Anda di halaman 1dari 22

A.

DATA UMUM KELUARGA


a. Nama KK : Tn. S
b. Umur : 47 Tahun
c. Agama : ISLAM
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Penarik Becak
f. Suku/Bangsa : Banjar
g. Alamat : Komp. Meratus RT.xx RW.xx
h. Komposisi keluarga :

No Nama Umur Sex Tgl Lahir Pendidikan Pekerjaan Ket.

1 Tn. S 47 L 12 Desember 1972 SD Penarik Becak H1


2 Ny. S 38 P 30 November 1981 SMP IRT Sehat
3 Nn. S 21 P 14 Mei 1998 SMA Mahasiswi Sehat
4 An. N 17 P 26 Juli 2002 SMP Pelajar ISPA
5 An. Na 14 P 02 Oktober 2004 SD Pelajar Sehat
6 An. R 9 L 18 Januari 2010 TK Pelajar Sehat

i. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. S memeiliki tipe Keluarga INTI, terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak
j. Genogram

Ket :
 Laki-laki
 Perempuan
 Pasien
 Laki-laki meninggal
 Perempuan meninggal
 Tinggal serumah

k. Sifat keluarga
1) Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan keluarga Tn. S di putuskan oleh sang Ayah atau
Tn. S dan berdasarkan musyawarah keluarga.

2) Kebiasaa hidup sehari-hari


a) Kebiasaan tidur/istirahat
Nn. S mengatakan yang memiliki kebiasaan begadang adalah
ayahnya Tn. S, dirinya, dan adiknya An. N, paling cepat tidur
adalah adiknya An. Na dan An. R
b) Kebiasaan rekreasi
Nn. S mengatakan jarang melakukan rekreasi keluarga, dan
biasanya kalau ingin bepergian hanya ke tempat keluarga atau ke
taman Van Der Pijl.

c) Kebiasaan makan
Nn. S mengatakan mereka biasanya makan makanan dengan 1
porsi makanan dengan lauk dan pauk lengkap, lauknya biasanya
dimasak dengan cara digoreng.
l. Status Ekonomi
1) Sumber pendapatan keluarga diperoleh dari Kepala Keluarga Tn. S Rp.
1.500.000,00/bulan.
2) Kebutuhan yang diperlukan keluarga (bulan):
Makan Rp. 750.000,00
Bayar listrik/PDAM Rp. 70.000,00
Pendidikan Rp. 100.000,00
Lain-lain Rp. 50.000,00
Total Rp. 970.000,00
Sisanya ditabung untuk biyaya hidup anaknya yang kuliah.
m. Suku
Nn. S mengatakan keluarganya bersuku asli Banjar di daerah Kandangan yang
merantau ke Banjarbaru, tidak ada kebiasaan adat yang pernah dilakukan oleh
keluarganya.

n. Agama
Nn. S mengatakan keluarganya menganut agama ISLAM
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. S memiliki anak dengan usia dewasa

b. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Keluarga Tn. S memiliki 2 orang anak remaja dan 1 orang anak-anak

c. Riwayat keluarga inti


Nn. S mengatakan bahwa keluarganya saat ini semua dalam keadaan sehat,
namun setelah di periksa oleh pengkaji ditemui bahwa sang ayah menderita
hipertensi tipe I.

d. Riwayat keluarga sebelumnya


Nn. S mengatakan bahwa kakeknya (ayah dari sang ayah) perah mengalami darah
tinggi.

