Anda di halaman 1dari 25

PENGKAJIAN DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN ANAK USIA DEWASA


KELOMPOK VI

Disusun Oleh :

Novi Murdiana Sari (1807065)


Muji Shukur (1807064)
Titis Pratiti Sanjani (1807071)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA HUSADA SEMARANG
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perawatan keluarga yang komprehensip merupakan suatu proses yang rumit,
sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan sistematis untuk bekerja dengan
keluarga dan anggota keluarga.
Salah satu aspek yang penting dalam keperawatan adalah keluarga. Keluarga adalah
unit terkecil dalam masyarakat merupakan klien keperawatan atau si penerima asuhan
keperawatan. Keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlukan anggota
keluarga yang sakit. Keberhasilan keperawatan di rumah sakit dapat menjadi sia-sia jika
tidak dilanjutkan oleh keluarga. Secara empiris dapat dikatakan bahwa kesehatan anggota
keluarga dan kualitas kehidupan keluarga menjadi sangat berhubungan atau signifikan.
kesehatan para anggota keluarga dan kualitas kesehatan keluarga mempunyai
hubungan yang erat. Akan tetapi, hingga saat ini sangat sedikit yang diberikan perhatian
pada keluarga sebagai objek dari studi yang sistematis dalam bidang keperawatan.
Beberapa alasan penting meyakinkan mengapa unit keluarga harus menjadi focus sentral
dari keperawatan keluarga, yaitu : Dalam sebuah unit keluarga, disfungsi apa saja
(penyakit, cedera, perpisahan) yang mempengaruhi satu atau lebih anggota keluarga, dan
dalam hal tertentu, sering akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain dan unit ini
secara keseluruhan.
Melalui perawatan kesehatan keluarga yang berfokus pada peningkatan, perwatan
diri (self care), pendidikan kesehatan, dan konseling keluarga serta upaya-upaya yang
berarti dapat mengurangi resiko yang diciptakan oleh pola hidup dan bahaya dari
lingkungan. Dalam pemberian pelayanan kesehatan perawat harus memperhatikan nilai-
nilai dan budaya keluarga sehingga dapat menerima.

B. TUJUAN
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui definisi keperawatan keluarga
2. Untuk mengetahui pengkajian keperawatan keluarga
3. Untuk mengetahuidiaknosa keperawatan keluarga
4. Untuk mengetahui definisi dan tujuan perencanaan keperawatan keluarga
5. Untuk mengetahui intervensi keperawatan keluarga
6. Untuk mengetahui evaluasi keperawatan keluarga

C. RUMUSAN MASALAH
Adapun beberapa masalah yang akan dirumuskan dalam memecahkan masalah
konsep keperawatan antara lain :
1. Mengetahui definisi keperawatan keluarga
2. Mengetahui pengkajian keperawatan keluarga
3. Mengetahui diaknosa keperawatan keluarga
4. Mengetahui definisi dan tujuan perencanaan keperawatan keluarga
5. Mengetahui intervensi keperawatan keluarga
6. Mengetahui evaluasi keperawatan keluarga

BAB III
TINJAUAN TEORI

A. Keperawatan Keluarga Dewasa


Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bergabung karna hubungan
darah, perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga , saling berinteraksi satu
sama lainya dalam peranya dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya. (sutantu
2012 yang dikutip dari Bailon dan Maglaya 1997).
Tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa dimulai saat anak pertama
meninggalkan rumah dan hingga anak terakhir meninggalkan rumah. Tujuan utama pada
tahap ini adalah mengorganisasi mempersiapkan anaknya yang tertua untuk membentuk
keluarga sendiri dan tetap membantu anak terakir untuk hidup mandiri. (mubarak, 2011)
Tugas perkembangan keluarga dewasa yaitu :memperluas keluarga inti menjadi
keluarga besar, mempertahankan keintiman pasangan, membantu orang tua memasuki
masa tua, membantu anak untuk mandiri di masyarakat dan penataan kembali peran dan
kegiatan rumah tangga.

B. Proses pengumpulan data


Proses pengumpulan data menurut teori Maglaya adalah : Observasi, pemeriksaan
fisik dan Wawancara.
Aspek Pengkajian Keperawatan Keluarga Menurut Maglaya: Struktur, karekteristik,
sosial ekonomi, pola hubungan, budaya, perumahan dan lingkungan, status kesehatan, nilai
– nilai dan kebiasaan, promosi kesehatan, pengobatan, dan perawatan
Tahap pengkajian keperawatan keluarga menurut Maglaya meliputi Tahap 1
membandingkan data kondisi dan masalah kesehatan dengan norma dan hubungan
interpersonal keluarga. Lanjut tahap 2 menganalisa masalah kesehatan keluarga,
menitikberatkan pada lima tugas kesehatan keluarga Duvall.

