Anda di halaman 1dari 1

Kasus 5ASFIKSIA 9.

Kejang pada neonates


Berikan O2 2 lpm
1. Faktor Resiko Terjadinya hipotermi pada Pasang infus IV dextrose
Kasus Fenobarbital 20-40 mg/kgBB
 BBLR (<1800gr)
 Lahir preterm (28 minggu) Fenobartbital 10mg
2. Penyebab utama kematian bayi BBLR
 Infeksi Fenitoin 20 mg/kgBB
 Hipotermi
 Sindrom gagal napas Midazolam bolus 0,2 mg/kgBB
3. Faktor resiko terjadinya infeksi pada kasus 10. Progam imunisasi (dosis, cara pemeberian,
 BBLR (<1800gr) KIPI
 Lahir preterm (28 minggu)
 KK (-) 18 jam/KPD, agak keruh BCG :0-2 bln 0,005ml Intradermal
 Lahir spontan Hep B : 0,5 ml i.m
4. Grafik pertumbuhan intrauterine dan massa 0,2,3,4 bln
gestasi digambarkan pada kurva Polio 0, 2,3,4 0,5 ml Oral
bln
–Battaglia dan Lubschensco
DPT 2,3,4 0,5ml i.m
N:Presentil 10 dan 90 bln
5. Klasifikasi tersering akinat dismortilitas Campak 9 0,5ml subkutan
-Sindrom asfiksi meconium bln
-Asfiksi Neonatorum Komplikasi :
Penyakit membrane hialin
Hipotensi - Demam
Hipoglikem Simptomatik - Kemerahan pd kulit
Hiperbilirubin - Syok anafilaktik
Intraventrikular Hemoragik
Retinopati of preterm neonates
6. Cara menilai Taksiran Maturitas Neonatus
-Ballard Score
-Dubowitz score
7. Penggunaan O2 berlebihan pada bayi preterm
-pneumothoraks
-iritasi saluran napas
-atelektasis
-depresi pernafasan
8. Kelainan paru-paru pada BBLR
TTN (Transient takipneu at new born)
PMH (Peny membrane Hialin)
RDS (respiratory Distress Sindrom)
Dysplasia Bronco pulmoner)