Anda di halaman 1dari 36

BAB III

TINJAUAN SITUASI

A. Pengantar Awal
Pengkajian manajemen meliputi fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian,
fungsi ketenagaan, fungsi pengawasan dan fungsi pengendalian. Metode yang
digunakan untuk memperoleh data adalah studi literatur dengan membaca
laporan ruangan dan laporan hasil praktek manajemen sebelumnya yang
berkaitan dengan manajemen, kemudian dikonfirmasi dengan masalah-masalah
yang dikemukakan oleh responden, konfirmasi dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan penyebaran angket. Responden yang terlibat dalam pengisian
kuesioner sebanyak 16 orang perawat dan administrasi serta wawancara
langsung pada kepala ruangan.

B. Profil RSUD Karawang


Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang merupakan rumah sakit milik
Pemerintah Daerah Tipe II B non pendidikan di Kabupaten Karawang.
Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Karawang mempunyai Falsapah, visi, misi
yaitu :
1. Falsafah
Falsafah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang yaitu komitmen
yang tinggi dan kepedulian merupakan inti terwujudnya pelayanan prima.
Adapun tujuannya antaralain kemampuan dan keterampilan SDM,
terciptanya akuntabilitas, pelayanan rumah sakit, tersedianya bangunan serta
peralatan medisk dan non medik yang memadai, terwujudnya pelayanan
prima yang mengesankan terwujudnya budaya efisiensi, meningkatkan
kerjasama yang harmonis dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten
Karawang. Kemudian dengan normanya saling percaya, keterbukaan, sopan
santun, kebersamaan, menghormati, kerendahan hati, dedikasi, pro aktif,
disiplin serta dengan motto kepercayaan anda kebahagiaan kami.
a. Visi

45
46

Visi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang adalah Menjadi


Rumah Sakit pilihan utama yang kompetitif dan menyenangkan di
Indonesia

b. Misi
Misi Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Karawang adalah :
1) Mengembangkan kompetensi SDM yang meliputi skill,
2) Pengetahuan dan keterampilan pada seluruh lini pelayanan,
3) Mengembangkan bangunan dan peralatan yang atraktif dan siap pakai,
4) Mengembangkan sistem-sistem manajemen dan sistem pelayanan di
Rumah Sakit,
5) Memberikan pelayanan yang responsif dan santun, berperan aktif dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan misi
Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, mengembangkan Rumah
Sakit sebagai pusat pendidikan, pelatihan dan penelitian di tingkat
regional.

C. Kajian Situasi Ruang Pangkalan


Ruang Pangkalan merupakan salah satu ruangan rawat inap di rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Karawang dengan ruangan tipe Kelas II. Ruang
Pangkalan adalah ruang perawatan yang menangani klien dengan kasus :
penyakit bedah, orthopedy, urologi penyakit dalam dan campuran. Di ruang
Pangkalan mempunyai kapasitas tempat tidur sebanyak 32 TT. Di ruang ini
memiliki 11 ruangan yang terdiri dari wing kiri berjumlah 6 ruangan (197-202)
masing-masing ruangan ada 3 TT dan wing kanan berjumlah 5 ruangan (204 –
208) memiliki masing-masing 3 tempat tidur, 1 ruang observasi (kamar 197 )
untuk pasien dengan kondisi yang menurun berjumlah 1 tempat tidur, 1 gudang
dan 1 pantry, 1 nurse station dan 1 ruang kepala ruangan serta ruang tempat
penyimpanan alat atau tindakan. yaitu setiap satu kamar berjumlah 3 tempat tidur
dengan jumlah kamar 10 kamar perawatan. Saat melakukan Asuhan
Keperawatan, perawat di Ruang Pangkalan menggunakan model manajemen
tim, dimana manajemen perawatan tim terdiri dari Kepala Ruangan, ketua Tim,
47

dan Perawat Asociation. Dalam manajemen, ketua tim keperawatan memberikan


wewenang dalam lingkup masing-masing tugasnya, manajemen asuhan dengan
model tim dilakukan dengan kerjasama antar tim yang telah ditentukan dalam
memberikan perawatan. Ruang pangkalan belum mempunyai Visi dan Misi.

Diagram 3.1
Distribusi Karakteristik perawat berdasarkan usia

Usia

21% 21%

58%

20 - 30 tahun 31 - 40 tahun > 40 tahun

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa usia 20 – 30 tahun


terdapat 4 perawat (21%), usia 31 – 40 tahun terdapat 11 perawat (58%), dan
usian >40 tahun terdapat 4 perawat (21%) diruang Pangkalan RSUD Karawang

Diagram 3.2
Karakteristik perawat berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin

32%

68%

Laki - laki Perempuan


48

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa jenis kelamin laki – laki
terdapat 6 perawat (32%) dan perempuan terdapat 13 perawat (68%) diruang
Pangkalan RSUD Karawang

Diagram 3.3
Karakteristik perawat berdasarkan status pernikahan

Status Pernikahan
5%

95%

Menikah Belum menikah

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa status pernikahan


Menikah terdapat 18 perawat (95%), belum menikah 1 perawat (5%), Janda tidak
ada (0%) dan duda tidak ada (0%) diruang Pangkalan RSUD Karawang

Diagram 3.4
Karakteristik perawat berdasarkan pemdidikan

Pendidikan
11% 0%
5%

84%

SPK D III S1 Profesi


49

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa pendidikan SPK tidak


ada (0%), D III terdapat 16 perawat (84%), S1 terdapat 1 perawat (5%), dan
Profesi terdapat 2 perawat (11%) diruang Pangkalan RSUD Karawang

Diagram 3.5
Karakteristik perawat berdasarkan masa kerja

Masa Kerja
16%
21%

21%

42%

1 - 5 tahun 6 - 10 tahun 11 - 15 tahun 21 - 25 tahun

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa masa kerja 1 – 5 tahun


terdapat 3 perawat (16%), 6 – 10 tahun terdapat 4 perawat (21%), 11 – 15 tahun
terdapat 8 perawat (42%), 16 – 20 tahun tidak ada (0%), 21 – 25 tahun terdapat 4
perawat (21%), dan 26 – 30 tahun tidak ada diruang Pangkalan RSUD Karawang

Diagram 3.6
Karakteristik perawat berdasarkan status kepegawaian

Status Kepegawaian
0%

37%

63%

PNS Kontrak Lain - lain


50

Analisa: Berdasarkan diagram diatas menjelaskan bahwa status kepegawaian PNS


terdapat 7 perawat (37%), kontrak terdapat 12 perawat (63%), dan lain – lain tidak
ada (0%) diruang Pangkalan RSUD Karawang

Tabel 3.7
Karakteristik perawat berdasarkan kegiatan pelatihan
No. Pelatihan R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15
1 Mengikuti - - - - - - - - - - - - - -
2 Tidak
Mengikuti

