Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

NAMA SEKOLAH : SMAN 1 KARANGWARENG


MATA PELAJARAN : KIMIA
KELAS/SEMESTER : XI/1
MATERI POKOK : TITRASI
ALOKASI WAKTU : 12 JP X 45 MENIT (3 X PERTEMUAN)

A. KOMPETENSI INTI
Kompetensi Sikap: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan
pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolahdengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi peserta didik.

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan


metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pemdekatan saintifik dengan model pembelajaran discovery learning, peserta didik dapat
menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi asam-basa serta menyimpulkan hasil analisis data percobaan
titrasi asam-basa menyimpulkan hasil analisis data percobaan titrasi asam-basa. dengan penuh tanggung
jawab, bekerja keras dan bekerja sama, serta mampu berfikir kritis, komunikatif, kreatif dan kolaboratif.

C. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 KOMPETENSI DASAR DARI KI 4


3.13 Menganalisis data hasil berbagai jenis titrasi 4.13 Menyimpulkan hasil analisis data percobaan
asam-basa. titrasi asam-basa.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK) INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
3.13.1 Menjelaskan pengertian titrasi 4.13.1 Merancang dan melakukan percobaan
3.13.2 Menjelaskan jenis-jenis titrasi asam-basa titrasi asam basa
3.13.3 Menentukan indikator yang tepat digunakan 4.13.2 Menganalisis data hasil percobaan titrasi
dalam proses titrasi asam dan basa asam basa
3.13.4 Menentukan titik ekivalen dan titik akhir 4.13.3 Membuat kesimpulan hasil analisis data
titrasi asam dengan basa percobaan titrasi asam basa
3.13.5 Menentukan konsentrasi/ kadar asam atau
basa dari data hasil percobaan titrasi asam
basa
3.13.6 Menganalisis jenis titrasi asam-basa
berdasarkan kurva data hasil titrasi
D. MATERI PEMBELAJARAN
 Titrasi asam basa
 Kurva titrasi
(terlampir)
E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya-jawab, Eksperimen

F. MEDIA PEMBELAJARAN
Media :
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 Slide presentation
 Ilustrasi (Video, animasi flash)
 Penggaris, spidol, papan tulis
 Laptop & infocus
 Alat dan bahan praktikum

G. SUMBER BELAJAR
1. Sudarmo,Unggul.2014.Kimia:Untuk SMA/MA Kelas XI,Kelompok Peminatan Matematika dan
Ilmu Alam. Jakarta:Erlangga

2. Sunarya, Yayan. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 2 : Untuk Kelas XI Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional

3. Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah. Bandung: Grafindo Media Pratama

H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN


Pertemuan Ke- 1 (4 x 45 menit)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka secara 10 menit
menyenangkan.
 Guru memeriksa kebersihan kelas
 Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
 Guru melakukan apersepsi mengenai materi pada pertemuan
sebelumnya yaitu; sistem koloid, jenis koloid, dan pembuatan koloid
 Guru memberikan motivasi mengenai manfaat mempelajari materi
yang akan dipelajari
 Peserta didik membentuk kelompok 5-6 orang
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian yang
digunakan dalam pembelajaran
Inti Mengamati 150
 Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber tentang titrasi menit
asam basa untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
 Mengajukan pertanyaan tentang Titrasi yang tidak dipahami dari apa
yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati.
 Bagaimana memilih indikator yang tepat dalam titrasi asam basa?
 Kapan titrasi dinyatakan selesai?

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
 Merancang percobaan titrasi asam basa dan mempresentasikan hasil
rancangan untuk menyamakan persepsi
 Memprediksi indikator yang dapat digunakan untuk titrasi asam basa
 dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang
lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
 Mengolah data hasil percobaan
 Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang dititer
 Berdiskusi tentang data yang sudah dikumpulkan/terangkum dalam
kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung.
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Mengkomunikasikan
 Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
 Mengemukanpendapat atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi
oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi
kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
 Menjawab pertanyaanyang terdapat pada buku pegangan peserta didik
atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
Penutup  Guru memita siswa menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang 10 menit
telah dilaksanakan untuk memantapkan pengetahuan siswa
 Guru memberikan tugas untuk membuat laporan hasil praktikum
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk
tetap belajar.
 Guru menutup pelajaran dengan salam penutup.

