Anda di halaman 1dari 9

DISKUSI KASUS

Kasus Pemicu

Seorang laki-laki berusia 59 tahun datang ke poliklinik umum RSUD X di Depok


dengan keluhan luka di kaki kanan yang tidak sembuh sejak 2 minggu yang lalu. Awalnya
kaki luka karena tidak sengaja menginjak kerikil tajam di halaman rumah, namun setelah
diberi obat merah dan ditutup plester, luka tidak menyembuh bahkan muncul bengkak dan
kemerahan di sekitar luka dan mulai berbau. Akibatnya, pasien sulit untuk berjalan dan
melakukan kegiatan sehari-hari. Sejak kira-kira 3 tahun lalu, pasien sudah berhenti bekerja
berjualan kue di sekolah karena mudah merasa lelah. Pasien mudah merasa haus dan sering
buang air kecil, bahkan di malam hari ketika tidur. Pasien tersebut pernah memeriksakan diri
ke dokter dan dokter menyatakan kaki pasien harus diamputasi namun pasien dan keluarga
keberatan dengan alasan khawatir pasien tidak bisa mencari nafkah lagi. Saat ini pasien
tinggal bersama menantu dan anak ketiganya. Istri pasien sudah meninggal setahun yang lalu,
sedangkan anak ketiga pasien saat ini sedang hamil anak pertama usia kehamilan 8 bulan
dengan keluhan sakit gigi geraham sudah 2 minggu, sering sakit kepala dan sulit tidur.
Pemeriksaan fisik pada Bapak menunjukkan keadaan umum baik, tekanan darah
140/80, berat badan 60 kg, tinggi badan 163 cm, konjungtiva tidak pucat, kebersihan mulut
kurang baik. Pada pemeriksaan dada dan abdomen tidak ditemukan kelainan. Pada
ekstremitas, di plantar pedis dekstra ditemukan ulkus berukuran 4 cm x 2 cm dengan dasar
otot dan jaringan ikat, disertai edema dan eritema di sekitarnya. Ulkus nyeri bila ditekan,
berbau, dan terdapat pus. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 13 g/dL, leukosit 8300/mm3,
kadar glukosa darah sewaktu 273 mg/dL, total kolesterol 220 mg/dL, total trigliserida 200
mg/dL. Pada pemeriksaan urin ditemukan glukosa (+). Pemeriksaan pada Ibu hamil
didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, berat badan 47 kg, TB 152 cm, lingkar lengan atas
22 cm. Pada pemeriksaan mata, konjungtiva pucat. Pada pemeriksaan mulut, gusi terlihat
merah dan sedikit bengkak, menurut pasien kadang berdarah bila sikat gigi. Pemeriksaan
jantung, tidak ditemukan suara jantung abnormal. Pada pemeriksaan paru, ditemukan suara
vesikuler di kedua lapang paru, tidak ada bunyi tambahan. Tidak ada pembengkakan
ekstremitas.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Hb 8 g/dL, golongan darah A,
Pasien menggunakan kartu BPJS untuk membayar pengobatannya.
Diskusikan dengan tim Anda:
1. Apa masalah yang ditemukan pada pasien saat ini dan apa diagnosis kerja yang Anda
tegakkan, menurut profesi Anda masing-masing?
2. Apa rencana tatalaksana pada pasien ini dari sudut pandang masing-masing profesi?
3. Tenaga kesehatan apa saja yang perlu dilibatkan pada tatalaksana pasien ini?
4. Apakah terdapat tumpang tindih peran antara anggota tim Anda dalam tatalaksana
pasien ini?
5. Bagaimana rencana kolaborasi di dalam tim Anda untuk dapat menatalaksana pasien
ini secara optimal?
6. Bagaimana pendekatan yang perlu dilakukan terhadap keluarga pasien?
ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


Dx
1. DS :
- Klien mengatakan mudah
merasa lelah
- Klien mengatakan sering
buang air kecil bahkan pada
malam hari ketika tidur
- Mudah merasa haus
DO :
- Kadar glukosa darah
sewaktu 273 mg/Dl
- Pemeriksaan urin ditemukan Ketidakstabilan
glukosa (+). Resistensi Insulin kadar glukosa darah
- Ulkus pada plantar pedis
(hiperglikemi)
dekstra berukuran 4 cm x 2
cm dengan dasar otot dan
jaringan ikat.
- Total kolesterol 220 mg/dL
- Perhitungan IMT =

