Anda di halaman 1dari 1

Kasus IV  TB Paru Klinis

3. Terjadi wheezing karena :


Seorang anak umur 5 tahun dengan demam > 2 Reaksi berlebihan pada bronkus untuk menanggapi
minggu, batuk > 3 minggu, lendir, kontak TB, Ibu berbagai rangsang (polutan,alergen)  terjadi
riwayat alergi. pelepasan histamin, leukotrin di lapisan bronkus 
PF : Wheezing (+), NCH (+), Retraksi (-) produksi lendir meningkat , peradangan s/d
RPD : Riwayat batuk 2 bulan kekakuan pada otot bronkus  udara lewat pada
RPK : Kakek TB ≠ BTA (+) bronkus yang sempit menimbulkan suara seperti
Uji Tuberkulin : 5 mm spuit saat ekspirasi.

Skor TB : 4. Rencana Terapi di Atas :


- Kontak :3 OAT  2 RHZ + 4 RH
- Tuberkulin :3 2 bulan  R : 10-20 mg/ kgBB
- BB turun :- (fase intensif) H : 5-15 mg/kgBB
- Demam :1 Z : 20-35 mg/kgBB
- Batuk :1
Jumlah :8 4 bulan  R : 10-20 mg/kgBB
(fase lanjutan) H : 5-15 mg/kgBB
1. Dx. Kerja Kasus dan alasannya :
Dx. Kerja : TB Paru Anak
Setelah 6 bulan di evaluasi hasil pengobatan :
Alasan : Berdasarkan skoring TB ( ≥6 )
- Gejala klinis menurun ?
- Kontak dengan penderita TB BTA (+) : 3
- Nafsu makan meningkat ?
- Batuk ≥ 3 minggu : 1
- BB meningkat ?
- Demam ≥ 2 minggu : 1
- Uji Tuberkulin 5 mm : 3 - Demam menghilang ?
- Batuk menurun ?
2. Inisial Planning Dx. Kerja dan alasannya : - X -Foto Thorax membaik ?
IP. Dx. : S : Nafsu makan turun ? BB naik ?
O : Px. Darah Rutin, Px. Test Mantoux /
Uji Tuberkulin, X – Foto Thorax

IP. Tx. : OAT  2 RHZ + 4 RH


2 bulan  R : 10-20 mg/ kgBB
(fase intensif) H : 5-15 mg/kgBB
Z : 20-35 mg/kgBB

4 bulan  R : 10-20 mg/kgBB


(fase lanjutan) H : 5-15 mg/kgBB

IP. Mx :
- Keadaan umum
- TTV
- BB + nafsu makan
- Gejala Klinis
- X-Foto Thorax

IP. Ex :
- Minum obat teratur tiap hari sebelum makan
pagi 1 x, tidak boleh bolong
- Pengobatan jangka lama ( minimal 6 bulan 
ada PMO
- Beri asupan makanan bergizi
- Kontrol setiap bulan
- Kencing warna merah  ESO Rifampisin