Pertemuan Ke-2 (4 x 45 menit)


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan  Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka secara 10 menit
menyenangkan.
 Guru memeriksa kebersihan kelas
 Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
 Guru melakukan apersepsi mengenai materi pada pertemuan
sebelumnya yaitu; sistem koloid, jenis koloid, dan pembuatan koloid
 Guru memberikan motivasi mengenai manfaat mempelajari materi
yang akan dipelajari
 Peserta didik membentuk kelompok 5-6 orang
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian yang
digunakan dalam pembelajaran
Inti Mengamati 150
 Mencari informasi dari berbagai sumber tentang titrasi asam basa menit
untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Menanya
 Mengajukan pertanyaan tentang Titrasi yang tidak dipahami dari apa
yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan
tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas,
rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat.
Misal :
Bagaimana menguji kebenaran konsentrasi suatu produk, misalnya
cuka dapur 25%.

Mengumpulkan Data(Eksperimen/Mengeksplorasi)
 Melakukan percobaan titrasi asam basa.
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang
lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Mengasosiasikan
 Menentukan kemurnian suatu zat
 Menganalisis kurva titrasi dan menentukan titik ekivalen melalui titik
akhir titrasi
 Berdiskusi tentang data yang sudah dikumpulkan/terangkum dalam
kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung.
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan
informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir
induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Mengkomunikasikan
 Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil
analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
 Mengemukanpendapat atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi
oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi
kesempatan untuk menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

 Menjawab pertanyaanyang terdapat pada buku pegangan peserta didik


atau lembar kerja yang telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan
beberapapertanyaan kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran

Penutup  Guru memita siswa menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran yang 10 menit
telah dilaksanakan untuk memantapkan pengetahuan siswa
 Guru memberikan tugas untuk membuat laporan hasil praktikum
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk
tetap belajar.
 Guru menutup pelajaran dengan salam penutup.

I. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN

Aspek Teknik Bentuk Instrumen


Afektif Observasi Jurnal (terlampir)
Pengetahuan Tes Tulis Soal Uraian (terlampir)
Keterampilan Portofolio Penilaian Laporan (terlampir)
Kinerja Lembar Observasi (terlampir)

Remedial
(1) Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas
(2) Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya,
atau penugasan dan diakhiri dengan tes.
(3) Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai
ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk penugasan tanpa tes tertulis kembali.
Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai
berikut:
(1) Peserta didik yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi masih
dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
(2) Peserta didik yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan

Mengetahui, Cirebon, 1 Juli 2019


Kepala SMAN 1 Karangwareng Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Rosdania Mustafa, M.Pd. Evi Rohimah, S.Pd.


NIP. 19611111 198109 2 002
LAMPIRAN: INSTRUMEN PENILAIAN
A. PENILAIAN SIKAP
JURNAL

KEJADIAN/ BUTIR POS/


pert WAKTU NAMA TINDAK LANJUT
PERILAKU SIKAP NEG
1 -
2
3
Dst.

B. PENILAIAN PENGETAHUAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan tepat!
Kerjakanlah dengan jujur! Yakinlah pada kemampuan Anda!
1. Jelaskan dua cara untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa!
2. Sebanyak 100 mL larutan 0,2 M HCl dicampurkan dengan 50 mL larutan 0,3 M NaOH. Hitunglah pH
larutan masing-masing sebelum dicampurkan dan pH larutan setelah dicampurkan!
3. Larutan Mg(OH)2 sebanyak 20 mL dititrasi dengan asam klorida 0,1 M. Titik ekuivalen tercapai pada
HCl sebanyak 20 mL, berapa konsentrasi Mg(OH)2?
4. Sebanyak 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasikan dengan larutan 0,1 M NaOH.Indikator yang dipakai
adalah fenolftalein. Penambahan volume NaOH berturutturutsebagai berikut 10 mL, 50 mL, 60 mL.
Hitung pH setelah penambahantitran!
5. 10 mL H2SO4 X M tepat dinetralkan oleh 20 mL larutan NaOH 0,1 M. Tentukan molaritas larutan
H2SO4!

