perekam (CD Writer, DVD Writer), alat
input (keyboard, mouse, scanner, kamera, dll.), dan alat output (layar monitor,
printer, proyektor LCD, speaker, dll.).

2. Teknologi multimedia, seperti kamera digital, kamera video, player suara,


player video, dll.

3. Teknologi telekomunikasi, telepon, telepon seluler, faksimail.


4. Teknologi jaringan komputer, baik perangkat keras (LAN, Internet, WiFI,
dll.), maupun perangkat lunak pendukungnya (aplikasi jaringan) seperti Web,
e-mail, HTML, Java, PHP, aplikasi basis data, dll.

Di kalangan umum, istilah ICT lebih merujuk pada teknologi komputer. Hal
ini tidaklah mengherankan karena komputer pada saat ini selain berfungsi sebagai
alat pengolah data juga dapat berfungsi untuk komunikasi melalui jaringan
komputer (Internet) serta alat multimedia (hiburan). Hampir semua komponen
ICT sekarang ini dapat dipakai secara bersama-sama dengan komputer. Jadi,
untuk saat ini istilah ICT dan komputer hampir dapat disama artikan jika ditinjau
dari fungsinya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh dunia pendidikan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran melalui
pemanfaatan ICT. Selain fungsinya sebagai alat bantu pemecahan masalah
manusia, ICT juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran
yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses
terhadap pendidikan dan pembelajaran, mengurangi biaya pendidikan, menjawab

5
keharusan berpartisipasi dalam ICT, dan mengembangkan keterampilan ICT (ICT
skills) yang diperlukan siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya nanti.5

Strategi pemanfaatan ICT di dalam pembelajaran mencakup: (1) ICT sebagai


alat bantu atau media pembelajaran, (2) ICT sebagai sarana/tempat belajar, (3)
ICT sebagai sumber belajar, dan (4) ICT sebagai sarana peningkatan
profesionalisme.

1. ICT sebagai Alat Bantu (Media) Pembelajaran


Pendidikan berbasis ICT telah lama dimulai sejak tahun 1960an dengan
pendidikan berbasis komputer. Seiring dengan perkembangan teori belajar,
semula pemanfaatan komputer dalam pembelajaran menggunakan pendekatan
teori behaviorisme. Komputer lebih banyak digunakan untuk melakukan drill and
practice. Perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh teori belajar
konstruktivisme, komputer dimanfaatkan untuk membantu siswa menemukan dan
merumuskan pengetahuannya melalui interaksi dan eksplorasi sumber-sumber
belajar berbasis ICT. Selain itu, pemanfaatan ICT dalam pembelajaran juga
mendukung teori socioconstructivism, yakni siswa memperoleh pengalaman
belajar secara bersama-sama dengan siswa lain atau melalui interaksi dengan para
pakar dengan media komunikasi berbasis ICT. Perkembangan terkini adalah
pemanfaatan ICT secara terpadu di dalam pembelajaran yang memadukan
berbagai keterampilan dan fungsi ICT di dalam proses belajar mengajar.

Penggunaan ICT sebagai media pembelajaran dapat berbentuk file slide


Power Point, gambar, animasi, video, audio, program CAI (computer aided
instruction), program simulasi, dan lain-lain. Penggunaan media berbasis ICT
memberikan beberapa keuntungan, antara lain: memvisualisasikan konsep-konsep
abstrak, mempermudah memahami materi-materi yang sulit, mensimulasikan
proses yang sulit dilakukan secara manual, menampilkan materi pembelajaran

5
Krisnadi Elang. Rancangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT. disajikan dalam
Workshop Pengembangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT. (FMIPA UNY: 2009)

6
dalam berbagai format (multimedia) sehingga menjadi lebih menarik, dan terbaru
(up to date) dari berbagai sumber, memungkinkan terjadinya interaksi antara
pebelajar dan materi pembelajaran, mengakomodir perbedaan kecepatan dan gaya
belajar siswa, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga. Mendukung
perubahan peran guru ke arah yang positif sebagai fasilitator dan mediator, dari
posisi semula sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, Ø meningkatkan
keterampilan individu penggunanya.