Indikator Mutu Pelayanan Ruang Pangkalan


( Bulan Maret, April, Mei 2015 )
No. Indikator Mutu Maret April Mei
1 BOR 86 % 84 % 60,6 %
2 LOS 3,8 hari 4 hari 3,5 hari
3 TOI 0,6 hari 1 hari 2,3 hari
4 BTO 7 kali 6,4 kali 5,5 kali
5 Infeksi Nosokomial - - -
6. Resiko Jatuh - - -

Jumlah Pasien Berdasarkan Jumlah Kasus


No. Status Kepegawaian Maret April Mei
1 Dalam 102 83 93
2 Bedah umum 44 42 35
3 Bedah anak - - -
4 Bedah orthopedi 13 19 15
5 Bedah urologi 7 5 4
6 Bedah saraf 6 8 12
7 Neurologi 34 38 37
8 Anak - - -
9 Paru - - 6
51

10 Kardiologi 27 39 25
11 Mata 18 13 9
12 THT 3 4 7
13 Gimul - - -
14 Kulit 1 2 1
15 Psikiatri - - -
Jumlah 255 253 244

STRUKTUR ORGANISASI RUANG PANGKALAN

KA. INSTALASI
H. ABDULLAH LUTFI, AMK

KEPALA RUANGAN

APO SUTISNA S.Kep . Ners

ADMINISTRASI

YUSTIKA

TIM I TIM II

PENANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWAB

EDAH AEDAH, AMK SOLEH TARYANA, S.Kep

ANGGOTA : ANGGOTA :

1. WIDI ASTUTI, S.Kep, Ners 1. IRMAWATI NASUTION,


2. BAMBANG HERMAWAN , S.Kep
AMK 2. MIRA SIVIA, AMK
3. ASTRI ISMUHARTINI, AMK 3. RUSTINAH, AMK
4. FRIDANIA, AMK 4. MANDA WIDJAYA, AMK
5. ASEP SAFAAT, AMK 5. SARYATI, AMD.Kep
6. DINA, AMK 6. YOPI, AMD.Kep
7. WIWIN YULIANTI, 7. JURIAH, AMK
AMD.Kep 8. UMI, AMD.Kep
8. RONI, AMK
52

D. Analisis Hasil Fungsi Kepemimpinan


1. Pengkajian Fungsi kepemimpinan
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan pangkalan tanggal 20 Juni
2019, diketahui bahwa masih banyak permasalahan yang ditemui dalam
penerapan manajemen keperawatan, baik dalam fungsi perencanaan,
pengorganisasian, pengawasan dan pengendalian, dimana fungsi manajemen
tersebut belum dilaksanakan secara optimal. Pengkajian dilakukan pada
tanggal 19 s/d 22 Juni 2019 yang bertujuan untuk mendapatkan informasi
yang berhubungan dengan aspek manajemen keperawatan melalui
pendekatan terhadap aspek manajemen pelayanan dan manajemen asuhan
keperawatan.
Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukan bahwa tidak terevaluasinya hasil
dan analisa kekuatan staff ( 60% ), belum adanya rencana pertemuan secara
regular ( 50% )
Analisa : Belum optimalnya pelaksanaan pertemuan secara regular diruang
pangakalan

2. Analisis Hasil Pengkajian Manajemen di Ruangan Pangkalan


a. Fungsi Perencanaan

1) Visi, Misi

Wawancara: Menurut Karu belum ada visi dan misi diruangan


Pangkalan Sementara.

Observasi: Terlihat visi dan misi Rumah sakit yang ditempel di dinding
dan dapat terbaca dengan mudah oleh semua orang yang melewatinya.

Kuesioner: Hasil kuesioner menunjukkan belum ada dan belum


tersosialisasi dengan visi dan misi ruangan dikarenakan adanya rotasi
kepala ruangan (52 %).

Analisa : Belum adanya visi dan misi ruang pangkalan


53

2) Pedoman Standar Asuhan Keperawatan (SAK) dan Standar


Operasional Prosedur (SOP)

Wawancara: Menurut Karu sudah ada pedoman SAK dan SOP di


ruang Pangkalan. Untuk rencana mingguan, bulanan dan tahunan sudah
tersedia. Menurut Kabid Keperawatan visi misi bidang keperawatan
sudah ada, perencanaan strategis dari bidang keperawatan sudah
tersedia

Observasi: Terdapat pedoman SAK dan SOP. Dalam memberikan


asuhan keperawatan sudah mengacu pada SOP dan SAK yang sudah
ditentukan, untuk media komunikasi melalui status dan CPPT.
Perencanaan strategis dari bidang keperawatan sudah tersedia terbukti
dengan pendokumentasian yang sudah lengkap

Kuesioner: Hasil Kuesioner menunjukan bahwa Perawat selalu


berpedoman pada SAK dan SOP dalam pemberian Asuhan
Keperawatan (100%).

Analisa : Tidak ada masalah

3) Bekerja sesuai peraturan RS dan Standar Kinerja RS

Wawancara: Menurut Karu diruangan para staff perawat mengacu


pada pedoman standar kinerja yang dimiliki Rumah Sakit.

Observasi: Hasil pengamatan di ruang Pangkalan terdapat pedoman


standar kinerja staff

Kuesioner: Hasil kuesioner menunjukkan bahwa Perawat selalu


bekerja sesuai peraturan Rumah sakit dan mengikuti standar kinerja di
Rumah sakit (100%).

Analisa : Tidak ada masalah

4) Keterlibatan Perawat dalam Menyusun Program di Ruangan

Wawancara: Menurut Karu, dalam penyusunan program rencana


ruangan karu berdiskusi dengan katim dan perawat lainnya
54

menyesuaikan dengan kebutuhan. Menurut Kabid keperawatan dalam


penyusunan program melibatkan karu setiap ruangan dalam rapat
koordinasi

Observasi: Rencana harian sudah dilaksnakan, hanya belum terdapat


rencana bulanan dan tahunan di ruangan. Rencana kegiatan harian
sudah tersedia diruangan dan tampak sudah dilaksanakan sesuai dengan
rencana tersebut namun belum optimal dikarenakan saat hand over
belum sesuai dengan SBAR dan tidak adanya stempel di buku serah
terima antara katim dan penanggung jawab. Rencana mingguan,
bulanan dan tahunan belum terdapat diruangan dikarenakan untuk
pendokumentasian rencana – rencana tersebut masih ada di kepala
ruangan sebelumnya.