C. PENILAIAN KETERAMPILAN
INSRTUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO (Penilaian Pertemuan ke 1 &2)

LEMBAR PENILAIAN BUKU LATIHAN


No Kelompok Kriteria Jumlah Skor Nilai Ket
(1) (2) (3)
1
2
3
Dst.

Rubrik Penilaian
No Aspek Penilaian Skor Rubrik
1 Kelengkapan 3 Sangat Lengkap
2 Kurang Lengkap
1 Tidak Lengkap
2 Kerapihan 3 Sangat rapih/Terbaca
2 Kurang rapih/Kurang terbaca
1 Tidak rapih/Tidak terbaca
3 Ketepatan Menjawab Soal 4 Tepat Semua
Latihan 3 Terdapat ¼ soal yang salah
2 Terdapat ½ soal yang salah
1 Salah semua
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 10

Pedoman Penskoran
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
Nilai = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
x 10

INSRTUMEN PENILAIAN KINERJA (Penilaian Pertemuan ke 3)


LEMBAR PENILAIAN KINERJA
No Kelompok Aspek yang dinilai Jumlah Skor Nilai Keterangan
Merancang Melakukan
percobaan percobaan
a b a b c
1
2
3
Dst.

Pedoman Penskoran
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
Nilai = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
x 100

Rubrik Penilaian Kinerja


Kegiatan Aspek Psikomotor Skor Rubrik
1. Merancang 3 Langkah kerja sangat sesuai dengan
percobaan ilustrasi gambar
Kesesuaian langkah kerja yang 2 Langkah kurang sesuai dengan ilustrasi
disusun gambar
1 Langkah tidak sesuai dengan ilustrasi
gambar

Semua alat yang digunakan sesuai dengan


3
kegunaannya
Ketepatan dalam 2 Ada satu alat yang digunakan tidak sesuai
menggunakan alat dengan kegunaannya
1 Ada dua alat yang digunakan tidak sesuai
dengan kegunaannya
2. Melakukan 3 Sangat Sesuai dengan langkah kerja yang
percobaan telah di susun
Ketepatan dalam 2 Sesuai dengan langkah kerja yang telah di
melaksanakan percobaan susun
1 Kurang Sesuai dengan langkah kerja yang
telah di susun

3 Memperhatikan keselamatan kerja dan


Keselamatan kerja dan
kebersihan
kebersihan
2 Memperhatikan keselamatan kerja atau
Kegiatan Aspek Psikomotor Skor Rubrik
kebersihan
1 Tidak memperhatikan keselamatan kerja
dan kebersihan

3 Sangat sesuai dengan perubahan yang


terjadi saat percobaan
2 Kurang sesuai dengan perubahan yang
Kesesuaian data pengamatan
terjadi saat percobaan
1 Tidak sesuai dengan perubahan yang
terjadi saat percobaan
Lampiran : Uraian Materi Pembelajaran

Titik Ekivalen titrasi


Titrasi asam basa dasarnya adalah reaksi penetralan. Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri dan
jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri. Jika asam dan basa yang ekivalen direaksikan, reaksinya
mungkin tidak sempurna, sehingga perlu dipelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan reaksinya
berlangsung sempurna. Jadi harus difahami kemungkinan terjadinya larutan buffer, hidrolisis, dan hal-hal
yang menyangkut larutan. Pada reaksi antara asam dan basa terjadi titik ekivalen (TE) pada pH berapa,
kemungkinan terjadinya larutan buffer atau terjadi hidrolisis dapat ditelusuri secara teoritis. Titik
ekivalensi selanjutnya harus dihubungkan dengan titik akhir titrasi, dan hal itu dapat dihubungkan dengan
indikator asam basa yang akan digunakan. Tidak semua reaksi asam basa terdapat dalam titrasi, hal itu
karena tidak ada indikator asam basa yang dapat digunakan dalam titrasinya. Pada reaksi asam basa, pH
pada titik ekivalensi akan dipengaruhi oleh kekuatan dari asam dan basa yang direaksikan. Secara
sederhana pH TE dapat diperkirakan zat yang direaksikan seperti terdapat pada Tabel 11.1.
Tabel 11.1 Prediksi pH TE dari reaksi asam basa
Jenis asam Jenis basa pH pada TE
Asam kuat, HCL Basakuat, NaOH = 7 (netral)
Asam kuat, HCL Basa lemah, NH4OH < 7 (netral)
Asam lemah, CH3COOH Basa kuat, NaOH < 7 (netral)
Asam lemah, CH3COOH Basa lemah, NH4OH Tergantung harga Ka dan
Kb