C. LINGKUNGAN
a. Karakteristik rumah
Tipe rumah semi-permanen, dengan ukuran 7x4x5 (pxlxt)

b. Ventilasi dan penerangan


Ventilasi berdebu takterawat dan penerangan cukup

c. Persediaan air bersih


Keluarga menggunakan air sumur dengan tingkat kebersihan baik

d. Pembuangan sampah
Keluarga biasanya membuang ke sungai atau TPS

e. Pembuangan air limbah


Keluarga biasa membuang air limbah langsung ke sungai
f. Jamban
Keluarga memiliki jamban sendiri (WC)

g. Denah rumah
7x4x5
R. tamu
Kamar

Dapur
WC

h. Lingkungan sekitar rumah


Lingkungan sekitar rumah terlihat sedikit kotor, terdapat sampah bekas makanan
ringan yang berserakan.

i. Sarana komunikasi dan transportasi


Keluarga memiliki sarana komunikasi berupa handphone dan transportasi motor.

j. Fasilitas hiburan
Keluarga memiliki fasilitas berupa sebuah TV.

k. Fasilitas kesehatan
Keluarga biasanya berobat ke puskesmas banjarbaru.

D. SOSIAL
a. Karakteristik tetangga dan komunitas
Nn. S mengatakan ayahnya hanya berkomunikasi saat pergi berbelanja, sholat
berjama’ah, dan perkumpulan warga saja dapat bersosialisasi karena bekerja
sedangkan ibunya sering bersosialisai dengan tetangga. Adiknya sering bermain
diluar rumah bersama teman-temannya, dan Nn. S mengatakan tidak terjadi
perselisihan antara keluarga dengan tetangga.
b. Mobilitas geografis keluarga
Nn. S mengatakan ayahnya pergi beerja dari pukul 08.00 - 14.00 siang dan
adiknya sekolah dari pukul 08.00 – 14.00 siang, sore pukul 16.00 – 17.30 sore
bermain.

c. Perkumpulan keluarga dan interaksi dan masyarakat


Nn. S mengatakan Ibunya sering mengikuti acara pengajian yang di adakan
sedangkan ayahnya jarang mengikuti kegiatan social di lingkungannya.

d. System pendukung keluarga


Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan 4 orang anak.

E. STRUKTUR KELUARGA
a. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah untuk
menyelesaikan masalah dengan menggunakan bahasa banjar dan mendapat
informasi kesehatan dari televisi dan penyuluhan. Namun. Terkadang Tn. S
menegur dengan keras dan marah bila anaknya bermain di rumah teman sampai
lewat batas waktu istirahat. Waktu bertemu dengan keluarga cukup banyak.

b. Struktur kekuatan keluarga


Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan dengan cara musyawarah
seluruh anggota keluarga. Tn. S selaku kepala keluarga memiliki kekuatan untuk
mengendalikan dan memengaruhi anggota keluarga untuk merubah perilaku.

c. Struktur peran
1) Formal: Tn. S sebagai kepala keluarga yang harus bertanggung jawab
terhadap kehidupan keluarganya, Ny. R sebagai istri dan 4 anak.
2) Informal: Tn. S sebagai pencari nafkah dengan pekerjaan swasta dan Ny.
R sebagai ibu rumah tangga.
d. Nilai dan norma keluarga
Nilai dan norma yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang
dianut dan norma yang berlaku di lingkungannya. Keluarga percaya bahwa hidup
ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Demikian pula dengan sehat dan
sakit. Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada keluarga yang
sakit, dibawa ke Puskesmas.

F. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Keluarga cukup rukun dan perhatian terhadap kesehatan dari masing-masing
anggota keluarganya juga Tn. S selalu mengajarkan anaknya untuk memiliki
sikap saling menghormati antar anggota keluarga.

b. Fungsi sosialisasi
Kelurga selalu mengajakan dan menanamkan sikap dan perilaku yang baik bagi
anaknya dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan lingkungan sekitar.

c. Fungsi perawatan kesehatan


1) Mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan bahwa sakit yang dialami sang ayah adalah darah
tinggi

2) Kemampuan pengambilan keputusan


Keluarga mengatakan jika ada yang sakit, mereka akan membeli obat di
toko atau membawanya ke puskesmas banjarbaru.

3) Kemampuan merawat
Keluarga mengetahui cara merawat pasien dengan darah tinggi
4) Kemampuan memelihara
Keluarga mengetahui tentang upaya pencegahan hipertensi, namun karena
kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat membuat mereka kurang menjaga
kesehatan anggota keluarganya.

5) Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan


Keluarga jarang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yaitu
puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan karena merasa sehat-sehat saja
dan hanya menggunakannya ketika salah satu keluarganya sakit berat
seperti yang dialami Nn. S yang pernah mengidap penyakit TB kelenjar.

d. Fungsi reproduksi
Ny. S pernah mengikuti program KB yaitu pil, tapi sekarang tidak lagi karena
merasa tidak memerlukannya lagi.

G. STRES DAN KOPING KELUARGA


a. Stresor jangka pendek
Keluarga tidak mampu memutuskan tindakan apa yang diambil untuk menagatasi
masalah kesehatan hipertensi pada Tn. S

b. Stressor jangka panjang


Cemas dengan kondisi Tn. S yang menderita penyakit hipertensi.

c. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor


Keluarga hanya mendiamkan Tn. S, hanya saja jika keluhan terasa. keluarga akan
menyarankan Tn. S untuk istirahat dan mengambil keputusan untuk memakan
buah-buah yang diyakini dapat menurunkan tekanan darah seperti timun dan
semangka. Keluarga hanya mendiamkan Tn. S, hanya saja jika keluhan terasa.
keluarga akan menyarankan Tn. S untuk istirahat dan mengambil keputusan untuk
memakan buah-buah yang diyakini dapat menurunkan tekanan darah seperti timun
dan semangka.
d. Strategi koping yang digunakan
Keluarga menerima keadaan ini dan keluarga hanya tahu masalah yang dihadapi.

e. Strategi adaptasi disfungsional


Strategi adaptasi disfungsi yang dilakukan keluarga adalah pasrah diri.

H. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


a. Riwayat masing-masing anggota keluarga
1) Ayah
Tn. S mengatakan baru menyadari bahwa dia mengalami hipertensi setelah
diperiksa oleh pengkaji, dan mengakui bahwa ayahnya dulu juga pernah
mengalami hal yang serupa.

2) Ibu
Ny. S tidak pernah mengalami hipertensi atau penyakit lainnya. Ny. S
hanya pernah mengalami flu dan demam

3) Anak 1
Nn. S tidak pernah mengalami hipertensi atau penyakit lainnya. Nn. S
hanya pernah mengalami flu dan demam

4) Anak 2
Anak klien tidak pernah mengalami penyakit tertentu, biasanya hanya
mengalami batuk pilek jika terjadi perubahan cuaca dan sekarang sedang
batuk dan pilek

5) Anak 3
Anak klien tidak pernah mengalami penyakit tertentu, biasanya hanya
mengalami batuk pilek jika terjadi perubahan cuaca.
6) Anak 4
Anak klien tidak pernah mengalami penyakit tertentu, biasanya hanya
mengalami batuk pilek jika terjadi perubahan cuaca.

b. Keluarga berencana
Ny. S pernah mengikuti program KB yaitu pil, tapi sekarang tidak lagi karena
merasa tidak memerlukannya lagi sejak 2013.

c. Imunisasi
Nn. S mengatakan keluarga sudah memberikan imunisasi lengkap terhadap anak-
anaknya.

d. Tumbuh kembang
(tidak ada anak berusia balita)

I. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksa Anggota keluarga
an Tn. S Ny. S Nn. S An. N An. Na An. R
TD 140/80 110/80 110/80 120/80 110/70 120/80
Nadi 98 86 98 94 88 94
RR 18 18 18 20 18 20
Suhu 36,5 36,4 36,5 36,7 36,8 36,6
Kepala Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
simetris, simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
rambut bersih, rambut rambut rambut rambut rambut
rambut bersih, bersih, bersih, bersih, bersih,
berwarna rambut rambut rambut rambut rambut
hitam merata panjang panjang panjang panjang berwarna
berwarna berwarna berwarna berwarna hitam
hitam hitam hitam hitam beruban
Mata Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
simetris, simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiva konjungtiv
tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak a tidak
bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak bersih, tidak anemis, anemis,
ada ada ada ada bersih, tidak bersih,
pembengkaka pembengkak pembengkak pembengkak ada tidak ada
n an an an pembengkak pembengka
an kan