C. Diagnosa Keperawatan Keluarga


Diagnosa keperawatan keluarga adalah keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga
atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual
atau potensial (NANDA, 1990) . Bertujuab mengoptimalkan fungsi keluarga dan
meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani masalah kesehatan dan
mempertahankan status kesehatan anggotanya.
Tipe Diagnosa Keperawatan yaitu aktual/ sedang dialami oleh keluarga dan
memerlukan bantuan perawat dengan cepat, resiko tinggi masalah belum terjadi, tetapi
tanda untuk menjadi aktual masalah dapat terjadi dengan cepat bila tidak segera mendapat
bantuan perawat, dan potensial keadaan mampu memenuhi kebutuhan kesehatanya dan
mempunyai sumber penunjang kesehatan yang dapat meningkatkanya.

D. Definisi Dan Tujuan Perencanaan Keperawatan


Perencanaan keperawatan adalah suatu proses penyusunan intervensi keperawatan,
untuk mencegah, menurunkan, atau mengurangi masalah-masalah klien.
Tujuan dari rencana perawatan adalah memberikan tindakan keperawatan
berdasarkan respons klien terhadap masalah kesehatanya dan mencegah masalah baru yang
akan timbul.
Tujuan rencana tindakan dibagi menjadi dua menurut Dermawan (2012) yaitu :
Tujuan administratif untuk mengidentifikasi focus, membedakan tanggung jawab perawat,
evaluasi keperawatan dan mengklasifikasi pasien. Sedangkan tujuan klinik untuk pedoman
dalam penulisan, mengkomunikasikan rencana tindakan yang spesifik.
Pedoman Penetapan Intervensi Dengan Konsep Smart
1. Menentukan Prioritas Masalah upaya perawat untuk mengidentifikasi respons pasien
terhadap masalah kesehatannya, baik actual maupun potensial.Untuk menetapkan
prioritas masalah.
2. Menentukan Tujuan dan Kriteria Hasil
a) Tujuan Perawatan berdasarkan SMART yaitu:
S: Spesific (tujuan jelas, spesifik pada target)
M: Measurable (dapat diukur, dilihat, didengar, diraba, dirasakan, dibantu)
A: Achievable (secara realistis dapat dicapai)
R: Reasonable (dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah)
T: Time (punya batasan waktu kapan tujuan bisa dicapai).
b) Kriteria Hasil
Karakteristik criteria hasil yang perlu mendapatkan perhatian adalah: Berhubungan
dengan tujuan perawatan yang telah ditetapkan, dapat dicapai, spesifik, nyata dan
dapat diukur, menuliskan kata positif, menentukan waktu, menggunakan kata kerja.
3. Menentukan Rencana Tindakan
Dalam merumuskan rencana tindakan yang perlu diperhatikan adalah desain spesifik
intervensi yang membantu klien mencapai criteria hasil, terokumentasi selama tahap
pengkajian dan diagnose keperawatan, perencanaan bersifat individual sesuai kondisi
dan kebutuhan pasien, bekerjasama dengan pasien dalam merencanakan intervensi.
4. Dokumentasi

E. Intervensi Independent Dan Interdependent


Intervensi Independent (mandiri) oleh perawat untuk membantu pasien mengatasi
masalahnya atau menanggapi reaksi karena adanya stresor
Intervensi Interdependent ( saling ketergantungan) intervensi keperawatan atas dasar
kerjasama sesame tim keperawatan atau dengan tim kesehatan lainnya, seperti dokter,
fisioterapi, analis kesehatan dan sebagainya. Misalnya:

F. Evaluasi keperawatan
Evaluasi keperawatan adalah aktivitas yuang direncanakan, berkelanjutan, dan terarah
berupa hasil rencana asuhan keperawatan dengan tindakan intelektual dalam melengkapi
proses keperawatan , rencana intervensi dan implementasinya.
Tahap evaluasi perawat dapat memonitor apa yang terjadi selama pengkajian, analisis,
perencanaan dan implementasi intervensi.
Tujuan Evaluasi keperawatan yaitu ada 2 tujuan Umum dimana untuk menjamin
asuhan keperawatan secara optimal, meningkatkan dan meneruskan kualitas asuhan
keperawatan. Sedangkan tujuan Khusus mengakiri rencana tindakan keperawatan,
mengidentifikasi telah tercapai atau belum, meneruskan, memodifikasi rencana tindakan
keperawatan dan menentukan penyebab.
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK ..... DENGAN USIA DEWASA
PERTENGAHAN

A. PENGKAJIAN KELUARGA
1. STRUKTUR KELUARGA
Tanggal pengkajian : 12 mei 2019
a. Nama kepala keluarga : Tn.R
b. Alamat : Bergas
c. Pekerjaan Kepala Keluarga: Swasta
d. Pendidikan Kepala Keluarga: SMA
e. Komposisi keluarga :
N NAMA HUBUNGAN UMUR PENDIDIKAN PEKERJAAN JENIS
O TERAKIR KELAMIN