Dari keempat macam reaksi itu dapat dibuat kurva titrasinya, yaitu suatu grafik yang menunjukkan harga
pH larutan pada keadaan-keadaan tertentu dari asam dan basa dalam campurannya. Untuk membuat
kurva titrasi lakukan perhitungan jika 50 mL HCl 0,1N dititrasi dengan NaOH 0,1N.

HCl 0,1N 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL
NaOH 0,1N 0 5 10 mL 40 mL 49 mL 50 mL 51 mL
pH

Kurva titrasi untuk larutan asam (HCl) dengan basa NaOH seperti pada Gambar 11.2a, sebaliknya untuk
titrasi larutan basa dengan asam seperti pada Gambar 11.2 b.

Gambar 11.2 Kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat (a) dan kurva titrasi basa kuat dengan asam kuat
(b)

11.3.2 Indikator Asam-Basa


Indikator asam basa adalah asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang dalam larutannya warna
molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya. Untuk indikator asam lemah kesetimbangannya
adalah :
HIn ↔ H+ + In-
KHIn = [𝐻+][𝐼𝑛−][HIn] [H+]= KHIn.[HIn][In−]
pH = pKHln.log[Hln][In−]
Harga pH bergantung kepada ion larutan dan untuk membandingkan warna dapat dilihat dari
perbandingan [HIn] terhadap [In]. Warna bentuk asam akan terlihat jika [𝐻𝐼𝑛][𝐼𝑛−]≥10, sehingga pH =
pKHIn– 1 dan warna bentuk basa akan terlihat jika: [𝐼𝑛−][𝐻𝐼𝑛]≥10, sehingga pH = pKHIn + 1.

Trayek perubahan warna indikator menjangkau dua satuan pH. Dalam trayek pH ini perubahan warna
indikator sedikit demi sedikit. Jika [HIn] = [In] maka akan terlihat warna antara bentuk asam dan bentuk
basa.
Warna asam: pH = pKHIn – 1
Warna basa: pH = pKHIn + 1
Jadi pH = ± 2. Daerah perubahan warna ini disebut trayek perubahan warna indikator terdapat pada
Tabel 11.2.

Tabel 11.2 Beberapa Indikator Asam-Basa


Indikator Daerah pH Perubahan warna Pelarut
Asam Basa
Thimol biru 1,2 – 2,8 Merah Kuning Air
Metil kuning 2,9 – 4,0 Merah Kuning Etanol 90%
Metil jingga 3,1 – 4,4 Merah Kuning jingga Air
Metil merah 4,2 – 6,2 Merah Kuning Air
Bromtimol biru 6,0 – 7,6 Kuning Biru Air
Fenolftalein 8,0 – 9,8 Tak berwarna Merah – ungu Etanol 70%
Thimolftalein 9,3 – 10,5 Tak berwarna Biru Etanol 90%

Dalam titrasi yang titik akhir titrasinya terletak dalam trayek pH yang kecil, harus digunakan indikator
campur untuk menyatakan titik akhir titrasinya. Indikator campur terdiri dari campuran dua indikator
misalnya metil jingga dengan brom kresol hijau yang akan memberikan perubahan warna dari jingga
menjadi biru pada pH 4,3. Indikator campuran dapat juga terdiri dari indikator dan zat warna. Indikator
universal juga adalah indikator campur dan memberikan warna yang macam-macam untuk trayek pH
yang besar.