Penggunaan media harus didasarkan pada pertimbangan bahwa media


tersebut dapat memfasilitasi terjadinya proses belajar atau meningkatkan
pemahaman materi pembelajran. Tabel berikut ini menyajikan berbagai
karakteristik media pembelajran.

2. ICT sebagai Sarana/Tempat Belajar


Di era teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini, kegiatan belajar
tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas atau perpustakaan. Kemajuan dunia
ICT (khususnya Internet) telah memberikan kemungkinan membuat kelas maya
(virtual class) dalam bentuk e-learning, di mana seorang dosen/guru dapat
mengelola proses pembelajaran dan (maha)siswa dapat melakukan aktivitas
belajar sebagaimana yang dilakukan di dalam kelas. Dengan e-leraning, akativitas
belajar seperti membaca materi pembelajaran, mengerjakan soal-soal dan tugas,
berdiskusi dengan sesama teman maupun dosen/guru, melakukan ekperimen
semua dalam bentuk simulasi,dan lain-lain. Beberapa perguruan tinggi di
Indonesia sudah mulai menggunakan e-learning sebagai komponen pendukung
kegiatan belajar mengajar di kelas nyata (blended learning). Melalui fasilitas e-
learning, dosen dapat menyajikan materi-materi pembelajaran, menyediakan
sumber-sumber belajar eksternal untuk memperkaya khasanah bacaan mahasiswa,
memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa secara online, bahkan menjawab
pertanyaanpertanyaan mahasiswa secara online, memeriksa jawaban tugas-tugas
mahasiswa yang dikirim secara online, maupun memberikan umpan balik,
memeriksa data aktivitas belajar mahasiswa secara online, bahkan memperoleh

7
skor jawaban mahasiswa secara otomatis untuk soal-soal seperti pilihan ganda,
kuis benar salah.

Sekarang sudah tersedia banyak pilihan software aplikasi e-learning yang


dapat dibeli secara komersial (seperti Blackboard) atau diambil secara gratis dari
Internet (misalnya Moodle, Manhattan Virtual Class, Claroline, Atutor, dll.).
Selain e-learning yang dikembangkan menggunakan software aplikasi khusus
teresbut, beberapa situs Web juga menyediakan fasilitas e-learning yang dapat
diakses oleh umum. Salah satu contoh situs di Indonesia yang menyediakan
fasilitas e-learning adalah situs Edukasi Net (http://e-dukasi.net) yang
menyediakan materi pelajaran sekolah mulai dari SD sampai SLTA (SMU dan
SMK) secara interaktif, meski dengan fasilitas yang terbatas.

3. ICT sebagai Sumber Belajar


Perkembangan ICT yang pesat tidak hanya dalam bentuk teknologi saja,
namun juga dalam bentuk isi (content). Pada satu sisi para ahli telah
mengembangkan teknologi yang memudahkan para pakar untuk menyajikan dan
menyampaikan pengetahuan, di sisi lain para pakar dalam berbagai bidang sudah
banyak yang menyumbangkan dan menyebarkan pengetahuannya melalui
berbagai media seperti CD, DVD, Internet (Web), baik secara individu maupun
secara kolektif. Beberapa contoh sumber belajar berbasis ICT adalah ensiklopedi
Britanica (dalam bentuk DVD maupun Web), MicrosoftEncarta (dalam bentuk
DVD dan Web), dan ensiklopedi gratis Wikipedia (www.wikipedia.org) yang
berkembang sangat pesat. Wikipedia sekarang juga tersedia dalam bentuk image
ISO yang dapat diunduh dari Internet dan disimpan ke dalam DVD yang dapat
dibuka langsung dari DVD tersebut atau dipasang pada komputer. Selain
ensilklopedi yang berisi berbagai pengetahuan dalam berbagai bidang, di Internet
juga banyak situs Web, baik yang dikembangkan secara individu maupun oleh
organisasi, yang menyajikan sumber-sumber pengetahuan dalam bidang tertentu.
Sebagai contoh, situs Interactive Mathematics Miscellany and Puzzles from
Interactive Mathematics Miscellany and Puzzles (www.cut-the-knot.org) yang