1 Tn. R Kepala keluarga 47 thn SMP Swasta Laki-laki

2 Ny. D Istri 45 thn SMP Ibu rumah Perempuan


tangga
3 An. A Anak kandung 28 thn SMA Swasta Perempuan

2. Karakeristik keluarga
Keluarga Bp. R termasuk dalam kategori Tradisional Nuclear karena terdiri
dari kelurga inti (ayah, ibu dan anak) tinggal dalam 1 rumah dan ditetapkan dalam
suatu ikatan perkawinan, satu atau keduanya dapat bekerja diluar rumah. Bp. R
mempunyai watak yang keras, dan terkadang tidak mau mendengar pendapat istri
dan anaknya, apa yang diinginkan harus dituruti.
3. Sosial ekonomi
Keluarga megatakan yang bekerja sehari-hari adalah Bp. R yaitu sebagai
buruh pabrik. Pendapatan Bp. R tiap bulannya Rp. 2.000.000 dan ibu D tidak
bekerja. Anak A sudah bekerja sebagai karyawan kontrak di pabrik dengan
pendapatan Rp. 1.800.000 @bulanya.

4. Pola hubungan
Hubungan antara orang tua dengan anak A akir-akir ini tidak begitu baik,
dikarenakan anak sering tidak mendengarkan nasehat orangtuanya untuk mengatur
pola makan dan mengurangi asupan makanan, tetapi anak D sering tidak bisa
mengontrol pola makan nya, orang tua menginginkan anak nya segera mencari
pasangan dan menikah terkadang sering bertengkar hanya karna masalah seperti
ini.komunikasi menjadi tidak baik dan sangat kurang dalam berkomunikasi.
5. Budaya
Ibu D mengatakan tidak menganut budaya khusus, dikeluarga juga tidak ada
budaya khusus, ibu D hanya ingin agara anak A segera mendapatkan pasangan dan
menikah karna melihat umur nya yang sudah 26 tahun
6. Perumahan dan lingkungan.
Rumah yang dihuni oleh keluarga Bp. R merupakan rumah hak miliki sendiri
yang merupakan uang tabungan dari mereka semua,. Rumah satu lantai terdiri dari 3
kamar, 1 kamar mandi, 1 ruang makan, dan 1 ruang tamu sekaligus ruang keluarga
serta dapur. Lingkungan rumah tampak bersih, RT 04 RW 01 yang menjadi tempat
tinggal Bapak R dan keluarga merupakan tempat yang padat penduduk jadi antara
rumah satu dengan lainnya hanya berjarak 1 meter bahkan ada yang berdempetan.
Penduduk didaerah tersebut mayoritas merupakan warga asli daerah dan sudah
menjadi penduduk tetap. Bapak R sehari – jarang dirumah karna sibuk bekerja di
pabrik,dan ibu D setiap hari dirumah. Bapak R dan ibu D selalu mengikuti kegiatan
rutinan yang diselenggarakan RT setempat seperti acara rutinan yasinan setiap hari
kamis untuk bapak-bapak dan hari sabtu untuk ibu-ibu serta kegiatan kerja bakti
setiap hari minggu pagi.
7. Status kesehatan
Keluarga Bp. R ada anggota keluarga nya yang mengalami gannguan
kesehatan yaitu An. A , ibu D mengatakan anaknya menderita obesitas dan tekanan
darah tinggi yaitu TD :150/90 mmhg ,BB pada bulan lalu yaitu 72 kg dan sekarang
sudah 75 kg, dengan TB : 155cm. Seharusnya BB ideal nya adalah 40kg. Penyakit
itu diketahuinya sudah 2 bulan ini, petugas kesehatan sudah menyarankan agar An.
A untuk diit dan banyak olahraga, serta rajin memeriksakan diri ke pelayanan
kesehatan terdekat, namun anak D tidak menuruti anjuran tersebut. Anak A
mengatakan merasa sulit untuk mengurangi porsi makanya (diit) terkadang merasa
malu dengan bentuk tubuhnya yang gemuk, dan merasa cemas karna tidak segera
mendapatkan pasangan hidup.
8. Nilai- nilai dan kebiasaan
Dahulu kebiasaan yang dilakukan dikeluarga ini adalah makan malam bersama
setelah Bp. R dan anak A pulang dari bekerja.Tetapi belakangan ini sudah jarang
sekali dilakukan karna konflik yang terjadi antara orang tua dan anak A. Nilai dan
kepercayaan yang dianut keluarga bahwa jika anaknya tidak segera menikah akan
menjadi perawan tua.
9. Promosi kesehatan
Keluarga Bp R jika mendapatkan informasi tentang kesehatan yaitu di
pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau klinik yang dekat dengan rumah
mereka, atau dari mahasiwa kesehatan yang tengah praktek di sekitar rumah mereka.
10. Pengobatan
Jika ada anggota keluarga yang sakit, segera memeriksakan ke klinik di dekat
rumah mereka, mereka mempunyai asuransi kesehatan yaitu BPJS, anak A yang
menderita hipertensi dan obesitas tidak begitu memperhatikan kesehatanya, tidak
pernah mengatur pola makan nya meskipun ibu D selalu memperingatkan anaknya.
11. Perawatan
Ibu D mengatakan jika ada anggota yang sakit selalu dirawat dan diperhatikan ,
saling mengingatkan untuk minum obat teratur, teteapi An. A sering tidak
mengindahkan