Indikator yang digunakan harus memberikan perubahan warna yang nampak di sekitar pH titik ekivalensi
titrasi yang dilakukan, sehingga titik akhirnya masih jatuh pada trayek perubahan warna indikator itu.
Misalnya pada titrasi asam kuat-basa kuat (HCl dan NaOH) penambahan dua tetes basa dekat titik
ekivalensinya dapat menyebabkan perubahan pH dari 3,6 sampai 10,4 sehingga dapat menggunakan
indikator apa saja yang trayek perubahan warnanya dari 4,4 sampai 10. Sebutkan indikator apa saja yang
dapat digunakan dan jelaskan. Pada titrasi basa kuat-asam lemah titik ekivalensi akan terjadi pada pH
diatas 7 dan harus menggunakan indikator yang trayek perubahan warnanya diatas pH 7. Untuk titrasi
asam kuat-basa lemah harus menggunakan indikator apa?
Jadi pemilihan indikator yang akan digunakan dalam titrasi adalah penting dan disesuaikan dengan titik
ekivalensinya yang akan terjadi. Mungkin tidaknya suatu titrasi asam-basa dilaksanakan biasanya apabila
pH di sekitar titik ekivalensi untuk penambahan beberapa tetes zat pentitrasi adalah 1 sampai 2 satuan
pH.

Larutan indikator dapat dibuat dengan melarutkan 0,5 – 1g indikator di dalam tiap liter larutannya. Metil
jingga, garam natrium metil merah dilarutkan di dalm air. Untuk metil kuning, fenolfthalein, thimolftalein
digunakan pelarut etanol 70-90%. Contoh penentuan kadar dalam titrasi asam basa adalah penentuan
kadar asam cuka komersial.
Penentuan kadar asam cuka dalam pasaran
1. Pembuatan larutan standar NaOH dan standarisasinya/pembakuan dengan zat standar primer asam
oksalat hidrat
2. Berapa gram asam oksalat yang harus ditimbang jika dibuat sebanyak 50 ml 0,1000N
3. Bagaimana cara mempersiapkan larutan NaOH jika dibuat sebanyak 250 mL 0,1 N
4. Hitung Normalitas larutan standar NaOH
5. Lakukan titrasi dan hitung kadar asam asetat dalam cuka di pasaran sebagai sampel.
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM : Titrasi Asam Basa

Tujuan : Menentukan konsentrasi larutan HCL dengan larutan NaOH melalui titrasi asam-basa Konsep :

Dasar Teori
Titrasi merupakan salah satu aplikasi stoikiometri larutan. Pada umumnya digunakan dalam penenuan
konsentrasi asam atau basa (titrasi asam basa atau asidi alkalimetri). Poses ini melibatkan larutan yang
konsentrasinya telah diketahui (titran), kemudian larutan ini dikeluarkan dari buret ke dalam larutan yang
akan ditentukan konsentrasinya sampai pada titik stoikiometri atau titik ekivalen. Namun pada prakteknya
titik ekivalen ini tidak bisa diamati langsung dari percobaan. Yang bisa diamati adalh titik dimana saat
warna indikator tepa berubah warna (titrasi dihentikan) yang disebut titik akhir titrasi.
Alat dan Bahan :
Alat:
- Buret - Corong
- Erlenmeyer - statif
- Gelas ukur - Pipet tetes

Bahan :
- Larutan HCl dengan konsentrasi yang belum diketahui
- Larutan Fenolftalein
- Larutan NaOH 0,1 M
- Aquades

Langkah kerja :
1. Isi buret dengan larutan NaOH 0,1 M dan catat pembacaan buret
2. Masukkan 5 mL larutan HCl ke dalam erlenmeyer dan tambahkan 5 mL aquades
3. Tambahkan 2 tetes larutan fenolftalein
4. Lakukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH dari buret ke dalam labu
erlenmeyer sambil diguncangkan. Penetesan larutan NaOH dihentikan
jika larutan dalam erlenmeyer menjadi merah muda dan warna itu tidak
menghilang jika erlenmeyer diguncangkan.
5. Catat volume NaOH yang digunakan
6. ulangi percobaan 2-3 kali

Pengamatan:
Konsentrasi larutan NaOH diketahui adalah................M
Pembacaan buret berisi larutan NaOH :

Perhitungan :
VHCl x MHCl = VNaOH x MNaOH
Volume rata- rata NaOH yang digunakan : .........................................mL
Volume HCl yang digunakan : ................................mL

Pertanyaan :
1. Tuliskan persamaan reaksi dari percobaan di atas?
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____

2. Berapa konsentrasi larutan HCl tersebut ?


_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____

3. faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan kesalahan pada percobaan titrasi?
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____

4. Apa kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan?


_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________________
_____