Kuesioner : Hasil kuesioner keterlibatan Perawat dalam penyusunan


program diruangan (90%) dan pembuatan rencana harian (100%) tetapi
belum baku. Jadwal dinas sudah ada dan Pembuatan jadwal dinas
dilakukan oleh kepala ruangan dan didiskusikan oleh setiap anggota (
100% )

Analisa : Belum optimalnya fungsi perencanaan di ruang rawat inap


pangkalan belum terbentuknya struktur organisasi, hand over katim dan
pj belum optimal dengan komunikasi SBAR yaitu belum ada stempel
serah terima pasien.

b. Fungsi Pengorganisasian
1. Struktur Organisasi
Wawancara: Didapatkan informasi bahwa struktur organisasi yang ada
sudah dibentuk menjadi 2 tim sebagai penerjamahan dari konsep Metode
Tim. Dari teknis pelayanan dibagi kembali 4 PJ kasus yang terdiri dari :
PJ penyakit dalam, PJ bedah orthopedi dan campuran, PJ bedah umum
dan PJ Kardiologi. kepala ruangan melakukan koordinasi dengan ketua
tim terkait rencana dan apabila ada permasalahan. Perawat cukup aktif
dalam mengikuti pelatihan yang sudah dijadwalkan oleh karu. PJ SKP
ruangan belum terbentuk dikarenakan PJ sebelumnya pindah ruangan.
55

Observasi: Terlihatnya struktur organisasi ruangan yang di pasang di


dinding yang berdampingan dengan visi dan misi rumah sakit, hanya
belum dengan personil baru perawat ruang pangkalan dikarenakan baru
proses rotasi. Pengembangan SDM dalam diklat sudah terencana namun
belum ada pendokumentasian dalam program rencana kegiatan bulanan
dan tahunan
Kuesioner: Perawat diruangan mengetahui struktur organisasi dan
batasan wewenang sesuai dengan tupoksi serta uraian tugasnya (80%).
Analisa : Belum optimalnya peran perawat diruang rawat inap
pangkalan

2. Pengorganisasian Perawatan Klien


Wawancara: Didapatkan data menurut Karu bahwa metode penugasan
yang dilakukan menggunakan metode tim, dengan membaginya ke
dalam ruangan 2 tim. PJ hanya berdinas pada shift pagi saja, ketua tim
ada di setiap shift dan bila ada PJ maka ketua tim menjadi perawat
pelaksana. Batasan wewenang dan tanggungjawab sudah jelas karena
sudah ada tupoksi serta uraian tugasnya. , ketua tim dan perawat
pelaksana sudah tersedia diruangan tetapi dalam pelaksanaanya belum
sesuai dengan urian tugasnya dikarenakan adanya keterbatasan sumber
daya.
Observasi : Hasil pengamatan ada 2 tim diruangan yang dibuat sesuai
tugas sehari-hari. Pada struktur organisasi di ruangan sudah
menunjukkan penerapan metode tim hanya pada pelaksanaannya di
ruang Pangkalan menggunakan metode moduler.
Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukan perawat menyatakan belum
efektifnya struktur organisasi yang ada terkait jalur komunikasi ( 45% ).
Perawat bekerja berdasarkan metode moduler (60%)
Analisa : Belum optimalnya pelaksanaan metode tim

3. Pendokumentasian Keperawatan
56

Wawancara : Informasi menurut Karu didapatkan bahwa dalam


pendokumentasian asuhan keperawatan sudah dikerjakan sesuai dengan
format yang sudah disepakati bersama antara kepala ruang dan komite
keperawatan, tetapi audit secara rutin belum dilakukan sehingga sampai
sekarang belum diketahui tingkat kepatuhan perawat dalam mengisi
pendokumentasi asuhan keperawatan.
Observasi : Diruang Pangkalan pendokumentasian yang ditulis dalam
CPPT yaitu : instruksi dokter, ttv pasien, dan keluhan pasien, catatan
keperawatan SOAP, dan penujang lainnya dari ahli gizi dan farmasi.
Untuk pendokumentasian evaluasi risiko jatuh belum terlaksana secara
optimal
Kuesioner : Hasil perawat mendokumentasikan keperawatan (80%),
dokumentasi evaluasi risiko jatuh ( 60% )
Masalah: Belum optimalnya kegiatan pendokumentasi keperawatan

4. Uraian tugas
Wawancara : Menurut Karu setiap perawat termasuk kepala ruangan
sudah mempunyai tupoksi dan uraian tugas masing-masing. Batas
wewenang dan tanggung jawab perawat cukup jelas dengan dibuat job
discription yang ada di ruangan.
Observasi : Didalam ruangan sudah ada uraian tugas yang terpasang
didinding
Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan bahwa perawat memahami
tupoksi serta tugasnya (100%)
Analisa : Tidak ada masalah

5. Perawat dilibatkan dalam Penyusunan Struktur Organisasi


Wawancara : menurut Karu dalam penyusunan struktur organisasi,
dilakukan oleh karu untuk pemilihan ketua tim.
Observasi: -
Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan bahwa perawat dilibatkan
dalam penyusunan struktur organisasi (100%)
57

Analisa : Tidak ada masalah

6. Jalur komunikasi Perawat dalam Mengahadapi Masalah


Wawancara : menurut Karu jika terjadi masalah, perawat pelaksana
akan melapor ke ketua tim, ketua tim melapor ke kepala ruangan, kepala
ruangan melapor ke manajer keperawatan.
Observasi : di ruang Pangkalan jalur komunikasi jika ada komplain dari
pasien akan berbicara pada perawat, perawat pelaksana akan berbicara
pada ketua tim dan ketua tim berbicara pada karu.
Kuesioner : Hasil Kuesioner menunjukan Jalur komunikasi sudah sesuai
(100%)
Analisa : Tidak ada masalah

7. Perawat melakukan asuhan keperawatan sesuai SOP dan


melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan sesuai SAK
Wawancara : informasi dari Karu didapatkan bahwa perawat sudah
melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan SOP dan format
pendokumentasian asuhan keperawatan sudah tersedia dan sesuai SAK
Observasi : pada pelaksanaannya sebagian besar telah sesuai SOP dan
pendokumentasian asuhan keperawatan telah sesuai SAK, tetapi belum
optimalnya pendokumentasian secara lengkap
Kuesioner : Hasil kuesioner terlihat bahwa perawat melaksanakan
asuhan keperawatan sesuai SOP dan pendokumentasian sesuai SAK
(80%)
Masalah : belum optimalnya pendokumentasian

c. Fungsi Ketenagaan

1) Orientasi Tugas
58

Wawancara: informasi menurut Karu apabila ada staff baru diruangan,


Karu selalu memberikan orientasi tugas dan menunjukkan uraian tugas
yang terdapat di ruangan sebelum staff tersebut melakukan dinas.

Observasi : -

Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan bahwa apablia ada staff baru,


dilakukan orientasi tugas saat pertama masuk ruangan (100%)

Analisa : Tidak ada masalah

2) Rencana pengembangan tenaga keperawatan dan jenjang karier


perawat

Wawancara: menurut Karu, ruangan tidak memiliki kebijakan dan


ketentuan untuk mengatur pengembangan tenaga keperawatan dan
jenjang karir karena hal tersebut ada diwewenang bidang keperawatan.
Kepala ruangan hanya mengizinkan dan melibatkan perawat dalam
pengembangan tenaga keperawatan serta jenjang karier serta biasanya
memberikan kesempatan bagi perawat yang belum mendapat bagian.