Telinga Letak Letak Letak Letak Letak Letak


simetris, tidak simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
ada cairan tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
yang keluar, cairan yang cairan yang cairan yang cairan yang cairan yang
tidak ada keluar, tidak keluar, tidak keluar, tidak keluar, tidak keluar,
massa ada massa ada massa ada massa ada massa tidak ada
massa

Hidung Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk


simetris, tidak simetris, simetris, simetris, ada simetris, simetris,
ada cairan tidak ada tidak ada sekret yang tidak ada tidak ada
yang keluar, cairan yang cairan yang keluar, tidak cairan yang cairan yang
tidak ada keluar, tidak keluar, tidak ada polip, keluar, tidak keluar,
polip, tidak ada polip, ada polip, tidak ada ada polip, tidak ada
ada tidak ada tidak ada pembengkak tidak ada polip, tidak
pembengkaka pembengkak pembengkak an pembengkak ada
n an an an pembengka
kan
Mulut Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
simetris, tidak simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
ada lessi, tidak tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
ada lessi, tidak lessi, tidak lessi, tidak lessi, tidak lessi, tidak
pembengkaka ada ada ada ada ada
n, fungsi pembengkak pembengkak pembengkak pembengkak pembengka
pengecap an, fungsi an, fungsi an, fungsi an, fungsi kan, fungsi
bagus pengecap pengecap pengecap pengecap pengecap
bagus bagus bagus bagus bagus

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
peningkatan peningkatan peningkatan peningkatan peningkatan peningkata
vena, tidak vena, tidak vena, tidak vena, tidak vena, tidak n vena,
ada massa, ada massa, ada massa, ada massa, ada massa, tidak ada
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada massa,
pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran tidak ada
kelenjar tyroid kelenjar kelenjar kelenjar kelenjar pembesara
tyroid tyroid tyroid tyroid n kelenjar
tyroid
Dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk
nampak nampak nampak nampak nampak dada
simetris, tidak simetris, simetris, simetris, simetris, nampak
ada suara tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada simetris,
nafas suara nafas suara nafas suara nafas suara nafas tidak ada
tambahan, tambahan, tambahan, tambahan, tambahan, suara nafas
tidak ada lesi tidak ada lesi tidak ada lesi tidak ada lesi tidak ada tambahan,
dan dan dan dan lesi dan tidak ada
pembengkan pembengkka pembengkka pembengkka pembengkka lesi dan
n n n n pembengkk
an
Perut Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
simetris datar, simetris simetris simetris simetris simetris
hasil perkusi: datar, hasil datar, hasil datar, hasil datar, hasil datar, hasil
timpani perkusi: perkusi: perkusi: perkusi: perkusi:
timpani timpani timpani timpani timpani

Genitalia/a Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak terkaji Tidak
nus terkaji
Ekstermita Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
s edema, edema, edema, edema, edema, edema,
pergerakkan pergerakkan pergerakkan pergerakkan pergerakkan pergerakka
baik Kekuatan baik baik baik baik n baik
otot 5 Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan
otot 5 otot 5 otot 5 otot 5 otot 5

J. HARAPAN KELUARGA
Keluarga berharap pada petugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dan
membantu masalah Keluarga juga berharap agar keluarga sehat selalu dan jangan sampai
sakit.
K. ANALISA DATA
NO DATA MASALAH ETIOLOGI
1 Ds : Hipertensi Factor genetic/
Tn. S mengatakan ayahnya dulu keturunan
juga pernah mengalami hipertensi.

Do :
TD = 140/80 mmHg
N = 98 x/menit
RR = 18 x/menit
T = 36,5℃
2 Ds : Resiko demam Kurangnya
Nn. S mengatakan kadang berdarah pengetahuan
keluarganya sering membuang tentang penyebab
sampah ringan sembarangan dan utama DBD
sampah rumah tangga ke sungai.

