Anda di halaman 1dari 3

1.

Reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh
instrumen pengukuran. Pengujiannya dapat dilakukan secara internal, yaitu pengujian
dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada. Satu lagi secara eksternal, yaitu
dengan melakukan test-resest.
a. Konsistensi Butir
Buatlah dua instrumen yang butir-butir pertanyaan atau pernyataan ekivalen.
Misalnya: “Berapa tahun usia Anda?” adalah sama saja dengan “Anda lahir tahun
berapa?”. Lakukan pengujian data instrumen ini pada responden dan pada waktu yang
sama, tetapi sekali saja. Selanjutnya korelasikan data dari kedua instrumen tersebut.
Bila korelasinya positif dan signifikan maka instrumen dinyatakan reliabel. Masih ada
teknik lain yang tidak penulis sajikan.
b. Tes-retest
Cara ini adalah sengan mencobakan instrumen beberapa kali pada responden.
Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan percobaan
berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen dinyatakan
reliabel.

2. Validitas
Validitas adalah penelitian dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian
tentang isi atau arti sebenarnya yang diukur. Paling tidak yang dapat kita lakukan dalam
menentukan validitas suatu instrumen pengukuran adalah menghasilkan derajat yang
tinggi dari kedekatan data yang diperoleh dengan apa yang kita yakini dalam pengukuran.
Untuk menguji validitas instrumen, ada tiga komponen yang harus dilakukan
a. Pengujian validitas konstruksi
Instrumen yang telah dikonstruksi mengenai aspek-aspek yang kan diukur dengan
berdasarkan teori selanjutnya didiskusikan dengan ahlinya minimal 3 orang.
Selanjutnya lakukan uji coba instrumen pada sampel sekitar 30 responden dari populasi
yang akan dipakai. Setelah data ditabulasikan, maka uji validitas konstruksi dilakukan
dengan cara mengkorelasikan antar skor item instrumen.
b. Pengujian validitas isi
Untuk instrument dalam bentuk test, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan
membandingkan antara isi instrumen dengan materi yang telah diajarkan. Untuk
instrumen dalam bentuk nontest, dapat dilakukan dengan membandingkan isi
instrumen dengan rancangan/program yang telah disiapkan. Pada tiap instrumen
terdapat butir-butir pernyataan maupun pertanyaan.
c. Pengujian Validitas eksternal
Validitas eksternal dilakukan dengan cara membandingkan antara kriteria yang ada
pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang terjadi di lapangan.
Sensitivitas
Sensitivitas dalam penelitian dijelaskan sebagai kemampuan suatu instrumen untuk
melakukan diskriminasi yang diperlukan untuk masalah penelitian. Bila reliabilitas dan
validitas suatu test tinggi, tampaknya test tersebut juga sensitive, mempertajam
perbedaan dalam derajat variasi-variasi karakkkteristik yang diukur.
Obyektivitas
Obyektivitas dalam penelitian dapat dijelaskan sebagai derajat di mana pengukuran yang
dilakukan bebas dari pendapat dan penelitian subyektif, bebas dari bias dan perasaan
orang-orang yang menggunakan test.
Fisibilitas
Fisibilitas berkenaan dengan aspek-aspek keterampilan, penggunaan sumberdaya dan
waktu. Ada beberapa test tertentu yang hanya menuntut keterampilan minimum dalam
menyusun dan menganalisis hasil test, tetapi ada juga yang menuntut keterampilan yang
lebih tinggi. Juga mengenai biaya dan waktu, dapat menjadi kendala dalam penelitian
sehingga perlu pertimbangan-pertimbangan agar penelitian disesuaikan dengan
kemampuan.

3. alat pengujian alat ukur pengumpulan data penelitian, validitas itu ada dua macam, yaitu
validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur apabila item yang disusun
menggunakan lebih dari sebuah faktor (antara faktor yang satu dengan faktor yang lain ada
kesamaannya).
Cara Uji Validitas
Proses mengukur validitas faktor tersebut adalah dengan cara menghubungkan atau
mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan dari semua item dalam satu faktor)
dengan skor total faktor (total keseluruhan dari faktor).
Sedangkan pengukuran validitas item adalah dengan cara mengkorelasikan antara skor
item dengan skor total dari semua item yang ada.
Dengan uraian diatas, para pembaca pasti sudah memahami, bahwa sebenarnya uji
validitas item adalah uji yang menilai apakah seperangkat soal yang terdiri dari beberapa
item dapat mendukung seperangkat item soal sebagai satu kesatuan yang tunggal.
4.

Subjek 𝑋1 𝑋2 𝑋1 . 𝑋2 𝑋12 𝑋22

1 97 92 8.924 9.409 8.464

2 94 97 9.118 8.836 9.409

3 92 92 8.464 8.464 8.464

4 81 94 7.614 6.561 8.836

5 70 96 6.720 4.900 9.216

6 60 97 8.820 3.600 9.409

7 70 94 6.580 4.900 8.836

8 40 71 2.840 1.600 5.041

9 72 61 4.392 5.184 3.721

10 61 51 3.111 3.721 2.601

11 91 70 6.370 8.281 4.900

12 81 72 5.832 6.561 5.184

13 71 71 5.041 2.840 2.840

14 74 72 5.328 5.476 5.184

15 55 45 2.475 3.025 2.025

total 1.109 1.175 91.629 83.385 94.130


2𝑟 2𝑟 2+0,362 0,724
𝑟1=1+𝑟=1+𝑟=1+0,362 = = 0,531
1,362

5. Pengujian reliabilitas dengan interval consistency, dilakukan dengan cara mencobakan


instrumen sekali saja, kemudian yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Hasil
analisis dapat digunakan untuk memprediksi realibilitas instrumen. Pengujian realibilitas
instrumen dapat dilakukan KR 20, KR 21, Analisis Anova Hoyt, tetapi untuk Alfa Cronbach
digunakan ketika pengujian realibiltas dengan Alfa Cronboach dilakukan untuk jenis data
interval/essay.