Observasi: -

Kuesioner: Hasil kuesioner didapatkan perawat terlibat dalam rencana


pengembangan tenaga keperawatan dan jenjang karir (100%)

Analisa: Tidak ada masalah

3) Jumlah Tenaga Kerja dan Beban Kerja serta Pengaturan Shift

Wawancara: Menurut Karu belum dilakukan penghitungan tingkat


ketergantungan pasien sehingga belum diketahui jumlah tenaga perawat
yang dibutuhkan.
Jumlah perawat 19 orang. Penghitungan tenaga dengan tingkat
ketergantungan keperawatan minimal 6 orang , partial 15 orang, dan total
care 4 orang berdasarkan BOR per 3 bulan ( maret, april, mei ) 76%
rawatan perhari pasien 25 orang,
59

Observasi: Tidak terdapat dokumentasi atau form untuk penghitungan


tingkat ketergantungan pasien. Berdasarkan rumus gillis dengan rata-rata
pasien di rawat 25 orang perhari, maka kebutuhan untuk pasien mandiri,
partial dan total care adalah pagi : 7 orang, siang 4 orang dan malam 3
orang belum optimal untuk jumlah yang jaga di dinas siang. pelaksanaan
SPO evaluasi risiko jatuh belum optimal, dikarenakan banyaknya pasien
yang dirawat dengan tingkat ketergantungan yang tinggi. Adapun data
harian perawatan sebagai bahan perhitungan BOR, LOS dan TOI untuk
bulan Maret, April, Mei tahun 2019 di ruang Pangkalan. Sementara
dokumentasi untuk 3 bulan terakhir sudah tidak tersedia dikarenakan
sudah diberikan ke bagian perencanaan.
Kuesioner: Hasil kuesioner menunjukan bahwa 50% perawat
mengatakan tidak pernah melayani pasien sesuai dengan tingkat
ketergantungannya.
Analisa : belum optimalnya fungsi ketenagaan tentang pengetahuan
penghitungan tingkat ketergantungan pasien

4) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat

Wawancara: Informasi dari Karu bahwa ruangan memberikan


kesempatan untuk perawat mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan baik melalui program pendidikan maupun pelatihan sesuai
dengan kebutuhan ruangan maupun RS.

Observasi : -

Kuesioner: Hasil kuesioner didapatkan bahwa (100%) perawat


mempunyai kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan melalui program pelatihan seperti pelatihan nosokomial,
terapi cairan, dan perawatan luka atau yang lainnya.

Analisa : Tidak ada masalah

b. Fungsi pengarahan

1) Motivasi kepada perawat


60

Wawancara : menurut Karu didapatkan informasi bahwa peningkatan


motivasi sudah dilakukan oleh rumah sakit baik secara langsung maupun
tidak langsung. Misalnya diklat secara rutin mengadakan pelatihan dan
pembinaan. Begitupun saat di ruangan dengan pemberian nilai evaluasi
kinerja yang berhubungan dengan insentif.

Observasi : Tidak ada data perawat yang mengikuti pelatihan

Kuesioner : Hasil kuesioner didapat jika Perawat termotivasi dalam


pemberian asuhan keperawatan dengan adanya penerapan program
reward (60%)

Analisa : Belum optimalnya motivasi perawat dalam memberukan


asuhan

2) Manajemen konflik

Wawancara : menurut Kepala Ruangan, jika ada konflik yang dapat


diatasi di ruangan, maka dapat bermusyawarah dengan perawat lain di
ruangan. Tetapi jika konflik berkaitan dengan pelayanan, maka dapat
bermusyawarah dengan bidang pelayanan atau bidang keperawatan.

Observasi : Terlihat saat ada konflik di ruangan, kepala ruangan


memimpin musyawarah dengan perawat ruangan untuk mengatasi
permasalahan. Hal ini dilakukan dan dicatat di dalam bentuk format.

Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan jika perawat selalu menikmati


kerja meskipun sedang ada manajemen konflik di ruangan

Analisa : Tidak ada masalah

3) Kegiatan Supervisi

Wawancara : Menurut Karu, Supervisi untuk ruangan tidak ada format


khusus hanya secara langsung. Pelaksanaan supervisi direncanakan
untuk 1 bulan 2 kali dan dilakukan evaluasi terkait mutu pelayanan yang
sudah diberikan.
Observasi : Tidak ada form untuk supervisi ruangan.
61

Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan jika Perawat merasa tenang


karena adanya supervisi RS (60%)
Analisa : belum optimalnya pendokumentasian proses supervisi
diruang pangkalan.

4) Komunikasi dalam operan

Wawancara : menurut Kepala Ruangan didapatkan informasi bahwa


jalur komunikasi dilakukan secara bottom up dan top down. Asuhan
keperawatan yang didokumentasikan diberitahukan pada saat timbang
terima pasien (operan) dan ditindaklanjuti oleh perawat yang bertugas
pada shift berikutnya.

Observasi : Komunikasi antara staff sesuai dengan alur komunikasi.


Pada saat timbang terima pasien (operan) dilakukan di ruangan terlebih
dahulu, dilaporkan tindakan yang telah dilakukan dan yang akan
dilanjutkan oleh perawat pada shift berikutnya, kemudian perawat
berkeliling ke pasien. Hanya belum terdokumentasi secara sistematis dan
di stempel SBAR

Kuesioner : Hasil kuesioner didapatkan hasil bahwa Perawat hanya 70%


selalu mengetahui dengan benar pekerjaan yang harus dilakukan dengan
adanya operan shift

Analisa : Belum optimalnya komunikasi dalam operan

5) Program Pre conference dan Post conference

Wawancara : menurut Karu, Pre conference dan Post conference


dilakukan setiap hari, bersamaan dengan operan shift.

Observasi : -

Kuesioner : Hasil dari kuesioner 60% perawat mengetahui betul


pekerjaan yang akan dilakukan dengan adanya pre conference dan 70%
perawat dapat mengetahui pekerjaan yang baik dari post conference

Analisa : Tidak ada masalah


62

6) Kegiatan Ronde Keperawatan

Wawancara : menurut Karu, Ronde keperawatan dilakukan setiap hari


baik di nurse station maupun saat keliling ke pasien. Hal ini mencakup
diagnosa, terapi, dan tindakan mandiri maupun kolaborasi.

Observasi : -

Kuesioner : 70% perawat diadakannya ronde keperawatan untuk


menyelesaikan kasus yang kompleks.

Analisa : Tidak ada masalah

e. Fungsi pengendalian

1) Melakukan Kegiatan Evaluasi

Wawancara : menurut Karu evaluasi kinerja dilakukan setiap 3 bulan


sekali bersama perawat lain di ruangan. Pengamatan SOP belum bisa
dilakukan secara optimal dikarenakan masih dalam proses rotasi
ruangan

Observasi : Tidak terlihat form evaluasi kerja. pelaksanaan SPO


evaluasi risiko jatuh belum optimal, dikarenakan banyaknya pasien
yang dirawat dengan tingkat ketergantungan yang tinggi.
Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 40% perawat
menyatakan kadang-kadang kegiatan evaluasi dilakukan, 80% perawat
menyatakan tidak adanya evaluasi kepuasan perawat.
Analisa : Kurang optimalnya kegiatan evaluasi kerja