TAHAP PENGKAJIAN KELUARGA


1. Tahap 1
Keluarga Bp. R merasa cemas dengan keadaan fisik anaknya yang obesitas,
dimana nanti anak nya tidak segera mempunyai pasangan dan menikah. Karna
kepercayaan di masyarakat sekitar bahwa anak perempuan yang berumur 25 tahun
keatas jika tidak segera menikah akan menjadi perawan tua. Wajah ibu D tampak
sedih saat menceritakan permasalahan keluarganya. Bapak R mengatakan merasa
gagal dalam menyelesaikan tugas perkembangan keluarganya yaitu melepas anak
perempuanya untuk menikah.terkadang bapak R sering manyalahkan dirinya
sendiri, sehingga sering marah-marah tanpa sebab.
2. Tahap 2
a. Mengenal masalah kesehatan
Anggota keluarga ini kurang respon dalam hal kesehatan karena An. A
mengetahui jika tekanan darah tinggi tetapi tidak mau periksa atau mengatur
pola makan secara sehat karena anak tidak merasa ada keluhan seperti pusing
atau tengkuk sakit.Anak A juga sangat menyukai masakan yang asin-asin, ibu
mengatakan anak A sulit jika diajak berobat dan merasa dirinya sehat jadi tidak
perlu periksa di tenaga medis. Mereka mempunyai asuransi kesehatan yaitu
BPJS
b. Memutuskan tindakan
Ibu D mengatakan bila ada anggota sakit tidak segera memeriksakan diri
ke balai pengobatan, biasanya hanya istirahat dan kerokan. Namun jika dalam
waktu 3 hari tidak kunjung sembuh biasanya keluarga periksa diklinik terdekat
tetapi untuk masalah tekanan darah tinggi tidak rajin untuk kontrol jika obat
habis, jika dirasa ada keluhan saja baru periksa.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Apabila ada anggota keluarga yang sakit maka yang dilakukan pertama
adalah melakukan pijat dan kerok jika tidak kunjung sembuh memeriksakan ke
bidan terdekat atau klinik terdekat . Namun diakui An A. merasa jarang sakit,
dan bila pun sakit biasanya hanya batuk pilek,pusing yang akan sembuh
dengan sendirinya.
d. Modifikasi lingkungan
Keluarga tidak melakukan modifikasi lingkungan apapun dalam hal yang
berkaitan dengan kesehatan yang dialami anaknya.
e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan yang biasa digunakan adalah klinik terdekat, tetapi
keluarga jarang sekali untuk menggunakan layanan kesehatan tersebut.
B. ANALISA DATA
NO DATA DX
DX KEPERAWATAN

1 DS : Ketidakefekfifan
- Anak A mengetahui jika kelebihan BB dan juga manajemen
darah tinggi tetapi tidak pernah mengatur pola kesehatan keluarga
makan dan tidak rutin memeriksakan tekanan bd kurang
darahnya. pengetahuan tentang
- Anak A mengatakan selalu kesulitan untuk program terapeutik
mengurangi pola makannya
- Ibu D selalu mengingatkan dan menyuruh
anaknya untuk mengurangi makan dan
memeriksakan tekanan darah, tetapi anak D
tidak pernah menghiraukan.
- Anak A mengatakan sangat menyukai makanan
yang asin-asin
DO :
- BB An. A : 75kg TB :155cm, BB ideal 40kg, BB
naik dari bulan lalu 72kg
- TD : 150/90 mmhg
2 DS : Disfungsi proses
keluarga
- Keluarga Bp. R merasa cemas dengan keadaan berhubungan dengan
fisik anaknya yang obesitas ketidakadekuatan
- Ibu D mengatakan komunikasi diantara anggota ketrampilan koping
keluarga sangat kurang dan sering bertengkar
dikarenakan orang tua yang selalu menyuruh
anaknya segera mencari pasangan dan menikah
- Ibu D mengatakan sekarang sudah jarang sekali
makan malam bersama dirumah seperti yang
dulu dilakukan.
- Anak A mengatakan merasa malu dengan bentuk
tubuhnya yang gemuk dan merasa cemas karna
tidak segera mendapatkan pasangan hidup
- Bapak R mengatakan merasa gagal dalam
menyelesaikan tugas perkembangan keluarganya
- bapak R sering manyalahkan dirinya sendiri,
sehingga sering marah-marah tanpa sebab
DO :
- An. A berstatus belum menikah dengan umur 26
tahun
- Tampak ekspresi wajah sedih ibu D saat
menceritakan bahwa ingin anaknya segera
menikah
- Tampak ekspresi marah bapak R saat mengingat
anaknya.
C. PRIORITAS DIAGNOSA
Skoring