BB(kg) 60 kg
=
TB (m²) 1,63 m ²
=36,8
Normal : 20,1 - 25,00
Obesitas derajat 2 > 30
2. DS :
- Pasien datang dengan
keluhan luka di kaki kanan
yang tidak sembuh sejak 2
minggu yang lalu
DO :
- Bengkak dan kemerahan di
sekitar luka dan mulai Penyakit Kronis Risiko Infeksi
berbau (Diabetes Melitus
- Kaki pasien harus
Tipe 2)
diamputasi.
- Terdapat ulkus pada plantar
pedis dekstra berukuran 4 cm
x 2 cm dengan dasar otot dan
jaringan ikat,
- Terdapat edema dan eritema
di sekitar ulkus.
- Nyeri tekan pada Ulkus
3. DS :
- Pasien datang dengan
keluhan luka di kaki kanan
yang tidak sembuh sejak 2
minggu yang lalu
DO :
- Terdapat ulkus pada plantar
pedis dekstra berukuran 4 cm
x 2 cm dengan dasar otot dan Neuropati Perifer Gangguan Integritas
jaringan ikat, Kulit/Jaringan
- Terdapat eritema disekitar
luka
- Bengkak (Hematoma) di
sekitar luka
- Kemerahan pada area sekitar
luka
- Nyeri tekan pada luka Ulkus
4. DS :
- Pasien khawatir tidak bisa
mencari nafkah lagi setelah
amputasi
- Klien mengeluh pusing
- Klien mengeluh sulit tidur
- Pasien dan keluarga Kekhawatiran
keberatan atas keputusan mengalami Ansietas
dokter mengenai amputasi kegagalan
DO : -
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah (hiperglikemi) berhubungan dengan resistensi


insulin ditandai dengan data subjektif klien mengatakan mudah merasa lelah, klien
mengatakan sering buang air kecil bahkan pada malam hari ketika tidur, mudah
merasa haus dan data objektif Kadar glukosa darah sewaktu 273 mg/dL, Pemeriksaan
urin ditemukan glukosa (+), ulkus pada plantar pedis dekstra berukuran 4 cm x 2 cm
dengan dasar otot dan jaringan ikat, total kolesterol 220 mg/dL, perhitungan IMT
dengan hasil 36,8 (Normalnya 20,1-25,00) (klasifikasi obesitas derajat 2 > 30)
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (Diabetes Melitus tipe 2) ditandai
dengan data subjektif klien datang dengan keluhan luka dikaki kanan tidak sembuh
selama 2 minggu yang lalu, data objektif kaki klien terlihat bengkak dan kemerahan
disekitar luka dan mulai berbau, kaki klien harus diamputasi, terdapat ulkus pada
plantar pedis dextra dengan ukuran 4 cm x 2 cm dengan dasar otot dan jaringan ikat,
terdapat edema eritema sekitar ulkus, nyeri tekan pada ulkus.
3. Gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan dengan neuropati perifer ditandai
dengan data subjektif klien datang dengan keluhan luka dikaki kanan tidak sembuh
selama 2 minggu yang lalu, data objektif kaki klien terlihat bengkak dan kemerahan
disekitar luka dan mulai berbau, terdapat ulkus pada plantar pedis dextra dengan
ukuran 4 cm x 2 cm dengan dasar otot dan jaringan ikat, kemerahan pada sekitar luka,
bengkak (hematoma) pada sekitar luka.
4. Ansietas berhubungan dengan kehawatiran mengalami kegagalan ditandai dengan
data subjektif klien merasa khawatir tidak bisa mencari nafkah lagi, klien mengeluh
pusing, sulit tidur, klien dan keluarga keberatan atas keputusan dokter mengenai
amputasi.
INTERVENSI KEPERAWATAN