2) Menghitung BOR, ALOS, TOI

Wawancara : Informasi dari Karu bahwa selalu dilakukan


penghitungan BOR, LOS, dan TOI setiap 1 bulan sekali
63

Observasi : Terlihat form atau lampiran angka atau persentasi untuk


BOR, LOS, TOI stiap bulan

Kuesioner : hasil kuesioner menunjukkan 100% perawat menyatakan


penghitungan BOR, LOS, dan TOI dilakukan tiap bulan

Masalah : Tidak ada masalah

3) Menghitung kejadian infeksi nosokomial

Wawancara : menurut Karu, penghitungan angka kejadian infeksi


nosokomial dilakukan tiap bulan

Observasi : Terdapat form atau lembaran angka kejadian infeksi


nosokomial di buku pengumpul data indikator mutu

Kuesioner : Hasil kuesioner didapatkan bahwa Perawat (100%) selalu


dilakukan penghitungan angka kejadian infeksi nosokomial

Analisa : Tidak ada masalah

4) Menghitung kejadian jatuh

Wawancara : menurut Karu, selama ini belum ada kejadian jatuh


sehingga perhitungan kejadian jatuh tidak dilakukan

Observasi :Tidak adanya format atau lembaran angka kejadian jatuh di


ruangan. Assessment identifikasi risiko jatuh belum terlaksana optimal,
45% dokumentasi evaluasi risiko jatuh belum terlaksana

Kuesioner : Hasil kuesioner menunjukan bahwa 20% perawat


menyatakan tidak pernah dilakukan penghitungan angka kejadian jatuh
di ruangan, 70% evaluasi risiko jatuh tidak di dokumentasikan, 80%
pasien risiko jatuh belum diberi penandaan.

Analisa : belum optimalnya evaluasi identifikasi risiko jatuh


64

ANALISA SITUASI RUANG RAWAT PANGKALAN


RSUD KARAWANG

ANALISA SWOT
NO VARIABEL ANALISA
STRENGTHS WEAKNESSES OPPORTUNITIES THREATS
1. MAN  Berdasarkan informasi dari  Jenis ketenagaan  Pembagian menjadi 2 tim  Adanya tuntutan dari  Semakin banyak berdiri
kepala ruangan struktur dengan Kualifikasi  Strukutr organisasi ada standar akreditasi yang rumah sakit di wilayah
organisasi ruangan dibagi pendidikan 16 tetapi tidak sesuai dengan mengatur bahwa karawang sehinnga lebih
menjadi 2 tim, dengan orang D3, 1 Orang stafnya (rotasi staf) pelayanan pasien harus banyak tuntutuan unutk
pembagian yang didasarkan pada Sarjana  Jumlah staff 18 orang dan 1 komprehensif dan harus pelayanan lebih baik
wing yang dibagi menjadi dua Keperawatan. 2 orang karu memunyai metode  Tuntutan masyarakat
dengan total kapasitas tempat orang pendidikan  Terdapat ketidaksesuaian penugasan terkait pelayanan
tidur 32 tempat tidur. Ners metode penugasan yang  Diberikannya
kesehatan yang semakin
 Ruangan dibantu satu orang  Terdapat tenaga dilakukan diruangan kesempatan dalam
tenaga administrasi administrasi dengan pelaksanaan. pengembangan ilmu tinggi
 Ada 2 petugas CS ruangan  Ada petugas CS  Tenaga PNS 7 orang dan pengetahuan yang
pangkalan khusus ruangan kontrak 12 orang diberlakukan bagi
 Tidak ada tenaga POS atau yang pangkalan yang  Jumlah perawat belum semua staf baik PNS
difungsikan sebagai pembantu stanbay seimbang dengan jumlah maupun TKK
perawat  Shif dinas dibagi pasien  Banyaknya seminar
 Struktur organisasi terlihat menjadi 3 shif  Kepatuhan dalam keperawatan tentang
diruangan dengan anggota yang dengan pengaturan pelaksanaan SOP evaluasi peningkatan mutu
tidak sesuai (karena rotasi 8 jam setiap shif risiko jatuh belum optimal pelayanan dan
ruangan, belum ada struktur yang  Kepala tim berdinas  SDM Belum optimal dalam keperawatan serta
baru dan tidak ada nama peran di shif pagi saja pemahaman penerapan manajeman bangsal
dan perawat pelaksana pada patient safety : identifikasi
struktur organisasi unit) risiko jatuh
65

 Terdapat ketidaksesuaian metode  Kepala tim  Belum adanya


penugasan yang dilakukan merangkap dengan penghitungan jumlah
diruangan dengan pelaksanaan. PJ shif ketergantungan pasien
 Jumlah perawat total terdiri dari  Perawat Ruang  Budaya kerja datang
19 orang dan 1 orang petugas pangkalan mampu terlambat
administrasi. merawat pasien dari  5% perawat terlatih
 Kualifikasi pendidikan 16 orang berbagai kasus manajemen Code Blue
D3, 1 Orang Sarjana  Perawat sudah  Tidak ada tenaga POS atau
Keperawatan. 2 orang pendidikan dilatih tentang mutu yang difungsikan sebagai
Ners. pelayanan pembantu perawat
 Tenaga PNS 7 orang dan kontrak keperawatan  Belum optimalnya aplikasi
12 orang  Kelengkapan komunikasi SBAR saat
 100% Perawat ruang pangkalan admisintrasi profesi serah terima pasien
tertib membuat STR keperawatan
 Shift dinas dibagi menjadi 3 shif (100%) STR
dengan pengaturan 8 jam setiap lengkap
shif  Tingkat
 Pembagian pengaturan jumlah kepercayaan dokter
ketenagaan tidak sesuai dengan terhadap pelayanan
dengan tingkat ketergantungan keperawatan
pasien • Adanya
 Kepala tim berdinas di shif pagi kesempatan
saja
mendukung
 Kepala tim merangkap dengan PJ
shif terlaksanannya
 Pasien ruang pangkalan dengan komunikasi
kasus campuran rata-rata lama adekuat antar
rawat 4 hari.
66

 Jumlah tenaga perawat menurut perawat dan tim


Gillis untuk 3 bulan terakhir
kesehatan lain.
belum seimbang dengan jumlah
pasien.
 Perawat ruangan bergantian
mendapatkan pelatihan tentang
managemen asuhan keperawatan
dan belum terpapar dengan
struktur dan tupoksi yang
dilaksanakan diruangan.
 Adanya tuntutan dari standar
akreditasi yang mengatur bahwa
pelayanan pasien harus
komprehensif dan harus
memunyai metode yang
Dilakukan
 Semakin banyak berdiri rumah
sakit di wilayah karawang
sehinnga lebih banyak tuntutuan
unutk pelayanan lebih baik
 SDM Belum optimal dalam
pemahaman penerapan patient
safety : identifikasi risiko jatuh
 Kepatuhan dalam pelaksanaan
SOP evaluasi risiko jatuh belum
optimal
67