Diagnosa 1 : Ketidakefekfifan manajemen kesehatan bd kurang pengetahuan tentang


program terapeutik
Kriteria Bobot Total Pembenaran

Sifat masalah : 1 3/3 x - Anak A mengetahui jika kelebihan BB


Tidak/kurang sehat 1=1 dan juga darah tinggi tetapi tidak pernah
(3) mengatur pola makan dan tidak rutin
Ancaman memeriksakan tekanan darahnya.
kesehatan(2) - Ibu D selalu mengingatkan dan menyuruh
Krisis/ keadaan anaknya untuk mengurangi makan dan
sejahtera(1) memeriksakan tekanan darah, tetapi anak
D tidak pernah menghiraukan.
- Anak A mengatakan selalu kesulitan
untuk mengurangi pola makannya
- Ibu D selalu mengingatkan dan menyuruh
anaknya untuk mengurangi makan dan
memeriksakan tekanan darah, tetapi anak
D tidak pernah menghiraukan.
- Anak A mengatakan sangat menyukai
makanan yang asin-asin
- BB An. A : 75kg TB :155cm, BB ideal
40kg, BB naik dari bulan lalu 72kg
- TD : 150/90 mmhg

Kemungkinan 2 0/2 x - Ibu D selalu mengingatkan dan menyuruh


diubah : 2=0 anaknya untuk mengurangi makan dan
Mudah (2) memeriksakan tekanan darah, tetapi anak
Sebagian (1) D tidak pernah menghiraukan.
Tidak dapat (0)
Kemungkinan 1 1/3 x - Anak A mengetahui jika kelebihan BB
dicegah : 1= dan juga darah tinggi tetapi tidak pernah
Tinggi (3) 0,33 mengatur pola makan dan tidak rutin
Cukup (2) memeriksakan tekanan darahnya
Rendah (1) - Anak A mengatakan selalu kesulitan
untuk mengurangi pola makannya

Menonjol nya 1 2/2x1 - Anak A mengetahui jika kelebihan BB


masalah : =1 dan juga darah tinggi tetapi tidak pernah
Membutuhkan mengatur pola makan dan tidak rutin
perhatian segera (2) memeriksakan tekanan darahnya.
Tidak - Ibu D selalu mengingatkan dan menyuruh
membutuhkan anaknya untuk mengurangi makan dan
pehatian segera (1) memeriksakan tekanan darah, tetapi anak
Tidak dirasakan D tidak pernah menghiraukan.
sebagai masalah BB An. A : 75kg TB :155cm, BB ideal
atau kondisi yang 40kg, BB naik dari bulan lalu 72kg
membutuhkan - TD an A : 150/90 mmhg
perubahan (0) - Anak A mengatakan selalu kesulitan
untuk mengurangi pola makannya

Total 2,33

Diagnosa 2 : Disfungsi proses keluarga berhubungan dengan ketidakadekuatan


ketrampilan koping
Kriteria Bobot Total Pembenaran

Sifat masalah : 1 2/3x 1 - Ibu D mengatakan ingin agar anaknya


Tidak/kurang sehat = 0,66 segera mempunyai pasangan dan
(3) menikah, agar tidak menjadi perawan tua
Ancaman - Komunikasi diantara anggota keluarga
kesehatan(2) sangat kurang dan sering bertengkar
Krisis/ keadaan dikarenakan orang tua yang selalu
sejahtera(1) menyuruh anaknya segera mencari
pasangan dan menikah.

Kemungkinan 2 1/2 x - Komunikasi diantara anggota keluarga


diubah : 2=0 sangat kurang dan sering bertengkar
Mudah (2) dikarenakan orang tua yang selalu
Sebagian (1) menyuruh anaknya segera mencari
Tidak dapat (0) pasangan dan menikah

Kemungkinan 1 2/3 x - Ibu D mengatakan ingin agar anaknya


dicegah : 1= segera mempunyai pasangan dan
Tinggi (3) 0,66 menikah, agar tidak menjadi perawan tua
Cukup (2) - Tampak ekspresi marah bapak R saat
Rendah (1) mengingat anaknya