Do :
 Terlihat sampah ringan di
sekitar lingkungan
rumahnya

L. DIAGNOSA KELUARGA
a. Hipertensi berhubungan dengan factor genetic / keturunan
b. Resiko demam berdarah berhubungan dengan kurrangnya pengetahuan tentang
penyebab utama DBD
M. INTERVENSI
No Tujuan Kriteria Standar Intervensi
.
1. Setelah dilakukan Respon 1) Keluarga dapat 1) Memberikan informasi tentang
tindakan verbal menyebutkan pengertian dan penyebab hipertensi
keperawatan pengertian dan 2) Diskusikan dan jelaskan akibat jika
selama 2 kali penyebab hipertensi dan tidak mendapatkan pemeriksaan
kunjungan setiap 2) Keluarga dapat dan pengobatan hipertensi
1×30 menit, tidak menyebutkan 3) Berikan kesempatan keluarga
terjadi komplikasi komplikasi dari menanyakan penjelasan yang telah
akibat hipertensi hipertensi diberikan setiap kali diskusi.
3) Keluarga dapat 4) Berikan penjelasan ulang bila ada
menyebutkan cara penjelasan yang belum dimengerti
mengontrol tekanan 5) Evaluasi secara singkat terhadap
darah topik yang didiskusikan dengan
keluarga
6) Berikan pujian terhadap kemampuan
keluarga
Respon 1) Keluarga dapat 1) Bantu keluarga memutuskan tindakan
sikap menyebutkan kembali yang seusai untuk menangani
akibat jika tidak hipertensi Tn. S
mendapatkan 2) Ajarkan keluarga setiap kali diskusi
pemeriksaan dan perlu diambil keputusan, misalnya
pengobatan hipertensi keputusan mengenai hal yang harus
2) Keluarga dapat dilakukan untuk menangani rasa
menyebutkan kembali nyeri pada kepala saat tekanan darah
akibat jika tidak Tn. S mengalami kenaikan atau tidak
mendapatkan terkontrol, kapan keluarga akan
pemeriksaan dan membawa Tn. S ke pelayanan
3) pengobatan hipertensi kesehatan setelah dijelaskan
sebelumnya.
4) Keluarga dapat 3) Berikan reinforcement positif atas
menyebutkan tindakan keputusan yang dipilih oleh keluarga.
yang tepat untuk
mengontrol tekanan
darah
5) Keluarga dapat
mengidentifikasi
kapan harus
memeriksakan kondisi
Tn. S ke fasilitas
pelayanan kesehatan
dan akibat dari
penanganan yang
lambat.
Respon 1) Keluarga dapat 1) Kaji kemampuan keluarga untuk
psikom memutuskan tindakan pemeriksaan lebih lanjut dan
otor yang harus dilakukan pengobatan lebih lanjut
apabila terjadi keluhan 2) Kaji kesulitan yang dihadapi keluarga
kenaikan tekanan darah untuk memberikan penanganan pada
2) Keluarga dapat Tn. S
memutuskan kapan 3) Motivasi keluarga untuk dapat
harus memeriksakan memberikan penanganan segera
Tn. S ke fasilitas kepada Tn. S untuk mencegah akibat
pelayanan kesehatan lebih lanjut.
2 Setelah dilakukan Respon 1) Keluarga dapat 1) Memberikan informasi tentang
tindakan Penkes verbal menyebutkan pengertian dan penyebab terjadinya
selama 1 kali pengertian dan DBD
kunjungan selama penyebab DBD 2) Diskusikan dan jelaskan akibat jika
1×30 menit, 2) Keluarga dapat dan tidak melakukan pencegshsn
keluarga dapat menyebutkan cara terhsdsp DBD
memahami mencegah DBD
penyebab 3) Berikan kesempatan keluarga
terjadinya DBD menanyakan penjelasan yang telah
diberikan setiap kali diskusi.
4) Berikan penjelasan ulang bila ada
penjelasan yang belum dimengerti
5) Evaluasi secara singkat terhadap
topik yang didiskusikan dengan
keluarga
6) Berikan pujian terhadap kemampuan
keluarga
Respon 1) Keluarga dapat 1) Bantu keluarga memutuskan tindakan
sikap menyebutkan kembali yang seusai saat salah satu keluarga
akibat jika tidak terkena DBD
mencegah DBD 2) Ajarkan keluarga setiap kali diskusi
2) Keluarga dapat perlu diambil keputusan, misalnya
menyebutkan kembali keputusan mengenai hal yang harus
akibat jika tidak dilakukan untuk menangani demam
mencegsh DBD tinggi pada salah satu anggota
3) Keluarga dapat keluarga, kapan keluarga akan
menyebutkan tindakan membawa ke pelayanan kesehatan
yang tepat untuk setelah dijelaskan sebelumnya.
mencegsh DBD 3) Berikan reinforcement positif atas
4) Keluarga dapat keputusan yang dipilih oleh keluarga.
mengidentifikasi
kapan harus
memeriksakan kondisi
keluarga yang terkena
DBD ke fasilitas
pelayanan kesehatan .
Respon 1) Keluarga dapat 1) Kaji kemampuan keluarga untuk
psikom memutuskan tindakan pemeriksaan lebih lanjut dan
otor yang harus dilakukan pengobatan lebih lanjut jika terkena
apabila salah satu DBD
keluarga memiliki 2) Kaji kesulitan yang dihadapi keluarga
ciri-ciri terkena DBD untuk memberikan penanganan pada
2) Keluarga dapat keluarga yang sakit
memutuskan kapan 3) Motivasi keluarga untuk dapat
harus memeriksakan memberikan penanganan segera pada
keluarga ke fasilitas keluarga untuk mencegah akibat lebih
pelayanan kesehatan lanjut.