2. MATERIAL  Ruang pangkalan terdiri dari 32  Terdapat nurse  Belum ada ruangan  Permintaan rawat  Semakin banyak berdiri
TT dibagi 2 wing yaitu wing station disukusi untuk rumah sakit di wilayah
inap tinggi
kanan terdiri 6 kamar dan wing mahasiswa karawang dengan Fasilitas
kiri 5 kamar, setiap kamar terdiri  Terdapat satu unit
 Jumlah tenaga yang
 Sebagai RS Rujukan lengkap
dari 3 TT
computer
kurang sehingga regional  Terbukanya pasar bebas (
 Area nurse station jarak Rumah sakit swasta
 Nurse station berada di tengah terlihat karena menyebabkan program  Lokasi RSUD berada dengan fasilitas engkap
kamar perawatan yang di bagi berada di tengah- penkes pada pasien sangat dekat )
di pusat kota
menjadi wing kanan dan wing tengah kamar kurang berjalan  Adanya akreditasi RS
kiri perawatan  Kurang nya media  Akses lokasi mudah
 Semua area dengan UU Akreditasi RS
 Terdapat satu unit computer edukasi seperti leaflet dijangkau
tempat tidur No 12 Thaun 2012 maka
 Sudah tersedia ruang untuk hand hygiene
sudah ada scarem
menyimpan peralatan  Letak tempat  Kurangnya media akreditasi bertujuan
 Ruang pangkalan dilengkapi cilamaya rawat
penandaan risiko jatuh
meningkatkan keselamatan
troly emergency gabungan yang pasien RS dan
 Belum ada ruangan disukusi jauh dari
untuk mahasiswa meningkatkan
kebisingan
 sudah memiliki scarem / tirai di sehingga klien perlindungan bagi pasien,
semua tempat tidur pasien guna dapat istirahat masyarakat dan karyawan
menjaga privacy pasien dengan nyaman
 Area nurse station langsung  RS dan istitusi
Jumlah rawatan
terlihat ke tempat tidur pasien 32 tempat tidur
dengan jumlah 32 TT
dengan kasus
 Gudang ada di belakang ruang
campuran
pangkalan
 Ruang pangkalan
dilengkapi troly
emergency
68

3. METODE  Metode yang digunanakan secara  Masih dilakukan  System dokumentasi  Menggunakan system  Perkembangan metode
struktur yaitu metode tim hand over asuhan keperawatan tidak evaluasi monitoring penugasan semakin
pelaksanaannya metode modular sistematis bed berkembang
 Terdapat formulir
 System dokumentasi asuhan  Dalam timbang terima
asuhan
keperawatan belum optimal keperawatan pasien tidak
 Dalam timbang terima pasien menggambarkan metode
tidak menggambarkan metode  Terdapat lembar tim dan tidak
tim dan tidak menggunakan catatan menggunakan komunikasi
komunikasi efektif terintegrasi efektif
 Operan dimulai dari jam 07 untuk  Belum dilakukan overan
 Terdapat Form
dinas pagi, jam 14 untuk dinas alat
assessment risiko
sore dan jam 21 untuk dinas jatuh  Metode yang digunanakan
malam, dalam pelaksanaannya secara struktur yaitu
dalam melaksanakan overan  Adanya pokja metode tim
terlambat Karena perawat SKP akreditasi pelaksanaannya metode
datangnya terlambat fungsional
 Pelaporan pasien hanya dicatat  Visi Misi sebagai  Dokumentasi keperawatan
acuan pelayanan
dalam satu buku tim dan tidak kurang tercatat dengan
yang diberikan
menggambarkan kondisi pasien secara baik
seutuhnya komrehensif  Belum ada pengkajian
 Belum dilakukan overan alat dan pasien baru
obat di ruangan  Didalam overran tidak
 Didalam overan tidak terdapat terdapat penambahan
penambahan informasi dalam informasi dalam bentuk
bentuk pengetahuan mengenai pengetahuan mengenai
asuhan baik dari kepala tim asuhan baik dari kepala tim
maupun dari kepala ruangan maupun dari kepala
ruangan
69

 Terlihat kegiatan perawat  35% perawat belum


melakukan pengecekan obat tersosialisasi dengan SPO
diruangan namun tidak teratur
dokumentasi evaluasi
 Belum optimalnya evaluasi
kedisiplinan perawat risiko jatuh
 35% perawat belum tersosialisasi  60% pasien tidak diberi
dengan SPO dokumentasi tanda risiko jatuh dengan
evaluasi risiko jatuh tingkat ketergantungan
 60% pasien tidak diberi tanda pasrtial
risiko jatuh dengan tingkat  Prasarana penandaan
ketergantungan pasrtial risiko jatuh sudah ada tapi
 Prasarana penandaan risiko jatuh belum optimal
sudah ada tapi belum optimal  Rencana mingguan,
 Terdapat Visi dan Misi Rumah bulanan dan tahunan tidak
sakit terdapat di ruangan
 Rencana mingguan, bulanan dan dikarenakan belum
tahunan tidak terdapat di ruangan dilakukan serah terima dari
dikarenakan belum dilakukan kepala ruangan
serah terima dari kepala ruangan sebelumnya

sebelumnya.
70

4. Money  Biaya perawatan di ruangan  Penggunaan obat  Kebutuhan terkait dengan  Biaya perawatan di  Kebutuhan terkait dengan
(Keuangan) sebagian besar jaminan BPJS dengan generic pembiayaan ruangan ruangan sebagian pembiayaan ruangan
 Kebutuhan terkait dengan melalui kebijakan dan besar jaminan BPJS melalui kebijakan dan
pembiayaan ruangan melalui prosedur yang sudah  Kerjasama BPJS prosedur yang sudah
ditentukan.
kebijakan dan prosedur yang ditentukan. berjalan lancar
sudah ditentukan 
 Pennggunaan obat dengan
generic

5 Marketing  Rata-rata BOR pada bulan april  Rata-rata BOR 85  Terdapat komite mutu
2017 86,9 %, LOS pada bulan % rumah sakit
april 2017 2,6.  Sudah ada angket  Adanya angket
 Sudah ada angket kepuasan kepuasan pasien kepuasan pelanggan
pasien  Sudah ada  Adanya petugas
 Sudah ada laporan mutu asuhan laporan mutu supervise
ruangan yang dilaporkan setiap asuhan ruangan
bulan kepada kasie mutu yang dilaporkan
keperawatan setiap bulan
kepada kasie
mutu
keperawatan
71

F. Daftar Masalah dan Rumusan Masalah

Daftar Masalah Rumusan Masalah


1. Rencana mingguan, bulanan dan Fungsi perencanaan belum optimal
tahunan tidak terdapat di ruangan
dikarenakan belum dilakukan
serah terima dari kepala ruangan
sebelumnya.
2. Komunikasi efektif SBAR belum
optimal

1. Visi dan misi ruangan tidak Fungsi pengorganisasian belum


terpampang di ruangan optimal
2. Struktur organisasi sudah ada
tetapi belum diperbaharui di
ruangan dikarenakan masih dalam
tahap penyesuaian kepala ruangan
yang baru
3. Metode asuhan keperawatan yang
digunakan adalah Tim namun
dalam pelaksanaannya
menggunakan metode moduler