Menonjol nya 1 2/2x1 - Komunikasi diantara anggota keluarga


masalah : =1 sangat kurang dan sering bertengkar
Membutuhkan dikarenakan orang tua yang selalu
perhatian segera (2) menyuruh anaknya segera mencari
Tidak pasangan dan menikah
membutuhkan - An. A berstatus belum menikah dengan
pehatian segera (1) umur 26 tahun
Tidak dirasakan - Tampak ekspresi wajah sedih ibu D saat
sebagai masalah menceritakan bahwa ingin anaknya segera
atau kondisi yang menikah
membutuhkan
perubahan (0)
Total 2,26

D. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakefekfifan manajemen kesehatan bd kurang pengetahuan tentang program
terapeutik
2. Disfungsi proses keluarga berhubungan dengan ketidakadekuatan ketrampilan
koping
E. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Bapak R dengan Anak usia Dewasa
NO Dx Kep Tujuan Keperawatan Intervensi Keperawatan

1. Ketidakefekfif TUK 1 : keluarga mampu Keluarga mampu mengenal


an manajemen mengenal tentang penyakit masalah fisiologis dan
kesehatan Darah tinggi dan dampak perubahan gaya hidup :
keluarga bd negatif dari obesitas 1. Kaji tingkat
kurang 1. Pengetahuan tentang pengetahuan pasien
pengetahuan proses penyakit terkait dengan prose
tentang 2. Perliaku peningkatan penyakit.
penyakit kesehatan 2. Jelaskan proses
Hipertensi dan 3. Mencari informasi penyakit penyakit
Obesitas masalah kesehatan 3. Review pengetahuan
4. Pengontrolan pasien mengenai
gangguan makan kondisinya
5. Pengetahuan 4. Jelaskan tanda dan
pengontrolan diet gejala yang umum dari
penyakit
TUK 2 : Keluarga mampu 5. Jelasan kemungkinan
memutuskan untuk penyebab
meningkatkan atau 6. Berikan informasi
memperbaiki kesehatan pada pasien mengenai
kepatuhan perilaku kondisinya
1. Kepatuhan perilaku 7. Diskusikan perubahan
:penyediaan diet gaya hidup yang
2. Berpartisipasi dalam mungkin diperlukan
memutuskan untuk mencegah
perawatan kesehatan komplikasi di masa
3. Perilaku menurunkan yang akan datang dan
berat badan untuk mengontrol
proses penyakit
TUK 3 : keluarga mampu
merawat anggota keluarga Keluarga mampu
untuk meningkatkan atau memutuskan untuk membantu
memperbaiki kesehatan : diri sendiri membangun
1. Perilaku kepatuhan : kekuatan,beradaptasi dengan
menyiapkan diet perubahan fungsi, atau
dengan tepat mencapai fungsi yang lebih
2. Kemampuan keluarga tinggi :
memberikan 1. Dukungan membuat
perawatan langsung keputusan
TUK 4 : keluarga dapat 2. Membangun harapan
memodifikasi lingkungan : 3. Berikan informasi
konrol resiko dan keamanan kepada keluarga/
1. Kontrol resiko orang penting bagi
gangguan lipid klien mengenai
2. Kontrol resiko perkembangan klien
hipertensi
TUK 5 : keluarga Keluarga mampu merawat
memanfaatkan fasilitas anggota keluarga yang sakit
kesehatan : dan memberikan dukungan
1. Pengetahuan tentang terhadap diet :
sumber kesehatan 1. Manajemen nutrisi
2. Perilaku mencari yang tepat untuk
pelayanan kesehatan pasien
3. Partisipasi keluarga 2. Dukungan pemberian
dalam perawatan perawatan
keluarga 3. Proses pemeliharaan
keluarga
4. Dukungan keluarga

Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan dan
memfasilitasi perubahan gaya
hidup dalam hal :
1. Pencegahan jatuh
2. Manajemn lingkungan
: rumah yang aman
3. Bantuan pemeliharaan
rumah
4. Manajemen perilaku
5. Modifikasi perilaku

keluarga memanfaatkan
fasilitas kesehatan :
1. Konsultasi
2. Rujukan
3. Diskusikan pilihan
terapi/penanganan
4. Jelaskan alasan dibalik
manajemen/terapi
yang
direkomendasikan
5. Edukasi pasien
mengenai tanda dan
gejala yang gejala
yang harus dilaporkan
kepada petugas
kesehatan