No. Diagnosa Intervensi Rasional


DX
1. Ketidakstabilan kadar Mandiri 1. Agar mengetahui
glukosa darah 1. Monitor kadar glukosa perawatan mandiri
(hiperglikemi) darah sesui indikasi diabetes
2. Monitor tanda gejala 2. Untuk mengetahui
Tujuan : Klien
keparahan hiperglimi intervensi selanjutnya
menunjukkan kadar
3. Monitor nadi 3. Nadi menunjukkan
glukosa dalam darah
Edukasi dampak dari peningkatan
dalam batas normal stabil
4. Penkes mengenai penyakit glukosa darah
(<150) dan tidak 4. untuk meningkatkan
diabetes melitus dan luka
menunjukkan tanda tanda pengetahuan klien tentang
diabetes melitus
hiperglikemi memburuk penyakit yang diderita
Kolaborasi
5. Untuk menetahui tanda
setelah dilakukan
5. Konsultasi dengan dokter
dan gejala hiperglikemi
perawatan selama 3x24
tanda dan gejala
jam
hiperglikemia memburuk
Kriteria Hasil : 6. Konsultasi dengan ahli gizi
- Kadar gula darah terkait diet
normal (<150)
- Klien tidak
mengeluh lelah,
tidak mengeluh
mudah haus
- Glukosa tidak di
temukan dalam
urin pada saat
pemeriksaan urin
- Total kolesterol
dalam batas
normal (>200)
2. Risiko Infeksi Mandiri :
Tujuan : Klien tidak 1. Kaji tanda-tanda vital klien 1. Perubahan tanda-tanda
menunjukkan tanda-tanda vital yang
infeksi (produksi pus, mengindikasikan adanya
berbau, kemerahan, perubahan pada status
demam, hematoma, kesehatan klien
2. Hipertermi, kemerahan,
peningkatan suhu sekitar 2. Kaji adanya tanda infeksi
purulent, menunjukkan
luka) pada area sekitar
indikasi infeksi
luka
3. Perawatan luka yang tidak
Kriteria hasil : 3. Ganti balutan ulkus 3 hari
benar akan menimbulkan
Kriteria Hasil: sekali dengan melakukan
pertumbuhan
- TTV dalam batas perawatan teknik steril
microorganism
normal
o TD :
4. Untuk mengetahui
120/80 4. Observasi luka ulkus
perkembangan luka dan
mmHg (Lokasi insersi, selang,
o N : 60-100 karakteristik perbaikan sel
drainase botol dan undulasi)
X/ menit pada luka
o S : 36-37ºC 5. Agar pasien dan keluarga
o RR : 12-20 5. Ajarkan pasien dan keluarga pasien dapat terhindar dari
X/menit mengenai APD dan gejala penyakit
- Bebas dari tanda
infeksi
infeksi tidak ada
kemerahan, panas,
Kolaborasi : 6. Leukosit dan LED yang
nyeri yang
6. Monitor leukosit dan LED meningkat menunjukkan
meningkat,
kolaborasi dengan petugas indikasi infeksi
fungsiolisa 7. Pemberian antibiotic
- Menunjukkan laboratorium
7. Kolaborasi dengan dokter dapat mencegah atau
kemampuan untuk
dalam terapi pemberian membunuh pertumbuhan
mencegah
Antibiotik mikroorganisme
timbulnya infeksi
- Menunjukkan
perilaku hidup
bersih sehat
- Jumlah leukosit,
LED dalam batas
normal
- Status imun,
gastrointestinal,
genitaurinariadala
m batas normal
3. Gangguan integritas Mandiri
1. Melakukan perawatan luka
kulit/jaringan 1. Perawatan dilakukan
bersih
Tujuan : Klien mampu untuk meminimalisir
2. Menganjurkan Klien untuk
mencapai integritas kulit terjadinya infeksi.
tidak menggaruk dan
2. Kebiasaan menggaruk
dan jaringan secara
menjaga kebersihan area
dengan menggunakan
adekuat setelah
sekitar luka
tangan kotor akan menjadi
mendapatkan perawatan 3. Observasi perkembangan
sarana transpor
7x24 jam luka
NOC mikroorganisme
Tissue intergrity: skin and 3. Untuk mengetahui
Kolaborasi
mucous membranes keberhasilan proses
Kriteria Hasil 4. Memberikan topikal skin
pemulihan dan
- Meningkatkan
dan konsultasi dengan
penyembuhan luka
kenyamanan pada
dokter terkait pemberian 4. Terapi farmakologi dapat
verbalisasi kulit
terapi farmakologi membantu mempercepat
- Berkurangnya kulit
5. Konsultasi dengan ahli gizi
agen penyembuh luka
yang rusak dan
terkait diit yang dianjurkan
pembersihan kerak
- Berkurangnya kemerah- 5. Diit rendah gula dan
merahan tinggi protein berperan
- Berkurangnya nyeri
dalam percepatan
pada kulit yang luka
penggantian jaringan kulit
- Penyembuhan pada
yang rusak
bagian yang rusak
- Kulit utuh
- Tidak terjadi nekrosis
- Proses penyebuhan luka
dalam rentang waktu
normal
Tidak disertai nekrosis
4 Ansietas Mandiri:
1. Dengarkan penyebab 1. klien dapat
Tujuan : Klien mampu
kecemasan klien dengan mengngkapkan penyebab
mencapai ansietas secara
penuh perhatian kecemasannya sehingga
adekuat setelah
2. Observasi tanda verbal dan
perawat dapat
mendapatkan perawatan
non verbal dari kecemasan
menentukan tingkat
7x24 jam
klien
Keriteria hasil: kecemasan klien dan
3. Anjurkan keluarga untuk
- kahwatir tetap mendampingi klien menetukan intervemsi
4. Mengurangi atau
berkurang klien selanjutnya
- keluhan pusing menghilangkan rangsangan 2. mengobservasi tanda
menghilang yang menyebabkan verbal dan non verbal dan
- klien tidak sulit
kecemasan pada klien kecemasan klien dapat
tidur Edukasi:
mengetahui tingkat
5. Edukasi klien mengenai
kecemasaan yang klien
penyakitnya
6. Ajarkan klien teknik alami
3. dukungan keluarga dapat
relaksasi
memperkuat mekanisme
koping klien sehingga
tingkatansietasnya
berkurang
4. pengurangan
ataupenghilagan
rangsangan penyebab
kecemasan dapat
meningkatkan ketenangan
pada klien dan
mengurangi tingkat
kecemasannya.
5. peningkatan pengetahuan
tetang penyakit yang
dialami klien dapat
membangun mekanisme
koping klien terhadap
kecemasan yang di alami
6. teknik relaksasi yang
diberikan pada klien dapat
mengurangi ansietas.