Anda di halaman 1dari 22

Model struktur perkerasan

• Model struktur perkerasan yang digunakan dalam


manual ini adalah struktur multi lapisan yang
bersifat:
• elastik linier (AC)
• isotropik (untuk material berpengikat, bounded
material) dan,
• cross-anisotropic untuk material tanpa pengikat
(unbounded material);
• lapis CTB dianggap telah mengalami retak (kondisi post
cracking).

Dr Kemas A Zamhari
Elastisitas
• Elastisitas adalah kecenderungan material padat
untuk kembali ke bentuk semula setelah mengalami
tegangan.
• Jika material bersifat elastis maka jika tegangan
dilepas benda akan kembali ke bentuk dan ukuran
semula.

Dr Kemas A Zamhari
Dr Kemas A Zamhari
Linear Elastic Material

• Pada daerah elastik, regangan akan kembali ke “nol” setelah beban dilepas.
• Material linear elastik: tegangan proporsional dengan regangan.
• Kurva “loading” dan “unloading” sama (garis lurus).
• E = kekakuan.
•  = regangan.

Dr Kemas A Zamhari
Poisson’s ratio Sampel sebelum
dibebani
∆𝐿
2

Sampel
L mengalami tekan

∆𝐷
∆𝐷
2
2

𝜀𝐷
𝑃𝑜𝑖𝑠𝑠𝑜𝑛 𝑠 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 𝜇 =
∆𝐿 𝜀𝐿
2 ∆𝐷
𝜀𝐷 = 𝐷 reganganarah radial
∆𝐿
D 𝜀𝐿 = regangan arahaksial
𝐿

Rasio regangan radial terhadap regangan aksial.

Dr Kemas A Zamhari
Isotropik & Anisotropik
• Material isotropik:
• Material yang mempunyai sifat yang identik dalam
semua arah.
• Parameter bahan: E (kekakuan) dan  (Poisson’s ratio)
• Material anisotropik:
• Material mempunyai sifat yang yang berbeda pada arah
berbeda.
• Jumlah parameter bahan seperti E dan  lebih dari satu.
• Material cross-anisotropic:
• Tingkat anisotropi yang paling “sederhana”.
• 5 parameter: EH, Ev, vv, vh, f

Dr Kemas A Zamhari
Struktur perkerasan

E: Modulus Kekakuan
μ: Rasio Poisson
f: Modulus geser
D: Tebal lapisan
ER lapis aspal
D1 Lapis aspal µ lapis aspal
EV; EH
D2 Lapis fondasi granular μv; μH;
μvH;
f

Tanah dasar Etanah dasar


µtanah dasar

Dr Kemas A Zamhari
Response struktur perkerasan
Beban

D1 Regangan tarik pada serat


bawah lapis aspal
𝜺𝒕
D2

Regangan tekan pada 𝜺𝒄


permukaan tanah dasar

Dr Kemas A Zamhari
Response vs Kinerja
Regangan kritis:
1. Regangan tekan pada permukaan tanah
dasar ➔ deformasi permanen.
2. Regangan tarik pada serat bawah lapisan
berpengikat (bounded layer) ➔ fatigue

Dr Kemas A Zamhari
Transfer Function
• Fungsi yang menunjukkan
hubungan antara response
(mekanik) perkerasan terhadap
beban dengan kinerja perkerasan
ybs.

Dr Kemas A Zamhari
Transfer Function
Retak lelah lapis beraspal:
Volume bitumen
Faktor dalam campuran
reliabilitas

Jumlah repetisi izin Regangan tarik aspal (microstrain)


beban Kekakuan
campuran

Dr Kemas A Zamhari
Transfer Function
Retak lelah lapis berpengikat semen:
Faktor reliabilitas

Regangan tarik aspal


Jumlah repetisi izin beban
(microstrain)
Modulus bahan bepengikat semen

Dr Kemas A Zamhari
Transfer Function
Retak lelah lapis sub grade :

Regangan tekan pada tanah


dasar (microstrain)
Jumlah repetisi izin
beban

Dr Kemas A Zamhari
Karakteristik material

Dr Kemas A Zamhari
Parameter kelelahan lapisan beraspal “k”

Volume aspal dalam campuran (%) BUKAN kadar aspal (%)

Dr Kemas A Zamhari
Volume aspal
• Contoh pehitungan volume aspal:
• Diketahui berat jenis aspal 1,1
• Berat volume campuran aspal 2300 kg/m3
• Kadar aspal campuran 6%
• Berat aspal dalam 1 m3 campuran:
• 6% x 2300 kg = 138 kg
• Dengan asumsi berat jenis air 1,0, maka volume
aspal dalam 1 m3 campuran:
• 138/1100 = 0,1254 m3
• ➔ dalam persen volume: 0,1254 x 100% = 12,54 %

Dr Kemas A Zamhari
Pengaruh temperature terhadap
modulus campuran aspal

Dr Kemas A Zamhari
Modulus material granular

Dr Kemas A Zamhari
Contoh analisis

Dr Kemas A Zamhari
Karakteritik bahan pada contoh ini

Dr Kemas A Zamhari
Hasil analisis dengan CIRCLY

Beban izin

Dr Kemas A Zamhari
Perangkat lunak analisis M - E
• CIRCLY
• CHEVRON
• DARWin-ME
• KENPAVE
• BISAR
• MICHPAVE

Dr Kemas A Zamhari