8
dikembangkan oleh Alexander Bogomolny sejak 1996 menyajikan bahan bacaan
dan permainan/teka-teki matematika yang sangat lengkap. Di Indonesia juga
terdapat sekelompok penulis yang membagi-bagi tulisannya dalam bidang
komputer melalui situs Ilmu Komputer (www.ilmukomputer.com). Situa
tersebut memuat bergai tulisan tentang dunia komputer, baik berupa artikel,
tutorial, maupun tips-tips yang terkait dengn dunia komputer atau ICT. Dengan
tersedianya sumber-sumber informasi yang sangat melimpah di Internet, untuk
mempermudah pencarian informasi tertentu yang diiinginkan, seseorang dapat
menggunakan fasilitas mesin pencari (search engine). Salah satu mesin pencari
yang sangat populer sekarang adalah Google (www.google.com). Selain
mendapatkan pengetahuan melalui sumber-sumber belajar yang siap pakai di
Internet, seseorang juga dapat bertanya kepada orang lain, termasuk para pakar
dalam bidang tertentu, melalui e-mail atau forum-forum diskusi.

4. ICT sebagai Sarana Peningkatan Profesionalisme


Perkembangan ICT yang ada dewasa ini juga memberikan kemudahan bagi
para dosen dan guru untuk meningkatkan profesionalisme. Selain dengan
meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan ICT dan memanfaatkanya
untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran, para dosen dan guru
juga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuannya, baik pengetahuan bidang
ilmunya yang up todate, pengetahuan tentang teori-teori belajar dan metode
pembelajaran terbaru, hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmunya maupun
penelitian pendidikan oleh peneliti lain. Selain itu, dengan memanfaatkan ICT
para dosen dan guru dapat berkomunikasi dengan sejawat maupun pakar untuk
berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan pembelajaran yang dihadapinya.
Bahkan, melalui komunikasi semacam ini tidak tertutup kemungkinan terjalin
kerja sama lebih lanjut dalam bentuk penelitian bersama, misalnya, atau
mengundang pakar yang bersagkutan untuk menjadi pembicara dalam seminar
atau workshop. Bagi para dosen dan guru yang selalu ingin meningkatkan diri,
ICT telah memberikan peluang dan kemudahan.

9
b. Aplikasi Pembelajaran Berbasis ICT
Pada saat ini, pembelajaran ICT di lingkungan sekolah/universitas
merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya
kebutuhan informasi dan komunikasi dalam berbagai keperluan seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). ICT yang secara
sederhana disimbolkan oleh perangkat computer dan jaringan internet serta
perangkat komunikasi telah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan
produktivitas kerja para pelajar mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Satu bentuk produk TIK yang sedang menjadi “trend” adalah internet yang
berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadiran
internet telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat
manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu
instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi
transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal
batas-batas kewilayahan atau kebangsaan.Melalui internet setiap orang dapat
berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk
memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber
teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan
menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-
learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media TIK
khususnya internet. Dengan e-learning memungkinkan terjadinya proses belajar
mengajar jarak jauh. E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik tidak perlu duduk
dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru
secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu
pembelajaran dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah
program pembelajaran.