1. Sebanyak 85% perawat di ruang Fungsi staffing belum optimal


Pangkalan masih dalam jenjang
DIII Keperawatan
2. Uraian tugas untuk kepala
ruangan, ketua tim dan perawat
pelaksana sudah tersedia
diruangan tetapi dalam
pelaksanaanya masih kurang
72

optimal dikarenakan keterbatasan


sumber daya
3. BOR dalam 3 bulan terakhir
(Maret,April, Mei) <85%
1. 45% perawat belum Fungsi Controling
tersosialisasi dengan SPO
dokumentasi evaluasi risiko
jatuh
2. Prasarana penandaan risiko jatuh
sudah ada tapi belum optimal
3. 10% perawat belum
tersosialisasi dengan visi dan
misi ruang perawatan
dikarenakan adanya rotasi
kepala ruangan
4. Kepatuhan SDM dalam
pelaksanaan SPO dan
dokumentasi evaluasi Resiko
Jatuh < 100% ( yang terisi di
dokumentasi 26% : dari 17 status
terisi 5 status ) untuk penandaan
pasien resiko jatuh yang di rawat
dengan tingkat ketergantungan
sebagian maupun total tidak ada

G. Prioritas Masalah

No Masalah M S Mn Nc Af Skor Prioritas


1 Belum 5 4 4 5 4 1600 I
optimalnya
controlling SKP :
73

Identifikasi
risiko jatuh
2 Belum 5 4 4 4 4 1280 II
optimalnya
fungsi
pengorganisasian
terkait belum
tersedianya
struktur
organisasi dan
metode asuhan
keperawatan
yang
dilaksanakan
belum sesuai
3 Belum 5 3 3 4 5 900 III
optimalnya
fungsi
perencanaan :
komunikasi
SBAR dalam
Hand Over

Dari metode pembobotan didapatkan urutan prioritas masalah berdasarkan skor


yang paling besar atas dasar pertimbangan waktu, keterbatasan sumber daya dan
kewenangan, maka masalah yang akan diatasi terlebih dahulu adalah :
1. Belum optimalnya controlling SKP : Identifikasi risiko jatuh
2. Belum optimalnya fungsi pengorganisasian terkait pelaksanaan metode tim,
belum tersedianya struktur organisasi, Visi dan Misi ruangan.
3. Belum optimalnya fungsi perencanaan : komunikasi SBAR dalam Hand Over
74

H. Analisa Sebab Akibat

Diagram 3.1

SOP assessment risiko jatuh


Belum optimalnya sudah ada tapi belum
Sarana identifikasi optimal, dokumentasi
risiko jatuh evaluasi belum lengkap
Belum
Optimalnya
Belum Fungsi
terbentuknya Kontroling :
tim atau PJ identifikasi
SKPa risiko jatuh

SDM Belum optimal Kepatuhan SDM belum


dalam pemahaman optimal dalam penandaan
penerapan patient safety pasien dengan risiko jatuh
: identifikasi risiko jatuh

Diagram 3.2

Belum optimalnya jumlah Belum terbentuknya


tenaga dengan tingkat struktur organisasi
Belum
ketergantungan pasien personil baru
optimalnya
rapat struktur
koordinasi pengorganisasian
belum : pelaksanaan
dilaksanakan metode tim
secara berkala belum berjalan
optimal
Belum terbentuknya PJ SKP:
identiikasi resiko jatuh
75

Diagram3.3

Man :belum
optimalnya Aplikasi
belum
komunikasi efektif
optimalnya
komunikasi
Lingkungan : efektif (belum
Budaya lingkungan menggunakan
kerja teknik
komunikasi
SBAR/TBAK
Metode Alat
Teknik komunikasi Resreshment SPO
SBAR kebijakan komunikasi
efektif
76

BAB IV
PLAN OF ACTION
KEGIATAN MANAJEMEN KEPERAWATAN KELOMPOK III
DI RUANG PERAWATAN PANGKALAN RSUD KABUPATEN KARAWANG
Target Sumber Penanggung
NO Nama Kegiatan Tujuan Indikator Media Waktu Tempat Biaya
Sasaran Referensi jawab
1 Belum optimalnya fungsi kontroling
identifikasi resiko jatuh
Belum Optimalnya Sarana Identifikasi resiko Dapat teridentifikasi Adanya Form Perawat di - Form Assesment SKP Materi Tgl. 26/06/2019 Ruang Wati Suwarta,
jatuh resiko jatuh dengan Assesment resiko Ruang resiko jatuh Akreditasi Jam : 14.00- Pangkalan Cahya Adi P,
Merumuskan strategi dalam pelaksanaan maksimal dan benar jatuh, adanya form Pangkalan - Form Edukasi Rumah Sakit 15.00 RSUD Tetty Fathonah
penandaan risiko jatuh edukasi resiko jatuh, resiko jatuh Mahasiswa Karawang
dan adanya form SOP - SOP resiko jatuh Prodi Ners
penanganan resiko - Penandaan Resiko Keperawatan
jatuh, dapat jatuh
ditandainya pasien - Evaluasi resiko
resiko jatuh. jatuh
Belum terbentuknya TIM atau PJ SKP (sasaran Pengorganisasian Dapat terisi nya form Perawat di Materi tugas dan SKP Materi Tgl. 24/06/2019 Ruang Asep wawan.
keselamatan Pasien) stafing yang baik untuk resiko jatuh dan penan Ruang fungsi PJ SKP : Akreditasi Jam : 13.00- Pangkalan Aris Sutopo,
Merumuskan bersama pembentukan PJ SKP : penanggulangan dan daan resiko jatuh dan Pangkalan identifikasi rissiko Rumah Sakit 14.00 RSUD Desy Eka L
identifikasi risiko jatuh ruang pangkalan penanganan resiko adanya SOP pelaporan jatuh Mahasiswa Karawang
jatuh. secara sitematika Prodi Ners
tentang penanganan Keperawatan
resiko jatuh.
SDM belum optimal dalam pemahaman Meningkatnya Dapat terisi nya form Perawat di - Form Assesment SKP Materi Tgl. 26/06/2019 Ruang Fitri Nur
penerapan Patient Safety : Identifikasi resiko pemahaman perawat resiko jatuh dan penan Ruang resiko jatuh Akreditasi Jam : 13.00- Pangkalan Azizah, Gilang
jatuh tentang penerapan daan resiko jatuh dan Pangkalan - Form Edukasi resiko Rumah Sakit 14.00 RSUD Setiawan,
Refresmant identifikasi risiko jatuh patient safety : adanya edukasi resiko jatuh Mahasiswa Karawang Konang M.
identifikasi resiko jatuh jatuh, SOP pelaporan, - SOP resiko jatuh Prodi Ners
serta sitematika - Penandaan Resiko Keperawatan
tentang penanganan jatuh
resiko jatuh dan adanya - Evaluasi resiko jatuh
evaluasi resiko jatuh. - Materi SKP :
identifikasi risiko
jatuh
77