2. Disfungsi TUK 1 : keluarga mampu Mampu mengenal masalah :


proses mengenal masalah :
Counseling :
keluarga 1. Membangun hubunan
Family functioning
berhubungan terapeutik
1. Mengatur perilaku
dengan 2. Menunjukkan empati,
anggota keluarga
ketidakadekua kehangatan
2. Memberikan tanggung
tan 3. Mendampingi pasien
jawab di antara
ketrampilan anggota keluarga untuk
koping 3. Beradaptasi terhadap mengidentifikasi
transisi perkembangan masalah atau situasi
4. Menciptakan 4. Tentukan bagaimana
lingkungan yang perilaku keluarga
nyaman bagi anggota mempengaruhi anak
keluarga untuk 5. Verbalkan
mengungkapkan ketidaksesuaian antara
perasaan secara perasaan dan perilaku
terbuka 6. Damping dan
5. Menerima perbedaan reinforce klien untuk
di antara anggota mengidentifikasi
keluarga kekuatan
6. Melibatkan anggota 7. Beri dukungan atas
keluarga dalam peningkatan
memecahkan masalah kemampuan terhadap
dan menyelesaikan situasi
konflik Emotional support
7. Anggota keluarga 1. Diskusikan
menampilkan peran pengalaman emosi
yang diharapkan keluarga
8. Anggota keluarga 2. Eksplorasi hal yang
mengekspresikan memicu emosi
komitmen terhadap 3. Dukung klien untuk
keluarga mengekspresikan
9. Anggota keluarga perasaan
saling membantu
Anggota keluarga
Family support (7140)
terlibat dalam kegiatan
1. Bantu perkembangan
kemasyarakatan
harapan realistis
Family Integrity (2603)
keluarga
1. Mendukung otonomi
2. Dengarkan terhadap
dan kebebasan
perhatian, perasaan,
individu dan pertanyaan
2. Makan bersama keluarga
3. Anggota keluarga
membagi perasaan,
pemikiran,
ketertarikan, dan
perhatian
4. Anggota keluarga
saling berkomunikasi
secara
terbuka dan jujur

TUK 2 : Keluarga mampu


Mengambil keputusan :
mengambil keputusan :
1. dukungan membuat
1. berpartisipasi dalam
keputusan
memutuskan
2. membangun harapan
perawatan kesehatan
3. Menanyakan keluarga
dan anak atas apa yang
TUK 3 : keluarga mampu
tidak dapat dilakukan
merawat satu sama lainya
terkati masalah yang
sehingga tidak terjadi
ada
ganguan proses keluarga
4. Identifikasi perbedaan
1. fungsi keluarga
antara pandangan
2. integritas keluarga
orang tua terhadap
3. dukungan keluarga
situasi
selama perawatan

Kemampuan merawat :
TUK 4 : keluarga mampu
1. modifikasi perilaku
memodifikasi lingkungan
2. peningkatan integritas
untuk mengatasi masalah
keluarga
gangguan proses keluarga
3. mempertahankan
1. status kenyamanan
proses keluarga
:lingkungan
2. menunjukan 4. dukungan keluarga
perananya 5. proses keluarga
TUK 5 : keluarga 6. terapi keluarga
memanfaatkan fasilitas 7. peningkatan peran
kesehatan yang ada untuk Kemampuan memodifikasi
mengatasi masalah gangguan lingkungan :
kesehatan managemen perilaku
1. kepuasaan klien : akses
menuju sumber pelayanan

Kemampuan pemanfaatan
pelayanan kesehatan :
1. memfasilitasi
tanggung jawab diri
2. Fasilitasi komunikasi
antar anggota keluarga
3. Orientasikan keluarga
kepada setting layanan
keehatan
4. Dampingi anggota
keluarga dalam
mengidentifikasi dan
menyelesaikan konflik
dalam nilai
F. Evaluasi keperawatan keluarga Bapak R dengan anak usia dewasa