10
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta
didik dengan pengajar maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling
tukar informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang. Dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih
memantapkan penguasaanya terhadap materi pembelajaran.
Selain e-learning, potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah dapat juga
memanfaatkan e-laboratory dan e-library. Adanya laboratorium virtual (virtual
lab) memungkinkan guru dan siswa dapat belajar menggunakan alat-alat
laboratorium atau praktikum tidak di laboratorium secara fisik, tetapi dengan
menggunakan media computer. Perpustakaan elektronik (e-library )sekarang ini
sudah menjangkau berbagai sumber buku yang tak terbatas untuk bisa diakses
tanpa harus membeli buku/sumber belajar tersebut.6
Beberapa aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam
pengembangan pembelajaran yang dapat dikembangkan antara lain:
1) Pembelajaran Berbasis Komputer
Pembelajaran berbasis computer yaitu penggunaan computer sebagai alat bantu
dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Penggunaan computer secara langsung
denga peserta didik untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan
mengevaluasi kemajuan belajar peserta didik. Materi pembelajaran dibuat dalam
bentuk powerpoint atau CD pembelajaran interaktif.
Pembelajaran berbasis computer merupakan program pembelajaran yang
digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software computer
(CD pembelajaran) berupa program computer yang berisi tentang judul, tujuan,
materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.
2) E – Learning
Blended E-Learning adalah pembelajaran terintegrasi/terpadu dengan
menggunakan jaringan internet (network), intranet (LAN), atau ekstranet (WAN)
sebagai pengantar materi, interaksi atau fasilitas. Blended E-Learning disebut juga
online learning. Pada pembelajaran model ini pembelajaran dapat disajikan dalam

6
Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi,
(Bandung: Alfabeta, 2009), h.17

11
format, a)E-mail (pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam pembelajaran
dengan menggunakan fasilitas e-mail), b)Mailing List/grup diskusi, bisa
menggunakan fasilitas e-mail atau fasilitas jejaring social seperti facebook atau
twitter, c)Mengunggah bahan ajar dari internet, peserta didik dapat mencari bahan
ajar melalui internet untuk menambah pengetahuan tentang pokok bahasan yang
sedang dipelajari, d)Pembelajaran interaktif melalui web/blog, e)Interactive
Conferencing, berupa pembelajaran langsung jarak jauh.7
3) Pembelajaran berbasis web
Sekolah harus menyediakan/membuat website sekolah yang diantaranya berisi
materi-materi pelajaran. Setiap pengajar harus memiliki blog sendiri yang berisi
mata pelajaran yang diajarkan, bisa berkomunikasi tentang materi pelajaran
dengan peserta didik di dunia maya, dengan demikian akan tercipta virtual class
room (kelas dunia maya) yang dapat memotivasi dan menambah wawasan
pengetahuan peserta didik.
4) Penilaian berbasis TIK
Penilaian hasil belajar peserta didik memerlukan pengolahan dan analisis
yang akurat, obyektif, transparan dan integral agar bisa dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu perlu dikembangkan penilaian berbasis computer yang bisa
diakses oleh peserta didik, pengajar dan orang tua.
5) Perpustakaan online
Sumber belajar pokok bagi peserta didik adalah buku-buku pelajaran dan buku-
buku referensi yang lengkap. Buku-buku tersebut biasanya ada di perpustakaan
sekolah. Semakin banyaknya buku dan banyaknya peserta didik yang
memanfaatkan perpustakaan, membutuhkan manajemen perpustakaan yang baik.
Salah satu strategi pelayanan perpustakaan berbasis computer adalah perpustakaan
online. Perpustakaan online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang
ada di internet yang memungkinkan seorang pencari informasi dapat mengakses
ke segala sumber ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya
batasan waktu dan jarak.