SOP Assesment resiko jatuh sudah ada api Penatalaksanaan Dapat terisi nya form Perawat di - Form Assesment SKP Materi Tgl. 26/06/2019 Ruang Nunuk
belum optimal, dokumentasi evaluasi belum tentang SKP dengan resiko jatuh dan penan Ruang resiko jatuh Akreditasi Jam : 17.00- Pangkalan Marinda, Tetty
lengkap baik dan benar (sesuai daan resiko jatuh dan Pangkalan - Form Edukasi resiko Rumah Sakit 17.45 RSUD Fathonah,
standar). adanya edukasi resiko jatuh Mahasiswa Karawang Cahya Adi P
jatuh, SOP pelaporan, - SOP resiko jatuh Prodi Ners
serta sitematika - Penandaan Resiko Keperawatan
tentang penanganan jatuh
resiko jatuh dan adanya - Dokumentasi
evaluasi resiko jatuh. Evaluasi resiko jatuh

SDM belum patuh dalam penandaan pasien Meningkatnya Ada Penandaan pasien Perawat di - Form Assesment SKP Materi Tgl. 27/06/2019 Ruang Asep wawan.
dengan resiko jatuh. kepatuhan SDM dalam dengan resiko jatuh Ruang resiko jatuh Akreditasi Jam : 14.00 - Pangkalan Aris Sutopo,
penandaan pasien Pangkalan - Form Edukasi resiko Rumah Sakit 15.00 RSUD Desy Eka L
dengan resiko jatuh jatuh Mahasiswa Karawang
- SOP resiko jatuh Prodi Ners
- Penandaan Resiko Keperawatan
jatuh
- Evaluasi resiko jatuh
- Pelaksanaan strategi
penandaan risiko
jatuh dilakukan saat
overran dinas
berdasarkan tingkat
ketergantungan
pasien
2 Belum optimalnya struktur pengorganisasian
Rapat koordinasi belum dilaksanakan secara Adanya sistem Ada koordinasi yang Perawat di - Adanya notulen - Manajemen Tgl. 24/06/2019 Ruang Wati Suwarta,
berkala koordinasi yang rutin baik tersrusktur dan Ruang rapat. Keperawatan Jam : 13.00 - Pangkalan Cahya Adi P,
dan terukur serta terdokumentasi baik Pangkalan - Adanya absensi - Mahasiswa 14.00 RSUD Tetty Fathonah
tersetruktur baik. daftar kehadiran Prodi Ners Karawang
- Jadwal program Keperawatan
- Materi
pembahasanan
masalah
Belum terbentuknya struktur organisasi Struktur organisasi Adanya struktur Perawat di - Membuat konsep - Manajemen Tgl. 24/06/2019 Ruang Fitri Nur
personil baru yang selalu update organisasi yang selalu Ruang struktur organisasi Keperawatan Jam : 13.00 wib Pangkalan Azizah, Gilang
Pembentukan struktur organisasi, visi dan misi update dengan Pangkalan - Pembahasan - Mahasiswa RSUD Setiawan,
ruang pangkalan perubahan personel perumusan visi misi Prodi Ners Karawang Konang M
yang ada. ruangan Keperawatan
- Tersedianya papan
struktur organisasi.
78

Belum terbentuknya PJ SKP identifikasi resiko Terbentuknya Adanya Struktur kerja Perawat di Perumusan - Manajemen Tgl. 24/06/2019 Ruang Wati Suwarta,
jatuh pembagian tugas dan tugas pokok dan Ruang pembentukan PJ SKP Keperawatan Jam : 13.00- Pangkalan Cahya Adi P,
Pembentukan PJ SKP : Identifikasi Risiko pokok dan tanggung tanggung jawab dalam Pangkalan identifikasi risiko - Materi 14.00 RSUD Tetty Fathonah
jatuh jawab dalam pekerjaan. jatuh Akreditasi Karawang
pekerjaan. Rumah Sakit
- Mahasiswa
Prodi Ners
Keperawatan
3 Belum optimalnya komunukasi efektif (belum
menggunakan teknik komunikasi
SBAR/TBAK
Lingkungan : Budaya lingkungan kerja Merubah budaya kerja - Adanya perubahan Perawat di Materi Komuniasi - Manajemen Tgl. 27/06/2019 Ruang Fitri Nur
Refresment komunikasi efektif : SBAR agar lebih maksimal budaya kerja dan Ruang efektif : SBAR Keperawatan Jam : 15.00- Pangkalan Azizah, Gilang
dalam pemberian lingkungan kerja yang Pangkalan Adanya form - Mahasiswa 16.00 wib RSUD Setiawan,
Asuhan Keperawatan lebih baik. penilaian / evaluasi Prodi Ners Karawang Konang M
kepada klien RS - Adanya target-target kerja petugas dalam Keperawatan
dalam pekerjaan yg penyelesaian tugas
dapat diselesaikan pokok dan tanggung
dengan waktu yang jawabnya
lebih cepat dan hasil
maksimal.
Man : belum optimalnya Aplikasi Kemampuan petugas Adanya penilaian / Perawat di Materi Komuniasi - Manajemen Tgl. 24/06/2019 Ruang Asep wawan.
yang meningkat evaluasi kerja petugas Ruang efektif : SBAR Keperawatan Jam : 15.00 – Pangkalan Aris Sutopo,
komunikasi efektif
dalam penyelesaian Pangkalan Adanya form - Mahasiswa 16.00 wib RSUD Desy Eka L
Refresment komunikasi efektif : SBAR
tugas pokok dan penilaian / evaluasi Prodi Ners Karawang
tanggung jawabnya kerja petugas dalam Keperawatan
penyelesaian tugas
pokok dan tanggung
jawabnya
Metode teknik komunikasi SBAR Komunikasi perawat Adanya sitem Perawat di - Materi Komuniasi Mahasiswa Tgl. 24/06/2019 Ruang Fitri Nur
Refresment komunikasi efektif : SBAR yang terstruktur sesuai komunikasi SBAR Ruang efektif : SBAR Prodi Ners Jam : 15.00 – Pangkalan Azizah, Gilang
dengan pedoman teknik yang baik dan Pangkalan - Adanya form Keperawatan 16.00 wib RSUD Setiawan,
komunikasi SBAR terdokumentasi penilaian / evaluasi Karawang Konang M
dengan baik. kerja petugas dalam
penyelesaian tugas
pokok dan tanggung
jawabnya
- Adanya evaluasi
teknik komunikasi
SBAR.
79

Alat Re Asessment SPO kebijakan komunikasi Dapat dilakukan Adanya evaluasi Perawat di - Form penilaian SPO - Manajemen Tgl. 24/06/2019 Ruang Wati Suwarta,
efektif evaluasi komunikasi komunikasi efektif Ruang komunikasi efektif. Keperawatan Jam : 13.00 wib Pangkalan Cahya Adi P,
Refresment komunikasi efektif : SBAR efektif yang sesuai SPO. yang sesuai SPO. Pangkalan - Melakukan hand - Materi RSUD Tetty Fathonah
Aplikasi hand over dengan komunikasi efektif over dengan SBAR Akreditasi Karawang
SBAR dan Di cap serta ttd Rumah Sakit
dari sif awal ke sif - Mahasiswa
berikutnya Prodi Ners
Keperawatan
80