Diagnosa Kep NOC Evaluasi TTD


Sebelum Setelah
Ketidak 1. Keluarga mampu S : ibu mengatakan S:
efekfifan mengenal tentang penyakit anak A - keluarga
manajemen Darah tinggi dan dampak mengetahui jika mengatakan
kesehatan negatif dari obesitas kelebihan BB dan paham tentang
keluarga bd 1. Kaji tingkat juga darah tinggi penyakit
kurang pengetahuan pasien tetapi tidak hipertensi dan
pengetahuan terkait dengan proses paham dampak obesitas yang
tentang penyakit. nya jika tidak dijelaskan oleh
program 2. Jelaskan proses memeriksakan mahasiwa.
terapeutik penyakit rutin ke dokter - - Keluarga
3. Review pengetahuan O :Anak tampak menyatakan
pasien mengenai tidak kesetujuannya
kondisinya menghiraukan diberikan
4. Jelaskan tanda dan nasehat pendidikan
gejala yang umum dari orangtuanya kesehatan utuk
penyakit A : Masalah belum megetahui sejauh
5. Jelaskan kemungkinan teratasi mana pentingnya
penyebab P : rencanakan untuk kesehatan bagi
6. Berikan informasi pada pertemuan dirinya
pasien mengenai selanjutnya untuk - Ibu D
kondisinya mengajarkan mengatakan ingin
7. Diskusikan perubahan Mendiskusikan An.A menikah
gaya hidup yang perubahan gaya tahun ini
mungkin diperlukan hidup dan O:keluarga tampak
untuk mencegah pandangan orang paham ,
komplikasi di masa tua terhadap terlihat aktif,
yang akan datang dan situasi keluarga
untuk mengontrol mampu
proses penyakit menyebutkan
2. Keluarga mampu pengertian,
memutuskan untuk tanda, dalam
meningkatkan atau diskus
memperbaiki kesehatan penyebab,
kepatuhan perilaku pencegahan,
1. Berikan informasi pengobatan
kepada keluarga/ orang dan manfaat
penting bagi klien kerugian nya
mengenai jika tidak
perkembangan berobat rutin
3. Keluarga mampu A: masalah teratasi
merawat anggota keluarga P : hentikan
untuk meningkatkan atau intervensi
memperbaiki kesehatan
Klien
8. Manajemen nutrisi
yang tepat untuk
pasien
9. Edukasi pasien
mengenai tanda dan
gejala yang gejala
yang harus dilaporkan
kepada petugas
kesehatan
4.Keluarga dapat
memodifikasi lingkungan :
konrol resiko dan
keamanan
6. Pencegahan jatuh
7. Manajemn lingkungan
: rumah yang aman
8. Bantuan pemeliharaan
rumah
9. Manajemen perilaku
10. Modifikasi perilaku
5.Keluarga memanfaatkan
fasilitas kesehatan :
6. Diskusikan pilihan
terapi/penanganan
7. Jelaskan alasan
dibalik manajemen /
terapi yang
direkomendasikan
8. Edukasi pasien
mengenai tanda dan
gejala yang gejala
yang harus dilaporkan
kepada petugas
kesehatan
Disfungsi 1. keluarga mampu S : Ibu D S : Ibu D
proses mengenal masalah : mengatakan mengatakan
keluarga fungsi keluarga dan komunikasi komunikasi
berhubungan integritas keluarga diantara anggota diantar anggota
dengan 8. Membangun hubunan keluarga sangat keluarga lebih
ketidakadekuat terapeutik kurang dan sering baik dari
an ketrampilan 9. Menunjukkan empati, bertengkar, sebelumnya
koping kehangatan
O : Tampak O : Tampak
10. Mendampingi pasien
ketidakharmonisan hubungan yang
untuk
hubungan baik diantara
mengidentifikasi
dikeluarga anggota keluarga
masalah atau situasi
A : Masalah belum A : Masalah teratasi
11. Tentukan bagaimana
teratasi P : Intervensi
perilaku keluarga
P : Lanjutkan dihentikan
mempengaruhi anak
Intervensi
2. Keluarga mampu
mengambil keputusan:
berpartisipasi dalam
memutuskan perawatan
kesehatan
5. Menanyakan keluarga
dan anak atas apa
yang tidak dapat
dilakukan terkati
masalah yang ada
6. Identifikasi perbedaan
antara pandangan
orang tua terhadap
situasi

3. keluarga mampu
merawat satu sama
lainya sehingga tidak
terjadi ganguan proses
keluarga
8. modifikasi perilaku
9. peningkatan integritas
keluarga
10. mempertahankan
proses keluarga
11. dukungan keluarga
4. keluarga mampu
memodifikasi
lingkungan untuk
mengatasi masalah
gangguan proses
keluarga
1. modifikasi lingkungan
yang membuat suasana
nyaman di rumah
5. keluarga memanfaatkan
fasilitas kesehatan yang
ada untuk mengatasi
masalah gangguan
kesehatan
kepuasaan klien : akses
menuju sumber
pelayanan
3. memfasilitasi
tanggung jawab diri
4. Fasilitasi komunikasi
antar anggota
keluarga
5. Orientasikan keluarga
kepada setting
layanan keehatan
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem
keluarga meliputi; perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga
disepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui beberapa tahapan atau kurun waktu
tertentu. Pada setiap tahapan mempunyai tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar
tahapan tersebut dapat dilalui dengan sukses.
Tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa dimulai saat anak pertama
meninggalkan rumah dan hingga anak terakhir meninggalkan rumah. Tujuan utama pada
tahap ini adalah mengorganisasi mempersiapkan anaknya yang tertua untuk membentuk
keluarga sendiri dan tetap membantu anak terakir untuk hidup mandiri.
Tugas perkembangan keluarga dewasa yaitu :memperluas keluarga inti menjadi
keluarga besar, mempertahankan keintiman pasangan, membantu orang tua memasuki
masa tua, membantu anak untuk mandiri di masyarakat dan penataan kembali peran dan
kegiatan rumah tangga.

B. SARAN
Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang keluarga melalui pendalaman
keluarga sesuai jenjang merupakan langkah yang tepat dilakukan guna mencapai
kebutuhan kesehatan keluarga yang optimal. Pemenuhan tahap perkembangan usia dewasa
pertengahan bertumpu pada mengorganisasi mempersiapkan anaknya yang tertua untuk
membentuk keluarga sendiri dan tetap membantu anak terakir untuk hidup mandiri.