7
Kukuh Setyo Prakoso. Membangun E-Learning dengan Moodle. (Yogyakarta.: Penerbit
Andi), h.22

12
Adapun Jenis TIK yang Umum Digunakan dalam Pendidikan antara lain:
Pertama, E-Learning. Kedua, Blended Learning adalah suatu model pembelajaran
yang mencoba menggabungkan beberapa model pembelajaran yang telah ada.
Seiring dengan perkembangan dalam teknologi informasi dan komunikasi,
terutama dalam teknologi jaringan berupa internet, umumnya model-model
pembelajaran yang digabungkan itu berupa model pembelajaran face to face(tatap
muka), offline learning, dan online learning. Ketiga, Pembelajaran Jarak Jauh
(distance learning) adalah pembelajaran dengan menggunakan suatu media yang
memungkinkan terjadi interaksi antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran jarak
jauh antara guru dan siswa tidak bertatap muka secara langsung, pembelajaran
dimungkinkan antara guru dan siswa berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh
jarak yang sangat jauh, sehingga memudahkan proses pembelajaran.8 Keempat,
Belajar berbantuan komputer. Komputer sebagai alat bantu pendidikan (Computer
Assisted Intruction) sudah cukup dikenal, terutama di negara maju. Beberapa
istilah lainnya yang banyak digunakan adalah CAL (Computer Aided Learning),
CBE (Computer Based Instruction/Education), dan CMI (Computer Managed
Instruction). Dalam CBE komputer juga digunakan pada aplikasi-aplikasi bukan
pengajaran untuk menunjang sistem pendidikan, seperti mengolah data, mencatat
kehadiran, dan sebagainya.
c. Model Penggunaan ICT dalam Pembelajaran
Pendidikan mempunyai dimensi yang luas, pendidikan merujuk pada
dimensi program dan strategi dalam pembelajaran dalam rangka mengembangkan
kemampuan belajar siswa . Terdapat beragam pandangan mengenai model
pemanfaatan ICT (internet) dalam pendidikan, antara lain sebagai berikut:
Abdulhak (2005) mengklasifisikan pemanfaatan ICT ke dalam tiga
jenis yaitu: Pertama, ICT sebagai alat bantu pendiddikan, artinya media hanya
sebagai pelengkap untuk memperjelas uraian-uraian materi yang disampaikan.
Kedua, ICT sebagai sumber, artinya ICT digunakakn sebagai sumber informasi
dalam pembelajaran. Ketiga, ICT sebagai sistem pembelajaran, ICT dirancang
sedemikian rupa sebagai suatu sistem pembelajaran yang terintregrasi.

8
Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan,(Jakarta:
Graha Ilmu, 2012), h.2

13
B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ICT
Kelebihan Pembelajaran Berbasis ICT:
1. Melaui ICT, gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses
mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid
2. Melalui ICT, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-
instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid
3. Melalui ICT, para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat
proses belajarmengajar lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat
kehadiran dan juga konsentrasi dari para peserta didik

Kekurangan dari pembelajaran berbasi ICT:

1. Permasalahan dalam pengaturan dan pengoprasian dari alat tersebut


2. Terlalu mahal untuk dimiliki
3. Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim dalam
penggunaan alat ICT
4. Sering terjadi penyalahgunaan teknologi

Keuntungan dan Kerugian dalam Penggunaan Teknologi Informasi dan


Komunikasi (TIK)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di
masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang
dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai
macam cara dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan
bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan
meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti
elektronik bermunculan. Seperti e-education,e-government, e-learning dan lain
sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging

14
didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan.9
Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi
Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian buku, guru dan sistem
pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi informasi
menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang.
Namun, TIK juga memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan
dapak positif, namun juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah
satunya yang menonjol adalah di bidang pendidikan. Kenyataan ini yang
mendorong keinginan penulis untuk mengungkap lebih jauh tentang Dampak
Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Aktivitas Kemajuan yang telah
dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan
memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus
dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut
membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata
dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan
dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian) dari penggunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan
pemerintahan.

C. Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran yang Menggunakan


ICT/TIK
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan di dunia
pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan
baik bagi pengajar maupun pelajar.
1. keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan
ICT/TIK tersebut antara lain adalah :
a) Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajar lebih
suka praktek dibandingkan teori

9
Miarso, Yusufhadi. Teknologi Pendidikan. (Jakarta: Prenada Media, 2004), h.11

15
b) Pengajar jadi lebih mudah mengajar dan mudah menyampaikan materi
dengan membuat presentasi-presentasi
c) Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau
tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap
dapat memberi tugas atau materi melalui e-mail
d) Dalam membuat laporan, baik bagi pelajar maupun pengajar jadi lebih
mudah karena jika memakai computer akan mudah dikoreksi jika ada
kesalahan
e) Dalam belajar, baik pengajar maupun pelajar akan lebih mudah mencari
sumber karena adanya internet.
f) Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat lebih menarik,
misalnya dengan memunculkan gambar atau suara sehingga pelajar lebih
antusias untuk belajar
.
2. Dampak negatif, tidak terkecuali pembelajaran yang menggunakan
ICT/TIK, diantaranya :
a) Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh
sekolah yang mampu, bagi sekolah – sekolah yang kurang mampu akan
ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika mereka masuk ke sekolah
lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT/TIK
b) Setiap pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam
pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus
memakai 1 komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi
baik hanya sebagian, akan ada siswa yang hanya menonton, sehingga
mereka tidak menguasai penggunaan computer
c) Dalam pembelajaran, siswa – siswa yang tidak antuasias dalam
penerimaan materi sering kali lebih suka main game selama
pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan tidak menerima
materi yang diajarkan.
d) Dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi,
sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar,

16
misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam proses
belajar.

Peran media berbasis TIK

Peran penting media berbasis TIK dalam proses pembelajaran didasari oleh
karakteristik media yang lebih kompleks dibanding jenis media lain.
Beberapa karakteristik media berbasis TIK, antara lain sebagai berikut:10

1. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media ataupun teknologi jaringan


atau computer network).
2. Memanfaatkan teknologi multimedia, sehingga suasana pembelajaran menjadi
menarik, tidak membosankan dan pada akhirnya memotivasi peserta didik
untuk belajar mandiri.
3. Memanfaatkan teknologi elektronik, di mana instruktur dan peserta didik,
peserta didik dan sesama peserta didik atau instruktur dan sesama pendidik
dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang
protokoler.
4. Menggunakan media bersifat mandiri (self learning materials) disimp
an di komputer sehingga dapat diakses oleh instruktur dan peserta didik kapan
saja dan di mana saja jika yang bersangkutan memerlukannya.
5. Memanfaatkan pertukaran data (information sharing) yang secara interaktif
dapat dilihat setiap saat di komputer.
Berikut tahapan mendesain penggunaan peralatan TIK dalam pembelajaran.11

1. Menyusun rencana sesi yang berorientasi pada pemanfaatan peralatan TIK


sebagai media dan sumber belajar.
2. Mengembangkan Lembar Kerja pembelajaran berbasis komputer atau
peralatan TIK lainnya.

10
Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), h.201
11
Nana Sujana dan Ahmad Riva’i. Teknologi Pengajaran, (Bandung: Sinar Barn.1989),
h.34

17
3. Memilih alamat situs atau membuat e-book atau e-worksheet yang akan
ditelusuri peserta dalam rangka mengerjakan Lembar Kerja.
4. Mendesain dan selalu memperbaharui situs-situs atau studi kasus yang perlu
dipelajari peserta pelatihan.
5. Pastikan seluruh gaya belajar minimal yang dimiliki peserta pelatihan dapat
dipenuhi melalui penggunaan peralatan TIK.