N. IMPLEMENTASI
NO Hari dan Implementasi Evaluasi
Tanggal
1 1) Memberikan informasi tentang S :
pengertian dan penyebab hipertensi - Keluarga mengatakan mulai
2) Mendiskusikan dan menjelaskan memahami tentang penyakit
akibat jika tidak mendapatkan hipertensi
pemeriksaan dan pengobatan - Keluarga mengatakan jika gejala
hipertensi mulai terasa Tn. S segera dibawa
3) Memberikan kesempatan keluarga ke pelayanan kesehatan untuk
menanyakan penjelasan yang telah memeriksakan diri
diberikan setiap kali diskusi - Keluarga akan mengingatkan Tn.
4) Memberikan penjelasan ulang bila Suntuk istirahat yang teratur,
ada penjelasan yang belum menjaga konsumsi makanan, dan
dimengerti jika ada keluhan segera berhenti
5) Mengevaluasi secara singkat dari aktivitas sementara.
terhadap topic yang didiskusikan O:
dengan keluarga
6) Mengkaji kemampuan keluarga - Keluarga mampu menyebutkan
untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengertian dan penyebab
pengobatan lebih lanjut hipertensi
7) Mengkaji kesulitan yang dihadapi - Keluarga mampu menyebutkan
keluarga untuk memberikan semua cara pengontrolan tekanan
penanganan pada Tn. S darah
8) Memotivasi keluarga untuk - Keluarga mampu menyebutkan
memberikan penanganan segera kembali akibat jika tidak
kepada Tn. S untuk mencegah mendapatkan pemeriksaan dan
akibat lebih lanjut. pengobatan hipertensi
- Keluarga dapat memutuskan
tindakan yang harus dilakukan
apabila tekanan darah Tn. S
mengalami kenaikan dan terdapat
keluhan lain
- Keluarga dapat memutuskan
kapan harus memeriksakan Tn. S
ke fasilitas pelayanan kesehatan
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
Lakukan evaluasi secara mendadak
dua hari kemudian.
2 1) Memberikan informasi tentang S:
pengertian dan penyebab DBD - Keluarga mengatakan mulai
2) Mendiskusikan dan menjelaskan memahami tentang penyakit DBD
akibat jika tidak menangani segera - Keluarga mengatakan jika gejala
DBD DBD mulai muncul pada keluarga
3) Memberikan kesempatan keluarga maka segera dibawa ke pelayanan
menanyakan penjelasan yang telah kesehatan untuk memeriksakan
diberikan setiap kali diskusi diri
4) Memberikan penjelasan ulang bila O:
ada penjelasan yang belum - Keluarga mampu menyebutkan
dimengerti pengertian dan penyebab DBD
5) Mengevaluasi secara singkat - Keluarga mampu menyebutkan
terhadap topic yang didiskusikan semua cara pencegahan DBD
dengan keluarga - Keluarga mampu menyebutkan
6) Mengkaji kemampuan keluarga kembali akibat jika tidak
untuk pemeriksaan lebih lanjut jika melakukan pencegahan DBD
terkena DBD - Keluarga dapat memutuskan
7) Mengkaji kesulitan yang dihadapi tindakan yang harus dilakukan
keluarga untuk membeikan apabila salah satu keluarga
penanganan pada keluarga mengalami gejala DBD
8) Memotivasi keluarga untuk - Keluarga dapat memutuskan
memberikan penanganan segera kapan harus memeriksakan
pada keluarga untuk mencegah keluarga ke fasilitas pelayanan
akibat lebih lanjut. kesehatan
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
Lakukan evaluasi secara mendadak
dua hari kemudian.
O. PERKEMBANGAN