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT


Banyak sekali media dilingkungan sekitar kita yang dapat dimanfaatkan
dalam proses pembelajaran, untuk itu perlu kita pilih. Pemilihan ini penting dalam
rangka, agar ketika media pembelajaran itu kita pilih sebagai alat bantu
penyampai pesan benar-benar menjadi alat bantu yang efektif dalam mencapai
tujuan pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang konstruktif antara lain: (1)
Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, (2) Kesesuaian media dengan
lingkungan belajar (3) kesesuaian media dengan karakteristik pembelajaran (4)
Kemudahan dan keterlaksanaan pemanfaatan media (5) Kefisiensi media dalam
kaitannya dengan waktu, tenaga dan biaya (6) Keamanan bagi pembelajaran, (7)
Kemampuan media dalam mengaktifkan siswa.12 Pemanfaatan ICT dalam
pembelajaran biasanya menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat
lunak (software) beserta aplikasinya, seperti: perangkat komputer yang
tersambung dengan jaringan internet, LCD/proyektor, CD pembelajaran, televisi,
bahkan menggunakan web atau situs-situs tertentu dalam internet.

Dalam pembelajaran berbasis ICT, selain dukungan perangkat keras dan


perangkat lunak, dukungan koneksi berbasis web (internet) juga sangat
diperlukan. Hal ini memungkinkan para siswa dan guru melaksanakan aktifitas
pembelajaran tidak harus selalu bertatap muka secara langsung, akan tetapi bisa
dengan cara online yang tekoneksi dengan jaringan internet.

12
Gene L. Wilkinson. Media dalam Pembelajaran. Terj. Zulkarimen Nasution, (Jakarta:
Rajawali, 1984), h.27

18
Dengan adanya jaringan internet ini seseorang dapat mengakses data apa saja
dengan melakukan browsing ke berbagai penyedia data (server) di berbagai
belahan dunia. Beberapa fasilitas yang tersedia melalui jaringan internet yang
bermanfaat untuk pengembangan pembelajaran adalah : (1) pencarian informasi
dengan menggunakan mesin pencari (search engine) termasuk didalamnya
layanan pengelolaan uploud dan download dokumen. Search engine tersebut
diantaranya google, yahoo, altavista, ask, dsb. (2) layanan kelompok diskusi
dengan menggunakan mailing-list. (3) layanan komunikasi melalui surat
elektronik (email). Dalam perkembangannya, email dipergunakan sebagai
pendukung layanan jejaring sosial seperti facebook, twitter, dsb. (4) layanan
media komunikasi (interaksi) berbasis situs web, seperti blog. (4) ketersediaan
aplikasi/progam yang bersifat freeware (boleh diunduh) untuk media
pembelajaran, seperti aplikasi perhitungan zakat, aplikasi pembelajaran baca tulis
Al-Qur’an, aplikasi perhitungan warisan, dsb.

Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis ICT


Diantara mafaat penggunaan media pembelajaran berbasis ICT yaitu:
1) Materi abstrak (diluar pengalaman sehari-hari)
2) Kekuatan Hypertext (dibandingkan Buku)
3) Penggambaran ulang object belajar dan pola pikir siswa
4) Meningkatkan retensi/daya ingat siswa dengan belajar secara multimedia
5) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan tenaga
6) Memungkinkan siswa belajar mandiri, sesuai bakat, kemampuan visual,
auditori dan kinestetiknya
7) Memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &
menimbulkan persepsi yang sama
8) Pembelajaran dapat lebih menarik
9) Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
10) Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam

Pendidikan,Jakarta: Graha Ilmu, 2012.

Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008.

British Advisory Council for applied Research and Development: Report on

Information Technology; H.M. Stationery Office. 1980.

Elang Krisnadi. Rancangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT. disajikan dalam

Workshop Pengembangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT. FMIPA

UNY: 2009.

Gene L. Wilkinson. Media dalam Pembelajaran. Terj. Zulkarimen Nasution,

Jakarta: Rajawali, 1984.

Kukuh Setyo Prakoso. Membangun E-Learning dengan Moodle. Yogyakarta:

Penerbit Andi.

Miarso, Yusufhadi. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media, 2004.

Munir, Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi,

Bandung: Alfabeta, 2009.

Nana Sujana dan Ahmad Riva’i. Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru,

1989.

Ruman, Model-model Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Bandung:

Kencana, 2008.

20