NO Hari dan Implementasi Evaluasi


Tanggal
1 1) Memberikan informasi tentang S:
pengertian dan penyebab - Keluarga mengatakan mampu
hipertensi untuk pengobatan lebih lanjut
2) Mendiskusikan dan menjelaskan - Keluarga mengatakan mengerti
akibat jika tidak mendapatkan tentang penanganan segera pada
pemeriksaan dan pengobatan Tn. S untuk mencegah akibat lebih
hipertensi lanjut
3) Memberikan kesempatan O:
keluarga menanyakan - Keluarga mengetahui dampak jika
penjelasan yang telah diberikan tidak mendapatkan pemeriksaan
setiap kali diskusi dan pengobatan hipertensi
4) Memberikan penjelasan ulang terhadap Tn. S
bila ada penjelasan yang belum - Keluarga mengetahui tindakan
dimengerti yang tepat untuk mengatasi
5) Mengevaluasi secara singkat masalah kesehatan pada Tn. S
terhadap topic yang didiskusikan A:
dengan keluarga Masalah teratasi
6) Mengkaji kemampuan keluarga P:
untuk pemeriksaan lebih lanjut Hentikan intervensi
dan pengobatan lebih lanjut
7) Mengkaji kesulitan yang
dihadapi keluarga untuk
memberikan penanganan pada
Tn. S
8) Memotivasi keluarga untuk
memberikan penanganan segera
kepada Tn. S untuk mencegah
akibat lebih lanjut.
2 9) Memberikan informasi tentang S:
pengertian dan penyebab DBD - Keluarga mengatakan mampu
1) Mendiskusikan dan menjelaskan untuk melakukan pencegahan
akibat jika tidak menangani DBD
segera DBD - Keluarga mengatakan mengerti
2) Memberikan kesempatan tentang pencegahan DBD
keluarga menanyakan O:
penjelasan yang telah diberikan - Keluarga mengetahui dampak jika
setiap kali diskusi tidak mencegah penyebaran DBD
3) Memberikan penjelasan ulang - Keluarga mengetahui tindakan
bila ada penjelasan yang belum yang tepat untuk mengatasi DBD
dimengerti - Sampah sudah terlihat berkurang
4) Mengevaluasi secara singkat di sekitar lingkungan rumah
terhadap topic yang didiskusikan - Sampah masih terlihat bekas
dengan keluarga sampah di sungai
5) Mengkaji kemampuan keluarga A:
untuk pemeriksaan lebih lanjut Masalah teratasi sebagian
jika terkena DBD P:
6) Mengkaji kesulitan yang Hentikan intervensi
dihadapi keluarga untuk
membeikan penanganan pada
keluarga
7) Memotivasi keluarga untuk
memberikan penanganan segera
pada keluarga untuk mencegah
akibat lebih lanjut.